Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Menma Uzumaki x Haruka Suzumiya(OC), Iriana Liliana Strife(OC) x Rise Kujikawa x Seekvaira Agares x Sarada Uchiha, Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei Hyoudou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Koneko Toujou x Xenovia Quarta, Irina Shidou x Ravel Phenex, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard/Genya Arikado x Yoko Belnades
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 26: Assault of Kyoto Part I
-Uzumaki Residence, Japan-
Menma Uzumaki saat ini sedang bersiap-siap setelah bangun dan membersihkan diri. Dia berterima kasih pada para maou karena hubungannya dan Iriana tidak berakhir seperti hubungan dengan counterpartnya di masa depan dengan counterpart Iriana yang telah menjadi pacarnya. Dia dan para peeragenya serta murid yang lain saat ini akan melakukan perjalanan ke Kyoto dan itu membuatnya senang karena dia bisa memanfaatkan itu untuk mendekatkan diri dengan Iriana dan juga Haruka. Kemudian kamar-nya pun terbuka dan terlihatlah Haruka yang sudah menggunakan seragam sekolahnya dan dia pun masuk ke dalam kamarnya.
"Kau sudah siap Menma-kun?" Tanya Haruka.
"Tentu saja sudah…" Jawab Menma dan kemudian dia melanjutkan "Oh ya, Haruka-chan. Kau baik-baik saja kan?"
"Kalau maksudmu tentang pertandingan kita kemarin, aku baik-baik saja kok." Balas Haruka dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak menyangka kalau aku akan menggunakan Zodiark hanya untuk melawan Yubelluna saja. Itu adalah sebuah penghinaan! Padahal aku ingin menggunakan kekuatannya untuk melawan See-chan atau Kuisha-san."
"Hmm, kau melupakan tentang bibiku dan bibi Sona loh." Ucap Menma.
"Kalau aku tidak khawatir pada mereka berdua." Balas Haruka.
"Loh, kok bisa?" Tanya Menma.
"Karena aku tahu kedua kelemahan dua orang itu." Jawab Haruka sambil tersenyum "Kalau Rias-sama pasti dia akan panik jika ada seseorang yang menyakiti atau melukai keponakannya yang manis dengan sangat parah dan juga Sona-sama selalu khawatir pada Roxas jika dia menggunakan Drive Form, kita bisa memanfaatkan itu Menma-kun fufufufufufu."
"Dasar perempuan sadist, agak mesum serta licik." Gumam Menma sambil menghela nafas karena kedua pacarnya mempunyai sifat yang benar-benar berbeda. Kalau Haruka bersifat seperti iblis, Iriana bersifat seperti malaikat. Benar-benar bertentangan.
"Kau bicara apa tadi Menma-kun?" Tanya Haruka sambil menatap tajam Menma "Jangan-jangan kau sedang membanding-bandingkan sifatku dengan Iriana-sama ya?"
"Tentu saja tidak…" Jawab Menma sambil mengelus-elus rambuk bagian belakangnya "Mana mungkin aku segila itu, Haruka-chan hahahaha."
"Hmptt, awas saja kalau ketahuan. Akan kubakar kau dengan Ifrit, Menma-kun."
"Hai…"
Setelah itu, Haruka dan Menma pun turun ke lantai makan dan sarapan bersama dengan para peerage Menma, Grayfia, dan Seneca. Menma pun menyadari adanya sosok yang kurang dalam sarapan bersama di rumah mereka yaitu ayahnya, Naruto Uzumaki. Dia pun menghentikan makannya sementara dan dia pun bertanya pada ibu dan adiknya.
"Loh, kaa-chan, Seneca-chan… Tou-chan dimana, kok tidak kelihatan?"
"Tou-chan pergi lebih awal onii-chan." Jawab Seneca dan kemudian dia melanjutkan "Kata kaa-chan, tou-chan mendapatkan telepon dari paman Leon."
"Apa ada misi?" Tanya Menma pada ibunya.
"Sepertinya begitu…" Jawab Grayfia.
"Hmm, tidak asyik. Padahal aku ingin ikut misi dengan tou-chan seperti dulu." Ucap Menma yang meletakkan kepalanya di meja.
"Kau ini kan ada perjalanan dari sekolahmu ke Kyoto. Apa kau lupa Menma-kun?" Tanya Grayfia.
"Tentu saja tidak, kaa-chan." Jawab Menma.
Tok
Tok
Tok
"Biar aku yang buka…" Ucap Menma yang langsung saja bergegas ke arah pintu rumahnya.
"Tumben sekali." Ucap Grayfia yang melihat anaknya membukakan pintu dengan semangat seperti itu.
"Itu karena yang datang adalah Iriana-sama, Grayfia-sama…" Balas Rise dengan nada kesal yang terlihat di wajahnya karena dia iri pada Iriana yang telah menjadi pacar orang yang dia cintai dan bahkan seluruh keluarganya di Underworld menyukai hubungan mereka berdua yang baru berlangsung sebentar.
"Oho, jadi kau iri ya Rise?" Tanya Haruka dan kemudian dia melanjutkan dengan nada mengejek "Jangan iri begitu, terima saja… Karena jika nilai kalian dibandingkan maka nilaimu itu 75 sedangkan Iriana sama 100 fufufufu."
Dengan hinaan dari Haruka, emosi Rise pun tersulut dan dia pun berkata "Apa kau bilang, ratu sadis?"
"Kau tuli ya, perempuan sok imut?"
"Grrrrrrrrrrrrr…."
'Tch, mereka mulai lagi…'
"Minna…" Ucap Menma yang datang dengan Iriana tapi wajahnya saat ini sedang serius "Ada yang aku ingin bicarakan pada kalian dan ini sangat darurat…"
Menma pun mengatakan tentang apa yang dikatakan Iriana bahwa kota Kyoto sedang berada dalam masalah yang besar karena istri dari pemimpin bangsa Youkai yaitu Yasaka menghilang dan itu membuat kota Kyoto gempar. Itu membuat Grayfia ragu untuk memperbolehkan Menma dan para peeragenya mengikuti perjalanan ke Kyoto, tapi Menma bersikeras untuk tetap ikut karena itu berpengaruh pada nilai mereka dan juga Menma ingin mencari tahu akan apa yang terjadi di Kyoto dan membuat Grayfia mengizinkannya.
"Kaa-chan, aku boleh ikut kan?" Tanya Seneca yang sudah menghabiskan makanan normalnya, Icy Ramen.
Grayfia dan Menma pun kaget akan permintaan Seneca dan Grayfia pun berkata "Seneca-chan, apa yang kau katakan? Yang dilakukan kakakmu ini berbahaya, kau bisa celaka nanti. Aku tidak memperbolehkannya…"
"Aku ingin menemui tou-chan, lagipula aku juga ingin jalan-jalan. Aku bosan di rumah terus." Jawab Seneca dan kemudian dia menatap kakaknya dan berkata "Boleh ya onii-chan?"
"Tidak…"
Setelah itu wajah imut Seneca pun cemberut dan sudah menunjukkan tanda-tanda akan menangis. Menma sebagai kakak yang baik hati pun panik dan dia pun berkata "Oke, oke… Kau boleh ikut, tapi jangan menangis please."
"Yeay!" Teriak Seneca yang menghentikan acara menangisnya dan dia pun memeluk kakaknya dengan tubuhnya yang mungil dan berkata "Kau yang terbaik, onee-chan."
Menma pun tersenyum meskipun dia melihat raut wajah ibunya yang terlihat khawatir "Jangan khawatir kaa-chan, aku akan menjaga Seneca-chan. Lagipula ada Iriana-chan, Haruka-chan dan yang lain juga yang akan menjaganya."
"Aku pegang janjimu Menma-kun. Tapi kalau terjadi apa-apa pada adikmu maka kau tidak boleh makan ramen selama setahun." Balas Grayfia.
Menma yang mendengar itu pun pucat pasi dan kemudian dia melanjutkan 'Gila! Itu mah penyiksaan…'
"Kenapa kau pucat begitu Menma-sama?" Tanya Roxas dan kemudian dia melanjutkan "Apa karena kau takut dengan ancaman tanpa ramen setahun dari Grayfia-sama, hehehe?"
"Diam kau, Roxas…"
Mereka bersama dengan Iriana pun sarapan bersama di rumah Naruto. Kemudian mereka berangkat ke Kyoto bersamaan dengan peerage Rias dan Sona. Menma juga menyadari kalau Knight dari bibinya yang bernama Yuuto Kiba selalu menatapnya dengan tajam setiap dia berdekatan dengan Iriana. Menma lalu duduk di tempat duduknya dengan Iriana dan bibinya Rias serta Seneca yang berada di pangkuan Rias, dan dia pun mendesah kecewa karena acaranya untuk berdekatan dengan kedua pacarnya di study trip itu terganggu karena adanya masalah di Kyoto.
"Kau kenapa Menma?" Tanya Rias dan kemudian dia melanjutkan "Apa ada masalah?"
"Tidak ada…" Jawab Menma dan kemudian dia melanjutkan "Hanya saja, acara ini sebenarnya akan aku jadikan untuk pendekatan dengan kedua pacarku tapi…"
"Sigh, apa boleh buat kalau keadaan disana benar-benar kacau seperti itu." Balas Rias, dia sebenarnya juga mempunyai rencana yang sama dengan Menma tapi dia tidak ingin mengatakannya pada keponakannya itu.
"Tapi siapa yang gila dan berani menculik mantan ketua dan istri dari pemimpin baru para Youkai di Kyoto, Kurama-dono?" Tanya Haruka pada Rias dan Menma.
Mendengar itu, Menma pun mendecih dan menyalingkan kedua tangannya di depan dadanya "Tentu saja Khaos Brigade, siapa lagi. Mereka saja berani untuk menyerangku, kau, Iriana-chan, dan Levi-sama di dekat markas fraksi manusia, masa mereka tidak berani untuk melakukan ini."
Haruka, Iriana yang sedang memakan cheesecakenya dan juga Rias pun terdiam mendengar perkataan Menma. Kemudian Menma pun menatap Rias dan berkata "Oh ya, oba-chan… Aku bisa tanya sesuatu padamu tidak?"
"Tentu saja." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan "Kau ingin menanyakan tentang apa, Menma?"
"Apa masalah Knight-mu itu denganku?"
"Huh…"
"Menma-kun, apa yang kau katakan itu?" Tanya Haruka yang tidak mengerti kenapa Menma menanyakan hal ini. Padahal menurutnya hubungan mereka berdua baik-baik saja tapi mendengar pertanyaan Menma barusan, Haruka menyadari adanya bad blood di antara Menma Uzumaki dan juga Yuuto Kiba.
"Maksudku…" Balas Menma dan kemudian dia mengambil nafas dan membuangnya "Begini, aku tidak tahu kenapa… Tapi setiap aku mendekati atau berbicara dengan Iriana-chan, pasti dia selalu menatapku dengan tajam. Dia selalu seperti itu, bahkan sebelum aku mempunyai hubungan dengan Iriana-chan. Sebenarnya apa masalah dia? Bisa kau jelaskan oba-chan."
Rias tidak merespon, karena dia tidak ingin mengatakan bahwa Knight-nya mempunyai perasaan pada pacar baru dari keponakannya itu. Iriana tiba-tiba menghentikan acara makan kue favoritnya itu dan dia pun berkata "Yuuto-kun mempunyai perasaan padaku tapi aku tidak memiliki perasaan yang sama."
Rias, Haruka, Seneca dan Menma terlihat shock atas perkataan Iriana dan kemudian Rias berkata "Bagaimana kau bisa tahu, Iriana-san? Apa Yuuto telah mengatakannya langsung padamu?"
"Dia tidak pernah mengatakannya tapi dari sikapnya yang selalu tersenyum padaku dan selalu memperhatikanku di kelas, aku sudah bisa menebaknya." Jawab Iriana dan kemudian dia menundukkan kepalanya "Tapi maaf… Aku hanya mengganggap Yuuto-kun sebagai teman dan aku hanya mencintai Menma-kun saja."
"Tidak apa-apa…" Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku malah senang keponakanku yang bodoh ini bisa mendapatkan gadis cantik, manis dan lembut sepertimu. Soalnya Haruka, meskipun dia cantik dan juga manis sama sepertimu… Tapi dia sadist sama seperti Queen-ku yang bernama Akeno."
'Kau memang benar oba-chan, Haruka-chan itu memang sadist.'
"Hey!"
Naruto saat ini sedang berada di rumah Kurama bersama dengan kesembilan Bijuu, Toneri, Sasuke, Sirzech, Leon dan juga member baru fraksi manusia yang bernama Lucian, yang merupakan teman dari Menma di dunia atas. Naruto terlihat kesal dan menatap tajam Sasuke dan Toneri, sedangkan Leon dan Sirzech terlihat sedang menenangkan Naruto untuk membiarkan mereka menyelesaikan laporannya terlebih dahulu.
"Aku tidak percaya kalian bisa kecolongan seperti ini, teme! Toneri!"
"Maaf, kami berdua ceroboh taichou." Balas Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Aku pikir para Bijuu bisa mengatasi diri mereka sendiri dan juga melindungi diri sendiri, jadi kami membiarkan mereka melindungi kota ini sendiri dan kami bisa sedikit beristirahat. Tapi aku tidak menyangka kalau istri dari Kurama-san…"
"Tapi Yasaka-dono juga tidak lemah, kekuatannya bahkan bisa menyamai Grayfia yang merupakan Ultimate-Class Devil." Ucap Sirzech, Leon pun menggangguk setuju atas perkataan Sirzech "Mungkin saja pelaku penculikan ini mempunyai kemampuan setara Ultimate-Class Devil…"
"Atau penculik ini adalah seorang jenius yang pandai dalam menggunakan otaknya." Tambah Leon dan kemudian dia berkata "Maaf, tapi kalian iblis sering kali melupakan kalau orang bukan hanya bisa memenangkan pertarungan dengan kekuatan tapi kecerdasan."
"Kau ada benarnya, Leon-dono…" Balas Sirzech.
"Omong-omong, Sirzech…" Ucap Naruto dan membuat orang yang dipanggil melihatnya "Kapan Azazel datang? Kau bilang dia akan datang kan?"
"Ya, dia akan datang bersama murid-murid dari Kuoh Academy nanti." Jawab Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Oh ya, Rias bilang padaku bahwa dia, Menma, dan Sona serta peerage mereka bertiga dan putri dari Leon-dono akan membantu mencari Yasaka."
"Sirzech…"
"Ada apa lagi?"
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku, kan?" Tanya Naruto dan kemudian dia menatap serius Sirzech dan berkata "Katakan… Kalau tidak, aku akan menggunakan Sennen Goroshi padamu seperti waktu itu."
Sirzech pun tersentak dan memegang pantatnya yang pernah menjadi korban jutsu nista Naruto yang dia pelajari dari Kakashi itu dan kemudian dia menghela nafas "Rias bilang, Menma membawa Seneca-chan ikut dalam study trip ini Naruto."
"APAAA!"
Kembali dengan Menma… Dia yang saat ini sedang bosan mengeluarkan smartphone miliknya dan memainkan game Final Fantasy Tactics miliknya. Saat sedang asyik melanjutkan permainannya yang sudah sampai melawan Wiegraf dan Velius, dia pun melihat teleponnya berdering dan melihat bahwa dia dihubungi oleh ayahnya.
'Tch, kenapa tou-chan menelpon sekarang sih. Lagi asyik juga…' Batin Menma yang mengangkat telepon dari ayahnya "Halo…"
"MENMA UZUMAKI!"
Menma pun terkejut akan teriakan dari ayahnya dan menjauhkan smartphone miliknya dari telinganya dan membuat Seneca, Haruka, Rias, dan Iriana menatapnya dengan bingung. Dia kemudian memberanikan diri dan mendekatkan smartphone itu di dekat telinganya kembali "Kenapa kau menelponku tou-chan? Sepertinya kau sedang marah saat ini."
"Tentu saja aku marah!" Teriak Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Istri temanku diculik oleh Khaos Brigade dan kau malah membawa adikmu ke sini? Kau ingin adikmu celaka, Menma Uzumaki?"
"Maaf tou-chan." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan dengan nada cemberut "Aku dan kaa-chan sudah berusaha sebaik mungkin untuk menolak keinginan Seneca-chan yang ingin ikut kesini tapi kau tahu kan, aku lemah kalau melihat Seneca-chan menangis? Jadi ya begitulah…"
Rias, Haruka, dan Iriana pun tertawa saat mendengar kata-kata dari keponakan dan juga pacarnya itu dan itu membuat Menma menatap mereka bertiga dengan kesal. Naruto yang mendengar itu menghela nafas pasrah dan berkata "Baiklah, tapi pastikan jangan sampai adikmu itu kenapa-napa, mengerti?"
"Mengerti, tou-chan…"
Menma pun menghela nafas setelah ayahnya mengakhiri panggilannya dan setelah itu, dia pun menggerutu sambil mengusap-usap telinganya "Aduh, teriakan tou-chan benar-benar membuat gendang telingaku hampir pecah."
"Setidaknya itu lebih mending daripada ancaman Grayfia-sama yang melarangmu memakan ramen selama setahun jika terjadi sesuatu pada Seneca-chan." Ucap Haruka yang mengingatkan Menma dan membuatnya menghela nafas dan langsung membuat mood-nya drop.
"Jangan ingatkan aku tentang itu, Haruka-chan." Balas Menma dan kemudian dia pun melangkah ke tempat Rias duduk dan menatap adiknya yang duduk di atas pangkuan bibinya "Kau lihat kan Seneca-chan, kau membuatku dimarahi oleh tou-chan dan kaa-chan. Dasar anak nakal…"
"Maaf onii-chan…"
Menma kemudian mengelus-ngelus surai rambut adiknya yang berwarna silver itu yang saat ini sedang menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dan membuat sang adik mendongakkan kepalanya dan melihat sang kakak yang tersenyum padanya "Tapi jangan khawatir, imoutoku yang manis. Kakakmu yang keren ini tidak akan membiarkan siapapun melukaimu, ttebasa."
"Jangan lupakan kami, Menma-kun." Balas Haruka yang juga menepuk bahu dari sahabat sekaligus love rivalnya "Kami sebagai calon kakak ipar dari Seneca-chan juga akan membantunya melindungi dia. Iya kan, Iriana-chan?"
"Tentu saja, Haruka-chan." Balas Iriana yang sudah merona wajahnya saat Haruka bilang mereka adalah calon kakak ipar dari Seneca.
"Wow…" Ucap Rias, kemudian dia menyeringai dan berkata "Jadi kau sudah membuat harem seperti Issei-kun, ne Menma? Cukup mengagumkan…"
"Ya, kau benar tapi setidaknya aku bukan oppai maniak sama seperti kekasihmu itu, oba-chan." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Jadi Menma Uzumaki 1, Issei Hyoudou 0."
"Kau pikir ini rivalitas ya?" Tanya Rias dengan nada sweatdrop tapi sang keponakan hanya merespon dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.
Setelah itu Azazel yang datang bersama Rossweisse dan juga murid-murid Kuoh Academy pun tiba di Kyoto. Kemudian, Azazel bersamaan dengan Rossweise, Irina, Seneca, dan peerage dari Menma, Rias, serta Sona pun meninggalkan murid-murid yang lain dan pergi ke tempat yang ditentukan oleh Naruto dan Sasuke.
"Kau terlambat, Azazel…" Ucap Naruto yang menyalingkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Maaf, aku terlambat Naruto. Kau lihat, aku baru saja tersesat di jalan yang bernama kehidupan." Balas Azazel dan itu membuat Naruto dan yang lain menatap Azazel dengan datar. Azazel yang dilihat seperti itu pun menatap Naruto dan berkata "Jangan tatap aku seperti aku. Bukannya kau yang mengajarkan alasan itu padaku…"
"Sudah kuduga…" Ucap Sasuke yang menyeringai pada sahabatnya itu yang selalu menggunakan alasan dari Kakashi jika dia terlambat saat pergi ke markas atau sedang ada pertemuan.
"Diam kau teme…"
"Jadi kau sudah menemukan dimana keberadaannya, Naruto?" Tanya Azazel yang langsung pada intinya.
"Ya, dia masih berada di kota ini." Jawab Naruto dan itu membuat semua orang kecuali Naruto, Sasuke, Sirzech, kesembilan Bijuu dan Leon terkejut "Aku tahu ini memang sulit dipercaya, tapi ini adalah kenyataannya. Musuh kita merupakan pengguna Sacred Gear [Lost Dimension], jadi Yasaka terlihat seperti tidak ada disini padahal sebenarnya dia masih ada disini. Tepatnya di dimensi buatan [Dimension Lost] yang terlihat seperti Kyoto."
"Jadi bagaimana bisa kita menyelamatkan Yasaka-dono jika dia ada di dimensi buatan pengguna [Dimension Lost], tou-chan?" Tanya Menma.
"Serahkan itu padaku…" Jawab Sasuke yang matanya langsung berubah menjadi Eternal Mangekyou Sharingan dan juga Choku Tomoe Rinnegan yang kemudian membuat lubang dimensi berwarna hitam yang muncul di sebelahnya "Lubang ini akan membawa kalian langsung ke dalam dimensi buatan anggota Khaos Brigade itu."
"Apa kau yakin kalau kau sanggup membawa kami semua kesana, Sasuke?" Tanya Naruto dan Rossweisse yang mendengar itu pun menatap Sasuke yang cemas karena takut orang yang dia cintai kenapa-napa.
"Jangan remehkan aku Naruto. Aku sudah hidup cukup lama untuk menguasai teknik ini dengan sempurna." Jawab Sasuke yang agak tersinggung dengan pertanyaan Naruto "Jika kau bertanya padaku saat kita baru saja mengalahkan Kaguya, maka akan aku langsung jawab tidak. Tapi kalau sekarang, tenang saja… Aku sudah menguasai teknik ini untuk membawa banyak orang. Aku itu Nanadaime Hokage dari Konohagakure, jangan remehkan aku."
Mereka semua pun memasuki lubang hitam yang dibuat Sasuke dan benar saja setelah mereka keluar dari sana, mereka sampai di sebuah tempat yang sama persis seperti Kyoto tapi bedanya tempat itu sangap gelap gulita seolah hari sudah berganti malam berbeda dengan Kyoto yang asli yang saat ini masih dalam keadaan siang hari. Mereka pun melihat Yasaka yang tidak sadarkan diri di dekat orang-orang yang mereka duga adalah anggota dari Khaos Brigade.
"Bagaimana bisa kalian sampai disini?" Tanya sosok pemuda berambut hitam dan memakai kacamata. Dia adalah Georg, salah satu anggota Hero Faction dan pengguna [Dimension Lost].
"Mataku bisa membawa siapapun ke dimensi apapun, termasuk dimensi buatanmu itu." Jawab Sasuke dengan tenang dan membuat Georg menatapnya dengan tajam.
"Halo, Leon. Lama tidak berjumpa…" Ucap pria dengan rambut hitam pendek dan berpakaian pakaian cina tradisional. Dia adalah Cao-Cao, ketua dari Hero Faction. Dia mengeluarkan tombat yang merupakan senjata andalannya, Sacred Gear [True Longinus] dan terlihat sedang mencari seseorang. Dia kemudian memperlihatkan raut wajah kecewa dan berkata "Jadi kau tidak membawa istrimu ya? Sungguh disayangkan… Padahal jika dia ada, aku bisa membunuhnya disini dan menyelesaikan tujuanku untuk membinasakan ras istrimu itu dan aku hanya tinggal mengincar dua menantumu dan kakak iparmu itu khukhukhu."
Iriana yang mendengar itu pun jantungnya serasa berhenti berdetak saat mendengar kata-kata Cao-Cao. Dia teringat saat dirinya masih kecil, bahwa ibunya diserang oleh seseorang dan dia berhasil melukainya, membuat ayahnya berubah menjadi naga besar hitam dan mengamuk serta menyerang orang itu habis-habisan bahkan Naruto dan Kurama tidak bisa menahan kemarahan ayahnya sampai-sampai ibunya yang sedang dalam keadaan terluka memeluk ayahnya dan membuatnya berhasil mengendalikan dirinya kembali.
'D-Dia…'
"Iriana-chan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Menma yang cemas pada keadaan Iriana dan Yuuto yang melihat itu hanya menggertakkan giginya karena dia juga cemas pada Iriana tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.
Belum Iriana menjawab, Cao-Cao pun melihat Iriana dan menyeringai "Oh, jadi ini putrimu dan Lily ya, Leon… Iriana Liliana Strife, tri-blood dari elf, manusia dan naga. Jadi, Iriana-chan… Kau mau menggantikan posisi ibumu untuk mati di tangan kami, Hero Faction? Heracles, serang dia!"
Orang yang dimaksud pun menggangguk dan melesat untuk menyerang dan membunuh Iriana dengan kekuatan supernya yang merupakan demi-god dari Zeus, tapi dia harus terpukul mundur oleh Menma yang berdiri secara protektif di hadapan Iriana dan dia pun berkata "Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti dia, demi-god dari Zeus."
"Mari kita lihat kau bisa melindunginya atau tidak bocah." Balas Heracles yang langsung kembali melesat ke arah Menma dan Menma pun melakukan hal yang sama.
-To Be Continued-
AN:
Yup, back with me… The World Arcana is back, setelah menamatkan game Final Fantasy IV Advance dengan all character(Cecil, Rydia, Kain, Rosa, Edge, Yang, Cid, Edward, Palom, and Porom) dan juga nyelesain all character LunarTrial, ane bisa update chap 26 dari fic ini. Di fic ini, diceritakan sedikit background tentang ibu dari Iriana yang diincar oleh Cao-Cao karena dia adalah makhluk supernatural tapi Leon selalu berhasil menggagalkan usaha dari Cao-Cao. Di chap depan juga ada char dengan kekuatan yang enggak kalah dari kekuatan boss dari Naruto yang merupakan host dari Void Dragon dan juga musuh dari Menma yang terobsesi dengan Iriana, so wait for chapter 27... OK
Review:
Bagas Gifari 24:
Iya tapi itu enggak bakal ngerubah kejadian Menma yang bakal menghajar muka his future self atas apa yang dia lakukan pada Iriana.
Arif:
Bukan Rinnegan, tapi nanti ente bakal tahu sendiri entar.
Seneal:
Sip.
IzumiReina:
Mungkin chap besok. Seneca-chan udah muncul lagi, nanti dia bakal nunjukkin kemampuannya yang merupakan putri dari Grayfia dan adik dari Menma(Elemen es-nya)
Black Berandal:
Ane suka masukkin OC.
