The Death Curse
Disclaimer :
- Naruto by Masashi Kishimoto
- Highschool DxD by Ichie Ishibumi
- Jujutsu Kaisen by Akutami Gege
Genre : Adventure, Supranatural, Fantasy.
Rating : M
Warning : Gaje, Typo, Ancur, dan lain-lain.
.
Chapter 10
.
.
.
"Apa? Naruto adalah anak dari Gojo Minato? Penyihir tingkat spesial yang dijuluki Kiiroi Senko itu?"
"Dan ibunya adalah Zenin Kushina yang dijuluki Akai Chisio no Habanero itu kan?"
"Benar. Aku baru saja mendengarnya dari Sensei tadi. Itu artinya Naruto-kun adalah adik sepupuku!"
Konversasi tengah terjalin antara para murid Sekolah Jujutsu Kyoto yang sedang berkumpul di area gerbang keluar sekolah. Mereka berenam sedang membahas tentang Gojo Naruto si anak baru yang telah menarik perhatian mereka.
"Jadi begitu. Jika dia bisa terus berkembang dan bertambah kuat, maka tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi kandidat kepala klan Gojo yang selanjutnya," Noritoshi menanggapi pernyataan Mai sebelumnya.
'Kurasa saat ini pun dia juga sudah sangat kuat'batin Kasumi yang sudah tahu tentang apa yang ia hadapi dari Naruto saat tes kelayakan beberapa hari yang lalu.
"Sudah kuduga my besto friendo bukanlah orang yang sembarangan. Rupanya ia memiliki hubungan dengan orang-orang yang terkenal dalam dunia Jujutsu. Ini jadi membuatku semakin bersemangat!" Sahut Aoi mengepalkan tinjunya.
"Lalu, kenapa kau terlihat begitu senang Mai?" Tanya Momo yang dari tadi menyoroti raut wajah Mai yang nampak senyam-senyum.
"Huh? Umm... ya karena... aku senang akhirnya punya keluarga lagi," jawab Mai malu-malu.
"Dulu saat kau bertemu Fushiguro kau tidak sesenang ini" timpal Noritoshi.
"Ya kalau yang itu jelas berbeda. Fushiguro-kun hanya bersikap dingin dan datar padaku. Itulah yang membuatku sedikit tidak suka. Tapi mau bagaimanapun dia tetaplah adik sepupuku," jawab Mai lagi.
"Lalu bagaimana dengan Maki? Bukankah dia adalah kakakmu?" Pertanyaan Aoi langsung mengubah raut wajah Mai yang tadinya riang gembira menjadi dingin sedingin Thomas Slebew.
"Aku tidak mau membahas orang itu, Todo. Kau langsung menghancurkanmood-ku" balas Mai tanpa menatap wajah seniornya itu.
"Maaf. Aku tidak bermaksud" sebagai pria sejati Aoi langsung meminta maaf.
"Terserah kau saja." Balas Mai lagi dengan acuh.
.
"Maaf aku terlambat Senpai. Aku lupa menjemur pakaianku tadi," Naruto tiba-tiba datang dan bergabung dengan mereka.
"Tidak apa-apa Naruto, ini juga belum 5 men-"
"Tidak usah dipikirkan Naruto-kun, kita juga belum berangkat kok. Dari tadi kami memang menunggumu disini. Benar kan teman-teman?" Mai langsung memotong ucapan Noritoshi. Yang anehnya raut wajahnya kembali menjadi riang setelah tadi menjadi dingin karena pertanyaan Aoi. Mereka berlima hanya bisa sweatdrop melihat mood Mai yang berubah drastis.
'Ada apa dengan Mai?'Batin Kasumi.
'Aneh sekali'kemudian Noritoshi.
'Apakah ini Mai yang kukenal?'Lalu Aoi.
'Sepertinya kehadiran Naruto membuat Mai tiba-tiba menjadi brocon'serta Momo.
'Jujur saja aku tidak begitu peduli'dan terakhir Mechamaru yang dari tadi cuma diam saja.
.
"Y-ya, k-kami memang menunggumu kok, Naruto-san" jawab Kasumi mewakili yang lainnya.
"W-wah, sekali lagi aku minta maaf sudah membuat Senpai menunggu," Naruto kembali menunduk minta maaf.
"Tidak perlu seperti itu Naruto-kun. Sekarang ayo kita berangkat. Kita akan menyelamatkan anak-anak yang hilang itu" Mai tiba-tiba menggenggam tangan Naruto lalu menyeretnya keluar dari gerbang sekolah.
"W-woah! S-Senpai! T-tunggu!" Naruto yang tak tahu apa-apa cuma bisa ikut saja.
"Ada apa Naruto-kun? Jangan khawatir aku akan melindungimu jika nanti terjadi pertarungan" Mai terus membawa Naruto.
"Hei Mai! Kau mau kemana?!" Seru Aoi.
"Tentu saja ke taman bermain kota. Memangnya dimana tempat misi kita?" Balas Mei sewot.
"Mai, kita akan kesana dengan naik mobil bukan dengan jalan kaki. Jarak dari sini ke taman bermain kota sekitar 10 km. Kau mau berjalan sejauh itu?"
.
Perkataan Noritoshi barusan membuat Mai menyadari kecerobohannya.
"Kenapa kalian tidak bilang dari tadi?!" Mai cuma bisa marah-marah tidak jelas. Sementara Naruto hanya tertawa kecil melihat interaksi antara senior-seniornya ini. Setidaknya situasinya saat ini lebih berwarna dibanding saat ia bersekolah di Kuoh dulu.
.
.
.
The Death Curse
.
.
.
Butuh sekitar 30 menit bagi mereka untuk sampai di taman bermain kota sebab jarak antara perkotaan dengan komplek sekolah mereka sendiri cukup jauh. Sesampainya disana, mereka hanya mendapati suasana taman bermain tersebut yang sepi senyap. Tidak ada satupun yang berada disana karena di sekeliling tempat itu sudah dipasangi garis polisi. Para anak-anak cuma bisa merengek diluar garis bersama orang tua masing-masing.
Begitu mereka melewati garis polisi dan masuk ke dalam, hanya ada keheningan semata kecuali suara dedaunan pohon yang ditiup angin.
"Menurut keterangan dari laporan polisi, selama kurang lebih 9 hari sebanyak 24 anak menghilang secara misterius di taman ini. Per harinya ada 3 anak yang hilang," ujar Noritoshi.
"Aku juga telah memeriksa di beberapa titik. Sama sekali tak terdeteksi adanya residu energi kutukan," tutur Aoi.
"Dengan kata lain, peristiwa ini bukanlah perbuatan roh terkutuk ataupun penyihir jahat," Kasumi menambahkan.
"Apakah di taman ini tidak ada CCTV? Setidaknya fasilitas umum di perkotaan memiliki itu bukan?" Tiba-tiba Naruto menyahut
"Wah, Naruto-kun memang cerdas!" Ucap Mai mengusap-usap surai pirang Naruto. Sepertinya wanita berdarah Zenin itu masih belum lepas dari mode Brocon-nya. Lagi-lagi mereka cuma bisa sweatdrop melihat tingkah laku Mai yang jauh dari yang mereka kenal sebelumnya.
"S-senpai... k-kenapa kau melakukan itu? I-itu memalukan!" Naruto salting.
"Eh? Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh seorang kakak bangga pada adiknya?" Mai semakin menjadi-jadi. Mereka cuma bisa tepuk jidat melihat kelakuan Mai yang sudah diluar batas yang mereka kenal.
"Seperti kata Naruto, kita akan memeriksa rekaman CCTV-nya. Nishimiya dan Mechamaru akan memantau taman ini dari tempat lain sementara kita memeriksa CCTV" Noritoshi menghubungi Momo dan Mechamaru yang berada di tempat tak jauh dari taman bermain tersebut.. Mechamaru memantau dari atas sebuah bangunan sementara Momo memantau dari udara dengan menaiki sapu terbangnya.
"Aku mengerti Kamo-kun / Ya"balas mereka melalui radio wireless.
"Baiklah, ayo kita periksa rekaman CCTV-nya" tutur Aoi. Kemudian setelah itu mereka berlima bergegas menuju ruangan CCTV.
Setibanya disana, mereka mendapati seisi ruangan yang berantakan sana-sini. Terlihat beberapa PC yang terhubung dengan kamera CCTV sudah dalam keadaan hancur.
"Pelakunya pasti orang profesional. Dia bisa berpikir sampai sejauh ini untuk merusak kamera serta komputernya" ujar Kasumi.
"Sudah jelas pelakunya berkelompok. Mereka pasti telah merencanakan semua ini," Noritoshi menambahkan.
"Lalu, jika kamera dan komputernya rusak bagaimana kita bisa melihat aktivitas pelakunya?" Perkataan Naruto kembali membuat tanda tanya.
DORRR
"Hei coba lihat, masih ada komputer dan kamera yang berfungsi" seru Mai yang berada di ruangan tambahan. Ruangan itu terkunci oleh gembok lalu dihancurkan oleh Mai dengan menembaknya.
"Bagaimana Mai? Apa yang terekam disana?" Tanya Noritoshi.
"Biar kuperlambat rekamannya" dari rekaman itu terlihat situasi di area jungkat-jungkit yang sedang dinaiki oleh dua orang anak kecil. Kemudian dalam satu sepersekian detik kedua anak itu tiba-tiba dibawa lari oleh sosok misterius berwarna hitam.
"Bisa kau mundurkan lagi Senpai? Saat kedua anak itu akan dibawa" pinta Naruto. Begitu mendapatkan gambar yang ia minta, Naruto diam-diam mengaktfikan Rikugan beberapa detik lalu menonaktifkannya.
'Tubuhnya berwujud manusia, tapi memiliki ekor dan telinga anjing? Rubah? Atau serigala? Pokoknya antara ketiga hewan itu. Sudah jelas ini adalah perbuatan Youkai. Apakah ini adalah Youkai liar seperti yang menculik Ui-Ui kemarin?'Batin Naruto usai melihat sosok misterius itu dengan Rikugan.
"Gerakannya cepat sekali," ujar Noritoshi sedikit terkejut.
"Apapun itu, yang pasti dia bukan manusia," Aoi beropini.
"Sebenarnya ini masih perkiraanku saja, tapi bisa kukatakan makhluk itu adalah Youkai" sahut Naruto tiba-tiba sehingga seluruh pandangan tertuju padanya.
"Youkai? Tapi rasanya itu tidak mungkin Naruto-san. Bangsa Youkai hidup berdampingan dengan damai bersama manusia di bawah kepimpinan Yasaka, Ratu Youkai Kyuubi," sanggah Kasumi.
"Itu benar Naruto-kun. Tidak mungkin mereka melakukan itu" Mai menambahkan.
"Entah kalian percaya atau tidak, tapi aku pernah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Sebelum masuk ke sekolah, kemarin aku sempat mengejar dua dari mereka yang telah menculik Ui-Ui, adiknya Mei-san" pernyataan Naruto kembali membuat mereka penasaran.
"Lanjutkan Naruto" pinta Noritoshi.
Naruto kemudian menjelaskan tentang perisitiwa penculikan Ui-Ui oleh dua Youkai anjing hitam dan putih. Dimulai dari dirinya yang kebingungan di stasiun kereta api Kyoto, menunggu Mei-Mei yang tak kunjung tiba kemudian setelah itu dirinya mendengar suara minta tolong Ui-Ui dan berakhir pada pengejarannya terhadap kedua Youkai anjing itu yang terjadi di dalam gang dan atap bangunan-bangunan.
"Mei-san sendiri yang mengatakan padaku bahwa kedua Youkai anjing itu adalah Youkai liar atau Youkai jalanan. Mereka dibuang oleh Fraksi Youkai karena perbuatan kriminal. Maka dari itu mereka hidup di jalanan sebagai penjahat untuk bisa bertahan hidup. Dan jika perkiraanku benar, dua Youkai anjing ini adalah pelaku atau mungkin bagian dari kelompok pelaku penculikan anak di taman bermain ini. Bagaimana menurut kalian, Senpai?" Naruto meminta pendapat para seniornya usai menyimpulkan hasil analisanya.
"Wah! Adikku memang sangat cerdas!" Mai kembali ke mode brocon karena tak henti-hentinya terkagum pada tingkat inteligensi dari Naruto.
"Analisamu cukup masuk akal Naruto. Tapi bagaimana kita melacak jejak mereka? Rekaman ini tidak cukup kuat untuk membuktikan keberadaan mereka. Selain itu, jenis energi yang digunakan bangsa Youkai berbeda dengan energi kutukan. Energi kutukan akan meninggalkan residu jika digunakan. Sementara energi Youkai tidak sama seperti itu, mereka akan hilang begitu saja" tutur Aoi.
"Aku bisa melacak asal energi mereka. Kemarin aku juga melakukannya pada kedua Youkai anjing itu," balas Naruto.
"Bagaimana kau melakukannya Naruto? Todo saja yang penyihir tingkat 1 pun tidak bisa melakukannya" ucap Noritoshi.
"Anggap saja klan Gojo diberkati sesuatu untuk bisa melakukannya" jawab Naruto dengan senyum andalannya.
.
.
.
The Death Curse
.
.
.
Mereka kembali ke taman bermain setelah memeriksa rekaman CCTV. Tepatnya ke area jungkat-jungkit yang telah mereka periksa sebelumnya melalui rekaman CCTV. Naruto mulai memeriksa sekitar melalui penglihatan Rikugan-nya, tentu tanpa sepengatahuan para seniornya kecuali Kasumi yang sudah tahu.
'Baiklah mulai dari sini. Kami sebagai para penyihir Jujutsu memancarkan energi yang berwarna biru. Kemudian manusia biasa memancarkan energi berwarna hijau. Kedua Youkai anjing kemarin memancarkan energi berwarna merah dan kuning,'kedua bola mata Naruto bergerak liar kesana kemari, melihat ke sekeliling taman bermain yang di kerubungi oleh anak-anak dan orang tua mereka. Mereka semua memancarkan energi berwarna hijau yang menandakan mereka adalah manusia biasa.
'Tunggu? Apa ini? Ada energi yang berwarna kuning?'Di antara kerumunan orang tua dan anak-anak, Naruto melihat seseorang berpakaian tertutup yang sedang berdiri di belakang seorang bocah laki-laki. Dari gelagatnya yang terlihat mencurigakan Naruto sudah bisa menebaknya.
"Momo-senpai! Mechamaru-senpai! Arah jam 3! Ada seseorang berpakaian tertutup berniat menculik seorang anak laki-laki!" Seru Naruto melalui radio wireless di telinganya.
Momo dan Mechamaru yang mendengar itu langsung bergerak menuju arah yang Naruto maksud. Aoi, Noritoshi, Kasumi, dan Mai yang juga mendengarnya langsung bergegas mengejar orang misterius itu yang nampak bersiap-siap untuk kabur karena merasa gerak-geriknya sudah ketahuan.
"Hei! Berhenti kau!" Seru Aoi yang berada paling depan untuk mengejar. Dirinya selaku yang memiliki kekuatan fisik terbaik mampu mengejar orang misterius yang terlihat memilki telinga dan ekor anjing berwarna coklat.
"Nishimiya, Mechamaru tetap pantau dan tunjukkan kemana ia lari!" Seru Noritoshi.
'"Dimengerti / Ya"jawab mereka berdua.
Mereka berlima mengejar Youkai anjing itu hingga masuk kedalam gang sempit. Noritoshi dan Mai menggunakan busur panah dan pistol di tangan mereka untuk melumpuhkan Youkai anjing tersebut.
SYUUTT
DORRR
Namun pergerakan Youkai anjing di depan mereka ini sangat gesit dan cepat karena tubuhnya sudah diperkuat dengan energi Youjutsu sehingga bisa bergerak lebih baik daripada manusia normal.
"Aku akan mencoba mencegatnya dari atas! Senpai tetap kejar dia!" Seru Naruto.
WUSHHH
TAPP
Naruto memisahkan diri dari rombongan dengan melompat ke atas sebuah bangunan di antara gang sempit tersebut. Sama seperti yang ia lakukan pada saat mengejar dua Youkai anjing yang menculik Ui-Ui kemarin dimana ia menggunakan energi kutukan untuk memperkuat kedua kakinya.
"Keputusan yang tepatbrotha!"Puji Aoi dengan seringai.
"Ayo adikku! Kau pasti bisa melakukannya!" Mai menyemangati.
Naruto merasa senang karena mendapat dukungan dari para seniornya. Ia terus mempercepat langkah larinya untuk memotong jarak dengan Youkai anjing coklat tersebut. Begitu ia sudah melewati laju lari dari si Youkai, Naruto langsung melompat turun dan memberikan tendangan ke arah kepala.
BRAKKK
BUMMM
"Ughhh...!"
Namun dapat ditahan dengan kedua tangan dari si Youkai. Akan tetapi karena saking kuatnya tendangan Naruto, tubuh si Youkai sampai terhempas dan menabrak tembok hingga retak.
"Kejar-kejarannya berakhir disini, Youkai" Aoi sudah membuka seragam dan memperlihatkan tubuh berototnya.
"Sekarang katakan dimana kau dan komplotanmu menyembunyikan anak-anak itu?" Ancam Mai dengan menodongkan pistolnya.
"Cih, aku tidak akan mengatakan apapun. Kalian para penyihir Jujutsu tidak usah ikut campur urusan kami para Youkai!" Balas si Youkai dengan tajam.
"Ikut campur katamu? Kalian telah membuat keresahan di seluruh Kyoto dengan menculik anak-anak. Masalah keamanan di Kyoto adalah masalah kami juga" ucap Kasumi dengan tegas.
"Menyerahlah dan mohon kerja samanya dengan kami. Atau kami akan menggunakan kekerasan" kata Naruto. Terlihat Momo dan Mechamaru juga sudah tiba di tempat mereka berada.
"Kalian ingin bertarung? Baiklah. Ayo maju, akan kubuktikan bahwa ras Youkai lebih hebat daripada kalian penyihir Jujutsu!" Si Youkai liar membuka pakaian tertutupnya dan memperlihatkan sekujur tubuhnya yang menyerupai tubuh seekor anjing.
"Begitu, ya? Sepertinya tidak ada pilihan lain. Bersiaplah semuanya" Noritoshi mengangkat tangan kanannya lalu membentuk segel tangan kemudian merapalkan mantra.
"Yami yori idete yami yori kuroku. Sono kegare o misogiharae"
SYUUU
Area sekitar gang tersebut tiba-tiba terselimuti oleh kubah berwarna hitam. Itu adalah teknik penghalang yang bernama Tobari. Digunakan oleh para penyihir Jujutsu terhadap suatu tempat agar tidak terlihat oleh warga sipil dari luar.
(A/N : Terjemahannya : "Muncul dari kegelapan lebih pekat daripada kegelapan. Sucikan mereka yang tidak suci")
'Ini sama seperti yang digunakan Oji-san di rumahku pada waktu itu'Naruto mengingat Satoru pernah menggunakan kubah hitam ini pada rumahnya di Kuoh agar dirinya tak bisa diganggu oleh makhluk supranatural manapun.
"Dengan begini kau tidak akan bisa bermain kejar-kejaran lagi, Youkai. Ini akan membuatnya semakin menarik bukan?" Sindir Aoi dengan seringainya.
"Cih, keparat kalian penyihir Jujutsu! Aku tidak akan memaafkan kalian!" Seru si Youkai dalam keadaan dikurung dan dikepung di dalam gang itu.
"Huh? Memangnya kau ini siapa? Kami tidak butuh maaf darimu. Dasar Furry" ejek Mai dengan menyebutkan salah satu genre dalam doujinshi.
"Apa?! Argh! Kaulah yang akan pertama kubunuh dasar jalang!"
SYUUT
Si Youkai anjing memilih Mai sebagai target pertamanya. Ia melesat dengan cepat untuk menghantam Mai dengan cakarnya yang sangat tajam.
DORR
DORR
DORR
Mai tidak tinggal diam terhadap tindakan dari si Youkai. Ia menembakkan beberapa peluru yang mengandung energi kutukan namun dapat dihindari dengan mudah oleh si Youkai anjing.
"Matilah kau jalang!" Tinggal sedikit lagi si Youkai memotong jaraknya dengan Mai. Bukannya terlihat ketakutan, gadis berdarah Zenin itu malah menunggingkan senyum remehnya yang menimbulkan tanda tanya bagi si Youkai.
JRASHH
"Aaarghhh...!" Laju dari si Youkai anjing harus terhenti dikarenakan sebuah anak panah menusuk pinggangnya. Adalah anak panah yang berasal dari si pemuda kepala klan Kamo, yaitu Noritoshi.
SYUUUT
SYUUUT
SYUUUT
"Cih, aku tidak bisa bertarung dengan baik kalau mereka keroyokan"
Noritoshi kembali memborbardir si Youkai dengan melesatkan 5 anak panah sekaligus. Menghindar adalah jalan satu-satunya bagi si Youkai untuk bisa terus bertahan. Untuk itu ia memilih untuk melompat ke atas. Namun gerakannya itu sudah diantisipasi oleh Aoi yang tiba-tiba muncul dengan tinju disertai energi kutukan yang berkobar.
BRAKKK
Lagi-lagi si Youkai menggunakan kedua tangannya. Akan tetapi Aoi adalah rajanya kekuatan fisik. Pukulannya sampai membuat si Youkai menabrak tanah dengan sangat keras.
"Apa apa Youkai? Mana kesombonganmu tadi? Kau bilang kau akan membuktikan kalau Youkai lebih unggul daripada Penyihir Jujutsu!" Aoi kembali mengejek.
"Uurghhh...! Sialan! Apa-apaan pukulannya itu?!" Si Youkai sampai harus menabrak tanah dengan posisi telentang karena saking kuatnya pukulan Aoi. Namun ia harus segera bangkit karena di atasnya sudah dihujani oleh misil-misil dari Mechamaru.
"Gawat!"
BUMMM
BUMMM
BUMMM
Beruntung si Youkai masih sempat untuk menghindar. Tetapi kembali lagi bahwa ia sedang dikepung. Kasumi merangsek maju untuk menarik katana dari sarungnya.
"Battou!"
GRAPP
"A-apa?! Kyaaaghh...!" Serangan Kasumi berakhir sia-sia sebab si Youkai dengan gerakan cepatnya memelintir tangan Kasumi sehingga katana di tangannya berpindah ke tangan si Youkai.
"Gerakan yang bagus gadis manis. Tapi sayangnya kau kurang cepat" si Youkai menjadikan Kasumi sebagai sandera seraya menodongkan bilah katana tepat di depan leher mulusnya.
"Miwa! / Kasumi-senpai!" Seru mereka khawatir menyaksikan Kasumi berada dalam genggaman si Youkai anjing.
"Jangan ada yang berani maju! Kalau kalian ingin dia selamat!" Ancam si Youkai.
"Lepaskan dia dasar Furry brengsek!" Mai tetap menodongkan pistolnya.
"Apa? Lepaskan? Dia akan kulepaskan kalau kalian melepaskanku. Bagaimana?" Si Youkai mencoba bernegosiasi.
"J-jangan dengarkan dia teman-teman! Aku baik-baik saja! Jangan khawatirkan ak-kyaaghhh...!" Ujar Kasumi dalam dekapan si Youkai.
"Diam kau! Aku tidak mengizinkanmu untuk bicara!" Si Youkai memperkuat cengkramannya hingga membuat Kasumi merintih kesakitan.
"Bagaimana ini Kamo?" Mai Frustasi.
"Kita turuti saja, nyawa Miwa lebih prioritas saat ini" jawab Noritoshi
"Hah? Lalu bagaimana dengan anak-anak itu? Kau akan membiarkannya pergi dari sini sehingga kita tidak dapat informasi dimana mereka disembunyikan?" Momo tidak setuju atas pernyataan Noritoshi.
"Tenanglah semuanya! Jangan berdebat. Kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan Miwa terlebih dahulu!" Timpal Aoi.
"Meskipun aku membencinya, kau ada benarnya Kamo," Mechamaru menambahkan.
'Aku tidak bisa menggunakan Boogie Woogie pada Miwa karena aku belum berkontak fisik dengannya hari ini. Apa yang harus kulakukan? Pikirkan Aoi, kau adalah penyihir tingkat 1!'Aoi berperang dengan dirinya sendiri.
"Kalian terlalu lama berdiskusi. Selagi menunggu, aku akan bersenang-senang sedikit. Uhhh... kau punya payudara yang bagus...gadis manis" tangan si Youkai perlahan bergerak ke arah dada Kasumi yang terbungkus oleh setelan jas. Meskipun begitu masih terlihat jelas lekukannya.
"J-jangan...! J-jangan sentuh! K-kumohon!" Wajah Kasumi terlihat ketakutan dengan tindakan tak senonoh dari si Youkai anjing.
"Miwa!" Seru mereka lagi, sementara Naruto terlihat diam saja. Sorot matanya terlihat kosong karena menahan sesuatu. Ia tidak suka melihat wanita dilecehkan. Apalagi itu adalah teman-temannya.
"Ada apa? Jangan takut...ini akan terasa nikm-"
BRAKKKK
Entah bagaimana caranya dan secepat apa, Naruto tiba-tiba sudah berada di atas si Youkai dengan tinju berlapis kilatan hitam kemerahan yang mendarat tepat di tengkorak si makhluk anjing dan mesum itu.
"N-Naruto-kun?! / Naruto?! / Brotha?!"Kelimanya terkejut luar biasa melihat kecepatan dan teknik yang Naruto perlihatkan.
.
.
.
"Kokusen . . . "desis Naruto dengan ekspresi yang sangat-sangat dingin. Tubuh si Youkai anjing mendadak kaku seperti patung kemudian ambruk ke tanah. Darah segar mengalir dari lubang telinga, hidung, mata, serta mulutnya.
GREPP
"Kau tidak apa-apa, Kasumi-senpai?" Naruto mendekap Kasumi untuk menenangkannya yang terlihat masih trauma pada tindakan tak senonoh tadi.
"Y-ya, aku tidak apa-apa Naruto-san. T-terima kasih" balas Kasumi dengan suara bergetar. Seumur hidupnya baru kali ini ia dilecehkan.
.
'Aku tidak salah lihat bukan? Naruto-kun bisa menggunakan Kokusen? Itu sangat luar biasa untuk seorang murid tahun pertama!'Batin Mai takjub pada sang adik sepupu.
'Aku tidak menyangka kau menguasai teknik yang sangat sulit itu brotha... aku semakin bangga padamu!'Aoi terharu.
'Kokusen Naruto barusan telah membuat kepala Youkai ini mengalami pendarahan hebat. Tidak hanya itu, seluruh saraf mulai dari kepala sampai ujung kaki jadi rusak. Pembuluh darah di kepalanya juga pecah. Sepertinya serangan itu mengenai tepat di otaknya. Aku saja yang merupakan penyihir tingkat menengah 1 bahkan tidak bisa menggunakan Kokusen. Sekuat apa dirimu, Naruto?'Noritoshi yang memiliki pengetahuan medis dan anatomi memeriksa tubuh si Youkai yang sudah dipastikan tewas.
"Kau tidak apa-apa Miwa?" Mai bersama yang lainnya menghampiri Kasumi dan Naruto.
"Y-ya, aku b-baik saja-saja" Kasumi berpindah ke pelukan Mai. Sesama wanita harus saling menenangkan.
"Youkai ini sudah mati. Serangan Naruto barusan telah menghancurkan otaknya. Tidak hanya itu, pembuluh darah di kepalanya pecah dan seluruh sarafnya rusak," ujar Noritoshi usai memeriksa jasad si Youkai anjing.
"Makhluk jahat dan bejat sepertinya pantas mendapatkannya Senpai" balas Naruto dengan datar. Sikapnya kali ini tidak seperti biasanya yang terlihat ceria dan bersemangat. Hal itu disebabkan oleh apa yang terjadi barusan. Ia benci jika ada sesuatu yang menyakiti orang-orang terdekatnya. Ia pernah mengalaminya saat kehilangan Jiraiya di tangan Mahito, sekarang ia tidak ingin kejadian yang sama terjadi pada Kasumi.
'Sorot mata itu...benar-benar menunjukkan kebencian yang mendalam. Apa yang sudah terjadi padamu brotha?'Batin Aoi.
"Lalu bagaimana kita mendapatkan informasi jika dia sudah mati?" Tanya Momo.
"Aku sudah mendapatkan lokasi dimana mereka bersembunyi, Senpai. Saat kalian tadi sibuk bertarung aku kembali melacak asal energi mereka. Itu ada di sebuah gudang tua yang terbengkalai yang terletak di pelabuhan." Balas Naruto.
"Berarti di Pelabuhan Maizuru. Jaraknya sekitar 10 km dari sini" ucap Noritoshi.
"Baiklah, kita akan kesana sekarang. Tapi, bagaimana dengan jasad Youkai ini?" Tutur Mai.
"Biar kuurus" Mechamaru mengubah lengan kirinya menjadi bentuk silinder.
WUFFFF
Dari silinder itu keluar semburan api yang sangat-sangat panas. Mechamaru membakar jasad Youkai anjing itu selama 30 detik hingga hangus menjadi abu.
"Masalah selesai" Mechamaru selesai dengan tugasnya.
"Terima kasih Mechamaru. Ayo teman-teman, kita ke Pelabuhan sekarang," Noritoshi sebagai pemimpin kelompok kembali mengkomando teman-temannya untuk bergerak ke lokasi berikutnya yaitu di Pelabuhan Maizuru.
.
.
.
The Death Curse
.
.
.
Dari hiruk pikuk kota Kyoto, kita beralih menuju sebuah istana kayu yang terletak di atas sebuah bukit. Istana kayu itu sangat kental dengan nuansa tradisional khas Jepang seperti ratusan Gerbang Torii berukuran besar yang tersebar hampir di seluruh penjuru istana.
Istana itu adalah pusat dari pemerintahan Fraksi Youkai. Dimana sang pemimpin beserta jajaran-jajarannya menjalankan tugas mereka dalam memerintah dan mengelola Fraksi Youkai dari akar sampai daun-daunnya.
"Yasaka-sama, saya baru saja mendapatkan informasi dari Dewan Keamanan,"
"Apa itu Tengu? Katakan padaku"
Beralih ke dalam istana itu, dimana sosok berambut dan berjanggut putih, wajah berwarna merah, serta memiliki sepasang sayap hitam sedang menghadap sosok wanita cantik dengan surai pirang, memiliki tubuh luar biasa indah yang terbungkus oleh pakaian khas Miko berwarna emas.
"Mereka mengabarkan bahwa mereka mendeteksi adanya aktivitas energi supranatural di area taman bermain kota. Setelah penelitian lebih lanjut, aktivitas energi supranatural itu berasal dari sekelompok penyihir Jujutsu. Tidak hanya itu, juga terdeteksi adanya energi Youjutsu disana," ujar sosok berwajah merah a.k.a Tengu.
"Taman bermain? Bukankah tempat itu adalah tempat hilangnya 24 anak-anak dalam satu minggu ini? Kerahkan Pasukan Buru Sergap menuju kesana. Mereka pasti ada hubungannya dengan kejadian hilangnya anak-anak itu" titah si wanita berambut pirang a.k.a Yasaka.
"Hai' Yasaka-sama. Saya undur diri"
Tengu beranjak meninggalkan ruang kerja Yasaka. Meninggalkan sang Pemimpin Fraksi Youkai sendirian disana. Youkai berjenisKyuubi no Kitsuneatau Rubah Berekor Sembilan itu bangkit dari duduknya kemudian menatap keluar jendela. Memandang jauh ke arah Kota Kyoto di pagi hari.
"Apalagi yang kalian lakukan para Penyihir Jujutsu? Setelah insiden Hyakki Yakou tahun lalu yang membawa bencana bagi Kyoto. Kali ini aku tidak akan memberi toleransi lagi. Jika kalian kembali berbuat ulah, aku akan mengusir kalian dari kota ini"
.
.
.
T.B.C
