STRONG FATHER

.

Disclaimer

Naruto : Masashi Kishimoto

HighSchoolDxD : Ichie Ishibumi

Dan karakter lainnya dari Disclaimernya masing-masing, saya hanya meminjamnya.

.

Rate : M

Genre : Family, Humor, Romance, Fantasy

Pair :

Naruto U x Harem

(Great Red x Kholkikos x Katerea x Serafall x Grayfia x Arturia x Yasaka x Asuna x Mereoleona x Shirahoshi x Albedo x Freya x Hancock x Chisato x Remia x Robin) x (Kalawarner x Izanami x Gabriel x Hestia x Tiamat x Tifa x Lily x Ophis -)

Menma x Harem

(Kiyohime x Shalter x Evangelin x Raynare x Akeno x -)

(Gray x Kuroka x -) (Vali x Mirajane) (Shiro x Rin) (Natsu x Lucy) (Lambert x Liya) (Minato x Koneko x -)

.

Warning! : Fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kosa kata hancur, Typo, ooc, Gaje, Alur berantakan.)

"Hello," : orang bicara

"Hello,": orang membatin

"Hello,": Monster bicara

"Hello," : Monster membatin

Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak Typo, kata yang kurang, serta kesalahan ketik banyak terjadi, karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.

.

.

Chapter 61

.

#Kuoh, Pagi...

.

Kicauan burung terdengar merdu menghiasi pagi hari ini mengiringi setiap langkah anak-anak sekolah yang hendak menuntut ilmu untuk pengetahuan masa depan nanti.

Seperti sekelompok orang-orang ini.

Anak-anak Naruto yang sudah remaja dan beberapa penghuni rumah Naruto berjalan beriringan menghiasi tepian jalan, ditambah dengan Amaterasu, Tsukoyomi, dan Athena membuat senda gurau semakin terasa.

Rosweisse dan Grandhilr terlihat mengeluh, tapi hal tersebut ditanggapi dengan mudah oleh sebuah tawa kecil dari Robin, Athena, Amaterasu, dan Tsukoyomi.

Tanpa perlu diberitahu, anak-anak Naruto sudah jelas sibuk dengan gurauan mereka di belakang orang-orang dewasa di situ.

Alih-alih di tengah topik gurauan ala mereka orang dewasa, pandangan Robin menangkap sosok Chisato yang baru saja menyeberang jalan sehingga dengan reflek alaminya dia melambaikan tangan.

"Chisato-sensei!" teriak Robin memanggil Chisato.

Perhatian dan langkah Chisato seketika terhenti saat mendapati suara yang memanggilnya, dia tolehkan langsung kepalanya dan mendapati sosok Robin yang sendang menghampirinya dengan lari-lari kecil.

Sesaat setelah Robin sampai, Chisato sedikit membuka kaca matanya untuk menatap heran Robin yang entah kenapa memasang senyum semeringah kepadanya.

"Ada a..."

Belum sempat Chitato menyelesaikan ucapannya, dia telah ditarik dengan cepat oleh Robin dan diseret menuju sekolahan dengan cepat.

"Minna! Aku duluan!" teriak Robin kepada Amaterasu, Tsukoyomi, Athena, Rosweisse, dan Grandhildr setelah semakin menjauh.

"Huh..."

Melihat itu membuat Athena, Amaterasu, dan Tsukoyomi menghela nafas pasrah, bahwa kenyataan mereka bertiga memiliki sebuah tujuan untuk bisa akrab dengan Robin.

Tujuan yang benar-benar sama sesuai hati yang telah membimbingnya begitu.

Sedangkan Robin yang terus menarik Chisato telah melewati gerbang sekolah, mereka akan melewati lorong-lorong sekolahan.

"Tunggu Robin-Sensei! Kenapa kau menariku seperti ini?"

Chisato langsung tertahan membuat langkah Robin terhenti.

Rasa bingung hinggap di kepala Chisato atas tindakan Robin, ditambah senyuman Robin yang ditunjukkan untuknya dari tadi.

Chisato menatap intens Robin.

"Baiklah, baiklah, aku akan mengatakannya sambil kita jalan,"

Chisato yang penasaran langsung menyetujuinya dengan mengangguk, mereka pun kembali melangkah dengan Robin yang satu langkah di depan Chisato.

Tepat saat di pertengahan lorong-lorong, Robin berbalik badan dan melangkah mundur sehingga saling berhadapan dengan Chisato.

"Aku ingin mempertemukanmu dengan Naru nanti sore," ucap Robin tiba-tiba.

Suasana di sekitar Chisato tiba-tiba menjadi hening, langkahnya terhenti dengan pandangan yang melebar terkejut.

Akan tetapi sesaat kemudian Chisato malah menunduk.

"Aku masih belum si..."

"Nanti sepulang sekolah, aku akan mendatangimu, maaf aku duluan karena ada beberapa materi yang harus aku siapkan sekarang,"

Robin telah pergi terlebih dahulu sebelum Chisato menyelesaikan ucapannya.

Lambaian tangan tidak dapat menghentikan langkah Robin yang main pergi saja.

Tapi kenyataan justru sebaliknya, Robin memang sengaja untuk menghindar karena dia tidak ingin mendengar sebuah penolakan dari Chisato, dengan begini mau tidak mau Chisato akan menyetujuinya walaupun itu akan berat untuk Chisato karena belum siap untuk bertemu dengan Naruto, yang faktanya adalah ayah dari anaknya.

Kini Chisato merasa bingung harus berbuat apa, dia berpikir pasti Robin tidak ingin mendapatkan jawaban penolakan darinya, tapi ini justru malah membuatnya tidak dapat berpikir dengan tenang.

Chisato ingin egois.

Sebab dia masih belum siap, akan tetapi dia ingin bertemu dengannya demi putrinya yang sudah saatnya mengetahui siapa sosok ayahnya selama ini.

Semoga beban pikir ini tidak menghambat pekerjaannya sebagai seorang guru hari ini.

.

.

.

#Skip di Rumah...

.

*Sring...!*

Tiba-tiba ruang tengah kediaman Uzumaki memperlihatkan sebuah tampilan lingkaran sihir teleport di permukaan lantai.

Tapi hal itu tidak mengejutkan bagi para penghuni rumah, apalagi saat mengetahui lambang tersebut sudah pasti mereka sangat tahu siapa yang akan muncul.

Bahwa yang muncul dari lingkaran sihir tersebut adalah sang nyonya besar, Yasaka.

Tapi rasanya aneh, cukup merasa heran saja mengetahui bahwa itu adalah Yasaka, maka Katerea berinisiatif menghampirinya.

"Ini tumben sekali, Yasaka-Chan, hari ini kan belum hari Minggu,"

"Aku bersyukur karena pekerjaanku cepat selesai, jadi aku memiliki waktu bebas yang banyak minggu ini,"

Yasaka langsung melangkah ke sofa, dan langsung duduk di sana.

Pandangannya langsung dialihkan ke sekitar kepada para penghuni rumah yang terlihat, yaitu Katerea, Hancock, Grayfia, dan Gabriel. Tapi yang jelas ada sapu tangan di tangan Katerea, sedangkan Hancock, Grayfia, dan Gabriel sedang sibuk membereskan meja makan keluarga, memindahkan peralatan makan yang kotor ke dapur untuk dibersihkan oleh Asuna dan Arturia yang sudah stay di sana.

Dan baru saja ditambah Remia dan Hestia yang terlihat di mata Yasaka, mereka baru saja keluar dari kamar yang berbeda dengan keranjang yang mungkin berisi kain kotor.

"Naru dimana?"

"Naru masih tidur, di kamar Serafall dan Grayfia,"

"Astaga, apakah Sera-Chan dan Grayfia-Chan membuatnya begadang?"

"Ah tidak kok,"

Alis sebelah Yasaka sedikit naik mengetahui jika tebakannya salah.

"Lalu kenapa Naru masih tidur di jam segini?"

"Ah itu," Katerea mengaruk pipinya merasa ragu. "Tadi malam, ada kekacauan di rumah ini,"

Seketika Yasaka langsung menatap Katerea.

"Bisa kau jelaskan kepadaku, apa yang terjadi tadi malam di rumah ini?"

Katerea pun mulai menjelaskan apa yang diminta oleh Yasaka, dari kedatangan para Stray-Devils Old-Satans, ditangkapnya Mamako Bael untuk di Eksekusi sebagai jaminan hidup beberapa pengikutnya yang sekarang sudah di tempatkan di desa Hage sebagai tawanan yang bekerja untuk desa.

Katerea juga mengatakan jika para pengikut Mamako Bael telah disegel hak kebebasannya, jadi tidak perlu khawatir jika mereka berani merusak desa Hage, karena dipastikan akan langsung binasa oleh segel dari Naruto.

Dan yang terakhir, Katerea memberitahu jika keluarga Uzumaki kedatangan anggota keluarga baru, yaitu Ophis.

"Huh..." Yasaka menghela nafas, dia tidak terkejut soal Ophis karena Great Red telah meminta sendiri kepadanya di Kyoto. Akan tetapi untuk soal Old-Satans, Yasaka benar-benar terkejut mengetahui hal tersebut, dia tidak menyangka jika rumah ini kedatangan oleh mereka.

Agar lebih jelas, Yasaka akan bertanya kepada suaminya nanti setelah dia bangun.

"Aku tidak menyangka jika terjadi sesuatu tadi malam di rumah ini," desah Yasaka.

"Um," Katerea mengangguk.

Tiba-tiba Yasaka beranjak berdiri. "Yos! Karena aku ada di sini, maka aku akan membantu pekerjaan rumah," ucapnya yang kemudian menoleh ke arah Katerea dan bertanya. "Ruangan bawah sudah ada yang membersihkannya belum?"

"Ah, kami tidak berani untuk masuk ke sana, Yasaka-Chan, takut tidak diperbolehkan oleh Naru,"

"Hah! Kata siapa tidak diperbolehkan?"

"Hanya pendapat kami saja, soalnya Naru tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ruangan bawah itu kepada kami,"

Yasaka menghela nafas panjang mendengar pengakuan Katerea.

"Naru sebenarnya tidak melarang kita untuk masuk ke sana, hanya anak-anak yang dilarang masuk oleh Naru," jelas Yasaka memberitahu.

"Jadi begitu ya,"

Yasaka hanya mengangguk untuk menanggapinya, kemudian Yasaka ambil sebuah kemonceng yang kebetulan ada di meja.

"Aku akan membersihkannya," kata Yasaka.

"Aku ikut, aku penasaran seperti apa ruangan bawah milik Naru," minta Katerea yang penasaran dengan isi ruangan bawah yang dimaksud.

"Baiklah, ayo," singkat Yasaka menyetujui.

Mereka berdua pun langsung menuju ruang bawah yang dijadikan ruangan bawah tanah oleh Naruto, pintu masuknya ada di sebelah tangga.

Turun ke bawah kira-kira 3 meter, sama dengan 15 anak tangga yang dipijaki.

Setelah sampai, Yasaka menekan saklar yang menempel di samping pintu bagian dalam ruangan bawah setelah pintunya dia buka.

Terlihat tidak berantakan, hanya saja banyak debu dan sarang laba-laba yang menempel di setiap sudut ruangan dan benda-benda di dalam, seperti sudah beberapa minggu tidak dibersihkan.

"Uhuk! Uhuk!" Katerea dan Yasaka terbatuk, debu-debu dan sarang laba-laba di ruangan tersebut sangat mengganggu.

Tanpa pikir panjang lagi, mereka mulai membersihkannya.

Bagi Yasaka membersihkan ruangan tersebut adalah hal biasa tanpa perlu berhati-hati karena dia sudah tahu mana barang yang dilarang disentuh maupun tidak oleh Naruto kepada mereka, tapi bagi Katerea dia sangat berhati-hati, selalu meminta ijin kepada Yasaka setiap barang yang akan dia bersihkan.

Sampai saat tiba, Katerea akan membersihkan debu yang menempel pada beberapa peti ukuran 30x20x20cm, Yasaka sedang membersihkan rak buku di ruangan tersebut.

"Ini peti untuk apa, Yasaka-Chan?" Katerea sangat penasaran dengan peti tersebut, setidaknya dia ingin tahu kegunaan peti itu untuk apa.

Yasaka menoleh.

"Ah itu," singkat Yasaka. "Sebaiknya kau lihat peti itu bertulis nama siapa," sambungnya memberitahu kemudian kembali dengan kegiatan bersih-bersih.

Katerea menjadi bingung, tapi setelah mendengar pemberitahuan Yasaka membuatnya kembali fokus ke peti di hadapannya, Katerea mengamati setiap inci peti tersebut sampai akhirnya dia menemukan sebuah plat kecil yang menempel pada peti tersebut.

Ada sebuah tulisan pada plat tersebut, Katerea memperjelas penglihatannya untuk membaca tulisan tersebut.

Yang ternyata tulisan tersebut bertulis [U. Menma].

Seketika Katerea langsung menoleh ke arah Yasaka kembali.

"Ini bertulis Menma-kun, Yasaka-Chan,"

"Oh... Berarti itu adalah warisan yang akan diberikan kepada Menma-kun," balas Yasaka tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. "Kau juga boleh membukanya untuk melihat isinya," sambungnya.

Katerea seketika tidak dapat berucap, sedikit terkejut mendengarnya karena dia tidak menyangka jika peti itu adalah warisan untuk anaknya.

Katerea juga penasaran, dia ingin tahu warisan apa yang akan diberikan kepada anaknya. Sehingga dia membuka peti tersebut yang memang dibiarkan tidak ter borgol.

Ternyata berisi penuh oleh emas batangan.

Katerea menjadi takjub, siapa si yang tidak akan takjub melihat emas begitu banyak yang bahkan nilainya miliaran dollar? Tapi itu adalah hak milik anaknya sehingga Katerea kembali menutupnya.

Melihat ke peti yang lainya, di situ bertulis [U. Naruko, melihat ke yang lainnya lagi bertulis [U. Minato, hingga pada akhirnya Katerea menghitung jumlah peti tersebut yang ternyata berjumlah 20, dan itu masih ada beberapa yang masih dalam proses pembuatan.

Sekarang Katerea mengerti, ternyata peti-peti yang dia lihat sekarang adalah warisan harta yang akan diberikan kepada anak-anaknya Naruto, termasuk anaknya juga.

Dalam senyum mengembang, Katerea tidak menyangka jika Naruto telah memikirkan jauh ke depan untuk masa depan para anak-anaknya, bahkan itu belum sempat terpikirkan oleh Katerea.

Katerea pun memutuskan untuk membersihkan debu-debu yang menempel pada semua peti tersebut, dan dia susun dengan rapi di pojok ruangan.

.

.

#Skip time...

.

1 jam 37 menit akhirnya membersihkan ruangan bawah selesai, kini Yasaka dan Katerea beristirahat di dekat meja tunggal yang kemungkinan adalah meja pribadi milik Naruto yang biasanya digunakan untuk mengerjakan sesuatu.

Perhatian Katerea tertuju pada foto yang terbingkai terpajang di atas meja.

Katerea pun mengambilnya.

Tampak jelas, gambar itu menggambarkan sosok orang dewasa berambut pirang jabrik serta 3 bocah yang 1 di antaranya adalah perempuan.

Tiba-tiba Yasaka menunjuk gambar bocah berambut kuning jabrik yang seketika membuat Katerea terkejut.

"Ini Naru," kata Yasaka memberitahu.

Mendengar tersebut entah mengapa membuat Katerea mengerjapkan matanya berkali-kali, rasanya tidak percaya dengan apa yang diberitahu oleh Yasaka, soalnya tampilan bocah berambut jabrik di dalam foto itu terlihat seperti bocah nakal yang sulit diatur, sama seperti bocah berambut hitam dalam foto yang memakai kacamata renang di kepalanya, berbeda dengan bocah perempuan yang nampak selalu ceria dan bocah bermasker yang terlihat kalem. Tapi Katerea cukup terpesona dengan satu-satunya pria dewasa dalam foto yang terlihat mirip dengan suaminya, hanya panjang pendeknya rambut yang membedakannya.

"Ini benar Naru?"

"Um," angguk Yasaka. "Itu katanya foto dia sewaktu masih kecil saat masih sekolah di Akademi dan pria dewasa ini adalah Otou-sannya, sekaligus Senseinya," jelas Yasaka memberitahu Kembali sambil menunjuk gambar pria dewasa di dalam foto.

Kali ini Katerea mengangguk mengerti.

Katerea beralih mengambil foto yang lain, foto yang bergambar jelas sosok Naruto dengan 3 bocah yang 1 di antaranya adalah perempuan.

Katerea menunjukkan foto itu kepada Yasaka. "Yasaka-Chan, kamu tahu ini foto Naru dengan siapa?" tanyanya yang penasaran dengan ketiga bocah di dalam foto.

"Hmm... Aku tidak tahu banyak tentang foto itu, hanya saja Naru pernah mengatakan jika mereka adalah murid-muridnya, dan anak perempuan itu adalah adiknya," jelas Yasaka memberitahu.

Lagi-lagi Katerea mengangguk mengerti.

Setelah sekilas Katerea mengamati foto itu, kemudian dia letakan kembali di atas meja lalu menghela nafas panjang sambil menatap langit ruangan.

"Aku sangat iri denganmu, Yasaka-Chan," ujar Katerea.

Yasaka yang mendengarnya memiringkan kepalanya tidak mengerti maksudnya.

"Aku sangat iri denganmu yang mengetahui banyak tentang Naru, sedangkan aku yang nyatanya pernah menjadi istrinya sebelum dirimu, tidak tahu apa-apa. Bahkan Naru tidak pernah menceritakan masa lalunya kepadaku," curhat Katerea, dia kemudian menatap Yasaka. "Apakah aku bukan istri yang sesuai untuk Naru, Yasaka?" tanyanya dengan tatapan yang tidak yakin.

Saat mendapati pertanyaan seperti itu, Yasaka dengan santai memegang bahu kanan Katerea dengan lembut dan geleng-geleng kepala pelan.

"Kamu salah, Katerea-Chan," ucap Yasaka. "Kamu hanya belum sepenuhnya memberikan ruang yang nyaman untuk Naru, cobalah berikan ruang yang nyaman untuk Naru, aku yakin kau akan mengetahui segalanya tentang Naru tanpa harus mencari tahu,"

Katerea termenung, memikirkan ucapan Yasaka barusan. Bertanya pada diri sendiri apa yang masih kurang untuk suaminya, hingga pada akhirnya Katerea menemukan jawabannya sendiri.

"Ternyata aku masih memiliki kekurangan," gumamnya dengan lirih.

Tapi Yasaka masih cukup mendengarnya sehingga dia berkata. "Kau tidak perlu memikirkan apa yang kurang darimu untuk Naru sekarang, kau dapat menemukannya tanpa harus kau mencarinya seiring berjalannya waktu," kata Yasaka memberitahu.

"Terima kasih, Yasaka-Chan, kau telah meyakinkanku kembali,"

"Kita adalah istrinya, sudah seharunya untuk saling meyakinkan disaat ada yang bimbang, bukan,"

"Um," angguk Katerea.

"Baiklah, ayo kembali," kata Yasaka yang memutuskan untuk keluar dari ruangan bawah.

Katerea mengangguk kembali.

Mereka pun keluar dari ruangan bawah, setelah itu tinggal mencari kegiatan lain untuk mengisi waktu kosong mereka.

.

.

.

#Underword, Grigori,

Pusat pemerintahan DaiTanshin, Unit Militer.

.

*Duarrrr!*

*Byarrrr!*

"MASIH KURANG! TINGKATKAN LAGI!"

Suara Mereoleona menggema memenuhi setiap sudut lapangan, berteriak sangat Lantang bahkan suaranya dapat mengalahkan suara ledakan di sekitar lapangan tersebut.

Dengan demikian, para DaiTanshin muda yang mendengar teriakan Mereoleona langsung sigap dalam latihan simulasi bertarung melawan pasukan Tengkorak dan Zombi yang diciptakan oleh Izanami dan Hell.

Latihan ini memang kejam dan ekstream, semua DaiTanshin muda yang ikut dalam kewajiban Militer mengakuinya.

Bayangkan saja, baru beberapa hari melatih memperkuat fisik, sekarang langsung berlatih simulasi bertarung, apalagi pasukan yang dijadikan lawan tanding adalah ciptaan dari entitas seorang Dewi dunia bawah. Walaupun mereka mengatakan jika pasukan itu adalah pasukan terlemah, kenyataannya itu adalah pasukan yang cukup kuat bagi para DaiTanshi muda.

Untuk beberapa kelompok yang sudah dikelompokkan oleh Mereoleona cukup memuaskan karena terlihat ada perkembangannya yang mampu menangani para tengkorak dan Zombi, walau pun masih ada beberapa kelompok yang masih kurang berkembang, terutama para perempuan yang terlihat takut dan jijik saat menghadapi para Zombi, tapi itu bukan masalah, Mereoleona bisa menekan mereka untuk meningkatkan kemampuannya.

"SUDAH CUKUP! KEMBALI BERKUMPUL!

Suara Mereoleona kembali menggema memenuhi lapangan, pasukan Tengkorak dan Zombi seketika memudar dan hilang.

Akhirnya para DaiTanshin muda bisa bernafas lega.

Tapi bukan berarti mereka bisa santai, mereka harus berkumpul terlebih dahulu. Mendekat ke arah Mereoleona dengan hembusan nafas lelah dan pasrah karena sudah dipastikan akan diberikan beberapa motivasi, yang menurut mereka adalah semprotan pedas.

Tak butuh menunggu lama, para DaiTanshin muda telah berkumpul di hadapan Mereoleona, berbaris dengan rapi sesuai kelompok mereka masing-masing.

Dengan begini, Mereoleona mulai bersuara.

Menjelaskan apa tujuan dari pelatihan seperti tadi, yaitu untuk dirinya mengukur perkembangan mereka semua.

Walau pada akhirnya Mereoleona menunjuk si A, si B, si C, dan seterusnya dengan kritikan pedas bahwa mereka masih kurang berkembang, dan akan menambahkan sesi pelatihan untuk mereka yang dimaksud.

Dan itulah yang paling dibenci para DaiTanshin muda.

mereka ingin protes, tapi tidak bisa, karena Mereoleona adalah pelatih resmi yang telah ditunjuk oleh pimpinan DaiTanshin, apa lagi saat mengetahui kekuatan Up Power Mereoleona yang ditunjukkan membuat mereka sadar bahwa mereka masih lemah.

Dan satu hal lagi yang mereka ketahui, bahwa Mereoleona adalah salah satu istri dari pahlawan Underword yang telah dikenal di seluruh penjuru dunia bahwa kekuatannya melebihi monster, banyak yang sudah mengakuinya, termasuk pimpinan mereka.

Akhirnya setelah panjang lebar Mereoleona berceramah untuk para DaiTanshin muda, sekarang dibubarkan untuk istirahat siang sejenak.

Bukan Cuma mereka saja yang lelah sebenarnya, Mereoleona juga, dia adalah manusia normal, apalagi sudah pernah melahirkan yang kata dirinya tenaga fisiknya sudah berkurang sejak memiliki anak.

Dan waktu istirahat siang Mereoleona, dia ambil untuk berkumpul bersama Izanami dan Hell yang duduk di sudut lapangan.

"Hah! Melelahkan," kata Mereoleona setelah dekat dengan Izanami dan Hell, dia langsung duduk tanpa permisi di samping Izanami.

"Padahal yang kutahu dari tadi, kau hanya menunjuk-nunjuk dan berteriak-teriak, apa itu sangat melelahkan?" Hell menjadi saksi bahwa apa yang tadi dilakukan oleh Mereoleona tidaklah melelahkan menurutnya.

"Itu menurutmu, tapi kenyataannya itu cukup melelahkan bagiku," sangkal Mereoleona. "Nanti kau akan merasakannya saat kau sudah punya anak yang sudah bisa berlari, kau mengejarnya untuk memandikannya dan memberikan makan, saat itu pula kau akan merasakannya bahwa tenagamu sudah berkurang," sambung Mereoleona memberitahu.

"Apakah benar seperti itu, Izanami-Chan?" Hell menatap Izanami.

"Aku tidak yakin," kata Izanami. "Aku pernah melahirkan Kagutsuchi, karena dia adalah Dewa Api, aku terbakar saat melahirkannya dan saat itu aku diasingkan di alam Zomi karena aku sudah dianggap kotor oleh seluruh penghuni Takamagahara," jelas Izanami, kemudian dia berpikir kembali untuk mengingat sesuatu yang mungkin dia lupakan. "Tapi saat aku sudah menduduki alam Zomi sebagai Ratu, suatu ketika ada jiwa anak-anak yang sudah mati masuk ke alamku, mereka sangat cerdik dan usil, bahkan seluruh pasukanku kerepotan oleh perbuatannya dan tidak ada yang bisa memburunya, akhirnya aku yang harus turun tangan untuk menangkapnya, dan itu memang cukup melelahkan. Mungkin apa yang dikatakan Leona-Chan benar," sambung Izanami setelah mengingat kembali masa lalunya.

Masalalu dimana ada jiwa anak-anak yang pernah membuat kegaduhan alam Zomi, yang Izanami maksud adalah mereka Ibaraki bersaudara.

"Haa! Kenapa bisa seperti itu?" Hell tidak percaya dengan karangan Izanami barusan.

Izanami mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, aku merasa waktu itu memang cukup melelahkan, itu saja," balas Izanami santai.

"Lalu bagaimana kondisi anak-anak itu sekarang?" Mereoleona malah penasaran dengan anak-anak yang dimaksud oleh Izanami.

"Hmm, awalnya setelah kutangkap mereka, kupikir untuk memanfaatkan kecerdikannya sehingga kujadikan pasukanku, tapi semakin lama aku mendidiknya untuk mengendalikannya, tanpa sadar aku merasa seperti orang tua untuk mereka, sehingga mereka kuangkat menjadi anakku di alam Zomi untuk setia melayaniku saja,"

Mereoleona yang mendengarnya mengangguk paham.

Tanpa sadar, Izanami berpikir setelah ucapannya barusan. "Mungkin aku perlu mengunjungi mereka sesekali untuk mengetahui kabar mereka," batinnya yang malah akhirnya dilanda rindu oleh sosok yang masih di alam Zomi.

Hening sesaat, nampaknya mereka tidak menemukan topik lain untuk mereka bahas.

Hingga beberapa saat, Hell mulai membuka topik lain untuk mereka bicarakan, yang sesuai dan menyenangkan untuk mengisi waktu siang mereka.

.

.

.

#Kediaman Uzumaki, siang menjelang sore.

.

*Cklek!*

Pintu kamar mandi di kamar milik Grayfia dan Serafall terbuka dengan perlahan, hingga beberapa saat memperlihatkan Naruto dengan dibalut handuk putih bagian bawah perut sampai lutut, nampaknya dia baru saja mandi.

Saat langkahnya menuju lemari, bersamaan dengan Grayfia yang masuk ke kamar tersebut.

Grayfia terkejut sesaat mengetahui suaminya telah bangun, dan Naruto masih tetap melanjutkan tujuannya mencari baju untuk dia pakai.

"Sudah bangun dari tadi, Sayang?" Grayfia bertanya setelah mendekat.

"Baru saja, kira-kira 30 menit yang lalu," balas Naruto tanpa menoleh ke arah Grayfia.

Grayfia mendekat, dia menghadap ranjang membelakangi Naruto yang sibuk mencari pakaian.

Grayfia melepaskan pakaiannya satu per satu dan diletakan di atas ranjang, hingga akhirnya dia telanjang bulat lalu menghadap ke arah suaminya.

Tanpa tak diduga, Grayfia menarik handuk yang dipakai oleh Naruto, tapi untungnya Naruto telah memakai boxer ketat sebagai celana dalamnya.

"Hey!" Naruto merespons menoleh ke belakang.

Dan Grayfia menanggapinya dengan cekikikan. "Hihi... Aku juga ingin mandi, Sayang," katanya sambil melangkah ke kamar mandi dan handuknya malah diselempangkan di lehernya, bukan untuk menutupi dada dan pantat sintalnya itu.

Naruto geleng-geleng kepala melihatnya.

Lalu Naruto kembali mencari pakaian yang sekiranya cocok untuknya, hingga akhirnya Naruto memutuskan untuk memakai kemeja merah kotak-kotak dan celana bahan warna hitam.

Memakai celananya terlebih dahulu, kemudian memakai bajunya sambil melangkah keluar kamar. Tepat setelah melewati pintu kamar, baju telah terpakai dengan rapih.

Para istrinya sangat rajin untuk menyetrika dan memberi pewangi pada bajunya, jadi Naruto tak perlu mengecek dirinya apakah sudah rapih apa belum.

Naruto menaikkan sebelah alisnya saat pandangan melihat Yasaka yang duduk santai di ruang tengah sambil minum jus lemon, heran saja melihat Yasaka yang belum hari Minggu sudah ada di rumah.

"Kau tidak meninggalkan pekerjaanmu kan, Ya-Chan?" tanya Naruto sambil melangkah menghampiri Yasaka.

Yasaka menoleh. "Aku bersyukur karena pekerjaanku cepat selesai," kata Yasaka dan Naruto hanya ber-O-ria saja.

Naruto langsung duduk di sebelah Yasaka.

Mengetahui tampilan Naruto yang rapih di sore hari membuat Yasaka curiga, dia menatap Naruto. "Kamu ada acara hari ini?" tanyanya.

"Tidak," singkat Naruto, mengambil jus lemon milik Yasaka kemudian dia minum. "Aku hanya ingin menemui seseorang," katanya sambil kembali menaruh gelas minuman di atas meja.

"Seseorang?" Yasaka penasaran.

"Ya, Chisato sudah ditemukan, aku ingin menemuinya untuk membawanya ke sini," jelas Naruto.

Yasaka sempat terkejut sesaat, tapi pada akhirnya dia mengerti bahwa seseorang yang disebutkan oleh Naruto pernah di sebutkan dalam daftar pencarian yang harus dicari untuk kepastian.

"Jadi begitu, kamu mengetahuinya dimana?"

"Dia menjadi rekan kerja Robin, dan aku sudah meminta Robin untuk membuat pertemuan ini,"

"Menjadi guru? Wah... Itu sangat tidak disangka,"

"Ya, aku juga sempat tidak menyangka jika Chisato yang disebutkan oleh anak-anak adalah dia,"

"Tapi ngomong-ngomong Naru, bukankah seharusnya kau menjelaskan sesuatu kepadaku,"

Yasaka mengalihkan topik, soal Chisato bagi Yasaka tidak perlu diperjelas lagi karena dia tidak mempermasalahkan soal itu. Tapi ada yang jauh Yasaka ingin tahu selain itu.

"Menjelaskan apa?" Naruto menatap Yasaka.

"Soal Stray-Devils yang datang tadi malam?"

"Huh..." Naruto menghela nafas, dia pikir soal permasalahan aneh-aneh terkait masalah perempuan yang biasa Yasaka selalu bicarakan, ternyata soal Stray-Devils tadi malam. "baiklah, akan aku jelaskan dengan singkat,"

Naruto pun menjelaskan tentang Stray-Devils tadi malam sedetail mungkin agar Yasaka puas, sebab, istri yang satu ini belum akan puas jika belum mendapat penjelasan darinya terkait hal-hal di rumah ini.

.

.

.

#Skip Sore...

.

"Huh..."

Chisato menghela nafas cukup panjang, perasaannya cukup tegang ketika dia teringat kembali saat tadi pagi Robin mengatakan akan mempertemukan dirinya dengan sosok ayah dari anaknya. Sekarang Chisato bingung, untuk menyetujuinya atau tidak karena tadi pagi dia belum memberikan jawabannya. Tapi dia sangat yakin jika Robin tidak ingin mendapatkan jawaban penolakan darinya.

"Chisato-san,"

Chisato seketika tersentak kaget ketika dipanggil oleh Robin, lamunan yang baru saja dia pikirkan buyar seketika. dia dengan gugup langsung menoleh ke arah Robin yang tersenyum berada di depan meja kerjanya.

"Y-ya, Robin-san,"

"Kamu sudah siap?"

Chisato terdiam sesaat, dia sangat tahu betul maksud apa yang ditanyakan oleh Robin kepadanya sehingga dia ingin menyangkalnya bahwa dia benar-benar belum siap untuk bertemu dengan ayah dari anaknya.

Tapi itu berbeda ketika nalurinya berpendapat lain, Chisato memang tidak menjawab 'iya' atau 'tidak', tapi ketika mengetahui bahwa kepalanya telah mengangguk pelan membuat Robin terlihat senang melihatnya.

"Baiklah, yuk sekarang,"

"Ta-tapi, Robin-san, aku masih ada beberapa tugas dari murid-murid yang perlu aku cek terlebih dahulu,"

"Nanti aku bantu menyelesaikan tugasmu itu,"

Chisato sudah tak dapat lagi berkata, saat situasi seperti ini dia tidak menemukan sebuah alasan untuk menolaknya dan hanya bisa terdiam.

Mengetahui Chisato terdiam, Robin tidak sabaran.

Robin memutuskan untuk meraih tangan Chisato, kemudian menariknya dan menyeretnya keluar dari ruangan guru.

"Robin! Tunggu!" respons Chisato saat seret paksa oleh Robin.

Tapi Robin mengabaikannya, dia malah tersenyum ketika merasakan tidak ada perlawanan dari Chisato untuk menolak. Robin sangat yakin jika Chisato juga ingin bertemu dengan sosok ayah dari anaknya sehingga dia terus menyeretnya sampai keluar dari sekolahan.

.

.

#Skip Time...

.

*Ting!*

Bel pintu Kafe berbunyi, tujuan Robin ternyata Kafe yang tidak jauh dari sekolahan, hanya berjarak 200 meter dari sekolahan.

Seketika Robin langsung melihat sekeliling, mencari sesuatu di antara beberapa pengunjung Kafe.

Pandangannya tertuju pada pojokkan di dekat jendela kaca, sosok rambut kuning jabrik yang sedang melihat keluar jendela sudah tidak perlu ditebak, bahwa itu adalah yang dicari oleh Robin.

Robin pun menyeret Chisato ke sana.

"Naru," panggil Robin kepada sosok itu.

Sosok itu menoleh, dan ternyata adalah Naruto. Dengan reflek gugup Naruto langsung berdiri dan Chisato seketika langsung menunduk di belakang Robin.

"Ah maaf, aku melamun, hehe..."

Robin tersenyum saat mendapati jawaban dari suaminya yang absurd, hanya tebakan saja jika suaminya juga gugup seperti Chisato saat ini.

"Emm... Sepertinya aku harus pulang, Naru, aku khawatir Olive pasti kerepotan untuk menjaga Luffy," ucap Robin.

Itu hannyalah alasan Robin, karena Robin mengerti jika untuk urusan selanjutnya itu bukan urusannya, kepentingan ini untuk suaminya dan orang yang terkait yaitu Chisato.

"Ah y-ya, hati-hati di jalan," kata Naruto sedikit gagap.

"Um," Robin tersenyum kembali, kemudian dia melangkah pergi untuk memberikan ruang kepada mereka berdua.

Tak lupa juga dukungan semangat dari Robin ketika akan keluar, Naruto yang mengetahuinya hanya mengangguk.

Dan setelah itu Robin benar-benar pergi.

Kini keheningan melanda, Naruto dan Chisato masih sama-sama berdiri.

"Emm... Kurasa kita tidak akan terus berdiri kan?" Naruto berinisiatif untuk angkat suara terlebih dahulu, menawarkan.

"Y-ya, kurasa begitu," jawab Chisato.

Mereka pun duduk saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja sebagai pembatas antara mereka.

Posisi Chisato menunduk, begitu juga dengan Naruto. Hening di antara mereka, bahwa mereka sedang berpikir untuk merangkai sebuah kata yang pas untuk kondisi mereka.

"Maaf," hanya kata itu yang mampu Naruto lepaskan setelah sekian banyak merangkai sebuah kata.

Chisato masih terdiam.

Mengetahui tidak ada jawaban yang lepas dari mulut Chisato, membuat Naruto kembali berkata. "Maaf untuk semuanya, aku benar-benar tidak tahu jika itu semua telah terjadi,"

Chisato tetap diam, bukan tidak mengerti, justru dia cukup paham apa yang dimaksud oleh Naruto terkait masalah apa, itu pasti tentang kecelakaan tidak terduga yang membuat mereka tenggelam dalam kekhilafan birahi di masa lalu.

"Um," Chisato mengangguk pelan, karena ucapan Naruto tadi membuatnya sadar bahwa masa lalu itu tidak sepenuhnya salah Naruto. Andai dimasa lalu dia tidak tertukar saat mengambil minuman, maka semua itu tidak akan terjadi. Maka dengan nada tenang Chisato berkata. "Aku juga minta maaf, itu semua bukan sepenuhnya salahmu,"

"Pasti berat untukmu menjalani hari-harimu saat itu?"

"Memang seperti itu, waktu itu," kata Chisato menjeda, dia tersenyum saat pandangan Naruto menatapnya. "Tapi sekarang aku baik-baik saja," sambungnya.

Naruto terteguh, pandangan semata membuatnya terdiam menyadari ada yang salah. Naruto memang bodoh dalam hal perasaan, tapi pengalamannya hidup ratusan tahun yang sering kali melewati lika-liku masalah membuatnya bisa mengenali sebuah ekpresi seseorang.

Bahwa Naruto tahu, senyuman yang ditunjukkan oleh Chisato adalah senyum yang dipaksakan, senyum yang mengisyaratkan bahwa dia tidak baik-baik saja, sedang merasa gundah dan putus asa.

Walaupun tahu, Naruto tidak ingin menanyakan, tapi Naruto akan mencari tahu sebab yang membuat senyuman Chisato dapat mengiris hatinya.

"Syukurlah..."

Hanya kata itu yang dapat Naruto lepaskan dari mulutnya, berpura-pura bodoh seolah tidak memahami ekspresi dengan menampilkan senyuman.

Saat ini bukan saatnya untuk memikirkan dan mencari tahu masalah Chisato yang sedang dialami, karena saat ini mereka ingin membicarakan banyak hal tentang tujuan pertemuan ini dan untuk saling mengenal.

.

.

.

Tbc

.

.

Ah~~~ akhirnya up lagi, anggap saja sebuah kejutan setelah sekian lama tidak up, hehe... Dan semoga kalian terhibur oleh chapter ini.

See you next chapter...

.

.

'Anak-anak Naruto'

(1)

Nama : Draig(Human Form 'Rindo Kobayashi' : Sogeking no Souma).

Umur : 207 tahun,(umur 27 tahun untuk bentuk Human Form-nya).

Gender : Perempuan

Ibu : Great Red(Human Form 'Satan' : no Taizai).

(2)

Nama : Albion(Human Form 'Briyhild' : FGO).

Umur : 207 tahun,(umur 27 tahun untuk bentuk Human Form-nya).

Gender : Perempuan

Ibu : Kholkikos(Human Form 'Bellial' : no Taizai).

(3)

Nama : Olive Uzumaki(Fubuki versi rambut kuning dan panjang : OPM).

Umur : 30 tahun(umur 26 tahun sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Perempuan

Ibu : Katerea Leviatan(High School DxD).

(4)

Nama : Menma Uzumaki(Jellal Fernandes versi rambut coklat tanpa tatto : Fairy Tail).

Umur : 27 tahun(umur 24 tahun sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Laki-Laki

Ibu : Katerea Leviathan(High School DxD).

(5)

Nama : Naruko Uzumaki(Female Naruto tanpa kumis kucing di setiap pipinya).

Umur : 21 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Perempuan

Ibu : Serafall Leviathan(High School DxD).

(6)

Nama : Vivi Uzumaki(Vivi Nefertari versi rambut putih perak : One Piece).

Umur : 21 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Perempuan

Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).

(7)

Nama : Gray Uzumaki(Gray Fulbuster versi rambut kuning : Fairy Tail).

Umur : 19 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Laki-Laki

Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).

(8)

Nama : Mirajane Uzumaki(Mirajane Straus : Fairy Tail).

Umur : 19 tahun(umur 18 sesuai fisik yang terlihat).

Gender : Perempuan

Ibu : Grayfia Lucifuge(High School DxD).

(9)

Nama : Rin Uzumaki(Rin Tohsaka : Fate/Stray Night).

Umur : 19 tahun(umur 18 tahun sesuai fisik yang terlihat.

Gender : Perempuan

Ibu : Serafall Leviathan(High School DxD).

(10)

Nama : Lucy Uzumaki(Lucy Heartfilia : Fairy Tail).

Umur : 17 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Arturia Pendragon(Fate/Stray Night).

(11)

Nama : Minato Uzumaki(Minato Namikaze Chunin versi lebih tinggi : Naruto).

Umur : 17 tahun

Gender : Laki-Laki

Ibu : Yasaka(High School DxD).

(12)

Nama : Liya Uzumaki(Liya : Dragon nest)

Umur : 16 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Asuna(versi Elf Undine : SAO).

(13)

Nama : Leo Uzumaki(Leo Vermillion : Black Clover).

Umur : 14 tahun

Gender : Laki-Laki

Ibu : Mereoleona Vermillion(Black Clover).

(14)

Nama : Kunou Uzumaki(Kunou : High School DxD)

Umur : 12 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Yasaka(High School DxD).

(15)

Nama : Shuna Uzumaki(Meroune Lorelei : Monster Musume no Iru Nichijou).

Umur : 12 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Shirahoshi(One Piece).

(16)

Nama : Sting(Sting : Fairy Tail).

Umur : 11 tahun

Gender : Laki-Laki

Ibu : Freya(Amuryllis Asmodeus versi rambut kuning : Mairimashita! Iruma-kun).

(17)

Nama : Luck Uzumaki,(Black Clover).

Umur : 10 tahun

Gender : Laki-Laki

Ibu : Albedo(Overlord).

(18)

Nama : Luna Uzumaki(OC)

Umur : 10 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Boa Hancock(One Piece)

(19)

Nama : Hinami Uzumaki(Tokyo Ghoul)

Umur : 8 Tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Itori,(Tokyo Ghoul).

(20)

Nama : Kuroe Uzumaki(Kuroe Ningyouhara : C3, CubexCursedxCurious)

Umur : 5 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Chisato Hasegawa(Shinmai Maou no Testament).

(21)

Nama : Myu Uzumaki(Arifureta).

Umur : 4 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Remia(Arifureta).

(22)

Nama : Luffy Uzumaki(One Piece).

Umur : 8 bulan

Gender : Laki-Laki

Ibu : Nico Robin(One Piece setelah Time Skip).


'anak-anak Menma'

(1)

Nama : Koyuki(Lecliss : Brave Nine)

Umur : 12 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Kiyohime(FGO)

(2)

Nama : Staz(Blood Lad, rambut coklat)

Umur : 10 tahun

Gender : Laki-Laki

Ibu : Shalter Bloodfallen(Overlord)

(3)

Nama : Eva(Evangelin A.K Mcdowel : Negima: Magister Negi Magi)

Umur : 8 tahun

Gender : Perempuan

Ibu : Evangelin A.K Mcdowell(UQ Holder)

.

.

.

.

.

See you next chapter...