Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Summary :Dunia Shinobi selalu dihadapkan dengan perang, para penjajahakan selalu datang. Sekali lagi, ada pihak yang menginginkan kehancuran dunia Shinobi. Apakah Sang Pahlawan akan kembali mempertahankan perdamaian?, meskipun dia telah kehilangan seluruh dunianya.
Genre : Romance, Drama, Family, Adventure
Rate : M
Pair : NaruSaku, Pair lain nyusul
Setting : Semi-Canon
Warning : OOC, MultiUniverse, Ide pasaran, Gaje,Berantakan
(semoga kalian bisa menangkap, apa yang saya ingin sampaikan)
Happy reading...
Masa Lalu Sang Pahlawan
•
•
"Sebaiknya kita segera ke atas tebing wajah Hokage, yang lainnya sudah disana"
Pernyataan tersebut membuat Sasuke tersadar dari ketidakpercayaan melihat Naruto yang melayang didepannya. Sasuke merasa sedang bermimpi, dia hanya mengangguk. Masih dengan Susanoo yang aktif Sasuke terbang mengikuti Naruto yang sudah meluncur terlebih dahulu.
"Nanti akan kujelaskan semuanya di sana" Sahut Naruto yang didepannya.
Tak lama kemudian mereka sampai keatas tebing monumen Hokage. Disana sudah ada Kakashi, Shikamaru, Sai dan Sakura. Naruto mendarat dengan sempurna dan Sasuke menyusul setelahnya.
"Yo semuanya, lama tak bertemu, mukamu semakin jelek saja Kakashi-sensei" Sapa Naruto sesaat sebelum mendarat disana.
Semua orang disana nampak terkejut melihat pemuda pirang. Bahkan Kakashi tak membalas olokan muridnya itu.
Sakura menatap kedatangan Naruto dengan sulit diartikan. Dia kelihatan lega dan sekaligus resah dengan bersamaan. Tadi dia sedang merawat korban luka-luka di bungker desa ketika Sai datang dan mengatakan jika Naruto telah kembali. Awalnya dia tak mempercayainya, tetapi ketika melihat sosok itu berdiri disana membuatnya merasa seperti sedang bermimpi.
Air mata menumpuk dipelupuk mata Sakura. Ia ingin menerjang dan menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan sosok yang dirindukannya. Tapi tubuhnya mendadak kaku dan tak bisa digerakkan seujung jari pun. Dengan kasar ia mengusap air matanya dan bercoba bersikap seperti biasa.
Shikamaru yang pertama tersadar langsung membuka pembicaraan.
"Setelah sekian lama menghilang kuharap kau memiliki alasan logis untuk menjelaskannya, kuharap kau tidak bermain-main dan mengerjai kami, Naruto" Sahut Shikamaru dengan wajah serius.
"Yo Shikamaru, kau terlihat tua jika serius seperti itu" Balas Naruto mengabaikan pernyataan Shikamaru.
"Kuharap kau tidak membawa kabar buruk Naruto" Kakashi tiba-tiba bersuara.
Sontak seluruh mata memandang kearahnya, merasa dipandang Kakashi hanya mengangkat bahu.
"Kedatangan Naruto pasti ada kaitannya dengan serangan barusan 'kan?" Lanjut Kakashi mengundang anggukan semua orang disana.
"Wah, ternyata jubah Hokage mu bukan sekedar pajangan Sensei" Balas Naruto dan menonaktifkan mode Senjutsu Rikudo yang sejak tadi digunakannya. Bola-bola gedoudama dipunggungnya menghilang. jubah cakra keemasan digantikan oleh jubah pendek berwarna putih.
"Nanadaime Hokage!?" ucapan Sasuke dibelakang Naruto menimbulkan raut kebingungan dari semua orang disana.
"Oh ini" Ujar Naruto dan membalikkan badan hingga setiap mata mampu melihat punggungnya. Ibu jarinya menunjuk kanji yang tertulis di dibelakang jubahnya.
Sepertinya, julukan ninja penuh kejutan masih melekat pada sosok Naruto Uzumaki.
Tak cukup terkejut dengan Naruto yang bangkit dari alam kubur. Mereka kembali dikejutkan oleh Kanji Nanadaime Hokage yang tertulis di jubah putih bermotif jilatan api dibawahnya.
"Sebenarnya aku berasal dari universe lain, Aku sudah diangkat menjadi Hokage ketujuh menggantikan Kakashi-sensei dari universe asalku yang tewas ketika perang melawan Momoshiki" Sambungnya sambil melirik Kakashi dari sudut matanya.
Kakashi tertawa renyah seolah perkataan Naruto adalah lelucon baginya.
"Entah kenapa, aku tak terlalu terkejut mendengarnya" ucap Kakashi diselawa tawanya.
"Kau memang selalu tampak hidup segan mati tak mau Kakashi sensei"
"Apa maksudmu universe lain Naruto?"
"Aku akan menjelaskan tentang itu nanti bersamaan dengan menjelaskan tujuanku pergi ke universe ini"
"Jadi, kau mau menjelaskan maksud kedatanganmu, Naruto" Kali ini raut wajah serius Kakashi membuat suasana sedikit tegang.
Naruto mengangguk.
"Tentu, tapi tidak disini, apakah-" Naruto menghentikan perkataannya karena merasakan kedatangan empat aura makhluk dari balik pepohonan didekat sana. Dahinya sedikit mengerut dan matanya memicing kearah sumber datangnya aura.
Mereka semua kebingungan melihat Naruto tiba-tiba diam tak melanjutkan perkataannya. Sai pun yang sedari tadi diam angkat suara.
"Naruto-kun ada-"
"PAPA" Begitulah teriakan khas anak kecil yang memotong pertanyaan Sai. Seluruh mata mengarah ke sumber suara.
Dari balik pepohonan sekarang gadis kecil memakai jubah coklat bertudung berlari kearah mereka. Kemudian diikuti oleh kedatangan tiga sosok yang lain. Seekor rubah seukuran Akamaru berekor sembilan berbulu oranye dan Seekor rakun coklat yang membawa seorang bayi berambut pirang di kantong perutnya.
Gadis kecil itu berlari menerjang Naruto. Melihatnya Naruto langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya. tapi tinggal beberapa langkah dari pelukan Ayahnya, gadis itu berhenti. Sapphire jernih gadis itu terbelalak ketika melihat perempuan berambut merah muda diantara mereka.
"Mama?" Gumam gadis itu.
"Hanami itu bukan-"
"Mama" Gadis itu berpindah arah dan memeluk kaki jenjang perempuan berambut merah muda.
Sakura yang sejak tadi berdiri kaku, dikejutkan oleh pelukan gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan Mama.
"Mama aku sangat merindukanmu, Papa bohong padaku, Papa bilang aku tidak akan bertemu denganmu lagi"Entah kenapa, dadanya terasa hangat mendengar gadis bertudung ini memanggilnya Mama. Tubuhnya bergerak sendiri hendak berjongkok dan membalas gadis yang ia tahu bernama Hanami ini.
Namun sepasang tangan berkulit tan menghentikannya. dan menarik tubuh mungil Hanami kebelakang. Memisahkan pelukannya pada kaki jenjang Sakura.
"Hanami sudah kubilang itu bukan Mamamu, Mamamu telah tiada" Ujar Naruto berusaha menahan Hanami yang memberontak. Entah kenapa hati Sakura terasa ngilu mendengar itu.
Air mata berlinangan dari netra biru langit Hanami.
"Papa bohong, itu Mamaku, Mamaku masih hidup, Mama tidak pernah meninggalkanku" Disela-sela tangisnya Hanami sambil mencoba melepaskan diri dari celakanya Naruto. Hingga membuat tudung dikepalanya tersingkap dan menampakkan rambut merah muda sebahu yang sangat mirip dengan milik Sakura.
"Naruto bisa kau jelaskan semua ini" Suara nyaring itu terdengar penuh kemarahan. Sakura tak mengerti kenapa dia sangat marah melihat perlakuan Naruto pada Hanami, dan membuat mulutnya mengeluarkan kata-kata tanpa dia sadari. Padahal ia baru saja mengenal bahkan bertemu Hanami, Sakura merasa ada sesuatu yang mengikatnya dengan Hanami.
Melihat ciri-ciri fisiknya, Mungkinkah perkataan Hanami benar? Mungkinkah Hanami adalah anaknya?
Tapi, bukankah dia belum pernah melahirkan? Jangankan melahirkan, berhubungan seks pun dia belum pernah.
Dan Hanami juga memanggil Naruto dengan sebutan Papa. Apakah mereka dari masa depan? Mungkinkah dimasa depan dia menikah dengan Naruto dan melahirkan Hanami sebagai anaknya? dalam sekejap otak Sakura diisi oleh ribuan pertanyaan dan asumsi tentang status gadis yang memanggilnya Mama itu.
Mendengar ucapan Sakura, secara tidak sadar Naruto mengendurkan cekalannya pada tubuh mungil Hanami. Dan membuat pemilik tubuh itu berhasil melepaskan diri dan berakhir di pelukan Sakura.
Sakura mengangkat tubuh mungil Hanami ke gendongannya. Tak peduli bahunya basah oleh air mata gadis kecil itu. Tangannya mengelus lembut punggung mungil untuk memberikan ketenangan. Netra emerald menatap tajam Naruto, seolah Naruto adalah penjahat yang hendak merebut anaknya.
"Haaah" Naruto mendesah pasrah dan menatap Hamami yang digendong dengan posesif oleh Sakura.
"Aku tahu akan seperti ini jadinya" Ungkap Naruto lelah.
"Bukan seperti itu cara memperlakukan anak kecil, Naruto" Sakura membalas ungkapan Naruto dengan tatapan tajam, seperti seorang istri yang sedang memarahi suaminya.
"Yare-yare, udara disini sangat panas, Sebaiknya kita berteduh di kantor Hokage darurat dan membicarakan semuanya disana" Suara malas Kakashi memecah ketegangan mereka berdua, dan dibalas oleh anggukan beberapa orang yang sejak tadi diam melihat pertengkaran kecil disana.
"Tempat itu tak jauh dari sini dan pernah digunakan saat desa hancur karena serangan Pain dulu" Sambung Kakashi setelah mendapat persetujuan dari mereka.
"Sebelum itu, Para Anbu keluarlah"
Lima orang Anbu muncul dari kepulan asap dan berlutut didepan Kakashi. Mereka adalah pengawal pribadi Rukodaime Hokage.
"Hawk, beritahu para Jonin untuk tetap waspada aku ingin patroli diperketat didinding desa, seluruh kegiatan keluar masuk desa harus dihentikan, para Shinobi yang baru pulang suruh melapor kepadaku ke kantor Hokage darurat"
"Snake, beritahu para Chuunin untuk meningkatkan keamanan di bungker desa, dan para penduduk dilarang keluar, pastikan persediaan logistik tercukupi untuk beberapa hari kedepan""Bear, aku ingin seluruh korban didata secara rinci baik yang meninggal ataupun yang luka-luka, Setelah itu pergilah ke Divisi Komunikasi, suruh mereka mengirim surat ke empat desa besar tentang peristiwa ini"
"Goat, hubungi Divisi Pertahanan dan TI untuk memperkuat kekkai pelindung dan radar desa, aku ingin mereka online dua puluh empat jam dan laporkan padaku jika ada pergerakan yang mencurigakan"
"Wolf, panggil seluruh Petinggi dan Ketua Klan aku ingin mengadakan rapat darurat dua jam lagi, rapat berlokasi di Kantor Hokage Darurat"
"Dan terakhir Sai, jemput Godaime, beliau tadi terjun langsung mengobati korban luka dipusat desa, kurasa beliau ingin bertemu dengan Naruto"
"Baiklah hanya itu, sekarang pergilah"
Kakashi mengakhiri perintah panjang kepada enam orang disana.
"Hai, Hokage-sama" balas mereka serempak dan hilang dengan kepulan asap.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Kantor darurat Hokage. Di paling depan ada Kakashi yang memimpin jalan.
Sakura dibelakangnya, tangan kirinya digenggam erat oleh Hanami seperti takut akan kehilangan sosok Mamanya lagi dan tangan kanannya menggendong bayi tambun berambut pirang, dan memiliki mata emerald sepertinya. Bayi yang bernama Shinachiku itu adalah adik kandung Hanami. Shinachiku awalnya digendong oleh miniatur bijuu ekor satu, tapi Shukaku dan Kurama telah menghilang kembali ke tubuh tuannya. Karena Hanami yang masih marah pada Papanya tak memperbolehkan Papanya menggendong adiknya. Jadilah Sakura yang menggendong bayi pirang itu sekarang.
Di paling belakang Naruto, Sasuke, dan Shikamaru sedang mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan.
Disepanjang perjalanan, Sakura mendengarkan celotehan riang Hanami dan sesekali mencium gemas pipi gempal bayi pirang di gendongannya. Diluar sikap manja dan kekanaan Hanami, Sakura menangkap jika pemikiran Hanami sebenarnya lebih dewasa dibanding anak seusianya. Jika tak mendengar suara cempreng khas anak-anak, Sakura merasa jika sedang berbicara dengan remaja belasan tahun.
Beberapa menit perjalanan mereka tiba didepan Kantor Hokage darurat.
Tempat itu sudah banyak berubah sejak invasi Pain beberapa tahun yang lalu. Pada saat digunakan ketika serangan Pain, tempat ini hanyalah rumah kecil berlantai satu. Tapi setelah Kakashi menjabat sebagai Hokage, tempat ini direnovasi dan sekarang menjadi rumah besar berlantai dua lengkap dengan ruang bawah tanah.
Mereka disambut oleh seorang Ibu yang dipekerjakan oleh Kakashi untuk merawat tempat tersebut. Mereka masuk dan duduk di sofa melingkar diruang tamu. Didepan mereka tersuguh beberapa cangkir dan seceret teh yang masih panas.
"Apa kau mempunyai informasi tentang orang-orang yang menyerang Konoha?"
"Dia adalah Ginshiki Otsutsuki kakak dari Kinshiki Otsutsuki, dia juga adalah salah satu Komandan pasukan khusus Otsutsuki. Dan dia juga tangan kanan Isshiki Otsutsuki, pemimpin tertinggi di planetnya"
Perkataan Naruto mengundang raut kebingungan dari mereka yang disana. Tatapan mereka seolah menyuruh Naruto untuk menjelaskan semuanya.
"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya, kurahap kalian tak menyela sebelum aku selesai.."
Naruto POV on
Pertama aku akan menjelaskan tentang universe. Universe adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Intinya univrese adalah segala sesuatu di dunia ini.
Ada lima universe, setiap universe memiliki tempat, benda, dan makhluk yang sama satu sama lain. Tapi disetiap universe memiliki alur dan garis waktu yang berbeda.
Universe satu lebih cepat tiga tahun dari universe dua, universe tiga tahun lebih cepat dari universe dua. Dan begitupun dengan seterusnya.
Universe tidak seperti dimensi buatan Kaguya yang masih terhubung dengan dunia ini. Setiap universe tidak saling terhubung dan dibatasi oleh celah, sebuah ruang kosong yang tidak terikat oleh waktu. Sebut saja itu sebagai universe gap.
Aku bersama kedua anakku pergi dari universe asal kami melewati portal penghubung yang terdapat di universe gap, jarak satu universe ke universe lain adalah dua tahun mengikuti sebuah arus yang mengalir disana. Dalam universe gap kami tidak terikat oleh waktu, meski selama sekitar sepuluh tahun total kami disana, fisik kami tidak menua sedikit pun. Tapi pemikiran kami terus berkembang. Ini bisa dibuktikan dengan sikap Hanami dan Shinachiku yang lebih dewasa dari umurnya walaupun mereka tidak menyadarinya.
Universe gap adalah tempat yang sangat berbahaya, tempat tersebut tidak menyokong adanya kehidupan. Jika tidak berlindung di dalam wujud cakra Kurama, sudah dipastikan kami akan sirna.
Ketika melewati portal penghubung aku mendapatkan penglihatan yang kuyakini sebagai ingatan Naruto dari universe yang kutuju. Kami selalu menetap selama sebulan untuk memastikan jika Naruto dari universe yang kami tuju sudah mati. Jika ada dua Naruto di satu universe yang sama. Keduanya akan musnah dan dilenyapkan eksistensinya hingga seolah Naruto tak pernah ada, karena itu melawan hukum alam.
Aku akan menjelaskan nasib dunia Shinobi yang terjadi di universe satu sampai empat.
Aku mengurutkan universe berdasarkan garis waktu tercepat.
Di universe satu, dunia Shinobi sudah hancur, dari ingatan Naruto disana, mereka tidak pernah melawan Isshiki, mereka kalah ketika perang melawan Momoshiki. Karena Sasuke yang terbunuh ketika bertarung dengan Naruto di lembah akhir.
Di universe dua, dunia Shinobi juga sudah hancur, Tapi mereka menang melawan Momoshiki dan Isshiki lah yang mengalahkan mereka. Karena Sasuke tidak mati ketika melawan Naruto dilembah akhir. Sasuke mati ketika perang melawan Momoshiki.
Di universe ketiga, dunia Shinobi juga hancur, Tapi bisa dibilang mereka seri ketika melawan Isshiki. Tak ada satupun orang yang selamat dari kedua belah pihak. Itu karena Sasuke tidak mati ketika perang melawan Momoshiki dan bisa membantu Naruto melawan Isshiki.
Berlanjut dari universe keempat, kali ini aku akan menjelaskan secara rinci tentang apa yang terjadi disana. Aku berasal dari universe keempat. Ketika aku berusia 18 tahun tepatnya ketika ujian Chuunin Momoshiki menyerang. Kami berperang melawan Momoshiki selama satu bulan dan berhasil mengalahkannya, tapi Kakashi-sensei gugur di medan perang.
Setelah perang melawan Momoshiki, aku diangkat untuk mengisi kekosongan kursi Hokage. setelah memimpin selama tiga bulan, Isshiki datang menyerang. Kekuatan Isshiki jauh diatas Momoshiki. Dia membawa 300.000 pasukan biasa yang kemampuannya setara Jonin dan Chuunin. Ditambah 10.000 pasukan asli Otsutsuki yang memiliki Byakugan. Mereka adalah keturunan berdarah murni Otsutsuki, Kapasitas cakranya setara dengan Jinchuuriki dan bisa dibilang kemampuan individual mereka setara dengan seorang Kage.
Isshiki juga membawa Juubi sebagai senjatanya. Tapi kekuatan Juubi Isshiki sepuluh kali lebih lebih besar dari Juubi yang dibangkitkan oleh Obito dan Madara.
Kami berperang selama tujuh hari enam malam. Kami berhasil menghabisi seluruh pasukan Isshiki hingga menyisakan Isshiki, Juubi dan dua komandannya, Urashiki dan Ginshiki. Kami menggunakan bantuan Edo Tensei untuk melakukannya.
Hingga pada hari ketujuh perang, Isshiki membangkitkan pohon Shinju dari Juubi yang dibawanya. Kekuatan pohon itu juga lebih kuat dari yang kita lihat pada perang melawan Madara. Dalam sekejap pohon itu mampu mengikat semua makhluk hidup dunia dan menyerap seluruh cakranya hingga tak bernyawa.
Sasuke berhasil menyelamatkanku dan Sakura, kami melarikan diri ke dimensi buatan Kaguya. Selama tiga jam kami bersembunyi di dimensi buatan Kaguya sambil menyembuhkan luka dan memulihkan tenaga. Setelah kami kembali seluruh makhluk hidup hidup sudah habis tak bersisa.
Isshiki mengekstrak seluruh cakra dan menyimpannya kedalam buah, sebut saja buah itu sebagai buah dewa. Kekuatan buah itu diluar akal sehat. Bahkan untuk membayangkan pun kita tak mampu memikirkan kekuatan buah itu. Karena didalam buah itu terdapat cakra seluruh makhluk hidup di dunia. Ditambah Pohon Shinju atau Juubi itu sendiri juga ikut terserap kedalam buah dewa.
Karena kekuatan buah dewa yang terlalu besar, Isshiki tidak bisa langsung memakannya. Dia harus mengekstrak kekuatan buah dewa sedikit demi sedikit dan mengubahnya menjadi pil-pil cakra seperti yang Momoshiki lakukan pada para Bijuu dulu. Tapi dia tidak seperti Momoshiki, Isshiki tidak mempunyai kemampuan untuk membuat pil cakra. Dia perlu menggunakan alat untuk melakukannya dan alat tersebut berada di planet asalnya. Maka dari itu Isshiki menyimpan terlebih dahulu buah dewa dan menyuruh Urashiki untuk membuat portal kembali ke planet asalnya.
Melihat hal tersebut kami bertiga tak tinggal diam. Kami memutuskan untuk berjuang hingga titik darah penghabisan. Kami berdiskusi dan menghasilkan sebuah rencana. Sakura sebagai pengalih perhatian, aku dan Sasuke akan merebut buah dewa dari tangan Isshiki.
Keberuntungan berpihak pada kami, rencananya berhasil. Buah dewa berpindah ke tangan kami. Meski Sakura harus meregang nyawa ditangan Isshiki.
Setelah itu, aku tanpa pikir panjang memakan buah dewa. Aku berpikir aku akan kelebihan muatan dan meledak membawa Isshiki bersama kami. Namun, apa yang kupikirkan salah. Aku tidak meledak. Entah bagaimana tubuhku mampu menampung seluruh kekuatan buah dewa. Seluruh kekuatan buah dewa menjadi kekuatanku.
Meski tubuhku mampu menampungnya, tapi tidak dengan kesadaranku. Aku hilang kendali dan membabi buta. Untungnya Sasuke sempat menanamkan segel untuk mengikat 90 persen kekuatanku. 10 persen adalah batas kekuatan yang dapat kutahan. tanpa kehilangan kewarasan.
Setelah kesadaranku kembali, aku dan Sasuke bertarung melawan Isshiki. 10 persen kekuatan buah dewa berdampak besar pada pertarungan kami. Kami berada di atas angin. Dengan kekuatan baruku kemenangan bukan sekedar harapan dan angan-angan belaka.
Kemenangan sudah didepan mata. Isshiki terluka parah, tapi kami melupakan dua orang yang lain. Ginshiki menukar nyawanya untuk melakukan jurus terlarang dan memberikan waktu agar Urashiki membawa kabur Isshiki.
Jurus terlarang Ginshiki berhasil membuat kami berdua sekarat, Jika tidak segera diobati maka sudah pasti kami akan mati. Disaat-saat terakhirnya Sasuke menggunakan Kinjutsu Gedou Rinne Tensei untuk membangkitkan seluruh orang. Namun, ketika seseorang telah terikat oleh pohon Shinju maka dia takkan pernah bisa dihidupkan.
Tapi bukan berarti pengorbanan Sasuke sia-sia. Sakura yang meninggal karena batangan hitam Isshiki hidup kembali kedunia. Dengan segenap kemampuannya, Sakura berhasil menyelamatkanku dari kematian.
Aku dan Sakura menjadi orang terakhir yang masih hidup di dunia. Raga kami memang hidup tapi tidak dengan jiwa kami, jiwa kami ikut mati bersama kepergian semua orang yang kami kasihi. Kami bagai mayat hidup. Kami berharap semoga Isshiki segera kembali dan menghabisi kami untuk menyusul orang-orang yang kami kasihi.
Hingga kedatangan Hanami merubah segalanya. Kami mendapatkan setitik cahaya ditengah kegelapan. Hanami memberikan kami harapan akan masa depan yang gemilang. Perlahan tapi pasti luka hati kami kian terobati. Kami berhasil merelakan kepergian mereka yang kami sayangi. Kami hidup layaknya sebuah keluarga yang normal. Penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Kesembilan Bijuu juga ikut memeriahkan kebahagiaan kami.
Melihat semua itu memberikanku satu tujuan, yaitu melindungi keluarga kecil yang sudah lama ku impikan.
Aku melatih kekuatan baruku, sedikit demi sedikit aku berhasil menguasainya. Aku merasa seperti dewa dengan kekuatan baruku. Ketika aku berhasil menguasai 30 persen kekuatanku, Mata yang melambangkan kekuatan dewa bangkit. Aku merasa kekuatan mata ini jauh lebih kuat dari milik Kaguya. Dengan mata ini aku merasa jika mengalahkan Isshiki adalah perkara yang mudah.
Setelah tiga tahun berlatih keras aku berhasil menguasai setengah dari kekuatanku. Namun aku bukanlah orang yang mudah puas, aku akan terus berlatih hingga mampu menguasai seluruh kekuatan.
Diwaktu yang sama dengan aku menguasai setengah kekuatanku, kami menunggu kelahiran sosok baru yang akan bergabung melengkapi keluarga kecil kami. Kami menunggu kelahiran Shinachiku dengan penuh kebahagiaan. Tapi, bersamaan dengan itu juga, musuh melihatnya sebagai kesempatan.
Isshiki yang terluka parah karena pertarungannya melawanku dan Sasuke, telah pulih sempurna meski membutuhkan waktu selama dua tahun. Dia kembali datang untuk menuntaskan urusannya yang sempat kami gagalkan.
Isshiki datang disaat terlemahku, dia menyerang ketika Sakura sedang melahirkan. Isshiki tidak datang sendirian melainkan dengan 100.000 pasukan. Aku tak tahu berapa jumlah pasukannya mengingat 100.000 oralng telah kami habisi ketika dibawah pimpinan Momoshiki dan 300.000 orang lagi kami bantai dibawah kepemimpinannya sendiri.
Selain itu Isshiki juga membawa beberapa orang kuat bersamanya, yaitu Urashiki yang selalu bersamanya, Masuta Otsutsuki anggota klan cabang yang diangkat sebagai keluarga utama oleh Isshiki, dan Temujin seorang manusia biasa yang kemampuannya melebihi petinggi Otsutsuki. Selain itu, dia juga membawa seorang pemuda bernama Kuroshiki, yang kutahu merupakan anaknya sendiri. Firasatku langsung meneriakkan bahaya ketika pertama kali melihatnya.
100.000 pasukan bukan masalah karena mereka hanya manusia biasa yang kemampuannya tak lebih setingkat Jonin. dengan kekuatan baruku, aku hanya membutuhkan satu Jutsu tingkat atas untuk menghabisi mereka semua.
Tapi tidak dengan Isshiki dan para petingginya, Aku meninggalkan tiga bunshin khusus khusus untuk menjaga Hanami dan Sakura. Aku menarik mereka menjauh agar ketiga orang yang kusayangi tidak terkena dampak perkelahian.
Aku membuat bunshin khusus lagi untuk melawan Isshiki dan para cecunguknya. Masing-masing bunshin melawan satu orang disana sedangkan aku yang asli melawan Isshiki. Namun, semakin banyak membuat bunshin kekuatanku juga semakin terbagi menjadi lebih kecil.
Hingga aku mendapatkan ingatan dari salah satu bunshinku, yang berhasil dikalahkan oleh Kuroshiki. Kuroshiki berganti melawanku sedangkan Isshiki pergi menuju ketempat Sakura.
Kuroshiki jauh lebih kuat dari yang kupikirkan, dia mampu mengimbangi setengah kekuatan baruku dan membuatku tidak bisa mengejar Isshiki.
Aku mendapatkan ingatan dari salah satu bunshinku yang kutugaskan menjaga Hanami dan Sakura. Sakura sudah selesai melahirkan, kedua anakku berhasil diselamatkan oleh kedua bunshinku yang tersisa. Tapi Isshiki berhasil mendapatkan Sakura.
Isshiki membawa Sakura kehadapan ku, tubuhnya yang lunglai pasca persalinan tergeletak dibawah kaki Isshiki. Tanpa aba-aba Isshiki menghabisi Sakura tepat didepan mataku.
Hal tersebut memicu kemarahanku, dalam pikiranku hanya ada satu yaitu membunuh orang yang telah membunuh Sakura. Tapi Kuroshiki yang sedang bertarung denganku tidak membiarkanku melakukannya.
Hanya ada satu pilihan yang kupunya yaitu dengan melepas segel yang menahan seluruh kekuatanku. Aku pun segera melakukannya dan sontak kehilangan kewarasanku, karenanya seluruh bunshinku menghilang. Aku bahkan melupakan kedua anakku yang masih hidup, Aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi. Aku terlanjur diselimuti amarah hingga sebuah tangisan bayi menarik kembali kesadaranku.
Aku melihat Hanami dan Shinachiku yang baru lahir sedang berada didalam tubuh rubah astral keemasan, Aku bahkan tidak sadar sejak kapan Kurama keluar dari tubuhku. Kurama dan kedelapan Bijuu yang lain berada di tubuhku untuk membantu melawan Isshiki dan cecunguknya.
Isshiki tersisa seorang diri, semua cecunguknya sudah mati dengan tragis. Jasad mereka tidak berbentuk. Aku yang sudah kembali waras menghabisi Isshiki dengan Ningendou, Jutsu pencabut nyawa yang bisa menarik seluruh ingatan korbannya kedalam otak si pengguna.
Dari situ aku mendapatkan banyak informasi yang berharga.
1. Isshiki mengetahui tentang keberadaan universe yang lain. Isshiki juga merupakan makhluk yang spesial, dia terhubung dengan Isshiki dari universe lain. Isshiki mendapatkan penglihatan yang merupakan pecahan ingatan dari Isshiki yang berasal dari universe lain.
2. Otsutsuki menerapkan sistem pemerintahan yang sama dengan Klan Hyuga, mereka membagi klan menjadi dua. Klan utama dan Klan cabang. Klan utama mendapatkan keistimewaan hak untuk memimpin seluruh klan Otsutsuki. Otsutsuki memang makhluk abadi, tapi seorang pemimpin Klan hanya boleh memimpin selama seratus tahun. Hanya Isshiki lah yang memimpin selama lebih seribu tahun.
3. Isshiki sebenarnya bukanlah anggota Klan utama, dia berasal dari klan cabang. Dia melakukan konspirasi dan menebar fitnah sehingga membuat pewaris sah tahta klan Otsutsuki, Kagame Otsutsuki dihukum mati. Dan mengusir Kaguya adik dari planet mereka sehingga Kaguya berakhir di planet para Shinobi. Karena keberadaan Kaguya yang merupakan adik Kagame, mengancam eksistensinya sebagai pemimpin Klan Otsutsuki. Selain itu dia juga membantai ribuan anggota Klan yang loyal pada Kaguya.
4. Isshiki sengaja mengirim Momoshiki untuk menginvasi dunia Shinobi terlebih dahulu, padahal ia tahu dari ingatan Isshiki yang lain jika Momoshiki hampir selalu dikalahkan. Dia bertujuan untuk menyingkirkan Momoshiki. Karena kemampuan Momoshiki membuat pil cakra membahayakan tujuannya untuk memiliki seluruh cakra di semesta. Selain itu, karena Momoshiki merencanakan untuk menggulingkan kekuasaannya. Momoshiki menganggap jika Isshiki tidak pantas untuk memimpin klan. Sikap sewenang-wenang Isshiki lah, yang membuat Momoshiki berpikir demikian. Momoshiki juga merupakan satu-satunya pro Kaguya yang dibiarkan hidup. Kemampuannya untuk membuat pil cakra yang masih dibutuhkan oleh Isshiki. Karena alat pembuat pil cakra saat itu belum ditemukan.
5. Pohon Shinju ditanam oleh leluhur Klan Otsutsuki, yang konon katanya adalah dewa, pada sepuluh planet dengan tujuan agar buahnya dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menciptakan perdamaian. Bibit pohon tersebut adalah darah dari dewa itu sendiri. Barangsiapa yang memakan buahnya maka dapat dipastikan dia akan mendapatkan kekuatan dewa.
6. Isshiki telah menghancurkan sembilan dari sepuluh planet pemilik cakra, dari situlah Isshiki mendapatkan cakra untuk membangkitkan Juubi supernya. Planet para Shinobi menjadi tujuan terakhir, karena Isshiki menganggap Shinobi sebagai lawan terkuat sepanjang penaklukannya. Karena planet para Shinobi dihuni oleh keturunan Kaguya.
7. Urashiki merupakan sosok kunci bagi penaklukan Isshiki. Jarak antara planet Otsutsuki dan planet-planet pemilik cakra adalah ribuan tahun jika dilalui dengan kecepatan cahaya. Satu-satunya Otsutsuki yang memiliki kemampuan membuka portal teleportasi adalah Urashiki. Karena itulah Urashiki sangat penting terhadap tujuan Isshiki.
8. Sebuah rahasia dunia, Kemampuan yang hanya mampu dilakukan oleh dewa, dewa yang dimaksud disini dalam artian yang sesungguhnya, bukan seorang makhluk yang mempunyai kekuatan setara dengan dewa. Kemampuan untuk membuka portal antar universe.
Poin kedelapan lah yang membuatku nekat untuk membuka portal universe, Setelah kematian Sakura aku mempunyai harapan dan tujuan baru yaitu untuk memberikan kehidupan normal untuk kedua anakku. Menurut ingatan Isshiki, seharusnya aku tidak bisa membuka portal universe, tapi ternyata aku bisa dan sekarang kami tiba disini.
Sebut saja universe yang kita tempati saat ini adalah universe lima, universe dengan garis waktu terlambat. Ketika aku tiba ke portal penghubung universe lima, aku sempat putus asa. Karena mendapatkan ingatan Naruto dari universe ini yang sudah mati. Tapi aku segera tersadar setelah hampir sebulan menetap di portal penghubung, Naruto dari universe ini mati ketika perang melawan Momoshiki, sedangkan Naruto dari universe yang lain selalu mati ketika perang melawan Isshiki.
Hal tersebut memberiku harapan bahwa di universe ini dunia Shinobi belum dihancurkan. Aku segera membuka portal dan masuk ke universe ini.
Harapanku terkabulkan ketika melihat langit cerah yang membentang. Aku dapat merasakan milyaran kehidupan yang telah hilang di universe asalku.
Awalnya, tujuanku adalah untuk mengirim kedua anakku ke Konoha dan aku akan kembali ke universe asalku untuk menghabiskan sisa hidupku disana. Tapi mengetahui Naruto dari universe ini telah mati dan Isshiki belum dikalahkan, membuatku merasa seolah mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan untuk mempertahankan keutuhan dunia Shinobi yang dulu gagal kulakukan.
Naruto POV off
Naruto mengakhiri penjelasan super panjangnya. Dan meminum segelas teh dengan sekali teguk. Bahkan menyambar gelas lain yang sebelumnya telah dicicipi oleh Shikamaru. Naruto tampak sangat kehausan setelah bicara panjang lebar.
Seluruh wajah nampak melongo melihat hal tersebut, Sai dan Tsunade juga sudah berada disana. Naruto yang merasa ditatap kemudian berdehem.
"Jadi ada yang kalian tanyakan?" Naruto membuka sesi tanya jawab.
"Siapa yang menyangka bocah pirang yang paling malas jika disuruh membaca telah menjadi seorang guru sejarah?" Perkataan Kakashi seolah menohok hati Naruto.
"Kakashi benar, aku sangat terkagum melihatmu sekarang Naruto" Tsunade menimpali perkataan Kakashi.
Naruto terkekeh, tangannya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Waktu, berjalan begitu cepat sensei, begitupun masalah yang selalu mengekor dibelakangku" Balas Naruto seadanya.
"Kau tadi bilang Urashiki adalah satu-satunya orang yang mampu membuka portal teleportasi, misalnya kita berhasil membunuh Urashiki, Bukankah Isshiki tidak akan bisa menyerang kita?" Pertanyaan Shikamaru mengubah suasana menjadi serius.
"Tidak seperti itu, maaf tadi aku lupa menjelaskan kemampuan lain Urashiki selain membuka portal teleportasi, kemampuan lain Urashiki adalah membagi tubuhnya menjadi dua seperti Nidaime Tsuchikage, prinsipnya sama dengan Kage bunshin jika setengah tubuhnya mati maka ingatan dan kekuatannya akan kembali ke setengah tubuhnya yang masih hidup. di keempat universe yang lain Urashiki selalu mati saat perang melawan Momoshiki, Kakashi-sensei lah yang membunuhnya menggunakan Kinjutsu Shiki Fujin, tapi yang dibunuh Kakashi-sensei adalah setengahnya. Sedangkan setengahnya yang lain aman bersama Isshiki di planet asalnya, lagi pula tujuan Isshiki adalah untuk menyingkirkan Momoshiki, tak mungkin juga kan, Isshiki membuang pion berharganya hanya untuk membuang pion yang tidak berguna?" Naruto mengambil nafas sebelum melanjutkan penjelasannya.
"Selain itu Urashiki juga tidak mampu membuka portal teleportasi jika kekuatannya masih setengah, jadi Urashiki harus mati dan membuat kekuatannya menjadi penuh kembali dan mereka tidak bisa berkomunikasi dengan planet asalnya, satu-satunya pilihan untuk mengirimkan kabar adalah dengan kematian setengah Urashiki"
"Entah kenapa pengorbananku selalu sia-sia" Ucapan Kakashi mengundang tawa renyah Naruto.
"Hidupmu memang sia-sia Kakashi, mati pun kau tak berguna" Tentu hanya mulut tajam Godaime yang berani mengungkapkannya.
"Menurutmu, seberapa kuat Isshiki, Naruto?" Sasuke kini bertanya.
"Kekuatannya berada di level yang sama dengan Kaguya, tapi pengalaman bertarungnya jauh lebih mumpuni, tak seperti Kaguya yang harus dimonitoring oleh Zetzu Hitam ketika melawan kita"
"Jadi, kapan mereka akan menyerang Naruto?" Suara malas Kakashi sangat tidak cocok jika dihadapkan dengan situasi ini.
"Di keempat universe Isshiki selalu-" Sontak Naruto terdiam cukup lama dan membuat seluruh orang disana bertanya-tanya. Naruto tiba-tiba berteriak dan membenturkan kepalanya keatas meja membuat teh berhamburan kesegala arah.
Hanami yang sedang bermain bersama Shinachiku diruangan yang lain juga datang melihat ayahnya.
"Hoy Naruto, ada apa?" Kakashi bertanya dengan wajah malas melihat kelakuan aneh muridnya.
"Ternyata aku masih saja bodoh Sensei, aku bahkan tidak menyadari hal sepenting ini, dikeempat universe Isshiki selalu menyerang tiga bulan setelah Momoshiki berhasil dikalahkan, di universe ini sudah tiga tahun sejak Momoshiki dikalahkan dan Urashiki masih berkeliaran bebas, aku tadi bilang jika kemampuan lain Urashiki memiliki prinsip seperti Kage bunshin kan?" Ungkap Naruto dengan lemas, dahinya nampak lebam sehabis mencium meja.
Pertanyaan Naruto mendapat anggukan dari semua kepala disana.
"Apa kau mau bilang, Jika kita membunuh Urashiki maka ingatannya akan kembali ke setengah tubuhnya yang berada di planet asalnya dan memberikan informasi jika batu sandungan Isshiki atau Momoshiki telah dikalahkan dan membuat Isshiki segera menyerang kita? Begitu kan Naruto?" Otak jenius Shikamaru memang tidak bisa diremehkan.
"Bisa dibilang seperti itu" Balas Naruto dengan lesu.
"Hahaha, ternyata pengorbananku kali ini malah membawa petaka" Dengan pembawaan santai nya Kakashi mencoba untuk mencairkan suasana.
"Baru sadar kau jika hidupmu memang bawa sial, seharusnya kau tidak pernah hidup, Kakashi" Hanya satu orang berani menghardik Rokudaime Hokage.
"Hahahaha, kau terlalu sering menghindari kucing hitam dijalan Kakashi-sensei, sampai tak sadar jika kucing hitam itu ternyata selalu mengikutimu"
Raut wajah Naruto mendadak serius, mereka semua tahu jika sesi bercanda telah berakhir dan Naruto berencana mengatakan sesuatu yang sangat penting.
"Tapi, Kondisi saat ini berbeda melihat Ginshiki yang baru saja menyerang Konoha ditambah tiga hari yang lalu, ketika aku tiba di universe ini aku mengirim ratusan bunshin untuk mencari informasi" Naruto mengambil nafas sebelum melanjutkan perkataannya.
"Semua bunshinku hilang beberapa jam setelah aku membuatnya hingga tersisa satu, dia baru saja hilang beberapa detik yang lalu dan memberiku informasi yang sangat penting" Naruto mengambil nafas lagi dan membuat orang-orang disana gemas karena penasaran dengan informasi penting yang dibawa oleh bunshin Naruto.
"Dia ternyata tidak sengaja bertemu dengan Urashiki, dan diam-diam membuntutinya hingga ke dimensi buatan Kaguya, disana terdapat ratusan ribu pasukan yang sedang berkemah, tapi Isshiki belum tiba disana, kemungkinan besar perang tak lama akan pecah dan kita harus segera mempersiapkannya" Sambung Naruto dan menyelesaikan penjelasan panjang lebarnya.
Kalimat terakhir Naruto membuat semua orang disana menegang, mereka tahu perang melawan Isshiki akan segera datang, tapi tak secepat itu kan?.
"Mungkin itu karena Isshiki sadar jika hal yang terjadi disini tidak sama dengan yang terjadi di universe lain, Urashiki disini terlalu lama hidup membuat Isshiki memutuskan untuk menyerang sekarang" Penjelasan Shikamaru mendapatkan anggukan dari Naruto.
"Mungkin seperti itu"
"Haaah, kurasa aku harus tidur siang, setelah ini aku yakin, jika aku tidak bisa tidur siang" Ujar Shikamaru dan membaringkan tubuhnya di sofa, kakinya menendang-nendang Sasuke yang duduk diujung sofa seolah mengusirnya.
"Minggir Sasuke, jika kau tidak mau menjadi bantal kakiku" Perbuatan dan perkataan Shikamaru mendapatkan delikan tajam dari empunya. Sasuke berdiri dan hendak pergi dari sana sebelum dia lepas kendali dan menebas kepala nanas Shikamaru.
"Jangan begitu Shikamaru, Sasuke kan orang penting dalam perang ini, kau tak mau kan jika dia ngambek dan bunuh diri, bisa kalah kita nanti" Candaan gelap Naruto tampaknya tak mampu mencairkan suasana yang masih suram.
BRAKK
Shikamaru sontak terduduk sambil menggebrak meja, membuat semua terkejut melihat tingkah aneh Shikamaru. Bahkan Sasuke sampai berhenti didepan pintu dan berbalik menatap Shikamaru.
Tadi Naruto yang bersikap aneh, tapi mereka tidak terlalu terkejut karena Naruto yang dasarnya sudah aneh. Tapi kali ini si jenius Shikamaru, selain kebiasaan tidurnya yang over, Shikamaru selalu bersikap tenang. Sejak kapan Shikamaru tertular sikap spontan Naruto?.
"Naruto tadi kau bilang Sasuke mati di dua universe yang lain sebelum perang melawan Isshiki kan?" Raut wajah serius Shikamaru tampak mengintimidasi Naruto.
Naruto hanya mengangguk sebagai balasannya.
"Dan Naruto selalu hidup dan bisa bertarung melawan Isshiki kan?" Tatapan mata Shikamaru seolah siap mencabik-cabik Naruto.
Naruto mengangguk lagi.
"Apa kalian percaya takdir?" Sontak raut wajahnya melunak, dia menyandarkan punggungnya ke sofa.
Pertanyaan Shikamaru membuat orang-orang disana kebingungan, Mereka bingung melihat perubahan sikap Shikamaru.
"Sayangnya aku percaya, dan kali ini aku percaya kita ditakdirkan menang" Sambung Shikamaru tanpa mendapat balasan.
"Dikeempat universe yang lain Naruto selalu hidup dan berkesempatan untuk melawan Isshiki, tapi tidak dengan universe kita ini. Naruto malah mati, tapi mungkin kematian Naruto di universe ini sudah ditakdirkan, agar Naruto yang saat ini bersama kita bisa ke universe ini untuk membantu kita mengalahkan Otsutsuki, dengan kekuatan baru Naruto yang saat ini bersama kita, kemenangan bukanlah angan-angan belaka, aku tahu takdir bisa diubah dengan tekad dan usaha keras, tapi mengingat lawan kita sekarang mau tidak mau kita membutuhkan takdir yang berpihak pada kita" Jelas Shikamaru kemudian dia kembali berbaring untuk melakukan aktivitasnya yang tertunda.
Semua orang terdiam meresapi perkataan Shikamaru.
"Kurasa perkataan Shikamaru ada benarnya" Ujar Kakashi tiba-tiba.
"Kita tak mempunyai pilihan lain kan? selain berharap pada takdir?" Tsunade menimpali.
Semua kecuali Naruto orang mengangguk.
"Jadi kalian mempercayaiku?" Tanya Naruto pada mereka semua.
"Apa maksudmu bertanya seperti itu Naruto?" Kakashi balas bertanya.
"Kalian tak menganggapku sebagai sebagai pembual atau penyebar fitnah kan, apa kalian mempercayai semua yang tadi kukatakan?"
"Kami semua mengenalmu dengan baik, kau tidak akan pernah berbohong jika menyangkut hal sepenting ini" Jawab Kakashi memberikan senyum
"Lagi pula kau memang tidak pandai berbohong, Naruto. Kami semua hafal gerak-gerik mu ketika sedang berbohong" Sakura yang sejak tadi diam ikut menambahi.
Naruto yang mendengar perkataan mereka merasa terharu. Hati sangat lega dan keraguan serta ketakutannya sirna. Ia ragu akan mendapatkan kepercayaan mereka. Ia takut jika teman-temanya menganggapnya sebagai pembual.
"Apa alasanmu berkata seperti itu Naruto?" Pertanyaan dari si jenius mendapatkan anggukan dari semua orang disana.
"Sebelum aku ke Konoha, aku sempat membuat beberapa bunshin dan mengirimkannya ke lima desa besar untuk memberi tahu situasi yang sedang kita hadapi" Jawab Naruto.
"Bagaimana tanggapan mereka?" Kakashi bertanya.
"Gaara langsung mempercayaiku, Godaime Raikage sempat tidak percaya tapi berhasil diyakinkan oleh Yondaime Raikage dan Paman Bee, Rokudaime Mizukage masih ragu-ragu, Sedangkan Yondaime Tsucikage terang-terangan mengataiku sebagai pembual" Jelaskan.
"Tenang saja Naruto, mereka semua akan segera mempercayaimu ketika kondisi sudah memanas" Kakashi menghela nafas. "Setelah ini ikutlah pertemuan dengan para petinggi desa kau harus menjelaskan semua informasi yang kau punya" Sambungnya kemudian.
"Baiklah" Balas Naruto lesu. Dia sangat malas mengikuti pertemuan karena ia tahu, di universe ini dua orang tetua desa yang keras kepalanya minta ampun masih hidup.
"Naruto, tunjukkan letak koordinat pasukan Isshiki, aku akan kesana untuk memata-matai mereka" Sasuke bertanya diambang pintu.
"Lebih baik aku saja yang melakukannya, hanya aku sudah mengenal mereka dengan baik, aku juga sudah meninggalkan segel Hiraishin disana aku akan langsung mengirim bunshin setelah ini"
"Naruto benar Sasuke, sebaiknya kau ikut pertemuan dengan para petinggi desa, sekali-kali ikutlah pertemuan, bukankah kau tidak pernah ikut pertemuan dengan para petinggi desa?" Saran Kakashi tidak digubris oleh Sasuke, dia telah menghilang bersama kepulan asap.
"Hah, dia itu"
Kemudian mereka sampai bercakap-cakap untuk membahas Isshiki atau sekedar membahas hal-hal ringan, sambil melepas kerinduan bersama sosok yang telah lama tiada. Hingga seorang Anbu datang dan melaporkan jika para petinggi desa sudah berkumpul disana dan siap memulai rapat untuk membahas tentang situasi ini.
•
Rapat antara para petinggi desa telah dimulai. Naruto saat ini sedang mengikuti rapat tersebut. Shinachiku dan Hanami tidak boleh ikut masuk ruangan rapat, mereka berdua disuruh untuk menunggu diruangan lain.
Karena hati kecilnya tidak tega meninggalkan mereka berdua sendirian, Sakura memutuskan untuk membawa mereka bersamanya. Sakura memang tidak ikut rapat, dia bukan berasal dari klan besar dan Tsunade yang menjadi perwakilan dari rumah sakit.
Suasana desa masih siaga setelah serangan Ginshiki tadi siang. Tak ada lalu lalang penduduk, desa nampak sepi karena para penduduk masih berada di bunker khusus desa. Aktifitas desa dihentikan secara total, hanya orang-orang tertentu yang dapat bebas berkeliaran. Para Jonin berpatroli disetiap sudut desa. Kerusakan pada desa belum diperbaiki karena kondisi yang belum kondusif.
Sakura berjalan menuju kediaman keluarga Haruno, Sai memberitahunya kalau apartemennya hancur akinat serangan Ginshiki, tapi rumah keluarganya selamat. Digendongannya terdapat Shinachiku yang sedang tertidur, Hanami berjalan disampingnya sambil memegang erat bajunya.
Sakura tidak khawatir dengan adanya serangan susulan, menurut pendapat Naruto, Otsutsuki tidak akan menyerang lagi sebelum perang benar-benar dimulai. Itu karena mereka juga mengetahui keberadaan Naruto di Konoha. Tanpa persiapan yang matang menyerang Konoha yang sudah bersiaga ditambah Naruto dan Sasuke berada di dalam desa, itu sama saja dengan menggali liang kuburnya sendiri.
Disepanjang perjalanan Sakura sesekali menimpali celotehan riang Hanami dan terus memikirkan tentang cerita Naruto dari universe lain itu. Cerita Naruto menjawab pertanyaan tentang sesuatu yang mengikatnya dengan Hanami dan Shinachiku, secara tidak langsung mereka berdua adalah anaknya. Meski bukan dia yang melahirkannya, tapi Sakura benar-benar merasa jika dirinya tidak bisa terlepas dari mereka berdua.
Walaupun baru mengenal mereka, Sakura langsung jatuh hati dan merasa jika dirinya sendirilah yang melahirkan mereka berdua. Dia bahkan tidak keberatan dipanggil mama oleh mereka berdua.
Sakura terlalu banyak melamun, hingga tak sadar kediaman keluarganya sudah didepan mata. Mereka segera masuk kedalam. Sakura mendapati pintu rumah yang tidak dikunci. Mungkin kedua orangtuanya terburu-buru sehingga tidak sempat mengunci pintu saat dievakuasi.
Setelah masuk dia menidurkan Shinachiku didalam kamarnya dulu. Dan membuatkan makan siang untuk Hanami dan dirinya sendiri yang sejak penyerangan siang tadi belum makan. Hanami menawarkan diri untuk membantunya memasak, tapi dia bahkan tidak tahu yang namanya garam. Hanami mengatakan selama ini dia hanya makan buah dan sayuran mentah yang dibuat oleh ayahnya. Dengan berbinar-binar dia menceritakan jika tangan ayahnya bisa berubah menjadi pohon yang berbuah. Sakura bertanya-tanya dalam hati, Sejak kapan Naruto bisa menggunakan Mokuton?. Ia juga mentertawakan tingkah konyol Hanami yang seperti dirinya waktu kecil dulu saat menceritakan berbagai kehebatan Ayahnya.
Makan siang pun telah disajikan. Mereka berdua makan siang dengan penuh canda dan tawa. Sakura mengajari Hanami cara menggunakan sumpit. Shinachiku yang sedang tidur siang tampaknya tidak terganggu dengan tawa mereka. Setelah makan siang Sakura berencana untuk menggali informasi tentang Naruto dan kedua anaknya, pada Hanami yang merupakan salah satu anak dari Naruto itu sendiri.
•
Disebuah tempat yang gelap
Seorang pria berkulit pucat seperti mayat duduk di kursi singgasana. Dari ketiadaan didepannya muncul seorang pria berkulit serupa dengan pria pertama. Dia muncul dengan posisi berlutut pada salah satu kakinya.
"Bagaimana perkembangannya Urashiki?" Sahut pria yang duduk di singgasana.
"Ginshiki sudah menyapa mereka tuanku, setengah pasukan sudah berkumpul di dimensi buatan Kaguya, tinggal menunggu pasukan khusus dan setengah pasukan lagi, pil cakra juga sudah dibagikan kepada seluruh pasukan, senjata cakra juga sudah dipersiapkan" Jawab Urashiki.
"Baguslah kalau begitu, aku akan memimpin setengah pasukan bersama pasukan khusus, kami akan segera berangkat" Sosok yang duduk di singgasana itu berdiri dan meregangkan otot-ototnya.
"Tapi tuanku, ada satu hal yang tidak saya perkirakan" Urashiki berkata dengan sedikit ragu.
"Apa maksudmu Urashiki?"
"Naruto Uzumaki ternyata masih hidup, Ginshiki melihatnya berada di Konoha" Jawabnya.
Sosok yang dipanggil tuanku itu menyeringai iblis mendengarnya.
"Itu bukan masalah Urashiki, aku sudah memiliki rencana cadangan untuk itu, sekarang pergilah, persiapkan portal teleportasinya sekarang". Perintah si pemimpin pada bawahannya.
"Seperti yang anda katakan, Isshiki-sama" Balas Urashiki dan menghilang dari sana.
"khukhukuhu, tak kusangka Naruto Uzumaki yang berhasil mengalahkanku datang kesini, tapi aku tak sebodoh itu Uzumaki, aku sudah mempersiapkan hadiah dari diriku yang lain untukmu, tunggulah kematianmu Uzumaki" Isshiki bermonolog seorang diri sebelum dia pergi untuk memberangkatkan sisa pasukannya ke planet para Shinobi.
Disebuah lapangan yang sangat luas, ratusan ribu orang berkumpul disana, selain itu seekor monster raksasa berekor sepuluh juga berada disana. Mereka adalah Pasukan Isshiki dan Juubi. Mereka bersorak-sorak tidak sabar untuk segera diterjunkan ke Medan perang. Sorak-Sorai mereka langsung terhenti ketika sesosok makhluk berkulit pucat muncul diatas menara ditengah lapangan tersebut.
"PERJALANAN KITA SUDAH MENCAPAI AKHIR"
"TUJUAN KITA SUDAH DIDEPAN MATA"
"PARA PENCURI ITU AKAN SEGERA BINASA"
"KITA AKAN MEREBUT HAK YANG TELAH MEREKA CURI"
"HAK YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA"
"TAK ADA KATA AMPUN BAGI MEREKA"
"HABISI SEMUA HINGGA TAK TERSISA"
"JIKA KITA GUGUR SURGA SUDAH MENANTI KITA"
"SATU PESANKU, TETAPLAH HIDUP UNTUK MENIKMATI KEMENANGAN"
"SEKARANG BERANGKATLAH DAN HABISI SELURUH PENCURI ITU SAMPAI TAK TERSISA"
Sebuah pidato singkat dari Isshiki tampaknya sudah mampu mengobarkan semangat pasukannya yang terkenal haus darah itu. Mereka bersorak penuh semangat dan berlari menuju gerbang teleportasi raksasa yang disiapkan oleh Urashiki. Tujuannya adalah dunia Shinobi. Mereka akan bergabung dengan setengah pasukan yang lain. Kemudian bersama-sama akan menyerang duniaku dunia Shinobi.
Isshiki menyeringai lebar melihat perilaku orang-orang bodoh yang gila perang itu. Isshiki tahu mereka semua akan segera mati. Tapi mereka berguna untuk pengalih perhatian sekaligus sebagai batu loncatan untuk nya mengabulkan tujuan pribadinya. Yaitu untuk memiliki semua cakra dan membalaskan dendam Isshiki dari universe lain yang telah dipermalukan oleh Naruto Uzumaki. Dia telah mendapat sedikit bantuan dari dirinya yang lain. Seringai Isshiki semakin lebar kala membayangkan dirinya menenteng kepala pirang orang yang telah membunuh dirinya yang lain itu.
"Nikmati hari-hari terakhirmu, Uzumaki" Ucap Isshiki dalam hati.
Dan dengan ini, perang terakhir yang menjadi penentuan nasib para Shinobi, Akan segera dimulai.
Apakah para Shinobi mampu mempertahankan kebanggaannya?.
Apakah para Shinobi mampu mempertahankan jati dirinya?
Apakah para Shinobi mampu mempertahankan Kebebasannya?
Semuanya akan segera terjawab, karena takdir telah memutuskan kepada siapa dia berpihak.
•
TBC
AN: Chapter ini mungkin agak susah dipahami, gw sendiri bingung mau gimana jelasinnya. kalo ada pertanyaan langsung aja tanya di kolom review.
Btw kemungkinan fic bakal Hiatus, karena KK ipar gw yang hendak merantau diduga positif covid membuat gw Ama seluruh keluarga harus swab test nanti siang. doakan hasil testnya negatif agar gw bisa pulang, dan duduk didepan komputer tua gw. tapi kalaupun hasilnya positif akan tetep gw usahain up lewat hp.
sekian dari gw KNTLSUPER Bye-Bye
