Chapter 5 : First Part The Tomb Of Trihexa
pagi yang cerah terlihat di Nazzarick, terlihat para undead berlatih dalam sebuah barak khusus Undead dimana kemampuan berpedang, bertombak, dan memanah, serta kemampuan menggunakan senjata api mereka cukup mumpuni dan terlihat Albedo ada disana mengawasi latihan para undead.
sementara itu dari ruangan yang berbeda terlihat Demiurge sedang mengatur beberapa dokumen penjualan senjata yang dibuat oleh para dwarf dimana angka penjualan cenderung stabil yang membuat Demiurge pusing bagaimana cara untuk meningkatkan penjualan.
Shiroe sang strategis half alv itu kini berada di tempat lain untuk mengurus berbagai macam material yang akan dijual dan dibeli sesuai dengan pesanan Demiurge, dengan kata lain Shiroe sebagai negosiator agar bisa mendapatkan harga yang murah.
kini Naruto bersama-sama dengan Ainz dalam sebuah ruangan ditemani dengan segelas teh dan beberapa camilan khas yang entah bagaimana cara Ainz memakannya.
"Uzumaki-dono apakah anda menikmati saat saat berada di Nazzarick? "
tanya Ainz dengan nada santai sembari menatap kearah Naruto, menanyakan apakah dia merasa nyaman di Nazzarick.
"ya tempat ini sangat bagus, tidak bisa dibandingkan dengan appatement di mana pun," ujar Narito memberikan kesan positif selama ia berada di Nazzarick.
"begitukah, senang mendengarnya. " ujar Ainz.
"jadi apa yang akan kamu lakukan untuk merekrut Shiroe? "
tanya Ainz dengan nada heran.
"haha aku sendiri masih belum tahu. "
ujar Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia cukup kehabisan cara untuk merekrut Shiroe.
"bagaimana dengan Ainz-dono membantu ku? " tanya Naruto dengan nada semangat.
"haha kau seperti meminta nya saja, lakukan lah yang terbaik untuk dapat pengakuannya. " ujar Ainz yang terlihat dia tidak ingin membantu Naruto meski dia terlihat cukup mendukung keputusan Shiroe apa pun yang akan diambil.
pembicaraan kembali buntu dimana kali ini benar-benar satu dari mereka memikirkan untuk melanjutkan perbincangan dengan mengambil topik lain.
Ainz menghela sedikit nafas nya, dia melihat Naruto sepertinya cukup kepikiran bagaimana cara yang tepat untuk merekrut Shiroe.
"Ehem, aku dengar Shiroe-dono sedang membutuhkan bunga *Drose* untuk kesembuhan istri nya. " ujar Ainz tiba - tiba yang terlihat cukup kasihan dengan Naruto yang seperti tidak punya banyak informasi tentang Shiroe.
"bunga *Drose*? " tanya Naruto dengan nada heran, dia baru tahu kalau ada bunga yang bernama Drose.
"ya." Ainz berdiri dari tempat nya dan berjalan ke rak buku yang ada di ruangan itu, lalu dia mengambil suatu buku dari rak tersebut.
Ainz kembali ke tempat nya sambil memperlihatkan bentuk bunga Drose yang berada di buku itu.
"Bunga Drose adalah bunga yang memiliki khasiat untuk membangunkan seseorang dari Eternal Sleep tehnik dari Hypinos salah satu dewa bawahan hades. " ujar Ainz dengan nada serius.
"jadi istri Shiroe terkena tehnik Eternal Sleep ini? " tanya Naruto kepada Ainz.
"yaa, Istri dari Shiroe, Akatsuki merupakan Half Alv yang memiliki karakteristik serupa manusia pada penampilan nya dengan tidak ada telinga panjang nya, dan dia juga merupakan salah satu pejuang yang hebat, dia terkenal Eternal Sleep saat Nazzarick berhasil menembus pertahanan dunia lain milik hades yaitu Elysion, namun kami kalah dan harus terpukul mundur. "
ujar Ainz yang terlihat cukup suram, mengingat kekalahan besar Ainz saat akan menginvansi Elysion benar-benar masih berada dalam hati nya.
"dimana kah aku bisa mendapatkan bunga itu? " tanya Naruto dengan nada serius.
"bunga itu cukup banyak di Elysion, tapi kau tidak bisa kesana untuk sekarang, aku yakin Hades sudah memperkuat nya lagi sehingga kau kesana pun kematian yang menunggu mu. "
ujar Ainz dengan nada serius.
"jadi bagaimana? "
Naruto sepertinya ingin mendapatkan bunga Drose itu agar Shiroe bisa berhutang budi pada nya dan ia akan menjadi anggota guild nya.
"tapi ada satu tempat yang mungkin bisa kau kunjungi. " ujar Ainz dengan nada santai sembari membuka lembaran baru pada buku itu.
"The Tomb Of Trihexa. " ujar Ainz sambil menunjukkan tempatnya berada di benua Antartika, lebih tepatnya didalam tanah.
"bagaimana cara ku kesana? " tanya Naruto dengan nada serius.
"maa hubungi saja Azazel suruh dia antar kamu. " ujar Ainz dengan nada santai.
"benar juga! "
ujar Naruto semangat namun tiba-tiba semangatnya turun.
" apa kamu tidak memberitahu Shiroe tentang ini? " tanya Naruto dengan nada santai.
"ah itu, di Nazzarick bila membutuhkan sesuatu yang tidak ada pada kami kau harus berusaha sendiri, dengan sumber daya yang kau kumpulkan sendiri. "
ujar Ainz, Naruto jadi paham kenapa Shiroe tidak mau keluar dulu, dia masih mengumpulkan sumber daya untuk menyerang The Tomb of Trihexa.
"mungkin hanya segini dulu, ada baik nya anda kembali ke kamar anda, saya masih ada pekerjaan. " ujar Ainz dengan nada santai sembari beranjak dari sana.
sementara itu Naruto sendiri juga mengikuti kata Ainz untuk pergi ke kamarnya karena tidak ada yang bisa ia lakukan lagi di ruang pertemuan.
kini Naruto berada di kamarnya dengan memegang ponsel pemberian Azazel.
"haaah."
Naruto menghela nafas kemudian menelfon Azazel.
"ya ada apa rambut duren? " tanya Azazel tiba-tiba di telfon.
"apa yang kau maksud dengan duren. " ujar Naruto tidak suka.
" ah hanya buah dengan bau yang sangat menyengat, bahkan rasa nya sangat kuat. " ujar Azazel menjelaskan.
"hei aku tidak bertanya tentang itu, namun aku bertanya kenapa kau memanggil ku rambut duren? " ujar Naruto dengan nada sedikit kesal.
" ah itu karena, ah dah lah memang nya ngapain nelfon? " tanya Azazel dengan nada heran.
"dih ngeles. " ujar Naruto dengan nada malas.
"ini aku mau ke antartika, anterin dong. " ujar Naruto dengan nada tanpa dosa.
"hah, kau pikir antartika itu dimana hah? " ujar Azazel dengan nada tidak habis pikir.
"itu cuma tempat bersalju, antar aku kesana, aku perlu kesana demi merekrut Shiroe. " ujar Naruto menjelaskan bahwa ia perlu ke antartika.
"ya ya, nanti Stella akan menjemput mu dan mengantar mu, sudah dulu yah aku sedang ada urusan. " ujar Azazel yang nampak terburu-buru.
"hei emang lu ngapain? " tanya Naruto yang cukup curiga dengan Azazel.
"ga, ga ngapa-ngapain, eh ngapain juga kamu tahu, dah dah tunggu se jam lagi Stella akan datang jemput kamu. " ujar Azazel langsung mematikan telfon nya, terdengar Azazel sangat sibuk.
Naruto hanya menghela nafas mendengar perkataan dari Azazel.
"hmm ah iya. " Naruto keluar kamar dan mendapati seorang Naberal, maid yang menjaga nya di Nazzarick ada di depan pintu.
"maid-san bisa kau berikan aku satu set baju tebal. " Naberal hanya menghela nafas dan berjalan untuk mencari baju tebal, sementara itu Naruto masuk lagi ke kamarnya.
tak lama kemudian Naberal membawakan beberapa baju tebal yang cocok digunakan untuk bepergian ke tempat dingin.
Naruto kini merasa nostalgia dengan pakaiannya, sebuah pakaian yang sangat mirip waktu misi nya ke bulan.
"jadi kau langsung bersiap. " ujar Ainz yang baru saja datang mengunjungi Naruto.
"tentu, aku tidak bisa membiarkan Shiroe mendapatkan bunga itu duluan. " ujar Naruto dengan nada santai.
"baiklah aku mendoakan keberhasilan mu. " ujar Ainz sambil berjalan keluar dan pergi entah kemana.
tak lama kemudian datanglah Stella dengan wajah cemberut tanda kesal nya, sepertinya dia terlalu diperalat Azazel sehingga dia cemberut seperti itu.
"Apa kau sudah siap? " tanya Stella yang tiba-tiba memegang pundak Naruto.
"eh? "
Swuuush*
mereka berpindah ke hamparan padang salju yang sangat dingin, perubahan suhu yang mendadak membuat Naruto merasa ngilu pada badannya.
"oke aku undur diri. " Stella dengan tanpa dosa nya dia langsung pergi darisana.
"cih sialan. " ujar Naruto kesal melihat tingkah Stella yang seenak jidatnya meninggalkan Naruto di padang salju ini.
Naruto berjalan pelan menyusuri padang salju ini yang entah dimana dia mencari jalan masuk menuju The Tomb Of Trihexa.
padang salju yang begitu dingin, udara disini seperti badai salju yang tiada berhenti itu tak membuat Naruto berhenti berjalan, medan seperti ini cukup menyulitkan bagi ninja yang bergerak dengan Agility, ditambah Naruto belum mau langsung masuk pada Kurama Mode karena itu mungkin akan menarik perhatian banyak orang, sementara Sennin Mode itu akan mempertajam indra nya yang artinya dia semakin merasakan dingin pada tubuh nya.
Naruto berjalan dan ia sampai pada sebuah gua, gua yang gelap kosong.
Naruto berjalan pelan, kali ini dia mengaktifkan Sennin Mode nya untuk mengetahui sekitar, dia tidak bisa mengandalkan mata nya disini karena tempat ini gelap dan dia tidak bisa element katon.
meski katon biasa dia bisa melakukan nya tapi dia tidak memiliki apa-apa untuk dibakar jadi dia harus menggunakan indra nya.
Naruto menemukan sebuah gerbang, ketika ia membuka nya ia dapat melihat dikarenakan didalam gerbang itu banyak obor menyala menerangi ruangan.
sreet tep*
Naruto berjalan pelan sembari menghindari beberapa jebakan, mungkin saja ini adalah The Tomb Of Trihexa jadi cukup banyak jebakan disekitar sini.
wuuush*
Naruto berusaha menghindari banyak anak panah yang menuju ke dirinya dengan beberapa gerakan, kemampuan nya saat menjadi ninja sangat berguna ditempat ini.
Naruto terus melangkah pada tempat yang kelihatan remang-remang ini, dia tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap tempat ini.
sampai dia tiba di sebuah aula besar tempat perjalanan nya dan dia melihat sebuah tumbuhan Man Eater berada menghalangi jalannya, tumbuhan itu memiliki bentuk yang cukup mengerikan dengan banyak tulang disekitarnya.
bush bush bush*
tumbuhan itu tanpa bergerak mengeluarkan bola-bola api menyerang Naruto hal ini membuat Naruto dengan sigap menghindarinya menggunakan kecepatan.
srrrrt srrrt*
banyak ranting-ranting coba untuk melilit Naruto.
tap wush*
dengan kesigapan Naruto dia menginjak ranting ranting yang menjulur padanya guna menghindari ranting-ranting itu melilitnya.
"baiklah coba dengan ini Kagebunshin No Jutsu. "
Naruto menggandakan dirinya menjadi dua dimana ranting-ranting itu menyerang kedua Naruto itu.
"Cho Odama Rasengan. "
kedua Naruto itu langsung menghujam Rasengan super besar kepada man eater itu dengan harapan serangan itu bisa memberikan luka fatal kepada Man Eater itu.
duarrr*
efek dari dua Rasengan super besar itu cukup besar dampak ledakannya, Naruto terus mengamati apakah dia sudah menyelesaikan pertarungannya melawan Man Eater ini.
"tch ini merepotkan Ttebayo. " ujar Naruto sambil melihat dimana Man Eater itu terkena ledakan namun tidak langsung hancur melainkan banyak ranting melindunginya.
meski sebagian besar hancur namun Man Eater itu masih bergerak.
"GROARRRHH."
terlihat Man Eater itu cukup marah dengan ledakan yang ditimbulkan oleh Rasengan super besar milik Naruto.
terlihat cukup besar perubahan pada Man Eater itu dimana warna nya menjadi merah darah dengan keluar darah dari mulut Man Eater itu.
"kalau begitu bagaimana dengan ini? "
tanya Naruto sambil membentuk segel tangan yang kita semua tahu segel untuk melakukan apa itu.
"Tajuu Kage Bunshin No Jutsu! "
Naruto langsung menjadi banyak dan terlihat serangan ranting yang dilancarkan tidak berfungsi dengan baik karena tidak diketahui mana Naruto yang asli.
"dan mari kita akhiri! "
ujar Naruto dengan nada sangat serius.
"Cho odama Rasen Tarengan! "
dengan banyaknya Rasengan super besar yang Naruto hujam kepada Man Eater itu tercipta lah sebuah ledakan super besar pada daerah itu dan tentu membuat beberapa Es di Antartika ini mencair.
Naruto yang melihatnya kini menghela nafas setelah dia sudah yakin Man Eater itu mati.
"kau berlebihan Naruto. "
ujar Kurama setelah melihat dampak serangan itu dimana Man Eater itu sudah hilang lenyap bahkan tanpa menyisakan mayatnya.
"haha."
Naruto hanya bisa tertawa cengengesan sembari melihat dampak serangannya yang membuat sebagian besar Area ini hancur.
kemudian Naruto melanjutkan perjalanan setelah mengalahkan Man Eater tadi.
Meanwhile di Konoha. *
terlihat Boruto dengan wajah bosan nya mencekik leher Kawaki yang sudah kehilangan kekuatan dapat diketahui bahwa Kawaki kalah melawan Boruto atau bisa kita bilang Momoshiki.
"Hwaaaa! "
terlihat Himawari mencoba melakukan tehnik yang cukup berbahaya dimana membuat seseorang sekelas Naruto bisa pingsan seharian.
Grep brak! *
Himawari ditangkap dan langsung dilemparkan seraya tangan lainnya melempar Kawaki.
"lemah sekali. " ujar Boruto dengan nada sinis.
"apakah begitu seharusnya anak Hokage berbicara hah?! " tanya Shikadai yang tiba-tiba melakukan Kagemane entah darimana.
"Hokage, Hokage apa kalian hanya bisa. meneriakkan nama itu hah, tidak heran jika kalian lemah. " ujar Boruto dengan nada santai sambil dengan mudahnya melahap tehnik dari Shikadai itu.
"Chidori! "
Sarada juga entah darimana mencoba melakukan tehnik nya yang diajarkan oleh Sasuke yaitu Chidori.
Wuuush Grep Brak*
namun Boruto menyerap tehnik itu kemudian mengambil tangan Sarada dan membanting nya kemudian.
"Nii-san sudah, berhenti!! "
ujar Himawari berteriak, dia tidak bisa melakukan apa-apa setidaknya dia harus mencoba segala yang dia bisa meski hanya berteriak.
"Nii-san mu sudah tidak ada lagi. " ujar Boruto dengan nada dingin.
wuuush Srak. *
perlahan waktu membeku, Kawaki terdiam membeku melihat Boruto membunuh Himawari didepannya, lebih tepatnya menusuk dada Himawari dengan kunai nya.
"BORUTO!!!!!! "
TBC
loha ketemu lagi bareng saya pada cerita Guild master ini, saya berterima kasih kepada kalian yang masih mendukung saya dalam melanjutkan fanfic ini, mungkin karena tidak ada pertanyaan saya akhiri sampai disini dulu sekian dan terimakasih
Adios!
Bonus
terlihatlah kini Azazel tengah berada di Manchester Inggris sambil memperhatikan bagaimana pemain-pemain Emyu yang dia dukung bisa kalah.
"baiklah kali ini kau harus menang! "
ujar Azazel sambil memberikan sihir kepada para pemain supaya bisa lebih bersemangat lagi dan bisa memenangkan pertandingan minggu depan melawan rival abadi mereka.
"khe khe khe khe khe kali ini kalian pasti menang. "
tawa jahat Azazel setelah dia melakukan taruhan ulang dengan penjual Ramen.
