STRONG FATHER
.
Disclaimer
Naruto : Masashi Kishimoto
HighSchoolDxD : Ichie Ishibumi
Dan karakter lainnya dari Disclaimernya masing-masing, saya hanya meminjamnya.
.
Rate : M
Genre : Family, Humor, Romance, Fantasy
Pair :
Naruto U x Harem
(Great Red x Kholkikos x Katerea x Serafall x Grayfia x Arturia x Yasaka x Asuna x Mereoleona x Shirahoshi x Albedo x Freya x Hancock x Chisato x Remia x Robin) x (Kalawarner x Izanami x Gabriel x Hestia x Tiamat x Tifa x Lily x Ophis -)
Menma x Harem
(Kiyohime x Shalter x Evangelin x Raynare x Akeno x -)
(Gray x Kuroka x -) (Vali x Mirajane) (Shiro x Rin) (Natsu x Lucy) (Lambert x Liya) (Minato x Koneko x -)
.
Warning! : Fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kosa kata hancur, Typo, ooc, Gaje, Alur berantakan.)
"Hello," : orang bicara
"Hello,": orang membatin
"Hello,": Monster bicara
"Hello," : Monster membatin
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak Typo, kata yang kurang, serta kesalahan ketik banyak terjadi, karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
.
Chapter 60
.
#Skip time...
.
Terjadi keheningan yang melanda di ruang tengah keluarga Naruto, dalam situasi seperti ini semuanya menjadi tegang ketika melihat ekspresi serius seorang Uzumaki Naruto yang menatap para Old-Satans yang dikepung seluruh penghuni rumah di hadapannya.
Bahkan suara hembusan angin pun tak terdengar.
"Kalian... Apa tujuan kalian datang ke rumahku? Apa kalian ingin menyerahkan diri?"
Naruto tak begitu bodoh saat situasi seperti ini, dia yakin jika kedatang para Old-Satans yang masuk daftar Stray-Devils ada tujuan tertentu, keberanian mereka yang telah masuk sarang Monster membuat Naruto bertanya seperti itu.
Para Old-Satans hanya bisa terdiam membisu, ketakutan mereka membuat mereka sulit untuk melepaskan suara yang berkumpul di mulutnya, ini sangat berbahaya. Mamako benar-benar tak menyangka jika dirinya telah membawa yang lainnya ke tempat yang paling berbahaya di dunia ini, bahkan kepercayaan diri seorang Nevada yang menyatakan bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja, nyatanya sekarang dia bungkam seribu bahasa, bahkan hanya sekedar menegakkan kepalanya saja sudah ketakutan.
"Ka-kami..." ucapan Mamako terputus, dia terlalu sulit untuk bersuara sambil menahan tekanan yang sangat berat menghujani tubuhnya. Tapi dia tetap mencoba untuk berusaha, tujuannya sudah di depan mata, mundur pun akan sia-sia untuk dirinya dan yang lainnya.
*Bruk!*
Mamako yang telah memutuskan tindakannya, seketika bersujud. "A-aku mohon, bebaskan kami dari status Stray-Devils, a-aku akan melakukan apapun yang kamu minta jika kamu bisa membebaskan yang lainnya dari status Stray-Devils, termasuk tubuhku jika kamu memin...,"
*Brak!*
Semuanya terkejut kaget ketika Naruto memotong ucapan Mamako dengan gebrakan keras kakinya di atas meja, raut wajahnya sangat dingin menatap tajam Mamako.
"Kau pikir aku ini siapa?"
Habis sudah, Mamako langsung terdiam gemetar seketika, ketakutan melanda dirinya sampai membuatnya merasakan sensasi dingin yang mencengkam menyelimuti seluruh tubuhnya. Sensasi itu pula dirasakan oleh para Old-Satans yang lainnya, bahkan sampai membuat Sayaka menunduk sedalam mungkin.
"Hiks..."
Tiba-tiba keheningan yang mencengkam itu pecah oleh suara isakkan seseorang, semua pasang mata kecuali para Old-Satans langsung tertuju pada sumber isakkan tersebut, mereka menelusuri sumber suara tersebut dan mendapati bahwa sumber suara isakkan tersebut milik Sayaka.
Katerea merasa kasihan melihat adiknya seperti itu, dia beranjak untuk adiknya. Tapi sebelum itu terjadi, Naruto telah mencegahnya terlebih dahulu. "Katerea!" ucap Naruto yang dihiasi sebuah tatapan perintah untuk diam dan jangan ikut campur.
Tatapan itu mengerikan, Katerea tidak mau melakukan tindakan lebih lanjut lagi karena itu terlalu beresiko jika dilalukan setelah mendapatkan tatapan seperti itu.
Katerea pun mundur kembali dengan menunduk.
"Hiks... Hiks... Hiks..."
Sayaka masih saja terisak, kini tatapan Naruto di alihkan kepada Sayaka. "Kau menangisi apa, Sayaka?" tanyanya dengan nada yang cukup biasa dan tenang, tapi tetap saja dalam situasi seperti ini setiap ucapan Naruto akan terdengar mengintimidasi yang lainnya.
Tidak ada yang bergeming.
Sontak membuat Naruto memijit keningnya yang entah pusing atau tidak. "Huh..." dan pada akhirnya Naruto menghela nafas panjang untuk meringankan situasi yang terjadi.
Pandangan sekejap Naruto langsung menoleh ke arah Grayfia. "Fia, tolong panggilkan para Maou untuk datang kesini sekarang!"
"Baik!"
Tanpa membantah Grayfia langsung menciptakan lingkaran sihirnya dan kemudian menghilang perlahan ditelan lingkaran sihir ciptaannya untuk mematuhi perintah suaminya.
Keheningan terjadi lagi.
Siasat buruk mulai meningkat di kepala para Old-Satans yang dengan jelas mereka mendengar perintah Naruto barusan kepada salah satu istrinya untuk memanggil para Maou untuk datang.
Mamako ingin bertindak, tapi kenyataannya dia tidak bisa untuk berucap sama sekali. ketenangan Naruto itu sangat mengerikan, mengintimidasi sekitar sehingga membuat siapa saja di sekitarnya tak berani untuk bertindak walau hanya sedikit tindakan.
Hanya diam dan hening, bahkan Naruto juga enggan untuk berucap saat ini.
Hingga beberapa saat kemudian, terciptalah lingkaran sihir teleport di ruangan tersebut memecah keheningan yang terjadi. Para Old-Satans langsung menunduk takut, mereka dapat merasakan siapa yang akan datang.
Grayfia yang terlihat lebih dahulu, kemudian disusul munculnya Sirzech dan Ajuka, nampaknya Falbium terhanyut oleh tidur indahnya di Underword sehingga tidak terlihat bersama mereka.
Grayfia langsung berkumpul bersama sesama istrinya Naruto yang lainnya, sedangkan Sirzech dan Ajuka langsung memasang kesiagaan melihat Old-Satans , tatapan tajam ditunjukkan kepada mereka.
*Srek!*
Naruto langsung berdiri setelah mengetahui para Maou telah datang sambil menatap Mamako. "Ikut aku sekarang," mintanya.
Mamako hanya diam dan menurut, dia juga beranjak berdiri sambil menunduk. Mengetahui itu Naruto kemudian memandang sekeliling keluarganya. "Kalian awasi mereka," perintahnya kepada anggota keluarganya.
Hanya anggukan mereka sebagai jawaban menyetujui.
Lalu Naruto melangkah ke ruang sebelah dengan Mamako yang mengikutinya di belakang, Sirzech, Ajuka, dan salah satu istrinya, Serafall juga ikut ke ruang sebelah setelah mendapatkan kode untuk ikut membahas masalah saat ini.
Ruangan tersebut menjadi hening kembali setelah Naruto, Sirzech, Ajuka, Serafall, dan Mamako pindah ke ruang sebelah. Seluruh anggota keluarga Naruto terus memperhatikan para Old-Satans penuh waspada walaupun sudah jelas pada Old-Satans di situ terlihat sudah pasrah akan hidupnya.
Diam lebih baik bagi keluarga Naruto sambil menunggu keputusan yang sedang dibahas oleh Naruto dan para Maou untuk tindakan selanjutnya, yang terpenting tetap memasang mata kewaspadaan selagi menunggu keputusan.
.
.
.
#Skip time...
.
30 menit berlalu, terlihat Naruto keluar dari ruang sebelah beriringan dengan Serafall, di belakangnya di ikuti Mamako yang dibuntuti oleh Sirzech dan Ajuka di belakangnya.
30 menit juga keputusan yang mereka bahas sudah ditetapkan, Entah apa itu hanya mereka yang mengetahui keputusan tersebut. Hanya saja ada yang berbeda dari Mamako, terlihat jelas bahwa lehernya yang tadi putih bersih sekarang terdapat sebuah tatto kanji yang melingkari lehernya.
Semua perhatian langsung tertuju pada mereka. Mengabaikan hal tersebut Naruto langsung berdiri di hadapan para Old-Satans dengan Mamako di sampingnya.
"Kalian!" tegasnya yang seketika membuat para Old-Satans menoleh ke arahnya.
Mamako langsung maju mendekati para pengikutnya, dengan senyum meyakinkan dia berkata. "Maaf," dengan lirih.
Para Old-Satans menjadi bingung seketika, rasanya memang aneh mengetahui senyuman yang ditampilkan oleh Mamako sehingga Arizona berkata. "Ma-maksud anda apa, Mamako-sama?"
Alih-alih untuk bisa mempertahankan senyumannya, Mamako justru tak kuasa untuk terus tersenyum saat melihat pandangan bingung tak mengerti dari para pengikutnya, Mamako seketika langsung menjatuhkan kepalanya menunduk, terisak pilu seolah dia akan kehilangan segalanya.
"Hiks... Maaf, hanya ini yang dapat aku lakukan untuk kebebasan kalian," jelas Mamako pasrah.
Semuanya langsung terkejut mendengarnya, bukan hanya Para Old-Satans saja, istri-istri dan anak-anak Naruto juga terkejut mendengarnya. Tapi saat mereka tidak mempercayai ucapan tersebut, pandangan mereka mengetahui ada sebuah tatto kanji melingkar di leher dan kedua pergelangan tangan dan kaki Mamako, sehingga membuat mereka hanya diam.
"I-ini tidak mungkin,"
Salah satu dari rombongan Old-Satans yang bernama Ebony Beleth (Ebony : Brave Nine) dari pillar Beleth tidak mempercayainya, dia sangat jelas tahu pasti ucapan yang tadi dilontarkan oleh Mamako memang terkesan untuk perpisahan, sehingga dia dengan perlahan mendekati Mamako. "Anda tidak akan meninggalkan kami kan?"
Mamako tidak menjawabnya, bahkan dia tidak berani untuk menegakkan kepalanya menatap pengikutnya yang sempat bertanya tadi.
Cukup lama Mamako terdiam, pada akhirnya membuat mereka para pengikutnya mengerti sehingga melebarkan mata tak percaya.
"Katakan jika ini bohong, anda tidak mengorbankan dirimu sendiri untuk kami kan?"
Ebony menatap Mamako penuh kepastian, seolah dia menginginkan jawaban yang memuaskan dari Mamako. Tapi kenyataannya Mamako tak bergeming dan sangat sulit untuk menjawabnya.
Sayaka memiliki tempramen sulit ditebak, tadi dia yang terisak takut sekarang malah bertindak cepat menghampiri Mamako, dan langsung berdiri di hadapan Naruto.
"Onii-sama, apakah tidak ada cara lain selain mengorbankan salah satu dari kami?" Sayaka bertanya dengan dihiasi linangan air mata menatap kakak iparnya.
"Sayaka!" Katerea hendak bertindak, tapi telah dicegah oleh Naruto terlebih dahulu.
Sekarang Naruto membalas tatapan Sayaka. "Kau tadi bilang apa, Sayaka? Onii-sama?" ucapnya balik bertanya seolah tadi salah mendengar ucapan Sayaka, kemudian Naruto tersenyum. "Ah. Biar kuingat kapan pertama kali kau memanggilku Onii-sama," Naruto mencoba untuk berpikir dan mengingat.
Menyadari hal tersebut, Sayaka menunduk, dia sangat tahu betul jika dulu dia tidak pernah memanggilnya Kakak. Nyatanya waktu itu ada keinginan untuk memanggil Kakak tapi, Naruto telah memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarga Leviathan terlebih dahulu karena konflik keluarga, ditambah disusulnya Civil War membuat Sayaka tak ada kesempatan untuk memanggilnya Kakak.
"Maaf,"
Hanya kata itu yang mampu Sayaka lepaskan dari mulutnya.
Terlepas dari itu semua, tiba-tiba wajah Naruto menjadi dingin menatap Sayaka. "Kau seharusnya bersyukur, Sayaka. Kalau bukan karena aku menghargai Onee-sanmu, kau bertindak seperti ini sudah dipastikan kau sudah melebur menjadi abu," ucapnya membuat Sayaka semakin menunduk. Kemudian wajah dingin Naruto di alihkan ke para Old-Satans yang lainnya sampai membuat mereka gemetar takut melihat tatapan dingin Naruto.
"Dan kalian pikir, kalian datang kesini akan kami lepaskan begitu saja?"
Tidak ada jawaban dari mereka, mereka tenggelam dalam keputusasaan yang mendalam. Mereka tak menemukan apa-apa selain rasa ketakutan yang luar biasa sekarang mereka alami.
"Kukatakan pada kalian, kalian bersetatus Stray-Devils dalam buku ini, maka tidak ada jaminan kebebasan untuk kalian semua," ucapnya sambil menunjukkan buku merah 'Aliace Fugitive'. "Seharusnya aku tidak peduli dengan kalian, tapi kenyataannya kedua istriku juga bagian dari kalian Old-Satans, maka kedua istriku dan anak-anakku dari mereka juga berstatus Stray-Devils seperti kalian."
Katerea dan Grayfia tersentak, mereka jelas sadar jika ucapan suami mereka ditunjukkan untuk mereka, sehingga dengan instan mereka mengintropeksi diri jika kenyataannya memang benar apa yang diucapkan oleh suami mereka. Dan pada akhirnya mereka berdua bersyukur karena menyadari jika hidup mereka telah diselamatkan oleh suami mereka.
"Kalian beruntung karena aku masih berpikir seperti itu sehingga kalian masih diberi kebebasan untuk bernafas,"
Para Old-Satans terkejut, mereka juga bingung seolah mereka salah mendengar ucapan Naruto barusan. Tapi keterkejutan mereka sirna ketika Naruto melanjutkan lagi ucapannya.
"Tapi ada syaratnya, kami akan menangkap pimpinan kalian untuk diadili seadil-adilnya dan kalian tidak memiliki kebebasan penuh,"
Jelas Naruto memberitahu, tapi hal tersebut malah membuat para Old-Satans bingung kembali. Bukan karena pimpinan mereka yang ditangkap yang jelas-jelas mereka sudah menduganya, tapi tentang Tidak memiliki kebebasan penuh yang dimaksud oleh Naruto.
Mereka terlalu takut untuk bertanya, sehingga mereka hanya diam.
Mamako menyadari itu, sehingga dia menarik nafas panjang dan kemudian dihembuskan dengan perlahan membuat perhatian para pengikutnya tertuju kepadanya.
"Biar aku jelaskan,"
Mamako pun memutuskan untuk menjelaskan dengan singkat, mengatakan bahwa mereka bebas dan New-Satans meminta dirinya sebagai tawanan untuk kebebasan mereka. Tapi yang jelas bahwa apa yang dijelaskan oleh Mamako tidaklah salah, hanya saja masih kurang. Mamako tidak menjelaskan bahwa dirinya akan dieksekusi mati sebagai jaminan kebebasan para pengikutnya.
Mamako sangat paham akan hal tersebut bila ikut dijelaskan, mereka bisa saja tidak menerima keputusan tersebut dan malah mengacau di sini, dan itu sangat berbahaya setelah Mamako pertimbangkan kembali.
Jadi, Mamako hanya mengatakan jika dia hanya akan di penjara Neraka Terbawah sampai waktu yang akan ditentukan nanti setelah keputusan para Dewan New-Satans.
"Jadi, kalian jangan khawatir akan diriku," kata Mamako setelah selesai menjelaskan kepada para pengikutnya.
Nampaknya, para pengikutnya merasa lega, mereka terlihat mempercayai ucapanya Mamako.
Mamako sudah selesai, dia melirik ke arah Naruto dan mundur selangkah untuk memberikan celah kepada Naruto bahwa dia telah selesai memberikan penjelasan kepada para pengikutnya.
Naruto pun maju satu langkah, menggantikan posisi Mamako. Tampang biasa ditunjukkan kepada pengikut Mamako.
"Aku tidak butuh komentar dari kalian, mau tidak mau kalian harus menerima konsekuensi ini sebagai jaminan kalian,"
Tidak ada yang menjawab, mereka hanya menunduk seolah mereka sudah pasrah dan menerima keputusan ini.
Naruto tiba-tiba menghela nafas panjang. Kemudian, dengan tindakan cepat dia melakukan Handsell tangan yang sangat rumit dan sulit sampai membuat para pengikut Mamako bingung untuk apa tindakan itu.
*Brak!*
*Srreeeeeeek!*
Naruto tiba-tiba menggebrak lantai, dan kemudian secara cepat muncul kanji-kanji rumit yang bergerak dari telapak tangan Naruto mengitari seluruh pengikut Mamako.
Keluarga Naruto diam, mereka tidak berkomentar untuk mengetahui itu untuk apa, karena mereka pasti akan tahu.
"Sirzech, Ajuka, aku serahkan sisanya kepadamu,"
Sirzech dan Ajuka mengangguk untuk menjawab ucapan Naruto.
*SRING!*
Dan setelah itu Naruto menghilang bersama seluruh pengikut Mamako dengan jurus Teleportnya.
Keheningan pun terjadi.
Hingga beberapa saat kemudian Sirzech dan Ajuka memilih untuk kembali ke Underword dengan membawa Mamako untuk diserahkan kepada dewan tertua New-Satans.
Serafall tidak ikut ke Underword, dia ingin langsung istirahat.
Setelah itu keluarga Uzumaki kembali seperti sedia kala setelah ancaman kecil terselesaikan tanpa kerusakan.
.
.
.
#Skip Time...
.
Orsi Hofai sekarang sedang mengamati dengan cermat sebuah buku yang baru saja Naruto berikan, itu sebenarnya bukanlah sebuah buku catatan biasa melainkan sebuah daftar anggota warga baru untuk desa Hage yang damai.
Tak ada yang bisa ditolak oleh Orsi karena calon warga baru itu Naruto yang membawanya, dan Naruto sendiri adalah pemimpin asli desa Hage, sedangkan dirinya adalah seseorang yang dipercaya oleh Naruto untuk mengurus seluruh desa.
Pada akhirnya Orsi menghela nafas setelah melihat semua daftar warga baru, dan kemudian Orsi menatap Naruto.
"Jadi... Apa yang harus aku lakukan untuk para pendatang baru ini?"
"Tidak banyak, aku sudah mengatur itu semua,"
"Huh..." Orsi menghela nafas panjang, menutup bukunya dan kemudian menatap Naruto dengan serius. "Tapi mereka itu bangsa iblis, tidak ada jaminan untuk berubah lebih baik bagi mereka," Jelas Orsi dengan nada yang sangat serius.
Akan tetapi Naruto malah tersenyum menanggapi keseriusan Orsi, kepercayaan dirinya membuatnya mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
"Kau tak perlu khawatir soal itu, aku telah mengekang dan menyegel kekuatan mereka, kesalahan kecil saja bisa membuat segel pengekangku mengakhiri hidup mereka," jelas Naruto memberitahu.
Itu sukses membuat Orsi terkejut, dia mengerjapkan matanya berkali-kali seolah-olah telinganya tuli. Tapi pada akhirnya Orsi menepuk jidatnya sendiri menyadari jika sang Raja di depannya itu memang bisa melakukan apa saja walaupun hal itu sangat mustahil dilakukan, termasuk Kekkai Desa yang seharusnya membutuhkan energi yang banyak karena menjangkau seluruh desa yang sangat luas dapat dilakukan oleh Naruto sendiri tanpa bantuan kekuatan orang lain, dan Segel Desa itu abadi.
"Huh... Seharusnya aku tahu dan tidak terkejut mendengarnya," kata Orsi yang akhirnya memahami ucapan Naruto.
Naruto cengengesan mendengar ucapan Orsi barusan.
Tapi tidak lama, cengengesannya terhenti ketika dia teringat sesuatu tentang bulu Thunder Bird dari dewa Skan yang dititikan kepada Goldva untuknya.
Dan akhirnya topik selanjutnya yang mereka bahas adalah tentang bulu Thunder Bird yang akan digunakan untuk sumber energi listrik di desa tersebut.
.
.
"Kami pulang,"
Suara Adrestia, Asta, Yuno, Tifa, Lily, dan Aphrodite bercampur menjadi satu dari pintu masuk panti, nampaknya mereka baru saja pulang dari beberapa tempat di desa.
Membantu pekerjaan mereka para warga cukup membuat mereka lelah, termasuk Aphrodite yang sudah menghiraukan gaun indahnya menjadi kotor.
Tak ada jawaban menyahuti mereka.
Tapi itu sudah biasa sehingga mereka dengan santai mesuk ke dalam, hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di ruang utama Panti.
"Ah, ada tamu," Lily nampak terkejut mengetahui jika ruang utama Panti terdapat banya penghuni.
Dan tamu yang di maksud adalah para Old-Satans yang memasang senyum kepada Lily dan yang lainnya.
"Ah, akan segera kubuatkan minuman," Lily bertindak cepat saat menyadari tidak ada suguhan makanan untuk tamu yang dia maksud, dia langsung bergegas menuju dapur panti.
Tifa juga sama, menyadari itu membuatnya langsung menyusul Lily. Tapi sebelum itu Tifa menguping suara yang berasal dari ruang kerja Orsi setelah dia sempat mendengar suara yang tak asing baginya, dan itu menciptakan senyum senang Tifa setelah yakin dengan suara yang dia dengar, setelah itu dia bergegas menyusul Lily dengan suasana yang terlihat senang.
Bagi Adrestia, Asta, dan Yuno, itu adalah urusan orang dewasa, mereka lebih memilih menuju halaman belakang dan ikut berkumpul dengan adik-adik mereka.
Tapi lain bagi Aphrodite, tatapan tajam dia tunjukan untuk mereka yang dimaksud tamu setelah dengan yakin bahwa dia merasakan entitas yang cukup berbahaya dari tamu tersebut.
"Aku tak akan melepaskan kalian, Stray-Devils, " ucap Aphrodite tajam bersamaan dengan mana sihir yang perlahan mulai tercipta di tangannya.
Tak ada yang bergeming, para Old-Satans cukup tahu jika entitas Dewi Cinta dan Nafsu dari Yunani sedang mengintimidasi mereka. Bukan karena tak bisa, hanya saja mereka memiliki alasan sendiri untuk tetap diam.
Melihat tersebut, Aphrodite merasa heran.
Dan itu membuat Aphrodite semakin tajam mengintimidasi mereka, mana sihir di tangannya juga semakin meningkat.
"Bagus, diam saja disitu biar aku bisa menangkap kalian dan kuserahkan kepada penguasa desa ini ,"
Mana sihir di tangankan di arahkan ke arah para Old-Satans , dan siap ditembakkan.
*Bagh!*
"Au! Sakit!"
Tiba-tiba saja rasa sakit menghantam kepala Aphrodite sampai membuatnya meringis kesakitan, mana sihir yang siap ditembakkan gagal dan menghilang.
"Siapa yang berani memu-kul-ku," Aphrodite tidak dapat bersuara dengan lancar saat dia berpaling ke belakang untuk mengetahui siapa yang baru saja memukul kepalanya, dan malah mendapati sosok Naruto dengan buku digulung di genggaman tangannya. "Ah kamu, Naru," ucapnya selangkah mundur sambil cengengesan kikuk setelah mengetahui jika yang memukul kepalanya ternyata adalah Naruto dengan gulungan buku tersebut.
Diikuti Orsi di belakang Naruto.
"Huh..." Naruto menghela nafas dan kemudian berkata. "Mereka sudah menjadi urusanku," jelasnya yang spontan membuat Aphrodite mengangguk paham.
Untuk menyembunyikan rasa malu yang mengira jika Naruto belum tahu apa-apa tentang para Old-Satans, Aphrodite memilih langsung menyusul Tifa dan Lily yang berada di dapur.
Naruto kemudian menatap Para Old-Satans di hadapannya yang malah terdiam menunduk ketika dia datang.
"Kalian kuberi hak hidup di sini asal kalian mematuhi tugas dan peraturan yang kuberikan khusus kepada kalian," kemudian Naruto melangkah maju, menyodorka sebuah buku tipis kepada Sayaka, adik iparnya dari Katerea. "Ini adalah aturan yang aku tulis untuk kalian, untuk tugas kalian aku serahkan kepada istri-istriku yang ada di sini," jelas Naruto.
Bukannya tidak mau mengatakan secara langsung apa aturan khusus untuk mereka, hanya saja Naruto terlalu malas untuk menyampaikan banyak sekali kalimat peraturan yang sangat banyak untuk mereka, itu terlalu ribet bagi Naruto. Sehingga Naruto tulis di kertas aturan-aturan yang wajib para Old-Satans patuhi serta akibatnya jika melanggar aturan tersebut dan menyuruh mereka untuk membacanya.
Sayaka langsung membagikan kertas-kertas tersebut kepada teman-temannya, mereka membacanya dengan teliti dan cermat, sebisa mungkin untuk tidak melewatkan 1 kata setiap kalimat yang mereka baca di kertas tersebut.
Dan itu semua sudah dalam pengawasan Naruto untuk memastikan semuanya membacanya tanpa terkecuali.
Hingga sampai saat tiba, Sayaka telah selesai terlebih dahulu membaca semua tulisan yang berada di kertas tersebut.
"Onii..."
"Maaf menunggu lama,"
Sayaka tidak dapat meneruskan kalimatnya ketika Lily datang dengan nampan berisi 6 gelas minuman, disusul Tifa yang sama membawa nampan berisi 6 gelas minuman.
Melihat mereka berdua membuat Naruto menghela nafas. "Hah... Kalian ini," desahnya yang sampai membuat Tifa dan Lily tersenyum kepadanya.
Mengabaikan hal tersebut, Tifa dan Lily dengan ramah menyuguhkan minuman-minuman tersebut kepada para Old-Satans yang mereka anggap adalah tamu.
"Silahkan dinikmati," ucap Tifa dan Lily dengan ramah kepada tamu yang dimaksud itu.
Para Old-Satans tidak menyangka akan hal sepele seperti ini, pemikiran mereka berubah ketika melihat keramah-tamahan Tifa dan Lily. Tidak menyangkal kemungkinan bahwa nyonya-nyonya panti jauh lebih ramah dari pandangan sekilas yang mereka lihat sekarang, itu berbeda dari deskripsi awal yang mereka pikirkan yang berbanding terbalik dari kenyataan sekarang.
Yang perlu dilakukan sekarang para Old-Satans adalah menikmati sajian yang diberikan oleh nyonya Panti dan bersiap menunggu tugas dari nyonya Panti yang harus mereka kerjakan setelah sang pemimpin desa menyerahkan itu semua kepada nyonyanya.
"Oh ya, Tifa, Lily," panggil Naruto disela-sela kesibukan Tifa dan Lily sekarang.
Mereka yang dipanggil pun menoleh dengan kompak. "Ada apa, Naru?" jawab mereka berdua.
"Kalian bisa memperkejakan mereka untuk urusan desa ini," kata Naruto, akan tetapi Tifa dan Lily malah bingung mendengar perkataan seperti itu dari Naruto, sehingga Naruto menghela nafas melihat keterbingungan mereka. "Huh... Detail mereka ada disini," lanjutnya sambil menyerahkan sebuah buku kepada Lily yang paling dekat dengan Naruto. "Aku ada sedikit urusan dengan bapak tua, jadi aku tinggalkan mereka untuk kalian,"
Tifa dan Lily mengangguk mengerti.
Tapi sebelum Naruto melangkah pergi dia berbisik pelan di telinga Tifa dan Lily secara bergantian yang seketika membuat mereka kembali mengangguk dengan semangat, dan setelah itu Naruto melangkah pergi bersama Orsi keluar rumah.
Setelah itu Naruto dan Orsi tidak terlihat.
Kini Tifa dan Lily memulai membaca bersama dengan cermat tulisan di kertas dari Naruto tadi. Mereka sempat terkejut sesaat setelah mengetahui penjelasan dalam kertas tersebut yang berisi jika mereka para Old-Satans adalah Stray-Devils yang menjadi tawanan, tapi setelah menangkap sebuah penjelasan bahwa mereka para Old-Satans telah disegel hak kebebasannya dan kekuatannya membuat Tifa dan Lily menghela nafas lega.
Memang terlihat kejam menyegel kebebasan seseorang, akan tetapi itu pantas untuk mereka yang menyandang tawanan agar tidak membahayakan walau pun itu kecil kemungkinan untuk mereka berani berbuat kesalahan kecil, tapi untuk kewaspadaan memang diperlukan.
"Baiklah, hmm... Kita mulai dari mana?" Lily menatap para tamu, dan seketika membuat mereka para Old-Satans terdiam tanpa suara.
"Huh... Baiklah, biarkan aku yang memulainya," Tifa tiba-tiba menyela ketika mendapati suasana yang Cakung, menatap para tamu yang perhatian mereka telah tertuju padanya dan kemudian Tifa berkata kembali. "Kalian bisa mengenalkan diri kalian masing-masing dan keahlian apa yang kalian miliki secara bergantian," mintanya untuk memastikan tugas apa yang akan diberikan nanti kepada mereka sesuai dengan keterampilan mereka masing-masing yang bermanfaat untuk desa.
.
.
Di sisi lain, Naruto melangkah santai menyusuri setiap jalan setapak desa dengan ditemani oleh Orsi, obrolan santai menjadi teman setiap langkah perjalanan mereka berdua.
Tiba-tiba ada sepasang orang tua keluar dari rumah membawa sesuatu di tangannya menghampiri Naruto dan Orsi.
"Naruto-sama, hari ini kami membuat manisan, apakah anda mau mencicipinya?" tawar sang perempuan tua.
"Ah terima kasih, bi," Naruto menerimanya dengan senang hati membuat sepasang orang tua itu senang karena pemberiannya diterima oleh Naruto.
"Naruto-sama, hari ini kebun apel kami panen, buahnya segar, anda boleh mencobanya," tiba-tiba pria tua dengan pakaian kebun menghampiri Naruto dengan sekeranjang buah apel yang masih segar.
"Ah terima kasih, paman," Naruto kembali menerima dengan senang hati.
"Naruto-sama, tambak kami sedang panen besar, ini untuk anda," datang lagi seorang pria tua dengan ikan cukup besar diberikan kepada Naruto.
Dan itu masih terus berlanjut, setiap warga yang mengetahui kedatangan Naruto langsung keluar rumah dan memberikan sesuatu hasil dari penghasilan mereka, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging, ikan, susu, berbagai macam olahan makanan rumahan, bahkan ada yang memberikan suvenir karya tangan dari desa tersebut. Naruto menghargai mereka, maka dengan senang hati menerima semua itu agar para warganya senang.
Hal tersebut membuat Naruto kewalahan dan bingung untuk menampung berbagai macam pemberian dari warga sekitar, rasa bingungnya membuat Naruto menoleh ke arah Orsi yang malah tenang-tenang saja di belakang para warga yang mengerumuni Naruto.
"Pak tua! Jangan diam saja di situ!"
"Huh..." Orsi menghela nafas mendengar teriakan Naruto, dia kemudian menghampiri kerumunan. "Permisi tuan-tuan, nyonya-nyonya, diharap untuk memberi sedikit ruang untuk tuan Naruto, dia terlihat kesusahan atas tindakan kalian seperti itu," ucapnya memberikan sebuah perhatian kepada warga atas kerepotannya pimpinan mereka saat ini.
"Ah maaf kepala desa,"
Para warga yang memahami penjelasan Orsi seketika memberikan ruang untuk Naruto, mereka langsung cengengesan kikuk saat mendapati jika Naruto sangat-sangat kewalahan menampung pemberian dari mereka yang menggunung menutupi Naruto.
Mengetahui jika Naruto kesusahan untuk bergerak, Orsi langsung menoleh ke arah seorang pria botak berbadan kekar dan besar. "Paman, bisa kau bantu untuk membawa semua barang-barang tersebut ke panti, tuan Naruto pasti sangat berterima kasih kepadamu," minta Orsi.
"Siap! Pak kepala desa!"
Dalam sekejap sudah ada gerobak pengangkut yang entah pria itu dapat dari mana, dengan semangat pria itu menerobos kerumunan yang sudah menyingkir kemudian memasukan semua barang-barang yang hampir menimbun Naruto ke dalam gerobak.
"Hah... Hah... Aku sangat berterima kasih kepadamu, paman," kata Naruto setelah semua barang tersebut masuk ke dalam gerobak.
"Sama-sama, Naruto-sama!" seru pria tersebut dengan senang. "Aku akan langsung membawa ini ke Panti, Naruto-sama!" lanjutnya.
"Ya,"
Pria tersebut langsung menarik gerobak tersebut pergi, tenaganya seolah tak masalah menarik beban yang terlihat berat itu.
Rasanya cukup lega setelah beban menumpuk sudah hilang, kini pandangan Naruto beralih kepada para warga yang masih berkumpul di sekitarnya.
"Baik semuanya, aku akan memberitahukan bahwa kalian harus berkumpul di pusat desa saat menjelang malam, kita akan menyambut cahaya di malam hari,"
"Apakah ini sebuah pesta perayaan?" salah satu warga bertanya.
"Yap! Kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan dan dadakan malam ini, pastikan semuanya bekerjasama untuk merayakan pesta ini,"
Semua warga terlihat senang mendengarnya, mereka semua langsung berpamitan untuk pulang dan bersiap-siap menyambut pesta. Banyak yang berencana untuk membuat makanan terenak untuk dinikmati di pesta nanti, membuat Naruto bersyukur sekali melihat antusiasme para warganya.
Hingga beberapa saat.
"Huh..." Naruto menghela nafas setelah pada warganya tidak terlihat lagi. "Kau harus cari Asistent untuk membantu pekerjaanmu, Pak Tua, untuk sedikit menertibkan para warga agar tidak berlebihan saat aku datang ke sini," tukas Naruto sedikit mengeluh mengingat kejadian barusan yang sampai membuatnya kewalahan.
"Siapa? Di sini tidak ada warga yang pandai politik, aku malah akan jadi kerepotan jika memiliki Asistent seperti itu,"
"Kau bisa memilih salah satu dari mereka yang aku bawa, ada yang pintar dalam politik,"
"Mereka? Itu tidak mungkin, Naruto. Mereka adalah warga baru otomatis akan sulit untuk diterima oleh warga sekitar bila tiba-tiba menjadi orang penting di desa ini,"
"Itu akan menjadi tugas mereka untuk menyakinkan para warga menerima mereka,"
"Huh... Baiklah, akan kupikirkan nanti,"
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, dan tujuannya adalah sebuah bangunan seperti mercusuar di tepian sungai yang lumayan jauh dari desa, lokasinya di pinggiran kebun padi yang membentang luas.
Saat Naruto dan Orsi memasuki bangunan tersebut, mata mereka melihat 2 orang pria yang sedang bekerja memperbaiki barang-barang tertentu di dalam bangunan.
Orsi seketika menyuruh para pekerja untuk menghentikan pekerjaan mereka saat ini, kemudian membimbing Naruto menuju sebuah benda berbentuk kotak 2 meter persegi yang dikelilingi beberapa tabung baja dan lilitan kabel kecil yang rumit yang terhubung oleh kabel besar yang menjuntai ke atas menembus atap bangunan.
Salah satu pekerja menghampiri Naruto sambil membawa gulungan kertas besar. "Naruto-sama, semua rancangan yang ada perintahkan telah selesai sepenuhnya," pekerja tersebut memberikan gulungan kertas tersebut kepada Naruto.
"Baguslah," ucap Naruto sambil membuka gulungan kertas tersebut.
Gulungan tersebut berisi sebuah gambar struktur tertentu yang dibagi menjadi 2 bagian, struktur bagian kanan mengambarkan sebuah garis-garis panjang dan sebuah titik merah yang diasumsikan itu adalah struktur kabel-kabel yang menghubungkan beberapa titik di desa. Kemudian struktur sebelah kiri mengambarkan sebuah garis membentuk berbagai bidang yang menyatu membentuk sebuah pola dan gambar tertentu, gambar tersebut diasumsikan sebagai struktur sebuah mesin tertentu yang hanya Naruto yang tahu fungsi mesin tersebut, lebih tepatnya mesin di hadapannya sekarang.
Naruto tersenyum puas ketika mengetahui banyak tanda centang hijau di setiap titik pada struktur tersebut, Naruto langsung menutup kembali gulungan tersebut lalu diberikan kembali kepada pekerja tersebut.
"Baiklah, sekarang tinggal memasukan sumber inti untuk mesin ini,"
Naruto menghadap sebuah mesin yang dimaksud di hadapannya, membuka sebuah pintu kecil pada mesin tersebut. Kemudian tiba-tiba muncul sebuah kotak pemberian dari Goldva di tangannya.
"Ini sangat berbahaya, diharap kalian menjaga jarak 3 meter lebih dariku," perintahnya kepada Orsi dan para perkerja yang berada di situ.
Semua mematuhinya, walaupun mereka tidak tahu maksud yang akan dilakukan oleh Naruto, mereka lebih memilih cari aman dengan mematuhi perintah Naruto walaupun mereka sangat penasaran dengan tindakan apa yang akan dilakukan oleh Naruto sekarang.
*Srrrrt! Srrrrrt! Srrrrrt!*
Dan kenyataannya itu memang sangat berbahaya, tiba-tiba saja sebuah pecikan listrik mengamuk di sekitar Naruto setelah kotak yang tadi dimunculkan dibuka tutupnya.
Orsi dan para perkerja lainya dapat merasakan sedikit getaran sengatan listrik tersebut walaupun tidak ada percikan listrik yang mengenai mereka. Hal tersebut membuat mereka takjub dengan Naruto yang tertahan dengan amukan listrik yang bahkan mereka tak dapat membayangkan bagaimana rasanya sengatan listrik secara langsung yang dialami oleh Naruto sekarang.
Bola biru Naruto ambil dari kotak tersebut, tapi sebenarnya itu adalah sehelai bulu Thunder Bird yang menampung ribuan juta Volt yang telah Naruto segel untuk redamkan aliran listrik dimana kapasitas energi yang dikeluarkan di titik standar seperti listrik-listrik pada umumnya di perkotaan.
Lalu Naruto memasukan bulu bercahaya biru tersebut ke dalam mesin, dan ternyata di dalam mesin sudah ada tempat khusus untuk menaruh bulu Thunder Bird tersebut.
Setelah semuanya dirasa selesai, Naruto menutup kembali mesin tersebut dan disusul beberapa bohlam lampu berwarna hijau yang menempel di sudut permukaan mesin tersebut menyala, tandanya proses itu telah berhasil dan tinggal menarik tuas pada sisi lain mesin yang terpasang sesuai prosedur tertulis pada kertas Struktur yang tadi Naruto lihat.
"Sempurna, ini hasil yang sangat memuaskan," Naruto terkesan dan senang mengetahui bahwa semua yang dia lakukan berhasil dan mesin itu tidak menimbulkan sebuah pengaruh apa-apa.
Yang artinya mesin itu dapat menerima dengan baik energi bulu Thunder Bird.
Begitu juga para pekerja, mendengar reaksi Naruto seperti itu membuat mereka senang dan bahagia, tandanya jerih kerja keras mereka membangun sebuah proyek yang diminta oleh pimpinan mereka berhasil dan tidak mengecewakan.
Naruto berbalik badan, menatap Orsi dan para pekerja.
"Baiklah, kalian boleh berhenti bekerja hari ini dan bersiap-siaplah untuk menyambut pesta malam ini," ucap Naruto untuk para pekerja.
Mereka terkejut, antara percaya dan tidak percaya mendengar pemberitahuan dari Naruto, pasalnya mereka tidak mendapatkan sebuah pengumuman soal tersebut jauh-jauh hari.
"Pastinya pesta dadakan untuk menyambut cahaya pada malam hari," Naruto melanjutka lagi ucapannya untuk menjawab keterbingungan para pekerja.
Akhirnya mereka para pekerja mengerti, kata Dadakan membuat mereka sangat yakin jika pemberitahuan dari Naruto memang benar akan diadakan. Wajah mereka menjadi senang dan langsung berpamitan dengan sopan untuk mempersiapkan diri pada pesta dadakan yang akan dilaksanakan menjelang malam ini.
Begitu juga Naruto, urusan di sini sudah selesai, tinggal nanti menyuruh Bunshinnya untuk menarik tuas untuk tugas akhirnya. Dan sekarang Naruto memilih untuk kembali ke Panti diikuti oleh Orsi yang stay mendampinginya.
.
.
Kembali ke suasana Panti, Tifa dan Lily sudah dapat menyimpulkan dengan jelas tentang peran dan tugas mereka para Old-Satans nantinya untuk desa setelah baru saja mereka memperkenalkan diri dan memberitahu keahlian mereka di bidang mereka masing-masing.
Bagi Tifa dan Lily jelas hanya di bidang Pendidikan yaitu mengajar, Medis, dan, Politik yang paling diperlukan di desa ini.
Walau pun banyak sebagian dari mereka hanya masuk dalam kategori Sosial, selain untuk 3 anak-anak itu.
Di antaranya adalah.
Pendidikan
Arizona Asmodeus
Putri Bangsawan dari Pillar Asmodeus, adik Creuserey Asmodeus.
Ley Leraje (Grand Chase)
Putri Bangsawan Pillar Leraje.
Ebony Beleth
Lady Bangsawan Pillar Beleth.
Medis
Anila Aim (Brave Nine)
Lady Bangsawan Pillar Aim.
Esther Leraje (Brave Nine)
Putri Bangsawan Pillar Leraje, saudara tidak sedarah Ley Lereje.
Politik
Hernella Halphas (Brave Nine)
Lady Bangsawan Pillar Halphas.
Sosial
Sayaka Leviathan
Putri Bangsawan Pillar Leviathan, adik Katerea Leviathan.
Nevada Beelzebud
Putri Bangsawan Pillar Beelzebud, adik Shalba Beelzebud.
Laplas Seere
Putri Bangsawan Pillar Seere yang melayani Bangsawan Pillar Asmodeus.
Anak-Anak
Seir Amy (Brave Nine)
Putri Bangsawan Pillar Amy yang tersisa.
Cynthia Foras (Knight Chronicle)
Putri Bangsawan Pillar Foras yang tersisa.
Veigas Valac (Grand Chase)
Putri Bangsawan Pillar Valac yang tersisa.
Semuanya sudah ditetapkan oleh Tifa dan Lily, kecuali untuk mereka yang masih anak-anak, mereka diwajibkan untuk masuk dalam bimbingan belajar seperti anak-anak lainnya di Desa Hage.
Tap!
Tifa menutup buku.
"Tugas kalian dimulai besok, kerjakan dengan benar jangan sampai membuat kesalahan," tegas Tifa.
Para Old-Satans mengangguk dengan kompak.
"Baiklah, karena pekerjaan kalian dimulai besok, sekarang kalian semua bantu aku di belakang," ajak Lily.
Lily sangat bersyukur sekali, mendapat kabar dadakan tentang pesta desa dari Naruto tadi membuat mereka sedikit terkejut, tapi setelah dia tahu jika dia bebas memperkerjakan orang-orang di hadapannya membuatnya merasa lega, persiapan pesta dadakan bisa diselesaikan dengan cepat jika banyak orang yang membantu.
Mengangguk adalah pilihan satu-satunya bagi mereka para Old-Satans , dan patuh karena mulai sekarang kedua orang di hadapannya adalah nyonya untuk mereka, maka segala perintahnya harus dilaksanakan tanpa terkecuali walau pun itu hanya perintah sepele.
Mereka ingin hidup.
Maka sebisa mungkin untuk tidak berbuat kesalahan.
Dan acara sore ini, di dapur panti akan terlihat ramai dan awal bagi mereka para Old-Satans untuk menyesuaikan lingkungan sekitar.
.
.
#Skip time...
.
Malam telah tiba, di pusat desa Hage nampak ramai riuh dipenuhi oleh para warga, ditambah berbagai sajian telah tersaji dengan rapi di meja yang memanjang.
Pesta menyambut cahaya malam sedang diadakan.
Penerang obor setiap jalan kini telah diganti oleh penerang lampu, semua warga sangat senang dengan perubahan tersebut.
Kini semua orang tidak akan takut lagi untuk keluar rumah saat malam, semuanya menikmati pesta kecil ini.
Di sisi lain untuk nyonya Panti, mereka mendapatkan kesibukan masing-masing di tengah-tengah pesta kecil ini.
Lily memang sangat populer di kalangan anak-anak, saat ini dia sedang dikerumuni oleh anak-anak dari warga desa maupun panti, karena Lily memiliki sifat ke-ibu-an yang sangat gemar untuk menceritakan sebuah cerita yang menarik bagi anak-anak.
Dan Tifa, dia sangat populer di kalangan orang tua seperti ibu-ibu dan nenek-nenek. Tifa selalu saja menemukan topik yang menarik untuk dibicarakan bersama mereka.
Tapi bagi Aphrodite, dia ingin menyendiri. Duduk di tepian lapangan dengan arah pandang yang tidak lepas dari senda gurau Adrestia bersama gadis-gadis desa seumurannya.
Mengetahui itu, Aphrodite tersenyum.
"Maaf, boleh aku duduk di sini," minta seorang nenek-nenek tua kepada Aphrodite.
"Ah silahkan, Nek," balas Aphrodite yang sempat terkejut sesaat karena lamunannya buyar.
Nenek tua tersebut langsung duduk di sebelah Aphrodite, pandangan rabunnya juga mengarah ke arah Adrestia dan teman-teman gadisnya.
"Aku tidak menyangka jika Adrestia memiliki tawa yang sangat indah," gurau sang Nenek.
Aphrodite tersenyum menanggapi gurauan Nenek tersebut.
"Padahal dulu aku mengira jika Adrestia tidak bisa tersenyum maupun tertawa seperti saat ini,"
Alis sebelah Aphrodite terangkat, dengan tindakan singkat dia menoleh dan langsung bertanya. "Memangnya ada yang aneh pada Adrestia waktu dulu?" ucapnya yang penasaran.
Tidak dipungkiri lagi, memang kenyataannya Aphrodite sangat penasaran dengan masa lalu Adrestia di desa ini, Aphrodite belum sempat mencari tahu tentang itu karena hari-hari sebelumnya dia gunakan untuk memperkenalkan dirinya kepada orang-orang desa bahwa dia adalah ibu kandung Adrestia.
Nenek itu juga sudah tahu jika Aphrodite adalah ibu kandung Adrestia.
Kini Nenek itu balik menatap Aphrodite. "Adrestia waktu dulu, dia memiliki tatapan yang sangat mengerikan, bahkan sampai membuat semua orang takut dengan tatapannya itu," Nenek itu menjeda ucapannya, pandangannya dia alihkan ke tempat Naruto berada yang berada di sudut lapangan sedang membahas suatu prihal dengan Orsi dan beberapa orang-orang penting bagi Desa. "kau sebagai ibunya harus berterima kasih kepadanya, dia telah berjuang memecahkan kerasnya hati Adrestia, dia juga yang telah menarik penderitaan Adrestia dengan kasih sayang layaknya orang tua yang ideal untuknya tanpa memandang siapa Adrestia waktu itu,"
Aphrodite sangat paham maksud perkataan terakhir nenek tersebut, maksudnya adalah untuk berterima kasih kepada Naruto yang telah mendidik dan memberikan sebuah pemahaman yang baik untuk Adrestia. Tapi kenyataannya Aphrodite termenung, dia sangat yakin bahwa penyebab tatapan menakutkan Adrestia waktu dulu itu karena dia dan Ares yang telah gagal menjadi orang tua untuk Adrestia.
"Huh..." tiba-tiba Nenek itu menghela nafas membuat Aphrodite kembali menegakkan kepalanya. "Aku heran dengan Naruto-sama, aku melihatnya seperti dia pernah melewati berbagai banyak cobaan hidup sebagai orang tua, sehingga dia tahu bagaimana cara memberikan pemahaman setiap karakter yang berbeda-beda,"
Kali ini Aphrodite memilih untuk diam tanpa memberikan sebuah ekspresi tertentu, sebenarnya Aphrodite tercengang tapi dia tutupi dengan sempurna.
Bukan karena terkejut, hanya saja jika Nenek itu tahu jika Naruto yang Nenek itu hormati memiliki anak dan istri yang berlusin-lusin di luar desa itu, maka itu bisa membuat Nenek tersebut terkena serangan jantung karena sangat terkejut, bahwa sebenarnya Nenek itu dan semua orang di desa hanya mengetahui jika Naruto yang mereka hormati memiliki istri di luar desa hanya Yasaka saja dan yang di desa adalah Tifa dan Lily.
Dan pada akhirnya Aphrodite menanggapinya dengan senyum yang sedikit kaku. "Mungkin pendapat Nenek ada benarnya," ucap Aphrodite.
Nenek itu menghela nafas, keheningan pun terjadi karena tidak menemukan topik pembicaraan yang lain.
Pada akhirnya pandangan mereka dialihkan ke arah Adrestia dan teman-temannya.
Pada saat itu, Aphrodite tersenyum saat mengetahui Adrestia sedang tersipu karena kejahilan teman-temannya.
Aphrodite tahu, dia adalah Dewi cinta.
Jika Adrestia sedang jatuh cinta dengan seseorang, hanya saja Aphrodite penasaran dengan siapa Adrestia jatuh cinta.
Aphrodite tidak akan melarangnya dengan siapa Adrestia jatuh cinta, itu adalah hak perasaan putrinya dan dia hanya bisa mendukungnya sebagai orang tuanya. Dan mungkin ini adalah kesempatannya untuk mengetahui siapa yang dicintai oleh putrinya saat mengetahui teman-teman gadis Adrestia mendorongnya ke kerumunan para remaja cowok, seperti dipaksa teman-temannya untuk mengungkapkan perasaannya kepada cowok yang dimaksud dengan setangkai bunga di tangannya.
Mungkin Asta, atau mungkin Yuno.
Aphrodite hanya mampu untuk menebak dua nama itu, karena dari kesehariannya hanya mereka berdua yang paling dekat dengan Adrestia.
Tapi seketika senyuman Aphrodite memudar saat mengetahui teman-teman gadis Adrestia mendorongnya melewati para kerumunan para cowok.
Rasa bingung melanda di kepala Aphrodite.
"Ah... Sepertinya anda harus berjuang untuk bersaing dengan putri anda," Nenek itu tiba-tiba saja berujar.
Aphrodite tidak dapat berekspresi dengan benar, dia hanya mampu untuk berpikir. "Ini tidak mungkin kan?" saat mengetahui teman-teman Adrestia mendorongnya jauh sampai di hadapan ayah angkatnya.
"Selamat berjuang~~ pastikan untuk mendapatkan pengakuan dari Yasaka-sama, serta Tifa-sama dan Lily-sama jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan,"
Goda nenek itu bersamaan dengan dia yang melangkah pergi meninggalkan Aphrodite yang masih terdiam membisu seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, kenyataannya Adrestia memberikan setangkai bunga untuk ayah angkatnya.
Hingga akhirnya Aphrodite dapat menyimpulkan apa yang baru saja dia lihat.
"Jadi begitu ya... Cinta tanpa harapan,"
Kesimpulannya setelah mengetahui fakta, bahwa bunga yang Adrestia berikan kepada ayah angkatnya adalah setangkai bunga Tulip Kuning.
.
Sedangkan Naruto, dia merasa bingung dengan tindakan Adrestia barusan yang tiba-tiba memberikan setangkai bunga untuknya lalu pergi begitu saja.
"Ehem!" salah satu tertua desa berdehem keras membuat orang-orang di dekatnya mengalihkan pandangan kepadanya, termasuk Naruto. "Nampaknya anda tidak hanya dicintai oleh istri-istri anda, tapi anak angkat anda juga mencintai anda," gurau sang tertua itu.
"Mana ada!"
Naruto langsung menyangkalnya, baginya ini sangat tidak logis bila terjadi, karena yang Naruto pikir mungkin tindakan Adrestia itu hanya sekedar cinta kasih sayang kepada orang tua, bukan karena hal lain.
Orang-orang di dekat Naruto seketika geleng-geleng kepala.
"Ah sudah, jangan pikirkan kejadian barusan, kita lanjutkan pembahasan kita,"
Naruto langsung mengalihkan topik, tidak ada waktu baginya untuk memikirkan kejadian barusan. Membahas pembangunan desa untuk selanjutnya jauh lebih penting sekarang.
Naruto malam ini akan langsung kembali ke Kuoh, jadi tidak ada waktu lagi.
Karena besok, di kota Kuoh dia akan menemui dan menjemput bagian darinya yang sangat penting dalam hidupnya.
.
.
Tbc
.
.
Hay, Hay, kembali lagi dengan ane hehe...
Jujur saja untuk chapter ini saat ane pikirkan bagaimana alurnya, itu terasa memusingkan dan rumit, Tapi syukurnya itu bisa diselesaikan dengan baik.
Cuma itu si hehe...
Baiklah, semoga kalian terhibur dengan chapter ini.
See you next chapter...
.
.
'Anak-anak Naruto'
(1)
Nama : Draig(Human Form 'Rindo Kobayashi' : Sogeking no Souma).
Umur : 207 tahun,(umur 27 tahun untuk bentuk Human Form-nya).
Gender : Perempuan
Ibu : Great Red(Human Form 'Satan' : no Taizai).
(2)
Nama : Albion(Human Form 'Briyhild' : FGO).
Umur : 207 tahun,(umur 27 tahun untuk bentuk Human Form-nya).
Gender : Perempuan
Ibu : Kholkikos(Human Form 'Bellial' : no Taizai).
(3)
Nama : Olive Uzumaki(Fubuki versi rambut kuning dan panjang : OPM).
Umur : 30 tahun(umur 26 tahun sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Perempuan
Ibu : Katerea Leviatan(High School DxD).
(4)
Nama : Menma Uzumaki(Jellal Fernandes versi rambut coklat tanpa tatto : Fairy Tail).
Umur : 27 tahun(umur 24 tahun sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Laki-Laki
Ibu : Katerea Leviathan(High School DxD).
(5)
Nama : Naruko Uzumaki(Female Naruto tanpa kumis kucing di setiap pipinya).
Umur : 21 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Perempuan
Ibu : Serafall Leviathan(High School DxD).
(6)
Nama : Vivi Uzumaki(Vivi Nefertari versi rambut putih perak : One Piece).
Umur : 21 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Perempuan
Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).
(7)
Nama : Gray Uzumaki(Gray Fulbuster versi rambut kuning : Fairy Tail).
Umur : 19 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Laki-Laki
Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).
(8)
Nama : Mirajane Uzumaki(Mirajane Straus : Fairy Tail).
Umur : 19 tahun(umur 18 sesuai fisik yang terlihat).
Gender : Perempuan
Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).
(9)
Nama : Rin Uzumaki(Rin Tohsaka : Fate/Stray Night).
Umur : 19 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat.
Gender : Perempuan
Ibu : Serafall Leviathan(High School DxD).
(10)
Nama : Lucy Uzumaki(Lucy Heartfilia : Fairy Tail).
Umur : 17 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Arturia Pendragon(Fate/Stray Night).
(11)
Nama : Minato Uzumaki(Minato Namikaze Chunin versi lebih tinggi : Naruto).
Umur : 17 tahun
Gender : Laki-Laki
Ibu : Yasaka(High School DxD).
(12)
Nama : Liya Uzumaki(Liya : Dragon nest)
Umur : 16 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Asuna(versi Elf Undine : SAO).
(13)
Nama : Leo Uzumaki(Leo Vermillion : Black Clover).
Umur : 14 tahun
Gender : Laki-Laki
Ibu : Mereoleona Vermillion(Black Clover).
(14)
Nama : Kunou Uzumaki(Kunou : High School DxD)
Umur : 12 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Yasaka(High School DxD).
(15)
Nama : Shuna Uzumaki(Meroune Lorelei : Monster Musume no Iru Nichijou).
Umur : 12 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Shirahoshi(One Piece).
(16)
Nama : Sting(Sting : Fairy Tail).
Umur : 11 tahun
Gender : Laki-Laki
Ibu : Freya(Amuryllis Asmodeus versi rambut kuning : Mairimashita! Iruma-kun).
(17)
Nama : Luck Uzumaki,(Black Clover).
Umur : 10 tahun
Gender : Laki-Laki
Ibu : Albedo(Overlord).
(18)
Nama : Luna Uzumaki(OC)
Umur : 10 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Boa Hancock(One Piece)
(19)
Nama : Hinami Uzumaki(Tokyo Ghoul)
Umur : 8 Tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Itori,(Tokyo Ghoul).
(20)
Nama : Kuroe Uzumaki(Kuroe Ningyouhara : C3, CubexCursedxCurious)
Umur : 5 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Chisato Hasegawa(Shinmai Maou no Testament).
(21)
Nama : Myu Uzumaki(Arifureta).
Umur : 4 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Remia(Arifureta).
(22)
Nama : Luffy Uzumaki(One Piece).
Umur : 8 bulan
Gender : Laki-Laki
Ibu : Nico Robin(One Piece setelah Time Skip).
•
'anak-anak Menma'
(1)
Nama : Koyuki(Lecliss : Brave Nine)
Umur : 12 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Kiyohime(FGO)
(2)
Nama : Staz(Blood Lad, rambut coklat)
Umur : 10 tahun
Gender : Laki-Laki
Ibu : Shalter Bloodfallen(Overlord)
(3)
Nama : Eva(Evangelin A.K Mcdowel : Negima: Magister Negi Magi)
Umur : 8 tahun
Gender : Perempuan
Ibu : Evangelin A.K Mcdowell(UQ Holder)
.
.
.
.
.
See you next chapter...
