Name: Jinchuuriki of Youkai Academy

Author: The World Arcana

Rating: M

Genre: Adventure

Pairing: Uzumaki Naruto x Moka Akashiya(Outer and Inner) x Mizore Shirayuki, Tsukune Aono x Kurumu Kurono, Killer Bee x Shizuka Nekonome, Ginei Morioka x Ruby Toujou, Kuyou x ? dan para pair cannon dari anime Naruto kecuali Naruto x Hinata karena Naruto x Hinata bakal jadi Toneri x Hinata di fic ini

Disclaimer: Naruto dan Rosario Vampire bukan punya saya.

Chapter 24: Naruto and Kurama

Gelap... Itulah yang dirasakan Naruto Uzumaki saat ini. Dia dan kekasihnya Moka jatuh dan tertelan masuk ke tubuh Yonbi yang merupakan salah satu Bijuu. Naruto pun menghampiri sosok kekasihnya, tapi dia dibuat terkejut saat melihat kalau sosok di depannya ternyata adalah Ura. Sosok lain dari Moka yang mempunyai sifat yang berbeda jauh dengan Moka yang dia kenal atau yang biasa Ura panggil Omote.

Saat Ura mulai membuka matanya dan memperlihatkan matanya yang berwarna merah... Naruto pun menjulurkan tangannya dan dia pun berkata "Mau kubantu?"

Naruto tahu kalau Ura itu bukannya orang yang ingin dibantu jika dia dalam kesulitan tapi dia tidak peduli karena dia adalah salah satu bagian dari Moka, gadis yang dicintainya seperti Mizore dan dia tidak ingin Moka atau Omote dan Ura kenapa-napa.

Ura pun meraih tangan Naruto dan dia pun membantu Ura berdiri, membuatnya berkata "Te-Terima kasih."

Naruto sedikit terkejut saat Ura berterima kasih padanya tapi dia tersenyum dan berkata "Sama-sama, Ura."

"Jangan mentertawakanku!!!"

"Aku tidak mentertawakanmu, tapi aku harus akui kalau aku terkejut saat mendengarmu meminta maaf padaku. Biasanya kan..." Ucapan Naruto pun terhenti saat dia merasakan pelukan dari Ura dan saat dia memegang tubuh Ura, dia pun merasakan tubuh Ura pun bergetar dan membuatnya berkata "Ura, kau kenapa?"

"A-Aku takut, Naruto."

Naruto tidak pernah menyangka ini, kalau Moka yang dia kenal... Dia tahu pasti akan merasakan hal takut seperti ini tapi tidak dengan Ura. Sosok sejati dari Moka itu tidak pernah merasakan takut bahkan jika dia membuka Rosario Moka saat tim klub-nya melawan Kuyou, dia tidak akan takut melawan Kuyou.

"Aku pikir aku sanggup membantumu dalam perang ini Naruto, kalau para manusia atau makhluk-makhluk disini lebih lemah dariku yang merupakan seorang putri dari Vampire Lord dan salah satu dari Three Dark Lord." Ucap Ura dan kemudian dia melanjutkan "Tapi lihat ini!!! Para monster yang kau sebut Bijuu ini sangat kuat dan bahkan salah satu dari mereka berhasil memakan kita. A-Aku takut kalau kita tidak akan selamat dalam perang ini terlebih berhasil meloloskan diri dari perut monster ini."

"Tidak ada salahnya kalau kau takut, Ura. Semua orang mempunyai rasa takut sendiri-sendiri, manusia ataupun Youkai." Ucap Naruto yang kemudian melanjutkan "Kita semua akan selamat. Kau, aku dan Yuki-hime akan selamat dari perang ini, sekuat apapun Madara dan Akatsuki."

"Kenapa kau bisa seyakin itu?"

"Karena aku bukanlah sosok yang mudah menyerah dan mengingkari janji. Aku telah berjanji pada kau, Yuki-hime dan juga Yukari-chan dan aku tidak ada niatan untuk mengingkarinya."

"Hmm, pantas saja kalau Omote sangat mencintaimu Naruto-kun." Ucap Ura dan kemudian dia melanjutkan "Dan sepertinya aku juga."

Cup

-With Kakashi, Bee, Gai and Mizore-

Kakashi, Gai, Bee, dan Mizore pun menatap kejadian di depan mereka dengan shock. Mizore mulai menangis saat melihat Moka dan Naruto tertelan oleh Yonbi sedangkan Bee yang masih berada dalam mode Full Bijuu miliknya hanya bisa mengertakkan gigi dan mengutuk dirinya yang tidak bisa melindungi Naruto dari rekan mereka sesama Jinchuuriki. Gai kemudian melihat rekan dan rivalnya yang menatap penuh kebencian pada sosok bertopeng di depannya dan Gai sangat mengerti kondisi Kakashi saat ini. Dia sungguh tahu kekhawatiran Kakashi saat Naruto hilang pertama kali dan saat mereka bertemu dengan dua kekasih Naruto dan mereka berdua tahu dari mereka kalau Naruto masih hidup, dia bisa melihat sinar kehidupan memancar sekali lagi dari diri Kakashi setelah kematiannya di tangan Pain dan kemudian dia hidup kembali dengan ajaib bersamaan dengan orang-orang yang tewas pada invasi Pain di Konoha.

Mata Sharingan kakashi kemudian berubah menjadi Mangekyou Sharingan, tidak peduli kalau dirinya akan melemah karena penggunaan Sharingan yang berlebihan

"Sebenarnya apa yang kau inginkan, Tobi?"

"Kau sudah tahu jawabannya, Kakashi Hatake." Balas Tobi, kemudian dia melanjutkan "Aku menginginkan Mugen Tsukuyomi."

"Akan aku buat kau terperangkap dalam mimpimu sendiri, Tobi... Raikiri!!!" Ucap Kakashi yang sudah mengeluarkan Raikiri dan dia pun melesat ke arah Tobi tapi dia terpaksa dibuat menghindar saat sosok berwarna merah yang merupakan wujud Tailed Beast Version 2 milik Utakata mulai menyerangnya.

"Sungguh disayangkan..." Ucap Tobi dan kemudian dia melanjutkan "Kau lupa kalau aku ditemani oleh mereka Hatake. Kalahkan mereka dulu baru kau bisa melawanku."

Saat Kakashi berniat merangsek maju ke garis depan lagi, dia pun ditahan oleh Gai membuat Kakashi menatap tajam dirinya

"Apa yang kau lakukan Gai? Minggirlah!!!"

"Aku tahu kau marah karena apa yang terjadi pada Naruto, Kakashi. Tapi jangan bertindak gegabah." Balas Gai dan kemudian dia melanjutkan "Kau tidak seperti biasanya yang tenang dan bisa membaca situasi apapun dalam kondisi seperti ini."

"Tch..."

"Aku juga marah atas apa yang terjadi pada Naruto tapi kau punya tim Kakashi, bekerjasamalah sebagai tim."

"Kau benar." Ucap Kakashi yang matanya sudah kembali ke Sharingan tiga tomoe biasa "Maaf Gai, aku terbawa emosi."

"Tidak masalah, Kakashi." Balas Gai dan kemudian matanya pun berfokus pada para Jinchuuriki yang telah berubah wujud ke Full Bijuu mereka dan mulai berjalan ke arah mereka kecuali Yonbi "Tch, ini semakin rumit. Kita harus mengalahkan para Jinchuuriki itu sebelum kita berniat mengalahkan pria bertopeng itu, Kakashi."

"Gai, apa kau serius akan menggunakan gerbang ke-7?"

"Tidak ada pilihan lain, Kakashi. Kita melawan 6 Bijuu disini. Aku bahkan sudah siap membuka gerbang ke-8 jika gerbang ke-7 belum cukup untuk menghentikan atau mengalahkan mereka."

Mendengar nada keseriusan sahabatnya, Kakashi pun berkata "Semoga saja kau tidak perlu melakukan itu Gai."

Saat para Jinchuuriki itu kecuali Jinchuuriki dari Gobi dan Yonbi hampir mencapai tempat Gai dan Kakashi, kaki mereka pun membeku menjadi es dan mereka pun melihat Mizore yang tangannya sudah menjadi cakar es dan memegang tanah "Aku akan menahan mereka sebisaku. Cepat serang mereka, Gai-san, Kakashi-san."

"Baiklah..."

Sedangkan dengan Bee, dia berhadapan kembali dengan Gobi, tapi kali ini dia sudah siap dan tentakelnya pun melilit leher Gobi dan membantingnya ke tanah sebelum dia berhasil menanduknya seperti tadi "Aku tidak akan jatuh ke hal yang sama untuk yang kedua kali-nya, bangsat!!!"

-With Ura and 'Naruto'-

'Naruto' terkejut akan ciuman dadakan dari Ura, tapi kemudian 'Naruto' pun membalas ciuman Ura dan membuatnya mendesah pelan.

"E-Ehem..."

Mereka berdua pun melepaskan ciuman mereka dan melihat sosok Yonbi dan di atas kepalanya muncullah Jinchuuriki-nya yang dia hadapi bersama Bee barusan.

Wajah mereka pun memerah hebat dan Jinchuuriki dari Yonbi yang bernama Roshi itu pun berkata "Jangan pedulikan kami, lanjutkan saja aktivitas kalian."

Ura kemudian menatap tajam Roshi, tapi kemudian Naruto yang terus-terusan menatap Yonbi pun berkata "Kau itu Yonbi kan? Tapi bagaimana bisa? Bukannya kau seharusnya sedang berhadapan dengan senseiku dan yang lain di luar sana?"

"Ini adalah alam bawah sadarku dan Jinchuuriki-ku yang bernama Roshi." Jawab Yonbi dan kemudian dia mengatakan "Aku dan Roshi yang membawamu kesini sedangkan dirimu yang sebenarnya saat ini sedang tidak sadarkan diri setelah tertelan ke dalam tubuhku."

"Lalu kenapa kau memanggil kami kesini?"

"Aku ingin membahas cara untuk mengalahkan pria bertopeng itu dan pasukan Edo Tensei yang merupakan rekan kita sesama Jinchuuriki, Naruto Uzumaki."

Naruto sedikit terkejut saat mendengar Roshi mengetahui namanya. Sebelum Naruto mempertanyakannya, Roshi pun berkata "Setelah aku dan rekan-rekan kami sesama Jinchuuriki tewas di tangan Akatsuki, kami semua terhubung di sebuah dunia yang terbentuk dari hubungan kami dan para Bijuu kami dan aku mengetahui namamu dari Fuu dan juga Utakata disana."

"Aku mengerti jadi bisa kau lanjutkan tentang rencanamu tadi, Roshi-san."

"Apa kau lihat rantai yang terhubung ke tubuh Son Goku ini, Naruto-san, nona berambut silver?" Tanya Roshi yang menunjuk tubuh Roshi yang bernama asli Son Goku itu.

"Ya, aku melihatnya." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi rantai apa itu sebenarnya?"

"Rantai itu adalah yang menghubungkan kekuatan Son pada diriku meskipun dia sudah diambil dari tubuhku. Rantai itu terhubung dengan besi hitam yang di tancapkan ke tubuhku" Jawab Roshi.

"Jadi kalau kalau kami berhasil mencabut besi hitam yang ada di tubuhmu maka tubuhmu di luar sana tidak akan bisa menggunakan kekuatan monster yang ada dalam dirimu yang Naruto sebut Bijuu itu ya?"

"Ya begitulah..."

"Jadi kau meminta kami untuk mencabut besi hitam itu dari tubuhmu kan?" Tanya Naruto dan kemudian Roshi menggangguk "Tapi kau tahu kan kalau itu tidak semudah yang kau kira. Maksudku kalau mengambil besi hitam di tubuh ke enam Pain aku memang sanggup tapi aku tidak yakin dengan tubuh kalian karena aku tahu tubuh kalian sudah menjadi wujud Bijuu sempurna sekarang, jadi pasti akan sulit melepaskannya."

"Kalau begitu pinjam saja kekuatan dari Kurama."

"Hah, siapa itu Kurama?"

Son terlihat terkejut akan pertanyaan dari Naruto dan dia pun berkata "Kau pasti bercanda. Kau itu Jinchuuriki-nya dan kau tidak tahu namanya?"

"Maksudmu Kurama itu nama asli Kyuubi seperti Ichibi yang bernama asli Shukaku dan kau yang bernama asli Son Goku?"

"Itu benar bocah..." Jawab Son Goku dan kemudian dia melanjutkan "Apa dia tidak pernah memberitahukannya?"

"Yang ada dia mencoba keluar dari tubuhku dan mengancam akan melukai orang-orang berhargaku." Balas Naruto yang mengatakannya dengan nada kesal karena dia mengingat ancaman Kurama saat dia masih berada di Youkai Academy.

'Sigh, sepertinya kebenciannya pada ras manusia belum hilang-hilang juga ya.' Batin Son Goku dan kemudian dia melihat Naruto dan melanjutkan 'Entah kenapa aku merasa kalau dia adalah sosok yang dikatakan oleh jiji. Kalau benar, aku harap kau bisa menyadarkan Kurama... Naruto Uzumaki.'

"Kemarilah, Naruto Uzumaki..."

"Kenapa?" Tanya Naruto yang melihat Son Goku yang mengepalkan tangannya dan mengarahkannya ke depan tubuhnya.

"Hubungkan tinjumu dengan tinjuku. Aku ingin memberikan sesuatu padamu." Jawab Son Goku.

"Baiklah..." Balas Naruto karena dia tidak asing dengan apa yang dilakukan Son Goku yang mengingatkan dia pada hal yang dilakukan Bee dan Gyuuki.

Saat tinju Naruto terhubung dengan Son Goku, Naruto pun merasa ada sesuatu yang memasuki dirinya entah itu energi atau apa yang jelas energi itu membuatnya terhubung dengan Bijuu di hadapannya ini "Apa yang kau lakukan, sebenarnya?"

"Kau tidak perlu tahu yang penting adalah semoga apa yang aku berikan ini berguna dalam melawan pria bertopeng itu, Naruto Uzumaki." Balas Son Goku dan kemudian dia berkata "Kalau begitu, pergilah Naruto Uzumaki dan kalahkan dia."

-Time Skip-

"Naruto-kun!!!"

"Ugh..." Ucap Naruto yang sudah tersadar dan kemudian dia memegang kepalanya yang pening, lalu dia melihat sosok di sebelahnya dan berkata "Moka-hime, kau baik-baik saja kan?"

"Aku tidak apa-apa, Naruto-kun." Balas Moka dan kemudian dia berkata "Apa kita masih berada di dalam tubuh kingkong raksasa itu?"

"Ya, sepertinya begitu." Jawab Naruto yang mengingat pertemuannya dan Ura dengan Son Goku dan Roshi, kemudian dia berkata pada Moka "Moka-hime bisa kau pukul bagian tubuh Yonbi sekuat mungkin?"

"Eh!!! Untuk apa?" Tanya Moka yang kaget serta bingung akan permintaan Naruto.

"Lakukan saja, aku punya sebuah rencana."

"Baiklah..."

Buaaaakkkkk

"Grroooooaaaarr!!!"

"A-Apa yang terjadi? Kenapa Yonbi?" Tanya Gai pada Kakashi yang melawan beberapa Bijuu dengan bantuan Mizore.

"Sepertinya Naruto dan kekasihnya itu melakukan sesuatu pada Yonbi dari dalam." Jawab Kakashi yang berhasil memotong salah satu ekor Rokubi atau yang bernama asli Saiken meskipun harus dengan susah payah 'Aku seharusnya tahu kau tidak akan menyerah secepat itu, Naruto. Maaf, aku telah meragukanmu."

Kembali di dalam tubuh Yonbi atau Son Goku... Bagian dalam tubuh Son Goku berguncang dengan kencang karena pukulan dari Moka dan Naruto yang melihatnya pun berkata "Naiklah ke punggungku, Moka-hime."

"Baiklah, Naruto-kun."

"Berpeganglah yang erat." Ucap Naruto yang melihat Moka naik ke punggungnya dan dia pun membuat handseal "Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!!!"

Melihat Naruto membuat banyak klon, Moka pun kemudian berkata dengan nada marah "Naruto-kun!!! Apa yang kau lakukan? Bukannya sensei bilang kau tidak boleh membuat banyak klon supaya chakra-mu tidak habis."

"Jangan khawatir, hime. Aku baik-baik saja." Balas Naruto yang terengah-engah karena merasa kelelahan membagi chakra pada semua klon-nya tapi dia tidak peduli karena klon-klon yang dia buat adalah kunci keluar dia dan Moka saat ini "Aku tidak akan mati semudah itu. Aku masih punya janji yang harus aku tepati padamu, Yuki-hime dan Yukari-chan. Dan lagipula aku tidak suka melanggar janji karena itu adalah jalan ninjaku, ingat?"

"Aku ingat tapi jangan paksakan dirimu."

Naruto yang sedang menggendong Moka pun sedikit demi sedikit berhasil naik ke atas dalam tubuh Son Goku dengan bantuan bunshinnya. Moka yang melihat Naruto tampak serius pun berkata.

"Hei, Naruto-kun..."

"Ada apa?"

"Apa kau senang mendapatkan ciuman dari Ura?"

Naruto pun hanya menatap Moka atas pertanyaannya, kemudian dia menyeringai dan berkata "Kenapa kau menanyakan hal itu? Apa kau cemburu?"

"Ti-Tidak!!! A-Aku tidak cemburu." Balas Moka yang memalingkan wajahnya yang memerah, kemudian dia berkata dengan nada sedih "Hanya saja, Ura lebih pantas mendapatkan ciuman dan cinta darimu Naruto-kun."

"Apa maksudmu?"

Melihat tatapan tajam Naruto, Moka pun berkata "Aku ini palsu, Naruto-kun. Ura itu adalah Moka yang sebenarnya bukan aku. Aku hanyalah sosok yang terbentuk dari Rosario yang dipakai-nya. Orang yang lebih pantas kau cintai adalah Ura, bukan aku."

"Cukup... Jangan katakan apapun lagi." Desis Naruto yang membuat Moka terkejut saat melihat ekspresi Naruto yang terlihat sedang menahan amarahnya "Aku tidak peduli siapa yang asli, siapa yang palsu. Yang penting adalah aku, Naruto Uzumaki mencintai Moka Akashiya. Tidak peduli itu kau ataupun Ura. Lagipula Ura itu benar... Jika aku benar-benar mencintaimu, aku tidak boleh hanya mencintai salah satu sisi saja tapi kedua sisi kepribadianmu itu hime."

"Tapi bahkan adikku tidak menyukaiku karena aku bukan Ura." Balas Moka yang mulai meneteskan air mata karena mengingat kebencian adiknya, Kokoa padanya.

"Persetan dengan mereka kalau begitu. Aku tidak peduli kau itu Omote atau Ura... Yang pasti kalian berdua adalah kedua sosok kepribadian dari Moka Akashiya, sosok sahabat yang aku punya di Youkai Academy selain Tsukune, Kurumu dan Gin sekaligus sosok yang menerima dan mencintaiku meskipun ras-ku adalah ras yang sering menyakitimu sekaligus salah satu perempuan yang aku cintai selain Yuki-hime."

'Na-Naruto-kun...'

"Bersiaplah hime, kita hampir sampai." Ucap Naruto yang melihat gigi dari Son Goku yang tertutup, kemudian dia pun melanjutkan "Berpeganglah dengan erat."

Moka pun memperkuat pegangannya pada Naruto dan Naruto pun berubah mode ke Kyuubi Chakura Mode dan dia pun membuat Rasengan berukuran besar dengan satu tangannya.

"Chou-Oodama Rasengan!!!"

Duaaaaaarrrr

Gigi dari Son Goku pun hancur dan terpental ke depan dan membuat celah yang dimanfaatkan Naruto dan Moka untuk keluar dari mulut Son Goku. Naruto yang sudah berhasil keluar dari mulut Son Goku bersama dengan Moka pun langsung menghampiri Kakashi, Gai dan Mizore.

"Aku kembali, ttebayo."

"Naruto-kun!!!"

Greeppp

"Yuki-hime..." Ucap Naruto yang terkejut saat dirinya tiba-tiba dipeluk oleh Mizore, tapi yang membuatnya tersentak adalah saat dia melihat air mata yang terus menetes dari kedua iris matanya membuat Naruto membalas pelukannya "Maaf, aku telah membuatmu khawatir hime. Tapi jangan khawatir, aku dan Moka-hime baik-baik saja sekarang."

"Aku tahu..."

"Jadi kau telah kembali Uzumaki..." Ucap Tobi yang membuat Naruto membuat melepaskan pelukannya pada Mizore "Tapi tidak masalah. Dengan kembalinya kau tidak akan membuat banyak perubahan apapun. Kau tetap akan kutangkap bersamaan dengan Hachibi dan kemudian Akatsuki akan memenangkan perang ini."

Naruto pun meletakkan telunjuk tangannya di mulutnya dan berkata "Kau sebaiknya tidak usah banyak bicara dan duduk saja disana, Madara palsu. Kali ini pasukanmu akan kalah dan akan kupaksa kau turun tangan sendiri untuk melawan kami sekarang juga."

"Naruto..."

"Kakashi-Sensei, Bee-sensei... Kau dan yang lain lawan para Jinchuuriki yang lain." Ucap Naruto yang melihat rekannya sesama Jinchuuriki yang telah menggunakan Full Bijuu Form mereka "Aku akan mengatasi Yonbi. Ada sesuatu yang harus aku lakukan."

"Jangan bercanda, Naruto-kun!!! Dia barusan telah memakan kau dan Moka-chan hidup-hidup. Aku tidak ingin hal itu terjadi untuk kedua kalinya." Balas Mizore yang tidak setuju dengan rencana Naruto, kemudian dia berkata "Moka-chan, katakan sesuatu pada Naruto-kun..."

Tapi Moka tidak merespon dan malah berkata "Aku percayakan dia padamu, Naruto-kun."

"Moka-chan!!!"

"Kau itu kekasih dari Naruto-kun sama sepertiku, Mizore-chan. Percayalah sedikit pada Naruto-kun."

"Ta-Tapi..."

"Moka-san benar Mizore-san. Kau itu merupakan kekasih dari Naruto jadi berikanlah kepercayaan padanya." Ucap Kakashi yang kemudian membuat Mizore luluh kemudian dia pun berkata pada muridnya "Kau boleh melawannya, Naruto tapi ingat... Berhati-hatilah."

"Aku mengerti." Balas Naruto yang kemudian melesat ke arah Son Goku yang terus menyerangnya tapi dia selalu berhasil menghindar dan dia pun menemukan sebuah besi berwarna hitam di leher Son Goku 'Ketemu!!!'

Naruto pun langsung mencoba mencabutnya tapi yang ada keluar rantai dari besi hitam itu dan melilit tubuhnya, membuat Tobi menyeringai dan berkata "Percuma Naruto, percuma. Sekuat apapun kau mencoba melepaskan benda itu... Benda itu tidak akan terlepas dan yang ada lilitan rantai itu akan semakin kuat. Jangan samakan rantai itu dengan rantai milik Nagato."

Naruto tidak peduli dan harus merasakan lilitan rantai itu yang semakin kencang. Moka dan Mizore berniat membantu Naruto tapi Naruto malah meminta mereka membantu Gai, Kakashi dan Bee. Kurama yang melihat Naruto sedari tadi pun berkata "Kenapa kau lakukan ini, Naruto?"

Naruto terkejut saat mendengar pertanyaan Kurama "Jangan ajak aku bicara Kurama, aku sedang sibuk."

Kurama pun mendesis dan menatap Naruto dengan kesal karena seenaknya dia memanggilnya dengan nama aslinya "Aku tanya sekali lagi... Kenapa kau lakukan ini? Apa kau melakukan ini hanya untuk memenangkan perang ini. Che, ternyata semua manusia itu memang egois dan seenaknya sendiri."

"Terserah kau mau bilang apa, Kurama." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Ya memang aku ingin memenangkan perang ini dan Son Goku memberiku sebuah cara dan rencana untuk memenangkan perang ini. Tapi bukan itu saja keinginanku."

"Huh..."

"Aku ingin membantu Son Goku dan para Bijuu yang lain." Lanjut Naruto yang kemudian melanjutkan perbuatannya mencabut besi hitam di leher Son Goku meskipun lilitan rantai di tubuhnya menjadi semakin kuat "Aku tahu kau juga melihat apa yang aku lihat Kurama. Aku melihat dimana rekanmu sesama Bijuu di rantai dan masukkan ke tubuh seorang mayat hidup melalui besi hitam yang hampir membunuhku saat aku melawan Pain. Pantas saja kau membenci ras kami, huh Kurama..."

Kurama pun tidak merespon dan hanya menatap Naruto, membuat Naruto kembali berkata "Karena itulah aku ingin membebaskan Son Goku untuk melepaskan dia atas penderitaan yang diberikan manusia bertopeng itu dan kemudian aku akan membebaskan yang lain termasuk kau."

"Apa maksudmu?" Tanya Kurama.

"Aku tahu kau merasa terkekang dan ingin bebas dari tubuhku itu Kurama. Aku memang mungkin belum bisa melakukannya saat ini karena aku masih takut kau akan mengacau jika aku membebaskanmu dan terlebih lagi aku tahu jika membebaskanmu efek sampingnya adalah kematian." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Karena itulah aku tidak bisa membebaskanmu begitu saja. Karena aku khawatir jika kau bebas maka kau akan melukai orang-orang termasuk orang-orang yang aku sayangi dan kematianku akan membuat orang-orang yang kusayangi sedih."

'Anak ini...' Batin Kurama yang menatap Naruto dengan tatapan penuh selidik 'Sepertinya perkataannya itu tulus dan serius. Lagipula aku tidak pernah melihat dia menggunakan kekuatanku setelah dia tumbuh seperti ini dan emosi yang membuatnya terpaksa menggunakan kekuatanku. Bahkan dia bertekad untuk tidak menggunakan kekuatanku setelah dia tidak sengaja melukai rekannya dan dia juga menusuk kakinya sendiri saat melawan orang yang mempunyai replika kekuatanku karena takut kekuatanku akan melukai teman-temannya. Hmmm, sepertinya aku salah mengenai anak ini. Jika kau benar-benar ingin menyelamatkan Son dan Bijuu yang lain... Lakukan apa yang selalu kau lakukan bocah. Karena bocah brengsek dan menyebalkan yang aku tahu tidak akan gampang menyerah seperti ini.'

Naruto pun teringat kalau dia masih mempunyai satu bunshin yang tersisa di dalam mulut Son Goku. Dia pun meminta klon itu mengumpulkan Senjutsu dan berubah ke Sennin Mode. Setelah klon itu berhasil memasuki Sage Mode dan memukul tempat Naruto menarik besi hitam yang menancap pada leher Son Goku dengan Kawazu Tataki, Naruto pun menariknya dengan sekuat tenaga-nya dan membuat besi hitam itu tercabut dari leher Son Goku dan membuat Tobi terkejut.

'Dia bisa mencabut besi hitam itu dari tubuh seekor Bijuu. Che, tidak masalah... Aku bisa menarik tubuh Yonbi kembali ke Gedo Mazou.'

Naruto pun terkejut saat patung berukuran raksasa muncul dari tanah dan mengeluarkan rantai yang kemudian melilit Yonbi dan menariknya ke patung itu meninggalkan tubuh Edo Tensei Roshi yang tidak sadarkan diri.

'Son Goku sudah berhasil aku selamatkan dari kendali dia, tinggal 5 lagi.' Batin Naruto tapi kemudian tubuh dia merasakan perasaan letih yang luar biasa 'Sial, kumohon jangan sekarang.'

"Baru menghentikan Yonbi saja keadaanmu sudah menyedihkan seperti itu Naruto Uzumaki. Sebaiknya hentikan saja perlawananmu dan biarkan aku mengambil chakra Kyuubi dan Hachibi di tubuh kau dan senseimu itu."

"Aku tidak akan menyerah pada orang sepertimu." Balas Naruto dengan tenang meskipun semua Edo Tensei Jinchuuriki yang sudah berubah ke wujud Bijuu sempurna mereka mulai menatapnya bak predator yang mengincar mangsanya tapi Naruto tidak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya yang kelelahan setelah mencabut besi hitam dari tubuh Son Goku.

"Sepertinya kau butuh bantuan, eh Naruto?"

"Kurama..."

"Jika kau membutuhkan kekuatanku, aku bisa meminjamkan kekuatan padamu kau tahu?"

"Apa kau serius?"

"Aku serius..." Jawab Kurama dengan mantap dan dia pun melanjutkan "Aku melihat perjuangan hidupmu semenjak aku berada di dalam tubuhmu. Kau dihina, disiksa dan diasingkan tapi tidak sedikit pun kau dendam pada mereka yang menyakitimu malah yang ada kau malah berniat untuk menjadi Hokage dan membuat mereka semua mengakuimu sebagai seorang warga Konoha bukan bocah monster. Kau juga pantang menyerah dan tidak pernah memanfaatkan kekuatanku yang ada kau ingin menjadi kuat tanpa kekuatanku karena kau takut kalau kau menyakiti teman-temanmu dengan kekuatanku, bahkan dengan kekuatanmu sendiri dan bantuan dari Kushina kau bisa mengalahkanku."

"Kenapa kau mengatakan semua ini, Kurama?"

"Karena aku lebih memilih berada di tubuh dari orang sepertimu yang punya pilihan untuk membantu saudaraku sesama Bijuu atau tidak tapi kau lebih memilih untuk membantu mereka. Lagipula aku juga tidak sudi untuk masuk ke patung itu." Jawab Kurama yang menyebut Gedo Mazou dengan nada jijik dan dia pun menjulurkan kepalan tangannya dan berkata "Jadi bagaimana menurutmu, partner?"

Naruto pun tersenyum dan senyum itu dibalas oleh Kurama. Kemudian dia menyatukan kepalan tangan-nya dan dia pun berkata "Mari kita lakukan, partner."

Naruto pun kembali ke alam sadarnya dan dia pun melihat Bee, Kakashi, Gai, Mizore dan Moka yang sudah bersiap melawan para Edo Tensei Jinchuuriki itu dan Bee pun berkata pada Naruto "Naruto, kau dan yang lain support aku dari belakang. Aku yang akan maju ke baris depan."

Mendengar itu, Naruto pun berkata "Jangan seenaknya memutuskan sensei. Aku juga akan membantumu di garis depan."

"Jangan bercanda Naruto, kau itu tidak bisa berubah ke wujud Bijuu sempurna. Kau hanya akan merepotkanku saja."

"Siapa yang bilang sensei?" Tanya Naruto yang membuat yang lain bingung mendengar argumen dari Naruto dan Bee "Aku juga sekarang sama denganmu, sensei."

"Naruto, jangan bilang kalau kau..."

Naruto pun menundukkan kepalanya dan memegang perutnya. Kembali ke alam bawah sadar Naruto... Terlihat Naruto di depan gerbang segel dari Kurama dan Kurama ada di belakangnya.

"Kurama sebelum kita mulai, aku ingin berterima kasih padamu karena telah membantu klon-ku melawan Madara waktu itu."

"Tidak usah dipikirkan. Itu tugasku sebagai partnermu dan sosok yang menumpang hidup di dalam tubuhmu."

"Kurama, mulai saat ini kau bukanlah monster lagi tapi merupakan partner dari shinobi Konohagakure no Sato."

"Aku tahu..."

"Mari kita berjuang bersama, Kurama!!!"

"Baiklah!!!"

-To Be Continued-

Review:

Jessica9906:

I already update it, please enjoy it.

Guest:

Lebih mending canon daripada make kekuatan yang enggak jelas dapetnya. Ente mau Naruto make Sharingan dan Rinnegan jangan disini bacanya.

Michael Gabriel 455:

Mereka bantuin tapi kayaknya mereka gak bakal bantuin mereka lawan Madara yang dah jadi Jinchuuriki Juubi.

Teufel855:

Dikira bisa bikin time skip seenaknya kali ya. Kalo bisa mah ane tinggalin nih fic dan langsung buat sekuelnya kan time skip juga ujung-ujungnya.