COMPLICATED

EPISODE 4


Kelas 12 A

"Pelajaran hari ini kita akhiri sampai disini" ujar Kakashi sensei menutup pembelajaran hari ini.

Sreekk

Dari arah pintu kelas masuklah Sasuke dengan wajah kusutnya.

Sasuke tidak memperdulikan keberadaan Kakashi dan melengos menuju tempat duduknya

"Apa aku ini hanya pajangan disini Uchiha Sasuke-kun?" tanya Kakashi

"Gomen," jawab Sasuke singkat

Saat Kakashi akan memberikan ceramah pada si bungsu Uchiha itu, bel pulang sekolah sudah berbunyi terlebih dahulu.

"Kau selamat hari ini Sasuke," Kakashi memandang seluruh kelas "Baiklah, sensei pergi dulu" Kakashi pun pergi meninggalkan kelas.

Gaara menghampiri Sasuke dengan membawa tasnya.

"Apa yang Ayahku katakan padamu?" tanya Gaara pada Sasuke

"Dia melarangku makan di kantin selama tiga hari, dan men-skors Ino selama tiga hari" jelas Sasuke dengan wajah dongkolnya.

"Hm, baguslah, aku bisa makan dengan tenang" setelah mengatakan itu Gaara melengos pergi

Sasuke memandang kepergian Gaara kesal.

"Hukumannya sangat tidak seimbang" cibir Tenten

"Yah, itu adalah keputusan kepala sekolah" timpal Hinata

"Tapi harusnya jangan sampai di skors juga dong" ucap Tenten kesal, "Padahal dulu aku pernah dengar kalau Ino dan Gaara itu di jodohkan" lanjut Tenten

"Itu hanya rumor," sangkal Hinata

Sasuke sedari tadi mencuri dengan percakapan Hinata dan Tenten.

"Oh, iya. ngomong-ngomong kenapa Ino belum kembali?" tanya Tenten heran

"Bagaimana kalau kita tanya Sasuke?" usul Hinata

Tenten mengangguk setuju, tapi belum sempat menanyai Sasuke. Chouji sabahat Ino sedari kecil muncul di pintu kelas mereka.

"Ojyama shimasu" ucap Chouji sambil memasuki kelas

"Chouji? doushita no?" Tanya Tenten

"Aku ingin mengambil tas Ino" jawab Chouji

"Memangnya Ino kemana?" tanya Hinata

"Dia sudah pulang duluan dengan Shikamaru" jelas Chouji

Hinata dan Tenten curiga mendengar penjelasan Chouji, sejak kapan Ino pulang dengan Shikamaru?

Biasanya dia akan di jemput oleh ayah atau ibunya, semenjak Ino tidak ada kabar selama 3 bulan lamanya saat tahun kedua mereka sekolah. dan saat Ino kembali dia pasti di antar jemput oleh orang tuanya.

"Apa Ino baik-baik saja?" tanya Hinata khawatir

"Dia baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir" ucap Chouji menenangkan Hinata dan Tenten

"Shitsurei shimasu" Chouji pamit sambil membawa tas Ino.

Sasuke ikut keluar kelas dengan dengan raut wajah yang bertambah suram.

"Ada apa dengannya?" bisik Tenten pada Hinata

"Ntah, lah, kau akan langsung pulang?" tanya Hinata

Tenten menggeleng, "tidak, aku akan ke studio ayahku untuk mengerjakan tugas" jawab Tenten

"Bersama Neji?" tanya Hinata sambil melirik Neji yang masih beres-beres alat tulisnya

"Yaa.." jawab Tenten malas

"Ganbatte ne," ucap Hinata memberi semangat

Parkiran Sekolah

Sasuke berniat untuk menyusul Gaara, tapi dia tidak melihat mobil Gaara di parkiran.

"Cepat sekali dia menghilangnya" gumam Sasuke

Sasuke memutuskan untuk mengirim pesan pada Gaara.

Sasuke: kau dimana?

Tanpa menunggu lama Gaara membalas pesan Sasuke

Gaara: Toko roti

Sasuke: sedang apa kau disana?

Gaara: Aku lapar

Sasuke: kirim lokasimu, aku akan kesana

Setelah mendapat lokasi Gaara, Sasuke langsung tancap gas menuju lokasi yang di kirimkan Gaara.

Toko/Cafe Roti

Terlihat Gaara sedang duduk di kursi didalam Cafe.

Gaara pov

Hah, hari ini benar-benar menguras pikiran dan tenaga. Kapan mereka bisa akur? aku hanya aka jadi korban saat mereka mulai bertengkar. Aku juga malas untuk pulang.

Gaara end pov

Seorang pelayan membawa pesanan Gaara, "Douzo, selamat menikmati hidangannya" ucap si pelayan

"Doumo" balas Gaara

Gaara pun menyantap roti dan secangkir kopi yang terhidang di depannya.

Tak lama kemudian Sasuke sudah ada di depan Gaara dan duduk di kursi yang bersebrangan dengan Gaara.

"Aku tidak percaya orang sepertimu bisa makan di tempat biasa seperti ini" ucap Sasuke

"Aku hanya seorang manusia biasa dan bukannya seorang raja" jawab Gaara sambil melihat kearah Sasuke.

"Che! aku tidak habis pikir kau nyaman-nyaman saja makan di tempat kumuh seperti ini" ejek Sasuke

Gaara berhenti menyuapkan roti kedalam mulutnya dan menatap datar Sasuke.

"Apa sebenarnya urusanmu menemui ku? hanya untuk mengganggu ku makan?" Tanya Gaara yang mulai jengkel dengan kelakuan Sasuke

"Aku akan katakan apa urusanku, tapi kita harus cari tempat lain selain toko kumuh ini" jawab Sasuke angkuh

PANG!!

"F*k!" umpat Sasuke saat kepalanya di pukul sesuatu dari belakang

"Kau tidak berhak menghina tempat kerjaku konoyarou!" ucap seorang pelayan berambut pink sebahu.

Gaara dan Sasuke melihat kearah pelayan itu, yang sedang memegang nampan yang ia gunakan untuk memukul kepala Sasuke. di bajunya terpasang name tag bernamakan Haruno Sakura.

Sasuke berdiri dengan penuh amarah lalu menendang kursi yang tadi ia duduki.

"Berani sekali gadis sepertimu memukul kepalaku!" Sasuke menatap penuh amarah kearah Sakura

"Cih, memangnya kau siapa sampai aku tidak berani memukul kepalamu" balas Sakura tak mau kalah

Gaara duduk diam di tempatnya menikmati tontonan seru yang ada di depannya.

"Asal kau tau, aku bahkan bisa membeli toko ini dan dirimu kalau aku mau" ucap Sasuke arogan

Pengunjung lain yang ada di toko itu dan pegawai lain mulai memperhatikan perkelahian Sasuke dan Sakura, bahkan ada yang sampai merekam, mungkin mereka mengenali Sasuke.

Gaara harus rela menyudahi acara makannya untuk menghentikan Sasuke.

"Sasuke, ochitsuke" Lerai Gaara

"Damare! kau juga pasti sama dengannya, kan" omel Sakura pada Gaara

"Hei! berani sekali kau membentak temanku, kau tidak tau siapa dia?" tanya Sasuke yang mulai tersulut emosi lagi.

"Yang aku tau, kalian berdua adalah laki-laki arogan dengan mulut yang kotor!" ucap Sakura

saat Sasuke ingin membalas Sakura, Gaara menghentikannya.

"Sasuke Damare." ucap Gaara serius

Gaara menghela napas dan membisikan sesuatu pada Sasuke, "Ada paparazi disini"

Sasuke terdiam, dan menjadi lebih tenang

Sasuke berdecih kecil dan keluar dai toko itu, melihat Sasuke sudah keluar Gaara mendekati Sakura.

"Hari ini aku adalah penyelamatmu, mengerti," ucap Gaara pada Sakura

"Penyelamatku?" tanya Sakura kebingungan

"Ya, karena setelah ini kau akan mendapatkan masalah dan aku yang akan menyelamatkan, mu" ucap Gaara sambil tersenyum tipis

Setelah mengatakan itu Gaara pergi menyusul Sasuke dan meninggalkan Sakura yang terdiam kebingungan

Di luar toko roti

"Kau membawa mobil?" tanya Gaara pada Sasuke

"Ya" jawab Sasuke

"Aku pulang bersama, mu"

"Ha? memangnya mobilmu kemana?"

"kau pasti tau"

"Chikusho! hentikanlah aksi balap liarmu yang tidak berguna itu" ucap Sasuke

"Itu tidak mungkin" balas Gaara, "Ikuzo" ajak Gaara

"Kemana?" tanya Sasuke mulai was-was

"Ke rumahmu, aku lapar" ucap Gaara enteng

"Temee, ibuku sedang tidak ada di rumah" tolak Sasuke

"Kau, kan bisa memasak untukku" smirk Gaara

"Kimoii" umpat Sasuke yang langsung memasuki mobil di ikuti dengan Gaara.