Halooo! Lama tidak berjumpa readers :) Bagaimana keadaan kalian? Sehat? Syukurlah~
Seperti yang kalian lihat, fict ini akhirnya nongol lagi dalam jangka waktu lebih 1 bulan -_-
Umm, di fict ini nanti saya ada kolaborasi dengan Lusi nee-san, tapi belum tau cerita buatan nee-san ._. dan entah chapter berapa cerita buatan nee-san itu saya pakai *curhat*.
Terimakasih ya sudah membantu saya! *senang* Para readers dan silent readers juga, terimakasih telah membaca, me-review, dan mem-favelert FF ini *terharu*.
Ah, tak tahu lagi harus ngomong apa -_- jadi..., yuk baca FF-nya! XD semoga memuaskan :3 fufufu *muka mesum*
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, AU, Typo(s), Maybe I lose a few of EYD, LIME, etc.
Dont like? Up to you :)
Happy Reading
.
.
.
.
"Sa-Sasuke-kun?"
"Sakura! Apa yang kau lakukan dengannya?"
"Uchiha Sasuke?"
Dengan berjalan kasar, pemuda raven tersebut menghampiri perempuan soft pink yang terdiam kaku menatapnya. "Ikut aku!" Ucap pemuda tersebut sambil menarik pergelangan perempuannya kasar.
"Cih! Aku tak berhak menuruti perintahmu, mesum!" Menghempaskan tangannya ke udara, perempuan itu mendecih tak suka. "Aku sedang ada urusan!"
"Ah, jadi urusanmu itu ingin menduakanku?" Uchiha Sasuke menatap sinis Sakura. "Nakal! Kau ingin aku hukum?"
"Hei! Apa-apan kau, Uchiha-san?" Pemuda berambut merah yang tepat berada di samping mereka berdua menarik pergelangan tangan Sakura yang bekas digenggam kuat Uchiha bungsu tersebut. "Kau tak berhak kasar pada Sakura-chan! Memangnya dia siapamu?"
Pemuda raven tersebut tersenyum sinis. "Dia siapa aku?" Dengan kasar ditariknya kepala Sakura untuk mendekat ke arah wajahnya, kemudian mencium bibir Sakura dengan singkat. Perempuan yang menjadi korban dilema itu hanya bisa ber-blushing ria karena Sasuke menciumnya. Rasanya, tak ada rasa untuk mem-bogem mentah pemuda ini.
Ya, mungkin.
Pemuda merah yang bernama Sasori itu tersentak kaget dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. "A-apa yang-!"
"Aku suaminya!" Ucap Sasuke lantang.
CTAK!
Dan sekarang, rasa yang tak ingin mem-bogem mentah pemuda raven ini akhirnya terganti dengan rasa sangat ingin mem-bogem mentah pemuda mesum ini sampai mati.
"Da-dasar mesum!"
BUAGH!
.
.
.
My Hentai Prince
Azuka-nyan's Fanfiction
Rate M
Romance, Drama, Lime, and Maybe Humor (Garing)
.
.
.
"Lepaskan aku!" Perempuan berambut soft pink itu meronta-ronta dengan ganas di saat pemuda berambut raven menggenggam pergelangan tangannya kasar. Ditambah lagi perempuan itu di bawa ke sebuah jalan yang bahkan bukan jalan menuju tempat tinggalnya. "Ini bukan jalan rumahku, jadi lepaskan aku, Baka no Hentai! Aku ingin pulang!"
"Kau harus dihukum dulu, setelah itu kau boleh pulang!"
"Kalau kau masih menyeretku, akan ku tendang 'barang'mu sampai tak berfungsi lagi!"
"Tendang saja sepuasmu, tapi jangan menyesal kalau kita menikah nanti, kita takkan bisa punya anak!" Sasuke tersenyum nakal sambil memicingkan matanya ke arah Sakura yang merengut kesal.
Kehabisan kata-kata, Haruno Sakura mendengus tak suka. Sial, sial, sial! Dia benar-benar mendapat kesialan! Bayangkan saja, momen-momen penting baginya saat di atas atap telah sukses hancur berkeping-keping karena Uchiha bungsu mesum yang menyeretnya kasar ini. Sungguh, dia tak akan pernah lupa ekspresi Sasori yang melongo tak percaya ketika Sasuke mengatakan bahwa pemuda itu adalah suaminya. Gila? Memang. Sejak kapan mereka menikah? Pacaran saja baru 4 hari. Itu pun dengan terpaksa. Aduh! Apa yang harus dia lakukan?
"Tu-tunggu!" Sakura menatap Sasuke dengan pelahan. "Ja-jangan bilang ka-kau ingin membawaku ke love hotel?"
TRING!
Kau memang bodoh, Haruno Sakura. Kau sudah memancing singa yang kelaparan atas tubuhmu.
"Hmm, bagaimana ya?" Sasuke menyeringai usil.
Seketika wajah Sakura pucat pasi. Perempuan yang hampir sama dengan bunga musim semi itu meneguk ludahnya. Ekspresinya yang tak sengaja terlihat Sasuke seolah mengatakan 'plis, gue masih pengen virgin! Onegai!' membuat Uchiha mesum itu ingin sekali tertawa terbahak-bahak.
Tetapi keinginan untuk tertawa terbahak-bahak itu akhirnya terganti dengan ekspresi keterkejutan Sasuke saat melihat pergelangan kiri Sakura.
Ya, di pergelangan kiri perempuan itu telah terpasang manis gelang dengan aksesoris clover berdaun empat. Daun keberuntungan.
"Gelang siapa itu?" Uchiha Sasuke langsung bertanya tanpa basa-basi.
Tersentak kaget, perempuan soft pink tersebut menyembunyikan lengan kirinya ke belakang tubuhnya sendiri. "I-ini..."
"Jangan bilang bahwa itu pemberian pemuda merah tadi, huh?!" Lanjut Uchiha Sasuke menggeram kesal.
Belum sempat menjawab pertanyaan pemuda raven itu, Haruno Sakura kembali di seret kasar olehnya. Bahkan lebih kasar dari pertama tadi. Menciptakan memar merah tersendiri di pergelangan tangan kanannya yang di seret Uchiha bungsu tersebut.
"Lepaskan!"
"Tidak!" Membentak perempuan soft pink itu kasar, langkah pemuda raven itu semakin cepat. Bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Tangannya pun juga semakin erat menggenggam pergelangan tangan Sakura yang sukses membuat perempuan itu meringis kesakitan. "Aku tidak akan melepaskanmu, Haruno!"
Beberapa saat kemudian, akhirnya kedua manusia berbeda jenis tersebut telah berada di sebuah rumah sederhana. Ya, rumah yang mirip dengan kebanyakan rumah-rumah modern di Jepang. Pintu rumah itu dibukanya kasar oleh pemuda tersebut. Sedangkan perempuan di belakangnya telah terseok-seok menyamai langkah pemuda di depannya.
"Tu-tunggu, Sasuke! A-aku belum melepas sepatuku!"
Masih dengan dipenuhi amarah yang meluap-luap, pemuda raven yang bernama lengkap Uchiha Sasuke tersebut memilih untuk tak menjawab perkataan sang kekasih. Sekarang yang di pikirkannya adalah pergi ke tempat tujuan utama.
Ya,
Kamar tidur milik Uchiha Sasuke.
"Ja-jangan!" Haruno Sakura memberontak sekuat tenaga dengan ekspresi ketakutan saat Sasuke mulai menariknya masuk ke kamar tidur pemuda itu. "A-aku masih ingin perawan, Sasuke-kun! Sungguh!"
Tanpa basa-basi lagi, Sasuke langsung merebahkan Sakura di atas tempat tidur miliknya. Diciuminya kasar perempuan tersebut. Tak lupa, dia juga melumat kasar bibir tipis tersebut. Dijilatinya bibir Sakura agar perempuan itu membuka mulutnya. Tak kunjung dibuka, akhirnya dengan perasaan yang masih di kuasai oleh emosi, Sasuke menggigit bibir bawah Sakura. Refleks, Sakura membuka mulutnya untuk mengeluarkan rintihan kesakitan. Tapi rintihan tersebut tak kunjung keluar karena di dalam mulutnya telah di obrak-abrik Sasuke kasar. Diajaknya lidah Sakura untuk bermain dengan lidahnya yang lihai dalam hal tersebut. Tak lupa juga dikulumnya lidah dan bibir Sakura untuk menciptakan kenikmatan tersendiri diantara mereka berdua. Sasuke tak peduli, sudah seberapa banyak air liur mengalir keluar dari mulut perempuan yang berpose telentang di bawahnya ini. Tak peduli seberapa kuatnya Sakura berontak karena kehabisan pasokan oksigen.
"Uhhhmm! Nghh~! Uuhhhmm~! Ugh!"
Telinga Sasuke memanas hanya dengan desahan Sakura yang menurutnya erotis. Tanpa pemuda itu sadari, ciuman-ciuman serta pertarungan lidah tersebut telah membuatnya terangsang. Menciptakan sensasi erotis tersendiri bagi mereka berdua.
Merasa pasokan oksigennya juga hampir habis, Uchiha Sasuke menghentikan ciuman tersebut. Menimbulkan decakan erotis juga menciptakan benang saliva yang masih terhubung di mulut mereka berdua.
"Khuh!" Sasuke menggeram kesal ketika melihat ekspresi Sakura yang penuh akan keringat dan pasrah. "Jangan tampilkan ekspresimu yang seperti itu, Honey!"
Jujur, sebenarnya Sakura sangat menikmati ciuman Sasuke yang bersifat mendominasi. Tapi Sakura tak suka jika Sasuke menciumnya dengan emosi yang tak stabil. Hal itu membuatnya kesal sekaligus terangsang.
Sasuke melirik ke arah leher Sakura. Kemudian pemuda tersebut tersenyum nakal sambil mengelus-elus bekas kiss mark yang telah di ciptakannya tadi pagi.
"Ah, tandanya hampir memudar," Jeda sejenak, "Boleh aku membuatnya lagi?"
"Ja-jang-hyaaa~! Aaah!"
Pemuda itu langsung menjilati bekas kiss mark tersebut. Dijilatinya perlahan agar perempuan tersebut mendesah. Setelah merasa cukup, dengan kasar pemuda tersebut menggigit leher Sakura. Perempuan itu merintih kesakitan sekaligus kenikmatan. Bahkan air mata sudah berkumpul di pelupuk matanya karena rasa sakit, perih, nikmat, dan geli menjadi satu.
"Sa-sakit, Sasuke-kun! Be-berhenti! Ahh~!"
Tak ingin mengubris perkataan perempuan tersebut, Sasuke semakin beringas membuat tanda di leher Sakura. Masih ada pemberontakan dari perempuan yang berada di bawahnya, tapi sayang tenaga perempuan itu tak pernah cukup untuk mengalahkan tenaga pemuda yang semakin menjalankan aksinya ini.
Kemudian, tangan Sasuke mulai beraksi. Dilepasnya dasi perempuan tersebut kemudian di buangnya kesembarang arah. Lalu pemuda raven itu membuka kasar baju sekolah Sakura. Bahkan ada beberapa kancing baju yang lepas. Perempuan tersebut semakin ketakutan. Kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi tubuh atasnya, tapi sayang Sasuke menjauhkan tangan tersebut dengan kasar.
"Annggghh! Sa-Sakukeeehh~! Engggh~! Ti-tidak!"
Diremasnya payudara kanan Sakura dari luar dengan kasar. Rasa emosi masih menguasai pikiran pemuda tersebut. Bahkan sekarang, kedua tangannya telah meremas kuat kedua payudara Sakura dengan kasar. Merasa desahan dan erangan Sakura semakin keras dan nyaring, Sasuke langsung melumat bibir Sakura. Dilumatnya bibir itu dengan menggebu-gebu tanpa menanggapi rintihan kesakitan Sakura yang merasa bibirnya begitu sakit. Bahkan pemuda itu tak peduli bahwa gigi mereka saling membentur satu sama lain.
"Ummmhh! Ngghh! Ummmhhhnn!"
Setelah puas dengan payudara yang masih terbungkus oleh baju sekolah dan bra, dengan perlahan tangan pemuda tersebut menyingkap baju perempuan soft pink yang bibirnya masih di lumat oleh bibir Sasuke.
"Ummmhh! Ummhhnn!"
Perempuan soft pink itu kemudian mengerang keras sambil memberontak. Sakura tahu apa aksi Sasuke selanjutnya. Dengan sekuat tenaga perempuan itu mendorong Sasuke. Merasa terganggu dengan pemberontakan Sakura, pemuda tersebut langsung mengakhiri lumatannya kemudian menjilati leher Sakura yang sudah penuh dengan kiss mark miliknya
"Ti-tidak! A-ah! Ja-jangan! Ku-kumohon! U-uggghh"
Dengan kegesitan tangan Sasuke, terlihatlah sebuah payudara berukuran lumayan yang masih tertutupi dengan bra berwarna hitam. Warna hitam yang sangat berlawanan dengan tubuh putih Sakura.
Kemudian pemuda tersebut menyeringai.
Sudah tiba saatnya untuk menaklukan Sakura.
"TI-TIDAAAKKK!"
Pemuda tersebut tersentak kaget saat perempuan soft pink itu menjauh darinya sambil berteriak keras. Kedua tangan perempuan itu kemudian menutupi tubuh atasnya yang sudah setengah terbuka. Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan. Belum lagi di pelupuk matanya sudah mulai ada air mata yang berkumpul.
Sungguh, Sasuke yang dia kenal tidak se-mesum dan se-gila ini. Ini membuatnya takut. Sangat takut. Bahkan hal ini lebih mengerikan daripada kejadian di kereta tempo hari lalu.
"Ja-jangan..." Cicit Sakura ketakutan, "...aku...a-aku...aku..."
Sasuke menundukkan wajahnya.
Sial, kenapa dia tidak bisa menahan diri?
"Maaf," Perempuan soft pink yang masih memakai sepatu itu melirik ke arah Sasuke dengan wajah yang terkejut. "maaf aku terlalu memaksa dan kasar padamu."
"Sa-Sasuke?"
"Apa...kau melupakan kejadian 2 tahun lalu?" Sasuke berucap miris.
Perempuan itu menatap heran pemuda dihapadapannya. "A-apa yang ka-kau ma-maksud?" Jeda sejenak, "A-aku..."
"Tak apa," Lanjut Sasuke pilu, kemudian pemuda raven itu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Pintu kamar mandi tersebut tertutup dengan lemah. Meninggalkan perempuan soft pink yang masih dalam rasa takut dan kaget.
Kejadian 2 tahun yang lalu?
Apa itu?
Ah, sekarang suasanya menjadi canggung.
.
.
.
"Sakura?"
Uchiha Sasuke menatap bingung perempuan yang sudah tertidur nyenyak di atas tempat tidurnya. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, pemuda itu berjalan mendekat dengan perlahan. Ditatapnya perempuan yang sedang berpetualang di dalam mimpi itu, kemudian tersenyum dengan lembut sembari membelai pipi chuby Sakura.
Merasa bahwa rambutnya sudah sepenuhnya kering, pemuda itu melempar handuknya kemudian berbaring di samping Sakura.
"Hei, tidur denganmu itu sempit, lho, Honey." Sasuke tersenyum geli kemudian menghadap wajah Sakura. "Tapi...entah kenapa aku sangat menantikan saat kita tidur berdua."
Pemuda itu melirik ke arah kedua kaki jenjang Haruno Sakura. Sasuke tersenyum geli karena Sakura sudah tidak memakai sepatu lagi. Entah sejak kapan dia melepas sepatunya sendiri. Ah, Sasuke tak peduli. Tapi entah kenapa jantung pemuda raven itu berdetak kencang saat mereka berdua tidur satu ranjang seperti ini. Padahal mereka tidak melakukan 'hal' seperti itu. Padahal Uchiha Sasuke sudah terbiasa tidur dengan banyak wanita. Padahal...dia tak pernah menatap lembut wanita-wanita yang pernah ia 'mainkan', tapi dia tak pernah merasakan jantungnya berdetak secepat dan sekencang ini saat Sakura tidur di sebelahnya.
Inikah yang namanya cinta?
Pemuda raven ini telah jatuh cinta pada perempuat soft pink dihadapannya. Yah, walaupun si perempuan belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia merespon cinta si pemuda. Tapi Sasuke tak mau ambil pusing, yang penting jalani saja dulu. Hohoho.
Kemudian Sasuke menarik selimut yang ada di bawah kaki Sakura. Mengingat bahwa cuaca di luar sana tidak bersahabat. Ditutupinya tubuh Sakura dan tubuhnya yang bertelanjang dada tersebut dengan selimut yang lumayan tebal lalu menatap Sakura sambil tersenyum.
"Hei, Sakura," Ucap Sasuke lembut. "boleh aku memelukmu?"
Pemuda raven itu tahu, ucapannya tak akan direspon oleh perempuan soft pink yang tengah tertidur nyenyak. Ia tahu, mungkin saat ini Sakura sulit untuk dijangkau. Ia tahu, Sakura sudah melupakannya 2 tahun yang lalu. Tapi ia yakin, suatu saat Sakura akan menjadi miliknya. Ya, sepenuhnya.
Dengan lembut, Sasuke mendekatkan tubuhnya ke tubuh Sakura kemudian memeluknya. Sangat mudah memeluk Sakura karena mereka tidur berhadapan. Hangat. Walau di luar sedang gerimis tapi jika bersama orang yang dicintai entah kenapa Sasuke merasakan hangat yang sangat nyaman. Ini yang dia inginkan sejak dulu. Berbagi suhu tubuh dengan orang yang ia cintai.
Kadang Sasuke berpikir, kapan Sakura akan menerima cintanya dengan tulus? Kapan Sakura akan mencintainya? Dan kapan Sakura menganggapnya sebagai kekasih resmi? Tapi...dengan kesabaran yang Sasuke miliki, dia tetap menunggu perasaan Sakura kepadanya, dan Uchiha bungsu itu yakin bahwa Sakura akan menjadi miliknya suatu saat nanti.
Ya...
...suatu saat nanti.
Entah kapan itu.
Ah, inikah yang namanya galau?
.
.
.
"Nghh..." Haruno Sakura merenggangkan otot-ototnya yang kaku kemudian membuka matanya secara perlahan. Redup. Itulah yang pertama dilihatnya. Tunggu dulu. Kok cahayanya redup sih? Seingatnya dia tak pernah mematikan lampu saat tidur.
Perempuan beriris emerald itu bangun dari tidurnya kemudian duduk bersandar pada bantal di belakangnya. Jam digital yang berada di sebelah kanannya menunjukan pukul 05.30 pm.
Perempuan itu mengerutkan keningnya.
Seingatnya, Sakura tak pernah punya jam digital di kamar tidurnya. Ditelusurinya keseluruhan ruangan yang ia tempati tersebut sembari berucap lirih tak percaya, "I-Ini bukan ka-kamar tidurku..."
Dengan kecepatan penuh, Sakura menoleh ke sebelah kirinya. Tersentak kaget, perempuan itu membelalakkan matanya. Di sebelahnya telah ditemukan sesosok pemuda yang sudah bertelanjang dada sedang memeluk pinggangnya.
Sakura terdiam membeku.
Jangan-jangan dia telah di perkosa.
TI-TIDAAAAAKKKK!
Inner Sakura menjerit sejadi-jadinya.
Dengan cepat, perempuan tersebut langsung membuka selimut tebal yang masih menutupi tubuhnya. Ah, syukurlah, pakaiannya masih lengkap. Tapi tunggu, kok pemuda di sampingnya tidur bertelanjang dada? Atau mungkinkah Sasuke melakukan 'itu' padanya saat ia tidur kemudian memasang kembali pakaian Sakura seolah tak terjadi apa-apa?
Apa mungkin seperti itu?
DUAGH!
Haruno Sakura sukses menendang 'barang' milik Uchiha Sasuke.
"Sakiiiitttt!"
Rasakan balasanku Uchiha!
Ehem, sepertinya anda terlalu berlebihan, nona Haruno.
"Apa-apaan kau!" Teriak Sasuke yang masih kesakitan. "Ini 'barang' penting, tahu!"
"Kembalikan keperawananku!"
"Hah?!" Sasuke menatap Sakura bingung. "Sejak kapan aku memperkosamu?!"
"Sejak aku tahu bahwa kau tidur disebelahku dengan bertelanjang dada!" Haruno Sakura menatap tajam Uchiha Sasuke. "Kembalikan keperawananku atau 'barang'-mu ku bakar!"
"Mana mungkin aku tertarik dengan dada rata sepertimu!"
DUAR!
Bagai disambar petir, Haruno Sakura sukses terkejut dengan ucapan Uchiha bungsu tersebut.
Dada rata!
Dada rata!
Dada ra-!
"Kurang ajar!"
BUAGH!
Uchiha Sasuke kembali mendapat 'bogem mentah'.
.
.
.
Tap! Tap! Tap!
Perempuan bermarga Haruno itu berjalan kasar. Jam tangan miliknya tepat menunjukan pukul 8 pagi. Masih ada waktu satu jam untuk memulai pelajaran pertama. Sesekali ia memijit pelipisnya, mengingat pagi tadi dia sudah marah-marah kepada seorang pemuda yang menyandang status sebagai kekasihnya. Setelah mem-'bogem mentah' Uchiha Sasuke habis-habisan, perempuan soft pink ini langsung bergegas pulang ke rumah dan mandi. Satu hal yang diketahuinya, ia masih perawan. Syukurlah. Entah bagaimana keadaan Uchiha mesum itu sekarang, Sakura tak peduli. Yang penting dia dapat pergi ke sekolah tanpa ada seseorang yang membuatnya kerepotan nanti.
"Kau Haruno, huh?"
Perempuan bermarga Haruno tersebut menghentikan langkahnya ketika tiga orang perempuan-yang mungkin seumuran dengannya-menghalangi jalannya. Ketiga perempuan tersebut menatap tajam dan sinis Sakura. Merasa tak nyaman, Sakura mundur selangkah sembari berkata, "A-ada apa?"
Perempuan berambut merah tersebut melipat kedua tangannya tepat di depan dada. "Oh, jadi ini kekasih baru Sasuke-kun kita?"
Eh, tunggu.
'Sasuke-kun kita'?
"Oh, jadi kalian fansnya Uchiha Sasuke, ya?" Ucap Sakura polos. "Ada perlu apa denganku?"
"Kembalikan Sasuke-kun kami!" Jawab perempuan berkuncir empat disamping perempuan berambut merah tersebut tanpa basa-basi. "Kau tak berhak merampasnya, Jidat!"
Jidat?
SHANNARO!
"Dengar, ya!" Sakura menatap tajam ketiga perempuan yang ada dihadapannya. Empat sudut siku-siku tercetak manis di jidatnya yang lumayan lebar. "Aku tidak merampas Sasuke dari kalian! Sasuke menyukaiku! Apa salahnya aku berpacaran dengan Sasuke, hm?"
"Kau-!"
"Satu hal lagi!" Sakura melipat tangannya di depan dada. "Sasuke bukan milik siapa-siapa! Kalian tidak berhak menentukannya! Yang berhak menentukannya adalah dirinya sendiri, bukan fans fanatik seperti kalian! Shannaro! Kau tak pantas memanggilku jidat hanya karena jidatku lebar!"
GYUUTT!
"Ah!" Haruno Sakura mengerang kesakitan saat perempuan berambut merah tersebut menarik rambutnya kasar. "Sa-sakit! Lepaskan!"
"Kami tidak akan melepaskanmu sebelum kami puas menghajarmu!"
Telapak tangannya perempuan merah itu mulai mengambil ancang-ancang untuk mendarat di pipi mulus Sakura. Bola mata perempuan soft pink tersebut menciut seketika ketika mengetahui dirinya akan ditampar dengan keras. Dengan sekuat tenaga, Sakura menutup matanya erat, menunggu rasa sakit yang akan merambat manis di pipinya.
Oh tidak!
Kenapa dia harus dihajar massal begini?
Sial!
"HENTIKAN!"
Sakura membuka matanya perlahan disaat tamparan yang ia nantikan itu tak kunjung tiba, melainkan suara seorang pemuda yang ia kenal lah yang memasuki indra pendengarannya.
Ah, Uchiha Sasuke selalu datang di saat yang tepat.
"Sa-Sasuke-sama..." Cicit perempuan berambut merah tersebut sambil melepaskan genggamannya pada rambut Sakura. "...i-ini tidak se-seperti yang kau bayangkan..."
"Apa yang kalian lakukan pada Sakura, huh? Mau menamparnya?"
"Sa-Sasuke-sama...i-ini..."
"Kalian akan merasakan akibatnya jika kalian melakukan hal seperti ini lagi pada Sakura!" Jeda sejenak, "Aku akan melindungi Sakura karena aku mencintainya, kalian mengerti, hm?"
Ketiga perempuan tersebut membelalakkan matanya kaget kemudian berlari meninggalkan Sasuke dan Sakura yang sudah sukses ber-blushing ria akibat ucapan-ucapan Sasuke.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke sambil membelai lembut wajah Sakura. "Syukurlah aku tepat waktu."
Sakura mengangguk pelan sembari berkata dengan wajah yang memerah, "Ya, kau selalu datang di saat yang tepat, Sasuke-kun,"
"Hei, kau memanggilku Sasuke-kun!" Seru Sasuke, "jarang sekali, hm? Atau jangan-jangan kau sudah jatuh cinta padaku?"
Ja-jatuh cinta?
DEG!
DEG!
DEG!
"Ma-mana mungkin aku jatuh cinta padamu!"
Sasuke tersenyum geli kemudian mengecup bibir Sakura singkat. Wajah perempuan beriris emerald itu kembali memerah, bahkan lebih memerah dari sebelumnya. "Tenang saja, aku akan membuat Honey jatuh cinta padaku!"
DEG!
DEG!
DEG!
Kenapa jantung Sakura berdegup kencang?
"Ayo cepat jalan! Sampai kapan kau akan berdiam diri disitu, honey?"
DEG!
DEG!
DEG!
Tidak mungkin!
"Bohong..." Gumam Sakura yang masih terdiam ditempat, "...jangan bilang aku mulai suka padanya..."
"Sakura, kau kenapa?" Sasuke menatap Sakura heran, "Kenapa kau bergumam aneh?"
"Tak apa," Jawab Sakura singkat.
Sasuke menghela nafas, "Tapi daerah sini tak apa-apa kan?"
Kyuutt! Kyuutt! Kyuutt!
Eh?
"DASAR PANGERAN HENTAI!"
BUAGH!
.
.
Seperti biasa, Uchiha Sasuke kembali mendapat bogem mentah karena menyentuh payudara Sakura.
.
.
Dan percintaan mereka masih berlanjut di chapter depan.
.
.
.
TO BE CONTINUE
.
.
.
Fiuh, akhirnya selesai juga chapter 5. Bagaimana minna? Terus Limenya gimana? Jelek yah? ugh~ maaf tidak memuaskan ,
Ah, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya jawab :
1. Kenapa waktu chapter 1 pakai Sakura's POV? (Karena menurut saya lebih mudah :3 anggap saja chapter 1 itu kaya prolog~)
2. Sakura Tsundere? (Tidak, dia hanya kesal dan bersikap dingin terhadap Sasuke kok X3)
3. Alasan lama update? (Nyan~ pernahkah kalian merasa malas untuk membuat fict bersambung? X3)
4. Kenapa orang ketiga Sasori bukan Gaara? (Gimana ya? Karena saya suka Sasori, saya pilih itu deh, tapi bukan maksudnya saya gak suka Gaara :) saya juga suka Gaara kok XD)
5. Pernah nge-review cerita sendiri? (Nyasshh -_- buat apa ngereview cerita sendiri? Saya baru tau kalau kita bisa ngereview cerita sendiri -,-)
Umm, mungkin segitu aja dulu ya tanya-jawabnya. Muehehehe.
Oh, iya. Rencananya sih chapter depan saya mau bikin full of lime. Muehehe, jadi mohon kritik, saran, dan komentar ya. Kalian mau lime-nya seperti apa XD
Mau flame? Silakan. Tapi flamenya yang bermutu ya. X3
Special Thanks :
Hinata, arbian18, Dya onyx, Guest, Angel, BossunHimekoSwicth, HazukiFujimaru, aina-chan, Putri, minami aiko, Nitya-chan, Aria-chan, Mamimumemo, Dark Courriel, princess7174, WonderWomen Numpak Rajawali, Yumi Murakami, Saku chan, Guest, .5, Mie Ayam, sunny, ocha chan, Rukia, Pikachu, Pink Onyx, Guest, ridafi chan, Rinko Mitsu, Kiki RyuEunTeuk, Azure Shine, white moon uchiha, , Tsurugi De Lelouch, SoulHarmoni, Seiya Kenshin, chii no pinkycherry, hanazono yuri, kakikukeko, Akashi-kun, keka.
Dan untuk orang yang sudah mem-favorite, follow, terimakasih ya!
Terimakasih juga untuk Silent reader! XD kapan-kapan tinggalin jejak kalian ya! X3
Dan...maaf kalau ada nama yang salah dan nama yang belum disebutkan. Ah? Apakah saya masih ada typo?
Terus ikuti cerita ini ya! XD
Sampai jumpa di chapter 6.
Akhir kata,
REVIEW XD
