Fiuuhh ! halo semuanyaaa ! maaf baru update.
Saya muncul membawa chapter 3 dan terimakasih buat yang udah review. Aku cinta kalian. Yah, berhubung saya sudah ditendang dari sekolah alias lulus jadi saya sedang berada dalam tahap pembuatan fanfic baru. Pairingnya….? Rahasia.
oh iya, tanda ini -My High School, My Love- menandakan pergantian alur. Makasih yang udah review tentang ini.
Heheee.. oke deh, saya sedang malas cuap – cuap jadi selamat membaca dan INGAT REVIEW-NYA atau saya tidak akan menyelesaikan ff ini.
I LOVE READER
I HATE SILENT READER !
.
.
.
MY HIGH SCHOOL, MY LOVE
Juliana Hwang
Rate : T+
Genre : Drama, friendship, family, hurt/comfort, fluff
Chapter : 3/?
Warning : GS, School Life, Typo(s)
DON'T LIKE, DON'T READ
I LOVE READER, I HATE SILENT READER
Semua cerita merupakan murni hasil pemikiran saya dan saya mohon maaf bila ada kesamaan dalam penulisan cerita. Cerita ini milik saya dan saya meminjam nama EXO sebagai tokoh.
Happy Reading
.
.
.
1 tahun kemudian..
"Ooii, Jong" Jongdae menepuk bahu Jongin pelan, kemudian ia mendudukkan diri di depan Jongin. Dua remaja bermarga Kim itu tengah menikmati jam istirahat di kantin sekolah. Jongdae itu seperti tidak memiliki teman saja, sejak Jongin satu sekolah dengannya Jongdae selalu muncul di manapun Jongin berada.
Jongin kesal. Oh tentu saja. Siapa yang tidak kesal ? Jongdae itu menyebalkan. Jongdae itu memalukan. Jongdae itu sering muncul tiba – tiba seperti yang barusan ia lakukan, seperti hantu. Bahkan Jongin curiga, mungkin saja Jongdae bisa teleportasi atau semacamnya. Dan yang terakhir Jongdae itu sering merebut paksa minuman Jongin.
"Apa yang kau lakukan pada namaku Hyung ?" sinis Jongin sambil mengaduk – aduk jus jeruk "Sadarlah, namamu KIM JONG DAE" lanjut Jongin sambil memegang gelas jus "Kau juga memiliki Jong_ YAA.. YAA JUS JERUKKU !" teriak Jongin frustasi.
Nah, apa ku bilang. Jongdae itu suka merebut paksa minuman Jongin.
"Aku hanya_"
"Ya, kau hanya haus. Aku tau itu" potong Jongin cepat sebelum menggigit buah apel yang entah ia dapat dari mana.
"Bukankah itu Sehun" Jongdae melirik seseorang yang duduk sendirian di seberang meja duo Kim.
Seseorang yang dimaksud Jongdae itu hanya memasang wajah datar, ia mengenakan headphone warna biru cerah yang kontras dengan kulit putih pucatnya. Sehun menyandar pada kursi dan memejamkan mata, remaja poker face itu melipat kedua tangan di depan dada. Yah, posisi yang nyaman.
"Dia itu tidak punya teman ya ? dia selalu duduk disitu dan sendirian"
"Xiuminie.." Teriak Jongin pada gerombolan siswa perempuan yang duduk disisi kanan konter "kau punya kaca tidak ? sepertinya seseorang yang duduk didepanku butuh berkaca. Dia mengatai seseorang tidak punya teman padahal dia sendiri lebih parah".
Gadis yang bernama Xiumin hanya tersenyum, ia bertemu pandang sejenak dengan Jongdae kemudian segera berpaling. Xiumin kikuk sendiri, gadis itu bahkan sampai tersedak makanan dan Jongin tertawa lebar.
Jongdae mendengus, kemudian ia menatap tajam Jongin yang kini asyik melahap bulatan anggur. Dan sekali lagi Jongdae tidak tahu darimana Jongin mendapatkan buah itu. Jongdae berpikir, mungkin saja Jongin memiliki kekuatan Telekinesis atau semacamnya.
"Apa ? Jangan menatapku seperti itu. Hal itu tidak akan mampu membunuhku"
"Kenapa kau memanggil Xiumin seperti itu ?"
"Yang kau maksud Xiuminie ?" Tanya Jongin setelah menelan 2 anggur sekaligus. Jongdae ingin muntah "panggilan itu imut, seperti orangnya"
Jongdae membentur – benturkan kepalanya ke meja. Sial, kenapa aku memiliki adik seperti Jongin. Yah, meskipun bukan adik kandung, dan dia samasekali bukan keluargaku. Tapi ini memalukan. Batin Jongdae merana.
"Jadi..." mulai Jongin sambil mengupas kulit Jeruk,
Jongdae menaikkan sebelah alis "darimana kau dapatkan buah – buahan itu ?"
"berisik ! sampai mana tadi ? ah, jadi begini. Kapan kau akan mendekatinya ?"
"siapa yang kau maksud ?" Tanya Jongdae sambil mengamati darimana Jongin mendapatkan buah – buahan.
"Kapan kau mendekatinya ?" Jongin ngotot.
Jongdae menyerah. Mungkin memang Jongin memeliki kekuatan telekinesis. "aku akan mendekatinya nanti. Jangan ikut campur !"
"pecundang"
"Apa ? kau mengatai Hyung-mu pecundang ?"
Jongin mengendikkan bahu cuek.
"ku dengar kau menyukai dia sejak tingkat 1 Junior High School" Jongdae mencibir
Jongin merespon dengan umpatan kecil.
"Dan kau selalu membuntutinya dimanapun gadis itu pergi"
"Uhhuukk" Jongin tersedak
"kau bahkan menguntitnya saat dia bekerja"
"ahh.. kemarin Kyungsoo cerita kalau di kelas kau sering curi – curi pandang"
"dan Luhan melemparmu dengan sepatu saat pertemuan pertama kalian…"
"…ayyaayyaaa.. satu lagi. Luhan juga memukul kepalamu waktu itu"
"Jadi, kapan kau menyatakan perasaanmu padanya ?"
Gubraakkk !
Cukup. Jongin kalah telak, ia tidak sanggup lagi berkutik jika sudah menyangkut perasaan. Dasar sok melankolis. Pemuda itu bahkan jatuh penasaran, bagaimana mungkin Jongdae tahu semua yang dilakukan Jongin. Ohh Tuhan, Jongin harus waspada dengan kakaknya sendiri mulai sekarang.
Jongdae tertawa mengejek "Lihat ! kau juga pecundang"
-My High School, My Love-
Xiumin reflek berpaling saat bertemu pandang dengan Jongdae. Gadis itu mengalihkan perhatian dengan menyeruput jus nanas hingga tandas.
"Hey, wajah Xiumin memerah. Tao, Kyung- ah.. kalian lihat" teriak Luhan heboh sambil menunjuk – nunjuk wajah Xiumin.
"sudah, Xiumin hanya sok jual mahal. Benar begitu Kyungsoo ?" goda Tao sambil menyikut lengan Kyungsoo. Namun gadis itu hanya diam, bukan diam, tapi gadis itu sedang bertopang dagu mengagumi ketampanan seseorang yang duduk di seberang meja Jongin.
"Wahh.. benar - benar tampannn. Aku suka. Aku suka" Gumam Kyungsoo.
"Kyungsoooo !" Teriak Tao nyaring.
Kyungsoo tergagap, kemudian menggeplak kepala Tao keras – keras.
"YAAA… kau berani padaku ?" teriak Tao galak.
"hah ? kau bilang apa ?"
"Kubilang kau_"
"Tao, bicaralah yang keras. Aku tidak dengar"
"makanya lepaskan tutup telinga bodohmu itu. Ini bukan musim dingin dan kau terlihat bodoh"
"Ya.. yaa.. terima kasih pujiannya" balas Kyungsoo sarkastik. "Aku butuh ini karena aku menyayangi telingaku. Kau tahu diva jadi – jadian itu ?" Kyungsoo melirik Luhan "_dia sering berteriak tiba – tiba"
Xiumin terkikik.
Luhan berdecih "Yuhuuu.. Kyung.. aku mendengarmuuuu"
"Hey.. lihat. Ketua OSIS galak" Kyungsoo menunjuk Lay yang tengah berjalan memasuki kantin bersama Suho. Langkah kaki mereka diikuti oleh 2 orang siswa laki – laki setinggi tiang listrik. Dan 2 orang didepannya terlihat kerdil. Hahaaa.. Kyungsoo tertawa sendiri.
Lay dan Suho bergabung dengan duo Kim, sementara 2 orang lainnya yang kelebihan tinggi badan menghampiri meja konter.
'Lay dan Jongdae benar – benar sepasang kekasih, dari sekian banyak meja kosong dia memilih bergabung dengan Jongdae..hiikksss..' tangis Xiumin dalam hati.
"Kyung.. kau mau kemana ? YAA… DO KYUNGSOOO"
"Percuma saja Lu. Kyungsoo tidak dengar. Telinganya saja disumpal begitu. Dia hanya pergi untuk bunuh diri, jadi biarkan saja"
"Oh, jadi Kyungsoo akan mendekati Sehun lagi ? Kyungsoo memang bosan hidup" Luhan manggut – manggut.
"Lihat Lu, Sehun pasti akan mengusir Kyungsoo sebentar lagi" gumam Tao.
Luhan dan Tao tertawa. Xiumin mengelus dada, malangnya Kyungsoo-ku.
"Baiklah, aku terlalu banyak tertawa. Aku butuh minum" Luhan bangkit, Tao asyik menggoda Xiumin.
"tidak ada yang menemaniku membeli minum ?"
Hening.
Sepertinya 2 orang itu masih mengacuhkan Luhan. Jadi Luhan, pergi begitu saja kearah konter. Biarkan saja kalau nanti Xiumin dan Tao kebingungan. Salah sendiri, Luhan dikacangi.
-My High School, My Love-
Kyungsoo berlarian seperti anak kecil, ia bahkan mengacuhkan pekikan Luhan. Menghina sekali teriakan keras diva jadi – jadian itu. Memangnya Kyungsoo tuli.
"_Jadi anak baru itu akan datang minggu depan" Lay menutup penjelasannya.
Jongdae menaikkan sebelah alis "kenapa kau ceritakan hal tidak berguna itu padaku ?"
"Jongdae, pahami jabatanmu di sekolah ini" kata Suho menengahi karena takut jika Lay terlihat akan menendang bokong Jongdae.
"Oh, okay. Hey.. Kyungsoo !" Jongdae mengacuhkan Suho kemudian melambai pada Kyungsoo yang melangkah kecil – kecil. Gadis itu terlihat tengah berusaha setengah mati untuk terlihat anggun di depan Sehun. Tapi sayangnya, itu terlihat konyol.
"Ohh_ hai Sehun. Oh Sehuuunnnn !" teriak Kyungsoo sok imut.
Jongdae mendesah panjang "yang menyapa siapa yang disapa siapa"
"Sssttt…" Jongin menginterupsi "akan ada pertunjukkan sebentar lagi" remaja berkulit coklat itu memberi jeda, kemudian ia mulai menghitung mundur "3…2…1…"
"PERGI !" bentak Sehun sadis.
Jongin terbahak.
Lay kaget.
Suho sibuk menenangkan Lay.
"Uhhuukk_" Jongdae tersedak.
"Yaaakk.. apa salahku ?"
"salahmu adalah selalu muncul di dekatku, pergi sana !" gumam sehun dingin.
"aku hanya ingin duduk" Kyungsoo ngotot.
"….."
"Sehun-ah.." Kyungsoo centil.
"….."
"Oh Sehun ?"
"….."
"Sehun-ah, kau ini kenap_ Hey, es batu kau mau kemana ? HEYYY… JANGAN MENGACUHKANKUUUU !"
-My High School, My Love-
Kris, ketua klub basket sekolah itu risih sendiri. Setiap hari ia selalu diricuhi oleh adik kelas yang memiliki tinggi hampir sama dengannya. Dan dia adalahhh… Chanyeol. Karena frekuensi betapa seringnya Chanyol membuntuti Kris, remaja tinggi berdarah China itu sampai – sampai ingin bolos sekolah dan tidur nyenyak di rumah.
Tapi rencana tidur nyenyak tidak akan pernah berhasil jika dilakukan dirumah. Tentu saja, ayah Kris yang terlahir dengan mulut singa akan berteriak dan memaki Kris sepanjang hari. Jadi, lebih baik Kris direcoki Chanyeol daripada terkena serangan jantung mendadak.
Saat ini, 2 orang pemilik tubuh menjulang tinggi itu berdiri bersebelahan di depan meja konter. Salah satunya memasang muka acuh sementara satu lainnya memasang muka memelas. Jadi,bayangkan jika kau melihat anjing kelaparan yang duduk dipinggiran jalan sambil mengibaskan ekor agresif.. nah seperti itulah Chanyeol saat ini.
"Hyung ?"
Kris melotot horror.
"Huh ? maksudku Sunbae. Jadi bagaimana ?"
"Tidak"
Chanyeol merasa rahangnya jatuh ke tanah.
"apa yang salah denganku ? aku pandai bermain basket, kau bahkan terpesona dengan strategi permainanku dan_"
Mata Kris berkilat – kilat, bahkan Chanyeol bisa melihat petir meledak – ledak di dalam sana.
"_baiklah, aku berlebihan. Tapi intinya aku hebat dalam permainan basket" tambah Chanyeol.
Kris membuka penutup kaleng cola yang di dapatnya dari mesin penjual otomatis, kemudian ia meminum satu teguk dan beralih menatap Chanyeol tajam.
"sudah ku bilang, aku tidak akan mau berdekatan dengan apapapun yang berbau sepupu_mu" ucap Kris dengan memberikan penekanan pada setiap kata yang dia ucapkan terutama pada kata 'sepupu-mu'.
Sepupu ?
Haa ? sepupu yang mana ?
"Sunbae sedang membicarakan dia ?" jawab Chanyeol enteng sambil melihat ke arah kumpulan Suho Cs.
"sudah tahu kenapa bertanya !' Kris sewot.
"aku bahkan tidak menyukai sepupu-ku"
Kris mengendikkan bahu acuh, ia mengambil langkah santai meninggalkan Chanyeol di belakangnya.
"Jadi Sunbae ingin bukti ?" Chanyeol pantang menyerah.
"SUHOO HYUNGG.." Teriak Chanyeol keras – keras "AKU MEMBENCIMUUUUU"
"AKU TAHU ITU BODOHHH !" balas Suho plus teriakan.
"Nah Sunbae dengar ? kami bahkan tidak pernah akur"
"Yeah.."
Yeah apa ?
Senior sialan !
"TINGGIII…" teriak Suho "KAU BOLEH MEMBUNUH BOCAH ITU"
"KENAPA TIDAK KAU BUNUH SENDIRI HAH ?" tanggap Kris acuh.
"AKU TIDAK INGIN MENGOTORI TANGANKU"
Sepupu sialan !
"Jadi bagaimana ? aku diterima ?"
"Tidak !"
"Sunbae, bunuh aku sekarang !"
-My High School, My Love-
"Jus jeruk.. aku mencintaimuuu" Luhan bersenandung sembari menenteng 1 gelas Jus jeruk dingin. Gadis itu bermaksud kembali ke mejanya bersama Xiumin dan Tao jika saja ia tidak melihat pertunjukan drama yang tayang secara live.
Disana, diseberang meja Jongin. Sehun sibuk mengusir siswa perempuan dengan penutup telinga biru berukuran besar ditelinganya. Dan gadis itu adalah Kyungsoo.
Tunggu, biru ?
Waahh.. Kyugsoo kreatif sekali. Bahkan ia menyamakan warna penutup telinganya dengan headphone milik Sehun. Luhan penasaran, sebenarnya Kyungsoo itu seorang single yang jatuh cinta atau stalker. Sebegitu terobsesinya Kyungsoo dengan pemuda irit bicara itu. Luhan akan segera memberi mereka predikat pasangan teraneh di dunia jika Kyungsoo berhasil menggaet hati Sehun.
Sekali lagi, itu hanya jika. Mengingat keadaan Kyungsoo dan Sehun sekarang yang bisa dibilang tidak ada harapan. Mengenaskan.
Jadi Luhan berjalan sambil tertawa – tawa evil, ia bahkan tidak sadar jika ada orang lain yang berjalan kearahnya.
Byuurrr…
Sukses
Kenapa byurrr ? bukan bruuukk ?
Karena Luhan sukses tersiram cola, dan seseorang di depan Luhan sukses mandi jus jeruk.
Huuwwaaa… Jus Jerukku. Batin Luhan merana.
Wow.. 2 pertunjukan live hari ini.
Xiumin menganga.
Tao menyuapkan kue ke mulut Xiumin, kemudian melihat ke arah pandang gadis itu. Detik berikutnya Tao ikut menganga.
"Uhhuuk..!" Jongdae tersedak.. lagi.
Lay dan Suho tidak berkedip. Mereka kompak.
Sehun berhenti di tempat, berdecih sejenak lalu melenggang pergi.
Kyungsoo banting stir menyongsong Luhan.
Jongin sudah dari tadi berlari menghampiri Luhan.
Chanyeol garuk – garuk kepala "untung aku tidak kena"
"YAAAKKK… DIMANA KAU LETAKKAN MATAMU HAH ?" bentak Kris galak.
"KAU YANG SALAH" teriak Luhan sengit.
"LIHAT ! KAU MENGOTORI KEMEJAKU DENGAN JUS SIALANMU ITU"
Plaakk..
Satu jitakan Luhan melayang indah.
Kris mengusap kepalanya dramatis. Mata lelaki itu semerah darah, aura hitam pekat bermunculan disekitar punggungnya membentuk semacam sayap devil yang siap mengepak dan terbang mencari mangsa. Ohh.. itu imajinasi Luhan.
"….KAU JUGA MENGOTORI BAJUKU DENGAN COLA MURAHANMU ITU" Luhan tidak mau kalah.
Kris berdecih "KAU MATI HARI INI !"
"APAAA ?"
"minta maaf atau ku patahkan lehermu" geram Kris dingin.
"Cihh.. tidak sudi"
Kris tersenyum angkuh, ia membuat gerakan kecil dan hanya dalam 1 kedipan mata pemuda itu mencengkeram kerah kemeja Luhan. Rupanya lelaki ini tidak main – main dengan apapun yang dia ucapkan.
Luhan gugup, cengkeraman pemuda di depannya membuat ia tercekik. nyawa gadis itu di ujung tanduk sekarang. Luhan melirik Xiumin dan Tao tapi mereka nampak ketakutan. Aahh, mereka tidak bisa diharapkan.
Lalu Luhan memandangi ketua OSIS, berharap sisi baik perempuan galak itu bangkit namun nihil, tidak ada tanda – tanda sama sekali.
Kemudian ia melirik Jongin, percayalah Luhan mampu bernafas seketika saat pemuda itu merajut langkah ke arahnya. Namun, nafas Luhan tercekat. Ia ingin lari sekarang atau ponsel.. yaa dia harus menghubungi 119.
'Kyungsoo, kenapa kau menahan Jongin ?' Luhan ingin menangis.
Amarah pemuda tampan itu membuncah, ia mengumpulkan kekuatan dan siap meledakkan amukan yang ditahannya sejak tadi. Sebelah tangan pemuda itu terkepal erat, siap melayangkan bogem mentah di pipi mulus Luhan. Ini kesempatan bagus untuk melepaskan kekesalan jadi dia mengambil ancang – ancang dan_
"ayo pergi" tiba – tiba saja Sehun datang, pemuda poker face itu menarik lengan Kris paksa. Cengkeraman kuat di kerah Luhan otomatis terlepas, gadis itu menghirup nafas sebanyak - banyaknya nyaris saja ia dilarikan ke rumah sakit karena babak belur. Ugghh.. Kris yang menyeramkan.
Kris mendesis "LEPASKAN AKU SIALAN !"
"jangan permalukan dirimu" sela Sehun dingin.
Kris meronta, namun secepat angin Jongdae, Lay dan Suho membantu Sehun memegangi Kris yang jiwa monsternya tengah mengamuk.
Mata penuh amarah Kris menatap Luhan tajam, sebelum menyerah dan berhenti meronta pemuda itu menggeram dan berteriak "AKU MENGINCARMU !"
Sementara Kris diseret menjauh, Luhan nyaris tumbang di tempatnya berdiri. Mungkin gadis itu tengah berpikir bahwa ia harus pindah sekolah sekarang juga atau akan ada upacara pemakaman besok.
AKU MENGINCARMU !
Teriakan Kris yang sarat akan ancaman itu berulang kali diputar ulang dalam telinga Luhan. Gadis itu bahkan hampir jatuh terduduk saat mengingat tatapan mengerikan yang ditujukan Kris padanya.
AKU MENGINCARMU !
Luhan berpikir harus membawa senjata besok, sebagai pelindung jika saja Kris muncul tiba – tiba dan membantai Luhan tanpa ampun. Mungkin pistol jarak jauh adalah pilihan terbaik. Jadi saat pemuda tinggi menjulang itu menerjang, Luhan hanya cukup mengarahkan pistol dan Dooorrr ! mari berdoa untuk kepergian Kris.
Luhan menggeleng cepat.
Tidak. Tidak. Tidak.
Itu bukan ide yang bagus. Bisa – bisa ia dicurigai sebagai teroris jika kemana – mana membawa pistol. Sudah dipastikan gadis itu yang akan menerima hukuman mati dan membusuk di penjara.
"Aarrrggghhh… siaaalll !" Luhan mengacak rambut frustasi.
Jongin mematung sambil memandangi Luhan dengan tatapan Ya-Tuhan-Luhan-telah-kehilangan-akal-sehatnya.
Luhan menampar wajah ke kiri dan kanan, setelah puas menyadarkan diri ia menjulurkan tangan kedepan untuk menciptakan semacam gerakan meremas – remas. Bibir gadis itu komat – kamit mengucapkan 'akan ku hancurkan kau'. Jongin bergidik ngeri, setidaknya itu yang ia tangkap dari tingkah laku gadis yang ia cintai.
Sementara Jongin menimbang – nimbang antara mendekati Luhan atau tidak, Tao dan Xiumin masih bertahan di tempat semula. Mereka nampak syok luar biasa hingga sekedar menghampiri Luhan-pun tidak mampu. Kyungsoo melirik Luhan Jongin bergantian dengan wajah sok polos. Chanyeol ? bocah itu sudah berlari mengejar Kris beberapa detik yang lalu.
Jadi tinggalah mereka dan beberapa gelintir siswa di kantin yang bertahan dengan ekspresi masing – masing.
.
.
.
.
TBC
Selesaaaiii !
Aku tahu kalian mau bilang apa. Ceritanya aneh. Yaapp ! saya sadar.
Yah, tapi hargai cerita yang saya buat. Saya benar – benar benci sama SILENT READER'S karena dari sekian banyak yang membuka ff saya hanya 36 yang mau review. Padahal saya udah berbaik hati update 2 chapter sekaligus kemarin tapi ternyata saya dikecewakan.
Nah, saya terlalu banyak curhat.
Sekali lagi makasih yang udah REVIEW di prolog, chap 1 dan 2. Saya minta reviewnya lagi di chapter 3 oke, biar saya semangat update ceritanya. Sampai jumpa di Chapter 4. :)
I LOVE READER
I HATE SILENT READER !
#JulianaHwang
