Ninja Super

Summary: Naruto Uzumaki adalah pahlawan dunia shinobi ke-empat. Itu kenyataan. Tetapi sayangnya dia mati di pertempuran. Pindah ke dunia lain dan bertemu orang tuanya? Dia sangat mau DATTEBAYO!

Disclaimer: Semua di fic ini punya pemilik aslinya. Author hanya meminjam. Hehe peace.

Chap 4 : Ninja Berjumpa Keluarga!

.

.

.

.

Berada di dalam benda mengapung ini merupakan pengalaman baru terutama untuk Naruto. Apalagi dia bisa mengamati keadaan di luar dan melihat berbagai gedung yang berbeda tinggi di bawah sana.

"-dan begitu lah akhirnya."

Lalu seperti janjinya, Naruto menceritakan pertempurannya dengan Python. Mengejutkan mereka berempat tidak menanyakan energi 'chakra' pada Naruto.

"Kau meledakkan Python hingga tak meninggalkan sisa?" Jeanne menyengir. "Keren!"

Le Fay menggeleng dengan sikap Jeanne.

"Itu bukan hal yang patut dibanggakan," kata Le Fay, menatap Naruto dengan ekspresi khawatir, "Python tidak sempat menggigitmu benar Naruto?"

Naruto menggeleng.

"Belum. Dan aku tidak akan membiarkannya jika aku bisa mencegahnya," balas Naruto.

Saber mengangguk, menyetujui perkataan Naruto.

"Jadi uhh…" Naruto menatap Jeanne dan Saber. "…kalian terlihat seperti saudara kembar."

Jeanne dengan Saber menatap Naruto.

"Kau tidak salah. Kita memang saudara," jawab Jeanne, menunjuk dirinya sendiri dan menyengir, "kuulang perkenalanku. Kode namaku Ruler. Nama lengkapku Namikaze Jeanne."

"Saber tidak lain hanya kode namaku. Nama asliku Namikaze Yuuto." Saber, atau Yuuto, menjelaskan pada Naruto.

Naruto tercengang menyadari nama belakang mereka berdua. Dia sangat tak menduga bahwa dua-duanya adalah… saudaranya.

"Aku bukan bermaksud menghancurkan harapanmu," kata Kyuubi, "tapi ingat lah kita sedang berada di dunia lain. Kita tidak tahu berapa banyak orang yang memakai marga 'Namikaze' di luar sana."

Tapi mereka berdua bilang kalau wajahku mirip seperti ayah mereka berdua. Naruto berargumen. Bukankah itu bisa menjadi bukti yang cukup meyakinkan?

"Kau benar juga," Kurama takjub, "aku senang otakmu berfungsi juga pada akhirnya. Ini sungguh keajaiban."

Hey!

"Tetap saja ada baiknya kita harus selalu waspada."

Ya, ya. Aku tahu maksudmu.

Suara Asia terdengar lewat speaker.

[Kalian tidur lah. Kemungkinan besar perjalanan kita akan membutuhkan waktu lama.]

"Oke Asia-chan," ujar Jeanne.

"Baik Asia," jawab Le Fay.

Mereka berdua lalu tertidur di masing-masing kursi.

"Aku mungkin akan terjaga sampai kita tiba di markas," kata Yuuto.

"Markas?" Naruto penasaran. "Kalian punya tempat persembunyian sendiri?"

Yuuto mengangguk. "Bisa dibilang begitu."

"Huh, kedengarannya mengesankan," kata Naruto menyengir, "terletak di mana?"

"Kau akan tahu nanti," balas Yuuto.

Naruto berkedip lalu mengangguk, penasaran bagaimana bentuk tempat persembunyian mereka.

Sementara Jeanne dan Le Fay tenggelam ke alam mimpi, lain halnya dengan Yuuto.

Yuuto menyadari gerak-gerak Naruto yang terus mengamati sekitar pesawat dengan penasaran. Dia berpendapat bahwa ini pertama kalinya Naruto menaiki pesawat dan memilih membiarkannya.

"Ngomong-ngomong apa kau memiliki darah youkai, Naruto?" tanya Yuuto.

Naruto keheranan. "Apa itu youkai?"

Yuuto tidak menyangka balasan seperti ini. Tetap saja ini memberikan petunjuk lain yang cukup membuatnya puas.

"Youkai adalah spesies asli dari Jepang. Mereka semacam makhluk dengan kemampuan untuk berganti wujud ke bentuk manusia namun masih memiliki fitur youkai-nya." Yuuto menunjuk wajah Naruto. "Dan tanda di pipimu itu membuatku berpikir kalau kau memiliki darah youkai tipe kucing."

Naruto kesal pada Yuuto.

"Aku bisa jamin aku bukan youkai," kata Naruto, "dan tanda di pipiku ini tanda lahir."

Yuuto mengangguk. Dia menengok ke samping sehingga Naruto tidak melihat ekspresi seriusnya. Kelihatannya ayah punya rahasia yang dia sembunyikan.

Di dalam ruangan khusus dengan meja lebar dan delapan kursi. Lima dari kursinya diisi oleh lima orang dari kalangan berbeda tetapi tujuannya sama persis. Hal ini terbukti dengan pakaian yang mereka kenakan mirip tapi dengan beberapa tambahan.

"Sebelumnya aku berterima kasih atas kedatangan kalian," kata Asakura Tatsuya(penampilan mirip dengan karakter Shiba Tatsuya), pria berambut hitam dan mata biru dengan tenang menatap empat sahabatnya, "mengenai topik rapat kali ini aku ingin bertanya padamu, Stephen, bagaimana keadaan Sonia Belmont dan Gasper Belmont?"

"Mereka berdua baik-baik saja," kata Stephen Strange si Sorcerer Supreme ketiga, ekspresinya terlihat bersalah karena sesuatu.

"Jangan murung begitu dattebane," kata Kushina, wanita berambut merah panjang dan matanya ungu, "itu bukan salahmu. Setidaknya mereka masih selamat."

"Tetap saja jika terlambat sedikit mungkin mereka akan..."

"Kau tidak tahu kalau ternyata makhluk kuno yang sudah ada sebelum kau lahir mengincar mereka," ujar Minato, "lagi pula saat itu kau masih Sorcerer muda yang ingin membantu temanmu. Jadi wajar jika pengalamanmu belum cukup untuk membuat penghalang lebih kuat."

"Sebetulnya ini membuatku cemas," kata Heracles, pria bertubuh tegap dan lebih besar dari sisanya, "karena sebagian monster tua dari Yunani hanya mau menuruti perintah Gaea maupun Typhon. Dan seingatku Gaea masih 'tertidur' sementara Typhon masih terjebak di bawah Gunung Etna."

"Setidaknya apapun yang diinginkan Python tak akan tercapai… untuk saat ini." Tatsuya menatap Stephen. "Saber sempat mengabariku kalau anak sahabatmu terlihat ketakutan sampai dia mengatakan "Kelompok pria gagak.". Apa ini adalah alasan mengapa kau ingin menyembunyikan eksistensi Gasper Belmont dari Fraksi Dhampir?"

Stephen mengangguk. "Jika Fraksi Dhampir tahu keberadaan Gasper, aku takut perang akan berkobar di Gehenna. Hal terakhir yang kuinginkan adalah mereka tahu alasan sebenarnya mengapa Sonia tidak ingin anaknya hidup di daerah kekuasaan malaikat jatuh."

"Pindah ke topik lain, kali ini menyangkut berita mengejutkan yang dibawakan Saber." Tatsuya beralih pada Minato dan Kushina. "Cinta kalian abadi bukan?"

Kushina menyeringai.

"Tentu saja dattebane! Cintaku dan cinta Minato bahkan melampaui kematian itu sendiri!"

Heracles terkekeh sementara Stephen menghembuskan nafas.

"Bagus." Tatsuya puas. "Karena Saber menemukan seorang anak usianya remaja dengan penampilan mirip Minato."

.

.

.

Kushina berekspresi kelam ketika melirik Minato.

"Minato-kun~, kau ingat bukan apa yang akan terjadi jika kau selingkuh dariku?"

Minato tersenyum gugup dan lebih memilih menatap Tatsuya. "Bisakah kita melihat penampilan anak ini?"

Tatsuya mengangguk, mengambil remot khusus dan mengarahkan remot ke tengah meja. Berkat kamera pengawas di X-Jet, hologram wajah remaja ini bisa terbentuk dan dilihat oleh mereka semua.

Minato dan Kushina tercengang ketika menyadari siapa anak ini.

Naruto melihat keluar jendela dan melihat lautan dan banyak gunung es dengan berbagai ukuran.

Yuuto terkekeh mengamati sikap Naruto.

"Baru pertama kali di samudera antartika sebelumnya?"

Naruto menyengir dan menggaruk rambutnya. Tak bisa dipungkiri Naruto kagum dengan yang tadi dilihatnya.

[Yuuto. Bisakah kau membangunkan Le Fay dan Jeanne?]

"Serahkan padaku."

Berdiri dan mendekati mereka berdua, Yuuto menggenggam bahu masing-masing.

"Kita sebentar lagi sampai, ayo bangun."

Le Fay menguap dan menggosok matanya. Le Fay menampar pipinya sendiri agar dia tidak lagi kembali tidur.

"Unnghh… 5 menit lagi bu."

Naruto menyengir melihat sikap Jeanne.

Yuuto menyeringai tipis.

"Tidak bangun berarti koleksi musikmu akan ibu buang," ancam pura-pura Yuuto.

Jeanne langsung bangun dan melompat ke lantai.

"Aku bangun! Aku bangun! Aku bangun! Aku bangun!" seru Jeanne yang panik.

Jeanne kemudian sadar kalau dia masih berada di dalam X-Jet. Aksinya tadi mengundang tawa dari Naruto dan senyuman dari Le Fay.

"Aku benci kau," kata Jeanne yang kesal pada Yuuto.

"Sama-sama, Dik," kata Yuuto terkekeh.

Pesawat ini kemudian berhenti di sisi laut khusus tetapi masih melayang di atasnya. Perlahan landasan mirip dengan landasan helikopter namun begitu luas berwarna hitam naik dari kedalaman laut.

X-Jet mendarat tepat di tengah landasan ini.

Saat tempat mendarat itu bergerak turun, lapisan kaca naik dari pinggiran landasan hingga melebihi tinggi X-Jet dan melindungi X-Jet beserta sekitarnya dari air.

Begitu sudah turun lebih jauh, lapisan besi penutup menyegel bagian atas sehingga air tidak dapat masuk. Seketika cahaya muncul dari banyak kristal yang terletak di berbagai sudut permukaan batu. Menyala satu demi satu saat landasan turun melewati benda-benda sihir ini.

Naruto menempelkan wajahnya di jendela karena begitu kagum dengan apa yang dilihatnya. Woah. Ini mengesankan dattebayo!

"Kau membuatku malu dengan sikapmu ini Naruto," kata Kurama.

Hey! Pengalaman seperti ini begitu langka bagiku Kurama. Naruto membalas cepat. Lagi pula kapan lagi kita bisa lihal hal sekeren ini coba?

"…zzz…."

Naruto kesal menyadari Kurama mengabaikannya dengan tidur.

[Bagaimana menurutmu markas kami, Naruto?]

Naruto menengok ke speaker.

"Mengesankan Asia," balas Naruto senang.

[Aku senang mendengarnya. Karena apa yang kau lihat sekarang belum termasuk bagian dalam.]

Belum termasuk bagian dalam? Naruto terkejut. Berarti masih banyak yang akan kulihat…

Jeanne mengejutkan Naruto dengan melilit lengannya di leher pemuda ini.

"Akan kuantar kau berkeliling nanti," ujar Jeanne riang, "dan aku berani jamin kedatanganmu kemari tidak akan sia-sia Naruto!"

"Kelihatannya begitu," balas Naruto yang sama riangnya.

Yuuto berkedip, cukup terkejut melihat sikap Jeanne. Adiknya itu memang gampang bersikap akrab dengan orang asing, tapi sampai tidak keberatan mengalami kontak fisik?

Bahkan ketika Jeanne berteman dengan anak seumurannya di organisasi ini membutuhkan waktu beberapa hari sebelum akhirnya menjadi begitu dekat.

Ini aneh. Yuuto mengerutkan keningnya. Sangat dan benar-benar aneh.

Jika ada hal yang tidak disukai Yuuto, yaitu teka-teki yang membuatnya penasaran.

Le Fay memiringkan kepalanya melihat kedekatan Naruto dan Jeanne. Melihat dari bentuk wajah dan warna iris mata dua-duanya, orang lain bisa dengan mudah salah mengira kalau Naruto dan Jeanne adalah saudara.

Tunggu sebentar. Karena situasinya damai Le Fay beralih ke Yuuto lalu ke Naruto dan Jeanne, mampu mengamati mereka bertiga secara teliti. Ini firasatku saja atau…

[Kita sudah sampai. Waktunya turun semuanya].

Pintu pesawat terbuka menurun lalu mereka berlima turun keluar. Lapisan kaca yang tadi menyelimuti pesawat ini mulai turun sehingga mereka berlima bisa keluar dari jalur landasan.

Naruto melebarkan matanya saat mengamati lingkungan dalam penglihatannya.

Mengandalkan penerangan dari kristal yang cukup terang di sekitarnya, Naruto bisa melihat kalau dia sedang di atas jembatan besi yang dibuat memiliki beberapa cabang. Setiap cabang ini terhubung ke beberapa jalur berbeda yang ujungnya berakhir di pintu besi dengan simbol 'X' sama persis.

Menengok ke bawah, Naruto melihat air mengalir walau cahaya di bawah minim penerangannya. Mata birunya berkeliaran lagi dan melihat banyak dinding batu walaupun dinding ini terletak sangat jauh dari jembatan.

Seperti di gua. Naruto berpendapat. Tapi jauh lebih enak dipandang dari gua pada umumnya.

"Jika dilihat dari atas, jembatan-jembatan ini berbentuk seperti huruf 'X' dengan tempat landasan pesawat di bagian tengah," jelas Asia di samping Naruto.

"Huh. Bagus kurasa," balas Naruto kagum.

Mereka berlima bergerak mendekati salah satu pintu besi.

"Siapa yang mau mencobanya?" tawar Asia, tersenyum pada yang lain.

Le Fay menekan jempolnya di layar hologram merah yang terletak di samping pintu. Warna hologram berubah ke hijau dan seketika pintu terbelah layaknya lift.

Mereka berlima masuk dan menyadari sudah ada dua orang dewasa yang menunggu mereka berlima di depan.

Naruto merasa waktu di sekitarnya berhenti saat melihat dua-duanya.

"Ayah! Ibu!"

"Bagaimana misi tadi dattebane?"

"Misi pertama terlalu mudah. Tapi misi kedua ya… Naruto yang menyelesaikan walaupun dia belum menjadi anggota X-Men," sahut Jeanne riang, yang sudah mendekati Minato dan Kushina.

Dia kebingungan, sadar bahwa orang tuanya tidak merespon perkataannya. Mengikuti arah mata mereka berdua, dia keheranan saat Naruto dengan orang tuanya saling pandang.

"….."

"….."

"….."

Naruto tidak menahan air matanya ketika sadar bila tujuannya ke dunia ini sudah tercapai sekarang.

Kushina dan Minato menunjukkan ekspresi gembira.

"Ayah… Ibu…." Naruto hanya mengucapkan beberapa kata. Namun sangat bermakna di telinga dua orang dewasa ini.

Kushina pecah tangisannya saat sadar bahwa pemuda ini benar-benar Naruto. Anaknya yang dia dan Minato tinggal hidup sendirian di dunia ninja karena takdir yang tidak berpihak pada mereka.

"Oh Naruto..."

Putra dan ibunya langsung berpelukan erat.

Mereka berempat melihat adegan di hadapan mereka dengan emosi campur aduk. Apalagi Yuuto dan Jeanne yang akhirnya mulai paham siapa Naruto itu sebenarnya.

Jadi ini rahasia yang orang tuaku sembunyikan. Yuuto lega. Rupanya lebih ringan dari yang kupikirkan.

Minato menatap Le Fay, Asia, Jeanne dan Yuuto dengan senyum tipis.

"Aku akan menjelaskan semuanya di ruang istirahat," kata Minato, "kuyakin kalian berempat punya banyak pertanyaan. Terutama kau Jeanne, Yuuto."

Yuuto dan Jeanne perlahan mengangguk. Dua-duanya sadar bahwa orang tua mereka akan menjelaskan sesuatu yang termasuk ke dalam kategori mengejutkan.

.

.

.

.

T-B-C

.

.

.

.

Balas review:

Dius: sudah lanjut ni reader!

bAhmad: mantap. Makasih boy karena udh nunggu.

Hell yeah! Pertemuan naruminakushi sudah d chap ini.

Semoga memuaskan :)

Jomblongenes: sudah ni d chap 4. Semoga memuaskan ya bro :)

asep99229: mungkin wordnya akan ditambah bila author sudah berani :)

Karena ya author ingin pelan-pelan menjelaskan hal lain sebelum fokus ke penambahan word.

Guest: wah, kayaknya ga mungkin ni. Abis ya author ga ada rencana buat lama-lama bikin skenario naruto lupa ingatan atau semacamnya tanpa ada alasan bagus.

Apalagi banyak fic yg reinkarnasi naruto dari dunia shinobi ke dunia dxd(dengan kekuatan berbeda) dan masih punya ingatan lamanya. Jadi mustahil yes :)

Reias: Hmm, mengenai senjutsu rikudo kita lihat saja nanti.

Teguh: wukeh reader :D

Kun-Til: di chapter 1 sudah dijelaskan akan ada unsur Ultraman :)

Hehe peace.

ryokusuma99: wkwkw. Pastinya bro. Ntar juga ada pastinya.

Paijo Payah: Yap! Betol sekale ^_^

Dimas Kurosaki: Karena aku suka nulis aku update :v...

AN:

Ninja Super akhirnya update! Yeah!

Arc 1 pertama selesai. Chap 5 sudah memasuki arc berikutnya.

Bagaimana pertemuan naruminakushi? Semoga memuaskan bagi yang telah menunggu adegan itu :)

Sambil update chap 4 NS Author juga sempat posting fic romance narutoxhyouka one-shot. Cek dan review jika kalian mau. Paham pembaca?!

Baca dan review kalau kalian suka. Oke?!

Peace.