16.00 HRS Waktu Lokal
Dari pangkalan Militer pasukan Koalisi Amerika Serikat, Saudi Arabia, Kuwait, Prancis, Jerman, dan beberapa negara dari PBB, seorang pria dengan pakaian militer bernama Jenderal Norman Schwarzkopf mulai bergerak ke tenda pusat kendali misi sementara.
Saat dia sampai di tenda, dia di sambut oleh beberapa perwira yang tampaknya memiliki laporan mengenai situasi yang terjadi
"Jenderal kami telah mengkonfirmasi USS Theodore Roosevelt telah berhasil melewati gerbang itu, di jadwalkan USS Nimitz dan USS Dwight D. Eisenhower akan tiba di dunia ini dalam satu jam dari sekarang"
Jenderal Norman kemudian duduk dan membaca laporan yang ada
"Bagaimana dengan situasi dari 1st Marine Division dan Army Tank?"
"Mereka telah mengkonfirmasi posisi mereka 20 menit yang lalu, mereka telah berhadapan dengan musuh tanpa ada korban jiwa sama sekali"
"Bagus, Katakan pada Admiral Halsey untuk segera menurunkan NAVY SEALS di objective Cobra"
Jenderal menunjukkan jarinya ke sebuah lokasi yang cukup banyak pepohonan dimana Pesawat Rekonesasi telah mengkonfirmasi adanya kontak musuh disana
Dari angkasa, dua buah Helikopter MH-60 terbang menuju USS Nassau.
"hrmm"
Sebuah suara erangan lembut terdengar di tengah bisingnya suara rotor helikopter
"Apa kau baik-baik saja?"
Tanya seorang Marinir saat melihat gadis kecil itu yang masih duduk di kursi helikopter
"Kita sebentar lagi sampai"
Ucapnya sambil tersenyum
Gadis itu masih tidak bisa menjawab apapun saat melihat mereka terbang di angkasa dengan benda terbang yang sangat aneh
'A...aku terbang?!'
Gadis kecil itu mulai panik ketika melihat dirinya terbang di angkasa.
"Don't worry, we're almost there"
Ucap pria dengan pakaian aneh berusaha menenangkan nya. Walau ia tidak mengerti apa yang di katakan oleh pria itu namun dia bisa tahu jika pria ini adalah orang yang menyelamatkan nyawanya dan sekarang dia berusaha menenangkan nya dari kepanikan'
'mesin apa ini? Aku tidak merasakan aliran chakra apapun dari benda ini?'
Pikirnya saat berusaha mencari tahu benda apa yang membuat suara berisik dan mampu terbang tanpa chakra apapun
Di saat yang sama di dek kapal Induk USS Theodore sebuah helikopter MH-60 terlihat siap untuk terbang.
"nampaknya ini akan jadi hari yang panjang"
"Hell ya"
4 Orang dengan pakaian tempur lengkap mulai terlihat di dek, mereka berjalan menuju ke Helikopter dengan sangat santai
SEAL Team 6, Tim tempur yang sangat terkenal akan sukses rating yang tinggi adalah tim Pasukan Khusus pertama yang akan menerima misi di garis terdepan di dunia ini
Tim ini terdiri dari Kolonel Justin, Letnan Kolonel Tim, Letnan Satu Kram, Letnan Satu Scott
Misi mereka sangat sederhana, yaitu menyerang musuh di garis terdepan dan kill/capture siapapun yang bertanggung jawab atas insiden invasi Kuwait
"Okay Ladies, siapkan diri kalian. Ini akan jadi perjalanan yang sangat panjang"
"Shut up"
Balas Kolonel Justin yang bahkan terlihat tidak mau tahu soal apapun
Saat helikopter terbang menuju lokasi, Justin mengambil sesuatu dari sakunya
"Apa itu putramu?" tanya Tim
"Ya, hari ini dia ulang tahun ke 12"
"Hah... kau sepertinya tidak akan bisa merayakannya tahun ini ya"
Mereka tetap tenang di helikopter selama satu jam penuh di perjalanan
Dari gurun pasir, 1st Marine Division bersama dengan France Foreign Legion di bantu 1st US Army Armored Division yang di lengkapi 87 Tank Abrams, 43 Bradley dan IFV mulai bergerak menelusuri gurun pasir dengan tenang
"Stay sharp"
Ucap komandan dari regu pleton Marinir.
Tank kemudian melakukan scanning area selama 15 menit memastikan apakah mereka mendeteksi keberadaan musuh atau tidak
{"Command, kami mengkonformasi telah tiba di area Aries"}
["Disini Command, dimengerti, Kami akan menyediakan bantuan udara besok siang"]
{"Roger"}
Balas Kommander Tank M1A2 Abrams
Tank-Tank tersebut kemudian membentuk formasi bersiap untuk instruksi selanjutnya dari pusat komando
Saat seluruh divisi bergerak menelusuri gurun pasir tak terduga mereka mendapat komunikasi mendadak di dari markas FOB di gerbang
("Be advice. Kami mendapat sinyal aneh 40 mil dari posisi kalian. Tetap pertahankan posisi kalian sampai kami mendapat informasi lebih jelas mengenai sinyal itu")
Helikopter MH-60 Blackhawk yang telah terbang selama 1 jam penuh akhirnya berhasil melewati gurun pasir yang tidak ada habisnya
Tim dapat melihat banyaknya pepohonan rimbun yang tumbuh tepat di sebelah gurun pasir seolah-olah dua tempat ini adalah dua area yang berbeda dunia
Yah cukup masuk akal mengingat mereka saat ini berada di dunia lain
Dari hutan rimbun ini, terdapat pertarungan hebat yang telah terjadi
Diantara pertarungan yang telah terjadi, mereka tidak terlihat membawa senjata api sama sekali selain benda-benda tajam sebagai senjata utama
Diantara para prajurit yang sedang bertarung, seorang pria dengan rambut putih mengenakan masker di wajahnya dapat terlihat terengah-engah kehabisan nafas setelah mengayunkan pedang besar itu selama 2 jam
"Mereka tidak ada habisnya"
ucap pria itu saat melihat musuh yang ada di depannya
Musuh yang sedang ia lawan saat ini memiliki bentuk manusia namun tidak terlihat seperti manusia sama sekali.
"Seven Ninja Swordsmen of the Mist, Ameyuri Ringo. Sungguh musuh yang sangat mengerikan"
Ucapnya saat melihat lawannya yang saat ini berdiri di depannya dengan senyuman lebar yang di arahkan langsung ke wajahnya
Kakashi Hatake, seorang komandan Militer pasukan Koalisi Shinobi Divisi ke 3, saat ini sedang menghadapi lawan yang sangat tangguh setelah berhasil mengalahkan Zabuza dan Haku
"hahaha... Apa itu saja kemampuanmu"
Ejeknya saat melihat Kakashi kehabisan nafas akibat pertarungan tadi
"Harus ku akui, kau adalah orang pertama yang bisa menghiburku selama ini"
Ejeknya lagi saat melihat ke sekeliling dimana tumpukan mayat prajurit yang terbunuh akibat serangannya
"Hah...hah... Aku terima pujianmu sebagai ucapan terakhir mu"
Balas Kakashi sambil mengarahkan pedang besarnya kearah wanita itu
"Tsk... Sangat kasar sekali ya"
Wanita itu kemudian melesat dengan sangat cepat kearah Kakashi
Kakashi yang dapat membaca pergerakan lawannya berkat mata kiri langsung menghindari serangan frontal itu dan dengat sigap ia membalas dengan mengayunkan pedangnya kearah Ringo
"Hoho"
Ameyuri Ringo dengan mudah menangkis serangan tersebut berkat dual pedang yang di pegangnya
Kakashi hanya bisa mengumpat bagaimana dengan mudahnya serangan itu bisa di tangkis oleh musuhnya
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku"
Ejek Ameyuri Ringo
Hingga
Sebuah suara gemuruh dapat mereka dengar seketika perhatian mereka berdua teralihkan ke angkasa dimana suara itu semakin terdengar sangat keras
"Ha? Benda apa itu"
ucapnya saat melihat benda terbang yang melayang dengan suara yang sangat keras diatas mereka
'Manusia?'
Dia bisa melihat ada beberapa manusia di dalam benda besi itu dan dia juga melihat manusia itu mengarahkan sesuatu yang sepertinya terbuat dari besi kearah nya
"!"
Ringo langsung melompat menjauh dari Kakashi ketika sesuatu tidak menyenangkan menyerang instingnya
Dan yang benar saja, sebuah suara yang sangat keras keluar dari benda terbang itu. Tempat ia berdiri dari di serang oleh benda besi berukuran kecil bergerak dengan sangat cepat menghujani kearahnya
"Tcih"
Ia berusaha menghindari serangan beruntun dari benda terbang itu
"Jangan remehkan aku!"
Bentaknya ke benda terbang itu namun...
"Truuuurrt"
Benda terbang itu menyerang tubuhnya bertubi-tubi dan tanpa ia sadari kekuatannya mulai menghilang dari tubuh ini
Kakashi sendiri tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat.
"B...benda apa itu?"
Tak lama benda itu mengeluarkan tali dan menurunkan 4 orang manusia dari dalam nya
Orang-orang itu mengenakan pakaian aneh berwarna kuning dengan corak-corak kotor berwarna hitam di lapisi rompi yang memiliki warna yang sama dengan warna baju mereka
Lalu di tak lama ia dapat melihat mereka membawa benda yang sepertinya terbuat dari besi, salah satunya terlihat lebih panjang dan dua lainnya terlihat lebih pendek dan yang terakhir terlihat lebih besar dengan beberapa benda besi di satukan dalam rantai ke dalam benda itu
'Senjata apa yang mereka pegang itu?'
Saat pikirannya masih teralihkan dengan apa yang ia lihat, 4 orang itu kemudian berjalan kearah Ameyuri Ringo yang perlahan memulihkan dirinya sendiri
"Tunggu! Berhati-hati dia...!"
"get ready, boys"
Ucap salah satunya dengan bahasa yang tidak ia mengerti
Mereka berempat langsung mengarahkan senjatanya ke Ameyuri Ringo
"Hehe... Kalian sangat berani"
"Let me take that ladies"
Jawab Tim saat melihat bagaimana Ameyuri Ringo berhasil berdiri setelah terkena serangan M134 minigun
"Heh... Apa kau mau melawanku?"
Ringo tersenyum mengejek kearah Tim, Tim langsung menjatuhkan senjata M4A1 SOPMOD miliknya sambil mengeluarkan pisau
"Come"
"Heh... Beraninya kau meremehkan ku!"
Ringo langsung melesat kearah pria itu yang masih berdiri disana
"TIING"
Suara dentingan dua benda tajam terdengar di seluruh area, namun pria itu masih dengan tenang berdiri menahan serangan darinya
"Tcih..."
"Matilah kau!"
Ucap Ringo saat mengaliri pedangnya dengan energi listrik
"Shut the hell up"
ucap pria itu, dan betapa kagetnya ketika Ringo ketika pria itu menendangnya.
"Hgk!"
Ringo yang tidak siap akan serangan itu langsung terhempas ke belakang dan saat ia akan berdiri tiba-tiba pria itu menusukkan pisaunya tepat di tubuhnya dan merobek bagian tubuhnya tanpa ampun
"I think we know who should die, Monster"
Balas Tim dengan dingin
Kakashi terdiam melihat adegan pertarungan itu, ia baru kali ini melihat gaya tempur yang sangat berbeda dari apa yang pernah ia lihat.
"Hey are you allright?"
salah satu rekan dia mendatangi Kakashi, namun ia masih tidak mengerti apa yang mereka katakan.
"Siapa kalian dan apa yang kalian inginkan?"
Ucap nya dengan waspada pada mereka
"?"
Mereka saling menatap satu sama lain kebingungan
"Is that Japanese language?"
[14 jam setelah Invasi Pasukan Aliansi PBB]
["Komando Kapal Induk ke Armada Angkatan Laut. Arahkan tembakan arteleri ke Garis Musuh, Unit Penyerbu akan di kirimkan 0800 HRS waktu lokal"]
Suara radio transmisi Kapal Induk USS Nimitz ke USS Missouri (BB-63) mulai berakhir dan di saat yang sama 16 Inch Gun mulai memutar arah 90 Derajat dimana arah bidikan meriam itu membidik ke posisi musuh
Dari HQ Sementara, Jenderal Norman Schwarzkopf bersama dengan beberapa perwira militer dari Pasukan Koalisi mulai menghadiri rapat mengenai taktik yang akan mereka gunakan di Misi kali ini
Karena keterbatasan infrastruktur di dunia ini, Pasukan Koalisi hanya bisa mengandalkan Helikopter cepat sebagai CAS serta Pesawat dari Kapal Induk.
Jenderal Norman melihat kearah peta yang cukup akurat menandai posisi musuh dan pasukan aliansi, setelah Pesawat Northrop Grumman E-2 Hawkeye melakukan sortie selama 7 jam berturut-turut alhasil data di berikan cukup memuaskan Jenderal Norman
"Jenderal, Kami telah mengkonfirmasi bahwa Unit 1st Marine telah berada di Garis Karman, prediksi AWACS mereka akan bertemu dengan pasukan musuh dalam 10 Kilometer"
"Bagus. Tetap berikan aku informasi mengenai itu"
"Jenderal, kami menerima transmisi dari SEAL Tim 6 kalau mereka telah sampai di target wishkey. Mereka juga melaporkan kalau mereka bertemu dengan kombatan lokal yang bertempur dengan musuh kita"
"Status soal SEAL tim?"
"Mereka saat ini masih melakukan kontak dengan kombatan lokal, untuk saat ini mereka nampaknya tidak bermusuhan dengan SEAL Tim"
"Ada kabar dari 1st Marine?"
Kolonel Frederick J. William's, Kolonel yang mengabdi dengan US Marines sejak perang Vietnam dimulai hingga selesai langsung menyerahkan laporan dari tim intelijen.
"Saat ini Marinir dari divisi 1, masih bergerak sesuai dengan prediksi sebelumnya. Mereka diharapkan akan tiba di area Aries yang berjarak 57 Km dari FOB ini. Logistik ke pasukan terjauh juga masih terjaga dan laporan dari USN masih menunggu instruksi dari Washington DC soal apa yang harus mereka lakukan"
(0)
1st Marine Division & France Foreign Legion di bantu 1st US Army Armored Division, Lokasi : Target Karman
"Hoooly FKING shit!"
Terian salah satu Lance Corporal U.S Marines saat mereka berjaga-jaga di FOB ini. Sudah satu hari penuh mereka tiba di dunia ini dan sekarang Marinir seperti biasanya harus mau menjadi petugas jaga gerbang
Marinir yang di maksud adalah para Lance Coporal yang berada satu tingkat dibawah NCO Kopral.
"Hey Martin, gimana menurutmu musuh yang akan kita lawan nanti?"
"Jangan tanya aku Laen. Kau kira aku peramal, hah?"
Laen F. Marley, 23 Tahun adalah seorang Marinir biasa dengan kemampuan biasa saja disampingnya yang menjadi rekan jaga gerbang adalah Martin J. Lee's yang juga sama-sama berpangkat Lance Coporal.
"Hey, apa kau tahu rumor yang beredar, Martin?"
"Rumor soal apa?"
"Katanya, US Navy berhasil mengirimkan tiga kapal induk sekaligus dan yang terbarunya mereka katanya mau membangun pangkalan angkatan udara"
"Whoa?! Holy smokes"
Kagum rekannya saat mendengar kabar itu.
Saat mereka sibuk bercerita, beberapa Tank M1A1 Abrams mulai bergerak kearah gerbang.
"Whoop's, lihat siapa yang akan pergi"
Ucap Martin saat ia dan Laen akan membuka gerbang untuk regu Tank.
Tank yang di kerahkan untuk misi patroli sebanyak 5 Unit di bantu Pleton 42 dari kesatuan Marinir Combat Engineers
5 Tank dan 3 MRAP yang masing-masing membawa 4 Marinir mulai bergerak menyusuri gurun pasir, disaat yang sama FOB mulai kedatangan helikopter AH-1 Cobra yang di kirim dari USS Nimitz.
Sebanyak 6 AH-1 Cobra mulai mendarat di lapangan udara sementara dan 4 Helikopter MH-66 Little bird juga telah mendarat dengan aman
(Temp. Command Base FOB 1st Marines Division) itulah nama yang di berikam oleh pangkalan utama saat beragam helikopter telah sampai membawa unit tempur baru dan kargo yang dibutuhkan untuk misi selanjutnya.
Jauh dari posisi pangkalan FOB, beberapa manusia terlihat sedang bertarung. Mereka mengenakan pakaian yang beragam namun mengenakan satu headband yang sama dengan kanji yang sulit di baca.
"Hfum... Kecoa"
Ucap seorang pria dengan rambut panjang saat menatap kearah pertarungan dari kejauhan.
Pertarungan yang telah berlangsung selama 3 jam itu tidak menunjukkan adanya tanda berhenti dari kedua pihak.
Hingga
"Ini kurasa cukup untuk menghancurkan kalian"
Ucap pria itu, seketika di tangannya keluar semacam bola hitam dan cukup mengejutkan bagi pihak yang bertarung ketika sebuah benda raksasa muncul dari atas kepala mereka.
"Matilah kalian"
Ucap pria itu saat mengeluarkan meteorit dari angkasa
"Tak akan ku biarkan!" seorang pria dengan rambut merah mulai bergerak cepat ketika suasana jatuh dalam kepanikan akibat benda besar itu.
"Hyaaaahhhhhhhhh!"
Sontak lengan pasir raksasa terbentuk di gurun pasir dan mulai menghentikan meteorit itu.
"Heh..." Pria itu terkesan saat serangannya berhasil di patahkan. "Kurasa itu belum cukup ya?"
Pria berambut merah itu terkejut ketika lagi-lagi suasana jatuh dalam kepanikan, apa yang justru membuatnya mati kutu adalah benda yang ia hentikan ini mendadak menjadi sangat berat seolah-olah di timpa sesuatu dan sebelum ia bisa menyadari apa yang terjadi benda besar ini hancur menampakkan satu objek benda besar yang mulai jatuh kearah mereka.
Sontak dataran gurun pasir jatuh dalam hening saat objek itu jatuh menghancurkan mereka semua.
"Sungguh menyedihkan, kalian bahkan tidak bisa menghibur ku lebih lama"
Ucap pria itu saat melihat banyaknya korban akibat serangannya.
'Ho?'
Ia menatap ke langit dimana ia melihat sesuatu, sesuatu yang aneh.
"Serangga"
Ia langsung mengarahkan serangannya ke benda terbang itu, namun...
"Hoho?"
Serangannya tak sampai ke benda itu. Benda besi aneh itu terbang dengan cepat melewati kepalanya di ketinggian dimana serangannya tak mampu mengenai benda itu.
'Benda apa itu'
Pikir pria itu saat melihat dua objek terbang melewati nya dengan sangat cepat.
(Teluk dunia lain)
USS Nimitz Mission Control Room.
"Sierra Bravo 35, kami mengkonfirmasi visual akan lokasi"
"Disini Command, kepada Ghost Rider. Kami mengkonfirmasi adanya serangan aneh di wilayah itu, mengkonfirmasi adanya korban jiwa di area Kobra"
("Copy that")
"Disini Command kepada USS Missouri, USS IOWA, USS New Jersey. Arahkan meriam ke 64 derajat, barat daya, lokasi Target 24 clicks. Total musuh 1 orang")
Di lepas pantai teluk, tiga buah kapal battleship kelas Iowa Class dengan persenjataan 9 meriam × 16 inci (406 mm) (3x3), 20 × 5 inci (127 mm) (10x2), 80 × 40 mm AA (20x4), 49 × 20 mm AA (49x1) dengan modifikasi tahun 1980 di lengkapi 32 rudal Tomahawk, 16 Harpoon missiles dan di lengkapi pertahan udara 4 × Phalanx CIWS yang menggunakan targeting komputer otomatis. Kapal Battleship mulai mengarahkan meriamnya ke arah yang di tentukan oleh komando kapal induk USS Nimitz
("You're authorised to Salvo, blast em up")
Meriam 16 inchi di tiga meriam utama kapal battleship kelas Iowa kemudian menungkik sedikit dan memutar arah sedikit kearah sasaran target
("Disini Missiouri, Roger that. Firing")
(dum...dum...dum...)
Suara tembakan meriam 9 meriam kaliber 16 inchi mulai menggema di teluk dunia ini.
Tak lama disusul USS Iowa ikut menembakkan meriamnya ke arah target setelah USS Missouri berhenti, saat USS Iowa mulai berhenti menembak USS New Jersey ikut menembakkan meriamnya.
Tembakan meriam 16 inchi secara bergantian memborbardir kearah target
Dari deck kapal induk USS Dwight D. Eisenhower tiga skuadron pesawat F/A 18 Hornet yang terparkir di dek mulai di persiapkan untuk take off.
Dari dek bawah kapal induk, banyak pilot yang sudah siap untuk berangkat mulai berjalan kearah dek penerbangan dimana para kru menunggu mereka.
"Hopkins, sebaiknya kau double check tango di angkasa nanti. Kita saat ini berada di dunia entah-berantah tanpa adanya komunikasi satelit ataupun radar jarak jauh. Jadi kita ke area tango setengah buta"
"Right"
Mereka berdua kemudian berjalan menuju pintu yang langsung mengarah ke dek, saat pintu di buka suara bising dari mesin pesawat mulai menggema di telinga mereka berdua.
Lt. Hopkins, mulai memasang helm nya dan untuk sesaat suara bising itu sedikit berkurang. Saat keduanya berjalan ke pesawat yang akan mereka naiki, keduanya dapat melihat banyak kru sibuk berlari kesana-kemari membantu para pilot untuk ke catapult yang akan melontarkan pesawat dari kapal induk.
Mereka berdua yang telah sampai di pesawat langsung naik dan mulai menyalakan sistem operasi, Hopkins yang sebagai Gunner dan Lt. Hawking sebagai pilot mulai menurunkan visor helm dan terakhir kaca penutup kokpit.
("Allright, Hopkins let's roll")
Dengan throttle 6 persen, Lt Hawking mulai membawa pesawat ke Catapult 3 yang berada di sisi samping dek dimana kru rompi kuning membantu mengarahkan mereka ke Catapult.
Dua pesawat pertama F/A 18 berhasil take-off dari Catapult 3 & 4. Tak lama Jet blast deflector/JBD yang melindungi personel ataupun pesawat yang ada di belakang dari afterburner pesawat take-off mulai menurun, membiarkan dua pesawat selanjutnya ke Catapult.
Kru berompi kuning kemudian mengarahkan Lt. Hawking ke posisi catapult, saat posisi pesawat berada di trek yang benar, Lt. Hawking kemudian di berikan hand signal dari kru berompi kuning untuk menaikkan throttle sedikit untuk bisa di kunci ke catapult
Kru berompi hijau setelah melihat posisi pesawat tepat di depan catapult, langsung berlari kearah roda depan dimana ia mulai memasang piston holder yang mampu menahan tekanan pesawat tempur saat menaikkan throttle ke 100 persen.
Saat kru rompi kuning mulai memberikan hand signal dua jari, Lt. Hawking langsung menaikkan tuas throttle ke tenaga penuh.
("Allright, Hopkins. Get ready")
Piston penahan Jets terlepas dan dalam hitungan detik ketapel uap panas dari dek penerbangan langsung melontarkan F/A 18 dengan kecepatan 250 km/h.
Satu persatu Jets tempur mulai terlihat lepas landas dari dek kapal induk, 3 dari 4 kapal induk kelas Nimitz meluncurkan setidaknya 4 skuadron dengan role air to ground mission.
Di langit puluhan bahkan ratusan F/A 18 dibantu 9 E/A 8G jammer air craft dan 4 E-2 Hawkeye sebagai AWACS mulai menaikkan ketinggian di 30 ribu kaki.
Di darat pasukan Marinir yang di bantu 1st Armored Division US Army dan 3rd Ranger Brigade mulai mendekati target yang di prediksikan ada disana.
Tak lama mereka melewati bukit pasir dan saat itu juga pasukan Marinir di hadapkan pemandangan mengerikan.
"Jesus Christ!"
Lahan berapi di tengah teriknya gurun pasir terlihat di sepanjang mata memandang. Tempat ini seolah-olah terkena serangan bom berkekuatan 10 kilo Newton.
"Target spotted!"
Ucap salah satu marinir Scout Sniper saat melihat identitas musuh mereka, yaitu mahluk putih aneh seperti manusia.
Tank Abrams dan LAV-25 adalah yang pertama bergerak kearah para musuh yang kelihatannya panik.
Di tengah tembakan meriam Tank dan LAV-25, Marinir yang mulai keluar dari Bradley, langsung berpencar membentuk perimiter dan zona menembak.
"Manusia yang menarik"
Suara menggema di tengah gurun pasir,
"Holy shit! what the fun is that!"
"He's flying!"
"My god!"
"Call air support! we have enemy in the air!"
Teriak Marinir saat melihat sosok manusia melayang di angkasa dengan sosok aneh menyelimutinya.
"Incoming!"
Sosok raksasa yang menyelimuti manusia itu seolah-olah akan menyerang mereka dengan serangan aneh.
Marinir yang cepat bertindak langsung berpencar namun sayang serangan aneh itu justru mengenai beberapa tank.
"Man down! man down!"
"Juliet 64. Disini Actual 55, meminta bantuan udara! Aku ulangi, meminta bantuan udara di lokasi Karman! musuh memiliki kekuatan udara! aku ulangi musuh memiliki kekuatan udara!"
Para marinir dan Ranger terus menembak kearah sosok itu tanpa henti di bantu Tank dan LAV dengan 25mm chain gun.
("Copy that, Thunderstorm in your area. Call em wherever you need. Dukungan arteleri lepas pantai juga telah online, kau bisa memanggil mereka dengan code name 'Ginger Bread'. out"
"Roger that!"
Radio man langsung memutar frekuensi ke arah lain dimana bantuan udara telah ada di area operasi.
"Thunderstorm, disini Juliet 64! Kami meminta dukungan udara, target berada di udara dengan wujud aneh! ku ulangi! kau bisa hancurkan makhluk itu!"
("...")
("statis...")
("... Copy that, target acquired!")
Dari angkasa, Madara dapat melihat benda-benda aneh melayang di ketinggian yang tidak bisa ia jangkau anehnya benda itu menungkik tajam kearahnya.
"hufm... naif"
Saat Madara akan menyerang benda itu menghindar dengan sangat cepat dalam waktu singkat sesuatu meluncur dari benda itu sebelum benda itu berbelok tajam kearah lain. Benda besi yang meluncur kearahnya dengan kecepatan tinggi itu ia serang dengan pedang susanoo namun apa yang mengejutkannya adalah benda besi itu meledak sesaat setelah ia menghancurkannya dengan susanoo.
Tak lama puluhan bahkan ratusan benda terbang berkecepatan tinggi terlihat di angkasa, beberapa dari mereka terbang berputar dan beberapa dari mereka meluncurkan benda cepat itu.
"Jangan buat aku bosan"
Ucap Madara dengan sinis melihat betapa mudahnya ia menghancurkan mainan mereka namun apa yang ia tidak sangka adalah sebuah ledakan besar menghantam susanoo nya.
"Apa?"
Belum sempat bereaksi ledakan bertubi-tubi menghantamnya terus menerus yang datangnya entah dari mana.
Di angkasa F/A 18 yang telah menjatuhkan JDAMS mulai berputar arah dan bersiap menembakkan 20mm gun ke monster itu. Beberapa diantaranya bahkan menembakkan misil AGM langsung ke makhluk itu membuatnya di lahap ledakan besar.
Di lepas pantai USS Missouri dan USS Iowa kembali melanjutkan bombardir kearah target dengan peluru arteleri Armored Piercing yang dapat menembus plat baja terkuat sekalipun, hanya USS New Jersey yang masih menggunakan peluru arteleri High explosive yang bertujuan melumat target ke lubang api.
Tembak menembak ke Madara terus di lancarkan oleh Marinir Divisi 1 dan Divisi ke 1 Armored US Army hingga beberapa menit.
Di lain sisi, area perhutanan dimana pertempuran mulai mereda, pasukan US Navy SEAL Team 6 berhasil melakukan kontak pertama dengan kombatan lokal yang kebetulan melawan musuh yang sama.
Di bawah perintah Jenderal Norman Schwarzkopf pasukan SEAL Team 6 harus beradaptasi dengan kombatan lokal demi mendapatkan intelijen tanpa harus membongkar identitas dan siapa mereka.
Saat ini pertempuran mulai memanas di area lepas pantai dimana beberapa kombatan lokal mulai waspada setelah pasukan gelombang musuh di lepas pantai berhasil mereka taklukkan.
Di saat yang cukup sulit untuk mereka, tim pasukan Marinir 2nd Division Marines Expeditionary Unit dengan menggunakan Hover craft mulai terlihat.
47 Hover craft terpaksa berhenti setelah miskomunikasi terjadi. Diantara hovercraft yang membawa Tank M1A1 Abrams, terpaksa harus siaga ekstra jika terjadi serangan tak di provokasi terjadi.
dua helikopter AH-1Z Viper yang merupakan versi unggul dari Cobra mulai terbang mengitari pantai memeriksa setiap kombatan lokal yang panik dan waspada.
USS Nassau LHD berserta 7 LHD lainnya yang sekarang penuh dengan helikopter AH-1 Cobra dan AH-1Z Viper mulai standby untuk CAS tim 2nd Marines MEU. Di buritan LHD, hovercraft satu persatu mulai terisi Tank dan Bradley yang penuh dengan Marinir siap tempur
Total pasukan Marinir divisi 2 MEU yang di terjunkan ke lepas pantai sekitar 3700 Marinir di bantu 35 Tank Abrams dan 17 Bradley dengan bantuan CAS hanya AH-1Z & AH-1 Cobra.
Di lain sisi, Madara Uchiha yang terkena serangan telak harus mau menerima tubuhnya remuk dan hancur berkeping-keping akibat serangan luar biasa itu. Ia hanya bisa tertawa lebar saat merasakan serangan ini, serangan balasan ia arahkan ke manusia bersenjata aneh itu banyak dari mereka langsung terbunuh seketika setelah terkena serangan bola api
"Fire element : Fire Ball jutsu!"
Ucap Madara dan seketika bola api raksasa di lontarkan kearah mereka.
Para Marinir yang tak sempat mengelak hanya bisa melihat nasib mereka terbunuh oleh api raksasa itu.
Di sisi barat daya teluk,
14 Chinook yang masing-masing membawa 15 Marinir dan Army Ranger mulai mendarat di kawasan perhutanan landai dimana mereka akan mengejar target yang berdasarkan Intel ada di sekitaran sini.
Pertempuran kembali memanas setelah Chinook turun namun di sambut serangan dari makhluk putih itu.
(Combat Report)
(War on other world status : Active)
(Current casualties estimated : 46 KIA, 29 WIA)
(Total Personel in Combat : 8900 in 5 Different zone)
