Pencarian sosok Jiraiya berakhir di sebuah rumah keluarga yang ditinggali oleh Naruto dan Kushina, kakek tua itu hilang selama seminggu dan ditemukan tak sadarkan diri setelah Naruto menghilang dari rumah itu. Tempat itu seolah kosong dan tak berpenghuni.
Tsunade yang menjadi istri sah dari Jiraiya meremas sebuah surat yang membuat dirinya murka. Dia menyuruh para pengawalnya untuk membawa Jiraiya kembali ke kediamannya, dan menyuruh pengacaranya untuk membawa sebuah surat perceraian.
"Kau bangsat Jiraiya!"
Namun sebelum mereka membawa Jiraiya, wanita tua yang terlihat muda itu langsung memukul wajah babak belur dari Jiraiya.
"Tak salah jika aku mencurigaimu saat pergi keluar...*cough!" Tsunade terbatuk untuk yang kesekian kalinya.
"Tsunade-sama! Anda harus beristirahat, biarkan Jiraiya kami yang urus."
"Aku tak peduli dengan Jiraiya, urus semuanya! Jika dia mati, biarkan atau lempar ke sebuah jurang! Biarkan dia membusuk di dalam liang kuburan itu!"
"Baik!"
...
Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: Seinen, OOC, AU, Typo, Incest, Smut, Mature content.
...
Warning! Gw disini memperingatkan kalian jika ada adegan yang bakalan membuat kalian ingin muntah, bisa langsung kalian skip! Sudah gw ingatkan! Nggak usah protes!
Chapter 2:
"Naruto... Kaasan mohon... Hnnggg!"
Mereka berdua saat ini disebuah rumah yang menjadi tempat singgah bagi ayah Naruto jika sedang berpergian jauh, tempat itu begitu jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, letaknya berada disebuah bukit.
Naruto sudah merencanakan hal ini setelah dia menyiksa Jiraiya di rumahnya dulu, mungkin Tsunade bakal menutup kasus ini sehingga dia bisa bebas, dan melakukan apapun untuk membalaskan semua perlakuan para binatang yang berani menyentuh orang yang dia cintai.
Kushina sendiri keadaannya seperti sebuah boneka, dia terikat disebuah kursi kayu dengan kedua tangannya yang di ikat kebelakang serta kedua kakinya terangkat dengan dua buah dildo yang bergerak di dua lubang milik wanita itu, liurnya keluar menetes ke kursi kayu itu, wajah Kushina sendiri sudah merona karena tak kuat menahan gejolak aneh yang mengerubungi tubuhnya.
Bahkan kedua puting susunya diberikan vibrator yang membuat Naruto puas melihat klimaks Kushina. Ada kepuasan tersendiri bagi pemuda itu saat dia memasang benda-benda tersebut pada beberapa bagian tubuh Kushina.
Naruto mencubit dagu Kushina, dia mencium lembut bibir plum wanita itu menghisap bibir bawah Kushina dengan lembut serta mengelus pipi putih Kushina. "Kushina, kau itu cantik. Namun, kau malah terobsesi dengan penis. Aku sendiri tak menyangka jika kau sangat terobsesi dengan benda kenyal yang menjadi identitas dari seorang lelaki," ujar Naruto, dia melepas cubitan pada dagu Kushina.
Naruto merogoh saku celana panjangnya, dia menatap sebuah kertas dengan beberapa nama di dalamnya, Naruto mencoret salah satu nama tersebut, Ya kakeknya, Jiraiya Namikaze. Dia menatap nama kedua di kertas tersebut.
Pemuda itu tersenyum tipis, tapi senyuman itu berubah menjadi sebuah seringai lebar. Kedua matanya langsung menatap tubuh telanjang Kushina, dia melepaskan celana yang sedang dia kenakan, serta mengeluarkan penisnya yang sudah berdiri tegak.
Kushina meneguk ludahnya dengan susah payah saat melihat benda besar milik Naruto, dia lalu menatap Naruto serta penis itu secara bergantian.
"A-apa yang akan kau lakukan?!"
Naruto tak menjawabnya, dia mengarahkan penisnya ke liang senggama Kushina. Dengan sekali hentak, Naruto mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Kushina, membuat wanita itu memekik pelan saat ujung penis itu menyentuh ujung rahimnya.
"Ugh!" Lenguhan nikmat terdengar oleh Naruto, kedua tangannya meremas payudara Kushina serta pinggulnya bergerak maju mundur.
"Sial! Kenapa sempit?! Kau menggunakan apa hah?!"
"A-ak-akhh! Aku tak menggunakan...uhhh hhhaa..."
Naruto menaikkan sebelah alisnya, dia tersenyum sembari menatap Kushina yang seolah menikmati hujaman penisnya pada vaginanya. "Berarti, semua penis yang pernah kau coba tak sebesar punyaku huh?" bisik Naruto, dia menggigit daun telinga Kushina sembari terus menggerakkan pinggulnya dan meremas payudara Kushina. "Hebat, kau malah suka dengan penis kecil nan imut-imut itu."
Naruto tertawa menakutkan, membuat Kushina merinding mendengarkan tawa tersebut.
"Mari, kita lakukan ini sampai besok."
Wajah Kushina langsung pucat saat mendengarnya.
...
..
...
Kushina terbangun dari tidurnya, dia memijit kepalanya yang terasa pusing akibat permainan Naruto tadi malam, dia menutup tubuhnya dengan selimut putih. Tak ada Naruto di sebelahnya, pemuda itu mungkin pergi untuk mencari sarapan atau...
"Ti-tidak! Tidak mungkin, sochi!"
Kushina langsung menatap jam dinding, dia melihat jarum jam sudah berada di angka dua belas, wajah Kushina semakin pucat, pikirannya sudah melayang kemana-mana saat dia ditinggal Naruto.
Dia begitu menyesal saat dirinya menginginkan sebuah seks dengan beberapa orang, dia menjajakan tubuhnya pada orang yang menginginkannya saja. Termasuk Ayah Mertuanya.
Di lain sisi, sosok pemuda berambut coklat jabrik datang ke rumah terpencil itu, dia datang karena sebuah undangan yang dikirimkan oleh Kushina melalui ponselnya.
Segera, dia masuk ke dalam sebuah kamar yang ditempati oleh Kushina, dia melihat tubuh telanjang wanita berambut merah itu, membuat Kushina terkejut saat tahu ada seorang pemuda yang baru saja datang seolah ingin menyetubuhinya.
"Ki-kiba?!"
Inuzuka Kiba, seorang pemuda pecinta anjing yang terkadang mengajak kencan Kushina. "Kushi-chan, bagaimana kabarmu sayang? Kau baik-baik saja sepertinya, fuuuh, baumu begitu harum aku jadi terangsang dengan bau serta tubuh indahmu."
Kushina hanya tertawa kecil mendengarkan perkataan Kiba, tapi tawa itu langsung hilang seketika saat dia mengingat bagaimana ukuran penis Kiba, Kushina membandingkan penis Kiba dengan penis Naruto.
Tiba-tiba, dari belakang Kiba di kunci tubuhnya oleh seorang lelaki. "Wah wah, sepertinya anjing kecil ini suka sekali dengan tubuh Ibuku."
"Na-naruto?! Ke-kenapa kau disini?!"
"Kau tanya kenapa? Aku kan pemilik rumah ini, kau tak ingat?"
Kiba merasakan jika Naruto saat ini menyeringai dibelakangnya, dia berusaha keras untuk melepaskan kuncian tersebut.
"Naruto hen-!"
"Aku tak menyuruhmu untuk membuka mulut, jalang! Lain kali kau kusumbat dengan penisku!" Kiba langsung di ambrukkan oleh Naruto, lutut Naruto menekan punggung Kiba dengan kedua tangan pemuda bermabut coklat itu terkunci. "Kau mudah sekali untuk dijebak, Kiba."
Kiba Inuzuka adalah salah satu pemuda yang juga menjadi sahabat Naruto di sekolah menengah atas. "Lepaskan sialan! Kau kenapa sih Naruto?!"
Naruto pun mengambil sebuah tali, dia mengikat Kiba dengan kuat serta membuat pemuda itu duduk di sebuah kursi kayu. Sementara dirinya membuka semua pakaiannya, dan dia juga membuka celana panjang yang dikenakan Kiba.
Wajah Kiba langsung merona hebat saat Naruto dengan sengaja membuka celana panjangnya hingga telanjang dibagian bawah, Naruto mengambil tali yang lain dia mengikat kedua kaki Kiba di sisi kursi itu membuat selakangannya terbuka lebar.
Kushina sangat terkejut saat melihat kelakuan nyeleneh dari putranya, dia tak menyangka Naruto akan menjadi seperti ini. "Penis kecil, kau seperti seperti seorang Uke saja Kiba."
"Grrrr!"
Naruto tertawa keras, dia mengambil dua buah vibrator serta sebuah penis buatan yang bisa bergerak menggunakan tenaga baterai, langsung saja Naruto menancapkan penis buatan itu ke dalam liang dubur Kiba, dia juga menempelkan vibrator itu ke penis Kiba yang sudah mulai ereksi.
Naruto menatap sayu Kiba yang sedang dirangsang, pemuda coklat itu menjulurkan lidahnya dengan liur yang menetes keluar. Dari kejauhan, Naruto memencet sebuah tombol membuat semua benda yang menempel di bagian bawah Kiba tergerak.
"Akhhh, akhhh... He-hentikan! Ku-kumohon! Ku-kushina-san!"
Naruto menekan sebuah tombol untuk mempercepat benda-benda itu, membuat Kiba mengeluarkan spermanya. Tapi benda-benda itu tak dihentikan oleh Naruto, dia membiarkan benda itu bergerak hingga kedua buah zakar itu kosong dan tak memiliki apapun.
Sementara dirinya saat ini tengah menikmati tubuh seksi Kushina dengan Kiba yang menatap nanar dirinya serta wanita yang baru saja dia sukai itu. Naruto tersenyum ramah pada Kiba, dia tak menghentikan kegiatannya menyetubuhi Kushina saat ini.
"Kau benar-benar sempit Kushina, vagina ini dimasuki oleh penis kecil seperti milik Kiba itu ya?" tanya Naruto, Kushina yang mendengarnya pun mengeluarkan air matanya, dia tak menjawab pertanyaan Naruto. Pemuda itu mendekatkan bibirnya pada telinga Kushina, lalu membisikkan sesuatu pada wanita cantik itu. "Kau sekarang menjadi budak seks untukku."
Kushina melebarkan kedua matanya saat itu juga.
...
..
.
TBC
Udah gw bilang, skip aja adegan di atas woakwoakwoak
