...
Naruto by Masashi Kishimoto.
Pairing: Naruto x Kushina, slight ... X Kushina, Slight Naruto x Shion.
Warning: Seinen, Mature content, ofc Incest, Lemon, Lime, Smut, Pwp? OOC, AU, typo.
...
Chapter 5:
Namanya Shion Shirogane, wanita berusia dua puluh lima tahun yang tak sengaja bertemu Naruto. Dia adalah salah satu teman dari pemuda itu, diam-diam dia juga menyukai Naruto sedari pemuda itu berada di bangku sekolah menengah. Hanya Shion yang mengerti perasaan dari pemuda itu.
Dan Shion mempercayai Naruto.
Dia adalah sahabat yang sangat dekat dengan Naruto, bisa dikatakan jika Shion, Sasuke dan Kiba adalah sahabat bagi Naruto, namun Kiba dan Sasuke mengkhianati kepercayaan yang diberikan Naruto dan malah bermain dengan ibu pemuda itu.
Terlepas dari itu semua, Shion mengetahui situasi yang di alami oleh pemuda pirang yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi, dan muncul bak seorang hantu yang bergentayangan.
Shion beberapa kali bertemu dengan Naruto di sebuah kafe, dan itu hanyalah sebentar. Sikap dan perilaku Naruto dimata Shion pun berubah, seolah ada sesuatu yang mengganjal di kepala pirang itu, Shion ingin sekali menginvestigasi Naruto secara mendalam, namun dia tak ada kesempatan.
Lagipula jika Shion bertanya, maka jawaban yang akan diterimanya tak akan memuaskan pertanyaannya.
Dan kali ini, Shion mendapati Naruto keluar dari sebuah rumah sakit jiwa dengan wajah puas, dia mengetahui jika Kiba sedang dirawat di rumah sakit jiwa karena sebuah trauma yang sangat mendalam.
"Shion?"
Wanita itu mengerjapkan kedua matanya beberapa kali mendapati Naruto berdiri di depannya, pakaiannya terlihat sedikit aneh karena jaket tebal sedang digunakan Naruto di saat musim panas seperti ini. Shion mengangkat sebelah alisnya melihat Naruto. "Jaket tebal di musim panas?"
"Yup, aku terkena demam, jadinya aku memakai jaket ini untuk menghangatkan tubuh."
"Tapi kenapa tubuhmu baik-baik saja?" Shion mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan Naruto. Dia kembali bertanya untuk memuaskan jawaban dari pernyataan Naruto. "Jika kau sakit, maka seharusnya kau ada di rumah, bukan di tempat seperti ini. Lagipula kenapa kau berada di sini? Menjenguk Kiba?"
Naruto seolah tak bisa membohongi salah satu temannya ini. "Lebih baik kita masuk dan melihat si anak anjing itu."
Shion semakin dibuat penasaran, ada sebuah konflik antara Kiba dan Naruto saat ini, dia juga berpikiran bahwa Sasuke juga ikut ke dalam masalah mereka. Keduanya masuk ke dalam rumah sakit jiwa itu, setelah Naruto memberitahukan bahwa dirinya membawa seorang teman untuk menjenguk Kiba.
Mereka berdua langsung diperbolehkan masuk ke dalam dan mencari Kiba Inuzuka. Shion terkejut saat dia bertemu dengan Kiba, pemuda itu seolah sedang dirundung sebuah masalah yang sangat pelik.
"Apa yang terjadi pada dia? Kau sepertinya ada masalah dengan Kiba, dari cara dia melihat dirimu juga." Shion memberondong Naruto dengan berbagai pertanyaan yang mengganjal di otaknya setelah bertemu dengan Kiba. Naruto sendiri menghela napas pasrah sebelum dia memberikan ponsel pintarnya. "Untuk apa?"
"Sebelum aku memberikan ini, aku ingin bertanya satu hal."
"Katakan."
"Bagaimana perasaanmu jika orang yang kau cintai sedang memadu kasih dengan wanita lain? Bukan satu, tapi lebih dari satu."
Shion mengerutkan dahinya, perlahan dia mulai mengerti pertanyaan dari Naruto ini. "Aku akan sangat kecewa terhadapnya, dan bakal meninggalkan dia." Naruto tersenyum tipis mendengarnya. "Apakah ini ada hubungannya dengan Kiba?" Naruto mengangguk kecil.
"Ya, ini ada hubungannya dengan Kiba dan orientasiku."
Kilatan masa lalu tentang Naruto mulai terlihat di otak Shion. Kedua matanya melebar sempurna, dia menatap Naruto tak percaya. Shion membaca aura wajah Naruto saat ini, dia yang terlihat sangat tenang diluar namun menjadi gila di dalam.
"Kau...masih mencintai Ibumu?"
"Begitulah."
"Aku tak menyadari perubahan drastis yang kau lakukan saat ini, benar-benar diluar dugaanku." Jujur saja, Shion tak menyangka jika orang yang dia sukai akan berubah drastis seperti saat ini, dia sendiri juga sering dijadikan teman Curhat oleh Naruto tentang semua masalah yang melanda pemuda pirang itu.
Termasuk Naruto yang menyukai Kushina.
Shion tahu jika dia tak mungkin bisa masuk menggantikan peran Kushina sebagai wanita yang sangat dicintai Naruto, tapi dia sendiri berusaha untuk tak menjauhi Naruto walaupun orientasinya seperti itu.
"Lalu alasan lain masalahmu dengan Kiba?"
"Putar Video di dalam ponselku."
Naruto memberikan ponselnya pada Shion, lalu memutar sebuag Video yang menampilkan Kushina dan Kiba yang sedang memadu kasih, Shion membalalakan kedua matanya, dia meneguk ludahnya melihat adegan panas yang diperagakan oleh Kiba dan Kushina.
"Tak hanya itu saja." Shion langsung menatap Naruto. "Bahkan Kushina bermain dengan lelaki lain, Sasuke juga bermain dengannya setelah dia menikah dengan Ino."
"O-oi... Kau bercanda?"
"Tidak, aku meretas alat elektronik mereka, dan menemukan fakta setelah aku melihat Kushina melakukan memadu kasih dengan kakek bajingan itu."
"Naruto..." Shion melihat wajah sedih yang dikeluarkan oleh pemuda itu, Naruto saat ini lebih emosional daripada dulu. "Aku tak bisa berkata apapun, tapi... Aku turut bersedih."
"Terima kasih, tapi Shion... Apakah balas dendam bisa memuaskan hasratmu?"
"Hah?!"
...
..
...
Headline berita memuat seorang pria berkulit hitam dengan nama A. Dia adalah pria yang menaungi dunia hiburan di kota itu, pria itu membunuh beberapa artis serta melukai beberapa orang yang berada di kamarnya setelah tahu penisnya tak bisa ereksi lagi.
Shion melihat berita itu, dia tahu bahwa Naruto melakukan hal gila tersebut. Tapi kapan dia melakukannya? Shipn memijit pangkal hidungnya melihat aksi Naruto, apakah dia harus melaporkan ini pada polisi? Atau?
Wanita itu kemudian melihat berita lain tentang pemuda yang menjadi pengusaha sukses yang di gugat cerai oleh istrinya, Sasuke Uchiha adalah sahabatnya bersama Naruto dan Kiba.
"Naruto... Sejauh mana balas dendammu itu?"
Pemuda penyabar, suka bercanda, dan selalu berfikir positif bisa menjadi sosok lain yang melakukan apapun demi memuaskan tujuannya. Hacking, melakukan hal yang tak terduga, hingga membuat sahabatnya menjadi gila.
Shion berpikir jika Naruto mempunyai segudang rahasia yang disimpan olehnya.
Tapi dia harus memutuskan suatu hal, berada dibelakang Naruto dan membantunya, atau menjauhi pemuda itu.
Shion harus memilih saat ini.
Helaan napas keluar dari mulut Shion. "Ck, pilihan sulit." Setelah keluar dari Rumah sakit, Shion diberikan pilihan oleh Naruto, dan dia harus memutuskannya. "Seminggu lagi."
...
..
.
TBC
Kediaman Inuzuka, pemakaman Kiba Inuzuka tak didatangi oleh siapapun, hanya Ibu serta Kakaknya saja. Keduanya seolah tak memperdulikan kisah tragis yang diterima oleh pemuda itu.
"Kita pergi Hana."
"Baik kaasama."
Keduanya pergi meninggalkan pusara yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi Kiba. Beberapa saat kemudian, sosok Naruto datang dengan sebuah bunga mawar merah tua di tangannya, dibelakang Naruto ada sosok Kushina yang saat ini berdiri dengan wajah tertunduk. Namun, jika dilihat lagi secara seksama, Kushina memakai sebuah syal berwarna merah untuk menutupi sesuatu.
"Aku senang jika Kiba mati."
"..."
"Kau senang kan, kaasan? Ah tidak, Kushina? Bagaimana perasaanmu? Ini masih satu, belum selanjutnya."
Kushina menggigit bibir bawahnya, Naruto berubah drastis.
Pemuda itu berbalik menatap Kushina dengan Shappire gelap yang tajam itu. "Kau mengerti bagaimana rasa sakit di hatiku melihatmu bermain dengan para bajingan di luar sana?"
"..."
Kushina merasakan hawa intimidasi yang sangat kental keluar dari tubuh Naruto. Dia merinding mendengarkan perkataan Naruto barusan, pemuda itu tak bermain-main dengan perkataannya barusan.
"Kau senang bukan? Satu persatu, mereka tumbang dan masuk ke dalam liang lahat ini."
"..."
"Dosa? Apa itu dosa? Heh, tak ada dosa di kamusku Kushina."
"Kumohon hentikan Naru."
"Menghentikan ini? Ingatlah kembali, kau melarangku bermain dengan wanita, sementara kau bermain dengan pria. Hey, hey, bagaimana jika aku memberikanmu pada anjing diluar sana untuk diperkosa?"
"..."
"Kushina, Kushina... Lebih baik diamlah, dan jadilah wanita penurut, karena di lehermu ada kalung khas seorang budak." Naruto menyeringai, dia menjilati pipi putih Kushina dan meremas payudara wanita itu dengan lembut. "Aku harus membuang rasa jijik untuk menyetubuhi tubuh seksimu ini, Kushina. Bersiaplah nanti malam."
Air mata Kushina turun melewati pipinya.
