...

Naruto by Masashi Kishimoto.

Pairing: Naruto x Kushina, slight ... X Kushina, Slight Naruto x Shion.

Warning: Seinen, Mature content, ofc Incest, Lemon, Lime, Smut, Pwp? OOC, AU, typo.

...

Chapter 6

Shion terus menyelidiki bagaimana Kiba bisa tewas di rumah sakit jiwa Konoha, serta Ibunya yang seolah tak perduli dengan nasib yang menimpa anak lelakinya itu. Shion terus menyelidiki, bahkan setelah dia bersama Naruto menjenguk Kiba, dia juga melihat Kiba yang tubuhnya bergetar ketakutan saat melihat Naruto. Berbeda dengan sifat asli Kiba yang urakan seperti seorang Alpha.

Kiba Inuzuka, salah satu pewaris yang dicoret oleh keluarganya dan hanya Hana Inuzuka yang menjadi pewaris tunggal dari keluarga konglomerat itu. Shion baru mengetahuinya setelah dia mendatangi makam dari Kiba Inuzuka, sebelumnya dia juga melihat Kushina dan Naruto sedang berada di sana untuk mengunjungi makam itu.

Shion tak terkejut dengan perlakuan Naruto terhadap Ibunya itu, Shion bahkan memakluminya karena Naruto sendiri sudah sangat kecewa dengan orang-orang disekitarnya, salah satu sifat Naruto ada penyabar. Pemuda pirang itu sungguh sabar sebenarnya.

Shion terus menunggu hingga keduanya pergi, Shion sendiri melihat batu nisan yang tertancap di atas tanah, kedua matanya menatap nanar sosok pemuda berambut coklat yang berakhir tragis seperti ini. Tapi dia tak akan menyalahkan Naruto walaupun pemuda itu yang mengakibatkan Kiba tewas.

Mungkin Shion harus mengatakan pilihannya pada Naruto. Ya, dia harus ke tempat tinggal Naruto.

Wanita itu bergegas pergi setelah meletakkan sebuah bunga pada makam Kiba, dia melihat sebuah alamat yang tertera di ponsel pintarnya. Shion segera mencari taksi untuk pergi ke sebuah alamat dari tempat tinggal Naruto.

Setelah sampai, Shion berjalan masuk ke sebuah tempat yang mungkin jarang dilewati manusia, kedua mata Shion melihat sebuah rumah sederhana yang tak jauh dari tempatnya berdiri, dia segera ke tempat tersebut.

"Ahhh, Naruto... Kaasan mohon..."

Shion mengintip melalui celah di jendela rumah itu, dia melihat Kushina yang tengah dipeluk oleh Naruto, tubuh mereka telanjang bulat dengan Naruto yang tengah memasukkan kelaminnya ke dalam vagina Kushina, keduanya duduk di sebuah sofa besar.

Shion menutup mulutnya, wajahnya merona melihat pergumulan mereka, dia juga melihat kalung yang dikenakan oleh wanita berambut merah panjang itu. Shion menatap Kushina yang tengah menikmati dirinya di setubuhi oleh putra semata wayangnya itu. Wanita merah itu seolah sangat menikmati pergumulan tersebut.

"Tubuhmu ini sudah dipakai berkali-kali, tapi vaginamu tetap sempit... Ugh! Sialan! Penis para lelaki diluar sana ukurannya sebesar apa, sehingga kau terlena?!"

Naruto dengan kasar mencubit puting susu Kushina, dia menariknya ke atas dan ke bawah. Shion yang melihatnya pun mengalihkan wajahnya ke arah lain, Shion beranjak dari tempat itu lalu bersiap untuk pergi, namun dia mengetik sebuah pesan untuk Naruto dan pergi meninggalkan tempat itu.

Shion meninggalkan Naruto dan Kushina yng sedang memadu kasih.

"Kau sama saja Naruto, sama saja seperti mereka."

Shion menatap langit malam yang indah di atas sana.

"Tapi aku tak masalah jika kau berada di jalan kegelapan."

...

..

...

Beberapa minggu kemudian, A yang beberapa waktu lalu menjadi Headline berita ditemukan tewas dengan lubang duburnya yang bersimbah darah. Para polisi menduga jika para tahanan di sana memberikan sebuah perlakuan istimewa bagi pria itu. Killer Bee selaku adik dari A pun tak bisa berbuat macam-macam setelah mendengarkan penjelasan dari penjaga penjara.

Dia sepertinya harus menemukan sosok dibalik semua ini. Dimulai dengan sosok yang membuat kakaknya menjadi mandul serta tak bisa ereksi. Killer bee menyuruh beberapa bawahannya untuk memeriksa kamera pengawas yang ada di dalam kamar kakaknya, dimulai dari beberapa bulam sebelum kejadian dimana kakaknya mengamuk.

Killer Bee terus menganalisa rekaman demi rekaman, hingga dia mendapatkan sebuah adegan dimana sang Kakak yang tengah tertidur dengan para artis serta wanita sewaan lainnya, dia melihat seseorang tengah masuk melalui jendela kamar dan menyuntikkan sesuatu pada penis kakaknya.

Pekerjaan dari sosok itu terbilang sangat rapih, dia pun menyuruh para anak buahnya untuk memeriksa beberapa rekaman di luar rumah besar itu. Dia juga mendapati sosok itu yang tengaj berlari ke arah sebuah bangunan yang tak jauh dari mansion itu.

Dari balik bangunan, sosok itu keluar dengan sebuah masker, namun tidak dengan rambutnya yang tak tertutupi oleh apapun.

"Pirang jabrik? Aku seperti mengenalnya."

Killer Bee mulai mengingat siapa sosok itu, entah kenapa dia pernah melihatnya namun dia tak ingat.

"Kushina Uzumaki... Orang yang ditemui kakak..." Seringai terpampang di wajahnya, dia kembali mencari data tentang Kushina Uzumaki. "Naruto Uzumaki? Dan ayahnya yang sudah meninggal? Minato kah? Saingan dari Kakak?"

"Boss, anda sudah menemukannya?"

"Mabui kah? Suruh beberapa orang untuk mencari sosok Naruto Uzumaki, dia sangat mencurigakan." Mabui mengangguk mengerti, dia lalu pergi dan menyuruh beberapa anak buah Killer Bee untuk mencari informasi tentang Naruto.

...

...

Seminggu berlalu, tak ada yang mampu mencari informasi tentang Naruto, tapi Killer Bee yakin jika pemuda itu masih berkeliaran di sekitar kota Konoha. Pria itu memutar otaknya untuk kembali melakukan pencarian terhadap Naruto, tapi hasilnya tetap nihil.

Pemuda itu seperti belut yang sangat licin untuk ditangkap, tak ada tanda-tanda pemuda itu akan muncul di sekitar kota. Mungkin dia sudah menghilang dari kota Konoha setelah tahu kakaknya tewas dipenjara.

Atau...

"Killer Bee, adik dari A yang telah memadu kasih dengan Ibuku. Well, kenapa sampai seorang pria yang tak suka main dengan wanita mencariku sampai sejauh ini?"

Killer Bee mendapatkan jackpot. Orang yang ia cari selama seminggu ini telah datang.

"Kau bertanya-tanya kenapa aku bisa berada di tempat persembunyianmu? Jangan terkejut seperti itu, penjagamu juga sudah dilumpuhkan." Naruto berjalan mendekati Bee, mereka berdua saat ini berada di sebuah mansion yang ada di tengah kota Konoha. "Seharusnya kakakmu itu tak menyentuh barang milikku yang sudah kotor itu, Bee."

"Memangnya kenapa? Apa kau tak suka jika Kushina menjadi barang Kakakku? Kau marah akan Ibumu yang menjajakan tubuhnya pada Kakakku?"

Killer Bee dikejutkan kembali dengan suara tawa menggema di ruangan itu, dia melihat sosok yang telah membuat kakaknya tewas di penjara dengan tatapan tajam.

"Jika kakakmu membunuhnya pun aku tak masalah, Killer Bee-san."

"Lalu kenapa kau membunuh kakakku?"

"Karena dia menyentuh barang berhargaku."

"Barang berharga?"

"Vagina Kushina."

Suaranya begitu dingin dan tak berperasaan sama sekali.

Detik selanjutnya, suara tembak terdengar menggema di ruangan tersebut.

...

..

.

TbC

...

...

Kushina dibuat tak percaya saat melihat televisi di rumah kayu itu, dia mendapati sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan adik dari A. Diketahui juga, para polisi sulit mengidentifikasi siapa yang membunuh Killer Bee yang tewas dengan luka tembakan di kepalanya.

Tak ada yang mengetahuinya, para penjaga juga tak mengetahui siapa pelaku yang membuat mereka tak sadarkan diri. Kamera pengawas pun tak ada yang petunjuk sama sekali.

Semua bukti telah di hapus oleh pelaku untuk meninggalkan jejak.

Namun, Kushina tahu siapa yang membunuh Killer Bee.

"Boo! Kau pasti berpikir jika aku yang membunuhnya?"

"So-sochi?!"

"Jika aku bilang itu benar, bagaimana?"

"Ka-kau pembunuh!"

"Lalu siapa yang menciptakan pembunuh seperti kalau bukan kau, Kushina!"

Gigi-gigi Naruto bergemelatuk keras, dia menatap Kushina dengan shappir tajam miliknya.

"Bunuh saja aku Naruto! Supaya kau-"

"Kau apa hah?! Kau pikir dengan membunuhmu, aku akan puas? Tidak Kushina." Naruto mendekati Kushina yang tengah dud di kursi sofa, dia mengangkat kedua kaki telanjang Kushina, dan memasukkan penis ereksinya ke vagina wanita itu. "Aku tak bisa mencari vagina seperti milikmu ini jika aku membunuhmu Kushina, kau harus tahu itu."

Kushina membelalakkan matanya terkejut. "Jadi kau hanya mencari kepuasanmu saja?"

"Perasaan cintaku padamu hilang, digantikan hawa nafsu yang membara." Naruto tertawa sembari menyemprotkan spermanya ke dalam vagina Kushina. "Vagina sempitmu ini sangat nikmat Kushina."

Dan Naruto melanjutkan acara seks nya dengan Kushina.