Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure

Pair: Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Harem, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard x Yoko Belnades

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 23: Two Shinobi Clash

-Khaos Brigade Headquarter, DxD Dimension-

Di dalam markas dark organization yang bernama Khaos Brigade… Terdapatlah tempat penelitian yang ditujukan untuk Orochimaru yang merupakan salah satu Densetsu Sennin terkenal di Elemental Nation selain Jiraiya dan Tsunade. Saat ini Orochimaru sedang melihat seorang gadis berambut hitam panjang dan berwarna mata onyx yang sedang berada di kasur di tempat penelitiannya. Beberapa menit kemudian, gadis itu pun bangun dan Orochimaru pun menyeringai melihat kebangkitan subject-nya itu.

"Jadi kau sudah bangun…" Ucap Orochimaru pada gadis yang sudah sadar itu.

"Dimana ini?" Tanya gadis itu yang sudah duduk di kasurnya tapi dia masih memegang kepalanya yang masih pening saat ini, kemudian mata berubah warna menjadi merah darah dengan 3 tomoe yang berputar dengan tajam "Siapa kau? Dan dimana diriku ini sebenarnya?"

Orochimaru pun melipat kedua tangannya di depan dada bidangnya dan berkata "Jadi begini sifatmu pada penyelamatmu, nona muda…"

"Kau orang yang telah menyelamatkanku?" Tanya gadis itu yang warna matanya sudah kembali seperti semula dan kemudian dia melanjutkan "Tapi bisa beritahukan dimana ini sebenarnya?"

"Tepat sekali." Jawab Orochimaru, kemudian dia melanjutkan "Dan kau saat ini berada di tempat penelitianku. Aku menggunakan beberapa penelitianku untuk menyelamatkanmu dari kematian dan itu berhasil."

"Terima kasih telah menyelamatkanku tuan…"

"Orochimaru. Namaku Orochimaru." Potong Orochimaru, kemudian dia melihat gadis itu dengan intens dan dia pun melanjutkan "Jadi, nona… Apa ada yang kau ingat tentang dirimu bahkan namamu?"

"Aku tidak tahu…" Jawab gadis itu dengan nada sedih dan dia pun melanjutkan "Aku tidak bisa mengingat apapun tentang diriku bahkan namaku sendiri."

'Bagus… Sepertinya segel yang aku pasang itu berhasil untuk membuatnya tidak bisa mengingat apapun bahkan nama dan orang tuanya sendiri.' Batin Orochimaru yang sudah menyeringai dengan kejam dan dia pun melanjutkan 'Aku bisa memanfaatkan ini…'

Gadis itu pun tidak menyadari seringai dari Orochimaru dan dia pun melihat Orochimaru dan berkata dengan nada berharap "Apakah kau tahu tentang aku tuan Orochimaru?"

"Aku tidak tahu." Jawab Orochimaru, kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau kau tidak keberatan aku akan memberikan nama baru serta hidup baru padamu. Apa kau mau?"

"Tentu saja mau, tuan Orochimaru." Jawab gadis itu.

"Namamu saat ini adalah Hikari Kiritsugu…" Ucap Orochimaru dan kemudian dia melanjutkan "Dan mulai saat ini aku akan menjadi senseimu. Apa kau mengerti Hikari?"

Gadis yang saat ini sudah bernama Hikari itu pun melihat Orochimaru dan dia pun berkata "Aku mengerti, Orochimaru-sensei."

-Human Fraction Headquarter, DxD Dimension-

Saat ini Naruto, Sasuke dan Toneri serta Menma dan para peeragenya berkunjung ke markas fraksi manusia karena hari itu memang sekolah mereka sedang libur. Saat disana Menma dan para peeragenya pun terpukau saat melihat keindahan dan kemegahan dari markas fraksi manusia yang tidak kalah seperti markas fraksi malaikat di surga dan juga fraksi iblis di Underworld.

"Jadi ini tempat kalian bekerja, Naruto, Sasuke, dan juga Toneri?" Tanya Alucard dan dijawab anggukan oleh mereka bertiga, kemudian dia melanjutkan "Aku sungguh kagum…"

"Terima kasih atas pujianmu, Alucard." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita masuk…"

Menma dan para peeragenya pun menggangguk dan mereka mengikuti Naruto, Sasuke dan juga Toneri masuk ke dalam. Saat di dalam… Menma pun melihat sebuah tempat penelitian yang saat ini sedang ditempati oleh gadis kecil yang terlihat seperti bocah berumur 9 tahun tapi entah kenapa dia merasa mengenal gadis itu dan membuatnya berhenti dan menatap ruangan itu secara intens 'Dia seperti Iriana-sama… Apa dia adiknya? Tidak mungkin. Kata tou-chan, adiknya itu laki-laki.'

Haruka pun menepuk bahu Menma dan dia pun berkata dengan nada sebal "Kau kenapa Menma-kun, kenapa kau berhenti secara dan melihat seorang gadis seperti itu? Itu tidak sopan tahu."

"Maaf Haruka-chan." Ucap Menma, kemudian dia melanjutkan "Hanya saja aku merasa familiar dengan gadis itu tapi aku tidak ingat pernah bertemu dengannya dimana."

"Kau benar juga. Aku juga merasa kenal pada sosok gadis itu." Balas Haruka, kemudian dia melanjutkan "Aku merasa aku seperti melihat diri Iriana-sama pada gadis kecil itu."

"Hei, Haruka, Menma-kun, cepatlah! Naruto-sama ingin memperkenalkan kita pada Leon-sama." Teriak Rise dari kejauhan.

"Segera datang…" Balas mereka berdua yang langsung melesat untuk pergi ke tempat rombongan mereka.

Saat Menma dan Haruka pergi, gadis kecil itu pun melihat ke arah tempat yang tadi Menma gunakan untuk berhenti dan menatapnya dan dia pun membatin 'Aku seperti mendengar suara Menma-kun dan temannya yang bernama Haruka tadi. Apa dia tadi melihat Child Form milikku dan mengenaliku? Aku harap tidak.'

Menma dan Haruka pun berhasil mengejar rombongannya yang saat itu sudah di depan ruangan milik Leon yang merupakan pemimpin dari Human Fraction. Setelah meminta maaf pada Naruto, Sasuke dan Toneri serta rekan-rekannya, mereka pun masuk dan mereka menemui sosok yang dulu Menma dan para peeragenya kecuali Rise, Alucard, dan juga Yoko temui saat pertemuan antar 4 fraksi. Pria bertubuh tinggi yang memiliki rambut spiky yang berwarna hitam dan bermata biru yang saat ini sedang memakai kemeja berwarna putih dan jaket berwarna hitam bernama Leon Strife dan juga wanita cantik berambut pirang digerai dan bermata biru seperti suami dan juga kedua anaknya yang saat ini sedang memakai dress biru panjang yang bernama Lily Trina.

"Selamat datang, Naruto, Sasuke, Toneri…" Ucap Leon dan dia pun tersenyum saat melihat Alucard dan dia pun berkata "Dan sungguh kehormatan bisa bertemu dengan Dhampire terkuat keturunan langsung dari Lord Dracula, Alucard-dono."

"Aku juga sangat terhormat untuk bertemu dengan vessel dari Chaos Dragon yang berasal dari Forgotten Land of Legendia." Balas Alucard, kemudian dia melanjutkan "Aku juga berterima kasih padamu karena telah mengirimkanku si baka itu untuk membantuku dan juga kedua cucu buyutku untuk melawan ayahku."

"Tidak masalah. Aku juga berterima kasih padamu dan juga si baka itu karena telah membantu putra angkatku di Castlevania beberapa minggu lalu." Balas Leon.

"Sepertinya kita bertemu lagi ya, Menma-kun." Ucap Lily dengan nada yang manis pada uhm… Anak dari orang yang sudah dia anggap kakak atau calon kekasih putrinya karena Iriana sudah memberitahukan tentang ciumannya yang dia berikan saat Menma dan teman-temannya melawan Loki dan Fenrir.

"I-Iya, Lily-sama." Balas Menma dengan nada gugup, karena dia masih belum terbiasa dengan aura kecantikan yang dipancarkan dari Lily dan juga Iriana. Like mother, like daughter.

"Aku dengar dari Iriana-chan kalau sekarang kalian sudah bertambah dekat ya?" Tanya Lily pada Menma. Naruto pun menahan tawa saat Menma menelan ludahnya sendiri saat melihat glare mematikan dari Rise saat dia mendengar bahwa love life-nya bertambah dekat dengan love rival-nya meskipun Haruka yang sudah sejak awal menjadi kekasihnya hanya menatapnya dengan biasa.

"Ya. Kami berdua memang sudah bertambah dekat." Jawab Menma.

"Kalau begitu aku mohon jaga dia dengan baik mulai dari sekarang ya, OK Menma-kun?" Ucap Lily pada Menma dan membuat Leon menatapnya dengan tatapan bingung karena dia melihat seolah istrinya sudah sangat percaya pada Menma saat berbicara tentang Iriana.

"Aku akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menjaga Iriana-sama, tidak… Maksudku, Iriana-chan." Jawab Menma dan kemudian dia mendesah saat Rise menatapnya dengan tajam saat dia mulai memanggil Iriana dengan suffiks-chan "Omong-omong, Lily-sama… Kalau boleh tahu apa Iriana-chan ada disini atau dia sedang berada di rumahnya saat ini?"

"Dia ada di laboratorium miliknya sendiri dan belum keluar dari tadi." Jawab Lily dan dia pun melanjutkan "Kau bisa mengecek keadaan dia disana kan?"

"Tunggu dulu…" Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Saat aku dalam perjalanan ke ruangan Leon-sama… Tadi aku melihat ruangan seperti laboratorium tapi aku tidak melihatnya tapi gadis kecil berumur 9 tahun disana."

"Hahahahaha!"

"Kenapa kau, Lily-sama dan Leon-sama tertawa seperti itu tou-chan?" Tanya Menma yang bingung kenapa ayahnya tiba-tiba saja tertawa sendiri saat dia mengatakan sesuatu tentang gadis yang berada di laboratorium tadi. Kemudian dia dan Haruka tersentak dan mereka pun berkata secara bersamaan "Jangan bilang kalau gadis itu Iriana-chan?"

"Memang." Jawab Naruto

"Eh!"

"Serius?"

"Kok bisa?"

-With Menma-

Menma dan para peeragenya kecuali Yoko dan Alucard pun terkejut akan kabar itu dan bertanya secara terus-menerus pada Naruto, Lily dan Leon karena mereka masih belum percaya dengan kabar yang diberitahukan Naruto itu. Lily pun tersenyum manis pada mereka dan kemudian dia menjelaskan pada mereka "Begini… Iriana itu terlahir unik karena dia anak dari elf keturunan murni yaitu aku dan setengah elf dan setengah manusia yaitu Leon. Dan keunikan itu adalah dia bisa memanipulasi penampilannya sendiri sesuai keinginannya seperti dua dewi Olympian yang kutahu yang bernama Artemis dan Hestia. Tapi putriku hanya bisa berubah menjadi dua wujud, wujudnya saat berumur 9 tahun dan wujud aslinya yang saat ini berumur 16 tahun."

"Wow. Aku tidak tahu harus berkata apa…" Ucap Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak menyangka Iriana-chan bisa mempunyai kemampuan seperti itu."

"Kami juga sama." Balas para peerage Menma kecuali Alucard dan juga Yoko.

"Oh ya, kalau begitu aku pamit pergi ke lab milik Iriana-chan dulu tou-chan, Leon-sama, Lily-sama dan semuanya." Ucap Menma yang sudah keluar bersama dengan para peeragenya kecuali Yoko dan Alucard

Saat Alucard dan Yoko ingin menyusul Menma, Leon pun berkata pada mereka "Alucard-dono, Yoko-san… Bisa kau tinggal disini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua. Ini masalah penting."

"Baiklah…" Balas Alucard, kemudian dia melanjutkan "Aku mendengarkan."

Menma dan para peeragenya pun pergi ke laboratorium milik Iriana dan mereka melihat Iriana yang masih memakai Child Form miliknya yang saat ini sedang beristirahat dan sedang memakan Cheesecake miliknya.

"Halo, Iriana-chan…" Ucap Menma dan Iriana yang mendengarnya pun terkejut dan dia pun menjatuhkan sendok teh yang dia pakai untuk memakan Cheesecake miliknya ke piringnya.

"Me-Menma-kun…" Ucap Iriana, kemudian dia berkata "Se-Sedang apa kau disini?"

"Berkunjung ke markas ayahku dan juga markas dari fraksiku yang baru." Jawab Menma dengan tersenyum kemudian dia melanjutkan "Aku juga membawa teman-temanku."

"Ja-Jadi yang tadi melihatku itu benar-benar kau?" Tanya Iriana dengan nada panik.

"Iya, bersama Haruka juga." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Memangnya kenapa Iriana-chan? Apa ada masalah."

"Aku malu kau melihatku dengan wujudku saat ini." Jawab Iriana, kemudian dia melanjutkan "Biar aku perbaiki, Transform!"

Wujud Iriana pun kembali menjadi sosok gadis remaja berambut pirang diikat ekor kuda dengan jaket berwarna pink dengan celana jeans dan syal yang melingkar di lehernya "Ah… Begini lebih baik."

"Mau wujud kecilmu atau wujud aslimu sepertinya kau syal milikmu itu sudah menjadi cirri khas ya, Iriana-chan." Ucap Menma yang melihat Iriana selalu menggunakan syalnya sampai-sampai dia juga menggunakannya di kelas menurut yang dia dengar dari Issei dan Yuuto.

"Iya, kau benar Menma-sama." Balas Roxas, kemudian dia melanjutkan "Bahkan saat di kelasnya pun dia tidak melepas syalnya sama sekali…"

Wajah Iriana pun memerah dan dia pun berkata "Berhentilah menggodaku… Aku terus-terusan menggunakan syal karena syal yang aku pakai adalah hadiah ulang tahun dari ibu dan ayahku saat aku berusia 4 tahun."

"Oh begitu…" Ucap para peerage Menma, kemudian Edge pun berkata "Tapi kenapa kau sangat malu saat tahu kalau Menma-sama melihatmu sedang menggunakan Child Form milikmu itu, Iriana-sama?"

"Itu karena orang yang kau sukai melihatmu menggunakan itu dan kau takut kalau dia akan berpikiran kalau kau itu anak kecil yang bisa berubah wujud menjadi seorang remaja padahal itu sebaliknya kan, onee-chan." Ucap seorang laki-laki berumur 13 tahun yang memakai jaket hitam ber-hoodie dan celana jeans.

Melihat itu, Iriana pun tersenyum saat melihat laki-laki itu dan dia pun langsung berlari dan memeluk laki-laki itu dan melihat itu Menma pun merasakan sedikit perasaan cemburu. Iriana pun melepaskan pelukannya dan berkata "Bagaimana misimu dengan kekasihmu, Levi?"

Menma pun terkejut saat mengetahui kalau ternyata pemuda yang tadi dipeluk Iriana ternyata adalah adik dari Iriana sendiri. Bagaimana Menma bisa tahu? Karena saat Seneca menjelaskan tentang Iriana, dia juga menjelaskan tentang Levi pada dia dan Haruka. Wajahnya pun memanas karena dia malu telah cemburu pada saudara dari orang yang dia cintai sendiri. Levi sendiri yang mendengarkan pertanyaan kakaknya yang terdengar absurd itu pun menaikkan alisnya dan menatap kakaknya dengan datar "Kekasih apanya? Keyla itu cuma teman, onee-chan. T-E-M-A-N…"

"Yah, teman tapi mesra." Sindir Iriana dan membuat anak kedua dari ketua Human Fraction itu memanas. Setelah itu, Iriana pun melihat Menma dan para peeragenya dan dia pun berkata "Oh ya, perkenalkan teman-teman. Dia adikku, namanya Levi Strife."

"Salam kenal Levi-sama." Sapa para peerage Menma kecuali Menma dan membuat Levi sedikit kesal karena dia tidak begitu menyukai formalitas.

-With Naruto-

Saat para generasi muda sedang bersenang-senang di laboratorium milik Iriana… Leon pun menatap semua orang disana dengan serius dan dia pun mengatakan sesuatu yang membuat mereka semua shock.

"Aku mendapatkan telepati dari Great Red…" Ucap Leon, kemudian dia melanjutkan "Beberapa hari lalu ada orang yang berhasil menerobos Dimensional Gap."

"Kau bercanda kan Leon?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tidak ada yang mungkin bisa menerobos Dimensional Gap dan mengalahkan Great Red. Maksudku… Dia adalah Ultimate Being di dunia ini selain Trihexa dan Ophis. Memangnya siapa yang gila disini untuk mengalahkan Great Red?"

"Aku tidak bilang, Great Red itu dikalahkan…" Balas Leon, kemudian dia melanjutkan "Tapi dia dikelabui. Orang yang menerobos Great Red itu melawannya menggunakan otak bukan otot. Saat orang itu datang… Great Red yang merasakan niat jahat darinya langsung menyerangnya, tapi sebelum dia dimakan hidup-hidup oleh Great Red… Orang itu bertukar tubuh. Tubuh lamanya termakan oleh Great Red dan dia menggunakan tubuh barunya untuk kabur."

"Ini mengingatkanku pada Orochimaru…" Ucap Sasuke.

Naruto yang mendengar itu pun menatap Sasuke dan berkata "Maksudmu apa Sasuke?"

"Orochimaru pernah melakukan trik yang sama saat dia mencoba mengeluarkan keempat Edo Tensei para Hokage terdahulu yang terperangkap dalam Shiki Fujin." Jawab Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Saat itu… Dia mengorbankan tubuh lamanya dan lalu dia berpindah ke tubuh Shiro Zetsu yang disimpan Obito di dalam tubuhku karena dia takut kalau aku akan berkhianat kepadanya."

"Tunggu dulu, Naruto-kun, Sasuke-san…" Ucap Lily, kemudian dia melanjutkan "Siapa itu Orochimaru? Apa aku dan Leon-kun juga mengenalnya?"

"Tidak." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kalian tidak mengenalnya karena dia berasal dari dimensi lain sama sepertiku, Sasuke dan Toneri. Disana Orochimaru adalah ilmuwan gila yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan dia berani bereksperimen dengan manusia untuk mengetes penemuannya. Sewaktu aku pergi dari dunia itu karena kematian orang yang kucintai dulu yang bernama Hinata… Dia menjadi baik dan membantu kita dalam perang waktu itu. Tapi aku dengar dari Sasuke, dia berubah menjadi jahat kembali dan pasti dia mengincarku dan juga Sasuke serta Toneri karena kekuatan mata mereka itu luar biasa."

"Dan pastinya saat ini dia mencari organisasi jahat yang bisa dia manfaatkan untuk membuat tempat penelitian miliknya sendiri." Tambah Sasuke yang mengingat tabiat mantan senseinya itu dulu.

"Dan pilihan bagus untuknya adalah Khaos Brigade kan, Naruto, Sasuke?" Tanya Leon yang melihat kedua anak buahnya itu.

"Benar sekali." Jawab mereka berdua.

"Naruto, Sasuke… Aku tahu kau kenal orang bernama Orochimaru ini lebih dari siapapun." Ucap Leon, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku harap kalian waspada dengan orang ini. Itu juga berlaku padamu, Toneri. Jika dia bisa mengelabui Great Red… Berarti kita harus waspada pada kepintaran yang dimiliki orang ini. Kalian mengerti kan?"

"Kami mengerti…" Jawab mereka bertiga.

-With Menma-

Menma dan para peeragenya serta Levi dan juga Iriana saat ini sedang beristirahat di tempat yang biasa dipakai Menma dan para peeragenya untuk berlatih sendiri jika tidak ada jadwal latihan dari Naruto, Sasuke atau Toneri. Menma dan Haruka yang sedang melihat Iriana duduk sendirian dengan adiknya pun menghampiri mereka dan berkata.

"Iriana-sama, Levi-sama… Kenapa kalian tidak bergabung dengan yang lain?" Tanya Haruka pada kedua anak dari ketua fraksi manusia ini.

"Aku mau saja kalau gadis berambut auburn itu tidak menatap tajam kakakku setiap saat." Jawab Levi, kemudian dia melanjutkan "Seolah-olah dia tidak suka kalau onee-chanku berada disini."

Menma pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia tahu siapa yang Levi maksud 'Rise…'

"Levi!" Teriak Iriana yang memukul bahu adiknya itu dan membuatnya teriak kesakitan. Lalu dia pun berkata "Maafkan atas perkataan adikku ya, Menma-kun, Haruka-chan."

"Tidak apa-apa." Balas Menma yang menghela nafas, kemudian dia melanjutkan "Harusnya aku yang minta maaf karena perbuatan anggota peerageku."

"Katon: Gokakyuu no Jutsu!"

Menma yang melihat itu pun langsung mengeluarkan es dari tangannya dan berkata "Ice Wall!"

Booooooommmm

Bola api itu pun terhalang karena Menma sudah terlebih dahulu membuat dinding es untuk menahannya. Menma pun melihat Haruka, Levi serta Iriana dan dia pun berkata "Apa kalian baik-baik saja?"

"Kami baik-baik saja Menma-kun / Menma-san." Jawab Haruka, Iriana dan Levi.

Menma pun membuat dinding es-nya mencair dan dia pun cukup terkejut saat melihat gadis berambut hitam berkacamata dan memakai jaket hitam berhoodie. Dia tahu kalau orang yang berada di dekatnya ini bukanlah orang sembarangan, tapi dia bisa mengendalikan ketakutannya dan dia pun berkata "Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Dan dimana teman-temanku?"

"Kau tidak perlu tahu siapa aku dan teman-temanmu sudah aku buat tertidur dengan lelap." Jawab gadis itu, kemudian dia melanjutkan "Kau, Menma Uzumaki… Aku menginginkan darahmu."

"Huh…"

"Senseiku membutuhkan darahmu, darah reinkarnasi Ashura yang mengalir dalam dirimu." Ucap gadis itu, kemudian dia melanjutkan "Senseiku ingin sekali mengambil darah reinkarnasi Ashura itu dari ayahmu… Tapi karena ayahmu masih terlalu kuat untuknya jadi kau adalah opsi kedua baginya. Jadi menyerah saja dan serahkan darahmu padaku…"

"Hmm, kalau aku tidak mau?" Tanya Menma dengan nada menantang.

"Maka…" Ucap gadis itu, kemudian dia melesat dengan cepat dan dia pun berkata "Aku akan membunuhmu disini dan mengambil darahmu secara paksa, Uzumaki!"

Tapi sebelum dia mencapai Menma, dia pun harus mundur sedikit karena serangan api yang dilakukan oleh Haruka "Aku tidak akan membiarkanmu melukai Menma-kun."

Levi pun juga sudah siap untuk bertarung dan dia mengeluarkan aura berwarna hitam di tangannya. Gadis itu pun melihat Iriana dan dia pun berkata "Jadi kalian semua ingin melawanku. Lalu bagaimana denganmu, gadis cantik? Apa kau ingin melawanku juga?"

Iriana pun hanya terdiam, tapi kemudian Menma pun maju selangkah dan berkata "Levi, Haruka-chan, mundurlah… Biar aku yang melawannya."

"Kenapa kau ingin melawannya sendiri Menma-kun?" Tanya Haruka, kemudian dia melanjutkan "Kita bisa mengalahkan dia dengan cara melawannya bersama-sama."

"Karena aku yakin dia sama sepertiku…" Ucap Menma, kemudian dia mengeluarkan kunai miliknya dan melanjutkan "Seorang Shinobi!"

"Katon: Goryuuka no Jutsu!"

"Suiton: Mizureppa!"

Booooommmmmmm

Melihat kedua jutsu itu tidak berhasil, Menma pun langsung menyerang secara close combat menggunakan kunainya… Tapi entah kenapa gadis ini selalu bisa menghindarinya dengan mudah 'Tch… Hebat sekali dia bisa membaca seranganku seperti itu.'

Trannnkkk

Trannnkkk

Trannnkkk

Mereka pun terus tukar menukar serangan dan terlihat Menma sudah sedikit kelelahan karena serangannya selalu sia-sia sebab gadis ini bisa membaca seluruh pergerakannya. Gadis itu pun menatap Menma dengan tatapan remeh dan kemudian dia berkata "Sudah menyerah, Menma Uzumaki?"

"Tidak akan pernah!"

"Keras kepala…" Ucap gadis itu dan kemudian mata gadis itu berubah bentuk dan warna dari mata berwarna onyx menjadi berwarna merah darah dengan 3 tomoe tanda mata Sharingan milik gadis ini telah aktif

'Mata itu…' Batin Menma, kemudian dia menyadari sesuatu dan berkata "Siapa kau? Kenapa kau mempunyai mata yang sama dengan mata milik Sasuke-ossan?"

"Aku tidak perlu menyebutkan namaku padamu seperti yang aku bilang padamu, Uzumaki." Jawab gadis itu, kemudian dia melanjutkan sambil membuat kilatan petir di tangannya yang menimbulkan suara seperti kicauan burung dan itu mengingatkan Menma akan teknik Chidori milik Sasuke "Dan mata ini… Aku tidak tahu tapi aku sudah mempunyai ini setelah aku terbangun beberapa jam lalu. Kau masih terlalu lemah ternyata, Uzumaki. Kau tahu… Ini pertama kalinya aku bertarung setelah beberapa jam setelah aku sadar dan aku dilatih oleh senseiku hanya sebentar. Aku pikir kau sudah tahu kemenangan berada di tangan siapa kan?"

"Jangan meremehkanku nona…" Balas Menma yang sudah membuat Rasengan di tangannya, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak dipanggil Devil Shinobi tanpa sebuah alasan kau tahu."

"Rasengan!"

"Chidori!"

Booooooommmm

Dua insan berbeda gender itu pun terpental setelah dua jutsu mereka mengalami kontak. Menma berhasil ditahan oleh Haruka dan Iriana saat dia terpental dan gadis itu ditahan oleh seseorang berambut silver yang sudah sangat Menma kenal yaitu pamannya sendiri, Euclid Lucifuge.

"Euclid-sama, kenapa kau?" Tanya gadis itu.

"Kau membuatku repot kau tahu itu, Hikari?" Tanya Euclid dengan nada kesal, kemudian dia melanjutkan "Cepat kita kembali. Gurumu itu sedang mencarimu saat ini."

"Baiklah." Balas gadis yang saat ini diketahui bernama Hikari itu. Setelah itu, Euclid pun melihat keponakannya itu dan dia pun berkata dengan nada kasar "Jadi kau masih hidup ternyata, Half-Blood? Padahal aku berharap kau mati di tangan Hikari meskipun pengalaman dia dalam bertarung masih sedikit."

"Oh, aku tidak akan mati secepat itu Euclid-san." Balas Menma, kemudian dia melanjutkan "Dan lalu juga berharap kau cepat mati dan tidak membuat ibuku sedih karena memikirkan adiknya yang idiot dan ingin membunuh keponakannya sendiri karena dia adalah seorang Half-Blood."

Mendengar itu Euclid pun menatap tajam Menma dan dia pun berkata sebelum pergi bersama Hikari yang pergi dengan menggunakan teknik teleportasinya "Kau akan membayar semua perkataanmu itu, Uzumaki."

Setelah dua orang itu pergi, Naruto dan Sasuke serta Toneri pun datang dan Naruto pun berkata "Menma… Apa yang sedang terjadi disini? Tadi aku merasakan seseorang dengan tekanan chakra lumayan tinggi dan lalu aku menemukan teman-temanmu tergeletak di tanah."

"Tidak apa-apa tou-chan." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku tadi melawan seseorang yang mempunyai kekuatan chakra seperti kita berempat. Aku pikir dia adalah seorang Shinobi, bukan… Kunoichi tepatnya."

'Jadi yang menyerang Menma bukanlah Orochimaru?' Batin Naruto dan Sasuke. Sasuke kemudian melihat Menma dan berkata "Tapi siapa yang menyerangmu Menma."

"Dia gadis berkulit putih dan berambut hitam panjang dengan kacamata." Jawab Menma dan itu membuat Sasuke sedikit terkejut dan itu membuat Menma sedikit bingung, kemudian dia melanjutkan "Kalau tidak salah… Namanya adalah Hikari."

'Pendeskripsiannya sama seperti Sarada tapi dia bukan Sarada. Bagaimana bisa?' Batin Sasuke.

"Dan Sasuke-ossan…"

"Ada apa?" Tanya Sasuke yang saat ini sedang menatap murid serta putra satu-satunya dari sahabatnya itu dengan serius.

"Dia mempunyai Sharingan." Jawab Menma.

-To Be Continued-

AN: Chapter 23 is up…New character is added in story and I'm already change the title. Karena ane mau buat Menma jadi karakter utamanya meskipun scene-scene untuk Naruto, Sasuke dan Toneri masih akan tetap ada seperti battle Naruto vs Bijuu dan juga di Arc kedua Seneca, adik Menma yang akan menjadi MC. So, masa Menma enggak jadi main character di seri utama dan jadi side character. Jika anda membaca chapter-chapter sebelumnya dari fic ini pasti kalian semua tahu identitas Hikari Kiritsugu yang sebenarnya. BTW, pasti ada yang berpikiran begini… 'Kenapa Orochimaru mengincar DNA Ashura yang ada ditubuh Naruto dan Menma? Itu ada alasannya dan alasannya itu akan terkuat di late chapter.'. Dan ane udah ngasih tahu kalau Orochimaru enggak ngincer DNA Ashura yang ada di tubuh Naruto karena dia masih terlalu kuat buat Orochimaru walaupun Naruto baru punya chakra Shukaku dan Matatabi dan makanya itu dia memilih DNA Ashura milik Menma karena saat ini dia masih lebih lemah daripada Naruto karena dia enggak punya Bijuu sama sekali bahkan dia belum bisa Senjutsu dan Hiraishin. Dan juga mungkin chap kali ini sedikit extreme karena Hikari ini baru muncul tapi dia udah bisa bertarung sehebat itu… Alasannya adalah karena walaupun ingatannya hilang tapi tetap saja jutsu-jutsu yang dia miliki masih nyangkut di otaknya dan diberi sedikit latihan oleh Orochimaru pasti sudah bisa memicu Hikari untuk bertarung dengan baik saat melawan Menma barusan. Minta saran untuk teknik Mangekyou Sharingan milik Sarada dong. Dan kalau bisa berikan dua jutsu unik untuk Mangekyou Sharingan Sarada dan kegunaannya agar bisa membuka teknik Susanoo. Contoh: Kemampuan menghisap barang dari kejauhan dan menaruhnya di dimensi Kamui sama seperti Kakashi dan menghisap bagian tubuh dirinya sendiri ke dimensi Kamui dan membuat dirinya Invicible dan sulit dilawan yang dimiliki Obito membuka Susanoo di pertarungan Tim 7 melawan Kaguya atau Tsukuyomi dan Amaterasu milik Itachi membuatnya bisa membuka serta menggunakan kekuatan Susanoo

Review:

Shirokami Khudhory:

Flashback sama masa kini. Kalau dilihat dari kasusnya memang Seneca sama kaya Tinkerer di Dragon Nest. Tapi sebenarnya Iriana lah yang sama seperti Tinkerer karena dia bisa mengubah dirinya menjadi bocah berumur 9 tahun. Bedanya Tinkerer enggak bisa kembali ke wujud dewasanya tapi Iriana bisa.

Esya 27 BC: Karena judul kan? Padahal di canon juga sama loh… Judul Naruto Gaiden, tapi ceritanya tentang SasuSaku family bukan keluarganya si Naruto sendiri bahkan anggota klan Uzumaki yang keluar di manga itu cuma Boruto sama Naruto aja. Kalau tentang Sasuke kenapa titlenya bukan Sasuke Gaiden atau bla, bla, bla.

HollyLucifer:

Tapi tanpa dia Menma enggak bakal menyadari perasaannya sendiri pada Iriana.

Michael Gabriel 455:

Tentu saja. Kan harem utama dari Menma itu Haruka dan Iriana.

Up:

Ya, sekarang Menma jadi pemeran utamanya setelah ane mengganti titlenya. Lagipula Naruto itu udah cukup jadi hero, sekarang giliran penerusnya. Lihat itu Boruto: Naruto The Movie… Main characternya Boruto meskipun Sasuke sama Naruto masih masuk tapi mereka adalah support bagi Boruto untuk menjadi seorang hero seperti bapaknya.

Kurotsuhi Mangetsu:

Iya. Kalau mau, bisa ane buat ulang lagi soalnya filenya dari chapter 1 sampe 18 masih ada di notebook.

Ayub Pratama 792:

Dia punya semua skill dia yang ada di PS2.

Tenshisha Hikari:

Iya. Soalnya Orochimaru sama Hikari itu tahu kalau mereka itu enggak bakal bisa ngalahin Naruto. DNA Indra di Sarada sebenarnya udah diambil tapi dia enggak sadar.