Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei x Harem, Uzumaki Menma x Harem, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard x Yoko Belnades
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 24: Menma vs Raiser Part I
-Human Faction Headquarter-
Naruto, Sasuke dan Toneri pun terkejut saat mendengar kabar dari Menma itu… Sasuke yang merasa penyerang Menma itu pun mendesak Menma untuk memberitahu lebih banyak tentang gadis yang menyerangnya tadi tapi Naruto meminta Menma untuk menjelaskannya di kantor Leon saja. Jadi dia, Iriana, Levi, Haruka dan para peeragenya yang lain kecuali Alucard dan Yoko pun langsung pergi ke markas fraksi manusia. Saat sampai di dalam ruangan Leon… Leon pun yang melihat wajah mereka semua tegang pun berkata
"Kalian tidak apa-apa, kalian terlihat tegang?"
Menma pun mengambil nafas panjang dan dia pun melaanjutkan "Aku, Haruka-chan, Iriana-chan dan Levi baru saja diserang oleh seseorang Leon-sama."
"APAA!" Teriak Leon dan Lily saat mendengar perkataan dari Menma, kemudian Lily melihat dua anaknya itu dengan cemas dan dia pun berkata "Tapi kalian tidak apa-apa, Iriana-chan, Levi-kun?"
"Kami tidak apa-apa mama." Balas mereka berdua.
'Syukurlah…' Batin Leon dan Lily yang sudah mulai tenang, kemudian Leon menatap Naruto dan berkata "Tapi siapa yang menyerang putramu dan kedua anakku, Naruto? Apa itu Cao-Cao?"
"Sepertinya bukan karena orang yang menyerang Menma dan membuat para peerage Menma yang lain selain Haruka, Alucard dan Yoko dengan teknik ilusi itu adalah gadis yang seumuran dengan Menma." Jawab Naruto.
"Tapi kenapa dia menyerang kalian semua?" Tanya Menma, kemudian dia melanjutkan "Apakah kau dan peeragemu pernah bertemu dengan dia dan membuatnya marah, lalu dia balas dendam pada kalian?"
"Balas dendam gimana, Leon-sama. Ini saja adalah hari pertamaku dengan dia, benar kan Haruka-chan?" Jawab Menma dan Haruka pun menggangguk setuju akan perkataan Menma. Kemudian dia memegang dagunya dalam pose berpikir dan dia pun berkata "Tapi jujur, aku masih penasaran dengan dia."
"Apa maksudmu, Menma?" Tanya Naruto.
"Alasan dia menyerangku sebenarnya karena dia mengincarku dan ingin mengambil darahku." Jawab Menma.
"Memangnya kenapa dia menginginkan darahmu?" Tanya Sasuke.
"Aku hanya dengar dia menginginkan darahku, karena aku memiliki darah yang sama dengan tou-chan." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Darah reinkarnasi Ashura…"
"Dia bilang, kalau senseinya sebenarnya ingin mengambil darahmu karena darahmu lebih banyak mengandung potensial daripada darahku." Lanjut Menma dan kemudian dia melanjutkan "Tapi sayangnya, kau masih lebih kuat jika dibandingkan dengannya tou-chan. Jadi dia mengincar orang yang memiliki darah Ashura-jiji selain kau, yaitu aku."
"Tch, pasti sensei gadis itu adalah Orochimaru." Ucap Naruto yang mendecih serta menahan amarah saat tahu Orochimaru meminta muridnya untuk mengincar Menma karena dia juga mempunyai darah dan juga kekuatan dari Ashura Otsutsuki seperti Hashirama Senju dan dirinya.
"Tidak salah lagi…" Balas Sasuke dan dia pun mengepalkan tangannya karena entah kenapa dia yakin orang yang menyerang Menma adalah putrinya Sarada dan dia telah dicuci otaknya oleh Orochimaru 'Kalau benar orang yang menyerang Menma itu adalah Sarada… Aku benar-benar akan menghabisimu Orochimaru karena telah membuat putriku menjadi seperti itu.'
"Tapi aku masih bingung…" Ucap Toneri dan membuat mata Naruto, Sasuke, Lily dan Leon menatapnya "Untuk apa si Orochimaru itu ingin mengambil darah Ashura yang ada di tubuh Menma? Apa dia akan membuat pasukan super human untuk melawan keempat fraksi?"
"Aku tidak tahu apa tujuan dari orang yang bernama Orochimaru itu." Ucap Leon dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau yang dikatakan Toneri-san bisa menjadi kebenaran. Maka itu tidak bisa dibiarkan. Kita harus menghentikannya dengan cara apapun sebelum itu terjadi."
"Heh, kalau hanya begitu berarti kita hanya perlu membuat Menma-sama bertarung dengan gadis itu dan dia mengambil darahnya kan? Itu mudah… Kami akan melindunginya dan mengalahkan gadis itu saat kita bertemu lagi." Ucap Edge yang sudah tersenyum arogan dan berpose ala Natsu saat dia tengah bersemangat "Benar kan, Roxas?"
"Hn…"
"Dasar bodoh…" Ucap Haruka, kemudian dia melanjutkan dengan nada kesal "Kalian terlalu memudahkan sesuatu perkara. Kau bilang kau akan mengalahkannya saat kau bertemu lagi dengannya Edge? Pfffttt, kalian semua kecuali aku, Menma-kun, Alucards-san, dan Yoko-neesan itu dibuat pingsan dengan tatapan saja… Apa kalian lupa?"
"Oy! Kami belum siap saat itu tahu! Lagipula mana kami tahu kalau matanya itu bisa men-cast ilusi level tinggi.." Teriak semua peerage Menma yang dimaksud oleh Haruka dan itu membuat semua orang tertawa dan juga membuat situasi yang tadinya tegang menjadi ceria kembali.
"O-Oh ya, Leon-sama…"
"Ada apa Menma? Ada yang bisa aku bantu?"
"Besok aku ada pertandingan Rating Games dengan Raiser Phenex." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan sambil menatap Iriana yang wajahnya sudah memerah karena terus diperhatikan oleh Menma "Ja-Jadi… Bo-Bolehkah aku meminjam putrimu untuk ikut bersamaku dan para peerageku untuk menyaksikan pertarunganku dan Raiser."
Semua orang disana speechless saat mendengar permintaan Menma dan kemudian dia melanjutkan perkataannya sambil membuang muka dari Iriana "Dan aku juga ingin memperkenalkan Iriana-chan pada keluargaku yang lain seperti kakekku dan nenekku. Lucius Gremory dan Venelana Gremory, bibiku Serena Gremory dan keponakanku Millicas Gremory."
Lily dan Leon pun tersenyum saat melihat rona merah yang bertengger di pipi Menma dan Iriana. Sedangkan Iriana yang mendengar itu pun jantungnya berdegup kencang dan dia pun membatin 'Me-Menma-kun mengajakku ke salah satu acara penting dalam hidupnya? Dan dia juga ingin memperkenalkanku pada kakek, nenek, bibi, dan juga keponakannya. Aku jadi gugup dan jantungku berdebar kencang.'
"Tentu saja aku perbolehkan, tapi keselamatan dia adalah tanggung jawabmu Menma Uzumaki." Ucap Leon dan kemudian aura-nya menjadi hitam dan naik berkali-kali lipat dan membuat semua orang merinding akan energi kekuatan dari host Chaos Dragon itu "Jika terjadi apapun pada putriku maka kau akan mendapatkan hukuman yang berat. Jangan macam-macam dengan Chaos Dragon, karena kekuatan naga itu tergantung emosiku. Jadi jika aku sangat marah, tidak ada yang akan bisa menolongmu termasuk ayahmu. Mengerti?"
"Mengerti…"
"Hei, minna! Ayo kita pulang, kita harus bersiap-siap untuk besok." Ucap Menma dan para peerage Menma terutama Alucard pun menggangguk karena dia memang sangat suka tidur karena dia biasanya hanya tidur di peti mati tapi sekarang dia bisa tidur di kasur dan harus dia akui, tidur di kasur yang empuk memang menyenangkan.
Saat Menma dan para peeragenya sudah pergi, Iriana pun bicara pada ayahnya "Nah papa, aku dan Levi juga ingin pergi. Aku ingin mengunjungi Keyla, sudah lama aku tidak mengunjunginya. Boleh kan papa, mama?"
"Tentu saja boleh Iriana-chan." Jawab Leon dan Lily.
Levi yang mendengar itu pun langsung menatap kakaknya dengan tajam dan dia pun berkata "Tunggu dulu… Onee-chan kan bilang kau ingin menemui Keyla, tapi kenapa kau ingin aku ikut juga? Aku tidak mau ikut, aku sudah kangen dengan kasurku. Lagipula kau kan tahu rumah Keyla disana? Jadi pergi saja sendiri!"
"Sudah, ikut saja denganku Levi. Apa susahnya sih kau temani aku ketemu dengan pacarmu itu baru kembali ke rumah. Kasurmu itu bisa menunggu soalnya kasur itu tidak mungkin akan meloncat keluar dari kamarmu." Balas Iriana yang memegang tangan Levi dan membawa dia dengan paksa.
"Sudah kubilang, Keyla itu bukan pacarku baka onee-chan!" Teriak Levi yang disertai ringisan saat dia ditarik dengan paksa oleh kakaknya.
'Sepertinya ada sesuatu yang harus kita lakukan Naruto-kun…" Ucap Lily dan ditanggapi oleh anggukan oleh Leon.
"Apa itu?" Tanya Naruto.
"Kami berencana untuk menjodohkan Iriana dengan Menma, kau dan istrimu tidak akan keberatan kan?"
"Huh…"
-Uzumaki Family House-
Setelah sampai dirumah, para peerage Menma kecuali Alucard yang kekuatannya sudah termasuk overpowered berlatih untuk terakhir kalinya sebelum mereka akan melawan Raiser besok. Memang, Raiser itu sombong dan bahkan setelah dikalahkan secara memalukan oleh Issei yang merupakan iblis reinkarnasi serta Low-Class Devil sifatnya masih saja belum berubah. Tapi kekuatan Immortality miliknya tidak boleh dianggap remeh olehnya apalagi dia memutuskan untuk melawan Raiser sendiri nanti. Para peeragenya merespon ketidak setujuan atas rencana dari King mereka tapi dia bisa membujuk mereka satu persatu. Setelah latihan, dia pun masuk ke kamarnya dan dia sedang menunggu Haruka karena dia ingin membicarakan sesuatu padanya dan itu penting karena itu bisa mengakibatkan kehancuran hubungan mereka jika ini terus dibiarkan. Masalah itu adalah rasa cintanya pada Iriana yang telah berkembang. Sebenarnya dia sudah merasakan rasa suka pada Iriana sejak pertemuan mereka pada rapat 4 fraksi yang diadakan di Kuoh Academy, tapi dia menutupinya dengan kekesalan dan kemarahan saat dia mengira bahwa Iriana adalah adiknya dari ibu yang lain. Dan perasaan itu kembali lagi saat dia dan Iriana sama-sama bersekolah di Kuoh Academy dan puncaknya adalah saat Seneca memberitahu hubungan antara mereka berdua dan itu membuat dia memutuskan akan menyatakan perasaannya pada Iriana setelah dia bertarung dengan Raiser tapi dia harus meminta izin terlebih dahulu pada Haruka karena dia adalah kekasihnya dan juga perempuan selain keluarganya yang memberikan cinta kepadanya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk…"
Orang yang ternyata adalah Haruka itu pun mendekat ke arah Menma dan dia pun berkata "Jadi Menma-kun… Apa yang membuatmu ingin bicara padaku malam-malam begini?"
"Ini tentang Iriana-chan." Balas Menma dan itu membuat Haruka menatapnya.
"Memangnya kenapa dengan Iriana-sama?" Tanya Haruka.
"Aku mencintai Iriana-chan, Haruka-chan." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Memang, perasaan ini seharusnya tidak ada karena aku sudah mempunyai kau. Tapi aku tidak bisa mengabaikan perasaanku pada gadis yang mulai aku sukai saat aku bertemu padanya pertama kali di rapat 4 fraksi yang lalu tapi aku sembunyikan karena aku kecewa dan berpikiran dia adalah adik kandungku dari wanita lain. Dan ditambah setelah kami sekolah di tempat yang sama dan mendengar cerita dari Seneca-chan, aku tidak bisa membendungnya lagi. Aku ingin menyatakan perasaanku pada Iriana-sama setelah kita bertarung dengan Raiser…"
"Lalu hubunganku dengan ini apa? Kau bisa melakukannya sehabis pertarungan kita sendiri tapi kenapa kau memberitahukan ini padaku?" Tanya Haruka sedingin mungkin pada Menma.
Gleekkk
Menma pun meneguk ludahnya saat dia mendengar nada sedingin es dari Haruka "Aku ingin meminta izin darimu karena kau adalah gadis pertama selain keluargaku sendiri yang memberikanku cinta dan juga kau adalah kekasihku, karena itulah aku meminta izinmu Haruka-chan. Tapi kalau kau jijik atau benci padaku karena tindakanku ini, kau bisa meninggalkanku kalau kau mau. Dan aku tidak akan membuatmu menjadi Stray Devil karena aku bukanlah lagi seorang iblis, aku hanyalah half-blood devil yang menjadi anggota fraksi manusia."
Jduaaakkk
"Ittai! Kenapa kau memukul kepalaku sekeras itu, Haruka-chan? Sakit tahu…" Ucap Menma dengan nada cemberut tapi dia dibuat terkejut saat Haruka memukul-mukul perutnya secara bertubi-tubi.
"Berhenti mengeluh dasar baka. Bisa-bisanya kau bicara seperti itu…" Ucap Haruka yang memukul-mukul perut Menma dan kemudian dia melanjutkan "Kalau aku mau, aku sudah meninggalkanmu semenjak Seneca-chan bilang padamu kalau kau menikahi Rise dan See-chan juga kau bodoh. Tapi aku tidak, kenapa? Karena aku sudah sangat mencintaimu Menma-kun."
"Gomen, Haruka-chan…"
"Tidak apa-apa." Balas Haruka yang telah memeluk Menma dengan erat dan pelukannya itu dibalas oleh Menma "Aku saat ini tidak peduli lagi kalau kau mempunyai hubungan dengan Rise, See-chan dan juga Iriana-sama. Yang penting adalah… Rasa cintamu padaku tidak pernah berubah dan juga kau berlaku adil pada kami semua, Menma-kun."
"Tentu saja." Ucap Menma dan kemudian dia melanjutkan "Aku akan berlaku adil pada kalian dan aku akan mencintai kalian semua. Aku tidak ingin kejadian yang sama terjadi pada Iriana-chan di masa depan."
Brukkkk
"Haruka-chan! Apa yang kau lakukan?" Tanya Menma pada Haruka yang tiba-tba melepaskan pelukannya dari Menma dan mendorongnya sampai jatuh di atas kasurnya tapi yang membuat Menma bertambah panik adalah Haruka yang telah membuka semua bajunya dan membuatnya telanjang bulat di hadapan Menma.
"Ara, aku hanya iri saja. Masa aku sebagai kekasih pertama serta istri pertamamu di masa depan malah kalah dari Iriana-sama yang kehilangan keperawanannya pertama kali denganmu dan mempunyai anak pertama darimu lagi." Ucap Haruka dengan senyum sensual tapi mematikan "Jadi kau boleh menyatakan cinta pada Iriana-sama besok tapi hari ini… Kau adalah milikku Menma Uzumaki khukhukhu."
'Sial! Sifat S Haruka-chan mulai kumat… Aku harus pergi dari sini, ASAP!' Batin Menma tapi dia tidak jadi kabur saat melihat summon milik Haruka yang selalu membuatnya menderita dikeluarkan oleh Haruka 'Sial! Dia memanggil Ifrit… Aku tamat, aku tamat!'
"Jangan coba-coba untuk kabur, Menma-kun. Atau aku akan membuat Ifrit membakar penismu itu sampai hilang tidak berbekas." Ucap Haruka yang mulai menindih tubuh Menma yang masih memakai bajunya.
"Hai…" Balas Menma yang ketakutan, tentu saja dia takut. Siapa juga yang tidak takut jika ada seseorang yang mengancam akan menghilangkan alat kebanggaannya sebagai pria 'Tou-chan! Kaa-chan! Seneca-chan! Save me…!'
.
-Keesokan harinya-
.
Menma terbangun di pagi harinya dan dia cukup terkejut melihat keadaan Haruka yang masih tertidur dengan dirinya yang tidak memakai sehelai benang pun dan hanya ditutupi oleh selimut saja. Dia sebenarnya senang karena dia melakukan ini pertama kali dengan salah satu orang yang dia cintai tapi yang membuat dia kesal adalah… Haruka yang mendominasinya bukan dia yang mendominasinya, dan itu membuat harga dirinya sebagai pria jantan terinjak-injak dan it's not so cool. Kemudian dia melihat wajah damai Haruka yang sedang tertidur dan dia pun menyeringai dengan kejam.
'Lihat saja pembalasanku Haruka-chan. Lain kali aku yang akan mendominasimu khukhukhu…' Batin Menma dan pintu kamarnya pun terbuka dan ternyata itu adalah ibunya Grayfia dan adiknya Seneca 'Shit...'
Grayfia yang melihat itu pun menutup mata putrinya dan dia pun menatap putra sulungnya itu yang selalu berhasil membuat Sirzech dan Naruto ketakutan "Menma Uzumaki… APA YANG KAU LAKUKAN PADA HARUKA-CHAN!"
'Tamatlah aku…' Batin Menma, kemudian dia melanjutkan 'Sial, sepertinya memang kemarin adalah hari sialku. Minato-jiji, Kushina-baba, sepertinya aku akan menyusul kalian ke Pure Lands.'
Kemudian Menma pun dihajar sampai babak belur oleh ibunya karena telah melakukan hal yang kau-tahu-apa-yang-aku-maksud-itu dan membuat para peeragenya kecuali Haruka yang juga sudah ikut bersama dengan Menma menatapnya dengan bingung saat mereka bertiga kecuali kecuali Seneca yang ditaruh dikamarnya karena dia pingsan saat melihat kakaknya dan kakak iparnya di masa depan tidur tanpa menggunakan busana.
"Grayfia-chan, apa yang terjadi pada anak kita?" Tanya Naruto yang penasaran bagaimana bisa anaknya itu bisa babak belur padahal saat bertarung dengan ninja yang ingin membunuhnya, keadaannya tidak seperti ini.
"Kaa-chan menghajarku sambil babak belur tou-chan." Jawab Menma dan membuat Grayfia menatapnya dengan tajam "Kau sendiri tou-chan?"
"Aku sparring dengan Sasuke dan Toneri. Well, mereka lebih kuat dari yang kuperkirakan jadi ya begini hasilnya." Jawab Naruto dan itu adalah kebohongan. Sebenarnya luka yang dialami Naruto adalah akibat dari pertarungannya melawan Bijuu ekor 3 dan 4, Sanbi dan juga Son Goku.
"Apa yang membuatmu memukuli anak kita sambil babak belur Grayfia-chan?"
Grayfia pun mengambil nafas panjang dan dia pun berkata "Menma-kun… Berhubungan badan dengan Haruka-chan kemarin malam."
"Apa!"
"Serius?"
"Kau sudah besar nak…"
"Woooh! Kerja bagus Menma, kau sudah dewasa sekarang…" Ucap Naruto dengan memberikan cengiran pada Menma dan itu membuat wajah Menma memerah
"Naruto-kun!" Teriak Grayfia dan kemudian dia berkata dengan nada kesal "Bisa-bisanya kau mengatakan itu? Anak kita dan Haruka-chan masih 16 tahun. Itu masih terlalu muda!"
"Kaa-chan, jangan salahkan aku terus…" Ucap Menma dan kemudian dia menunjuk Haruka dan berkata dengan nada kesal "Kalau sifat S miliknya tidak kumat dan dia memperkosaku, semua itu tidak akan terjadi."
"Jadi kau diperkosa oleh perempuan Menma? Mana harga dirimu sebagai pria?" Tanya Gene dan kemudian dia melanjutkan "Seharusnya kau yang memperkosanya dan kau juga yang mendominasinya bukan dia yang memperkosamu dan dia yang mendominasimu. Ugh, kau sangatlah tidak keren."
"Urusai Gene!" Balas Gene dan kemudian dia melanjutkan "Kalau kau diperkosa dan kau berniat kabur tapi kau diancam bahwa alat kebanggaanmu itu dibakar sampai tidak berbekas, apa yang akan kau lakukan? Aku cari aman saja tolol!"
Gleeekkk
Semua pria disitu bahkan Alucard pun memegang anu miliknya saat mendengar perkataan Menma. Dan Haruka yang sedang duduk di sebelah Menma pun berkata "Aww, jangan bicara begitu Menma-kun. Lagipula kau juga menikmatinya bukan, apalagi dari cara kau meremas-remas payudaraku. Itu sangat sensual dan erotis dan juga kau juga menghisap kelentitku dan menela cairanku dan bilang… So sweet."
"Gyaaahhh! Berhenti mengatakan hal-hal yang tidak terjadi, kau bisa membuat banyak orang salah paham Haruka-baka!"
"Fufufufu…"
"Hei penyihir sadis, lain kali aku tidak akan kalah darimu…" Ucap Rise yang kesal saat melihat senyum mengejek yang terus dia berikan padanya "Lain kali, Menma-kun adalah milikku…"
'Tidak kau juga Rise, hidupku semakin rumit. Kami-sama bantu hambamu ini, ittai!' Batin Menma yang kepalanya sakit karena mengucapkan kata taboo dan frustasi.
"Jangan terus-terusan bermimpi, mantan primadona." Ucap Haruka, kemudian dia melanjutkan "Itu tidak baik untuk otakmu yang kecil itu…"
"Hey!"
"Dasar baka-onna!"
"Yandere!"
"Baka!"
"Hentai!"
"Dobe!"
"Teme!"
'Ugh, kenapa kedua panggilan khas itu disebutkan…' Batin Naruto dan dia pun merinding saat melihat istrinya sudah dilapisi oleh aura hitam yang cukup pekat.
"Diam! Semua diam! Atau aku akan buat kalian semua menjadi patung es dan akan aku jual ke E-Bay." Ucap Grayfia yang sudah marah sekali pada tingkah absurd dari anak, suaminya, dan peerage anaknya itu.
"H-Hai Grayfia / Grayfia-sama / kaa-chan…"
"Oh ya, Grayfia-chan… Seneca-chan dimana?" Tanya Naruto.
"Dia aku taruh di kamar karena dia pingsan saat melihat perbuatan Menma dan Haruka-chan." Jawab Grayfia sambil mendeathglare Menma dan Haruka.
"Hehehe…"
-Strife Family Mansion-
Setelah kejadian absurd dan menggelitik terjadi di kediaman Naruto dan Grayfia… Menma pun pergi ke mansion milik keluarga Strife bersama dengan para peeragenya untukmenjemput Iriana. Saat mereka sampai di mansion itu, mereka pun kagum karena mansion itu begitu indah dan besar karena mansion itu ditempati oleh banyak orang seperti Leon, Lily, Iriana, Levi, Ryuta, Lyla, Ryla, serta Ryla dan Kain. Saat mereka sudah sampai di depan pagar mansion milik Leon, seorang wanita berambut merah scarlet panjang pun mendatangi mereka.
"Ada yang bisa aku bantu?"
"Ah, aku maksudku kami ingin bertemu dengan Iriana-chan." Jawab Menma, kemudian dia melanjutkan "Apa dia ada?"
"Oh, kau ingin bertemu keponakanku ya?" Tanya wanita itu dan dijawab anggukan oleh Menma dan kemudian dia berteriak "Iriana-chan! Cepatlah… Pacarmu sudah datang ini."
Wajah Menma pun memerah karena perkataan dari wanita itu tapi Iriana yang sudah keluar pun berkata pada bibinya "Bibi Lena, Menma-kun bukan pacarku…"
'Cantiknya…' Batin Menma yang melihat penampilannya yang benar-benar baru. Dia memang masih menggunakan scarf miliknya seperti biasa, tapi rambutnya sudah digerai dan rambut berombaknya itu membuat mirip dengan ibunya, dia juga memakai dress berwarna pink dan juga sepatu high heels berwarna merah. Dia juga membawa tas gemblok yang menempel di belakang tubuhnya. Haruka dan Rise iri pada penampilan gadis yang akan menjadi rivalnya itu tapi mereka bisa mewajari hal itu karena sudah sepantasnya Iriana akan secantik ini soalnya ibunya yang sudah sudah 30 tahun lebih saja masih terlihat seperti ABG berumur 17 tahun.
"Bagaimana penampilanku? Apa masih ada yang kurang?"
"Tidak, kau sudah sempurna Iriana-sama." Jawab para peerage Menma kecuali Alucard dan Yoko.
"Menma-kun, kau tidak kenapa-napa?" Tanya Iriana pada Menma yang masih diam seperti patung dari tadi.
"Mungkin otak dia overload karena melihat kecantikanmu Iriana-sama." Jawab Edge dan itu membuat wajah Iriana memerah.
Twittccchh
"Sialan kau Edge, ayo kita pergi…" Ucap Menma yang telah memegang tangan Iriana dan mereka menghilang dengan lingkaran sihirnya.
-Underworld-
Menma kemudian muncul di Lilith, tempat di adakannya Rating Games bersama dengan semua anggota peeragenya dan Iriana. Kemudian Rias dan para peeragenya pun menghampiri mereka dan Yuuto Kiba wajahnya memerah saat dia melihat Iriana tapi kemudian dia langsung menatap benci Menma saat melihat tangan Iriana bertautan dengan tangan Menma. Sedangkan dengan Issei, dia pun menatap Iriana dengan tatapan mesumnya dan membuat Menma jengkel.
"Woh! Iriana-san… Kau cantik sekali hari ini." Ucap Issei dan itu membuat wajah Iriana sedikit memerah dan Menma yang mendengar itu pun menepuk pundak Issei dan berbisik
"Neh, Issei… Kalau kau menggoda Iriana-chan sekali lagi aku bersumpah akan meminta Haruka-chan membuat sihir Holy dan menyerangmu dengan itu."
"Hai…" Balas Issei yang ketakutan, kemudian dia membatin 'Hii, dia memang seram kalau sedang marah.'
"Hooh… Jadi kau sudah datang half-blood." Ucap Raiser yang sudah datang bersamaan dengan para peeragenya.
"Ternyata kau bulu ayam, aku padahal berharap bertemu dengan Sairaorg bukan bulu ayam sombong yang bisa saja dijadikan kemoceng sepertimu." Balas Menma dan itu membuat Raiser jengkel saat melihat peerage Rias termasuk Issei yang telah mengalahkannya ikut mentertawakannya
Raiser yang melihat Iriana pun menghentikan amarahnya pada Menma dan dia pun mendekatinya "Well, lihat siapa yang kita dapat disini. Kau half-blood sama seperti makhluk busuk dihadapanku tapi kau cantik. Well, kau bisa aku jadikan budak seksku nanti khukhukhu…"
Semua orang pun kesal saat Raiser berkata seperti itu pada Iriana. Yuuto yang melihat Raiser berkata seperti itu pada gadis yang dia sukai pun berniat menyerangnya tapi Menma sudah menyerang terlebih dahulu dengan kunai bermata tiga yang mengingatkan Rias pada kunai teleportasi kakaknya yang bisa dihindari oleh Raiser "Apa yang kau lakukan itu Uzumaki? Serangan payah seperti itu kau sebut serangan…"
Baru saja selesai menyelesaikan perkataannya, dia dan para peeragenya dibuat terkejut oleh Menma yang muncul dengan sangat cepat di belakang Raiser dan dia pun menjatuhkan tubuh Raiser dengan cara memegang lehernya dan dia pun membanting tubuh Raiser ke bawah tanah. Rias yang melihat itu pun terkejut dan dia pun membatin 'Itu tidak mungkin… Dia sudah menguasai Hiraishin.'
'Cepat sekali…'
'Dia sudah menguasainya…'
'Menma-kun…'
Para peerage Raiser yang melihat King-nya diperlakukan seperti itu berniat memberikan Menma pelajaran tapi mereka tidak bergerak seolah tubuh mereka membeku "Jangan lakukan itu nona, aku tidak ingin membunuh kalian. Aku bisa membekukan seluruh jenis air dan darah termasuk sebagai air karena itu disebutkan 90% zat ditubuh seseorang dipenuhi oleh air. Kalian masih beruntung, aku hanya membekukan kaki kalian saja. Bagaimana jika jantung kalian yang aku bekukan… Kalian pasti sudah mati saat ini."
Menma kemudian bangkit dan menjauh dari tubuh Raiser dan kemudian dia berkata "Aku tunggu kau di area pertandingan, Raiser Phenex. Dan hadapi aku dengan serius, karena jika kau tidak serius… Aku bisa saja tidak sengaja membunuhmu atas apa yang kau katakan pada Iriana-chan. Ayo semuanya, kita pergi…"
"Sialan…" Ucap Raiser yang sudah bangkit dan dibantu berdiri oleh para peeragenya yang sudah bisa bergerak kembali "Akan aku balas perbuatanmu kali ini Uzumaki dan aku akan membuat gadis cantik itu menjadi milikku dan terus-terusan meneriakkan namaku saat aku bercinta dengannya, khukhukhu."
-To Be Continued-
Flamer:
Jelek, lu bisa bikin fic memangnya. Ngakak gue sama model flamer kaya gini, absurd.
Arif:
Tentu aja.
Michaelgabriel455:
Menma juga kekuatannya belum keluar semua, tentu aja belum seimbang.
