DISCLAIMER : I hereby disclaim.
"Road to road, bed to bed, lover to lover, and black to red."
Tawa France bukanlah sesuatu yang ingin didengar banyak personifikasi negara─terutama England. Tetapi Netherlands yakin namanya juga berada di daftar panjang nama – nama itu, setelah sempat berada dalam genggaman negara lili itu dalam waktu lama. Pria bermata hijau itu menatap mantan kompeni-nya sinis, menunggu kegeliannya mereda.
Pria Prancis itu menggeleng, meskipun telah berhenti tertawa, sinar di matanya masih. Suaranya nyaris tenggelam di antara dentuman – dentuman bass khas pub, keriuhan euforia mewarnai atmosfer yang remang dan terang redup itu. Jelas sekali pria berambut pirang sebahu itu sedang mabuk.
"Akhirnya si kecil Pays-Bas punya tambatan juga! Negara yang terkenal tak bermoral, kikir, dingin, menyebalkan, contoh yang buruk bagi─"
"Entah kau berhenti mengetawaiku, Frankrijk," potongnya dingin, "atau aku akan memaksamu keluar dari bar dengan tuntutan pelecehan." Pria yang lebih tua itu berdecak, menyesap kembali anggur dari gelas merah bulat di tangannya dan mendengus.
"Tetap saja, kupikir kau berada di orientasi yang berbeda, terutama setelah legalisasi itu."
"Banyak yang kau kira ketahui dariku yang tidak benar secara realita," ia memberitahu sambil melayangkan pandangan. Matanya menangkap sosok yang janggal─tidak ada orang yang memakai baju formal tertutup di dalam pub semacam ini, terutama perempuan. Wajah gadis itu terlihat agak kesal dan jijik, seakan itu bukan tempatnya dan menjaga jarak dari mata – mata ingin tahu di sekitarnya. Ketika tatapan mata kehijauan itu bertemu dengannya, gadis itu mengeluarkan ekspresi yang paling mendekati campuran kelegaan dan kejengkelan. Gadis berambut hitam itu mengabaikan sekitarnya dan berjalan ke arah meja dua pemuda itu.
"L'Amour dapat mewujudkan apapun, Netherlands. Bahkan dirimu yang seperti itu dapat didomestifikasi," ujarnya, kata – katanya halus namun mengambang karena alkohol. Gadis Asia itu berkacak pinggang ketika sampai di hadapan keduanya.
"Sudah kuduga kau akan disini," katanya ketus, matanya menatap Netherlands dengan tatapan yang dapat membekukan matahari. Netherlands tersenyum kecil melihatnya.
"Kau tidak pernah memberitahu kedatanganmu terlebih dahulu kalau datang ke tempatku."
A/N : SO SHORT OTL
Anyways, I'll pay you back I swear. Next chapters should be longer than this and it's hardly a ficlet anymore but seriously, I tried. Coming up next with a Kuroshitsuji anime ED song by AKIRA. It's going to be a little dark. And character death-ish.
But hey, it's Hetalia. That stuff doesn't matter! :^D
*sounds of authoress being abused by readers*
I should be updating quite fast now, since I'm finally almost off from responsibility. Probably will updating in June or sooner if I get to procrastinate.
God be with you, anyone who's still reading this!
