His Princess
Pairing : Gaara x Hinata x Naruto
NARUTO owned by MASASHI KISHIMOTO
OoOoOoOoOoOoOoO
:chacha:
.
.
.
Chapter I : Patah Hati
"Naruto-kun, aku menyukaimu..." terdengar suara lembut dari seorang gadis berponi rata. Hinata telah mengumpulkan segenap keberaniannya hanya untuk mengutarakan perasaannya yang menggebu-gebu. Pernyataan rasa suka ini hanya didengarkan oleh mereka berdua di bawah pohon pinus.
Sementara pemuda yang mengenakan jaket hitam-oranye yang dimaksud hanya berdiri dan membatu layaknya patung. Naruto sama sekali tidak menyukai gadis di hadapannya sedikitpun.
"..." Naruto tetap bungkam dan memutar tubuh tegapnya. Kedua manic safirnya mengawang ke birunya langit. Ia tengah memikirkan kalimat apa yang pantas untuk menjawab pernyataan suka yang telah Hinata ungkapkan. Dengan berat hati, Naruto pun membuka mulutnya dan memberikan gadis itu senyuman tipis.
"Maaf, Hinata..."
Tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu." jawabnya jujur. Dia tahu itu akan menyakitkan bagi Hinata, namun juga ia berpikir bahwa ia harus jujur dibandingkan membuat gadis itu bahagia dengan segudang kebohongan.
Mendengar kenyataan yang terpampang di mata dan telinganya, iris lavendernya terbelalak dan gadis itu merasa terkejut. Memang Hinata telah mengetahui bahkan sudah memperkirakan jawaban dari pemuda pirang itu. Namun setelah ia mendengar langsung dari Naruto, entah mengapa jantungnya merasa teriris dan perih bagaikan digores secara berulang-ulang.
Pewaris klan Hyuuga itu pun menelan ludahnya dan kembali membuka suara, "Ti-tidak apa-apa, Naruto-kun. Aku senang karena kau menjawabnya dengan jujur." dan Hinata berputar membelakangi tubuh Naruto yang saat ini berdiri di belakangnya. Kakinya melangkah untuk meninggalkan Naruto setelah menerima penolakan halus dari pemuda itu.
.
.
.
Gadis bersurai nila itu berlari dengan kencang, perasaannya menjadi kacau. Rasa sedih, marah, dan kecewa berubah menjadi satu. Hinata tidak pernah menjalin hubungan asmara sebelumna. Tetapi baru sekali ia ingin mencobanya, orang yang ia cintai tidak membalas perasaannya. Yang terlebih menyakitkan, ia telah mencintai Naruto yang merupakan cinta pertamanya saat mereka pertama kali masuk ke akademi ninja.
'Aku tidak menyalahkan Naruto-kun. Tetapi jika aku mengingat wajahnya, namanya dan senyumnya yang hadir di pikiranku, hatiku menjadi sakit. Aku menyukai semua yang ada pada dirinya,' Hinata masih belum dapat mempercayai jawaban yang ia dari Naruto sendiri. Gadis ayu itu terus berlari menuju hutan bahkan ia sendiri tak tahu ini di hutan mana.
Sayangnya, sendal hitamnya tergelincir dari tebing yang rapuh sehingga Hinata kehilangan keseimbangan untuk mengontrol tubuhnya.
"Ah!" gadis itu teramat kaget. Ia mencoba untuk memusatkan chakra-nya ke telapak kaki, namun itu sudah terlambat. Kemudia gadis itu terjatuh dari tebing yang tinggi.
Pandangannya mengabur. Hinata merasa tubuhnya ringan dibawa angin. Namun jauh dari lubuh hatinya, ia masih berharap untuk hidup.
'Siapa pun...'
'Tolong aku...'
TO BE CONTINUED
