Name: Naruto DxD Chronicles
Author: Izanagi - no - Ookami
Rating: M
Genre: Adventure

Pair: Uzumaki Naruto x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Haruka, Uchiha Sasuke x Rossweise and Otsutsuki Toneri x Serafall Leviathan

Summary: Naruto masuk ke dunia DxD dan terdampar ke Underworld. Tapi karena suatu hal, dia harus meninggalkan gadis yang dicintainya dan pergi ke dunia manusia dan menjadi anggota fraksi manusia. Apakah dia bisa menjaga perdamaian dari Khaos Brigade dengan bantuan Tailed Beast Force dan keempa fraksi, Versi lain fic Naruto DxD Chronicles

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 9: Menma's Rook

Toneri dan Sasuke menatap bingung Naruto, mereka berpikiran kenapa bisa dia tersenyum pada orang yang sudah mencoba menyerang mereka. Setelah sadar dari kebingungannya, Sasuke pun mulai bicara pada Naruto

"Naruto, kau kenal siapa mereka?" Tanya Sasuke

"Tentu saja, aku tahu" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Mereka ini Ajuka Astaroth atau Ajuka Beelzebub dan juga Falbium Glasya-Labolas atau Falbium Asmodeus. Mereka berdua adalah rekan Sirzech sebagai Yondai Maou dan juga sahabatku di Underworld"

"Sahabat… Bagaimana bisa seorang sahabat menyerang sahabatnya sendiri?" Tanya Sasuke dan dibalas dengan tatapan yang mengartikan 'Apa kau melupakan sesuatu?'

Sasuke pun menyadari arti dari tatapan Naruto itu dan berkata "Hei, jangan tatap aku seperti itu. Aku kan sekarang sudah berubah"

"Jadi ada apa kalian berdua kemari?" Tanya Naruto pada Ajuka dan Falbium

"Apakah aku tidak boleh menemui sahabatku sendiri?" Tanya balik Ajuka dengan nada sinis

"Bukan begitu. Aku pikir kalian akan membenciku karena aku meninggalkan Underworld tanpa pamit pada kalian" Jawab Naruto

"Hoaaammzzz… Memang pada awalnya kami marah padamu, apalagi saat itu Grayfia sedang hamil anakmu. Tapi setelah mendengar cerita dari Sirzech, kami berdua tidak marah padamu kok" Ucap Falbium dengan nada malas dan sepertinya dia mengantuk

'Dilihat dari sifat malasnya, orang ini mirip sekali dengan Shikamaru' Batin Sasuke sweatdrop saat melihat sosok Falbium

"Jadi saat aku diusir dari sini, apa saja yang terjadi disini?" Tanya Naruto

"Mengerikan… Saat kau pergi dari sini dan kandungan Grayfia sudah membesar, para tetua memberi rumor palsu kalau anak yang dikandung Grayfia adalah anak Sirzech, tapi Sirzech sudah membantah rumor itu dan dia mengancam jika mereka memberikan rumor palsu tentang kehamilan Grayfia lagi, dia akan menghancurkan tubuh para tetua dengan teknik Ruin of Extinct miliknya" Jawab Ajuka

"Para tetua sialan itu…" Ucap Naruto yang sudah mengepalkan tangannya karena geram dengan apa yang didengarnya dari Ajuka, kemudian dia melanjutkan "Seharusnya aku bunuh salah satu dari mereka dengan teknik Sabaku Sousou milikku, kalau aku tahu mereka sudah membuat rumor tidak-tidak tentang Grayfia"

"Ada satu kejadian lagi yang lebih mengerikan… Sewaktu Menma berumur 4 tahun, dia hampir diculik oleh seseorang" Ucap Ajuka dan Menma yang mendengarnya tubuhnya bergetar karena mengingat kejadian mengerikan itu

Naruto pun shock saat mendengar kabar ini, kemudian dia bertanya "Siapa yang melakukannya Ajuka, apa para tetua keparat itu?"

"Bukan… Mereka mana berani membuat ulah kembali setelah diancam oleh Sirzech, aku yakin mereka itu tahu kekuatan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan Sirzech. Jadi mereka tidak mungkin macam-macam" Jawab Ajuka, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku pernah mendengar cirri-ciri penculik itu dari Grayfia. Kalau dia salah dia memakai baju hoodie berwarna hitam, mempunyai warna rambut silver seperti Grayfia dan wajahnya mirip dengan mendiang adik Grayfia, Euclid"

'Apa itu Euclid? Tapi apa tujuan sebenarnya dia jika dia benar-benar mendapatkan Menma. Apakah dia akan dijadikan anak buah dari Rizevim atau dia akan dijadikan mesin pembunuh berdarah dingin' Batin Naruto

"Kau memikirkan apa taichou?" Tanya Toneri

"Huh…" Ucap Naruto yang sudah sadar dari lamunannya, kemudian dia berkata pada Toneri karena dia tidak pernah mendengar kalau Toneri sekalipun memanggilnya dengan embel-embel taichou "Kau bertanya padaku Toneri?"

"Ya taichou" Jawab Toneri

"Aku tidak apa-apa" Balas Naruto

"Menma!" Teriak Ajuka, kemudian dia menghampiri Menma dan berkata "Apakah peeragemu sudah lengkap, Menma?"

"Belum Ajuka-ossan" Jawab Menma

"Owh, sayang sekali. Padahal jika sudah lengkap. Kau bisa berpartisipasi dalam Rating Games" Ucap Ajuka

"Tenang saja Menma, kau pasti akan mendapatkan anggota peerage baru. Aku yakin padamu, karena kau adalah anakku ttebayo" Ucap Naruto yang sudah menepuk kepala Menma dengan pelan dan mengelus-ngelus rambutnya

'Arigatou tou-chan' Batin Menma

"Oh ya, Menma. Aku lupa, seharusnya aku memberikanmu ini dari tadi tapi karena aku rindu dengan ayahmu, aku jadi ngobrol terus dengan ayahmu" Ucap Ajuka yang memberikan sebuah bidak Evil Pieces kepada Menma, tapi bidak itu bukan sembarang bidak Evil Piece. Tapi bidak Mutation Evil Piece

"Mutation Evil Pieces… Ajuka-ossan, ini untukku?" Tanya Menma saat menerima bidak itu dari tangan Ajuka

"Iya, itu pesanan dari ibumu beberapa hari lalu untukmu. Sebenarnya itu sudah jadi 2 hari yang lalu, tapi karena kau tidak pernah kelihatan di Underworld 2 hari ini, aku menyimpannya sampai aku menemuimu" Jawab Ajuka

"Arigatou Ajuka-ossan" Ucap Menma, dan kemudian dia membatin 'Arigatou kaa-chan'

"Oy Ajuka…" Ucap Naruto, Ajuka pun mengalihkan pandangannya dari Menma ke Naruto

"Ada apa?" Tanya Ajuka

"Pedang yang kutitipkan padamu, apa masih ada?" Balas Naruto

"Tentu saja masih" Jawab Ajuka, kemudian dia melanjutkan "Kalau kau mau mengambilnya, ayo ikut denganku"

"Baiklah, aku akan kerumahmu" Balas Naruto, kemudian dia berkata pada Toneri dan Sasuke "Kalian berdua ingin ikut atau kembali ke kediaman Gremory?"

"Lebih baik aku ikut saja, aku penasaran dengan pedangmu itu" Jawab Sasuke

"Aku juga sama dengan Sasuke" Jawab Toneri

"Baiklah" Ucap Naruto, kemudian dia melihat Falbium dan berkata "Bagaimana denganmu, Falbium?"

"Nah, aku saat ini sedang malas untuk pergi ke rumah Ajuka dan ingin cepat-cepat tidur dikasurku yang empuk. Mungkin lain kali" Jawab Falbium yang sudah menghilang dengan lingkaran sihirnya

'Dasar pemalas' Batin Naruto saat melihat kepergian Falbium

'Sifatnya benar-benar mengingatkanku dengan si rusa pemalas itu' Batin Sasuke

"Menma, kau ingin pulang atau ikut denganku?" Tanya Naruto

"Lebih baik aku pulang saja. Nanti para anggota peerageku khawatir" Jawab Menma yang sudah menjalan menjauh dari Naruto

Menma saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke rumah kediaman klan Gremory, tapi tiba-tiba dia disambut dengan lemparan bola berwarna orange sebesar bola kasti dari belakangnya, dia pun menghindar dan seseorang keluar dari persembunyiannya dan melihat Menma dalam-dalam

"Siapa kau?" Tanya Menma

"Kau tidak perlu tahu siapa aku" Jawab orang misterius itu, kemudian dia berlari ke arah Menma dan berkata "La Bomba!"

Duaaaarrrr

Menma berhasil menghindari serangan orang itu, kemudian dia melihat dampak kerusakan yang dihasilkan orang tersebut dan membatin 'Hebat sekali orang itu, sekali pukul tanahnya langsung terbelah seperti ini. Mengerikan'

Tap

Menma mendarat dengan kaki kanannya terlebih dahulu dan orang itu melihat Menma dan berkata "Kau hebat juga bocah, tapi sekarang adalah saatnya menghabisimu"

Tap

Tap

"Kami berdua tidak akan membiarkan kau membunuh King kami" Ucap Roxas yang sudah berdiri di depan Menma

"Maaf Menma-sama, hanya kami berdua yang sempat datang kesini dengan cepat. Yang lain masih dalam perjalanan" Ucap Edge yang berada disebelah Roxas

"Tidak apa-apa, ayo kita kalahkan dia sebelum yang lain datang" Balas Menma

"Datanglah, Oathkeeper! Oblivion!" Ucap Roxas dan secara ajaib muncul dua keyblade di kedua tangannya

"Pinjamkan aku kekuatanmu, Plua!" Ucap Edge, kemudian dia diselimuti aura berwarna hitam dan bajunya berubah menjadi outfit ninja dengan masker dan kunai di tangannya

"Hahahaha, ayo kita mulai kalau begitu" Ucap orang itu dan kemudian dia langsung melesat ke arah Menma "Divine Smash!"

"Ice Shield!" Ucap Menma yang sudah membuat tameng es di depannya dan bertubrukan dengan jurus orang itu

Crannnnkkk

'Sial, tameng es milikku sudah mulai pecah' Batin Menma yang mulai memfokuskan energinya untuk memperkuat teknik tameng es-nya

Melihat itu, Edge pun tidak tinggal diam. Dia langsung melompat dan melemparkan banyak kunai yang berada di kantung tas kecilnya dan membuat hujan kunai yang mengarah ke orang itu "Dancing Edge!"

Craassshhh

Crasssshhh

Crasssshhh

Orang itu pun terpukul mundur oleh serangan Edge, kemudian dia berkata "Menarik, kalian membuat darahku untuk bertarung semakin mendidih"

Di rumah dan juga laboratorium tempat penelitian milik Ajuka, Naruto merasa kesal kepada Ajuka karena harus dibuat menunggu olehnya karena dia lupa tempat dia menaruh pedang miliknya. Melihat itu dia pun melihat Ajuka dengan kesal dan berkata

"Hei, Ajuka. Sebenarnya kau taruh pedangku itu dimana sih?" Tanya Naruto dengan nada kesal

"Sabar sebentar kenapa" Balas Ajuka dengan nada tidak kalah sewot, kemudian dia melihat pedang hitam dengan gagang berwarna merah dan berkata "Ini dia…"

"Sini aku lihat" Ucap Naruto yang mengambil paksa pedangnya dari Ajuka, kemudian dia berkata "Masih bagus dan terlihat tajam, aku pikir kau akan membiarkan pedangku bulukan dan berkarat Ajuka"

"Heh, mana mungkin aku memperlakukan barang titipan seperti itu" Balas Ajuka tidak terima dengan perkataan Naruto

Sasuke pun melihat pedang Naruto dan berkata "Pedangmu bagus juga Naruto, kau mau tukar dengan Kusanagi milikku?"

"Ogah…" Jawab Naruto yang membuat Sasuke kecewa dan Ajuka dan Toneri yang tertawa terbahak-bahak, kemudian dia berkata pada Toneri "Sepertinya aku merasakan kalau Menma sedang dalam masalah. Ayo kita kesana"

Kembali ke pertarungan antara Menma, Roxas, dan juga Edge melawan seseorang yang misterius… Saat ini ketiga orang itu masih frustasi dan kebingungan untuk mengalahkan orang yang menjadi lawannya itu karena orang itu mempunyai serangan yang kuat dan pertahanan yang lumayan kokok

"Cih… Bagaimana kita mengalahkannya kalau begini? Pertahanannya sangat hebat dan kekuatan pukulannya juga luar biasa, kita serasa melawan seorang Rook dari stray devil" Tanya Edge pada Roxas dan Menma

"Sepertinya aku harus melakukan ini… Tidak ada cara lain" Jawab Roxas, kemudian tubuhnya bersinar dan dia berkata "Drive Form!"

Setelah sinar itu menghilang, jaket hoodie yang mengelilingi tubuh Roxas pun berubah warna menjadi merah darah dan juga di celananya muncul rantai berwarna perak, kemudian dia berkata "Valor Mode!"

"Heh, kau menggunakan kekuatanmu itu Roxas. Kalau kau pingsan lagi seperti waktu itu, aku dan Menma-sama tidak akan tanggung jawab" Ucap Edge dengan nada menyindir

"Terserah kau saja" Balas Roxas, kemudian dia berkata "Shift!"

Sringgg

'Dimana dia?' Batin orang misterius itu saat melihat Roxas menghilang dengan cepat

Sringgg

"Kena kau, Swordjab!" Ucap Roxas yang sudah muncul di depannya dan juga langsung mementalkan orang itu ke atas dengan keyblade miliknya, kemudian dia melompat ke atas dan mengeluarkan jurusnya "Double-Sword Slash!"

Craaassshhh

Craaassshhh

Craaassshhh

Craaassshhh

"Dual Ignite!" Ucap Roxas yang pedang Oblivion miliknya sudah mengeluarkan energi kegelapan dan pedang Oathkeeper miliknya yang sudah mengeluarkan energi cahaya "The End!"

Boooooommmmm

Orang itu dihempaskan oleh Roxas dengan pedangnya. Roxas pun melihat tubuh orang itu masih bisa bergerak, kemudian dia melakukan teknik Glide miliknya untuk berselancar di udara dan membatin 'Orang macam apa dia… Aku belum pernah melihat ada orang yang masih bisa bergerak setelah menerima teknik The End milikku selain Sora-sensei'

"Serangan itu lumayan sakit tadi" Ucap orang itu, kemudian dia melanjutkan "Tapi belum cukup untuk mengalahkanku…"

"Oh benarkah…" Ucap Edge, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu, keluarlah, Jiptus! I summon thee!

Senjata Edge berganti menjadi sebuah kapak, kemudian dia mengarahkan kepaknya ke arah orang itu dan berkata "Crazed Burial!"

'Kuso, apa-apaan ini' Batin orang itu saat tiba-tiba tubuhnya tertutupi oleh semacam peti mati berukuran besar

"Sekarang dia tidak akan bisa bergerak, gunakan jurus terhebat kita masing-masing, Roxas! Edge!" Perintah Menma

"Hn" Balas Edge

"Baiklah" Balas Roxas

"Kage Bunshin no Jutsu!" Ucap Menma yang tangannya sudah membentuk sebuah handseal

Booooffff

Booooffff

Muncul dua bunshin disebelah Menma, dia pun membatin 'Dua bunshin sepertinya cukup'

"Apa kau percaya apa yang barusan aku lihat, Roxas?" Tanya Edge

"Ya, aku tahu. Aku juga melihatnya. Menma-sama bisa menggandakan dirinya, sepertinya ini berkat didikan Naruto-sama" Jawab Roxas, dan Edge mengangguk setuju atas pemikiran Roxas

"Kalian berpencarlah!" Perintah Menma kepada para bunshinnya, para bunshin milik Menma pun menjalankan tugas yang diberikan boss-nya dengan baik. Kemudian Menma mengumpulkan Demonic Power kedua tangannya dan berkata "Ice Dragon Cannon!"

"Ice Dragon Cannon!"

"Ice Dragon Cannon!"

Booooommmm

Booooommmm

Booooommmm

"Giliran kita…" Ucap Roxas, kemudian dia mengeluarkan skillnya "Dual Ignite! The End!"

Booooommmm

"Soul Burst!" Ucap Edge yang sudah mengeluarkan semacam roh yang terus menyerang orang misterius yang terkurung di teknik milik Edge

Craaasssshhhh

Craaasssshhhh

Craaasssshhhh

Prannnnkkkkk

Teknik Crazed Burial milik Edge pun hancur dan memuntahkan sosok orang misterius itu yang sudah dalam kondisi babak beluar, tapi dia masih bisa menyeringai. Melihat itu Edge pun berkata "Dia sudah kalah, tapi masih bisa menyeringai. Apa dia sudah gila?"

"Berhati-hatilah, dia merencanakan sesuatu" Ucap Menma

"Hahahahaha!" Tawa orang itu terdengar semakin keras dan serasa menusuk-nusuk tubuh Menma, Roxas, dan Edge dan tiba-tiba tangan kanannya bercahaya dan kemudian dia berkata dengan nada yang berat "Rasakan kekuatan dari God Hand Mode, iblis…"

Orang itu pun berencana menyerang mereka bertiga, tapi ada suara yang mereka kenal menghampiri mereka "Help us, Bahamut!"

Setelah perkataan itu muncul lingkaran sihir di atas langit dan keluarlah sosok naga besar dan dengan mulut yang besar, Menma yang menyadari siapa yang menolongnya pun berkata "Syukurlah kau sudah sampai disini, Haruka"

Monster bernama Bahamut itu mengumpulkan energy di mulutnya dan mengeluarkannya dalam bentuk laser "Mega Flare!"

Boooooommmmm

Serangan laser dari Bahamut berhasil mementalkan orang itu beberapa meter, kemudian Haruka muncul di belakang Menma dan berkata "Kau tidak apa-apa kan, Menma-kun?"

"Aku tidak apa-apa, Haruka-chan. Tenang saja" Balas Menma

"Edge-kun… Kau tidak apa-apa kan, kau membuatku khawatir tahu" Ucap Nell yang baru datang bersamaHomura, Rias, dan Saiaorg

"Gomen…" Balas Edge

Pletakkk

"Kau ini! Kenapa kau suka sekali mendapat masalah sih, dasar magnet masalah!" Teriak Rias pada Menma

"Urusai bibi! Lagipula memangnya aku yang minta kalau aku akan punya banyak masalah, HAH!" Balas Menma karena tidak terima atas perkataan Rias

"Sudah kubilang jangan panggil aku bibi, panggil aku nee-sama!" Semprot Rias, mereka pun tidak menyadari kalau Drive Form milik Roxas sudah menghilang dan tubuhnya oleng karena kelelahan tapi tubuhnya ditahan supaya tidak jatuh oleh seseorang

"Kau tidak apa-apa kan Roxas-kun?" Tanya orang yang membantu Roxas tadi

"Aku tidak apa-apa Sona-sama" Jawab Roxas. Yup, ternyata orang yang menolongnya adalah Sona Sitri yang datang bersamaan dengan para peeragenya

"Jangan panggil aku seformal itu. Panggil saja aku dengan suffix-chan seperti biasa" Ucap Sona

"Itu tidak bisa Sona-sama, karena kalau saya memanggilmu begitu maka saya akan terasa seperti tidak mempunyai rasa hormat terhadap salah satu heiress dari 72 pillar yang tersisa" Balas Roxas. Sona pun menghela nafas setelah mendengar balasan dari Roxas

"Jadi Sona, apa yang membuatmu datang kesini?" Tanya Rias, kemudian dia menyeringai dan meneruskan "Apa kau kangen dan mencoba menemui Knight dari keponakanku ini?"

"Te..Tentu saja tidak" Jawab Sona dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus, kemudian dia meneruskan sambil menunjuk tubuh Roxas "Aku hanya merasakan ada aura kuat dari 3 orang sedang bertarung dengan seseorang, terlebih dari dia"

"Roxas-kun, jangan bilang kau habis menggunakan kekuatan Drive Form milikmu tadi?" Tanya Haruka dengan ekspresi marah dan dibalas dengan anggukan oleh Roxas, kemudian dia meneruskan "Roxas-kun, kau tahu kan resiko penggunaan teknik itu. Kau bisa kelelahan setiap menggunakan teknik itu terlebih jika kau menggunakan Master Form. Kau bisa mati"

Sona pun terkejut dengan perkataan Haruka dan berniat ingin memerahi Roxas juga, tapi kemudian Roxas membalas dengan datar "Tenang sajalah Haruka, aku hanya menggunakan Valor Form saja kok. Lagipula kami itu melawan seseorang manusia dengan kekuatan abnormal. Jadi jika aku tidak melakukannya, kesempatan kami untuk menang itu tipis sekali"

"Hei kau liat Menma-sama, saat Haruka sedang memarahi Roxas. Mereka terlihat seperti ibu yang memarahi anaknya ya?" Tanya Edge

"Kau benar, aku jadi teringat saat kaa-chan memarahiku karena aku membuat kerusuhan di Underworld karena mengerjai bibiku dan Sona-neechan" Jawab Menma

'Sejak kapan Menma memanggil Grayfia-neesama dengan sebutan kaa-chan bukan okaa-sama lagi?' Batin Rias, Saiaorg dan Sona yang baru pertama kali mendengar Menma memanggil Grayfia dengan sebutan kaa-chan bukan okaa-sama seperti biasa

"Diam kalian berdua!" Teriak Haruka pada Menma dan Edge, kemudian dia melanjutkan "Dan kalian berdua, bukannya memberi tahu efek samping dari teknik itu pada Roxas-kun. Kalian malah membiarkannya menggunakan itu, kalian ingin Roxas-kun mati HAH!

"Maaf Haruka / Haruka-chan" Balas Edge dan Menma

"Sudah jangan salahkan mereka. Itu salahku bukan mereka" Ucap Roxas, kemudian dia melihat orang misterius itu bangkit setelah menerima serangan dari summon milik Haruka dan sedang berlari ke arah Menma dan kawan-kawan "Holy shit! Dia masih bisa bergerak setelah mendapatkan serangan telak dari Bahamut, sebenarnya dia punya nyawa berapa sih"

"Minggir! Biar aku yang akan menyerang dia" Ucap Menma yang sudah memfokuskan chakra di tangannya dan membentuk Rasengan, meskipun belum sempurna

"Menma, minggirlah. Biar aku dan Saiaorg yang melawannya. Kau tidak akan bisa menyerangnya dengan Rasengan milikmu, teknik itu belum sempurna karena belum membulat sepenuhnya" Ucap Rias

"Aku tidak peduli! Walaupun Rasengan milikku belum sempurna, aku akan tetap mengalahkannya. Karena itu adalah jalan ninja yang diwariskan tou-chan padaku, ttebasa!" Balas Menma, kemudian Rasengan membulat secara sempurna dan membuat Rias dan Saiaorg terbelalak saat melihat Menma bisa mengubah Rasengan miliknya menjadi sempurna karena tekad dan jalan ninja yang diwarisi ayahnya

"Divine Smash!"

"Rasengan!"

Boooooooommmmm

Serangan mereka pun beradu, tapi serangan Rasengan Menma terbukti jauh lebih kuat daripada teknik orang itu dan menghempaskan dia jauh ke belakang. Menma pun menghampiri sosok misterius itu yang sedang dalam keadaan tidak berdaya

"Siapa namamu bocah? Kau hebat bisa mengalahkanku" Tanya orang itu

"Namaku Menma, Uzumaki Menma" Jawab Menma

"Kalau begitu perkenalkan, namaku adalah Gene" Balas orang bernama Gene itu

"Jadi Gene, kenapa kau menyerangku?" Tanya Menma

"Karena kau adalah devil" Jawab Gene singkat

"Jadi kau exorcist?" Tanya Menma

"Nah, bukan. Aku adalah pengembara yang bertugas membunuh iblis-iblis yang ada di dunia ini. Karena mereka selalu mengganggu dan membunuh kami para manusia" Jawab Gene

"Cih… Kau pikir aku adalah iblis yang seperti itu?" Tanya Menma dengan alis yang terangkat

"Bukannya iya. Iblis itu selalu membenci manusia karena mereka diturunkan dari surge karena mereka telah menjebak manusia pertama supaya dia bisa dikeluarkan dari surge oleh Tuhan, dan akan selalu melakukan apapun untuk menuntus balas pada manusia" Jawab Gene

"Heh, kau pikir aku akan memusnahkan ras dari ayahku begitu saja?" Tanya Menma

"Apa maksudmu?" Balas Gene dengan nada bingung

"Aku adalah half-devil. Ayahku adalah manusia dan ibuku adalah iblis. Lagipula ibuku mengajarkanku untuk bekerja sama dengan manusia dan menghormati manusia karena darah dari dalam tubuhku, aku juga merupakan seorang manusia meskipun aku memiliki darah iblis dari ibuku" Jawab Menma

Gene pun merasa bersalah dengan orang ini, dia menyerangnya tanpa alasan hanya karena dia pikir iblis selalu membenci manusia dan mencoba memusnahkan mereka satu persatu. Kemudian Edge datang dan berkata "Bunuh dia, Menma-sama sebelum dia lolos"

"Aku tidak yakin Menma akan membunuh orang itu" Ucap Rias saat mendengar perkataan Edge

"Apa maksudmu, buchou?" Tanya Akeno yang berada disebelahnya

"Lihat saja nanti, Akeno" Jawab Rias

"Jadilah anggota peerageku…" Ucap Menma

Perkataan Menma itu pun dibalas teriakan dari jauh oleh Edge "Jangan bercanda Menma-sama! Dia hampir membunuh kita tadi, apa kau lupa!"

"Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua Edge" Balas Menma

"Tch" Gerutu Edge karena tidak suka dengan keputusan Menma

'Sudah kuduga dia akan melakukan hal ini' Batin Rias dengan tersenyum

"Apa itu peerage?" Tanya Gene

"Kau akan aku reinkarnasikan menjadi iblis dan juga menjadi budak iblisku. Tapi bagiku, kalian semua yang sudah menjadi anggota peerageku tidak aku anggap sebagai budak tapi sebagai keluarga dan juga saudaraku" Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Lagipula kalau kau bergabung menjadi anggota peerageku. Kau akan bisa menendang bokong para iblis liar yang selalu membuat masalah dengan manusia. Kau setuju kan?"

Gene pun memikirkan hal itu matang-matang dan dia pun teringat dengan perkataan Menma tentang keluarga. Dia memang menginginkan seseorang yang menggangapnya sebagai keluarganya, kemudian dia memutuskan "Baiklah, aku bersedia"

"Baiklah, kalau begitu…" Ucap Menma yang sudah mengeluarkan Evil Piece miliknya dan bidak rook miliknya dan membuatnya membatin 'Sudah kuduga, pertahanan dan juga kekuatan serangnya memang cocok sebagai rook'

"Atas nama Uzumaki Menma. Aku mereinkarnasikan dirimu, Gene sebagai rook milikmu" Ucap Menma, kemudian setelah mengucapkan perkataan itu tangan kiri Gene pun berganti menjadi tangan dengan tato berwarna hitam, sangat berbeda dengan tangan kanan Gene yang tatonya berwarna kuning membuat Menma bertanya "Apa yang terjadi pada tanganmu, Gene?"

"Ini adalah Devil Hand, counterpart dari God Hand milikku. Sepertinya setelah aku direinkarnasikan menjadi iblis telah membuatku mendapatkan kekuatan dari Devil Hand" Jawab Gene

"God Hand… Apa itu semacam [Sacred Gear]?" Tanya Menma

"Aku tidak tahu, tapi saat aku melawan seseorang di Boston karena menyerang seorang kakek tua. Tangan kananku dipotong olehnya dengan pedangnya, tapi kakek tua yang kuselamatkan itu memberikan tangan ini padaku. Dan aku merasa lebih kuat setelah memiliki tangan ini. Apalagi jika sudah memasuki God Mode, maka kekuatanku hampir sama dengan kekuatan Tuhan" Jawab Gene dan dibalas oleh tatapan shock oleh Rias dan Sona serta para peeragenya dan para peerage Menma dan juga diri Menma sendiri

'Tidak aku sangka, aku mendapat peerage sekuat ini' Batin Menma

'Kau memang beruntung Menma. Aku harap dengan peeragemu ini kesempatan menangmu di Rating Games akan semakin besar' Batin Rias

"Jadi kau sudah mendapatkan peerage baru, selamat ya Menma" Ucap Naruto yang sudah keluar dari persembunyiannya bersama dengan Toneri dan Sasuke

"Tou-chan, jadi kau melihatku sedari aku, Roxas, dan Edge melawan Gene?" Tanya Menma

"Ya, aku melihat kalian sejak Roxas menggunakan serangannya yang bernama The End itu" Jawab Naruto

"Lalu kenapa kau tidak menolong kami, ttebasa. Kami hampir mati kau tahu?" Tanya Menma

"Aku hanya ingin melihat sebesar mana kemampuanmu putraku. Aku kagum kau bisa menggunakan jutsu dari chakra yang kuwariskan padamu dan sihir es yang diwariskan dari ibumu" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku juga melihatmu sudah berhasil menyempurnakan Rasengan milikmu. Jadi aku akan memberikan hadiah padamu"

Naruto pun melemparkan pedang yang didapatkannya dari Ajuka ke arah Menma dan ditangkap oleh Menma. Kemudian Menma pun berkata "Tou-chan, pedang apa ini ttebasa?"

"Itu pedang dari tempat kelahiran nenekmu, namanya Uzushio no Ken. Jaga pedang itu baik-baik, kalau kau ingin belajar memakainya. Kau bisa memintaku atau Sasuke untuk mengajarimu" Jawab Naruto, kemudian dia berkata pada Menma sebelum pergi dengan Toneri dan Sasuke "Ingat Menma, masih ada satu tahap lagi yang harus kau lakukan untuk benar-benar menyempurnakan Rasengan milikmu"

"Apa itu tou-chan?" Tanya Menma

"Menggabungkan kekuatan element milikmu dengan Rasengan milikmu" Jawab Naruto yang sudah pergi dengan Sasuke dan Toneri dan meninggalkan Menma dan kawan-kawan

"Tunggu aku, tou-chan!" Teriak Menma yang sudah mengejar ayahnya bersamaan dengan para peeragenya dan juga Rias dan Saiaorg

-To Be Continued-

Review:

Namikaze Anwar: Enggak, yang lanjutin saudara ane. Jadi tunggu aja

Adityapratama081131: Thanks vroh

Ashalim 31: Ya, tunggu aja entar. Tapi masih lama, soalnya Naruto belum ngalahin Matatabi sampe Kurama

Draknamikaze SS: Kata siapa, belum tentu lah

LunaticGear: Bang Randi, kata siapa. Ini nama-nama dari DNS ane sendiri kok. Kalo Leon dan Levi udah ada dari semenjak ane belum pernah baca DNS bang Randi. Tetsuya… Itu nama udah mainstream ane pakai sebagai OC di buku fanfic ane, so why not?

Arafim123: Ini udah lanjut kok

Wid: Tentu, Oro juga ada dan bakal make ET kaya Kabuto

Ero Azazel: Thanks

Guest: Perasaan udah dikasih tau deh. Baca balesan review di chapter 8

Devan Boy Steln: Penyerangan Underworld ada, pertemuan dewa utara pasti ada soalnya nanti Sasuke kan ketemu Rossweise, kalo ada pertemuan dewa utara udah pasti ada penyerangan Loki kan

Zaldy844: Abis Naru married sama Grayfia