Kiba Inuzuka, anak dari seorang konglomerat kembali ke rumahnya dengan trauma mendalam, dia tak menjawab pertanyaan dari Ibu serta Kakak tercintanya, dia hanya berteriak kencang seolah kewarasannya sudah menghilang.
"Jadi kenapa dengan anakku?"
Dokter Ibiki yang menjadi dokter spesialis Jiwa pun tak bisa menjawabnya, dia bahkan mengatakan jika Kiba saat ini tengah gila karena suatu hal, Ibiki juga memberikan saran untuk membawa Kiba ke rumah sakit Jiwa untuk di rawat intensif di sana. Tsume selaku Ibu Kiba terpaksa membawa anaknya itu ke rumah sakit Jiwa untuk menghilangkan kegilaan yang di idap oleh Kiba.
"Hana, mungkin aku terpaksa mencoret Kiba dari daftar itu."
Hana yang mendengarnya pun langsung mengerutkan dahinya. "Kenapa? Dia kan bisa saja sembuh nantinya."
"Aku tahu, tapi aku tak sudi untuk memberikan dia harta warisan dari suamiku, tingkah lakunya membuatku muak."
Hana yang mendengarkan perkataan dari sang Ibu pun langsung mengerti, track record Kiba sebagai seorang lelaki sudah terlalu mencoreng nama keluarga Inuzuka. "Kaasama benar, mungkin anak itu perlu diberi pelajaran."
...
Naruto by Masashi Kishimoto.
Pairing: Naruto x Kushina, slight ... X Kushina.
Warning: Seinen, Mature content, ofc Incest, Lemon, Lime, Smut, Pwp? OOC, AU, typo, Abuse content, pregnant, Lactation.
...
Chapter 3:
"Ohh, hai Sasuke, bagaimana kabarmu?"
Naruto tersenyum senang saat sahabatmya itu datang ke kursi yang tengah dia tempati, mereka berdua berada di sebuah cafe yang berada di perkotaan, tak ada kecurigaan dari seorang Sasuke pada sahabatnya itu, hanya saja dia sudah beberapa kali menikmati tubuh seksi Kushina.
"Hn."
"Cih, kau sama saja seperti dulu."
Yang Sasuke ketahui, Naruto adalah orang yang mengeluarkan aura Beta yang sangat kentara, si pirang itu seolah tak merasakan sesuatu ataupun hal yang mencurigakan saat dia main ke rumahnya. Terlebih rahasia hubungan Sasuke dan Kushina.
"Ngomong-ngomong, kita sudah lama tak berjumpa, terakhir beberapa bulan yang lalu saat kau mengadakan acara pernikahanmu dengan Ino. Yah, meriah sekali waktu itu."
"Hn, sekarang Ino hamil dengan janin yang berumur empat bulan."
"Heee, selamat ya! Aku turut bahagia Sasuke."
Sasuke menyadari nada suara Naruto yang terlihat mencurigakan, seolah dia sedang menyembunyikan sesuatu. Sasuke sendiri sudah lama tak berkunjung ke rumah Naruto, dia tak tahu bagaimana kabar dari seorang wanita yang menjadi Ibu dari pemuda pirang itu.
Keduanya pun mengobrol asik, namun Sasuke terus mengobservasi nada bicara dari Naruto, seolah ada yang direncanakan oleh dia, tapi Sasuke tak tahu apa yang direncanakan oleh Naruto.
"Kau mau ke rumah? Sekedar berkunjung saja." Sasuke menaikkan sebelah alisnya mendengar ajakan Naruto. "Aku baru saja pindah, jadinya ya kau pasti tak tahu rumahku yang lain."
"Boleh, aku juga ingin mengetahui rumahmu."
Naruto mengangguk kecil, dia mengerjapkan kedua matanya beberapa kali dan beranjak dari tempatnya duduk. "Aku ke kamar mandi dulu, tunggu disini!"
Sasuke mengangguk, dia meminum kopinya yang tadi dia pesan. Dia mendengar sebuah kabar jika salah satu temannya masuk ke rumah sakit Jiwa karena sebuah trauma yang mendalam, Sasuke bingung dengan kejadian yang menimpa Kiba Inuzuka itu.
Tak ada yang aneh setelah keduanya bertemu dan membahas bagaimana perasaan mereka setelah menyetubuhi Kushina. Kiba sendiri juga memberikan sebuah alamat dimana Kushina tinggal saat ini, tentunya tinggal bersama Naruto.
"Ayo ke rumahku!"
Sasuke mengangguk, dan keduanya pergi dari kafe itu tanpa mengetahui hal apa yang akan terjadi selanjutnya.
...
...
Sasuke tak menyangka jika ada sebuah rumah yang jauh dari perkotaan, dia pun masuk ke dalam rumah sederhana yang terbuat dari kayu itu, bau khas dari bukit yang ditumbuhi pepohonan rindang itu tercium oleh Sasuke. Dia tak menaruh kecurigaan pada rumah Naruto, karena pemuda itu masuk terlebiht dahulu dan mempersilahkan dirinya untuk masuk.
"Baasan kemana?"
"Oh dia tidur mungkin," ujar Naruto, dia menyiapkan sebuah cangkir serta sebuah teko yang berisi teh untuk Sasuke. "Aku tak bisa memberikan yang lain, tapi hanya teh saja yang mungkin bisa aku berikan."
"Tak masalah," ujar Sasuke, dia pun meminum teh tersebut. "Ini enak, kau bela...jar...uhhh!"
Sasuke pingsan seketika.
"Mari kita mulai, Sasuke Uchiha."
Beberapa saat kemudian, Sasuke membuka kedua matanya, dia merasakan kedua tangannya serta kakinya terikat rapat, mulutnya tak bisa mengeluarkan suara karena sebuah benda menghalanginya. Benda bulat yang terikat di mulutnya, dia juga merasakan kalau saat ini dirinya tengah telanjanh bulat terikat di sebuah kursi dengan mulutnya yang dibelap oleh bola.
Sasuke sangat terkejut saat merasakannya, dia berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut dan melarikan diri dari tempat itu. Pemikirannya tentang Naruto sangat salah, dia tak tahu pemuda itu bakal melakukan hal seperti ini.
"Yo sahabat, bagaimana kabarmu? Baik? Kuharap iya."
Sasuke mendengar sebuah suara, kedua mata hitamnya melihat Naruto sedang duduk di atas sebuah sofa dengan sosok yang sangat dia kenal berada di atas tubuhnya, bergerak naik turun dengan desahan yang aduhai.
Kemolekan tubuh wanita itu membuat penis Sasuke berdiri, kedua matanya mengeluarkan air mata yang menuruni pipinya. Dia meronta untuk melepaskan diri dari kursi itu.
"Well, kuharap kau menikmati acara kami. Ino Uchiha, huuuh, tak buruk untuk seorang model yang sedang hamil." Naruto yang menjadi pelaku pun meremas pantat Ino dengan kencang, rambut pirang oucat yang tergerai itu bergerak mengikuti pergerakan tubuhnya. "Aku lupa dia sedang hamil, tapi kenapa dia malah suka? Hmmm? Mencurigakan?"
"Hhmmgggmm!"
"Aku tak dengar, desahan Ino terlalu indah jadi aku tak mendengarkan ocehanmu uhhh, vagina ini sempit sekali."
"Uhhhh, penismu besar sekali Naruto-kun! Beda dengan Sasuke... Ahhh, yaahhh..." Ino mendesah nikmat saat tubuhnya bergerak naik turun di atas penis Naruto. "Sasuke tak menjamah tubuhku setelah menikah uhhh, dia malah bermain dengan Ibumu... Ugh, sial... Penismu nikmat Naruto-kun...ahnnn, lihat! Uhhh, payudaraku mengeluarkan air susu... Ahhhnnn..."
"Bahkan istrimu malah menyukai penisku daripada penismu. Ughhh... Tubuh nakal ini..." Naruto dengan gemas meremas pantat Ino, dia juga memasukkan sebuah benda pada liang belakang wanita hamil itu.
"Kyah! Apa yang kau masukkan?!"
"Dildo."
Ino meremas kuat bahu Naruto. "Ohhhh! Naruto-kun! Ahhh!"
Sasuke semakin meronta-ronta minta untuk dilepaskan, dia benar-benar tak kuat melihatnya. Istrinya yang sedang hamil di setubuhi oleh Naruto, mantan sahabatnya yang selalu di bully para murid di sekolahnya dulu.
"Ohh, Kushina, kau datang."
Sasuke semakin dibuat terkejut saat ada seorang wanita yang dia kenal datang membawa wanita lain yang dia kenal. "Hhggnnngg!"
Ya Mikoto Uchiha, wanita yang disayangi Sasuke.
"Ohh, Mikoto-baasan."
"Hai Naruto-kun, bagaimana kabarmu? Pastinya baik dong, lihat Ino saja malah menikmati permainannya denganmu."
Naruto tersenyum ramah pada keduanya, tapi tidak untuk Kushina yang seolah sedang menahan sesuatu, di lehernya sendiri ada sebuah kalung khas seorang budak. "Kushina, bisa kau tunggu diluar kamar, kami mau bermain!"
Kushina diam, membuat Naruto menghela napas dia mengangkat Ino dan meletakkannya wanita itu di sampingnya, tak terasa Ino sudah klimaks untuk yang ketiga kalinya setelah dia datang ke rumah itu.
"Kenapa? Kau cemburu?"
"U-untuk apa aku cemburu? A-aku hanyalah budakmu."
"Bagus, sekarang kau bisa keluar!"
Mikoto yang melihatnya pun membiarkan Kushina dan Naruto berdebat, dia pun mendekat pada Naruto. "Naruto-kun, kita lebih baik bermain saja, dan biarkan Kushina melihatnya." Mikoto berujar dengan nada pelan. "Sasuke-chan, kaasan akan bermain dengan sahabatmu ini ya? Seperti kau yang bermain dengan Kushina saat bertunangan dengan Ino."
"Hnnnggnnn!"
"Aku tak mendengarnya, fufufu... Mari Naruto-kun."
"Uhhh, tubuh seksi Mikoto baasan sangat menggoda."
"Benarkah, baasan jadi malu."
Dan keduanya bermain dengan panas ditemani oleh Kushina yang sedang memainkan vagina basahnya.
...
...
Sasuke Uchiha, seorang CEO dari perusahaan Uchiha menghilang dari publik, berita tersebut menyebar hingga ke rumah Naruto. Dia membaca koran sembari duduk santai dengan Kushina yang sedang berada di atas pangkuannya, penisnya berada di dalam vagina wanita itu.
"Ahhh, Naruto... Sochi... Maa-maafkan kaasan... Kumohon..."
Naruto menutup korannya, dia meletakkan koran tersebut di atas mejadi yang ada disebelahnya. "Kau mau minta maaf setelah apa yang sudah kau lakukan? Kau tahu perasaan seorang anak yang melihat Ibunya seperti seorang pelacur dengan menjajahkan dirinya ke orang lain, termasuk sahabat anaknya?"
"..."
"Kau tak lebih dari seorang budak! Setelah tousan meninggal, kau malah terus bermain dengan lelaki lain! Huh! Bahkan mungkin kau juga akan bermain denganku setelah tahu penisku ini melebihi ukuran dari para lelaki yang kau kencani."
"..."
"Kushina, kaasan... Heh, kau telah menghancurkan perasaan seorang anak. Pergilah ke kamarmu!"
"Ta-tapi..."
"Kupikir aku tak akan mengulangi perkataanku barusan."
Violet Kushina menatap takut hawa intimidasi yang dikeluarkan Naruto, tatapan itu sangat tajam seolah ingin sekali membunuhnya. Kushina pun mulai pergi dari atas tubuh Naruto, dia berjalan ke kamarnya dengan cairan menetes dari vaginanya.
Tak ada keceriaan dari Naruto, tak ada kata-kata hangat dari putranya, tak ada pelukan hangat dari dia.
Semuanya hilang tanpa bekas setelah dia ketahuan sedang bercumbu, salahkan setan yang telah membisikkannya setelah kematian suaminya dulu.
Yang ada hanyalah sebuah penyesalan yang sangat mendalam bagi Kushina.
...
..
.
TBC
