Name: Naruto DxD Chronicles
Author: The World Arcana
Rating: M
Genre: Adventure
Pair: Menma Uzumaki x Haruka Suzumiya(OC), Iriana Liliana Strife(OC) x Rise Kujikawa x Seekvaira Agares x Sarada Uchiha, Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei Hyoudou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Koneko Toujou x Xenovia Quarta, Irina Shidou x Ravel Phenex, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard/Genya Arikado x Yoko Belnades
Pair Exclusive Buat Arc ini:
Yu Narukami x Yukiko Amagi, Kanji Tatsumi x Naoto Shirogane, Yosuke Hanamura x Labyrs, Kou Ichijo x Chie Satonaka, Minato Arisato/Makoto Yuuki x Yukari Takeba x Aigis x Mitsuru Kirijo, Akihiko Sanada x Fuuka Yamagishi, Junpei Iori x Chidori Yoshino, Haruka Arisato x Shinjiro Aragaki, Ken Amada x Nanako Dojima.
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.
Chapter 29: Side Story: P-1 Grand Prix Tournament Part 1
"Kaa-chan, bisa kau tenang sedikit..."
"Bagaimana aku bisa tenang Menma Uzumaki!!!" Teriak Grayfia Lucifuge pada putra-nya saat melihat putranya kembali dalam keadaan buta "Putraku yang sedang berada dalam school trip ke Kyoto pulang dengan keadaan buta. Tapi kau malah tidak terlihat peduli sama sekali."
"Kaa-chan, aku mengerti perasaanmu." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Tapi hal ini telah terjadi... Jadi kita mau bagaimana lagi, iya kan? Lagipula hal ini tidak terlalu buruk. Aku memang kehilangan penglihatanku tapi indra perasaku menjadi lebih baik dari sebelum-nya. Bahkan aku tahu kalau Seneca-chan sedang berdiri di belakang tou-chan saat ini."
Iriana yang melihat percakapan antara Grayfia dan Menma, kemudian berkata sambil menatap tanah di bawahnya "Maaf, Grayfia-san, karena aku Menma-kun jadi seperti ini."
Grayfia pun menatap tajam Iriana saat mendengar Menma dibuat buta oleh orang yang mempunyai perasaan pada Iriana. Naruto yang melihat itu berusaha jadi penengah.
"Jangan salahkan Iriana-chan, tsuma. Menma melakukan itu karena dirinya sangat menyayangi dan mencintai Iriana-chan sama seperti Haruka-chan. Jika saja aku berada di posisi putra kita, aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu."
"Tapi Naruto-kun..."
"Aku tahu kau sedih dengan apa yang terjadi dengan putra kita. Tapi mungkin ini hal yang terbaik..."
"Naruto-kun!!! Kenapa kau..."
"Aku belum selesai bicara tsuma." Potong Naruto yang melihat istrinya terlihat marah dengannya "Karena mungkin hal ini bisa membuat Menma bisa mengendalikan dirinya sendiri agar tidak asal menyerang musuh, tapi mempelajari musuhnya terlebih dahulu."
"Maaf..."
"Tidak usah minta maaf, Menma. Saat aku seusiamu, aku juga sama sepertimu yang gegabah dan itu membuatku beberapa kali hampir mati di tangan musuhku, jadi aku harap kau bisa mempelajari kesalahanmu dan memperbaikinya." Lanjut Naruto dan kemudian dia menepuk pelan pundaknya dan menoleh ke Iriana "Jadi Iriana-chan bisa kau membuat penawar untuk menyembuhkan Menma?"
"Aku bisa saja membuat penawarnya tapi aku tidak yakin kalau itu akan berhasil mengingat dari racun yang digunakan Kai itu sudah lebih kuat dari yang aku dulu buat."
"Tapi Iriana-chan, kenapa kau membuat racun seperti ini?"
"Karena aku tidak begitu suka bertarung dan lebih suka pertarungan cepat selesai tanpa menumpahkan darah setetes pun, aku memutuskan untuk membuat racun. Racun yang bisa membuat targetnya tidak bisa menggerakkan bagian tangan atau kaki-nya jadi aku bisa mengalahkan musuh dengan cepat tanpa membunuhnya, tapi..."
"Tapi kenapa Iriana-chan?"
"Efek-nya sesuai yang aku harapkan tapi adikku tidak sengaja terkena panah milikku yang aku lumuri dengan racun itu membuat dia tidak bisa berjalan selama berminggu-minggu dan diriku dimarahi habis-habisan oleh papa dan mamaku. Bahkan mama menamparku karena hal itu." Jawab Iriana dan kemudian dia melanjutkan "Kemudian aku menghancurkan semua sampel racun itu dan membakar kertas resep racun itu tapi sepertinya Kai mengetahui resep racun itu karena kedekatanku dengan dia dulu dan menyempurnakannya bahkan racun itu bisa membuat seseorang buta sekarang."
"Kalau kau tidak bisa membuat penawar-nya, lalu apa yang akan kau lakukan Iriana Liliana Strife?" Tanya Grayfia dengan nada ketus dan Iriana tidak bisa menyalahkannya akan hal itu.
"Aku akan membuat mata buatan untuk Menma-kun tapi aku akan membutuhkan waktu."
Mendengar itu, Menma pun sedikit panik dan berkata "Kalau bisa, bisakah kau membuatnya secepat mungkin Iriana-chan?"
"Memangnya kenapa, Menma-kun?"
"Karena aku harus masih akan melawan bibi Rias dan Sairaorg di turnamen nanti."
Mendengar itu membuat Grayfia benar-benar emosi pada putra semata wayangnya ini sampai-sampai semua lantai di kediaman keluarga Uzumaki membeku "Kau itu sedang dalam keadaa buta dan saat ini kau masih bisa-bisanya memikirkan tentang turnamen du Underworld. Sudah cukup, Menma-kun. Aku akan mengatakan pada Sirzech-sama untuk mengeluarkanmu dari turnamen itu.'
"Kau tidak bisa lakukan itu kaa-chan."
"Memangnya kenapa kau tidak mengizinkan aku untuk mengeluarkanmu dari turnamen itu Menma-kun?"
"Aku berjanji pada Sairaorg, oke. Aku berjanji akan mengalahkan siapapun di turnamen itu baik itu bibi Rias, bibi Sona, dan See-chan dan kemudian aku akan bertemu dengan Sairaorg di final dan mengalahkannya."
"Apa ini karena para Elder di Underworld? Karena kau ingin membuktikan meskipun kau ini Half-Devil, tapi kau ini sama kuatnya bahkan lebih kuat dari para High-Class Devil yang lain." Tanya Grayfia dengan tegas pada putranya dan membuat Menma terdiam "Menma-kun, hentikan ini kumohon. Semua orang di Underworld sudah tahu kau itu kuat apalagi setelah mereka tahu kalau kau ini putraku dan Naruto-kun. Tidak usah pedulikan perkataan para Elder itu yang membenci ayahmu, kumohon."
"Kaa-chan, pada awalnya aku memang ingin membuktikan diriku pada para Elder itu tapi tidak lagi. Aku hanya ingin menepati janjiku pada Sairaorg."
"Bahkan dalam kondisi seperti ini?"
"Iya."
Iriana yang mendengar itu pun berkata sebelum keluar dari kediaman Uzumaki "Kau seharusnya mendengar ucapan ibumu, Menma-kun."
"Iriana-chan..."
-Beberapa jam kemudian-
"Aku rasa Iriana-chan marah padaku, Haruka-chan." Ucap Menma yang tiduran di kamarnya
"Tentu saja dia marah. Kalau aku jadi dia, aku juga akan marah padamu Menma-kun." Balas Haruka yang duduk di sebelahnya.
"Tapi aku kan sudah berjanji pada Sairaorg. Aku jadi tidak enak jika aku melanggar janjiku pada Sairaorg dan juga aku ingin mengetes kekuatan baru Issei."
"Maksudmu kekuatan yang dia pakai melawan Cao Cao itu?"
"Iya, mode Illegal Move Triania miliknya itu." Jawab Menma dan kemudian dia melanjutkan "Paman Ajuka memodifikasi Evil Piece milik Issei jadi dia bisa menggunakan kekuatan 8 Evil Piece di tubuhnya secara maksimal. Aku tahu kalau dia sudah bertambah kuat tapi sampai dia benar-benar bisa membuktikan kalau dia benar-benar bisa melindungi bibiku, aku tidak akan menyerah untuk menantangnya."
"Kau ini..." Ucap Haruka yang menghela nafas pasrah karena rivalitas kekasih dan King-nya itu dengan inang dari Red Emperor Dragon itu. Kemudian dia melihat Menma yang sedang memikirkan sesuatu "Apa lagi yang kau pikirkan, Menma-kun?"
"Aku masih memikirkan tentang pria bernama Kai itu." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Kata Seneca-chan, dia baik dan peduli pada Iriana-chan serta anak kami di masa depan. Bahkan dia berhasil membuat Silica mengganggapnya sebagai ayah. Tapi kenapa di masa ini dia..."
"Itu karena hal telah berubah Menma-kun." Balas Haruka dan kemudian dia melanjutkan "Di masa depan kau sudah menghancurkan semuanya dan Kai datang untuk memperbaiki kesalahanmu karena dia masih mempunyai perasaan pada Iriana-sama. Tapi karena di masa ini kau sudah mengakui perasaanmu dan Iriana-sama juga telah bersatu denganmu tidak seperti di masa depan, itu membuatnya frustasi dan lebih agresif."
Tok
Tok
Tok
"Permisi, bolehkah aku masuk Menma-kun?"
"Masuk saja Rise, pintunya tidak dikunci kok."
Rise kemudian masuk dan dia menatap tajam Haruka dan Haruka yang menatapnya juga membalas tatapan Rise lebih tajam. Menma yang tidak menyadarinya hanya bisa berkata "Jadi... Apa ada yang kau ingin katakan padaku, Rise?"
"Ya, Menma-kun..." Balas Rise dan kemudian dia melanjutkan "Aku ingin minta izin darimu."
"Izin untuk apa?"
"Dua sahabatku di Inaba akan menikah beberapa hari lagi, jadi aku minta izin untuk pergi kesana dan merayakan pernikahan mereka."
"Aku sih mengizinkan saja tapi apa kau akan pergi sendiri ke sana?"
"Sepertinya iya..."
"Bahaya kalau kau pergi sendiri, Rise. Apalagi sewaktu aku merekrutmu menjadi anggota peerage-ku, Euclid mengincarmu." Ucap Menma yang merasa khawatir kalau dia kenapa-napa karena Rise termasuk salah satu istrinya di masa depan "Kalau begitu aku akan pergi denganmu dan menjagamu disana."
"Jangan bercanda, Menma-kun!!!" Teriak Haruka dan kemudian dia berkata "Kau lupa dengan keadaanmu sekarang?"
Entah kenapa, hal itu membuat alis mata Menma berkedut dan dia pun berkata dengan keras "Bisa tidak sih kalian semua tidak membicarakan kebutaanku? Aku memang buta sekarang, memangnya kenapa? Bukannya aku bisa mengatasi orang bernama Kai dan Knight dari bibiku meskipun aku sudah buta sekarang. Berhenti meremehkanku karena aku telah menjadi buta sekarang, Haruka."
Haruka tahu betul saat ini kekasihnya terlihat benar-benar marah karena dia tidak menggunakan suffiks chan saat menyebut namanya, kemudian dia berkata "Aku bukan bermaksud meremehkanmu, Menma-kun. Aku hanya khawatir padamu."
"Kau tidak perlu khawatir pada Menma-kun, Haruka." Balas Rise dan kemudian dia berkata "Karena aku yang akan menjadi mata bagi Menma-kun jika Menma-kun benar-benar ingin ikut denganku ke Inaba."
Menma pun tersenyum pada Rise dan berkata "Arigatou, Rise..."
Melihat senyuman Menma, wajah Rise pun memerah tapi itu membuat Haruka menatapnya dengan tajam. Rise yang melihat itu balas menatap tajam Haruka dan dia kemudian berkata "Jangan menatapku seperti itu. Sekali-kali aku ingin menghabiskan waktu dan melakukan pendekatan dengan Menma-kun karena aku juga salah satu calon istrinya di masa depan tapi kau selalu saja egois dan selalu saja menempel di sisinya terlebih lagi Iriana-sama tiba-tiba saja datang dan malah dengan mudah masuk ke hati Menma-kun padahal dia bukan salah satu calon istri Menma-kun di masa depan, ugh benar-benar tidak adil."
Haruka dan Menma merasa bersalah atas apa yang dirasakan Rise. Rise memang merupakan salah satu istrinya di masa depan tapi memang dia lebih dekat dengan Haruka yang sudah pertama menjadi kekasihnya dan Iriana yang tidak ingin dia sakiti hatinya untuk kedua kalinya karena sosok masa depannya yang bodoh dan brengsek ditambah dia juga mencintai Iriana meskipun dia harus buta karena ingin melindungi Iriana.
"Rise, aku ingin bicarakan sesuatu."
Haruka yang mengetahui apa yang akan dikatakan Menma pun menatap kekasihnya dengan tatapan terkejut dan berkata "Kau serius akan mengatakannya pada Rise, Menma-kun?"
"Aku serius."
"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku, Menma-kun?"
"Jadi begini..."
Rise pun terkejut setelah mendengar cerita Menma secara keseluruhan. Dimana dia mengetahui alasan lain Seneca, adik dari King dan juga orang yang dia cintainya, hubungan antara Menma dan Iriana di masa depan, semuanya."
"Jadi menurut Seneca-chan, di masa depanmu kau menghamili Iriana-sama tapi kau tidak mau bertanggung jawab dan itu membuatnya pergi dan melahirkan putrinya di kota lain dan lalu kembali tapi putri Iriana-sama tidak tahu siapa ayahnya dan keluarganya bahkan dia tidak tahu kalau Seneca-chan adalah bibinya sendiri? Apa aku kurang sesuatu disini?" Ucap Rise dan Menma pun membalasnya dengan anggukan "Wow, dirimu di masa depan benar-benar sangat brengsek Menma-kun."
"Rise!!!"
"Tidak usah marah pada Rise, Haruka-chan. Dia benar lagipula, diriku di masa depan memang brengsek." Ucap Menma dan kemudian dia melanjutkan dengan nada serius "Tapi kau harus ingat sesuatu Rise. Aku melakukan hubungan ini dengan Iriana-chan bukan hanya ingin menebus kesalahanku di masa depan tapi karena aku benar-benar mencintainya. Jadi kumohon jangan katakan ini pada Iriana-chan sampai aku siap untuk mengatakannya karena jika kau mengatakan hal ini pada Iriana-chan, aku takut dia berpikiran kalau aku menjalin hubungan ini karena aku hanya ingin merubah hal yang terjadi di masa depan bukan karena rasa cinta-ku pada-nya."
-The Next Day-
"Jadi kau mau ikut dengan Rise-chan ke kampung halamannya putraku walaupun sedang dalam keadaan seperti ini?" Tanya Grayfia dan kemudian Menma pun mengganggukkan kepalanya
Grayfia yang melihat itu pun mendesah pelan karena perbuatan anak-nya ini tapi mau dilarang pun, dia pasti akan tetap pergi karena dia itu keras kepala seperti dia dan suaminya.
"Apa kau akan mengajak peerage-mu?"
"Sepertinya tidak. Lagipula aku tidak yakin akan ada anggota Khaos Brigade disana toh aku ingin para peerage-ku yang lain selain Rise melindungi kota ini membantu 4 fraksi selama kepergianku."
"Baiklah putraku, kau boleh pergi. Toh dilarang juga kau tetap akan pergi kan. Andai saja putraku yang satu ini tidak mempunyai sifat keras kepalaku dan juga suamiku, sigh." Ucap Grayfia dan kemudian dia pun menatap Rise "Rise-chan, tolong jaga putraku. Aku tahu dan dengar walaupun dengan kebutaan-nya, putraku ini bisa menjaga dirinya sendiri tapi tetap saja aku sebagai ibu khawatir."
"Tenang saja, Grayfia-san. Anak-mu ini akan baik-baik saja denganku."
Mereka kemudian pergi ke stasiun setelah berpamitan dengan keluarga Leon. Iriana juga telah memaafkan-nya dan memberikan sebuah ciuman membuat Rise menahan kesal.
Dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke stasiun untuk pergi ke Yasoinaba, kota kelahiran Rise tapi mereka tidak menyadari mereka berdua diawasi oleh Naruto yang sedang berdiri bersamaan dengan pemuda berambut biru pendek dengan wajah emo seperti Sasuke.
"Jadi kau sudah tahu kan apa misi yang aku berikan padamu?"
"Jangan khawatir, aku tahu. Kau ingin aku mengawasi dan melindungi mereka berdua jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kan?"
"Kau benar. Tapi ingat jangan sampai ketahuan." Balas Naruto dan saat pemuda itu menjauh dari Naruto, dia pun berkata "Aku percayakan padamu, Makoto Yuuki-kun."
"Serahkan padaku, Naruto-sama."
Menma yang tertidur saat keberangkatan kereta dari Tokyo menuju Yasoinaba terbangun di sebuah ruangan berwarna keputihan dan itu membuatnya panik dan segera mencari Rise karena dia pikir Rise juga bersama-nya di tempat ini.
'Dimana ini? Dan dimana Rise?' Batin Menma dan kemudian dia berteriak "Rise!!! Kau ada dimana?"
"Temukan aku..."
'Suara apa itu?' Batin Menma dan kemudian suara itu terdengar lagi dan lagi, membuatnya mencari sumber suara itu tanpa tahu arah.
Beberapa menit berlalu dan Menma pun menemukan sumber suara yang meminta-nya untuk menemukannya.
"Jadi kau berhasil menemukanku. Mengagumkan untuk seorang setengah iblis setengah manusia."
Menma lumayan terkejut saat mendengar sosok itu mengetahui kalau dirinya adalah Half-Devil dan itu membuatnya berkata "Siapa kau? Kenapa kau bisa tahu kalau aku adalah Half-Devil? Dan kenapa kau memintaku untuk menemukanmu."
"Kau akan tahu jawaban akan hal itu, Menma Uzumaki. Kau juga akan mengetahui namaku tidak lama lagi dan memanggilku. Sebaiknya kau kembali ke duniamu. Teman gadismu itu mulai khawatir sepertinya."
"Hei!!! Aku belum selesai bicara!!!
"Sampai jumpa lagi, kunci yang akan menyatukan para pengguna Wild Card dan juga partnerku."
Menma pun terbangun dan Rise tiba-tiba memeluknya dengan erat membuat Menma berkata "Kau tidak apa-apa Rise? Kau terlihat cemas."
"Tentu saja aku khawatir. Aku sudah berkali-kali memanggilmu tapi kau tidak bangun-bangun juga."
"Maaf-maaf. Sepertinya pertarunganku melawan Knight dari bibiku dan pria bernama Yuuto itu membuatku benar-benar keletihan." Balas Menma dan kemudian dia melanjutkan "Jadi kita sudah sampai?"
"Ya kita sudah sampai. Selamat datang di Yasoinaba."
Mereka berdua pun keluar dari kereta yang mereka tumpangi dan tiba-tiba saja Rise dipeluk secara tiba-tiba oleh seseorang dan Rise pun kemudian berkata dengan senang saat mengetahui siapa yang memeluknya itu "Yukiko-senpai... Kau datang."
"Tentu saja, baka. Kau itu kan salah satu temanku." Balas gadis cantik berambut hitam panjang bernama Yukiko Amagi
Gadis bernama Yukiko itu pun melepaskan pelukannya pada Rise dan Rise pun berkata "Tapi dimana yang lain? Apa mereka sudah lupa kalau aku akan kembali ke Inaba hari ini?"
Menma yang merasakan kesedihan Rise pun menepuk pundak Rise dan membuatnya agak tenang. Yukiko yang melihat itu pun berkata "Tidak usah perdulikan mereka, ayo kita pergi ke Junes."
Rise dan Menma kemudian pergi ke tempat yang bernama Junes dan terlihatlah teman-teman Rise disana yaitu pemuda berambut abu-abu berbentuk mangkok yaitu Yu Narukami yang merupakan kekasih dari Yukiko, gadis berambut pendek yang lumayan tomboy dan penggemar Kung Fu yaitu Chie Satonaka, pemuda berambut jingga dengan headset di kepalanya yang bernama Yosuke Hanamura, pemuda yang memiliki tampang seperti preman yaitu Kanji Tatsumi dan juga seseorang yang memakai baju dan topi seperti detektif tapi terlihat seperti laki-laki padahal dia adalah perempuan. Nama gadis itu adalah Naoto Shirogane, kekasih dari Kanji.
Tapi Rise menyadari sesuatu, ada salah seorang temannya yang tidak ada disana dan itu membuat-nya bertanya pada Yukiko "Oh ya, Yukiko-senpai... Dimana Teddie?"
Bukan Yukiko yang menjawab tapi Yosuke "Aku tidak tahu dia ada dimana. Dia bilang kalau kau-tahu-dimana sedang ada masalah, jadi dia pergi kesana tapi dia tidak pernah kembali lagi."
Menma yang mendengar jawaban yang terdengar ambigu dari Yosuke tahu ada yang dia sembunyikan 'Mungkin dia membahas tentang kekuatan misterius yang dimiliki Rise. Aku dengar dari dia kalau teman-temannya mempunyai kekuatan yang sama seperti dirinya.'
"Kau bisa menceritakannya pada Menma-kun, Yosuke-senpai. Menma-kun tahu tentang Persona."
Mendengar itu orang-orang disana terkejut dan Menma dibuat terkejut oleh Naoto yang berteriak pada Rise "Rise-chan!!! Bisa-bisanya kau menceritakan tentang Persona pada orang asing."
Rise kemudian membalas dengan nada yang tidak kalah sengit "Orang asing yang kau maksud ini telah menyelamatkanku dari orang asing yang telah mencoba memanfaatkan kemampuan Kanzeon, Naoto-chan. Jadi tidak ada salahnya jika aku memberitahukannya kan?"
"Tapi bagaimana kalau dia juga memanfaatkanmu karena dia ingin mendapatkan kekuatan Persona seperti Adachi?"
Kaki Naoto tiba-tiba membeku dan itu adalah ulah dari Menma "Kau dengar ya Naoto Shirogane-san... Aku sudah mempunyai kekuatanku sendiri, jadi aku tidak berencana mempunyai kemampuan seperti kalian yang bernama Persona. Aku menolong Rise karena aku tidak ingin Rise disakiti oleh dia."
Rise pun menepuk pundak Menma karena dia tahu pasti sulit untuk Menma menceritakan pamannya yang agak gila dan ingin membunuhnya karena dia merupakan anak kakaknya dari seorang manusia.
Setelah es yang telah membekukan kaki Naoto telah dicairkan oleh Menma, Kanji pun berkata "Bagaimana kau bisa melakukan itu? Apa kau seorang pesulap?"
Dan pertanyaan itu membuat semua orang facepalm dan Menma pun membatin 'Sepertinya mau tidak mau aku harus menceritakan semuanya, sigh.'
Menma kemudian menceritakan semuanya mulai dari makhluk supernatural, ke-empat fraksi dan statusnya sebagai Half-Devil dan juga King dari Rise dan itu membuat Yosuke bertanya "Jadi iblis, malaikat dan malaikat jatuh itu nyata. Seperti Michael, Gabriel ataupun Lucifer?"
Belum Menma menjawab, Yu pun berkata "Yosuke... Kau bertanya seperti itu saat tahu aku mempunyai beberapa kekuatan Persona mereka. Michael dan Gabriel akan sangat marah saat mereka tahu kau meragukan eksistensi mereka, kau tahu."
Hal itu membuat Yosuke meneguk ludah-nya sendiri dan Yukiko pun berkata "Jadi sekarang kau adalah budak dari pemuda ini, Rise-chan? Dia tidak melakukan yang macam-macam padamu kan? Dia tidak memintamu untuk bersetubuh dengannya kan?"
Menma bisa merasakan tatapan tajam dari Yukiko dan yang lain tapi Menma diselamatkan oleh Rise "Menma-kun memang King-ku, Yukiko-senpai. Tapi kami bukanlah budak dari Menma-kun. Bagi Menma-kun peerage adalah keluarga dan teman baginya. Dan jangan khawatir, Menma-kun tidak pernah membuatku melakukan yang aneh-aneh kok."
"Sungguh disayangkan kau tidak meminta-nya memakai bikini sekali-kali, dia terlihat seksi dengan it-agggghhhh..."
Menma dibuat terkejut saat omongan Yosuke terpotong dan terganti dengan jeritan kesakitan yang keras dan Menma tahu walaupun Menma buta sekalipun dia tahu kalau Rise yang melakukan itu.
"Kau masih saja agak mesum seperti dulu, senpai."
Rise kemudian berhenti bicara dan segera melihat ke bagian belakang-nya dan itu membuat yang lain termasuk Menma menatap-nya dengan heran "Ada apa Rise?"
"Aku tidak tahu Menma-kun. Kanzeon bilang padaku kalau dia merasa ada yang mengikuti kita dari Tokyo tapi aku tidak melihat orang-nya dari tadi."
"Apa itu pamanku dan antek-anteknya?"
"Sepertinya bukan, Kanzeon sudah mengenali aura pamanmu dan itu bukan dia." Balas Rise dan kemudian dia memegang tangan Menma dan berkata pada teman-temannya "Kalau begitu aku pergi dulu minna... Aku rasa nenek telah menungguku di rumah."
"Kalau begitu sampai jumpa besok, Rise." Balas Yukiko dan mereka pun berpencar ke rumah masing-masing.
Sosok yang mengikuti Menma dan Rise pun menunjukkan dirinya dan sosok yang berada di dalam dirinya pun berkata 'Sepertinya kemampuan sensor gadis bernama Rise itu lebih kuat dari rekan-mu yang bernama Fuuka itu Minato. Jadi apa yang kau lakukan sekarang, Minato?"
'Kita rehat dulu saat ini, Ryoji. Setidaknya kita tahu mereka aman dan baik-baik saja disini.'
'Tapi dimana? Mau tidak mau kau harus kembali ke rumah lama-mu tapi resiko-nya kedua adikmu dan kakek-mu tahu kalau kau masih hidup dan dia akan mengabari Yukari, Aigis dan yang lain.'
'Kita cari penginapan di sekitar sini. Setidaknya Naruto-sama memberikan beberapa uang padaku dalam misi ini.'
Pemuda itu pun menutup link mereka tapi dia dibuat terkejut saat melihat sosok seseorang yang sudah lama dia tidak lihat dan orang itu juga sama terkejut-nya dengan pemuda bernama Minato ini.
"Mi-Minato..."
"Ju-Junpei..."
-To Be Continued-
AN: The World Arcana is Back. Kembali dengan chapter 29 dari Shinobi DxD Chronicles. Seperti yang ane janjikan, chapter 29 ini adalah chapter pertama dari arc baru yaitu Grand Prix Tournament Arc yang merupakan crossover dari fic Shinobi DxD Chronicles dengan Persona tepat-nya Persona 4 Arena. Di arc ini, Menma akan mendapatkan kekuatan baru kalau yang sering main Persona pasti tahu apa yang ane maksud. Dan yup seperti yang anda lihat saya buat Minato Arisato aka door-kun(Hero Persona 3) masih hidup di fic ini dan nanti akan ane jelaskan kenapa bisa dia lolos dari Great Seal dan dia merupakan kakak dari Female MC aka Hamuko yang kalau di game merupakan female counterpart dari Minato dan juga Naoto Shirogane. Dan kalau ada yang nanya kenapa ane memakai nama Minato di akhir padahal dia make nama Makoto di saat berbicara dengan Naruto. Saya akan menjelaskan sedikit... Minato Arisato aka door-kun ini merupakan member dari fraksi manusia tapi orang-orang disana bahkan Iriana tau-nya nama dia adalah Makoto Yuuki karena nama itu memang nama dia yang dia pakai di fraksi manusia. Itu karena dia tidak ingin teman-temannya tahu kalau dia masih hidup dan dia belum siap untuk bertemu dengan mereka tapi sialnya dia malah bertemu sama salah satu dari mereka di akhir chapter. Selain Junpei apa akan ada karakter Persona 3 lain yang muncul seperti Yukari, Aigis Mitsuru, dll? Tentu saja dan apakah karakter dari Persona 5 kaya Ren, Ann, Makoto, dan juga Ryuji akan muncul? You will have to see... Dan soal balasan review, maaf kalau tidak dibalas soal-nya gak ada pertanyaan apapun mengenai chapter sebelum-nya dan hanya menanyakan status update fic ane yang lain. Fic lain akan rilis kalau ide sudah ada dan kalau gak begitu kelalahan di kerjaan ane. Insya Allah fic Ultimate Team Season 2 kalau ane udah dapat ide-nya lagi bakal ane update. Mau update fic itu susah juga sih soal referensi game buat fic itu juga mandet di tengah-tengah, tahu sendiri Suikoden mandet di Suikoden 5 dan Konami belum ada info soal Suikoden 6.
