Name: Naruto DxD Chronicles
Author: Izanagi - no - Ookami
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Uzumaki Naruto x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Haruka Suzumiya x Rise Kujikawa x Seekveira Agares x (Secret), Uchiha Sasuke x Rossweise and Otsutsuki Toneri x Serafall Leviathan
Summary: Naruto masuk ke dunia DxD dan terdampar ke Underworld. Tapi karena suatu hal, dia harus meninggalkan gadis yang dicintainya dan pergi ke dunia manusia dan menjadi anggota fraksi manusia. Apakah dia bisa menjaga perdamaian dari Khaos Brigade dengan bantuan Tailed Beast Force dan keempa fraksi, Versi lain fic Naruto DxD Chronicles
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 13: Castlevania Arc Part 1: Goes To Reverse Castle
Menma, Naruto, Ryuta dan Genya saat ini sedang berada di halaman di luar Castlevania dan mereka sudah disambut oleh serigala besar. Melihat itu Genya langsung melemparkan sebuah panah dan menghancurkannya menjadi debu
"Kau masih tetap hebat ya Genya, atau bisa aku sebut Alucard" Ucap Naruto
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti" Balas Genya dengan nada datar
"Mungkin penampilanmu sudah berbeda jauh dari dulu, tapi kau tidak bisa membohongiku Alucard" Ucap Naruto
"Haah… Aku memang tidak bisa membohongi matamu ya, Naruto" Balas Genya atau mulai sekarang akan saya sebut dengan Alucard
"Tunggu dulu!" Teriak Ryuta, saat Naruto dan Alucard menatapnya. Dia pun berkata "Kau Alucard… Anak dari Dracula dan juga kakek dari leluhur kami, Araven dan Arianne Belmont?"
"Iya itu benar" Balas Alucard, kemudian dia melihat Ryuta dan berkata "Ah, kau pasti reinkarnasi dan penerus dari cucuku, Araven kan. Tapi cukup aneh aku juga merasakan kekuatan Arianne dari dalam dirimu nak"
"Itu karena reinkarnasi dari Arianne-sama yaitu sahabatku, Asura memberikan sebagian kekuatannya padaku saat dia kalah dalam pertarungan melawan vampire yang bernama Olrox, Alucard-sama" Balas Ryuta
"Olrox ya… Aku tidak menyangka kakek tua itu bisa keluar dari Castlevania dan meneror dunia luar. Tapi baguslah kau telah mengalahkannya nak…" Ucap Alucard
"Ryutaro Kagami Strife, tapi aku biasa dipanggil Ryuta" Balas Ryuta
"Ah, namamu Ryuta ya. Nama yang bagus" Ucap Alucard, kemudian dia melihat Menma dan berkata "Dan siapa namamu nak?"
"Namaku Uzumaki Menma, ttebasa" Balas Menma yang sudah menutup mulutnya setelah mengatakan kalimat khas trio Uzumaki itu, kemudian dia membatin 'Aku melakukannya lagi'
"Ah, sudah jelas kalau kau anak dari Naruto. Apalagi saat mendengar kata-kata khasmu itu" Ucap Alucard
"Bisa kita lebih cepat, aku ingin cepat-cepat menyelesaikan misi ini dan membawa bocah kampret ini dan menikah dengan kekasihku tahu" Ucap Naruto yang sudah langsung menerobos ke dalam kastil dan menghancurkan serigala besar yang menghalanginya dengan pasirnya
"Dasar tidak sabaran. Ayo kita cepat-cepat susul dia, sebelum dia berbuat hal bodoh seperti dulu" Ucap Alucard
"Ha'i" Balas Menma dan Ryuta yang menyusul Naruto disertai dengan Alucard
-Entrance-
Menma, Ryuta, dan juga Alucard akhirnya berhasil menyusul Naruto. Saat Menma ingin menghampiri ayahnya, muncul banyak zombie dari bawah tanah. Menma pun langsung menggunakan jurus es-nya untuk membunuh zombie-zombie itu
"Blades of Ice!" Ucap Menma yang sudah membuat pedang es di tangannya
Craaaassshhh
Craaaassshhh
Craaaassshhh
Tapi bukannya berhenti, malah muncul lebih banyak zombie dari bawah tanah. Menma yang melihatnya pun berteriak "Kenapa zombie-zombie ini terus bermunculan, ttebasa!"
"Kita tidak akan bisa mengalahkannya Menma. Zombie-zombie itu tidak akan berhenti bermunculan. Lebih baik kita langsung meneruskan perjalanan kita dan membunuh zombie yang menghalangi jalan kita" Ucap Naruto
"Baik tou-san" Balas Menma yang sudah mengikuti ayahnya dan Ryuta serta Alucard
Mereka saat ini sudah sampai di tempat berikutnya, kemudian Menma yang melihat rintangan berikutnya pun berkata "Hanya tinggal menaiki batu itu saja kan, mudah…"
"Tunggu Menma" Ucap Naruto yang menahan pergerakan anaknya, kemudian keluar pasir dari gucinya dan membentuk sebuah shuriken "Suna Shuriken!"
Craaaassshhh
Craaaassshhh
Craaaassshhh
"Apa itu tadi?" Tanya Menma
"Kelelawar" Jawab Naruto, Menma pun menatap ayahnya dengan tatapan bingung. Melihat tatapan anaknya, Naruto pun melanjutkan "Tapi jangan sangka, satu gigitan bisa membuat kita kehilangan banyak darah. Benar kan Alucard?"
"Itu benar Naruto" Jawab Alucard, kemudian dia melanjutkan "Dan Menma-san jangan bertindak gegabah. Satu gerakan ceroboh, maka akan fatal akibatnya"
"Aku mengerti Alucard-san. Aku tidak akan bertindak ceroboh lagi" Balas Menma
"Uhm, Naruto-ossan, Alucard-sama… Kata Asura disini ada jalan rahasia untuk menuju keMarble Gallery kan?" Tanya Ryuta
"Ya, kau benar" Jawab Alucard, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu ayo kita lewat bagian sana, tapi berhati-hatilah pada Merman dibawah. Mereka bisa melompat dari dalam air ke permukaan untuk menyerang atau menembakkan bola api dari mulutnya
"Baik Alucard-san / Alucard-sama" Balas Menma dan Ryuta
Saat mereka turun ke platform di bawah, muncul Merman yang melompat dari bawah air, kemudian dia menembakkan bola api ke arah mereka. Melihat itu Menma pun dengan sigap langsung membuat dinding es "Ice Shield!"
Boooooommmm
"Bagus Menma-san" Ucap Alucard yang melemparkan boomerang miliknya dan menghancurkan Merman itu menjadi abu, kemudian dia berkata "Ayo kita teruskan, sebelum lebihbanyak lagi yang bermunculan"
"Ya, kau benar Alucard" Balas Naruto, kemudian mereka meneruskan perjalanan dan dihadang oleh tiang besar yang menutupi jalan mereka menuju jalan pintas ke Underground Caverns
"Bagaimana ini tou-chan, Alucard-san. Tiang ini menhalangi jalan kita" Ucap Menma
"Sepertinya kita harus memutar. Iya kan Alucard?" Tanya Naruto
"Iya, mau tidak mau kita harus kembali dan lewat dari Alchemy Laboratory" Jawab Alucard
Naruto, Menma, Alucard, dan Ryuta pun kembali ke tempatyang dipenuhi Merman tadi dan mereka menaiki tangga di atas. Kemudian mereka sampai lagi di daerah yang dipenuhi para Zombie, dan Naruto dan Menma menghabisi mereka semua yang menghalangi perjalanan mereka. Setelah itu mereka pun sampai disebuah ruangan yang memiliki banyak tangga
"Satu ruangan lagi. Iya kan Alucard?" Tanya Naruto
"Iya" Jawab Alucard
"Grrrrooooaaahhh!"
"Wow, ada musuh lagi… Ehm, Bloody Zombie ya? Biarkan aku yang mengalahkan mereka, Naruto-ossan, Alucard-sama, Menma-kun" Ucap Ryuta yang sudah mengeluarkan cambuknya saat mereka sudah sampai di tangga paling akhir dan ada monster yang menghalangi pintu besar di depannya
"Tidak masalah" Balas Alucard
"Terserahmu saja" Balas Naruto
"Raging Whip!" Ucap Ryuta, kemudian cambuknya diselimuti oleh api dan dia menghancurkan musuh itu dengan sekali serang, kemudian dia berkata "Terlalu mudah"
"Kau memakai Raging Whip… Bukannya itu terlalu overkill, Ryuta?" Tanya Naruto
"Aku hanya sedang ingin mencoba-coba jurusku saja, sejak Ryla lahir aku tidak pernah bertarung seperti ini kau tahu. Aku pikir kemampuanku sudah karatan, sepertinya belum" Jawab Ryuta
"Ayo kita lanjutkan perjalanan" Ucap Alucard, kemudian mereka membuka pintu besar di hadapannya dan masuk ke wilayah baru
-Alchemy Laboratory-
Saat ini mereka sudah sampai di AlchemY Laboratory, tempat penelitian dari Dracula kepada para korbannya. Alucard setelah itu langsung melompat ke platform di depannya, kemudian Naruto yang melihatnya pun berkata
"Kau mau kemana?" Tanya Naruto, kemudian dia berkata sambil menunjuk arah yang berlawanan dengan Alucard "Bukannya seharusnya kita harus pergi ke bagian sana?"
"Ada yang harus aku lakukan, kalau kalian mau ikut tidak apa-apa" Jawab Alucard
"Baiklah, aku akan mengikutimu bersama dengan Ryuta dan Menma. Akan sangat merepotkan pada saat kami sedang menunggumu kau, kami malah diserang musuh
"Ya sudah, ikuti aku" Ucap Alucard yang sudah memasuki sebuah ruangan kosong bersama dengan Ryuta, Naruto, dan Menma dengan peti mati di dalamnya
"Kau mau istirahat di peti matimu itu Alucard…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Bisa kau menunggu istirahatmu itu nanti saja?"
"Diam dulu" Balas Alucard yang memegang sebuah symbol dan muncul sebuah jalan rahasia disebelahnya, kemudian dia berkata "Ayo kita masuk"
Naruto, Ryuta, dan Menma masuk ke ruangan yang diberi tahu Alucard dan mereka terkejut saat mereka melihat jalan rahasia yang ditunjukkan Alucard itu menuju ke sebuah kamar dengan perabotan yang lengkap di dalamnya
"Dimana ini?" Tanya Naruto
"Ini kamarku saat aku masih tinggal disini dulu" Jawab Alucard
"Untuk apa kau membawa kita kesini?" Tanya Naruto
"Kita beristirahat dulu disini malam ini" Jawab Alucard
"Jangan bercanda, Alucard. Kau masih bisa memikirkan untuk istirahat dalam saat genting seperti ini" Ucap Naruto, kemudian dia berteriak "Yang benar saja! Kau tahu waktu yang kita buang sia-sia akan dimanfaatkan oleh Dracula untuk bangkit"
"Aku tahu itu, tapi jangan khawatir. Ayahku tidak akan bangkit secepat itu, butuh waktu lama untuknya untuk bangkit secara sempurna. Lagipula kita harus mempersiapkan diri kita matang-matang. Terutama kalian berdua" Balas Alucard sambil melihat Menma dan juga Ryuta
"Aku…" Balas Ryuta dan juga Menma
"Iya, untukmu Ryuta… Kau memang telah mengalahkan Olrox, tapi Olrox itu bukan apa-apa jika dibandingkan oleh ayahku bahkan Shaft atau Death. Dengan kemampuanmu yang masih segitu saja. Raging Whip memang hebat, tapi bahkan Araven atau Richter lebih baik dalam menggunakan cambuknya daripada kau saat ini. Kau paham?" Ucap Alucard
"Aku paham" Balas Ryuta
"Dan untukmu Menma, aku merasakan dua energi yang kuat berasal dari dirimu. Yaitu sihir dan juga kekuatan yang kau warisi dari Naruto yang bernama chakra. Tapi kekuatanmu dalam bidang chakra belum cukup kuat untuk bertahan hidup di Castlevania ini. Mungkin kau bisa bertahan hidup di bagian ini, tapi di bagian Black Castle kau bisa terbunuh karena musuh-musuh yang kau hadapi bukan makhluk sembarangan. Bahkan ada musuh disini yang merupakan salah satu Satan, yaitu Beelzebub" Ucap Alucard
"Eh! Ada Beelzebub-sama disini?" Tanya Menma
"Ya, itu benar. Sosoknya sama seperti True Form dari Shalba Beelzebub dan memiliki kemampuan yang luar biasa" Jawab Naruto
"Jadi kalian harus berlatih untuk memperkuat diri kalian supaya kalian lebih kuat untuk melawan Dracula. Gunakan tempat latihan di pintu sebelah kiri Menma untuk latihan sesuka kalian. Kalau sudah, laporkanlah padaku dan kita akan pergi melalui jalan rahasia di ruangan ini untuk mencapai ruang jam di Marble Gallery
"Dimengerti, Alucard-san / Alucard-sama" Balas Ryuta dan Menma, kemudian mereka memasuki ruang latihan yang diberitahu Alucard
"Alucard… Bukannya kau mempunyai seorang murid, kenapa kau tidak mencarinya?" Tanya Naruto
"Ini aku mau mencarinya, kau mau ikut?" Tanya Alucard
"Tentu" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi apakah disini aman?"
"Tentu saja, hanya aku dan pemilik toko di Long Library yang tahu keberadaan tempat ini" Balas Alucard
Naruto dan Alucard pun saat ini sedang menaiki tangga di jalan rahasia menuju ke ruang jam besar yang berada di Marble Gallery, saat sampai disana… Alucard pun mendengar suara yang familiar
-Clock Tower-
"Sial, bagaimana caranya untuk keluar dari sini?" Tanya seseorang yang berada di ruangan dibawah jalan yang diinjak oleh Alucard dan Naruto
"Soma, apa itu kau?" Tanya Alucard pada sosok yang berbicara tadi
"Ya, ini aku. Aku terjebak dan jatuh ke bawah sini dan aku tidak bisa kembali ke atas karena jalannya tertutup" Jawab sosok bernama Soma itu
"Tunggu sebentar…" Ucap Alucard yang sudah memakai dua cincin di jarinya, yang satu berwarna emas dan yang satunya berwarna perak, kemudian melompat ke tempat aman dan berkata pada Naruto "Naruto, menyingkirlah. Kalau kau disitu kau bisa jatuh"
"Tidak usah memberitahuku, aku tahu kau akan menggunakan Gold Ring dan Silver Ring untuk membuka jalan ke bawah kan?" Tanya Naruto yang sudah melompat sebelum jarum panjang dan pendek di jam besar di depan mereka berhenti di arah jam 12 dan jalan yang mereka injak tadi perlahan-lahan mulai menghilang
"Dia pasti dibawah" Ucap Alucard yang sudah melompat ke bawah
"Hn" Balas Naruto yang sudah melompat untuk menyusul Alucard
"Genya-sensei, ternyata ini benar-benar kau. Aku pikir aku cuma bermimpi tadi" Ucap Soma
Jduuuuaaakkk
"Dasar bocah bodoh, bisa-bisanya kau ceroboh dan main masuk saja kesini! Kau ini kan tidak tahu seluk-beluk wilayah disini, untung aku menemukanmu tadi… Kalau tidak kau sudah membusuk dibawah sana baka!" Teriak Alucard
"Ittaii! Ampun, Genya-sensei! Aku tidak akan melakukannya lagi" Balas Soma yang memegang kepalanya yang benjol karena dipukul oleh pukulan berkekuatan monster dari Alucard
"Sudahlah Alucard… Yang penting kan dia sudah kembali dengan keadaan sehat, tidak perlu kau memarahinya lagi. Kejadian ini sudah cukup sebagai hukuman darinya, tidak usah kau tambah-tambahkan lagi" Ucap Naruto
"Maaf, nama senseiku itu bukan Alucard tapi Genya… Genya Arikado" Ucap Soma
"Soma, dengar…" Ucap Alucard, kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk Naruto "Nama asliku sebenarnya bukan Genya Arikado, tapi Alucard. Seperti yang dikatakan orang ini"
"Tapi bukannya Alucard itu putra dari Dracula?" Tanya Soma, kemudian dia melanjutkan sambil mengeluarkan pedangnya dari sarungnya "Berarti kau itumusuh"
"HAHAHAHAHA!" Ucap Naruto yang tertawa setelah mendengar statement dari Soma
"Apa yang membuatmu tertawa HAH!" Teriak Soma
"Kau bodoh… Kalau Alucard musuh, kenapa dia bisa membantu Richter Belmont dan Maria Renard melawan ayahnya sendiri? Kenapa dia bisa berhubungan dengan Maria Renard yang merupakan adik dari istri Richter Belmont? Dan kenapa dia bisa menjadi kakek dari dua Vampire Hunter terkenal, Araven dan Arianne Belmont?" Tanya Naruto bertubi-tubi sambil melihat Soma dengan tajam
"Itu…" Ucap Soma
Naruto pun langsung memotong perkataan Soma "Itu karena kau belum mengenal gurumu itu dengan baik. Meskipun Alucard adalah putra dari Dracula, tetap sajadia adalah gurumu yang mengganti namanya menjadi Genya Arikado. Pria yang baik, kuat dan juga selalu menjaga seseorang yang dia sayangi. Apakah cuma karena hal ini kau berniat menyerang guru yang telah mengajarimu hal-hal yang perlu kau ketahui sebagai seorang murid"
"Kau benar, maafkan aku Gen… Maksudku Alucard-sensei" Ucap Soma
"Tidak apa-apa Soma, aku tidak bisa marah pada muridku sendiri" Balas Alucard, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Haah, Naruto. Terima kasih atas bantuanmu, kau memang hebat dalam kata-kata seperti biasa"
"Ah, tentu saja. Bahkan musuh-musuhku saja takluk pada kata-kataku hehehe" Ucap Naruto, kemudian dia membatin 'Kecuali si kakek tua dan nenek kelinci itu'
Naruto pun teringat sesuatu, kemudian dia berkata pada Alucard "Alucard, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Hal apa yang ingin kau tanyakan, Naruto?" Tanya Alucard
"Muridmu itu… Kenapa dia bisa memiliki aura milik ayahmu, Alucard?" Tanya Naruto, dan Soma yang mendengarnya pun penasaran dengan jawaban Alucard
"Itu karena dia adalah reinkarnasi dari ayahku" Jawab Alucard
"Apa! Itu tidak mungkin. Aku reinkarnasi dari Dracula, yang benar saja sensei!" Teriak Soma
"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Naruto
"Sewaktu aku melawan dia dengan bantuan Richter dan Maria dan mengalahkannya. Dia sadar dari kejahatannya dan meminta maaf pada ibuku karena kebenciannya pada para manusia karena telah membunuh dia. Tapi dendamnya kepada para manusia masih tetap ada dan itu membuat jiwanya terpecah menjadi dua, jiwa yang baik dan jiwa yang jahat" Jawab Alucard, kemudian dia melanjutkan "Jiwa yang jahat tetap berada di tempat ini dan terus berhadapan dengan para vampire hunter termasuk cucuku, Araven dan Arianne. Tapi saat aku ke Jepang, aku menemukan jiwa baik ayahku berada pada seorang anak"
"Dan itu adalah aku" Balas Soma
"Ya, kau benar" Ucap Alucard
"Tapi kenapa kau membawanya kesini? bukannya kalau dia dan jiwa jahat ayahmu bergabung. Akan menjadi musibah di mana-mana" Tanya Naruto
"Itu kalau sisi jahat dari ayahku yang lebih dominan dalam penggabungan itu" Jawab Alucard, kemudian dia melanjutkan "Beda ceritanya lagi jika sisi baik ayahku yaitu Soma yang lebih dominan dalam penggabungan itu. Kalau Soma lebih dominan dalam penggabungan itu maka sisi jahat ayahku akan musnah selama-lamanya dan Soma akan tetap menjadi dirinya sendiri dan riwayat Castlevania berakhir disini. Makanya itu aku melatih Soma sekuat mungkin supaya dia bisa mengalahkan sisi jahat ayahku dan mendominasi penggabungan itu untuk mengakhiri sepak terjang Dracula selama-lamanya"
"Jadi begitu ceritanya" Balas Soma, kemudian dia melanjutkan "Jadi jika aku berhasil mengalahkan dia dan mendominasi penggabungan dua sifat Dracula. Maka Dracula tidak akan ada lagi dan dunia ini akan selalu aman dari dia?"
"Iya, itu benar" Jawab Alucard
"Kalau begitu ayo kita kembali, pasti Menma dan Ryuta kebingungan dengan kepergian tiba-tiba kita Alucard" Ucap Naruto
"Kau benar, ayo kita kembali" Balas Alucard
"Sabaku Fuyuu!" Ucap Naruto yang sudah membuat papan pasir terbang untuknya dan Soma
"Bat!" Ucap Alucard yang sudah berubah menjadi kelelawar dan terbang ke atas dan disusul oleh Soma dan juga Naruto
Saat sampai di atas, Naruto dan Alucard pun bersiap untuk menuruni tangga, Naruto pun melihat Menma yang sedang menggendong Ryuta dalam keadaan berdarah sambil berteriak "Tou-chan!"
"Menma, apa yang terjadi pada Ryuta?" Tanya Naruto
"Saat kau pergi, ada seseorang yang menyerang Ryuta-san dan dia mengambil darahnya dan menaruhnya ke sebuah botol. Saat mereka melakukan itu, aku pun memutuskan untuk membawanya pergi bersamaku" Jawab Menma
"Perjalanan kalian semua berakhir disini…" Ucap seseorang yang muncul tiba-tiba dihadapan Naruto, Alucard, Menma, dan Soma
"Dia orang yang melukai Ryuta-san, tou-chan" Ucap Menma sambil menunjuk sosok di hadapannya
"Shaft…" Desis Naruto dan juga Alucard
"Alucard-sama dan Uzumaki Naruto, senang bertemu dengan kalian lagi" Ucap Shaft, kemudian dia melanjutkan "Alucard-sama, aku akan melupakan saat dimana kau membunuhku waktu itu jika kau bergabung kembali dengan Dracula-sama"
"Bergabung dengan dia untuk menghancurkan manusia tidak bersalah…" Ucap Alucard, kemudian dia melanjutkan "Dalam mimpimu, Shaft"
"Dan… Ahh, potongan jiwa dari Dracula-sama. Ikutlah denganku supaya kau bisa bergabung dengannya dan kalian bisa menguasai dunia" Ucap Shaft sambil melihat Soma
"Bilang pada tuanmu itu. Aku akan mengalahkannya dan mendominasi penggabungan ini untuk menghancurkan sepak terjangnya selama-lamanya" Balas Soma
"Tidak, jika aku menghentikanmu terlebih dahulu disini" Ucap Shaft yang sudah menjentikkan jarinya
Ctiiikkkk
Setelah Shaft menjentikkan jarinya, muncul banyak monster yang berada di dekat mereka dan dia pun menghilang begitu saja. Alucard yang melihatnya pun berkata "Ini tidak bagus, kita tidak bisa mengalahkan dia saat ini. Kita harus menyelamatkan Ryuta terlebih dahulu"
"Tapi bagaimana caranya sensei. Kita terkepung disini, kau tahu" Balas Soma
"Library Card… Itu dia" Ucap Alucard yang sudah mengeluarkan 4 kartu dari kantungnya dan memberikan 3 kartu kepada Soma, Naruto dan juga Menma
"Alucard… Ini kan?" Tanya Naruto
"Ya, itu Library Card yang biasa aku gunakan untuk berteleport ke perpustakaan Long Library" Jawab Alucard
"Alucard, apa kau bercanda! Kau bilang keberadaan kamar rahasiamu itu hanya kau dan pemilik perpustakaan itu. Kalau tempat itu ketahuan, berarti kan dia berkhianat pada kau" Ucap Naruto
"Aku tidak punya pilihan lain Naruto. Kalau kita tidak bergegas, Ryuta bisa mati disini" Balas Alucard
"Baiklah, terserah kau sajalah" Ucap Naruto yang sudah menggunakan kartu itu dan berteleport ke Long Library, bersamaan dengan Menma dan disusul oleh Soma dan juga Alucard
-Long Library-
Naruto saat ini sudah berteleport di Long Library, tempat beristirahat Naruto dan juga Alucard dalam perlawanan mereka melawan Dracula. Saat sampai di dalam, mereka pun disambut oleh pria tua penjaga perpustakaan di Long Library. Naruto tanpa basa-basi lagilangsung menghampiri pria tua itu dan dia pun mencengkram kerah baju dari pria tua itu dan berteriak
"APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN, PAK TUA! Teriak Naruto yang sudah mencengkram kerah pria tua malang itu dengan kencang
"Apa maksud anda Naruto-sama? Aku tidak mengerti" Balas pria tua itu
"Kamar rahasia Alucard… Kau yang memberitahukan lokasi tempat itu pada Dracula kan Joseph? Menurut Alucard hanya kau dan dia yang mengetahui lokasi tempat itu" Tanya Naruto dengan nada penuh kebencian pada sosok di depannya karena menurut dia, sosok didepannya lah yang membuat sosok keponakannya celaka seperti itu
"Naruto-san, kumohon hentikan amarahmu dulu. Kita harus mengobati Ryuta-san dulu" Ucap Soma
"Cih, baiklah" Balas Naruto yang sudah melepaskan cengkramannya pada kerah baju pria tua bernama Joseph itu, kemudian dia melangkah pergi keluar
"Bawa dia keruanganku" Ucap Joseph pada Menma yang sedang menggendong Ryuta, kemudian dia berkata "Kalau begitu aku siapkan Elixir untuknya dulu"
"Baik jiji" Balas Menma yang sudah membawa Ryuta ke ruangan di depannya
Alucard pun keluar dan menemui Naruto yang sedang duduk disebuah tangga, kemudian dia berkata "Emosimu terlalu berlebihan Naruto"
"Kau tidak tahu apa-apa" Balas Naruto dengan nada dingin, kemudian dia melanjutkan "Keluarga Leon-sama sangat baik padaku dan memberikan aku tempat untuk tinggal, sewaktu aku diusir dari Underworld beberapa tahun silam. Ryuta sudah kuanggap keponakanku sendiri dan aku gagal menjaganya. Jadi kau diam saja, Alucard"
"Lebih baik kita masuk ke dalam, siapa tahu kau tahu kejadian yang sebenarnya jika kau mendengarkan ceritanya" Ucap Alucard
"Lebih baik dia jujur, atau aku akan membunuhnya" Balas Naruto yang sudah masuk ke dalam ruangan milik Joseph. Saat di dalam Naruto pun melihat Menma dan berkata "Bagaimana keadaan Ryuta?"
"Ryuta-san baik-baik saja tou-chan, Elixir dari Joseph-jiji sangat membantu untuk penyembuhannya" Jawab Menma
"Joseph…" Ucap Naruto yang melihat Joseph keluar dari ruang perawatan
"Ya, Naruto-sama?" Balas Joseph
"Apa benar kau yang memberitahukan lokasi kamar Alucard itu pada Dracula? Jawab aku dengan jujur, atau aku akan membunuhku" Tanya Naruto
"Sebenarnya, bukan hanya aku dan Alucard-sama saja yang mengetahui lokasi kamar itu" Jawab Joseph
"Apa maksudmu Joseph?" Tanya Alucard
"Dracula-sama… Dracula-sama juga mengetahui tentang lokasi kamar itu" Jawab Joseph
"Itu mustahil! Bukannya waktu itu aku sudah memberitahukan pada pembangun kamarku untuk tidak memberitahukan lokasi kamar itu pada ayah?" Tanya Alucard
"Dia memaksa untuk memberitahukannya padanya setelah beberapa hari kau pergi dari istana sehabis kau membantu Sonia Belmont melawan ayahmu Alucard-sama. Setelah dia tahu, dia pun membunuhnya. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Alucard-sama" Jawab Joseph
"Sepertinya dia jujur… Maaf aku telah menuduhmu, Joseph" Ucap Naruto
"Tidak masalah Naruto-sama" Balas Joseph
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Dracula sudah mendapatkan darah dari reinkarnasi Araven Belmont kan? Berarti dia akan kembali hidup tidak lama lagi" Tanya Soma
"Tapi dia belum mendapatkan dari dari Asura, berarti kita masih punya kesempatan Soma" Jawab Naruto
"Kita harus menuju ke Castle Keep dan dari sana kita akan menuju ke ruang singgasana Dracula dan memasuki portal untuk memasuki Reverse Castle" Ucap Alucard
"Tapi sepertinya itu mustahil Alucard-sama" Balas Joseph
"Apa maksudmu Joseph?" Tanya Naruto dan Alucard
"Shaft-sama telah mengerahkan banyak anak buahnya di Outer Wall, Alchemy Laboratory, Marble Gallery, dan juga Castle Keep" Jawab Joseph
"Kalau begitu kita harus lewat mana lagi, Alucard-san, tou-chan. Mungkin kita bisa mengalahkan monster-monster itu, tapi pasti kekuatan kita akan terkuras banyak sebelum kita sampai ke tempat yang bernama Reverse Castle itu" Ucap Menma
"Aku bisa membantu kalian, Grimoire!" Ucap Joseph yang sudah memunculkan sebuah lingkaran sihir di dekatnya
"Ini kan?" Ucap Alucard
"Ya, ini lingkaran teleportasi" Balas Joseph, kemudian dia melanjutkan "Aku akan mengirimkan kalian langsung ke ruang singgasana Dracula-sama. Dan kalian bisa menuju Reverse Castle dari sana"
"Tapi bagaimana dengan Ryuta?" Tanya Naruto
"Dia akan aku kirimkan ke desa setelah luka dia sembuh dengan sepenuhnya" Jawab Joseph, kemudian dia melanjutkan "Dracula-sama harus dihentikan. Semoga kau berhasil menggabungkan diri dengan Dracula-sama, wahai reinkarnasi Dracula-sama. Jangan biarkan sisi jahat dari Dracula-sama berkuasa"
"Tentu saja. Serahkan semuanya kepada kami" Ucap Menma dan Soma, kemudian mereka semua berdiri di lingkaran sihir itu dan diteleportasikan ke Throne Room
-Castle Keep(Throne Room)-
Naruto, Menma, Alucard, dan Soma saat ini sudah sampai di Throne Room. Saat mereka sedang melangkah menuju ke portal untuk menuju ke Reverse Castle, tapi tiba-tiba muncul sebuah scythe yang melayang dan melesat tiba-tiba ke arah Menma
"Jiton: Sakin no Tate!" Ucap Naruto yang sudah membuat tembok emas yang melindungi Menma dan mementalkan scythe itu dari arah Menma. Melihat itu, dia pun berkata "Kau tidak apa-apa Menma?"
"Aku tidak apa-apa tou-chan, arigatou" Balas Menma
"Sepertinya Shaft tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk menangkap dan membunuh kalian berempat" Ucap seseorang dengan tubuh tengkorak memakai jubah bertudung merah dan scythe yang tadi melayang ke arah Menma sudah berada di tangannya, kemudian dia melihat Alucard dan Naruto "Lama tidak bertemu, Alucard dan juga Uzumaki Naruto"
"Death" Ucap Naruto dan juga Alucard
"Kalau Shaft gagal melakukannya, aku yang akan melakukannya sendiri" Ucap sosok bernama Death itu yang sudah berubah menjadi monster dengan ekor dan tubuh yang lebih besar
'Langsung memakai True Form eh' Batin Naruto, kemudian dia mengeluarkan banyak pasir dari gucinya dan berkata "Menma, berhati-hatilah. Dia berbahaya"
"Aku tahu tou-chan" Balas Menma yang sudah mengeluarkan Uzushio no Ken pemberian ayahnya
"Datanglah, Lightbringer!" Ucap Soma yang sudah mengeluarkan pedang suci miliknya. Menma yang merasakan aura suci dari pedang Soma pun sedikit bergetar tapi aura manusia dari ayahnya dan chakra miliknya langsung menetralisikan aura suci pedang itu
"Sword Card!" Ucap Alucard yang mengeluarkan sebuah kartu
Tiba-tiba keluarlah pedang mini dari kartu yang dikeluarkan Alucard, kemudian pedang itu berkata "Ada apa Alucard-sama memanggilku?"
"Berikan aku kekuatan" Ucap Alucard, kemudian pedang mini itu berubah menjadi pedang satu tangan panjang berwarna hijau dan pedang itu langsung menuju ke tangan kanan Alucard. Setelah dia menggenggam erat, pedang itu. Dia pun berkata "Sword of Familiar!"
"Megaflame!" Ucap Death yang sudah menembakkan bola api berukuran besar ke arah mereka berempat
"Giant Ice Shield!" Ucap Menma yang sudah membuat dinding es raksasa(AN: Ukurannya sama dengan Sanju Rashomon)
Boooooommmm
Duuuuuuaaarrrrr
Melihat itu Soma pun melangkah maju dan dia melompat dan menancapkan pedangnya ke tanah "Holy Explosion!"
Booooooommmm
"GRRRAAAAAHHHHH!" Teriak Death saat dia terlempar jauh karena teknik milik Soma. Dia pun bangkit dan melihat Soma sambil berkata "Kau reinkarnasi Dracula-sama, kenapa kau membantu mereka semua. Jika kau memilih untuk bergabung dengan dia, maka kalian akan bisa menguasai dunia bersama"
"Dan membiarkan para manusia tidak bersalah mati. Aku tidak akan membiarkannya" Balas Soma, kemudian dia mambatin 'Jika kau ada disini saat ini, mungkin kau juga akan mengatakan itu. Benar kan, Mina?'
"Kalau begitu kau harus mati bersamaan dengan pengkhianat dan juga 2 orang pengganggu ini. Karena kami tidak butuh jiwa baik dari Dracula-sama. Yang kami butuhkan hanya sisi jahat dari Dracula-sama saja" Ucap Death yang sudah melesat dan mengarahkan sabitnya untuk memotong tubuh Soma
"Tidak akan kubiarkan" Ucap Alucard yang sudah melesat ke arah Soma dengan Sword of Familiar di tangannya dan langsung menebas tangan Death yang saat ini sedang memegang sabit miliknya
Craaaaasssshhhh
"AAAAARRRRGGGGHHH!" Teriak Death saat salah satu tangannya terputus karena serangan Alucard
"Terima kasih, Alucard-sensei" Ucap Soma
"Sama-sama Soma" Balas Alucard
"Kau pikir setelah kau memutuskan tanganku, kau sudah menang. Hn, jangan harap!" Teriak Death, kemudian dia berkata "Cursed Soul!"
"Ugh, apa ini? Tubuhku tidak bisa kugerakkan" Ucap Alucard
"Aku juga sama, Alucard-sensei" Ucap Soma
"Hahahahaha, bagaimana jurusku... Hebat bukan?" Ucap Death, kemudian dia melanjutkan "Cursed Soul adalah teknik baruku yang membuatku bisa membuat semua musuhku yang menggunakan magic tidak bisa bergerak. Jadi aku bisa menyiksanya, membunuhnya, dan membawanya ke duniaku sebagai mainanku hahahaha"
"Hahahaha, teknik yang sangat mengagumkan Death" Ucap Naruto yang menutup matanya. Kemudian dia membuka matanya yang sudah memasuki Sennin Mode dan berkata "Tapi sayang sekali aku bukan pengguna magic, Hiraishin!"
Sringggggg
'Dimana dia?' Tanya Death, kemudian dia melihat kemunculan Naruto dan menusuknya dengan ekornya "Mati kau!"
"Tou-chan!" Teriak Menma saat melihat ayahnya tertusuk oleh ekor Death
Poooooofff
'Dia menghilang' Batin Soma yang melihat Naruto menghilang menjadi asap
'Kage Bunshin…' Batin Menma
"Kau tidak pernah belajar Death" Ucap Naruto yang sudah muncul didepan Death dengan Rasengan berukuran besar di tangan kanannya, kemudian dia berkata "Rasengan!"
"Arrrrrggggghhhhh!" Teriak Death yang terlempar jauh karena Rasengan Naruto dan menabrak tembok
Duuuuuaaaarrrrrr
"Sugoi…" Batin Menma yang melihat serangan ayahnya
Naruto saat ini membuat Rasengan dengan satu tangannya dan Rasengan itu membentuk sebuah shuriken. Setelah itu dia pun melihat Menma dan berkata "Tunjukkan aku Rasengan berelemenmu, Menma"
"Tapi aku belum berhasil tou-chan" Balas Menma
"Aku lihat kau melihat buku buatanku malam-malam dan mencoba mempraktekkan sebuah jurus dalam buku itu. Itu Rasengan kan?" Tanya Naruto dan dibalas anggukan oleh Menma. Melihat itu Naruto pun tersenyum dan berkata "Kalau begitu sudah saatnya kau tunjukkan jurusmu itu padaku, Uzumaki Menma. Tunjukkan Rasengan milikmu padaku!"
'Tou-chan…' Batin Menma, kemudian dia berkata "Aku siap!"
"Putaran…"
"Kekuatan…"
"Bentuk…"
Menma pun sudah membuat Rasengan miliknya, kemudian dia menambahkan elemen es-nya di Rasengan miliknya dan membuat sisi luar dari Rasengan miliknya mengeras dan muncul cincin es yang mengelilingi Rasengan Menma(AN: Bentuknya kaya planet Saturnus tapi versi mini)
'Jutsu itu kan…' Batin Naruto yang teringat sebuah jurus yang daya kekuatannya mampu menandingi Rasenshuriken milik Naruto
"Kau siap untuk menghancurkan dia menjadi abu, tou-chan" Ucap Menma
"Tentu saja putraku" Balas Naruto
"Hyouton: Rasenringu!"
"Fuuton: Rasenshuriken!"
"ARRRRRGGGGGGHHHH!"
Boooooommmmm
Duuuuuaaaaarrrrrr
Teriakan menggema keluar dari tubuh Death saat dirinya terkena serangan kombinasi dua Rasengan berelemen dari Naruto dan Menma dan menimbulkan ledakan. Saat ledakan sudah berhenti, mereka pun melihat tubuh Death yang bagian badannya terpotong-potong dan ada yang membeku menjadi es. Alucard dan Soma juga sudah lepas dari kutukan Death karena kematian dari Death sendiri
'Death… Kuakui kau hebat. Tapi kau tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Shinigami yang muncul jika Shiki Fujin digunakan' Batin Naruto, kemudian dia berkata "Kerja bagus, Menma"
"Sama-sama tou-chan" Balas Menma
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Naruto yang melihat Soma dan Alucard berjalan ke arah mereka
"Aku dan Soma tidak apa-apa" Jawab Alucard
"Kalau begitu, ayo kita pergi ke Reverse Castle" Ucap Soma
"Ya, kau benar" Balas Alucard, kemudian dia melanjutkan "Tapi berhati-hatilah kalian saat di Reverse Castle, Soma, Menma-san. Karena di kastil itu yang di atas bisa menjadi dibawah, dan yang dibawah bisa menjadi di atas"
Naruto, Menma, Soma, dan Alucard pun pergi kesudut ruangan dan mereka menginjak sebuah panel di sana. Setelah itu muncul cahaya keemasan yang melahap mereka semua dan membawa mereka ke Reverse Castle
-To Be Continued-
AN: Mungkin banyak yang kecewa karena chap ini dan chap depan masih tentang misi Naruto dan Menma. Tapi chap depan depannya lagi(Chap 15) pasti akan ada scene pernikahan NarutoGrayfia dan juga lemon NarutoGrayfia juga… Jadi jangan nanya-nanya lagi. Ane males jawabnya, apalagi yang nanya lemon. Ini fic kan ada genre adventure juga… Rasanya aneh aja gitu, kalo yang ditanyanya lemon mulu. Jadi mohon pengertiannya OK. BTW, ada yang bisa kasih saran game RPG bagus untuk PS2 gak? Ane udah tamat Dragon Quest 8, Suikoden 3-5, Radiata Stories, sama Atelier Iris 3. Mohon bantuannya ya? Jangan lupa read dan review, feel free if you want to ask about this chapter but no asking lemon right. Ane lagi galau karena temen author ane bisa buat lemon NaruGrayfia lebih dahulu daripada ane. Jadi mohon hargai privasi ane. Oh ya ada satu pertanyaan lagi, bagusan ane ganti penname atau enggak ya? Soalnya penname ane salah tuh… Harusnya Izanagi – no – Okami, eh malah ane bikinnya Izanagi – no - Ookami
Ashalim31: Kemungkinan Sarada, tapi kalo Mitsuki… -_- Mitsuki itu cowok tong
Rozics: Iya dapet, si Alucard itu
Aditya Pratama 081131: Ya, tentu aja. Kalo enggak mau bantuin, nagapain dia dateng
Lily Livan Rushifa: Thanks, mbak atau gan
Zahran Zuan: Ane pake Alucard yang dari Castlevania: Symphony of the Night bukan Rosario + Vampire, tentu saja dia baik disini
Devan Boy Steln: Kagak semua, gila aja semuanya. Cuma Aria of Sorrow dan Dawn of Sorrow untuk karakter(Genya dan Soma), tapi lebih dominan Castlevania: Symphony of the Night. Ane agak lupa background si Soma di game sih, jadi aneh pakai alur cerita buatan ane sendiri. Menma kan udah dapet senjata sebelum pergi kesana tepatnya abis ngelawan Gene
UzuHyuu689: 4 aja dulu. Seekveira Agares itu karakter cannon
Angga667: Ya, tunggu aja hehehe
Alvinnvz: Tentu saja
Michael Gabriel: Udah dah, ane males ngurusin typo. Dari dulu udah teliti ada aja yang kena
Trivia:
Sword of Familiar atau Familiar Sword adalah pedang dari game Castlevania: Symphony of the Night dan cara mendapatkannya adalah menaikkan level Sword Familiar ke level 50 dan akan bertambah attack powernya setiap bertambah levelnya
Menurut rumor, Genya Arikado adalah nama lain dari Alucard yang merupakan Hero di Castlevania: Symphony of the Night. Sama seperti Samanosuke Akechi dari Onimusha 1: dan Onimusha 3: Demons's Siegeserta Ako dari Onimusha 3: Demon's Siege yang mengganti namanya menjadi Tenkai Nankobo dan Arin di Onimusha: Dawn of Dreams
