Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure

Pair: Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Harem, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard x Yoko Belnades

Summary: Naruto masuk ke dunia DxD dan terdampar ke Underworld. Tapi karena suatu hal, dia harus meninggalkan gadis yang dicintainya dan pergi ke dunia manusia dan menjadi anggota fraksi manusia. Apakah dia bisa menjaga perdamaian dari Khaos Brigade dengan bantuan Tailed Beast Force dan keempa fraksi, Versi lain fic Naruto DxD Chronicles

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 22: Seneca Real Purpose

-Tokyo, DxD Dimension(Future)-

Saat ini Menma Uzumaki tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, adik perempuan tersayangnya dan satu-satunya menghilang setelah dia tertelan sebuah cahaya yang muncul dari dalam device yang dibuat oleh anak dari mantan wakil ketua fraksi manusia yang bernama Iriana Liliana Strife. Iriana pun keluar dari rumahnya dan melihat Menma Uzumaki, pria yang tidak pernah ingin dia temui selama beberapa tahun belakangan itu.

"Menma… Mau apa kau kesini?" Tanya Iriana yang bingung dengan kehadiran Menma yang tiba-tiba begitu. Jelas saja dia bingung, sudah bertahun-tahun dia tidak pernah melihat Menma karena dia selalu menjauhi-nya padahal rumahnya dan rumah keluarga dari Menma sangat dekat.

"Kau…" Ucap Menma, kemudian dia mencengkram kedua bahu Iriana dengan kasar dan berkata "Apa yang kau lakukan pada adikku?"

"Apa maksudmu, Menma?" Tanya Iriana, kemudian dia merintih karena menahan sakit dan berkata "Aku tidak melakukan apa-apa pada Seneca-chan."

"Lalu apa yang benda buatanmu ini lakukan pada adikku, HAH!" Teriak Menma, kemudian dia melanjutkan "Seneca menghilang setelah dia masuk ke benda buatanmu ini, apa kau bisa jelaskan Iriana?"

"Ti-Tidak mungkin…" Ucap Iriana, kemudian dia melanjutkan "I-Itu adalah mesin waktu yang kubuat… Aku ingin menemukannya untuk pergi ke masa lalu dan mencari tahu kenapa ayah dan ibu meninggalkanku dengan Levi sendirian."

"TAPI SEKARANG ADIKKU YANG MENJADI KORBAN DARI PERCOBAANMU INI!" Teriak Menma, kemudian dia melanjutkan "A-Aku tahu kau benci padaku, tapi jangan bawa-bawa Seneca dalam masalah kita…"

Plaaaaakkkk

Menma pun terkejut saat tiba-tiba Iriana menamparnya dengan keras setelah bahunya bebas dari cengkraman Menma "Berani sekali kau mengatakan itu Menma… Kau pikir aku sengaja melakukan ini pada Seneca-chan, huh? Aku memang benci padamu, tapi aku tidak mungkin melakukan itu pada Seneca-chan. Karena dia adalah…"

Menma pun menatap datar Iriana dan berkata "Karena Seneca adalah apa, Iriana?"

"Itu bukan urusanmu!" Teriak Iriana, kemudian dia membatin 'Hampir saja… Untung saja aku tidak mengatakan hal itu tadi.'

"Menma-kun! Iriana-chan! / Menma! Iriana!" Panggil Naruto dan Grayfia yang datang ke tempat lokasi kejadian.

"Tou-chan, kaa-chan… / Naruto-ossan, Grayfia-basan…" Balas Menma dan Iriana.

"Menma, apa yang terjadi pada adikmu? Kenapa aku tidak bisa mendeteksi keberadaan adikmu dengan Sennin Mode milikku?" Tanya Naruto.

"I-Itu…"

"Ini semua salahku, Naruto-ossan. Seneca-chan masuk ke dalam mesin waktu buatanku dan terkirim ke masa lalu." Potong Iriana

Grayfia yang mendengar itu pun kaget dan air mata menetes dari kedua kelopak bola matanya dan dia pun berkata "Ka-Kau kenapa membuat mesin berbahaya seperti itu, Iriana-chan? Kau lihat kan sekarang putriku jadi korban?"

"Kaa-chan, jangan salahkan Iriana…" Ucap Menma membela Iriana, kemudian dia melanjutkan "Bukankah itu juga salah kalian juga yang terlalu mementingkan pekerjaan kalian dan tidak pernah menghabiskan waktu dengan Seneca?"

Naruto dan Grayfia pun tersentak saat mendengar perkataan itu muncul dari putra sulungnya itu, kemudian Menma pun menghela nafas dan berkata "Mungkin dia pergi ke masa lalu dimana kalian berdua tidak sesibuk sekarang dan masih mempunyai waktu untuk keluarganya…"

"Lalu apa yang kita harus lakukan Iriana? Apa kita harus menyusul dia ke masa lalu?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Jutsu Hiraishin milikku dan Amenominaka Sasuke hanya bisa berteleport ke antar dimensi saja bukan dari masa sekarang ke masa lalu seperti itu."

"Aku tidak tahu Naruto-ossan…" Ucap Iriana, kemudian dia melanjutkan "Padahal mesin ini akan aku gunakan untuk menemui kaa-chan dan tou-chan di masa lalu, agar aku tahu apa yang menyebabkan mereka berdua meninggalkan aku dan Levi. Tapi malah mesin itu malah membawa Seneca-chan ke masa lalu, ini semua salahku."

Ketiga orang itu iba kepada Iriana, sepertinya kepergian Seneca membuat hati Iriana sakit apalagi itu karena ulah mesin buatannya sendiri. Menma pun mencoba memegang tangan Iriana untuk menghiburnya dan berkata "Iriana…"

Tapi yang ada malah Iriana menepis tangan Menma dan berkata "Jangan pegang tanganku, Menma Uzumaki!"

Menma pun mengepalkan tangannya sendiri karena Iriana seperti ini padanya karena salahnya sendiri. Kemudian dari rumah Iriana, keluarlah gadis cilik berambut twin tail panjang berwarna silver seperti dia, ibunya dan pamannya yang bernama Euclid dan dia juga bermata seperti biru tajam seperti Iriana dan ayahnya yang bernama Leon. Gadis itu pun melihat Iriana dan berkata "Mama, kenapa mama teriak-teriak seperti itu?"

Menma pun terkejut saat gadis cilik itu memanggil Iriana dengan sebutan mama, saat dia ingin bertanya… Iriana pun memotongnya dengan memberi pertanyaan sosok yang ternyata adalah anak dari Iriana itu "Tidak apa-apa kok Silica sayang. Kau tidur sianglah dulu, nanti setelah kau bangun mama akan mengajakmu untuk membeli cheesecake yang banyak."

"Yeay, cheesecake!" Teriak anak dari Iriana yang bernama Silica itu, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu aku pergi dulu, mama… Jaa"

Iriana pun tersenyum melihat putrinya itu yang mengingatkannya pada dirinya dan ibunya di masa lalu, yaitu penggemar berat kue yang bernama Cheesecake itu… Dia adalah Silica Liliana Strife. Putrinya dari Menma Uzumaki tapi karena Menma tidak mengharapkan anak itu, jadi dia kabur dalam keadaan hamil muda dan meninggalkan adiknya sendirian di kota Tokyo. Setelah beberapa tahun Silica dilahirkan ke dunia ini, dia pun kembali ke Tokyo dan Levi menanyakan anak dari siapa yang dilahirkan oleh kakaknya itu. Dia pun menjelaskan bahwa dia adalah anak Menma dan itu membuat Levi murka. Tapi dia memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan kekasihnya, Keyla untuk melupakan dendamnya pada Menma. Dan sejak saat itulah Iriana bersikap dingin pada Menma dan selalu menjauh dari Menma meskipun dia dekat dengan Seneca Lucifuge Uzumaki, adik dari Menma.

Menma pun melihat Silica yang masuk ke rumahnya, kemudian dia melihat Iriana dan berkata "Iriana apa dia?"

"Tidak… Dia bukan anak yang tidak kau harapkan itu." Jawab Iriana dengan dingin kemudian dia melanjutkan "Silica adalah anakku dan Kai… Anak di rahimku karena perbuatanmu itu sudah mati sejak lama karena aku keguguran, Menma."

Jantung Menma pun terkecat saat mendengar itu. Dia ingin berteriak semoga itu hanya mimpi, tapi Iriana seolah-olah mengatakan yang sebenarnya dan membuat hatinya semakin hancur. Iriana pun melihat Menma untuk terakhir kalinya dan berkata "Kenapa ekspresimu seperti itu? Apa kau menyesal Menma? Kalau iya, lupakan saja… Itu sudah terlambat. Lebih baik kau urus saja anakmu dengan Haruka dan istrimu yang lain daripada anak yang tidak pernah harapkan lahir dari rahimku itu… Karena anak itu tidak akan pernah lahir ke dunia ini."

"Dan Naruto-ossan, Grayfia-basan… Aku minta maaf kalau aku tidak bisa banyak membantu saat ini." Ucap Iriana, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku akan berusaha semampuku untuk menyempurnakan lagi mesin waktuku supaya kita bisa menjemput Seneca-chan…"

"Aku mengerti, Iriana-chan… / Iriana…" Balas Naruto dan Grayfia yang melihat Iriana masuk ke rumahnya, kemudian dia melihat Menma dengan sedih saat putranya itu serasa kehilangan jiwanya untuk hidup. Bayangkan saja jika seseorang mengatakan anaknya itu tidak ada di dunia lagi, pasti sakit sekali.

"Kenapa ini semua harus terjadi padaku?" Tanya Menma yang menangis saat mendengar kabar itu dari Iriana. Entah kenapa, dia rasanya ingin mati bunuh diri saat itu juga.

Naruto pun melihat putranya dengan dingin karena dia tahu pasti apa yang dilakukan oleh putranya itu pada Iriana dan itu sangat membuatnya sebagai ayah kecewa dan terpkul atas perbuatan anak laki-laki satu-satunya itu. Dan dia pun berkata dengan nada tajam pada Menma "Kau berhak mendapatkannya, Menma…"

"Anata!"

"Jangan membelanya saat ini, Grayfia-chan. Kesalahan dia sudah sangat fatal…" Ucap Naruto yang mengabaikan glare dari istrinya itu, kemudian dia melihat Menma dan melanjutkan "Aku pikir kau mencintai Iriana karena telah melakukan itu kepadanya, tapi ternyata aku salah, putraku…"

"Tapi aku benar-benar mencintainya, tou-chan!" Bantah Menma.

"Omong kosong!" Balas Naruto dengan nada tinggi dan membuat Menma terkejut, kemudian dia melihat dengan tajam mata putranya dan berkata "Kalau kau mencintainya… Kenapa kau mengusir dan membuangnya saat kau tahu dia hamil, HAH?"

"Ta-Tapi aku belum menginginkan anak pada saat itu, tou-chan…" Jawab Menma dengan dalih agar ayahnya itu tidak terus menyalahkannya.

"Selalu saja kau muncul dengan alasan…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Sudah hadapi saja bahwa kau berhak mendapatkan hukuman ini, Menma! Kau sudah kehilangan Iriana dan juga kau kehilangan calon anakmu yang dikandung Iriana… Kau masih beruntung, aku, ibumu, adikmu, para istrimu dan para peeragemu yang lain tidak meninggalkanmu setelah kau melakukan ini pada Iriana. Kau tahu kalau bisa saja Leon-sama dan Lily-sama akan membunuhmu karena hal ini, ayo kita pergi tsuma…"

"Ha'i, anata…" Balas Grayfia.

Naruto dan Grayfia pun meninggalkan Menma yang sendirian di depan rumah Iriana, kemudian dia menutup matanya dan berkata "Kau benar tou-chan… Aku berhak mendapatkan ini semua. Karena aku adalah orang yang brengsek, tidak seperti Issei."

-Tokyo, DxD Dimension(Present)-

Seneca Lucifuge Uzumaki saat ini bangun dari tidurnya dan mencoba untuk pergi ke kamar kakaknya yang kemarin kelelahan karena harus membuka kekuatan rahasianya dan menghabiskan banyak chakranya. Dia pun teringat dengan misi utama dia pergi ke masa lalu selain untuk merasakan rasa kasih sayang orang tua yang sulit dia dapatkan karena ayah dan ibunya di masa depan sangat sibuk di fraksi manusia. Yaitu misi untuk membuat Menma dan Iriana dekat dimasa ini dan tidak melakukan kesalahan yang dilakukan kakaknya dimasa depan. Kenapa Seneca bisa tahu? Karena dia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Iriana dan Kai yang merupakan sahabat Iriana dan juga merupakan sosok ayah dari keponakannya yang bernama Silica karena Iriana tidak ingin mengganggap Menma sebagai ayah dari Silica. Dia pun menghela nafas dan masuk ke kamar kakaknya dan melihat kakaknya yang sedang menulis sesuatu seperti novel.

"Apa yang sedang onii-chan lakukan?" Tanya Seneca.

"Tidak…" Jawab Menma yang memnyembunyikan pekerjaannya, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak sedang melakukan apa-apa kok, Seneca-chan."

"Onii-chan bohong…" Ucap Seneca, kemudian dia melanjutkan "Cepat ceritakan apa yang onii-chan buat atau aku akan adukan ke mama kalau onii-chan saat ini sedang berbuat yang tidak-tidak."

Menma pun menghela nafas melihat adiknya yang keras kepala itu, kemudian dia memperlihatkan hasil kerjanya yang berupa script novel pada Seneca dan membuatnya berkata "Ini apa, onii-chan?"

"Oh, itu script novel yang aku buat…" Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Rencananya kalau sudah jadi, novel itu akan aku berikan ke Iriana-sama."

Seneca pun senang karena dia mengira kakaknya itu sudah jatuh cinta pada Iriana di waktu ini, kemudian dia berkata "Onii-chan suka sama Iriana-nee ya?"

"Tidak…" Jawab Menma dengan wajah yang memerah, kemudian dia melanjutkan "Aku cuma ingin berterima kasih saja karena dia telah menyelamatkan nyawaku kemarin…"

"Oh…" Balas Seneca dengan nada kecewa.

"Lah kenapa kau jadi cemberut begitu saat aku menjawab aku belum mempunyai perasaan apa-apa pada, Iriana-sama?" Tanya Menma, kemudian dia melanjutkan "Memangnya aku mempunyai hubungan yang khusus dengannya di masa depan?"

"Seharusnya iya…" Jawab Seneca dengan nada lirih, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku akan ceritakan detailnya nanti saja… Kalau aku ceritakan sekarang, aku tidak tahu apa yang akan onii-chan pikirkan tentang dirimu sendiri dimasa depan."

'Sebenarnya apa hubunganku di masa depan dengan Iriana-sama? Hufff, membuatku penasaran saja… Tapi dari ekspresi Seneca-chan tadi, aku bisa tebak hubunganku dengan Iriana-sama itu tidak ada baik-baiknya sama sekali.' Batin Menma yang melihat Seneca keluar dari kamarnya, dan dia yakin kalau adiknya itu akan memakan Icy Ramen seperti biasa dan itu pun membuat Menma sweatdrop.

Sedangkan dengan Seneca saat ini benar seperti apa yang dipirkan oleh Menma… Dia sedang memakan Icy Ramen-nya di ruang makan bersama dengan ibunya. Tapi anehnya, dia sama sekali tidak menyentuh sendoknya atau memasukkan sesendok saja kuah ramen itu ke mulutnya itu seolah dia tidak berselera sama sekali dan membuat Grayfia menatapnya dengan bingung.

'Apa yang terjadi pada putriku itu ya? Perasaan dia tidak pernah melewatkan Icy Ramen favoritnya? Apa dia dalam masalah?' Batin Grayfia, kemudian dia mendekati anak bungsunya di masa depan itu dan menepuk pundaknya dan berkata "Kau tidak apa-apa kan Seneca-chan? Kau tidak memiliki masalah apa-apa kan?"

"Eh, mama…" Ucap Seneca yang sudah tersadar dari lamunannya, kemudian dia melanjutkan "Ada apa mama memanggilku?"

"Kau ada masalah sayang? Kenapa kau melamun dan hanya melihat makananmu itu saja dan tidak memakannya? Ini tidak seperti dirimu yang biasanya…" Ucap Grayfia dengan nada khawatir.

"Aku tidak apa-apa kok mama…" Jawab Seneca cepat, kemudian dia membuat alasan agar dia tidak memberitahukan masalah yang dia pikirkan tentang Iriana dan Menma "Aku hanya memikirkan tentang keluargaku disana… Apa papa dan mama serta Menma-nii mencariku? Atau mereka sudah menyerah untuk mencariku."

"Jangan khawatir sayang…" Ucap Grayfia yang memeluk putrinya itu, kemudian dia melanjutkan "Mereka itu orang tuamu serta keluargamu… Tidak mungkin mereka menyerah untuk mencarimu. Dan kalau juga mereka menyerah untuk mencarimu, disini juga siap menampungmu kok… Anggap saja ini adalah tugasku, ayahmu, dan kakakmu karena ayah dan ibumu disana sudah gagal memberikan perhatian kepadamu."

"Arigatou, mama…" Balas Seneca yang tersenyum, kemudian dia melihat makanannya dan berkata "Kalau begitu, aku akan mulai memakannya sebelum rasa dinginnya hilang…"

-Training Ground, Uzumaki Household-

Di tempat latihan milik Menma dan para peeragenya yang saat ini sedang dilatih oleh Sasuke dan Toneri. Mereka pun semua melihat Menma yang termenung-menung karena memikirkan sesuatu tentang apa hubungan dia dengan Iriana di masa depan. Dia penasaran sekali dengan hal itu, dan membuat dia tidak fokus dan membuat Gene bisa memukulnya tepat di wajah.

Buaaaaaakkkkk

"Ugh…" Ucap Menma yang bangkit setelah terpukul dan tersungkur karena pukulan dari tangan spesial dari Gene.

Gene pun membantu Menma berdiri dan berkata "Kau tidak apa-apa, Menma?"

"Iya…" Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya tidak bisa fokus saja tadi."

"Kalau kau tidak fokus lebih baik kau tidak usah ikut latihan bersama kami dulu Menma. Lihat saja dari jauh." Ucap Sasuke dengan nada monoton yang saat ini sedang melawan Edge dan juga Roxas dengan pedangnya.

"Baiklah, sensei…" Balas Menma, kemudian dia duduk di bangku yang disiapkan di Training Ground itu dan hanya bisa menatap dengan bosan latihan itu karena dia tidak bisa mengikuti sesi latihan itu. Tapi dia sadar kalau itu salahnya sendiri yang tidak bisa fokus dalam berlatih.

"Menma-kun…" Sapa Haruka yang juga duduk disebelah Menma.

Menma yang melihatnya pun berkata "Kenapa kau disini, Haruka-chan? Apa kau sudah selesai dengan latihanmu?"

"Sudah kok… Aku latihan sama Yoko-neechan tadi." Jawab Haruka, kemudian dia melihat Menma dengan serius dan melanjutkan "Kau tidak apa-apa? Kenapa pikiranmu saat latihan tadi serasa jauh, seolah raga dan jiwamu tidak dalam satu tempat?"

"Aku tidak tahu…" Jawab Menma dan itu membuat Haruka menatapnya dengan bingung. Menma pun menghela nafas dan berkata "Kau tahu tadi Seneca-chan mengatakan sesuatu padaku dan itu mengenai hubungan aku dan Iriana-sama saat aku sedang menulis novel untuknya sebagai hadiah."

"Hubungan…" Ucap Haruka dengan nada lirih, kemudian dia teringat sesuatu dan berkata "Apa jangan-jangan yang adikmu maksud itu bahwa Iriana-sama adalah merupakan salah satu istrimu di masa depan, Menma-kun?

"Sepertinya bukan Haruka-chan, karena dia bilang seharusnya aku mempunyai hubungan yang spesial dengan Iriana-sama. Berarti di masa depan aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Iriana-sama." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Dan dia menjawab itu dengan sedih, jadi aku bisa asumsikan ada sesuatu yang terjadi pada hubungan kita dan itu buruk."

"Bagaimana kalau kita tanya dia saja?" Tanya Haruka.

"Kau yakin dia akan menjawabnya?" Tanya balik Menma.

"Kalau tidak dicoba bagaimana kita mau tahu ada apa antara kau dan Iriana-sama di masa depan." Jawab Haruka.

"Kau yakin akan menemaniku?" Tanya Menma, kemudian dia melanjutkan "Nanti malah kau membakarku dengan Ifrit seperti biasa lagi…"

"Untuk kali ini tidak akan…" Jawab Haruka, kemudian dia membatin 'Karena aku juga penasaran akan hal ini…'

Haruka dan Menma pun menyelinap keluar dari sesi latihan mereka dan mereka berdua pun mencari semua sudut ruangan untuk mencari Seneca. Menma dan Haruka pun menemukannya sedang menonton TV di kamarnya dan mereka pun langsung menutup pintunya. Seneca pun terkejut atas kedatangan kakak dan kakak iparnya dimasa depan itu.

"Onii-chan sedang apa di kamarku? Dengan Haruka-neechan juga?" Tanya Seneca, dia gugup karena dia takut Menma akan menanyakan pertanyaan yang sama dengan apa yang tida tanyakan di kamarnya tadi.

"Seneca-chan… Bisa kakakmu ini tahu apa yang terjadi pada kakakmu dan Iriana-sama di masa depan?" Tanya Menma.

"Apa kakak yakin ingin mengetahuinya?" Tanya balik Seneca dengan raut wajah serius yang tidak pernah ditunjukkan di wajah baby-face miliknya.

"Iya, aku serius…" Jawab Menma.

"Baiklah…" Ucap Seneca, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku ingin menjelaskan misiku untuk datang ke masa lalu… Tujuanku bukan hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari papa dan mama yang jarang aku dapatkan dimasa depan, tapi juga untuk menghubungkan kembali hubungan kau dan Iriana-neechan yang sangat buruk dimasa depan. Dan aku ingin membuat onii-chan tidak melakukan hal yang sama seperti yang onii-chan lakukan di masa depan."

'Masalah Menma-kun / Aku dan Iriana-sama sepertinya sangat serius jika sudah sampai tingkat buruk seperti itu?' Batin Haruka dan Menma.

"Saat di masa depan, aku tidak pernah tahu kenapa Iriana-neechan sangat membenci onii-chan. Dia selalu menghindar dari onii-chan dan selalu menatap mata onii-chan dengan tajam…" Ucap Seneca, kemudian dia melanjutkan "Jadi aku memutuskan untuk mencari tahu kenapa Iriana-neechan sangat membencimu tapi tidak denganku, papa dan mama… Dan aku menemukannya saat dia berbicara dengan sahabatnya."

"Kalau begitu, kenapa Iriana-sama sangat membenciku di masa depan Seneca-chan?" Tanya Menma yang sudah tidak sabar untuk tahu apa yang membuat Iriana sangat membencinya di masa depan. Tanpa sadar dia pun mengepalkan tangannya dan membatin 'Sebenarnya apa yang diriku di masa depan itu lakukan pada Iriana-sama?'

"Dirimu dimasa depan mempunyai hubungan dengan Iriana-neechan sebelum kau menikahi Haruka-neechan, Rise-neechan, dan Seekvaira-neechan dan hubungan itu menjadi semakin serius dan membuat Iriana-neechan hamil." Jawab Seneca dan membuat Menma dan juga Haruka shock.

"APAAA!" Teriak Menma dengan sangat kencang. Beruntungnya suara itu tidak bisa menembus barrier kedap suara yang dibuat oleh Haruka. Kemudian tubuhnya bergetar dan dia pun berkata "Diriku dimasa depan membuat Iriana-sama hamil?"

"Ya…" Jawab Seneca, kemudian dia melanjutkan "Tapi… Saat Iriana-neechan memberitahukan kepada dirimu di masa depan tentang kehamilannya, dia malah mengusirnya dan bilang dia tidak mengharapkan bayi yang dikandung oleh Iriana-neechan dengan alasan dia belum menginginkan seorang anak pada saat itu dan membuat hati Iriana-neechan hancur berkeping-keping apalagi tanpa orang tua Iriana-neechan yang saat itu tidak ada di dekatnya dan itu pun membuatnya pergi dari Tokyo sampai anak itu lahir. Dan setelah anak itu lahir, dia kembali ke Tokyo tapi dia sudah membenci nii-chan dan bahkan dia tidak mengganggap kalau nii-chan adalah ayah dari anak yang dilahirkannya meskipun warna rambut putrinya itu identik dengan warna rambut mama, nii-chan, dan aku…"

Menma dan Haruka pun shock bahkan murka pada apa yang dilakukan sosok Menma di masa depan pada Iriana, tapi tidak ada yang lebih murka daripada Menma karena yang melakukan ini adalah dirinya sendiri di masa depan. Dia pun mengepalkan tangannya yang sudah diselimuti es berbentuk solid dan berkata "Tch, aku tidak sangka diriku dimasa depan adalah orang yang brengsek."

'Onii-chan… / Menma-kun…' Batin Seneca dan Menma.

"Rasanya aku ingin sekali menendang dan menghajarnya sampai babak belur…" Ucap Menma yang mengepalkan tangannya sampai-sampai keluar setetes demi setetes darah dari tangannya, kemudian dia melihat Seneca dan berkata "Kau tahu nama anak kami di masa depan, Seneca-chan?"

"Namanya adalah Silica Liliana Strife…" Jawab Seneca.

"Nama yang indah…" Ucap Menma dengan tersenyum, kemudian senyum dia menghilang dan dia pun berkata "Kalau begitu aku ingin menenangkan diri dulu…"

Menma pun menghilang menggunakan Sunshin no Jutsu dan Haruka serta Seneca pun tidak mengejarnya karena dia tahu informasi tadi sangat berat bagi Menma. Di tempat Menma sendiri, dia sedang berada di tempat yang sepi tapi tenang dan dipenuhi padang rumput yang indah dan dia saat ini benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya di masa depan bisa melakukan hal sebejat itu… Dia sudah menghamili gadis yang merupakan anak boss dari ayahnya sendiri dan juga gadis yang juga sudah mulai dicintai Menma walaupun dia masih belum yakin itu rasa cinta atau kasih sayang karena dia merupakan anak bossnya. Dan bukan hanya itu, dia mengusirnya saat dia masih hamil anaknya. Entah kenapa kalau di tempatnya memiliki mesin waktu seperti yang mengirimkan Seneca, dia akan mengirimkan Seneca ke masa depan sekaligus menghajar dan membunuh sosok masa depannya walaupun itu adalah wujudnya dimasa depan karena dia tidak sudi menjadi orang seperti itu sebagai sosoknya di masa depan. Dia pun mengeluarkan sebuah scroll dan keluarlah peralatannya membuat novel saat dia membuka segelnya. Amarahnya serasa menghilang setiap dia menulis kata demi kata dalam script novel itu dan membuatnya menjadi lebih tenang

'Ahhh! Rasanya amarahku berkurang setelah aku menulis beberapa part novel ini…' Batin Menma, kemudian dia berpikiran keras dan membatin 'Ehmm, sebaiknya scene novel ini lebih banyak scene fight atau scene romance ya? Hmm, mungkin aku bisa memasukkan banyak scene romance karena kata tou-chan… Iriana –sama sangat menyukai novel yang ada unsur romantisnya.'

"Kau sedang apa disini, Menma-kun?" Tanya seseorang yang suaranya familiar di telinga Menma.

'Sial!' Batin Iriana saat melihat sosok berambut pirang diikat ponytail dengan memakai jaket dan syal yang ternyata sedang menggendong sebuah bayi yang ternyata adalah keponakannya yang bernama Kain. Dia pun panic saat melihat hasil kerjanya, dan membuat dia berteriak dengan panic 'Ke-Kenapa Iriana-sama bisa disini? Bisa celaka kalau dia tahu proyek yang kubuat, ttebasa!'

Iriana pun melihat Menma dengan tatapan bingung karena Menma terlihat seperti orang yang sedang panik dan tidak menjawab pertanyaan Iriana. Jadi dia pun menghampiri Menma dan duduk disebelahnya… Kemudian dia melihat kertas yang berserakan di tanah dan mengambilnya, lalu dia berkata "Kertas apa ini, Menma-kun?"

"Hahahaha, i-itu cuma sebuah proyek buatanku saja kok Iriana-sama…" Jawab Menma yang saat ini sedang tertawa dengan gugup.

"Proyek apa?" Tanya Iriana yang mengelus-ngelus kepala keponakannya yang masih bayi itu.

"Novel…" Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Novel buatanku sendiri."

"Benarkan?" Tanya Iriana dengan mata berbinar-binar dan Menma pun menanggapinya dengan anggukan. Kemudian dia melihat Menma dan melanjutkan "Kalau bisa… Setelah jadi kau beri kopiannya padaku ya?"

'Aku memang berencana membuatkan novel itu untukmu Iriana-sama…' Batin Menma, kemudian dia berkata "Tentu saja… Anggap saja itu hadiah sebagai rasa balas budiku atas pertolonganmu atas ciumanmu itu. Aku tidak tahu kenapa setelah ciumanmu itu, luka yang kudapat karena tusukan luka dari tombak milik Loki bisa sembuh secara sempurna."

Wajah Iriana pun memerah saat mendengar perkataan Menma, kemudian dia berkata "Terima kasih Menma-kun…"

"Sama-sama Iriana-sama." Balas Menma. Iriana lama-lama bosan dengan panggilan Menma untuknya dan dia pun cemberut dan berkata "Ada apa Iriana-sama?"

"Bisa kau memanggilku tidak dengan suffiks-sama…" Jawab Iriana, kemudian dia melanjutkan "Itu terlalu formal."

"Tapi kau adalah putri dari…"

Iriana pun menahan mulut Menma dengan jari tengahnya dan berkata "Dan kau adalah putra dari wakil ayahku, jadi jangan memanggilku dengan formal begitu. Kau bisa kan memanggilku dengan Iriana atau Iriana-chan?"

"Sigh, kau benar-benar keras kepala seperti adikku…" Ucap Menma dan itu membuat Iriana terkejut sedikit karena dia mendengar bahwa Menma sudah mempunyai adik, padahal pernikahan kedua orang tua Menma belum berlangsung lama. Kemudian Menma pun menghela nafas dan berkata "Baiklah… Sesuai keinginanmu, Iriana-chan."

"Gitu kan lebih baik…" Balas Iriana yang tersenyum kepada Menma.

"Itu Kain kan? Dia terlihat lebih gemuk daripada saat terakhir kali aku bertemu dengannya." Tanya Menma.

"Iya…" Jawab Iriana, kemudian dia melanjutkan "Tapi darimana kau tahu tentang Kain? Oh ya, aku lupa… Kalau kau ikut misi untuk membawa kakakku kembali dari Transylvannia."

"Ya begitulah." Balas Menma yang merinding melawan monster, hantu, dan lain-lain. Apalagi dia juga mendapatkan sedikit phobia dari ayahnya yang takut dengan hantu yang tidak bisa disentuh seperti Ghost yang dia dan ayahnya sendiri sebelum dia sampai di desa yang dipimpin Asura dan juga Soma saat ini. Dia pun melihat Iriana dan tersenyum melihat kasih sayang yang diberikan Iriana pada Kain seolah dia adalah anaknya sendiri dan membuat dia mengepalkan tangannya dan membatin 'Diriku di masa depan itu memang benar-benar bodoh… Kok dia bisa mencampakkan Iriana yang cantik, baik dan juga peduli pada anak-anak seolah dia adalah anaknya sendiri? Apa jangan-jangan otak dia sudah dipenuhi oleh ramen dan membuat otaknya korslet karena tersiram kuah ramen terus-terusan? Kalau dia ke sini untuk menjemput Seneca atau aku berkesempatan untuk mengantarkan Seneca ke masa depan, aku akan menghajarnya dengan pukulan yang tidak akan aku lupakan...'

"Kau tidak kenapa-napa, Menma-kun?" Tanya Iriana yang cemas saat melihat ekspresi Menma yang menampakkan dia sangat benci dengan seseorang dan ingin memukulnya dia tempat.

"Tidak apa-apa Iriana-chan." Jawab Menma. Kemudian dia melihat Iriana dan berkata "Sepertinya sudah sore… Kau mau aku antar ke rumahmu, Iriana-chan?"

Wajahnya pun memerah karena ajakan Menma itu apalagi dia sudah terkontaminasi dengan scene-scene dari koleksi novel bergenre romance yang dia koleksi. Dia pun melihat Menma dan berkata "Apa tidak akan mengganggu nanti?"

"Tidak apa-apa…" Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Lagipula rumah kita berdekatan kan saat ini?"

"Baiklah…" Balas Iriana yang sudah pasrah akan ajakan Menma.

Saat mereka berdua berjalan pulang, ternyata… Ada dua orang yang mengintai mereka yang ternyata adalah Seneca dan Haruka. Seneca pun melihat calon kakak iparnya itu dan dia pun berkata "Apa kau baik-baik saja dengan ini, Haruka-neechan?"

"Aku tidak apa-apa…" Jawab Haruka, kemudian dia mengepalkan tangannya dan membatin 'Aku tidak boleh merasakan rasa cemburu seperti ini pada Iriana-sama… Di masa depan, hidup Iriana-sama sangat tidak adil. Aku merasakan menjadi istri dari Menma-kun serta mempunyai anak darinya, tapi Iriana-sama… Dia malah menjadi single parents atas anak dari Menma-kun dan menderita. Tidak sepertiku, Rise, See-chan dan juga sosok rahasia yang dikatakan oleh Seneca-chan. Memang sakit... Tapi aku harus belajar. Belajar untuk berbagi…."

Seneca dan juga Haruka pun menyusul Menma pulang kerumah dan mereka tidak menyadari ada sosok berambut hitam dengan syal berwarna merah yang menutupi mulutnya dan juga luka tebasan di pipi sebelah kirinya yang sudah mongering. Dia pun geram saat melihat kedekatan Menma dengan Iriana dan dia pun berkata sebelum dia menghilang dari sana "Berani sekali kau mendekati gadis manisku, Menma Uzumaki… Aku bersumpah akan memberimu pelajaran jika kita bertemu lagi."

-To Be Continued-

AN: Chap 22 is done… Sorry kalo keseluruhan chap ini tidak ada hubungannya sama Three Warrior(Naruto, Sasuke, dan Toneri) tapi ini hanya menceritakan alasan sebenarnya Seneca Lucifuge Uzumaki datang ke masa lalu selain mencoba mendapatkan kasih sayang yang tidak dia dapat di masa depan dan akan menjelaskan saat dimana Haruka sadar dan mulai belajar untuk membagi Menma karena banyak gadis yang mencintai Menma. Di DxD juga sama kan? Si Rias harus menunggu waktu lama supaya dia bisa membagi Issei pada gadis-gadis yang mencintai Issei kaya Akeno, Asia, Xenovia, dan lain-lain. Dan ane mau tanya sesuatu dong? Apakah reaksi Menma setelah mendengar perbuatan counterpartnya di masa depan itu understable atau terkesan lebay?

Harem:

Menma Uzumaki: Haruka Suzumiya, Iriana Liliana Strife, Rise Kujikawa, Seekvaira Agares, and (Indra Reincarnation beside Sasuke in this fic. Guess who?)

Issei Hyoudou: Rias Gremory, Akeno Himejima, Xenovia Quarta, Asia Argento, Irina Shidou, Koneko Toujou, Ravel Phenex.

Menma Peerage Power:

Menma Uzumaki: Kage Bunshin, Rasengan and his variant, Chakra Chains, Hiraishin no Jutsu(On-Coming), Senjutsu(On-Coming), etc

Haruka Suzumiya: Necro Magic(Jarang digunakan karena jurus ini hanya untuk memanggil orang mati dan diinterogasi), Black Magic, White Magic, Summon Magic, Time Magic

Rise Kujikawa: Persona(Healer, Support, and Sensor)

Yoko Belnades: Heal Rain, Ice Shower, Supernova, Sealing Technique(Not Fuinjutsu), etc.

Gene: God Hand, Devil Hand

Roxas: Reaction Command, Dual-Wield Keyblade, Drive Form(Valor Form, Wisdom Form, Limit Form, Master Form, Final Form)

Edge: Sacred Gear [Mana Blade](Normal Mode, Jiptus Mode, Plua Mode, Fanatos Mode, and Luplus Mode)

Nell Ellis: Sacred Gear [Mana Blade](Normal Mode, Siren Mode, Diemia Mode, Nymph Mode, Faustus Mode)

Homura: Stealth Kill, Cover, and Ninjutsu(On-Coming)

Alucard: Hellfire, Soul Stealer, Summon Spirit, Tetra Spirit, Familiar Card, Sword Brother(With Sword Familiar), Transform(Wolf, Bat, and Mist)

Review:

Rozinamikaze:

Enggak…

Guest:

Dua-duanya, di Season 2 baru anaknya Naru.

OneeKyuuChan:

Pas make disguise(Penyamaran) bakal muncul dalam waktu dekat, kalo aslinya di akhir-akhir di battle special Ashura vs Indra.

Bahamut:

Sorry vroh, ane habis tersesat di jalan kehidupan.

Michael Gabriel 455:

Sebenarnya enggak mati, dia diselamatin sama seseorang. Tapi sifatnya reverse sama canon fic Dragon Nest: Origins ane. Kai di masa kini itu antagonist dan sangat benci sama Menma dan di masa depan dia protagonist.

EnterSandman:

Sebenarnya di fic ini, Sarada dah buka kekuatan Indra-nya terlebih dahulu… Tapi bukan Perfect Susanoo yang dipake Sasuke lawan Full Bijuu Mode punya Naruto di canon. Tapi baru tahap Perfect Susanoo kaya Madara aja.

Uzumakynurroni:

Sama aja kaya Naru, Gama Senjutsu… Tapi kalo digabungin sama chakra Ashura punya dia nanti bakal sinkron menjadi Ashura Senjutsu Mode.

Ero Azazel:

Aye, captain!

Ayub Pratama:

Ada, dan pas scene Issei mati karena Shalba Beelzebub dan tubuh lamanya hancur juga ada.

Hirumadevils:

Kalo begitu, sini aja ente yang buat. Bisa gak? Masih untung diupdate daripada di delete… Troublesome

Seneal:

Ane buat metodenya sama kaya Naru yang belajar di Mt Myoboku tanpa minyak.

Arinanasution:

Dia ketemu Sarada dalam waktu dekat tapi cuma brief dan juga dia enggak tahu identitas Sarada karena dia pake penyamaran. Tapi dia ngerasa aura Sarada agak familiar.