Chapter 6, My Higschool My Love

.

.

.

.

.

Halo guys !

Ada yang kangen saya ? ada yang kangen saya ?

Pasti gak ada.

Wow.. wow.. kita sampai di chapter 6. Saya mulai menceritakan konflik konflik disini. Selamat membaca dan tanyakan apapun yang kalian bingungkan dalam ff saya….

Oh iyaaa… thanksss buat kamu yang udah ngingetin kalo ternyata diawal gue udah ngasih paten HunHan bukannya KaiHun.. yahh.. gue sempet gak lurus soalnya kasihan juga sama Jongin. Tapi well,,, mari kita berjalan lurus sesuai jalan cerita awal. #chenma

Yuhuu, chapter 6.

Ada yang nanyain Baekhyun ya ?

Maaf tapi Baekhyun belum bisa muncul di chapter ini.

.

.

CEO Kim Group, Kim Hankyung tersenyum bangga memperkenalkan putranya Kim Jongin sebagai penerus tunggal perusahaan. Dimana hal itu membawa gebrakan baru dalam sejarah Kim Group yang mengumumkan_.

Luhan tidak sanggup lagi membaca kalimat selanjutnya karena ia merasa kehilangan kakinya. ia mengelap keringat yang membanjiri wajahnya. Wajahnya benar – benar pucat seperti tidak ada satu tetespun darah yang mengalir disana.

Ia hampir limbung jika saja Xiumin tidak menahannya dengan panic.

"Yaa.. Luhan ? kau baik – baik saja ? hey.. apa yang terjadi padamu hah ? jawab aku !"

.

.

.

My HigschoolMyLove

Juliana Hwang

Rate : T+

Genre : Drama, friendship, family, hurt/comfort, fluff

Chapter : 6/?

Warning : GS, School Life, Typo(s)

DON'T LIKE, DON'T READ

I LOVE READER, I HATE SILENT READER

Semua cerita merupakan murni hasil pemikiran saya dan saya mohon maaf bila ada kesamaan dalam penulisan cerita. Cerita ini milik saya dan saya meminjam nama EXO sebagai tokoh.

Happy Reading

Chapter 6

.

.

"MINGGIRRR !" teriak Jongin tanpa aba – aba mendorong Xiumin menabrak dinding. Dipeluknya tubuh Luhan yang sudah sedingin es. Jongin berulang kali mengucapkan kata maaf meski ia tahu semua itu percuma karena Luhan tidak mungkin memafkan semua kebohongan yang telah ia lakukan. Menyembunyikan identitas merupakan kesalahan terfatal dalam hidupnya, ia telah membohongi banyak orang termasuk orang yang benar – benar ia cintai.

Bisakah ia menangisi kebodohannya untuk saat ini saja ?

Bisakah seseorang memukul kesadarannya untuk membuktikan bahwa semua kekacauan ini adalah nyata dan jawabannya adalah 'bisa' karena Xiumin meninju wajahnya.

"KAU PEMBOHONG JONGIN !"

Jongin mengaduh. Pelukannya pada Luhan terlepas secara paksa "tunggu Xiumin !" cegah Jongin sebelum satu pukulan lagi melayang menghantam wajahnya "aku akan menjelaskannya. Tapi sebelum itu, tolong izinkan aku membawa Luhan ke rumah sakit karena_"

"KARENA APA HUH !" tinju Xiumin masih mengambang didepan Jongin "semua ini karena kau Jongin ! apa salah Luhan.. tidak ! apa salah kami hingga kau membohongi kami ? lagipula apa sulitnya mengatakan jika ternyata kau adalah pewaris Kim Group ? kami bahkan akan tetap berteman dinganmu jika kau mengatakannya sejak awal. Kau pengecut !"

Xiumin melayangkan tinjunya kembali namun gagal karena Jongdae menahan tangannya "hentikan pertengkaran kalian ! kau tidak harus seperti ini Xiumin !" kata Jongdae menengahi.

"jadi Sunbae membela orang ini ? apa Sunbae tahu jika dia yang paling bersalah disini ?"

"Xiumin ! bukan itu maksudku. Kau tidak harus menghukumnya dengan kekerasan. Kalian bisa bicara baik – baik"

"katakan padaku apa yang harus kami bicarakan !" Xiumin menjerit marah "seharusnya kau mengajari Jongin bicara agar dia tidak membohongi temannya sendiri apalagi Luhan !"

"membohongi ? membohongi apa ? Jongin ! jelaskan padaku apa yang terjadi disini ! kau membohongi apa ?"

Jongin hanya menunduk diam. Ia berusaha mendekati Luhan untuk meraih perempuan yang sangat ia cintai namun lagi – lagi seseorang menghentikannya. Kali ini bukan Xiumin melainkan Jongdae yang masih bersikukuh untuk mendapatkan jawaban.

"kau tidak akan bisa menyentuhnya sebelum kau menyelesaikan masalah yang kau buat !"

"Hyung ! berhenti ikut campur !" gertak Jongin putus asa "Xiumin, kumohon ! biarkan aku mendekati Luhan. Biarkan aku mendekatinya !" ia memohon dan menangis seperti anak kecil dan semua ini membuat Xiumin muak. Ia memanggil beberapa orang karyawan untuk mengangkat Luhan keruang istirahat tanpa mendengarkan permohonan menjijikkan dari Jongin.

Pintu yang ia lalui nyaris tertutup sempurna namun ia sempat melirik tajam pada Jongin yang bersujud dilantai dengan Jongdae yang memandang sendu dan bingung kearahnya "dengarkan aku Jongin !" nada bicara Xiumin terdengar begitu dingin dan mengerikan. Jongin bersumpah jika ini pertama kalinya ia melihat sisi menakutkan dari Xiumin "Luhan tidak sepenuhnya membenci orang kaya. Dia tidak senaif itu. Dan perlu kau tahu jika orang yang menghancurkan keluarga Luhan adalah ayahmu. Kim Hankyung. Ingat itu baik – baik !" kemudian pintu dibanting tertutup.

.

.

.

Semuanya kacau hanya dalam satu kedipan mata.

Dia tidak pernah mengira jika Ayahnya akan membuka identitasnya hari ini. Dan dia juga tidak pernah menduga jika hari ini ia juga kehilangan Luhan.

Jongin terkunci didalam mobilnya bersama seorang sopir dan 2 orang bodyguard yang memaksa membawa Jongin pulang kerumah. Sementara mobil orang tuanya terus melaju beberapa meter didepan mereka dengan ayah Jongin yang tengah sibuk merenung.

Heechul mengelus pundak suaminya "kau baik – baik saja ?" tanyanya khawatir karena suaminya terus menghela napas berat.

"apakah dia benar – benar ada didepan kita tadi ?"

Heechul mengangguk sebagai jawaban. Hankyung mendesah keras, menyandarkan dirinya pada kursi mobil "dia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Mata anak itu mengingatkanku padanya dan wajahnya mengingatkanku pada Ibunya. Aku benarkan ?"

Heechul kembali mengangguk tanpa menjawab. Pikirannya juga sedang kalut sekarang.

Mobil mereka hening dalam waktu yang cukup lama hingga suara Heechul memecah keheningan dengan suara lembutnya "kau pasti masih memikirkannya sekarang ?"

"mungkin" jawab Hankyung ambigu "aku hanya ingin menuntaskan tugasku sampai akarnya".

.

.

.

"Dimana Appa ?" tanya Jongin pada Ibunya ketika telah sampai di mansion mereka.

"diruang kerjanya Jongin. Kelihatannya Appa sedang lelah jadi_ Hey, Jongin ! Eomma belum selesai bicara !"

BRAKK !

"kenapa kau lakukan ini padaku Appa !" teriak Jongin setelah membanting pintu ruang kerja Ayahnya. Untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, Jongin berteriak marah kepada orang yang ia hormati. Kepalan tangan disisi tubuhnya bergetar sementara giginya bergesekan kuat "kenapa semua ini sangat tiba – tiba. Tidak bertanya padaku apakah aku sudah siap jika kau mengungkap siapa aku sebenarnya pada publik. Appa telah membuatku kehilangan segalanya"

"kau pikir Appa senang menyembunyikanmu selama ini ? kau pikir Appa juga sudah siap mengatakan siapa kau sebenarnya ? seharusnya kau tahu resiko apa yang sudah kuambil saat kau mendapatkan kembali siapa dirimu. Oh Corp serta Wufan Group akan mengejarmu dan membunuhku sekalipun kau tetap bersembunyi dipenampilan lusuhmu dulu. Appa hanya menyembunyikanmu karena takut jika orang lain tahu jika kau putraku, tapi kau memperburuk keadaan dengan selalu membawa sepeda rongsokan itu bersamamu. Kau membuat ayahmu terlihat jahat Kim Jongin !" untuk pertama kalinya juga Hankyung membentak putranya.

"karena itu aku ingin terus bersembunyi Appa, aku akan terus bersembunyi agar mereka tidak lagi menyalahkanmu atas kematian Paman Zoumi. Aku juga sudah sangat bersalah karena dulu kau menyembunyikanku saat polisi mencari saksi. Kau membiarkan Sehun berdiri disana seorang diri. Apa Appa berpikir jika aku akan baik – baik saja hidup dengan semua rasa bersalah ini ? keputusan Appa hanya membuat semua hal menjadi lebih rumit"

Ayahnya bungkam dengan helaan napas berat. Dia tidak menyangkal apapun, hanya membiarkan putranya terus meluapkan emosi kepadanya.

"jika memang Appa berniat melindungiku, lalu kenapa Appa memasukkanku ke markas mereka Wufan Highschool, bukankah sangat bahaya jika aku terus berada disana karena_"

"Appa akan memindahkanmu ke sekolah yang lain secepatnya !" bentak Hankyung tegas.

Mata Jongin membelalak kaget "kenapa ?"

"karena Appa tidak suka melihatmu terus mengikuti anak Zoumi !"

"apa maksud_"

"berhenti mengikutinya Jongin !"

"kenapa Appa melarangku bersamanya ? dia tidak punya siapa – siapa, biarkan aku_"

"kau pikir dia kehilangan orang tuanya karena siapa ?!"

Kaki gemetar Jongin melangkah mundur. Matanya memanas, tidak.. jangan katakan jika.. sebersit perkataan Xiumin terulang kembali dalam kepalanya.

Luhan tidak sepenuhnya membenci orang kaya. Dia tidak senaif itu. Dan perlu kau tahu jika orang yang menghancurkan keluarga Luhan adalah ayahmu. Kim Hankyung. Ingat itu baik – baik !

"benarkah itu Appa ? dulu kau sengaja meminta paman Zoumi membawa kami keluar rumah karena kau ingin membunuhnya. Sadarkah jika perbuatanmu telah menghancurkan sebuah keluarga !"

"terserah apa yang kau pikirkan ! keluar dari ruang kerjaku. Aku lelah !"

"jangan pernah menyentuhnya Appa ! kumohon_"

"KELUARRR !"

.

.

.

-My High School, My Love-

.

.

.

"YAAA TUHAAAANN ! APA YANG TERJADI DENGAN KAFEKUU ?" teriakan Lay memantul keseluruh ruangan yang luar biasa berantakan. Ia semakin emosi menemukan piring dan gelas kotor masih berada dimeja tamu dan ia semakin syok karena kafenya hancur. Mungkin dia berlebihan dan Kris setuju dengan itu.

"ayolah ! kau hanya perlu membersihkan tempat ini. Kafemu tidak separah itu Lay" Kris tertawa disampingnya.

"kubunuh juga kau !" semua tawa renyah Kris berakhir dengan Lay mencekik lehernya. Tapi tenang saja. dia tidak mati.

"Yachh ! lihat pada siapa kau melampiaskan kemarahanmu ! jika kau lupa, aku akan mengingatkan. Aku adalah tunanganmu"

"okay ! santai !" Lay menjauhkan tangannya dari leher Kris "aku sepenuhnya ingat jika kau adalah tunanganku dan aku tidak mencintaimu"

"wow ! dan aku juga tidak mencintaimu"

"kita sangat romantis"

"kau benar" Kris mengangguk setuju "kita bahkan juga tidur diranj_ arrgghhh ! kau tidak boleh memukul kepala tunanganmu dengan sendok !"

"diam ! aku bersumpah akan merobek kepalamu jika kau menyelesaikan kalimat bahwa kita tidur diranjang yang sama"

Rahang Kris jatuh ketanah.

"tapi kau baru saja mengatakannya sendiri"

"mengatakan apa ?"

"kau baru saja mengatakan jika kita tidur diranjang yang sama semalam" ia sengaja menambahkan kata semalam agar Lay semakin emosi. Hahahaaa..

"itu terpaksa karena aku tidak mau tidur disofa. Dan kau juga tunangan yang sangat brengsek karena merebut kasur hangatku !"

Mereka mendengar tepuk tangan.

Serius.

Tepuk tangan ?

Tepuk tangan apa ?

"Lihat apa yang kutemukan sepagi ini ? apa aku baru saja mendengar jika kalian tidur bersama ? Daebak !"

Lay bersemu.

Rahang Kris mengeras.

Lalu mengelus kepala Jongdae kemudian mencekiknya. Melemparnya keluar. Menginjak – injaknya hingga mati namun itu tidak akan pernah terjadi karena Lay menghalangi mereka dengan batang sapu.

"jangan berkelahi dikafeku atau aku akan membunuh kalian berdua ! diam disini dan jangan bergerak !"

Detik berikutnya Kris dan Jongdae benar – benar diam.

Mereka diam selama 5 menit sementara Lay berjongkok disekitar meja counter.

"ketemu !" seru Lay 30 detik kemudian "Jongdae, ini dompetmu ! dan kau berhutang penjelasan padaku karena kau adalah saksi hidup dari drama picisan yang dilakukan 2 setan itu dan Jongin semalam. Apa yang terjadi disini ? menghancurkan cafeku ?"

"cafeku juga" Kris mengangkat tangan. Lay melotot "aku yang memberikannya padamu sebagai hadiah pertunangan kita. Jadi café ini milik kita"

Lay membuang napas jengkel "jangan mulai please !"

"stop ! kalian bisa berkelahi nanti malam" kata Jongdae setengah mengejek "jadi ceritanya begini.." kemudian Jongdae diam.

Lay diam.

Kris juga diam mendengarkan kelanjutannya.

Tapi diam yang mereka lakukan sangat lama hingga Kris mulai terbakar.

"sebenarnya apa yang terjadi sialan !"

"hey ! jangan marah dulu" Jongdae berteriak karena Kris terlihat ingin menelannya hidup – hidup "aku tidak tahu okay.. maksudku aku belum tahu karena aku belum bisa berbicara dengan Jongin"

"sialan !" maki Kris kesal kemudian mengecek waktu "bisa kita pergi sekarang ? kita akan terlambat"

"beri aku 3 menit" kata Jongdae menahan Kris menaiki pintu mobilnya "aku serius sekarang. semalam aku mendengar Xiumin mengatakan sesuatu mengenai 'menyembunyikan identitas' dan sesuatu seperti keluarga Luhan kalau tidak salah"

"menyembunyikan identitas ?" Kris nampak berpikir keras "mengapa kita harus mempermasalahkan.. oh tunggu. Kemarin aku mendengar berita bahwa Kim Hankyung memperkenalkan putranya pada publik. Lalu apa sangkut pautnya dengan keluarga Luhan ? sekolah bahkan tidak mempermasalahkan siapa keluarga Luhan. Setahuku dia yatim piatu"

Lay nampak terkejut "darimana kau dapatkan informasi jika Luhan adalah yatim piatu ? kau tahu banyak ? atau kau mengikutinya ?"

"bukan begitu !" teriak Kris takut. Dia tidak boleh ketahuan jika dia kemarin mengikuti Luhan. Bisa gawat. "aku hanya tidak sengaja membaca formulir identitasnya dimeja kepala sekolah. Tapi Jongdae, ini hanya menurutku atau memang ada sesuatu yang aneh. Putra Kim Hankyung sangat mirip dengan seseorang disekolah kita. Dia satu kelas dengan Luhan"

"aku semakin curiga padamu" Lay menyela "yah.. tapi aku juga berpikiran seperti itu. Mereka sangat mirip. Dan jika dipikirkan, alasan mengapa Kim Group menyembunyikan identitas putranya adalah untuk menjaga putranya dari dendam keluarga yang mereka miliki"

"aku tidak tahu dendam apa yang terjadi antara 2 keluarga dan pemilik perusahaan itu" akhirnya Jongdae menjawab "tapi ini sangat aneh"

"ini tidak aneh" jawab Kris "Kim Group dan Oh Corporation memang memiliki dendam tertentu yang bahkan keluargaku sebagai partner bisnis Oh Corp tidak mengetahui apapun. Atau memang hanya aku saja yang tidak tahu. Sehun juga tidak menceritakan apapun, kurasa."

"jika memang ada dendam diantara 2 keluarga itu, bahkan sampai membuat pimpinan Kim Group menyembunyikan identitas putra mereka bisa dipastikan bahwa dendam yang mereka miliki pasti sangat berbahaya"

"kau benar Lay" jawab Kris setuju "tapi yang pasti. Aku tidak akan peduli dengan itu"

"kau yakin tidak peduli ?"

"kenapa aku harus peduli ? aku tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka dan aku juga tidak tahu siapa itu Kim Jongin"

"ya tapi aku tahu" Jongdae menjawabnya.

Kris terperanjat "kau tahu ? memangnya dia siapa ?"

"Kim Jongin. Dia berada dikelas yang sama dengan Sehun dan juga Luhan"

"apa kau bercanda ? kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu ?"

"ku kira semua orang sudah tahu jika dia putra Kim Hankyung. Lagipula siapa yang tidak tahu tentang Kim Group ?"

Kris tertawa lebar "mana mungkin seorang pewaris kemana – mana naik sepeda bukannya mobil ? dan penampilannya juga, dia sangat biasa"

Sebelah alis Jongdae terangkat "apa kau sedang menyombongkan diri karena kemana – mana kau naik mobil ? ya, tapi memang itu kenyataannya. Dia selalu memakai sepeda"

"kau serius ? Kim Jongin itu ? pewaris Kim Group ?"

.

.

.

-My High School, My Love-

.

.

.

"kau sudah dengar berita semalam ?" tanya Tao setelah meminum segelas susu milik Kyungsoo yang segera dihadiahi glare oleh pemiliknya.

"apa itu penting ?"

Tao mengangguk – angguk seperti bocah tapi terlihat seperti anak anjing dimata Kyungsoo "ya itu penting" jawab Tao setelah duduk dikursi makan keluarga Kyungsoo. Dia sedang melakukan rutinitasnya mengemis sarapan dirumah Kyungsoo sekarang karena orang tua Tao sedang bisnis di luar kota. Tapi sebenarnya bukan itu alasannya, Tao tidak bisa memasak jadi dia meminta Kyungsoo untuk membuatkan sarapan untuknya.

Itulah gunanya teman.

"jadi kau benar – benar tidak tahu ?" Tao masih menanyakan hal yang sama sementara Kyungsoo sibuk menghidangkan sarapan dimeja. Sandwich dipadi hari. Emm.. cukup bagus.

Dia tidak menghiraukan Tao yang merengut padanya. Mengacuhkannya dan mulai menggigit sandwichnya acuh tak acuh.

"hey Kyungsoo" panggil Tao setengah berbisik "kudengar dari orang – orang, ternyata putra Kim Group_"

"sekolah di tempat kita" Kyungsoo memotongnya.

"ya, dan kau tahu tidak ? ternyata putra Kim Group itu adalah Jong_"

"makan !"

Lalu Tao melahap sarapannya.

.

.

.

"Kim Jongin adalah pewaris Kim Group. Bukankah itu artinya dia juga sekaya Oh Sehun ? wow.. itu sangat luar biasa. Aku tidak mengira jika kita mengenal orang seperti mereka. Hoo.. dan aku juga penasaran dengan satu hal karena kudengar bahwa sekolah ini adalah milik dari Wufan Group.. dan orang – orang berkata jika pewaris tunggalnya seumuran kita..ya ! ya ! Kyungsoo.. apa mungkin pewaris Wufan Group juga sedang sekolah disini ? oh my god.. yang mana dia.. yang mana dia ? aku ingin_"

Kyungsoo berjalan lurus tanpa menghiraukan ocehan tidak penting Tao yang terus berdengung ditelinganya.

Bagaimana bisa Tao masih ngotot menceritakan Kim Jongin.. Kim Jongin.. dan Kim Jongin disepanjang jalan mereka menuju sekolah. Bahkan mereka sudah ada koridor sekarang, dan Tao masih melontarkan omong kosong yang tidak akan bisa ia atasi selama 24 jam kedepan.

"Bisa kau diam Tao ! aku ingin membaca novelku" Kyungsoo memprotes setelah mengambil novelnya dan mulai membaca sambil berjalan sementara Tao hanya memandanginya bosan sambil menggayuti lengan Kyungsoo manja.

Lalu Kyungsoo menendang kakinya agar bocah panda itu menjauh.

"baru kali ini kau berani marah padaku. Ah.. aku tahu ! ini pasti efek dari kau yang terlalu menyukai Sehun. Sifat buruknya tertular padamu"

"kenapa kau membawa – bawa Sehun juga sih !"

"yup.. karena kau selalu mencintainya dan dia selalu tidak mencintaimu. Sudah pendek ! menyerah saja !"

Kenapa Tao menjadi sangat menyebalkan.

"apa sih menyuruhku menyerah ? akukan baru mulai"

"baru mulai apanya ? 1 tahun Kyungsoo.. dan kau tidak mendapatkan apapun. Jadi, menjauh saja !"

Kyungsoo erosi.

Apa – apaan ini ?

Kenapa Tao jadi menyuruhnya menjauhi Sehun ?

Jangan – jangan dia..?

Ughhh ! Dasar panda nyasar !

Kyungsoo membanting novelnya kelantai.. kemarahannya meluap.

Meluap.. meluap.. meledak..

"Ohhooo… kau menyuruhku menjauhi Sehun. Apa sekarang kau mendeklarasikan perang karena kau menyukainya dan berusaha menyingkirkanku ? kau tidak akan pernah bisa melakukannya panda !"

Mulut Tao menganga "kau bilang aku menyukai es batu itu ?!" dia setengah berteriak "kau tidak hanya punya tubuh pendek tapi otakmu juga kacau"

"ya ! kau ingin berkelahi denganku ?!" Kyungsoo berusaha menjambak rambut Tao tapi korbannya melarikan diri dengan menjulurkan lidah. Sialan ! "kemari kau panda jeleekkkk ! aku akan membunuhmuuu !"

Tao terus berlari, berlari dan berlari sementara Kyungsoo terus mengejarnya, mengejarnya dan mengejarnya. Membuat salah satu dari mereka terpeleset jatuh, wajah duluan. Melukai hidungnya. Mungkin itu akan menyebabkan penyakit hidung terlihat dari hidung Kyungsoo yang memerah. Ia meringis kesakitan, sementara Tao terpingkal – pingkal didepannya.

"dasar Panda Jeleeekkk !"

Mereka seperti tokoh kartun Tom and Jerry.

Sehun tersenyum. Lalu menampar wajahnya.

Senyum bodoh !

Kenapa dia harus tersenyum karena tidak sengaja melihat pertengkaran lucu Kyungsoo ?

Dan apa – apaan itu lucu ?

Sial !

Apa dia gila ?

.

.

.

-My High School, My Love-

.

.

.

"dasar kau gilaaaaa !" teriak Kyungsoo sambil menyanyi.

"bertengkar dengan Tao lagi ?"

"sayang sekali. Tapi itu benar. Ah sudahlah.. Tao itu gila. Jadi Luhan, jika kau bertemu dengan panda jelek itu, cepat pergi saja !"

"kau ini kenapa ?"

"aku serius. Dia akan menggigitmu sampai berdarah - darah"

"lalu aku akan menelannya" kata Luhan enteng.

"kau benar. Lagipula siapa yang berani mengalahkanmu Luhan" Kyungsoo tertawa "ah.. aku butuh informasi. Aku butuh gossip" kata Kyungsoo sambil memainkan ponselnya.

"kau sudah mendengarnya ?" Luhan bertanya tiba – tiba.

"apa ?"

"berita Kim Group"

Oh jangan katakan jika Luhan akan menjadi Tao yang kedua hari ini.

"tidak tahu" jawab Kyungsoo jutek.

"tidak tahu ya ? seharusnya aku juga tidak harus tahu jika_.. sudahlah aku terlalu melankolis" Kyungsoo melihat Luhan memejamkan mata. Membuatnya terpaksa berpikir mungkin saja Luhan tahu jika Jongin yang ia kenal selama ini adalah putra Kim Group.

Kyungsoo tahu siapa Jongin karena dia mengenal pemuda tan itu sejak masih sangat kecil. Tapi dia tidak pernah menceritakannya pada siapapun. Jadi, Luhan tidak mungkin tahukan meskipun berita tentang Jongin yang ia dengar memang sangat mengejutkan.

Ayolah Kyungsoo, tidak akan ada yang tahu siapa Jongin karena penampilan mereka sangat berbeda. Kim Jongin yang Luhan kenal dan Kim Jongin yang Kyungsoo kenal sangat jauh berbeda. Jadi, itu tidak mungkin terjadi karena Luhan pasti akan sangat marah jika tahu Jongin merahasiakan identitasnya.

Tapi itu sudah terjadi.

Dan Kyungsoo tidak tahu jika semua itu sudah terjadi.

Luhan menelungkupkan wajahnya diatas meja sementara Kyungsoo disibukkan oleh ponselnya sambil tersenyum - senyum.

Luhan meliriknya.

Mungkin dia harus memberikan predikat gila itu kepada Kyungsoo sendiri.

Ia mencoba untuk mengusir apapun yang mengganggu otaknya namun Kyungsoo menganggetkannya

"WOAA.. BENAR – BENAR CANTIK !" teriak Kyungsoo dengan mata terpaku pada ponsel.

Luhan nyaris terjengkang karena teriakan Kyungsoo memantul keseluruh dinding kelas mereka.

"1 foto lagi, wahh.. dia benar – benar cantik"

Ia terus memandangi kyungsoo.

"sangatttt cantik ! aku sukaaaa"

Dan dia semakin malas kemudian menjawab "aku sangat tahu jika aku sangat cantik. Terima kasih"

"pujian itu bukan untukmu" sergah Kyungsoo sarkastik.

"Lalu untuk siapa ? hanya aku dan Chanyeol yang berada didekatmu ? Jangan – jangan_"

Kyungsoo mendelik "singkirkan pikiran paranoidmu. Pujian itu untuk Byun Baekhyun yang sangat cantik" Kyungsoo mengacungkan layar ponselnya pada Luhan. Bisa dilihat jika banyak sekali foto artis Baekhyun disitu tapi Luhan hanya menangapinya dengan malas.

"dasar menyebalkan !" omel Kyungsoo karena Luhan sangaaaattt menyebalkan "Oh.. dan bicara soal Chanyeol, dia tidak benar – benar cantik juga tidak benar – benar tamp_ yaakk, aww kepalakuuhh" Kyungsoo meringis kesakitan setelah buku tebal menghantam kepalanya.

"setidaknya pelankan suaramu jika sedang membicarakan orang. Aku disini, kurcaci jelek"

"Chanyeol-ah" Kyungsoo berlari menerjang Chanyeol, nyaris saja pemuda tinggi itu terjengkang karena ulah abstrak si gadis hyperaktif Kyungsoo.

Luhan melongo, Yah.. hiperbolisnya kambuh lagi.

"Chanyeol-ah" panggil Kyungsoo imut.

Chanyeol menggumam sebagai jawaban.

"yeol-ah" Kyungsoo sok manis.

"Yaakk.. Kyung, apa yang kau lakukan ? jangan dekat – dekat Chanyeol, aku tahu kau ditolak Sehun tapi ku mohon jangan Chanyeol" Tao yang baru sampai dikelas setelah Kyungsoo menguncinya digudang akibat perkelahian mereka tadi heboh sendiri menjauhkan Kyungsoo dari Chanyeol.

Kyungsoo mengerang lalu menendang sadis kaki Tao "kau mau berkelahi lagi denganku huh ?!"

"berkelahi ? ayo, sekalian aku melatih wushu-ku untuk lomba nasional bulan depan. Mana yang kau pilih ? kaki atau tangan ?" tantang Tao sok keren.

Kyungsoo mendesis lalu menjambak rambut Tao, mengacak – acak seluruh tatanan rambut perempuan bermata panda itu. Membuat pemiliknya berang lalu menggigit lengan Kyungsoo dengan giginya.

"aw ! aww ! awww ! kau curaaanggggg !"

"kenapa kalian sudah bertengkar sepagi ini ? aarrgggghhh, dimana aku bisa tenang ?" Xiumin histeris, gadis itu berjalan mendekat kemudian merutuki perkelahian Tao vs Kyungsoo "Yaaa ! Zitao ! kenapa kau tidak pergi latihan saja sanaaaa ! jangan menggunakan Kyungsoo sebagai korbanmu. Astaga !"

"demi Tuhannn ! tanganku putus" Kyungsoo mengaduh lebay kemudian Xiumin menghadiahi jitakan pada mereka berdua.

"YACHHH ! Xiumin memukul kepalakuuu !" kini KyungTao berubah mencekik leher Xiumin. Dengan begitu Luhan terpaksa menerjunkan diri untuk melerai perkelahian tidak jelas mereka. Sementara Kyungsoo yang menyadari bahaya dari amukan Luhan memilih untuk melarikan diri dengan menjulurkan lidah saat Luhan berusaha menjewer telinganya. Dia sekarang sudah duduk disamping Chanyeol dengan memasang wajah beraegyo pada pemuda jangkung itu.

Dasar abstrak ! batin Luhan jengkel.

"yeol-ah, apa saat pelajaran Sehun sering melihatku ? atau dia melirikku ? memperhatikanku ? diam – diam membicarakanku ? Katakan ! katakan !" desak Kyungsoo tidak sabaran.

"Ternyata kau mendekati Chanyeol hanya untuk itu Kyung, ck.. ck.. ck, kasihan kau Chan" interupsi Luhan diantara kesibukannya memisahkan perkelahian XiuTao.

"diam kau diva jadi – jadian !"

"Jadi yeol, Sehun_"

"Ya dia sering melihatmu, melirikmu, memperhatikanmu, dan diam – diam membicarakanmu" jawab Chanyeol sambil menggigit cokelat.

Kyungsoo merasakan ruang kelasnya berubah menjadi padang rumput, pohon berdaun lebat dimana – mana, bunga cantik harum bermekaran disepanjang sungai berair jernih. Bahkan Kyungsoo mampu melayang – layang ringan, dan gadis itu mengambil pijakan terakhir untuk terbang tinggi menembus langit ke tujuh_

"Sehun selalu melakukan itu setiap hari, yah.. kau tahu Kyung.. dia melakukan itu karena kau duduk didepannya, jadi mau tidak mau Sehun harus melihatmu"

_dan Kyungsoo terjatuh dengan indahnya.

Terima kasih pada Chanyeol yang jujur apa adanya.

Tawa semua siswa di kelas itu meledak, Luhan yang sudah selesai dengan tugasnya juga ikut tertawa. Tao nyengir kuda, Xiumin tersenyum kecil saat tidak sengaja melihat Luhan tertawa. Tapi tawa itu berbeda. Xiumin seperti melihat Luhan menangis bukannya tertawa.

Ia mengeratkan jarinya 'Jongin brengsek !"

Wajah Kyungsoo memerah dengan semua tawa yang mengejeknya. Jadi dia harus menghukum si pelaku utama "berikan cokelat itu padaku !" kemudian melarikan diri seperti bocah.

"Heeyy, Kyungsoo.. cokelatkuuuu !" tidak ada yang tahu bahkan saat raksasa itu menerjang tubuh mungil Kyungsoo didepannya. Mereka bergulat tanpa tahu seperti apa posisi mereka sekarang hingga terpaksa Luhan kembali menerjunkan dirinya pada pertengkaran ronde kedua ?

"Demi Tuhan ! aku akan memakan kalian berdua jika selalu berkelahi seperti ini !"

"tapi Luhan…aargggghhh ! yach ! Park Chanyeol ! kenapa kau berada diatasku ! sialan !"

Chanyeol melihat kebawahnya "Oh shit.. !" lalu berdiri cepat dengan Luhan yang menarik telinganya "auuw ! telingaku.. telingaku.. telingaku kesakitan Lu. Auw.. bisa kau lepaskan telingaku ?"

"baiklah.. tapi kau harus membantu Kyungsoo berdiri" yap.. dia mengatakan itu karena Kyungsoo masih berbaring dilantai.

"oh, kau benar" Chanyeol mengangguk lalu melepaskan telinganya dari jeweran sadis Luhan kemudian dia berdiri disampingnya.

Perempatan kecil muncul didahi Luhan. Ia melotot marah pada Chanyeol yang malah dengan santai berdiri disampingnya "kukira aku sudah mengatakan jika kau harus membantu Kyungsoo-" tapi ia berhenti bicara karena Chanyeol terus memperhatikan Kyungsoo yang terduduk dilantai sambil mengelus sikunya yang sedikit memar.

Kemudian Chanyeol bertanya tanpa ada sedikitpun dosa diwajahnya "dia tidak akan hamilkan ? aku bahkan tidak melakukan apapun"

Kyungsoo menganga lebar.

Diikuti Xiumin dan Tao.

Dan juga seluruh kelas memandang cengo pada kebodohan Chanyeol.

Sementara Luhan mengeratkan jarinya menahan jengkel.

"Yang benar saja… dia tidak akan hamil bodohhhhh !"

Lalu ia menoleh cepat pada Chanyeol. Namun karena secara ajaib dan tiba – tiba, seseorang melintas diantara Luhan dan Chanyeol mengakibatkan Luhan mencium pipi orang itu.

Bibirnya masih menempel pada pipi orang itu.

Luhan terkejut.

Seseorang itu terkejut.

Seluruh kelas terkejut.

Mata Kyungsoo membulat menyerupai bola.

Ini diluar scenario.. ulangi ! ini diluar scenario.. apa yang terjadiiiii ?

.

.

.

Mungkin para pewaris seperti mereka tidak harus memasuki sekolah regular seperti ini. Alasannya tentu saja karena mereka kaya raya dan bisa dengan amat sangat mudah membayar seorang tutor bisnis untuk mendidik otak cerdas mereka. Yah.. tapi siapapun didunia ini membutuhkan sekolah jadi tidak pernah ada inti dari omong kosong ini saat seseorang memandang malas pada pintu didepannya dengan seseorang yang bersandar diseberang pintu.

"apa yang kau lihat ?" tanya Jongin setelah memutuskan untuk tidak jadi membuka pintu. Lebih memilih untuk meladeni mata mengintimidasi seseorang yang ia tahu bernama Sehun.

Tidak ada yang terjadi selama beberapa detik berlalu hingga Sehun berjalan mendekati Jongin "Jadi itu benar kau Kim Jongin. Kakak sekaligus musuhku yang telah lama hilang. Pantas saja selama ini aku merasa seperti melihat wajah pengecut dimana – dimana. Apa depresi yang kau alami dulu, tidak membunuhmu ?" ejek Sehun menciptakan percikan api amarah dalam diri Jongin. Ia berusaha menarik napas untuk tidak melayangkan tinjunya pada muka menyebalkan Sehun.

"ahh.. kukira yang lebih dulu mati karena depresi adalah kau Oh Sehun"

"aku tidak akan mati jika hanya berdiri sebagai saksi kunci. Kau tahu, seharusnya seorang pengecut bermarga Kim juga harus berdiri disana saat itu. Sayangnya dia depresi berat. Lalu_ hilang"

Jongin menggeram "apa maumu ?"

"Aku hanya ingin menyapamu dan memuji kehebatan Kim Group. Tidak ada satupun perusahaan besar didunia ini yang mampu melindungi identitas putranya selama 13 tahun" itu menusuk tepat kejantung membuat Jongin menarik kerah baju Sehun serta mendorongnya kedinding.

"aku mendengar jika ayah kita berusaha saling membunuh. Tapi aku tidak mengira jika keturunannya juga akan melakukan hal yang sama" Jongin semakin mendorong Sehun sementara Sehun hanya tersenyum remeh tanpa ada niat untuk melawan. "bukan ayahku Sehun..! tapi aku yang akan menghancurkan Ayahmu lebih dulu ! Ayahmu terlalu banyak menghina kami ! aku tidak peduli lagi siapa kau, aku tidak peduli lagi meskipun aku pernah menjadi Kakakmu dimasa lalu karena saat itu aku masih sangat bodoh. Tapi dengar Oh Sehun ! kau pasti akan hancur"

Sehun menggeleng kemudian tertawa dalam cengkeraman Jongin. Ia menepis tangan Jongin, mengacuhkan kerutan yang muncul dikerah bajunya akibat tangan Jongin yang mencengkeramnya terlalu kuat lalu berbisik pada telinga Jongin "kau bukan lagi seorang pengecut rupanya ! mari kita lihat siapa yang akan hancur lebih dulu, Kim Jong In !"ancam Sehun penuh penekanan kemudian berjalan santai memasuki kelas mereka yang terdengar sangat ribut.

Siapapun tahu betapa dinginnya karakter Sehun, jadi sudah pasti ia tidak peduli dengan keributan yang terjadi didalam kelas. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah duduk dibangkunya dan selesai. Ia berjalan menerobos kerumunan didekat mejanya sambil memaki pelan karena orang – orang aneh sedang melakukan kegiatan aneh seperti.. tiba – tiba seorang perempuan menoleh.

Mencium pipinya.

Pipi Sehun.

Oh my god !

Akhirnya Chanyeol sadar kemudian berteriak "KALIAN LIHAAATT ! LUHAN MENCIUM SEHUN !"

Braakk !

"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEKK !"

Tubuh Sehun tersungkur kelantai dengan sudut bibir berdarah setelah Jongin meninjunya. Namun, ia hanya tertawa dengan kemarahan Jongin lalu berdiri untuk membersihkan seragamnya yang bahkan tidak kotor. Karena ia hanya berpura – pura kotor kemudian menatap Jongin tajam "maaf tidak memberimu persiapan Jongin. Tapi aku sudah memulainya_" Sehun tersenyum pada Luhan yang nampak shock "menghancurkanmu !"

.

.

.

TBC

.

.

.

Terpaksa harus TBC.. hehee..

Disini yang antagonis sama protagonist siapa sih ? kok aku sendiri sebagai penulisnya malah jadi bingung.

Ya sudahlah.. biarkan mereka membuat jalan cerita mereka sendiri. Loh ? penulisnyakan sayaaaaa…

Bego.

Oh ya Reader ! maafin gue yang maksa kalian buar review di ff saya yang kemarin – kemarin. Disini gue Cuma mau ngomong kesiapapun yang udah baca fanfic gue "Makasih". Gue mau menghargai kalian sebagai pembaca. Sebenernya gue udah bersyukur banget karena udah ada yang mau baca karya – karya gak wow milik gue.

Sekali lagi makasih karena udah mampir di fanfictionnya Juliana Hwang.

Aku mencintai kalian…..

Sampai jumpa di Chapter 7.