Chapter 2(KONOHA)

terlihatlah kini Azazel tengah berada di ruang tengah rumahnya dengan pakaian Tuxedo bersama seorang pria dengan rambut lurus panjang yang membuat artis iklan rambut merasa payah ketika melihat rambut lurus panjang milik pria itu.

"jadi apa yang dilakukan oleh Mantan Gold Saint Legendaris ketempat ku, Shiryu? "

tanya Azazel sambil menyesap sebuah bir dengan nama Bourbon yang berada di meja didepannya.

"apa yang salah dari mengunjungi murid ku? "

ujar Shiryu santai sambil menyesap teh yang sudah disiapkan oleh Azazel kepada Shiryu ini.

"tentu saja salah, salah satu mahluk terkuat di dunia datang ke tempat ku, aku pikir akan ada masalah yang kau bawa. "

ujar Azazel dengan nada bosan sambil menyesap Bourbon yang berada di tangannya itu.

"kau benar-benar tidak sopan. " ujar Shiryu sambil mengeluarkan sebagian dari Cosmo milik nya yang setidaknya cukup membuat satu batalion malaikat jatuh biasa tersungkur bahkan pingsan.

"tch." Azazel mau tidak mau melebarkan Cosmo miliknya juga untuk melindungi dirinya dari gurunya ini.

"haaah kedatangan ku kesini bukan untuk berkelahi. " ujar Shiryu menghilangkan Cosmo yang keluar tadi membuat Azazel juga menarik Cosmo nya sehingga udara menjadi tenang.

"aku hanya ingin tahu seberapa jauh rencana mu sudah berjalan untuk melakukan perdamaian dunia." ujar Shiryu dengan nada serius.

"tentu saja sudah berlangsung, cuma aku masih mencari keberadaan setiap mahluk setidaknya di alam semesta ini. "

ujar Azazel sambil menunjukkan beberapa kertas mengenai penelitian untuk mencari mahluk baru.

"hmm demi menghindari pertikaian dengan mahluk alam semesta lain yang mungkin terjadi kau sudah melakukan langkah ini, cukup bagus, namun kapan kau akan mendamaikan yang dekat dulu? "

tanya Shiryu dengan nada heran.

"maa aku sudah melakukan persiapan untuk melakukan pertemuan, selain itu Pawn adik dari Maou sudah ku latih diam diam sehingga itu akan menimbulkan hutang bagi kaum iblis. " ujar Azazel dengan nada santai.

"jadi kau memakai hutang untuk memaksa iblus melakukan perjanjian damai, cukup bagus. " ujar Shiryu sambil menghela nafas.

"selain itu aku sudah dengar kalau kau menemukan sesuatu yang menarik. " ujar Shiryu sambil melihat sebuah lembaran berisi laporan tentang Naruto.

"ya, seseorang dengan kemampuan bertahan dari perpindahan dimensi, hal itu juga menunjukkan potensi nya masih berkembang. " ujar Azazel sambil melihat kearah kertas itu.

"apakah kau akan mengajari nya tentang Cosmo? " tanya Shiryu lagi.

"hmm mungkin bukan aku. " ujar Azazel sambil memperlihatkan kertas berisi rancangan pembentukan Guild dan siapa-siapa yang akan dimasukkan.

"haha kau sudah gila jika kau memasukkan namanya. " ujar Shiryu sambil melihat sebuah kertas yang bertuliskan *Sagitarius Seiya*

"untuk membuat perdamaian seseorang terkadang harus membuat sesuatu pilihan yang berani. " ujar Azazel sambil melihat kearah kertas itu.

"dan kau akan menjadikan Uzumaki Naruto sebagai Guildmaster, yaa aku tidak tahu cara mu menilainya cuma kau harus memastikan kalau dia bisa berjalan sesuai rencana mu. " ujar Shiryu sambil melihat kearah kertas itu.

"selain itu, jadikan Seiya sebagai buruan terakhir untuk masuk kedalam guild, keadaannya sekarang sedang tidak baik setelah Athena secara terang-terangan mengkhianati manusia dan para Saint nya. " ujar Shiryu dengan nada serius.

tentu saja bukan hal asing jika Azazel tahu maksud dari Shiryu agar tidak memasukkan Seiya terlebih dahulu agar menghindari pertempuran dengan Olympus, dan bila itu terjadi maka bukan tidak mungkin perang dengan skala Great War akan terulang, yang lebih buruknya perang dengan skala alam semesta pertama akan terjadi.

"jika saja masih ada GOB mungkin kita tidak akan kesulitan untuk melakukan perdamaian setidaknya di planet ini. " ujar Shiryu sambil menghela nafas.

"mau bagaimana lagi Trihexa sialan itu membuat semuanya menjadi kacau seperti ini. " ujar Azazel sambil terus menyesap Bourbon nya.

"ah ngomong-ngomong kemari Emyu kalah. "

blurrrph*

Tiba-tiba Azazel menyemburkan Bourbon yang baru diminum nya tepat kemuka Shiryuu.

"Murid sialan. "

Shiryu merasa geram karena muridnya tanpa sengaja atau mungkin memang disengaja menyemburkan Bourbon kemuka nya.

"Makan Ini ROZAN SHO RYU HA! "

Sebuah tinju dengan aliran Cosmo super besar membuat Azazel terbang karena tinju dari Shiryu mengenai telak wajahnya.

Guildmasters

sinar mentari telah terbit memancarkan kehangatan yang sangat didambakan bagi para pencinta kesehatan karena selain nyaman sinar matahari sangat bagus untuk tubuh.

sinar mentarj masuk menyeruak dari luar jendela menerangi kamar rumah sakit, sinarnya membuat Naruto harus mengedipkan matanya berulang-ulang.

"sudah sehari aku disini, bagaimana kabar dari Hinata, Boruto, dan Hima yah, aku harap mereka baik-baik saja. " gumam Naruto mengenang keluarganya, ya bukan berarti keluarganya meninggal atau apa cuma dia saat ini tidak bisa bertemu maupun melindungi keluarganya.

"cepat juga kau bangun Naruto. "

Kurama bersuara membuat Naruto menghela sedikit nafas lega, setidaknya Kurama masih bersamanya.

"kau juga tumben tidak tidur Ttebayo. " ujar Naruto kepada Kurama.

"tenang saja sekarang aku mau tidur. "

ujar Kurama dengan nada bangga kemudian langsung menutup matanya dan tidur.

Kurama sama sekali tidak tidur semalaman ini, setelah ia merasakan kekuatan yang besar dari Azazel dia khawatir ada banyak mahluk disini yang masih lebih kuat darinya, karena mereka tidak tau mereka berada di mana sekarang dan harapan mereka untuk kembali hanya satu yaitu Azazel sendiri dan belum diketahui apakah Azazel bisa dipercaya atau hanya memperalat Naruto.

"haha." Naruto hanya bisa merespon dengan tawa ringan.

"hmm sepertinya kau sudah bangun. " ujar Azazel yang baru saja masuk dari pintu depan.

"maa begitulah. " ujar Naruto santai.

"kau sudah boleh pulang, dokter sudah memperbolehkan mu. " ujar Azazel santai.

"tentu saja bisa, tapi bagaimana cara nya rumah ku bahkan bukan di dimensi ini loh. " ujar Naruto dengan nada malas.

"ah benar juga. "

ujar Azazel sambil membantu Naruto berdiri, Naruto juga mengambil jubah Nanadaime nya yang tergantung setelah mengganti pakaian rumah sakitnya dengan pakaian khas nya orange hitam.

"bagaimana jika kita sarapan dulu. " ajak Azazel sementata itu Naruto hanya mengangguk.

"boleh juga. " ujar Naruto santai sambil berjalan keluar mengikuti Azazel yang sudah berjalan lebih dulu.

"Azazel, soal Guild itu kapan kau minta aku menjalan kan misinya, dan melakukan pekerutan? " tanya Naruto dengan nada serius.

"maa itu terserah kau, kau adalah Guildmasters, orang yang mengatur Guild, jadi kau sendiri yang harus memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan perekrutan. " ujar Azazel.

"begitukah, kupikir kau akan memerintahkan ku untuk rekrut ini, rekrut itu. " ujar Naruto.

"tentu saja tidak, aku telah mendengar dari mu kalau kau adalah Hokage dan dari pembicaraan panjang kemarin(tidak di tampilkan) aku percaya kau memiliki kapasitas yang bagus sebagai pemimpin. " ujar Azazel sambil terus berjalan.

Naruto hanya terdian, tentu dia tidak ingin langsung percaya, mau bagaimana pun ini terlalu tiba-tiba dan seharusnya tidak ada yang boleh langsung dipercaya seperti ini, ini dunia nyata bukan seperti fanfic atau cerita fiksi lainnya.

Naruto cukup terkejut ternyata Azazel membawanya ke sebuah kedai ramen, dimana suasana kedai itu sangat mirip dengan kedai Ichiraku di masa lalu.

"masuklah, aku bisa jamin makanan disini enak. " ujar Azazel sambil memasuki kedai.

Naruto mengikuti dibelakangnya dan dia mendapati seorang pria tua dengan rambut putih panjang yang membuat mata Naruto melebar karena pria itu sangat mirip dengan mantan gurunya Jiraiya, namun yang membedakan tidak adanya tanda tato merah dari mata ke pipi bagian bawah seperti yang Jiraiya punya.

"Miso Ramen satu, kalau kau? " tanya Azazel kepada Naruto .

"Miso Ramen Jumbo Extra Chasu. " ujar Naruto santai, Naruto buru-buru menghilangkan semua pikirannya tentang Jiraiya mungkin saja dia hanya orang yang mirip dan tidak mungkin dia Jiraiya selain karena dia tidak memiliki Chakra, dia juga terlihat bukan seperti orang mesum.

"oke!. " ujar penjaga Ramen, penjaga ramen itu terlihat memiliki semangat dan juga cekatan dalam bekerja dia membuat ramen dengan sangat baik bahkan Naruto sampai harus memberikannya jempol karena kemampuan memasak itu.

"lihat bagaimana tangannya bekerja, melihat orang pro memang menyenangkan dibanding melihat amatir. " ujar Azazel dengan nada santai kepada Naruto.

"tentu saja ,bagaimana kau bisa membandingkan amatir dengan seorang pro, sudah jelas perbedaan akan sangat jauh. " ujar Naruto sarkas kepada Azazel.

"haha benar juga. " ujar Azazel santai.

"mengenai Guild, mungkin aku akan mempelajari dulu, siapa yang akan direkrut kemampuannya sebelum melakukan perekrutan. " ujar Naruto dengan nada santai.

"menurut mu siapa yang harus diutamakan dulu dalam rekrutan itu? " tanya Azazel sembari santai menatap Naruto.

"kurang lebih seorang Enchanter Shiroe. " ujar Naruto dengan nada serius sambil menunjukkan kertas yang berisi data Shiroe.

"kenapa kau pilih dia pertama? " tanya Azazel dengan nada heran.

"kemampuan dalam berpikir, kemampuan menyusun rencana dan taktik, semua itu diperlukan setiap organisasi, dengan masuknya dia bisa membuat kita merekrut seseorang dengan lebih efisien. " ujar Naruto dengan nada serius.

"bukankah gadis ini juga bagus, selain bisa bertempur dengan baik dia juga memiliki kemampuan untuk bertahan yang baik sangat cocok di medan pertempuran. " ujar Azazel melihat ke sebuah kertas dengan foto gadis pirang.

"hmm itu masih bisa di kondisikan, kita memerlukan strategist dan Shiroe sangat cocok untuk peran itu. " ujar Naruto dengan nada santai tetep untuk tidak mengubah pendirian bahwa ia memerlukan Shiroe untuk menjadi rekrutan pertama.

Azazel hanya tersenyum melihat Naruto sepertinya memang adalah pemimpin yang baik yang mengerti apa yang diperlukan, selain itu seharusnya kekuatannya Naruto sudah cukup untuk membuat kedamaian di bumi setidaknya untuk tiga fraksi, namun jika berhadapan dengan olympus atau mungkin kekuatan lain yang cukup besar seperti Trihexa maka kekuatannya masih kalah jauh, namun Azazel langsung menggelengkan kepalanya mengingat Trihexa, dia teringat lagi ketika sosok yang dia kagumi menyegel Trihexa dan itu juga yang membuatnya jatuh.

"baik pesanan kalian sudah sampai. " ujar penjaga ramen itu sambil membawakan dua ramen berserta alat makan dan tissue yang biasa diberikan ketika seseorang makan ramen.

"selamat makan! " ujar Azazel dan Naruto, kemudian mereka berdua memakan pesanan mereka.

"hmm rasanya, milik Teuchi Jii masih 100x lebih enak. "

gumam Naruto merasakan makanan yang ia makan.

"Match Sunday Emyu Vs Brentbear Who will win? "

suara televisi membuat Naruto menoleh dan melihat sebuah iklan sepak bola.

"kenapa orang-orang melakukan permainan anak kecil disiarkan? " tanya Naruto dengan nada heran, Naruto tidak mengetahui itu, karena di desanya biasanya hanya anak kecil yang melakukan permainan sepak bola bahkan pas waktu Naruto menjadi Hokage, orang-orang disana tidak menayangkan sepak bola.

"itulah roman para pria! " ujar Azazel semangat sambil memakan ramennya.

"benar itulah Roman Pria! " sang penjaga ramen juga setuju dengan itu.

"mau taruhan? " tiba-tiba si penjaga Ramen menawarkan sesuatu yang seharusnga tidak ditawarkan penjual ramen pada umumnya.

"jika Emyu menang kalian bjsa makan gratis disini selama yang kalian mau, bawa teman pun boleh, jika Emyu kalah maka kalian harus memberikan ku barang yang kuminta selama sebulan. " ujar si penjaga Ramen semangat, tentu Naruto berpikir ada kemungkinan Emyu tidak menang jadi dia masih berpikir dulu.

"kami terima! "

perkataan Azazel sontak membuat Naruto menoleh kaget dengan perkataan Azazel, sementara itu Azazel hanya menatap seperti memiliki kebanggan pada Emyu.

"oi! Naruto ingin protes.

" deal? "

"deal! "

sebelum Naruto protes Deal sudah terjadi membuat Naruto menghela nafas malas karena melihat kelakuan Azazel dan penjaga Ramen itu

ketika iklan itu berakhir mereka kembali kepada pekerjaan mereka dimana Azazel lanjut makan dan penjaga ramen lanjut mencuci piring.

"soal Guild apa kau sudah memiliki nama? " tanya Azazel dengan nada heran.

"bukan nya Guild itu nama yah? "

tanya Naruto dengan nada heran, organisasi seperti guild sangat jarang ada, yang ia tahu seperti anbu dan lain-lain tapi anbu sudah tidak difungsikan lagi mengingat kedamaian sudah terjadi.

sementara itu Azazel hanya menepuk jidatnya mendengar jawaban Naruto.

"Guild itu jenis organisasi, kau harus pikirkan namanya. "

ujar Azazel yang entah kapan ramenya sudah habis ia makan.

"hmm bagaimana dengan Konoha? " tanya Naruto dengan nada santai.

"hmm apa tidak ada yang keren seperti Fairy Tail kah, atau Blue Archive kah, atau Arknights kah, atau Grand Order kah? " tanya Azazel bingung ia kira Naruto bercanda memberikan nama yang sangat simpel seperti itu.

"tidak perlu, Konoha sudah cukup. " ujar Naruto serius, bukan Naruto tidak kepikiran nama lain, hanya saja ia ingin menggunakan nama Konoha agar ia tidak lupa kalau ia harus kembali ke Konoha dan meneruskan tugasnya sebagai Hokage, mungkin saja Hokage baru sudah diangkat tapi dia masih merasa bertanggung jawab kepada para warga Konoha.

TBC

hola kembali lagi bersama saya, terima kasih atas saran untuk menggunakan VS Battle, itu benar-benar membantu saya, meskipun kalian sepertinya keberatan jika Azazel lebih kuat dibanding Naruto untuk saat ini, tapi saya tidak ingin membuat karakter Naruto terlalu God Like, seperti data di VS Battle yang kudapat Naruto Kage kekuatannya sudah berada diatas Ophis yang merupakan salah satu naga terkuat disini, jika seperti itu mungkin akan terkesan seperti Isekai biasa yang MC nya sudah Overpower sejak awal dan sampai akhir dengan tidak ada fight memperlihatkan MC dalam tekanan, dan yah saya tahu aslinya Azazel jauh lebih lemah dibanding Naruto cuma dengan dicerita ini adanya Cosmo dan murid dari Shiryu ini memboost tier Azazel ke 4-C(Star Level Tier) dan kenapa bisa boost sejauh itu? nantikan jawabannya..

sekali lagi thanks atas review nya jika ada pendapat bisa di review dan itu membantu saya dalam membuat cerita ini.

Sekian Adios!!

(Special)

"Tim Yang merah ampas. " ujar Naruto menggerutu setelah menonton pertandingan antara Emyu Vs Sunton dengan kekalahan Emyu 1-2