malam masihlah panjang terlihat seorang pria dengan rambut coklat tertiup angin tengah memperhatikan sang bulan yang dengan cerah menerangi langit malam.
"kenapa hal ini harus terjadi Saori-san? " gumam pria itu sembari menatap bulan yang tidak akan pernah menjawab pertanyaannya.
"dia disini!! " teriak seorang pria beramor pegasus dengan rambut putih dan mata yang merah menyala.
"matilah buron! Pegasus Senkouken! "
teriak pria itu sembari ditangan nya telah muncul cahaya yang sangat terang yang cukup untuk menerangi langit malam ini.
blarrrrr*
terlihat pria berambut coklat itu menangkap serangan itu dengan tangan kosong.
diwajah sedihnya itu dia melihat miris kearah pria yang datang menyerangnya itu.
"hoo seperti yang di duga, kuat juga, tapi aku tidak sendiri. " ujar pria itu sembari terlihat keempat temannya datang juga.
"menyerahlah buron! " teriak seorang wanita yang merupakan rekan dari pria berarmor Pegasus itu, pria berambut coklat itu melihat armor yang digunakan oleh wanita itu adalah armor andromeda yang khas dengan rantai.
"Nebula Chain! "
"Dragon Kick! "
"Ground Freeeze! "
"Pegasus Ryuu Sei Ken! "
"Flame Desperado! "
terlihat kelima orang itu melakukan tehnik mereka masing-masing, mengingatkan pria berambut coklat itu kepada teman-temannya.
"Pegasus Ryuu Sei Ken. "
pria berambut coklat itu dengan satu hempasan dari tehnik nya menghempas seluruh musuh yang menjadi lawannya.
Blarrrr! *
efek ledakan yang sangat besar, terlalu besar untuk bisa di hiraukan, membuat pria dengan rambut coklat itu sedikit menghela nafas.
setelah efek tehnik itu berakhir ia dapat melihat kelima orang tadi kini tinggal debu, dan hanya menyisakan armor yang langsung terbang ke angkasa.
"Olympus sialan. "
ujar pria berambut coklat itu kemudian pergi dari sana tanpa memperbaiki apa yang terjadi disana.
Chapter 4 (persiapan dalam perekrutan dan penolakan pertama)
kini suasana damai ada di apartemen Azazel, dimana Azazel tengah menonton bola bersama Hyodo Issei yang merupakan iblis kontraknya hanya sekedar untuk senang-senang, tentu ini membantu Issei dalam memenuhi tugas mencari kontrak.
"hahaha lihat itu pak tua, 4-0, 4-0 ahahahaha. " tawa Hyodo Issei sambil menunjuk kearah TV ketika menonton tim dengan baju sewarna dengan rumput bermain.
"sialan, seharusnya tidak begini, musim lalu mereka bisa menang kenapa bisa begini?! " tanya Azazel dengan nada histeris sembari melihat tim kesayangannya dipermak 4-0 di babak pertama.
"sudahlah man shine city lebih bagus dibanding ini klub, ayo pindah jadi fans man shine aja. " ajak Issei sembari dengan wajah penuh kepuasan melihat tim yang disukai oleh Azazel kalah memalukan pada babak pertama.
"sialan!!!!!! "
Azazel hanya bisa meratapi kekalahan memalukan tim nya melihat tim nya di permak 4-0 di babak pertama, Azazel pun menghela nafas dan mulai menelfon seseorang.
"bila tidak bisa menang, mari kita sogok saja. " ujar Azazel dengan wajah licik terpampang pada raut mukanya.
"oi oi jangan curang! "
teriak Issei yang tidak ingin Azazel melakukan kecurangan dengan menyogok panitia bola, Hyodo Issei mengetahui kalau Azazel itu adalah seorang kolektor hebat karena setiap kali Issei menyelesaikan kontrak dengannya pasti dia diberikan barang bagus sebagai bayaran seperti lukisan lukisan mahal dan sebagainya.
"aku tidak ingin dinasehati oleh seorang iblis yang harusnya berbuat jahat. " ujar Azazel.
"jangan! "
terjadilah percekcokan disini, terlihat Issei berupaya mengambil handphone Azazel agar Azazel tidak melakukan kecurangan.
Naruto dari kamarnya hanya bisa menghela nafas malas sembari mendengar percekcokan dua mahluk aneh yang sedang bertengkar karena menonton pertandingan sepak bola.
Naruto melihat peta dan rute yang akan dia gunakan untuk pergi ke Nazzarick yang berada di pedalaman Belgia, dia sepertinya harus mengambil jadwal penerbangan siang atau mungkin Azazel telah menyiapkan pesawat atau semacam nya untuknya pergi ke daerah Belgia.
kemudian Shiroe membaca beberapa data tentang Nazzarick dan pemimpinnya yang bernama Ainz Ooal Gown dimana dikatakan Ainz adalah pemimpin yang bijak yang memikirkan rencana hampir 10.000 tahun kedepan.
melihat dari bagaimana Nazzarick tidak ketahuan dari manusia dan tetap ada serta bisa melindungi ras Alv mungkin sudah membuktikan kebijakan yang dijalankan Ainz sangat hebat dia dibantu oleh Shiroe, Demiurge, dan juga Albedo.
Ainz Ooal Gown seorang undead yang memimpin Nazzarick memiliki kemampuan yang cukup hebat meski masih dibawah Azazel dia memiliki pengalaman bertarung yang cukup hebat.
waktu Azazel berkunjung kesana dia dan Azazel pernah bertarung dan Azazel kesulitan melawannya karena salah satu tehnik mematikan yang bernama Grasp Heart, entah bagaimana Azazel masih bisa hidup walau jantungnya sudah tidak ada lagi.
pertarungan berlanjut namun Azazel jauh lebih kuat dan bisa mengalahkan Ainz, Naruto hanya menghela nafas melihat ini, seberapa kuat Azazel ini sampai masih bisa hidup tanpa jantung?
"Kau juga bisa begitu, Six Path mu yang membuat mu masih bisa hidup walau tanpa jantung, dan tentu itu juga yang meregenerasi kannya."
ujar Kurama santai, ya aku tahu dengan itu,Sage Six Path bukanlah sesuatu yang mudah diaktifkan sepertinya aku harus bisa mengaktifkannya untuk jaga-jaga apabila harus berhadapan dengan Ainz.
Naruto kemudian membaringkan dirinya diatas kasur.
dengan wajah seperti tidak terbiasa dengan satu dua hari ini, dimana dia berada di tempat baru dan malam yang membuat Naruto merasa sedikit sepi.
di Konoha dia ditemani oleh Shikamaru dalam hamparan kertas kerja yang tiada habisnya, sementara dirumah ada Hinata yang setia menemaninya.
"aku harap Azazel bisa secepatnya menemukan cara mengembalikan ku. " ujar Naruto kemudian menutup matanya dan mulai terlelap.
Kurama tidak bisa berkata-kata, dia sendiri meski telah hidup hampir ratusan tahun sejak Rikudou Sennin menciptakan nya namun ia sendiri belum pernah mendengar tehnik pemindah dimensi seperti ini, bahkan dari Rikudou Sennin sendiri.
sebuah tehnik yang jauh berbeda dengan *Jikukan Ninjutsu* meski ada kemungkinan Rinnegan bisa pergi ke dimensi lain atau mungkin Kamui milik Obito juga bisa tapi untuk pemindahan ke dimensi antah berantah dengan kekuatan yang jauh berbeda dengan Chakra itu seperti mustahil dilakukan, atau mungkin itu tehnik murni Otsusuki dalam berpergian?
esok paginya Naruto segera menyiapkan diri, beruntung di kamar nya sudah tersedia kamar mandi sehingga ia tidak perlu keluar kamar hanya untuk mandi.
setelah menyelesaikan ritual mandi pagi nya, ia pergi keluar dan mendapati Azazel tertidur di sofa dengan bau penuh Alkohol.
"pemabuk." ujar Naruto dengan nada malas sembari menghela nafas.
Naruto mengetuk ngetuk kepala Azazel.
"oi kau sudah bangun kah? "
ujar Naruto dengan nada tanpa dosa mengetuk-ngetuk kepala Azazel dengan sedikit chakra.
"aw itu sakit. " ujar Azazel yang sudah terbangun dari tidur dan kini mendudukkan dirinya di sofa.
"Stella apa kau ada? "
tanya Azazel entah pada siapa.
Tiba-tiba gadis berambut merah muda twintail muncul dengan pakaian seragam militer miliknya.
"kau antar dia ke Nazzarick. " ujar Azazel dengan nada santai sambil menunjuk-nunjuk Naruto.
"baik Azazel-sama. " ujar Stella dengan nada patuh.
Naruto yang melihat itu menghela nafas, betapa enak nya punya bawahan yang kompeten, dulu dia tidak punya Anbu yang kompeten di sekitarnya tidak seperti para kage sebelumnya, dia jadi berpikir bagaimana rasanya jika memiliki anbu.
Naruto mengikuti gadis twintail itu yang kini berjalan memimpin menuju bagian teratas dari appertement ini.
sesampainya diatap, dia tidak melihat apa-apa selain sebuah lingkaran sihir yang terbentuk di atap appartement ini.
"berdirilah ditengah. " perintah Stella.
mendengar perintah itu Naruto berdiri ditengah, sementara Stella menjulurkan tangannya kearah lingkaran sihir yang mulai bercahaya itu.
"semoga kau berhasil dalam misi perekrutannya. " ujar Stella kemudian mengangkat tangannya dari lingkaran sihir itu.
tak sampai sedetik Naruto berpindah dan kini berada di ruangan super mewah, dan dihadapan nya telah berdiri banyak penjaga lantai disertai dengan Shiroe, Albedo, dan Demiurge yang berada di sekeliling Ainz.
suasana Horror dan mencekam sangat terasa, mungkin bagi sebagian orang ini adalah ancaman dan langsung melakukan pertarungan atau mungkin sudah lari terbirit-birit.
"maaf atas ketidak sopanan saya, Raja Nazzarick, aku adalah Uzumaki Naruto seorang Guildmaster Konoha yang sudah dipersiapkan Azazel untuk dibentuk demi kedamaian. " ujar Naruto fasih, memperkenalkan diri merupakan salah satu dasar yang penting dalam negosiasi.
"lantas, apa yang membawa mu jauh-jauh kemari Guildmaster Konoha? " tanya Ainz dengan nada mengintimidasi.
"saya datang ingin meminta keringanan hati paduka untuk merekrut ahli strategi Shiroe-dono. " ujar Naruto lagi.
Ainz terlihat tidak bergeming ketika Naruto mengutarakan niatnya ingin merekrut Shiroe.
"bagaimana jawaban mu ahli strategi Shiroe? " tanya Ainz dengan nada santai.
"dengan segala hormat Ainz-sama, saya menolak tawaran dari Uzumaki-Dono untuk bergabung dengan Guild nya. " ujar Shiroe dengan nada kalem serta berkarisma.
"bukan kah agak kasar jika langsung menolaknya seperti itu, Uzumaki-Dono aku akan memberi mu penginapan di Nazzarick selama kurang lebih seminggu dalam waktu itu cobalah untuk meyakinkan nya, jika kau tidak bisa maka kembalilah. " ujar Ainz dengan nada kalem.
"Ainz-sama?! " terlihat suara Shiroe agak meninggi.
"Shiroe-Dono." Tiba-tiba Demiurge menjawab membuat Shiroe terdiam tidak puas dengan jawaban Ainz.
sementara itu Naruto cukup menghela nafas setidaknya dia masih memiliki waktu yang cukup panjang selama seminggu untuk meyakinkan Shiroe agar bergabung dengannya.
terlihat seorang anak dengan baju perempuan datang kepada Naruto dan membawa Naruto pergi dari ruangan itu ke ruangan lain.
"Uzumaki-san akan ku bawa kamu berkeliling, dan jangan menyerah untuk merekrut Shiroe-Dono yah. " ujar anak itu dengan nada mendukung, entah kenapa situasi nya cukup baik, dia disambut dengan baik di Nazzarick, tapi mungkin Naruto harus berusaha cukup keras untuk meyakinkan Shiroe agar dia mau datang.
tangga-tangga menjadi jalan untuk menuju lantai berikutnya, tidak ada lift disini yang ada hanya tangga.
"ini adalah Garden Of Nazzarick," ujar anak perempuan itu sambil menunjuk kearah taman dibawah yang mereka lihat dari tangga.
terlihat sebuah taman yang indah dan penuh dengan bunga warna putih memancarkan aroma harum dari bawah tempat taman itu berada.
kemudian mereka naik ke lantai dua dan disana terlihat beberapa ras Elf dengan warna kulit hitam sedang bekerja bersama seperti melakukan penelitian sihir dan sebagainya.
"lantai ini adalah Dark Elven Labor, disini para dark elf akan bekerja sama mencari ide sihir-sihir baru untuk para Elf. "
ujar anak itu sembari meneruskan langkah keatas, Naruto juga mengikuti, mungkin jika dirinya yang masih muda dia akan kelelahan ketika menaiki tangga ini, tapi untuk dirinya yang sekarang ini bukanlah apa-apa.
kemudian mereka sampai di lantai berikutnya.
"disini adalah tempat para dwarf membuat senjata, senjata-senjata disini merupakan senjata modern, Demiurge yang mengurus penjualan senjata, ini merupakan salah satu pemasukan di Kerajaan ini. " ujar anak itu memperkenalkan tempat ini layaknya Naruto orang yang akan tinggal lama disini.
"nah kita sudah sampai di lantai keempat, disini lantai untuk kamar para tamu, cukup jarang tamu datang kesini jadi hampir seluruh kamar kosong, kamu bisa pilih dimana saja. " ujar anak itu.
Naruto hanya memilih ruangan sudut karena dia mungkin bisa melihat pemandangan dari sana.
"oke, jika kamu ingin berkeliling kamu bisa melihat peta yang ada di dinding tiap lantai, kalau kamu mau ke perumahan juga bisa, tapi harap hubungi aku dulu dengan ini. " ujar anak itu sambil. memberikan sebuah walkie talkie.
"baiklah, silahkan beristirahat dulu, aturlah rencana agar kamu bisa mencapai tujuan kamu, semoga beruntung. " ujar anak itu kemudian dia pergi dengan teleport.
Naruto memasuki kamarnya dan melihat betapa mewahnya kamar ini, sangat berbeda dibanding dengan milik Azazel, kamar ini seperti ruangan tidur para raja yang biasa ada di buku cerita anak-anak di Konoha.
dengan ruangan yang serba emas memperlihatkan betapa kaya nya kerajaan Nazzarick, Naruto harus berpikir apa yang bisa membuat Shiroe mau bergabung kepadanya, dia harus membuat tawaran yang sulit ditolak.
Naruto sedikit menghela nafas kemudian membaca kembali lembaran pengamatan Shiroe yang dia dapatkan dari Azazel, dia harus mencari tahu titik yang bisa digunakan oleh dirinya untuk membawa dirinya ke sisi Guild.
"Uzumaki-Dono, Shiroe-Dono ingin bertemu dengan anda. " ujar seorang maid dengan rambut pony tail, parasnya agak mirip dengan Hinata hal itu membuat Naruto cukup terkejut namun dia berbeda dari Hinata dan fakta tidak ada chakra dalam dirinya membuat dirinya yakin dia bukan Hinata.
"tolong ikuti saya Uzumaki-Dono. " ujar maid itu sambil berjalan menggunakan tangga yang menghubungkan antar lantainya, sampai kira-kira lantai 9,Naruto sedikit berkeringat dengan naik lantai itu, anak-anak tangga disini jauh lebih tinggi dibanding semua tempat yang pernah dikunjungi oleh Naruto, dia jadi heran bagaimana menara ini dibangun.
Naruto dan Maid itu berjalan sampai ke tengah lantai dan masuk ke ruangan paling tengah, disitu telah Shiroe telah menunggu.
"Terima kasih Naberal, kau boleh pergi. " ujar Shiroe dengan nada santai.
"baik." kemudian Naberal segera keluar dari sana.
"jadi Uzumaki-Dono alasan ku memanggil mu kesini untuk menegaskan kalau aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk bergabung dengan Guild mu. " ujar Shiroe langsung to the point tanpa basa-basi.
"bisa kah aku tahu apa alasan mu tidak berminat masuk kedalam Guild ku? " tanya Naruto dengan nada berwibawa.
"tentu karena tidak ada yang bisa kau tawarkan pada ku. " ujar Shiroe dengan nada serius.
"di Nazzarick kami tidak kekurangan apa-apa malah kami berkelebihan, jadi tidak ada alasan aku pergi dari tempat ini bukan? " tanya Shiroe dengan nada serius.
"jadi intinya hanya itu, sepertinya kamu tidak bisa berkata-kata, jadi kau bisa menikmati liburan mu disini sebelum pulang ke Jepang. " ujar Shiroe sembari menghela nafas.
Shiroe keluar dari ruangan itu, sementara itu Naruto hanya mengambil nafas panjang, dia hanya tersenyum.
"baiklah aku akan mencoba nya lewat bos nya. " ujar Naruto dengan senyuman tidak ragu pada wajahnya.
TBC
halo-halo Terima kasih masih membaca, well untuk dari segi power terlihat Naruto cukup lemah? well jika dibandingkan dengan Azazel saat ini mungkin iya, tapi kedepannya kita tidak tahu mungkin saja dia akan jauh lebih kuat dari Azazel.
dan juga mungkin untuk chapter berikut nya akan cukup terlambat karena dalam mengupload chapter ini tangan saya sedikit mengalami masalah, jadi mohon maaf jika chapter depannya mungkin agak terlambat, sekian dan Adios!!
