Name: Naruto DxD Chronicles
Author: Izanagi - no - Ookami
Rating: M
Genre: Adventure

Pair: Uzumaki Naruto x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Haruka Suzumiya x Rise Kujikawa x Seekveira Agares x Sarada Uchiha, Uchiha Sasuke x Rossweis, Otsutsuki Toneri x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard x Yoko Belnades

Summary: Naruto masuk ke dunia DxD dan terdampar ke Underworld. Tapi karena suatu hal, dia harus meninggalkan gadis yang dicintainya dan pergi ke dunia manusia dan menjadi anggota fraksi manusia. Apakah dia bisa menjaga perdamaian dari Khaos Brigade dengan bantuan Tailed Beast Force dan keempa fraksi, Versi lain fic Naruto DxD Chronicles

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 19: A Renewed Bond

Setelah kelas kembali dimulai, Rias yang saat ini ingin berbicara dengan Menma saat ini entah kenapa melihat ekspresi keponakannya yang terlihat dingin dan tidak seperti biasanya dan menahan diri untuk tidak berbicara apapun yang berhubungan dengan Issei. Beberapa jam kemudian, bel pulang pun berbunyi dan dia pun mencoba kembali untuk bicara dengan Menma yang saat ini sedang bicara dengan Haruka.

"Haruka-chan, kau pulang duluan ya... Aku sedang ada urusan dan akan pulang telat" Ucap Menma.

"Baiklah Menma-kun, jaga dirimu baik-baik ya" Ucap Haruka pada kekasihnya atau suaminya di masa depan.

"Iya, cerewet…." Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku akan menjaga diriku baik-baik"

"Menma, aku ingin bicara sebentar dengamu" Ucap Rias yang bangkit dari tempat duduknya dan berkata pada keponakannya yang sudah akan keluar dari kelas.

"Ugh, maaf Rias… Aku sedang ada urusan" Balas Menma yang sudah keluar dari kelasnya dan perkataan Menma itu membuat Akeno dan Haruka terkejut terutama Rias.

'Dia memanggilku Rias bukan baa-san seperti biasanya… Ada apa sebenarnya dengan dia' Batin Rias

Menma saat ini membeli cup ramen di kedai ramen tempat dia bertemu dengan Rise, kemudian dia memakan ramen miliknya di taman kota. Dia pun memakan ramennya dan juga mengingat tentang perkataan kasarnya pada Issei seperti itu.

'Seharusnya aku tidak usah lepas kendali seperti itu' Batin Menma yang sedang memakan ramennya, kemudian dia melanjutkan 'Lagipula aku itu bukan keponakan kandungnya, jadi aku tidak berhak memutuskan siapa yang berhak dengan dia. Buktinya, saat aku membela kehormatannya sebagai wanita karena aku respect padanya sebagai bibiku… Dia malah lebih membelanya daripada aku.'

"Yo, Menma!" Panggil seseorang dengan rambut merah spiky dan memakai baju seragam sekolah lain.

"Ternyata itu kau Lucian…" Balas Menma pada orang yang merupakan teman barunya di dunia manusia ini… Tapi Menma tidak habis pikir, dia tahu bahwa teman barunya itu manusia seperti bagian dirinya yang satu lagi tapi dia merasa bahwa Lucian bukanlah manusia biasa.

"Kau sedang apa melamun disini? Kau mau kesambet setan ya…" Tanya Lucian, kemudian dia melanjutkan "Dan kemana teman-temanmu itu?"

"Kalau mau tanya, satu-satu bodoh…" Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya sedang ada masalah dengan bibiku dan teman-temanku, aku menyuruh mereka pulang duluan karena aku ingin menyendiri sebentar…"

Setelah itu, terjadi keheningan di antara mereka berdua. Kemudian Menma pun membuka mulutnya kembali "Oh ya, Lucian…"

"Ada apa?" Tanya Lucian.

"Kalau misalkan kau mempunyai bibi tapi dia bukan bibi kandungmu… Apa pantas kau ikut campur dalam kehidupannya? Terutama tentang kisah cintanya?" Jawab Menma.

"Aku tidak tahu harus berkata apa. Karena aku tidak mempunyai bibi atau paman sama sekali." Balas Lucian, kemudian dia melanjutkan "Karena paman dan bibi dari ayah dan ibuku sudah pada meninggal."

"Aku mengerti…" Balas Menma, kemudian dia berkata "Kalau begitu aku pergi dulu…"

Saat Menma pergi, Lucian pun membatin 'Aku penasaran dengan dia, kenapa dia memiliki aura iblis dan manusia dalam tubuhnya… Dia bukan orang sembarangan'

Menma pun berjalan untuk sampai dirumahnya. Saat sudah sampai dirumahnya, dia pun menemukan ibunya, Seneca dan para peeragenya. Grayfia tahu apa yang dialami oleh Menma disekolahnya, tapi dia tidak bisa menegurnya… Karena Menma saat disekolah hanya membela harga diri bibinya saja. Dia pun langsung pergi kekamarnya dan mandi serta mengganti bajunya dan kembali ke kamarnya dan berbicara dengan adiknya. Dia merasa bebannya terangkat setelah berbicara dengan Seneca. Beberapa menit kemudian, bel rumah Naruto dan Grayfia pun berbunyi dan Haruka ingin membukanya tapi Menma menghadangnya.

"Biar aku saja yang buka, Haruka-chan." Ucap Menma.

"Baik Menma-kun." Balas Haruka.

Menma pun pergi ke depan dan membuka pintunya dan terlihatlah Venelana, Lucius, Sirzech, istrinya Serena, dan juga anaknya Millicas, dan juga Rias. Melihat itu Menma pun berkata "Selamat datang Lucius-jiji, Venelana-baba, Sirzech-ossan, Serena-baasan, Millicas-kun dan Rias."

Perkataan Menma itu membuat Lucius, Venelana, Sirzech dan Serena terkejut. Melihat itu Menma pun berkata dengan nada bingung "Kenapa… Apa ada yang salah?"

"Tumben kau memanggil Rias-chan bukan dengan panggilan baa-san, Menma-kun?" Tanya Venelana

"Ah, karena dia tidak suka dipanggil dengan sebutan baa-san… Jadi aku panggil saja dia dengan namanya. Tidak masalah kan?" Jawab Menma santai, kemudian dia menghela nafas sambil membatin 'Mungkin dia tidak mau dipanggil baa-san oleh orang yang bukan keponakan kandungnya sendiri.'

Tapi alasan itu tidak membuat Lucius, Venelana, Sirzech dan juga Serena percaya… Bagaimana mungkin, Menma yang tidak pernah memanggil Rias dengan sebutan lain selain baa-san bahkan meskipun dipaksa oleh Rias untuk memanggilnya nee-san… Tiba-tiba saja langsung tidak memanggil baa-san lagi, dan itu terjadi hanya dalam kurun waktu satu hari. Waktu yang cepat untuk perubahan seseorang.

'Pasti ada masalah antara dia dan Rias. / Rias-chan. / Ri-tan.' Batin Lucius, Venelana, Serena, dan Sirzech

"Kalian mau masuk kan? Aku sedang main dengan Seneca-chan…" Tanya Menma, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu aku pergi dulu…"

'Menma, kenapa kau menjadi seperti ini… Kenapa kau seolah-olah bersikap kalau kau itu bukan keponakanku?' Batin Rias

Mereka berenam pun masuk ke dalam dan terkejut saat melihat ada gadis kecil yang merupakan versi kecil Grayfia yang sedang bermain dengan Menma. Mereka pun terkejut saat mereka bertanya siapakah anak itu dan dijawab oleh Menma dengan simpel yang mengatakan bahwa dia adalah adiknya di masa depan, Seneca Lucifuge Uzumaki dan membuat Venelana memeluknya dengan erat karena dia memang sangat menginginkan cucu perempuan… Meskipun cucunya itu bukan berasal dari putra kandungnya sendiri.

"Nah mumpung Sirzech-ossan ada disini. Bisa aku ceritakan rencanaku, kaa-chan?" Tanya Menma pada ibunya

"Kau tidak menunggu ayahmu dulu?" Tanya Grayfia

"Tidak usah." Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Toh kata tou-chan, dia akan mengizinkannya kalau Sirzech-ossan mengizinkannya."

"Tunggu dulu…" Ucap Sirzech, kemudian dia melanjutkan "Izin apa ya maksud kalian, Menma-kun, Grayfia?"

"Begini Sirzech… Putraku ini punya keinginan untuk melepaskan diri dari fraksi iblis dan juga bergabung dengan fraksi manusia." Jawab Grayfia, dan perkataan itu membuat Lucius, Venelana, Sirzech, dan Serena terkejut bukan main.

"Tapi kenapa Menma-kun? A-Apa kau akan berhenti dari Rating Games yang akan kau jalani… Bukannya kau akan membuktikan diri kalian pada para tetua sialan itu?" Tanya Sirzech yang tidak mengerti atas keputusan tiba-tiba dari anak dari mantan queennya dan juga saudara angkatnya ini.

'Apa dia keluar karena tadi aku lebih membela Issei-kun daripada dia saat dia membela kehormatanku sebagai wanita…' Batin Rias yang juga tidak kalah shock dengan kabar mengejutkan dari Menma itu.

"Aku akan mulai bergabung dengan fraksi manusia setelah mendapatkan izin darimu Sirzech-ossan." Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku tidak akan menghentikan turnamen Rating Games yang akan aku ikuti. Aku akan keluar dari fraksi iblis setelah turnamen itu usai, entah aku kalah atau menang… Aku akan tetap keluar dari fraksi iblis. Aku sudah lelah menjadi aib di Underworld karena aku putra dari iblis kelas Ultimate dan seorang manusia biasa. Aku ingin menjadi Menma Uzumaki, half-blood bebas yang tidak bisa dipengaruhi oleh kekuasaan para tetua Underworld yang semakin lama sudah mulai bertindak seenaknya tanpa persetujuan dari Yondai Maou. Siapa tahu mereka akan mengusirku seperti tou-chan saat aku memenangkan turnamen itu… Jadi sebelum itu terjadi, tidak ada salahnya kan kalau aku sendiri yang keluar dari fraksi iblis."

"Baiklah, kalau keputusanmu sudah bulat… Mulai sekarang kau bukan anggota fraksi iblis lagi." Balas Sirzech sambil menghela nafas saat melihat ekspresi Menma, kemudian dia melihat Menma dan berkata "Dan omong-omong, kau sedang ada masalah apa dengan Ri-tan?"

"Tidak ada masalah yang terjadi antara aku dan Rias." Balas Menma, dan saat ini ibunya dan para peeragenya kecuali Haruka dan Rise yang menatap Menma dengan tatapan terkejut. Melihat itu, Menma pun berkata dengan nada kesal "Berhentilah menatapku seperti itu ttebasa! Lagipula bukannya itu keinginan dia sendiri, aku tidak lagi memanggilnya dengan sebutan baa-san…". Kemudian dia membatin dengan nada sedih 'Lagipula apa dia benar-benar mengganggapku keponakannya… Buktinya dia selalu marah karena aku memanggilnya baa-san, apa salahnya aku memanggilnya baa-san kalau dia itu bibiku sendiri. Tentu saja dia tidak terima, aku ini kan bukan keponakan kandungnya. Lagipula, bibiku yang kukenal sudah berubah… Dia saat ini bukan bibiku yang dulu lagi. Dulu dia sering menggendongku waktu aku masih kecil dan selalu tersenyum saat aku memanggilku bibi, tapi sekarang… Setiap aku mengatakan hal itu pasti dia selalu marah-marah padaku dan juga bahkan dia memarahiku dan membela kekasihnya yang telah melecehkan dirinya sebagai wanita dengan perkataannya."

"Kalau begitu, aku kembali ke kamar dulu…" Ucap Menma, kemudian dia kembali ke kamarnya.

"Sebenarnya dia itu kenapa Grayfia-chan? Masalah apa yang terjadi dengan dia dan Ri-tan?" Tanya Sirzech.

"Begini Sirzech-sama, tadi ada masalah di hari pertama kami di sekolah." Balas Haruka, kemudian semua mata kecuali Grayfia, para peerage Menma, dan Rias pun menatap Haruka.

"Masalah apa Haruka-chan?" Tanya Venelana.

"Begini Venelana-sama, Menma-kun ada masalah besar dengan pawn dari Rias sama, Sekiryuutei…" Balas Haruka, kemudian dia melanjutkan "Sekiryuutei-san kan sangat mesum… Menma-kun sudah muak melihat bibinya ditatap dengan tatapan mesum dari dia dan dia tidak bisa menahan kesabarannya lagi apalagi saat mengingat perkataannya di Rapat 4 Fraksi di Kuoh Gakuen beberapa minggu yang lalu."

'Haah, sudah aku duga dia pasti emosi karena hal itu… Aku saja yang kakaknya menahan emosi karena perkataannya yang frontal itu.' Batin Sirzech yang menghela nafas saat mengingat kejadian beberapa minggu lalu.

"Karena Sekiryuutei-san adalah kekasihnya maka Rias-sama membelanya. Dan tiba-tiba Menma-kun yang kecewa karena Rias-sama tidak membela dirinya karena dia membela kehormatan Rias-sama sebagai seorang wanita dan membuat Menma-kun emosi dan dia menghancurkan ruang klub Rias-sama dengan ledakan kekuatannya sampai kaca-kacanya pecah." Tambah Haruka. Rias pun menundukkan kepalanya karena ternyata benar Menma marah padanya karena kesalahannya sendiri. Tapi kemudian Haruka tiba-tiba Haruka melanjutkan dengan nada serius "Tapi yang paling aku khawatirkan itu karena Menma-kun tahu bahwa Naruto-sama bukan anak kandung Lucius-sama dan Venelana-sama… Dia berpikiran bahwa Rias-sama sudah tidak menganggapnya sebagai keponakannya karena Naruto-sama bukan kakak kandung Rias-sama, sama seperti anda Lucifer-sama"

"Ta-Tapi bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu?" Tanya Rias dengan nada bergetar

"Karena menurut dia, anda telah berubah Rias-sama…" Balas Haruka, kemudian dia melanjutkan "Aku ingat dulu Menma-kun sering bilang padaku, kau selalu tersenyum saat dia memanggilmu bibi… Tapi sekarang kau selalu memarahinya, padahal dia mengatakan itu bukan untuk bercanda denganmu tapi karena dia benar-benar tulus mengganggapmu sebagai bibinya, walaupun kau bukan bibi kandungnya… Saat kau pindah ke dunia manusia, kau tidak pernah menemui Menma-sama… Padahal dia selalu kesepian saat Lucifer-sama dan Grayfia-sama sedang mengurus urusan di Underworld, dan hanya kau yang bisa dia ajak untuk main tidak seperti Millicas-kun yang masih ada sosok ibunya untuk bermain dengannya. Lalu saat kau terjebak dalam pertunanganmu yang tidak diinginkan dengan Raiser Phenex, kau tidak meminta bantuan kami sama sekali dan itu membuat Menma-kun kecewa… Bahkan dia pergi berlatih 2 hari bersama kami untuk menjadi lebih kuat, karena dia merasa kami belum cukup kuat untuk dipercayai olehmu untuk membantumu melepaskan diri dari pertunanganmu, Rias-sama."

'Apa yang telah aku lakukan? Me-Menma maafkan aku.' Batin Rias yang telah meneteskan air mata, kemudian dia membatin 'Aku memang bibi yang buruk, Naruto-nii pasti akan sangat benci padaku…'

"Aku mohon maaf kalau aku bercerita hal-hal yang tidak penting." Ucap Haruka, kemudian dia berkata "Kalau begitu aku akan menemui Menma-kun dulu… Ayo Rise."

"Ha'i." Balas Rise, kemudian dia pergi ke kamar Menma bersama dengan Haruka dan dia terkejut saat melihat kamar Menma yang kosong dan membuat mereka berdua berkata "Grayfia-sama! Menma-kun tidak ada di kamarnya…"

Saat ini Menma sedang berada ditempat rahasia yang biasa dipakainya berlatih bersama ayahnya. Dia dia pergi dari rumahnya melalui jendela kamarnya dan berlatih jurus-jurus ninjanya… Dia masih belum mengerti atas kekuatan besar tiba-tiba yang mengalir ditubuhnya dan menghancurkan ruang klub bibinya. Dia ingin mencoba mengeluarkan kekuatan itu lagi, tapi tidak pernah bisa.

"Ayo keluarlah!" Teriak Menma, yang sudah meningkatkan kekuatan chakranya ke level maksimal tapi tetap saja kekuatan yang dia inginkan untuk muncul tidak bisa keluar. Dia pun jatuh dalam keadaan terduduk dan berkata "Sial… Kenapa kekuatan itu tidak bisa kukeluarkan lagi? Apa itu karena kemarahanku pada perkataan Hyoudou pada Rias yang telah membuatku membuka kekuatan itu. Ayolah, aku butuh kekuatan untuk Rating Games itu supaya turnamen itu cepat selesai dan aku bisa keluar dari fraksi iblis secepatnya."

"Apa yang kau lakukan disini, Menma?" Tanya Naruto yang baru saja muncul setelah dia ditelepon oleh Grayfia atas menghilangnya Menma dan dia sudah yakin bahwa Menma akan berada disini. Karena tempat itulah yang akan dia datangi jika ada masalah.

"Tou-chan…" Ucap Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya sedang mencoba berlatih saja kok, tou-chan."

"Dengan cara membuat ibumu khawatir…" Balas Naruto, kemudian dia berkata "YANG BENAR SAJA MENMA!"

"Kau melakukan ini karena kau punya masalah dengan bibimu kan?" Tanya Naruto

"Dia bukan bibiku…" Bantah Menma, kemudian dia melanjutkan "Dia bukan bibiku karena aku adalah anak dari anak angkat dari Lord and Lady Gremory… Apa aku salah? Bahkan dia tidak suka kalau aku memanggilku bibi bahkan dia tidak mempercayaiku untuk membantunya… Seperti insiden pertunangan dia dan Raiser Phenex."

Naruto pun ingin mengatakan sesuatu, tapi Menma pun memotong perkataan Naruto "Dia sudah berubah, tou-chan… Dia bukan lagi bibiku. Dia bukan bibiku yang selalu tersenyum saat aku memanggilnya baa-san, dia yang selalu menemaniku kalau Lucifer-sama sedang menyelesaikan tugas sebagai seorang Maou dengan bantuan kaa-chan, bahkan dia memarahiku saat aku membela kehormatannya sebagai wanita.". Menma pun melihat ayahnya dan berkata "AKU INGIN BIBIKU YANG DULU!"

Greeepppp

"Tou-chan…" Ucap Menma yang merasakan pelukan dari ayahnya

"Kau salah Menma, dia sangat menyayangimu sebagai keponakannya." Ucap Naruto yang memeluk putranya dengan erat

"Kau bohong!" Teriak Menma, kemudian dia melanjutkan "Kalau dia menyayangiku seperti yang kau bilang, kenapa dia memarahiku karena sosok yang dia cintai itu telah merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita… Kenapa dia tidak mempercayai aku dan para peerageku untuk membantu dia dalam Rating Games melawan Raiser. Apakah karena aku adalah half-blood dan bukanlah seorang pengguna Longinus seperti Sekiryuutei… Maka dia pikir aku itu lemah"

"Jangan bercanda putraku…" Ucap Naruto yang sudah melepaskan pelukannya pada putraku, kemudian dia melanjutkan "Kau itu kuat… Karena kau adalah anak dari salah satu pahlawan dalam dunia Shinobi dan juga mantan The Strongest Queen. Kau bukan hanya mewarisi Demonic Power dari ibumu tapi juga kekuatan chakra yang besar karena kau merupakan keturunanku yang merupakan anggota klan Uzumaki yang terkenal memiliki chakra yang besar dan Life Force yang tinggi. Bisa saja kau menguasai rantai chakra yang dimiliki olehku, nanti."

"Rantai chakra… Apa itu tou-chan?" Tanya Menma yang duduk disebelah Naruto

"Itu kekuatan khusus yang dimiliki banyak anggota klan Uzumaki" Jawab Naruto, kemudian dia berkata "Kekuatannya banyak… Bisa untuk menyerang, bertahan, menyegel, mengikat monster berukuran besar, atau membuat kekkai… Tapi sepertinya kau belum siap untuk itu."

"Oh begitu…" Balas Menma dengan nada kecewa, kemudian dia melanjutkan "Oh ya, tou-chan… Bisa aku tanya sesuatu padamu?"

"Tentu…"

"Saat aku marah karena perkataan Sekiryuutei pada Rias… Entah kenapa, aku merasakan kekuatan besar di tubuhku…" Ucap Menma, kemudian dia berkata "Haruka-chan bilang dia seperti melihat sosok bertangan 6 dan berkepala 3 di belakangku saat aku tiba-tiba saja tanpa sadar menggunakan kekuatan ini dan menghancurkan sebagian ruang klub Rias. Kau tahu kekuatan apa itu, tou-chan?"

'Kenapa pendeskripsiannya sama dengan Asura atau perubahan terakhir dari Chakura Mode yang dipakai Ashura untuk melawan Indra yang kulihat dari penglihatan yang diberikan oleh Rikudou-jiji…' Batin Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak tahu putraku… Tapi kalau aku ada info tentang kekuatanmu, aku akan memberitahumu… Bagaimana?"

"Ide bagus tou-chan" Balas Menma.

"Menma… Katanya kau ingin belajar Hiraishin kan, jadi kau harus belajar dari dasarnya dulu, tadaa!" Ucap Naruto yang mengeluarkan 2 kanvas berukuran kecil dan juga 2 kertas gulungan.

"Untuk apa aku latihan dengan kanvas dan kertas gulungan aneh ttebasa! Aku kan bukan mau melukis…" Balas Menma yang menatap Naruto dengan wajah yang kesal

"Ckckckckck…" Ucap Naruto, kemudian dia mengambil satu gulungan kertas dan satu kanvas dan melanjutkan "Dua benda ini penting untuk teknik Fuinjutsu tahu, jangan salah…"

'Apa itu Fuinjutsu?' Batin Menma, kemudian dia bertanya "Jadi gimana caranya?"

"Lihat dan perhatikan…" Balas Naruto yang sudah menuliskan segel fuin di kertas gulungan itu. Setelah selesai, Naruto pun berkata "Sudah selesai… Kau ingin mencobanya?"

"Heh, mudah sekali…" Ucap Menma, kemudian dia menuliskan segel fuin sama dengan Naruto. Setelah selesai, dia pun melihat ayahnya dan berkata "Jadi… Habis ini apa lagi?"

Naruto pun meletakkan dua kunainya, satu di kertas fuinnya dan satunya di kertas fuin milik Menma. Setelah melakukan itu, dia pun berkata "Tinggal katakan Fuin… Maka kunai itu akan masuk ke kertas segelmu"

"Here we go!"

"Fuin!"

"Fuin!"

Boooffff

Naruto pun menyeringai saat kunainya masuk ke kertas gulungan itu sedangkan Menma yang melihat kunainya tidak masuk ke kertas gulungan itu pun berkata "Kenapa punyaku tidak bisa masuk, ttebasa?"

"Penulisan Fuin milikmu masih hancur Menma" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Makanya teknik Fuinjutsu milikmu gagal"

"Emangnya penulisan juga berpengaruh pada teknik yang kau bilang Fuinjutsu ini ya?" Tanya Menma.

"Tentu saja" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Terutama Hiraishin… Salah satu penulisan atau chakramu tidak stabil saja kau bisa terlempar ke dimensi lain."

Gleeekkk

'Siapa sangka penulisan saja bisa berdampak mengerikan seperti itu?' Batin Menma, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita lanjutkan…"

"Kita lanjutkan besok saja" Balas Naruto.

"Kenapa memangnya?" Tanya Menma.

Naruto ingin menunjuk Grayfia, Seneca, Rias, dan yang lain yang sudah sampai untuk membawanya pulang… Tapi Seneca lebih cepat dan langsung menerjang kakaknya dengan tubuh kecilnya sampai terjatuh "Uwaaaa!"

"Ye! Akhirnya Sene menemukan onii-chan!" Teriak Seneca yang sudah memeluk kakaknya dengan erat agar si big boy tidak bisa kabur lagi.

"Imouto…" Ucap Menma, kemudian dia melihat semua orang dan berkata "Sedang apa kalian semua disini?"

"Kami semua khawatir denganmu Menma-kun baka!" Teriak Haruka yang menjitak Menma dengan kekuatan supernya.

"Ittaaaiii!" Teriak Menma, kemudian dia melanjutkan "Untuk apa kalian khawatir padaku… Aku cuma latihan saja kok, sumpah."

Greeeppp

"Rias…" Ucap Menma yang tiba-tia dipeluk oleh Rias saat Seneca sudah melepaskan pelukannya dengan kakaknya.

"Maafkan aku, Menma… Aku bibi yang buruk, karena tindakanku… Aku membuatmu berpikiran kalau aku sudah tidak menyayangimu sebagai keponakanku" Balas Rias yang mempererat pelukannya pada Menma.

"Aku sudah memaafkanmu kok Rias." Ucap Menma.

"Panggil aku bibi seperti dulu, Menma." Pinta Rias.

"Aku tidak mau kau marah-marah lagi padaku." Balas Menma.

"Aku tidak akan marah padamu." Ucap Rias.

"Benarkah?" Tanya Menma.

"Iya" Jawab Rias.

"Baa-san…" Ucap Menma takut-takut kalau dia akan dihajar lagi, tapi yang dia lihat hanyalah senyuman lembut yang sering diberikan Rias saat dia masih kecil dan membuatnya membalas pelukan Rias dan berkata "Ini baru bibiku yang kukenal… Tapi jangan harap aku tidak akan marah kalau kekasihmu itu berbicara hal kotor tentangmu lagi ya… Karena kalau kau dia melakukannya, aku akan membekukannya dengan sihir es absolute yang diajarkan kaa-chan dan Leviathan-sama."

"Terserah kau saja, Menma." Balas Menma, kemudian dia membatin 'Aku harap kau jaga perkataan mesummu jika ada keponakanku di dekatku, Issei-kun…'

-To Be Continued-

Bidadari: Nih baru update… Nanti kalau review pake akun dong, biar saya bisa liat secantik apa bidadari yang satu ini #Plaaakkk

Guest: Kalo semua Bijuu gampang dilawannya… Enggak ada tantangannya entar

Damrieo: Itu dewa dari mitologi hindu, nama yang diinspirasi sama MK buat bikin karakter Ashura. Karena kalau mudah kaya bikin mie instan, enggak bakal greget vroh #Plaaakkk. Ya iyalah sulit, pas di canon juga dibantuin sm Bee jg belum menang bahkan dia hampir dimakan sama Son Goku. Tapi dia menang abis bertemen sama Kurama kan?

Gembong291: Ya, tapi itu serpihan kekuatannya saja… Kekuatan Ashura yang asli masih sama Naruto. Kalau Menma dia entar Senjutsu punya dia lebih kuat daripada Sennin Mode biasa punya Naruto

Michael Gabriel 455: Enggak juga… Kan kekuatan aslinya sama Naruto, karena sebagai reinkarnasi Ashura… Dia masih hidup

Raitogecko: Kalo di canon mungkin, tapi di fic saya Issei kuat karena keinginan kuat buat ngelindungin teman-temannya… Bukan karena oppai. Oppai hanya pendukung saja

Ashalim31: Terpaksa… Dia kan bersikap mesum sama bibinya dan juga istrinya di masa depan, jadi menurut ane masih mahal. Ane gak tau kurs Gil ke rupiah. Woy, mana! Utang pulsa Axis goceng lu sama gua

Sandy Santanus: Jawaban review anda tentang chap ini ada di chapter baru fic Ultimate Team: The Devil Hunter ya

Didi: Kalo Menma, kekuatan Ashura-nya enggak pake Rikudou Senjutsu Mode kaya Naruto… Tapi dia make kekuatan es-nya yang dia sempurnain dalam Sennin Mode miliknya. Menma kan Naru Mini meski udah gede dan rambutnya warnanya sama kaya Grayfia

Ayub Pratama: Beda.. Iriana Liliana Strife, anak dari pemimpin fraksi manusia sama istrinya yang merupakan elf berdarah murni kalo Irina Shidou kau tahu lah dia itu apa… Exorcist yang direinkarnasikan menjadi malaikat sama Michael dan masuk ke Brave Saint

Aditya Pratama 081131: ….

Teninsha Hikari: Ashura itu tapi serpihan kekuatannya aja… Makanya enggak sempurna kaya Naruto

Devan Boy Steln: Bishounen dia, kayak Kiba hahahaha. Wah, serem dro… Masa si Haruka atau Rise bakal diperkosa, mereka kan iblis kuat… Balik lagi, tapi pas tamat. Kagak, dia jadi anak buah rahasia yang dipakai Orochimaru saat pasukan ET miliknya berkurang banyak. Baru Roxas, Sona-kaichou, Haruka, Rise, dan Menma yang dibongkar

UzuHyuu: Sengaja dibikin satu kelas sama Rias, biar deket sama bibinya… Di chapter ini kan ketahuan si Menma enggak begitu deket sama Rias abis dia pindah dari Underworld