Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Menma Uzumaki x Haruka Suzumiya(OC), Iriana Liliana Strife(OC) x Rise Kujikawa x Seekvaira Agares x Sarada Uchiha, Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei Hyoudou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Koneko Toujou x Xenovia Quarta, Irina Shidou x Ravel Phenex, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard/Genya Arikado x Yoko Belnades
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 27: Kyoto Invasion Arc Part 2: Shinobi vs Assassins vs Knight
Heracles yang merupakan putra demigod kebanggaan dari Zeus, saat ini menatap Menma dengan tajam. Harus dia akui, kekuatan fisik Menma memang tidak melebihi dia tapi kecepatannya sungguh luar biasa padahal dia belum menggunakan teknik ayahnya yang diberi tahu oleh Cao Cao dan berhasil membuatnya selalu berhasil menghindari serangannya dan berhasil melakukan serangan balik.
Issei yang melihat pertarungan Menma dan Heracles menghentikan pertarungannya dengan salah satu member dari Khaos Brigade yang bernama Jeanne dan dia pun menatap gadis berambut merah crimson di sebelahnya "Menma sungguh cepat padahal dia belum menggunakan teknik teleportasi yang dia gunakan pada Raiser waktu itu, buchou. Apakah ini kecepatan Menma yang sebenarnya?"
"Iya, ini memang kecepatan asli dari Menma…" Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku dan Sairaorg terkenal dengan kekuatan kami, Sona dan sahabat Menma serta Haruka yang bernama Seekvaira Agares terkenal dengan kepintarannya dan Menma terkenal dengan kecepatannya. Bahkan Souji Okita, Knight dari Sirzech-niisama yang merupakan Knight terkuat di Underworld mengakui kemampuan Menma dalam hal kecepatan. Dia bahkan berniat untuk menjadikannya muridnya, tapi…"
"Tapi apa buchou?"
"Dia menolak dan pergi dengan Haruka untuk mencari anggota peerage Menma yang lain yang saat itu masih terisi oleh Haruka dan Roxas saja."
Issei pun menggangguk mengerti dan kemudian dia pun menatap tajam Jeanne dan berkata "Kau ini mengganggu saja… Apa kau tidak lihat kami berdua sedang bicara serius? Kalau begitu rasakan ini, Dress Break!"
Slaaassshhhh
Baju Jeanne pun robek karena jurus Issei dan memperlihatkan oppai-nya membuat Issei nosebleed dan menyeringai mesum membuat alis Rias berkedut saat melihat tindakan kekasihnya itu. Sedangkan dengan Menma, dia yang melihat itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepala saja dan membatin 'Tch, dia itu… Kalau mau melakukan hal mesum, tahan dulu sampai ini semua berakhir bodoh.'
Menma yang melihat Heracles berlari ke arahnya langsung bersiap tapi dia dibuat terkejut akan munculnya seseorang dengan kecepatan tinggi yang berniat menyerang dengan pedangnya. Menma yang melihatnya berhasil menghindar tapi dia cukup terkejut saat melihat siapa yang menyerangnya "Yuuto Kiba…"
Yang lain terutama peerage dari Rias juga cukup terkejut akan hal itu. Issei yang melihat itu pun menatap Yuuto dan berkata "Yuuto, apa yang kau lakukan! Kenapa kau menyerang Menma? Dia itu keponakan buchou dan juga rekan kita…"
"Mungkin dia rekan kalian…" Balas Yuuto dingin dan kemudian dia melanjutkan "Tapi dia bukan rekanku."
"Kenapa kau lakukan ini pada keponakanku, Yuuto-kun? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Rias yang shock saat melihat Knight-nya berniat menyerang keponakannya.
"Jangan pura-pura tidak tahu, Rias-buchou." Jawab Yuuto yang sudah menatap tajam Rias "Aku pikir kau mengganggapku keluarga, jadi aku ceritakan perasaanku pada Iriana padamu karena aku pikir kau akan membantuku untuk mendekati Iriana. Tapi nyatanya apa! Saat kau tahu keponakan tercintamu itu juga mencintai Iriana, kau berpaling dariku dan malah membantunya mendekati Iriana. Bahkan kau juga menyemangatinya yang saat itu masih belum yakin akan perasaannya pada dia. Katamu kau dan klan Gremory mengganggap para peeragemu seperti keluarga… Tapi mana buktinya! Kau malah memberikan gadis yang aku sukai itu pada keponakanmu tanpa membantuku sekalipun. Sword Birth!"
Yuuto pun menancapkan pedangnya ke tanah dan muncullah banyak pedang dari bawah tanah dan mengarah ke Rias, membuat yang lain shock. Menma berniat membuat es untuk menahan lajur pedang itu tapi sudah ada dinding es solid yang melindungi Rias dari serangan Yuuto. Semua orang pun terkejut saat melihat bukan Menma yang membuat dinding es itu tapi Seneca yang warna matanya sudah berubah menjadi kuning keemasan, sama seperti warna mata Naruto saat dia memasuki Rikudou Senjutsu Mode "Tidak akan aku biarkan siapapun melukai bibiku…"
Issei yang melihat kekasihnya diserang oleh sahabatnya sendiri pun murka dan dia pun menatap tajam Yuuto "Yuuto… K-Kau sialan!"
Issei dalam Balance Breaker yang telah aktif langsung melaju ke arah Yuuto berada tapi dia dihalangi oleh Menma "Menma, minggir! Jangan halangi jalanku… Aku tahu dia cemburu padamu tapi dia sudah kelewatan batas."
"Aku tahu itu, Issei." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Tapi izinkan aku yang melawan dia… Akulah target utamanya karena aku berhasil menaklukan hati orang yang dia cintai tapi aku juga mempunyai perasaan cinta yang jauh lebih besar padanya. Issei, pertarungan dengan Khaos Brigade masih berlanjut. Kau lanjutkan pertarungan dengan yang lain, biar dia aku yang urus."
"Tch…" Decih Issei dan kemudian dia membalikkan badan dan berkata "Baiklah, aku akan serahkan dia padamu. Tapi kalau bisa, tolong jangan bunuh dia Menma. Dia itu sahabatku, kau tahu."
"Aku tidak bisa jamin." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Dia bukan lagi Yuuto Kiba yang dulu. Tapi aku akan berusaha semampuku untuk membuatnya sadar."
"Jadi…" Ucap Yuuto dan kemudian dia melanjutkan sambil men-summon sebuah pedang melalui Sacred Gear-nya "Kau memutuskan untuk melawanku sendirian, huh Uzumaki? Padahal kalau kau dan Issei bekerja sama, kau pasti ada kesempatan untuk menang."
"Jangan meremehkanku, Yuuto Kiba." Ucap Menma yang sudah mengeluarkan sebuah scroll dan kemudian dia membuka segel scroll itu dan membuat pedang berwarna kemerahan keluar dari dalam scroll yang langsung ditangkap oleh Menma sebelum pedang itu menancap di tanah, pedangitu adalah Uzushio no Ken. Atau pedang yang diberikan Naruto pada Menma setelah dia berkunjung ke rumah Ajuka di Underworld. Melihat itu, Yuuto pun melesat dengan kecepatan tinggi dan Menma pun meresponnya dengan melesat dengan kecepatan yang sama tingginya dengan Yuuto.
Trannnnggg
Yuuto pun terkejut melihat Menma bisa mengimbangi kecepatannya dan juga menahan serangan pedang dari Yuuto, kemudian dia pun menatap tajam Menma dan dia pun berkata "Kenapa kau bisa mengimbangi kecepatanku? Aku adalah seorang bidak Knight dengan kecepatan di luar nalar tapi kenapa kau…"
"Kau pikir kekuatanku hanyalah chakra dengan reserve yang besar dan sihir es saja." Balas Menma yang langsung menangkis pedang Yuuto yang berniat menebasnya lagi "Kau salah Yuuto Kiba-san. Aku masih mempunyai satu kemampuan lagi, yaitu kecepatan. Bahkan senseimu itu, paman Okita Souji mengakui kecepatanku ini."
Sedangkan dengan Naruto yang melihat kedua anaknya bertarung sedikit cemas tapi dia percaya kalau Menma bisa memenangkan pertarungannya dan dia agak sedikit cemas saat melihat putrinya yang berasal dari masa depan itu bertarung tapi melihat kemampuannya dalam sihir es sama hebatnya dengan ibu dan kakaknya ditambah Rias juga bertarung bersamanya, dia pun langsung melanjutkan pertarungannya melawan Siegfried bersama dengan Sasuke. Sasuke yang melihat itu pun tersenyum tipis dan berkata "Kau tidak perlu khawatir pada mereka berdua, kau lihat sendiri kan kalau mereka bisa menjaga diri mereka sendiri baik-baik. Jadi ayo kita selesaikan pertarungan kita dengannya dan lalu kita bantu mereka dobe."
"Tentu teme…"
Pemimpin dari Hero Faction, Cao Cao saat ini sedang berhadapan dengan pemimpin dari fraksi manusia dan juga ayah dari Iriana yang bernama Leon. Dia tidak menyangka kalau kemampuan musuhnya ini sudah meningkat pesat. Seingatnya dulu jika Leon tidak membangkitkan kemampuan Chaos Dragon, dia sudah mati olehnya yang saat itu menggunakan Sacred Gear-nya, [True Longinus].
"Aku cukup terkejut melihatmu bisa bertahan melawanku selama ini saat aku menggunakan [True Longinus] milikku." Ucap Cao Cao yang menyeringai saat Leon berhasil menangkis serangan tombak Cao Cao dengan pedang kegelapannya, Chaos Blade.
"Aku juga berlatih kau tahu, Cao Cao." Balas Leon santai sambil melakukan serangan balasan tapi Cao Cao bisa menangkis serangannya dengan tombaknya.
"Kau tahu Leon, kita sama-sama mempunyai organisasi yang mempunyai tujuan untuk melindungi umat manusia tapi jalan kita berbeda." Ucap Cao Cao yang mundur ke belakang dan kemudian dia melanjutkan "Kenapa kau memilih untuk melindungi mereka Leon? Makhluk supernatural itu bisanya hanya mengacaukan kehidupan manusia di dunia ini dan selalu merendahkan kita padahal derajat mereka lah yang lebih rendah dari kita sampai-sampai Lucifer diusir dari surga oleh Tuhan karena dia mengganggap Adam lebih rendah dari-nya."
"Aku setuju akan hal itu, bahkan banyak iblis yang menjadikan manusia sebagai budaknya dengan alat-nya yang bernama Evil Piece." Balas Leon dan itu membuat perasaan Sirzech sedikit tidak enak "Tapi bukan berarti semua makhluk supernatural itu bersalah! Istriku, kakak iparku dan para penduduk di Elf Village memang merupakan makhluk supernatural tapi bukan berarti mereka semua sama seperti makhluk supernatural yang kau benci itu Cao Cao. Dan apa kau tahu sesuatu? Aku bukan hanya seorang manusia seperti yang kau pikirkan itu Cao Cao…"
Cao Cao yang mendengar itu pun cukup terkejut dan kemudian dia berkata "Apa maksudmu?"
"Aku adalah seorang Tri-Breed manusia, elf dan juga naga." Jawab Leon dan kemudian dia melanjutkan "Ayahku adalah seorang manusia dan ibuku adalah seorang elf dan membuatku menjadi Half-Breed, dan kekuatan Chaos Dragon di dalam diriku membuatku menjadi Tri-Breed."
"Jadi itu alasanmu mendukung mereka?" Tanya Cao Cao.
"Tidak juga…" Jawab Leon dan kemudian dia melanjutkan "Aku mendukung mereka karena mereka itu berada di pihak yang benar tidak sepertimu. Semulia apapun tujuanmu, tetap saja dengan hasrat membunuh dan dendammu itu maka tujuan muliamu itu hanyalah menjadi tujuan yang kotor."
"Jadi begitu…" Ucap Cao Cao dan kemudian dia pun mengaktifkan Balance Breaker miliknya dan dia pun berkata "Kau orang yang beruntung Leon karena kau bisa merasakan kemampuan dari Balance Breaker dari Sacred Gear milikku, Polar Knight Longinus Chakra Valdine. Mungkin dengan kemampuan Chaos Dragon-mu itu kau bisa mempunyai kesempatan untuk melawanku tapi aku tahu kau takut untuk melakukannya karena kau bisa mengamuk dan membunuh siapapun disini dan istrimu tidak ada disini untuk menghentikanku. Jadi ini kemenanganku, Leon… Kau akan tamat disini, Chatsuka Ratana!"
Cao Cao pun menggunakan salah satu dari Seven Treasure miliknya dan Leon menahannya dengan itu tapi pedang Leon hancur dan membuatnya terkejut 'Serangannya bisa membuat Chaos Blade hancur, ini tidak bisa dipercaya…'
Tapi Cao Cao juga tidak kalah terkejut saat melihat Leon membentuk kembali pedangnya seperti semula dan dia pun menyeringai "Hebat, Leon… Tapi jika kau membentuk kembali pedang itu, aku hanya perlu menghancurkannya saja kan?"
'Tch, sepertinya tidak ada cara lain…' Batin Leon saat dia merasakan aura yang sangat dia kenal dan kemudian dia melanjutkan 'Bantu aku untuk mengalahkan dia, Tiamat…'
"Ara, kau tidak perlu meminta tolong padaku Leon-kun." Balas sesosok wanita cantik dan bertubuh lumayan yang masuk ke dalam area pertarungan dan menatap Cao Cao dengan senyum arogan yang terpatri di wajah cantiknya. Sirzech, Azazel, Cao, Cao dan rekan-rekan Cao Cao yang melihat sosok itu shock saat melihat ternyata wanita cantik itu yang ternyata adalah Human Form dari naga terkuat dari semua Five Dragon King yaitu Tiamat. Tiamat pun melihat Leon yang telah menjadi master-nya selama bertahun-tahun bahkan sebelum dia bertemu kembali dengan istrinya karena kesalahpahaman antara dia dan Trianna yang merupakan kakak dari istrinya karena perbuatan Cao Cao "Jadi kenapa kau memanggilku, Leon-kun? Bukannya kau sanggup melawan dia seorang diri?"
"Aku merasakan aura Void di sekitar sini, aku yakin dia akan sampai sebentar lagi." Jawab Leon.
Raut wajah Tiamat pun berubah menjadi serius saat mendengar tentang Void atau pemegang kekuatan dari rival Sentinel dan Chaos Dragon yaitu Void Dragon. Dia pun menggangguk dan kemudian dia berkata "Baiklah, aku yang akan melawan si pemegang tombak ini. Kau yang urus Void Dragon, Leon-kun…"
"Itu memang sudah menjadi niatanku, Tiamat." Balas Leon dengan nada serius.
Kembali pada pertarungan Yuuto dan Menma… Mereka pun bertarung dengan sengit meskipun Yuuto belum bisa melesatkan serangan ke arah Menma tapi Menma malah berkali-kali berhasil menyerangnya dan itu membuat Yuuto semakin emosi.
"Hentikan semua kegilaan ini, Yuuto Kiba." Ucap Menma yang kembali berhasil menahan serangan Yuuto yang menggunakan dua pedangnya dengan pedangnya dan kemudian dia melanjutkan "Dia sudah memilih, berhentilah membuatnya merasa bersalah karena ulahmu itu."
"Jangan banyak bicara kau Uzumaki!" Teriak Yuuto yang menghilangkan salah satu pedangnya dan kemudian dia menancapkan salah satu pedangnya ke tanah "Sword Birth!"
"Tch…" Decih Menma yang berhasil menghindar dari puluhan bahkan ratusan pedang buatan Sacred Gear milik Yuuto yang bernama [Sword Birth] dari dalam tanah.
Melihat Menma berhasil menghindar, Yuuto pun kembali menyerang dengan cepat dan Menma juga sudah berniat menahannya tapi mereka berdua harus terpaksa menghindari tebasan dari seseorang yang muncul di tengah-tengah mereka. Sosok itu berambut hitam spiky dan bermata merah, dia juga memakai jubah bertudung berwarna hitam dengan masker yang menutupi wajahnya.
"Ah, senangnya bisa kembali…" Ucap pemuda itu dan kemudian dia melihat Iriana dan kemudian muncullah seringaian yang muncul di bibirnya yang tertutup oleh masker-nya "Yo, nona manis… Lama tidak bertemu ya, apa kau merindukanku?"
Mendengar itu, Iriana pun terkejut dan badannya mulai bergetar ketakutan karena trauma pada kejadian yang hampir dilakukan oleh sosok itu padanya meskipun itu digagalkan oleh adiknya yang entah kenapa juga bisa memakai kekuatan Chaos Dragon sama seperti ayahnya 'D-Dia… Ke-Kenapa dia bisa ada disini?"
Melihat keadaan kekasihnya, Menma pun menatap sosok itu dengan tajam dan berkata "Siapa kau?"
"Kau tidak perlu tahu siapa aku…" Jawab sosok itu dengan dingin dan kemudian dia melanjutkan "Hmmm, sepertinya kalian berdua sedang memperebutkan gadis pirang yang cantik dan manis itu ya… Bagaimana kalau kita bertiga bertarung? Yang menang akan mendapatkan gadis itu dengan adil."
"Aku tidak setuju!" Teriak Menma dan kemudian dia melanjutkan "Iriana-chan bukanlah barang. Aku tidak akan membiarkan jika pertarungan itu membawa-bawa masa depan Iriana-chan."
"Gaaaahhhhh!"
"Menma-kun! "
"Menma!"
Menma pun memegang perutnya yang telah berdarah karena terkena sabetan pedang sosok tadi dengan sangat cepat, bahkan dia tidak bisa membaca gerakannya 'Ce-Cepat sekali…'
"Maaf saja Uzumaki-san, tapi pertarungan ini telah dimulai." Ucap sosok itu dan kemudian dia melanjutkan "Dan kau sudah tamat… Aku tinggal mengalahkan si ksatria pirang itu dan mengambil nona manis itu darimu. Karena sampai kapanpun, dia adalah milikku…"
"Aku tidak akan membiarkannya." Balas Menma dan kemudian dia mengarahkan pedangnya ke leher sosok itu untuk menebas leher-nya tapi dia berhasil menghindar dengan cara memasuki bayangan kecil di depannya 'Dia memasuki bayangan… Tapi, apa ini salah satu teknik teleportasi sama seperti Hiraishin?'
"Menma-kun!"
"Menma-sama!"
Menma pun melihat ke belakang dan melihat Haruka, Rise, Roxas, dan juga Edge berlari ke arah-nya tapi entah kenapa pandangannya sedikit mengabur dan membuat-nya menutup matanya 'Ada apa ini? Kenapa pandanganku menjadi kacau seperti ini?'
"Menma-kun, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Haruka dan kemudian dia melanjutkan "Kau perlu aku obati?"
"Tidak perlu…" Jawab Menma yang mulai berdiri dan membuka matanya serta menatap dua musuhnya, meskipun pandangan matanya masih kacau bahkan menjadi lebih parah.
"Kau tidak perlu melawan mereka berdua." Ucap Roxas yang sudah mengeluarkan Keyblade-nya dan kemudian dia melanjutkan "Biar kami yang melawan mereka berdua, lagipula musuh bagian kami telah kami kalahkan."
"Aku hargai bantuan kalian, tapi aku tidak bisa menerimanya." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Yuuto melawanku karena dia tidak bisa menerima fakta bahwa aku dan Iriana-chan telah bersama dan pemuda itu melawanku karena berpikir seenaknya kalau Iriana-chan adalah miliknya. Aku yang harus melawannya, mohon maafkan aku Roxas dan Edge."
"Tidak usah meminta maaf." Ucap Roxas dengan tersenyum dan kemudian dia melanjutkan "Kalahkan mereka, jagoan…"
Menma pun menyeringai dan mengambil pedangnya, lalu dia melawan mereka berdua. Pada awalnya, Menma memang bisa mengimbangi mereka berdua tapi entah kenapa penglihatannya semakin lama semakin berkurang saat dia terkena oleh pedang milik pemuda itu dan membuat para peeragenya, Iriana, dan yang lain terheran-heran akan kejadian ini. Edge yang tidak tahan ingin membantu Menma, tapi Roxas menahannya karena jika dia membantunya maka berarti Edge telah merusak harga diri Menma yang ingin melindungi Iriana dari dua orang itu.
'Sial! Sial!" Batin Menma yang menancapkan pedangnya ke tanah dan kemudian dia melanjutkan 'Kenapa aku tidak bisa melihat apapun? Apa sebenarnya yang telah terjadi padaku?"
"Pedang yang mengenaimu dari tadi itu mengandung racun dan racun itu mengurangi penglihatanmu perlahan-lahan Menma." Ucap seseorang yang Menma kenal yaitu Ashura.
"Tapi apa kau tidak bisa menetralisirkan racun ini, jiji?" Tanya Menma.
"Sayangnya tidak Menma, karena aku tidak seperti Kurama yang bisa menetralisirkan racun seperti yang dia lakukan pada racun di tubuh ayahmu." Jawab Ashura dan kemudian dia melanjutkan "Kalau kau sedikit saja terkena serangan pedang itu, mungkin pandanganmu hanya akan mengabur saja seperti saat awal kau terkena serangan pedang itu. Tapi karena kau sudah sangat sering terkena serangan pedang itu, maka racun yang diterima tubuhmu itu semakin banyak mengalir di tubuhmu dan menghancurkan syaraf penglihatanmu…"
"Jadi maksudmu, aku…"
"Ya, kau buta."
Menma pun terkejut dan speechless saat mendengar kabar mengejutkan itu, tanpa dia sangka-sangka koneksi dia dan Ashura terputus karena sosok pemuda misterius yang menyerang Menma menendang dagunya dan membuatnya terjatuh. Yuuto yang melihat pemuda itu mengarahkan pedangnya ke jantung Menma pun berharap agar pemuda itu cepat-cepat menghabisi Menma dan lalu dia akan menghabisi pemuda itu.
Pemuda itu pun melihat Menma dan kemudian dia berkata "Kau tahu Uzumaki, aku sangat benci padamu karena bisa membuatnya jatuh hati padamu. Aku melakukan apapun untuknya, aku memberikan dia perhatianku, bahkan cintaku padanya… Tapi dia tetap saja hanya menganggapku sebagai seorang teman dan itu membuatku murka. Maka daripada itu aku melakukan apa yangingin aku lakukan sedari dulu, menjadikan dia milikku walaupun dengan cara paksa."
Menma pun shock saat mendengar kabar itu dan kemudian pemuda itu melanjutkan "Tapi sialnya adiknya yang bernama Levi itu menggagalkan rencanaku dan dia membuatku hampir mati. Tapi aku senang karena apa yang aku gagal lakukan itu membuatnya trauma bahkan membuat-nya tidak bisa bertarung sama sekali bahkan memegang panah pemberian ibunya sendiri saja, dia tidak bisa hahahaha…."
Menma menjadi marah akan sosok di hadapannya ini dan berniat untuk menghajarnya meskipun situasinya tidak memungkinkan, kemudian pedang dia pun sudah bersentuhan dengan kulit Menma dan membuatnya merintih 'Sial, dia benar-benar ingin membunuhku…'
"Sekarang, aku akan memberikan dia penderitaan yang lebih dengan cara membunuh orang yang sangat dia cintai dan itu juga termasuk dendamku padaku karena kau membuat dia jatuh cinta pada orang selain diriku Uzumaki." Ucap sosok itu dan kemudian dia pun memegang pedangnya dengan dua tangan dan dia pun berkata "Mati kau!"
"Tempest Shot!"
"Gggggaaahhhhh!" Teriak sosok itu saat bahunya tertembak oleh panah dan tiba-tiba saja dia terdorong angin yang dihasilkan oleh panah itu. Setelah terdorong jauh, dia pun berhasil menahan tubuhnya dan dia pun melihat sosok seseorang yang dia kira tidak mempunyai keberanian untuk bertarung sedang berdiri di depan Menma dengan panah di tangan kirinya dan quiver di belakang tubuhnya "I-Iriana…"
Memang benar sosok itu adalah Iriana, tapi ada yang berbeda darinya. Mata biru nan tajam yang dimiliki dia dan ayahnya berubah menjadi merah darah dan juga muncul aura kegelapan yang sangat besar di tubuhnya sama seperti ayahnya saat dia dikendalikan oleh jiwa jahat dari Chaos Dragon, bedanya dia bisa mengendalikan kekuatan itu tidak seperti ayah dan adiknya "Aku tidak akan membiarkanmu melukai Menma-kun, Kai Nishiki!"
'Sial, kenapa dia bisa mempunyai kekuatan sama seperti ayah dan adiknya.' Batin Kai yang sudah mencoba untuk berdiri dan kemudian dia menatap Iriana yang menatapnya dengan tajam 'Tidak ada yang memberitahuku tentang ini…'
Kai langsung melesat mendekati Iriana untuk menyerang close combat atau jarak dekat supaya dia tidak tertembak panahnya, tapi tiba tiba ada aura kegelapan yang menyelimuti tangan Iriana dan kemudian aura itu membentuk seperti cakar "Chaos Dragon Claw!"
"Gaaaaaahhhhhh!"
Leon yang sedang menunggu kedatangan Void Dragon dari kejauhan pun cukup terkejut saat melihat putrinya yang ternyata memiliki kekuatan Chaos Dragon sama sepertinya dan putra bungsunya yang bernama Levi. Naruto yang merupakan sosok paman Iriana dan juga Levi juga cukup terkejut melihat putrid dua sahabatnya itu yang tangannya sudah menjadi cakar berwarna hitam dan gigi taringnya juga bertambah tajam.
"Raaaaawwwwrrrr!"
Kai yang bangun setelah perutnya terkena cakaran dari cakar naga Iriana dan langsung mendapat serangan follow-up dari panah yang juga dia lesatkan ke arahnya pun memuntahkan darah dan kemudian dia menatap Menma dengan wajah meremehkan "Jadi, Uzumaki… Begitu lemahkah dirimu sampai-sampai kau harus berlindung di belakang tubuh pacarmu sendiri. Aku masih tidak mengerti, bagaimana bisa Iriana memilih pria pengecut dan pencundang sepertimu dibandingkan denganku."
Mendengar itu, Haruka dan para peerage Menma pun menatap tajam Kai dan itu juga membuat Menma mengepalkan tangannya dan berkata dalam hati 'Sial! Aku ingin sekali menghajarnya atas apa yang dia katakan dan juga yang dia hampir lakukan pada Iriana-chan tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa…'
'Jadi kau akan menyerah, Menma Uzumaki?' Tanya Ashura pada Menma tapi melihat Menma hanya diam tanpa kata, dia pun mendecih dan berkata 'Aku pikir kau sama seperti Hashirama dan ayahmu yang pantang menyerah, tapi aku salah… Aku kecewa padamu, Menma. Kau mudah sekali menyerah…'
'LALU APA YANG AKU BISA LAKUKAN!' Teriak Menma dan kemudian dia melanjutkan 'Melihat saja aku tidak bisa, apalagi melawannya.'
'Kau masih punya tangan dan kakimu, Menma…' Balas Ashura dan kemudian dia melanjutkan "Gunakan itu dan percayalah pada insting dan perasaanmu. Jika kau mempunyai kemauan, pasti akan ada jalan untukmu Menma."
"Kau benar, terimakasih Ashura-jiji…"
Menma kemudian menepuk pundak Iriana dan membuatnya melihat padanya "Iriana-chan, biarkan aku saja yang melawan dia…"
"Tidak, Menma-kun." Balas Iriana dan kemudian dia melanjutkan "Kau sudah terlalu banyak melindungiku, ijinkan aku yang melindungimu kali ini."
Menma yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata pada Menma "Terima kasih atas perhatianmu, Iriana-chan. Tapi izinkan aku yang melawan dua orang bedebah itu. Orang yang bernama Kai itu memang telah mengambil penglihatanku tapi dia tidak akan pernah bisa mengambil perasaan, jiwa dan juga semangatku."
Orang-orang yang mengenal Menma bahkan Yuuto cukup terkejut saat mendengar Menma telah kehilangan penglihatannya tapi Iriana pun menghilangkan kekuatan dari Chaos Dragon Mode miliknya dan berkata dengan senyuman "Aku percaya padamu, Menma-kun."
"Serahkan saja padaku…" Balas Menma yang mencium pipi Iriana dan membuatnya ditatap tajam oleh Kai dan juga Yuuto, kemudian dia mengambil sebuah ikat kepala berwarna putih dari sakunya dan dia pun menutupi matanya karena penglihatannya sudah tidak bisa diandalkan lagi.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami berdua, terutama aku Menma Uzumaki." Ucap Kai dan kemudian dia melanjutkan "Kau itu telah buta, kau tidak bisa melakukan apapun…"
"Jangan banyak bicara, hadapi saja aku…" Balas Menma dengan nada percaya diri tapi tanpa nada arogan di dalam perkataannya.
Mendengar itu, Kai pun murka dan dia melesat ke arah Menma dan melesatkan pedangnya ke arah Menma tapi diluar perkiraannya, Menma berhasil menangkisnya 'Ba-Bagaimana bisa? Seharusnya dia sudah tidak bisa melihat…'
Kai pun dibuat meringis saat Menma berhasil menyerangnya di perutnya tapi dia masih bisa melesat kembali ke arah Menma dan Yuuto juga melesat ke arah Menma karena dia juga sangat bernafsu untuk menyerang Menma. Menma yang mengandalkan insting dan perasaannya berhasil mem-block serangan dari Kai dan saat merasakan Yuuto bergegas melakukan serangannya, dia pun bergumam "Dual!"
Pedang Menma pun membelah menjadi dua dan dia menggunakan pedang keduanya untuk menahan serangan Yuuto. Menma sedikit menggunakan kekuatannya yang diwarisi ayahnya dan Ashura dan membuat mereka berdua terpental dan dia pun langsung membuat beberapa handseal "Hyouton: Hyouryuu!"
Kai dan Yuuto pun terpental karena terkena serangan dari naga es Menma dan kemudian mereka berhasil berdiri dan bersiap untuk menyerang lagi tapi tubuh mereka tidak bisa digerakkan dan mereka dikejutkan oleh Menma yang memakai insou dan mengumpulkan energi di sekitarnya dan berkata "Percuma saja kalian bergerak, kalian berdua sudah tamat. Ini adalah jurusku yang menggabungkan antara elemen es serta Fuinjutsu milikku. Rasakan ini kalian berdua!"
"Arc Seal…"
"Frozen Field!"
Kemudian muncullah lingkaran yang membentuk kubah dan di bawahnya terdapat magic seal milik Menma yang tercampur dengan aksara Fuinjutsu yang dia kuasai oleh Menma. Kai dan Yuuto yang berada didalam kubah itu pun seluruh badannya membeku dengan cepat dan setelah kubah itu menghilang terlihatlah Yuuto dan Kai yang sudah menjadi patung es dan Menma pun berkata "Fiuuh, akhirnya selesai juga…"
Iriana dan para peerage Menma pun tersenyum atas kemenangan Menma tapi mereka dibuat terkejut saat tubuh Kai yang menjadi es meledak dan Kai yang asli tiba-tiba muncul dari dalam bayangan di belakang Menma. Haruka dan Iriana yang melihat itu pun berkata "Menma-kun, AWASSS!"
Craaaaaasssshhhh
Bukannya Menma yang tertusuk tapi malah Kai yang tertusuk oleh Menma dari belakang dengan pedangnya "Ba-Bagaimana bisa?"
Tapi Menma tidak menjawab dan Kai terkejut saat melihat di belakang tubuhnya terdapat kunai Hiraishin milik Menma dan Menma pun berkata "Ya, aku menggunakan Hiraishin untuk mengalahkanmu Kai Nishiki. Aku cukup terkejut kau bisa menggandakan diri dan kau menggunakan klon-mu itu sebagai penggantimu di kubah es yang aku ciptakan dengan teknik Arc Seal milikku."
Saat Menma mencabut pedangnya dari tubuh Kai, muncul seseorang yang langsung menendang Menma tapi Menma berhasil memblocknya dan menjauh dari sosok misterius itu. Sosok misterius itu pun membopong tubuh Kai yang sudah terjatuh ke tanah dan berkata "Pertarungan tadi cukup mengagumkan, Uzumaki-kun. Aku ingin sekali melawanmu seperti waktu itu, tapi mungkin lain waktu. Sampai jumpa, Uzumaki-kun."
Menma pun merasakan sosok itu sudah pergi membawa Kai dengannya, kemudian dia mengepalkan tangannya dan berkata "Kenapa kau bisa ada disini? Apa mau-mu dariku sebenarnya, Hikari Kiritsugu?"
Di sisi lain, Leon pun menatap naga besar berwarna hitam yang menatapnya dari atas dan itu membuat para peerage Rias dan peerage, Sona dan peerage, Rossweisse, Azazel, dan yang lain kecuali Alucard, Naruto, Sasuke dan para anggota Khaos Brigade terkejut dan ketakutan melihat sosok naga hitam itu. Naga itu kemudian mendarat di dekat Leon dan berubah menjadi sosok pemuda berambut putih silver dengan jubah berwarna hitam.
"Lama tidak bertemu, Leon atau aku harus bilang Chaos Dragon." Ucap pemuda itu dengan seringai di bibirnya.
Leon pun hanya menatap musuh serta rivalnya itu dengan datar dan berkata "Aku yang harusnya bilang begitu Skyre Cross atau aku harus bilang Void Dragon."
"Bagaimana kalau kita mulai saja Leon…" Ucap Skyre yang sudah memunculkan kekuatan kegelapan besar-besaran di tubuhku.
"Baiklah kalau itu mau-mu…" Balas Leon yang tidak mau kalah dan mereka pun langsung melesat dan melesatkan tinju masing-masing
Boooooommmmm
-To Be Continued-
Review:
Bagas Gifari 24:
Dia itu terobsesi karena dia suka sama Iriana tapi Iriana-nya kagak dan itu membuatnya menjadi semacam psikopat bahkan berniat memperkosa Iriana untungnya dia masih selamat sama adiknya.
Enchantress:
Maaf, lagi terpana sama game-game RPG dari Nintendo DS.
IzumiReina:
Yup. Oh ya di chap ini fight Menma vs Yuuto vs Kai.
