"Nee. Ossan apa yang akan kita lakukan di tempat seperti ini?" tanya seorang bocah pada pria paruh baya disamping nya.

"Seperti yang ku bilang sebelumnya. Aku akan mengajarkan sesuatu yang penting pada kalian" jawab pria itu

"Apa yang bisa kita pelajari dari duduk di taman seperti ini?:" tanya bocah yang satunya.

Pria itu tersenyum melihat wajah bingung kedua muridnya ini.

"Apa ini sesuatu seperti pelatihan 'kesabaran ketekunan, dan harga diri' yang pernah Azazel ajarkan pada kami?"

"Hoh? pelatihan seperti apa itu?"

Pria itu menatap salah satu muridnya itu dengan pandangan tertarik. Ia tidak menyangka teman sangklengnya itu bisa mengajarkan hal - hal bagus pada kedua bocah ini.G

"Memancing selama sehari semalam"

Pria itu langsung tersungkur mendengar jawaban polos salah satu bocah itu. Sepertinya salah jika mengharapkan hal - hal bagus dari temannya itu.

"Tidak! Jangan samakan ini dengan apa yang diajarkan orang aneh itu"

Apa nya yang pelatihan 'ketabahan, kesabaran, dan harga diri'. Lagi pula apa hubungannya memancing dengan harga diri?.

"Apa ini akan membuat kami lebih kuat Ossan?"

"Hahh," pria itu menghembuskan nafas.

Bocah - bocah ini. Kenapa mereka sangat terobsesi dengan kekuatan? Bocah seperti mereka seharusnya hanya memikirkan makan, main, dan buang air. melihat anak - anak seperti mereka begitu terobsesi pada kekuatan, adalah bukti betapa buruknya zaman ini.

"Dengar bocah - bocah sableng. Ini mungkin tidak akan membuat kalian menjadi kuat. Tapi suatu hari nanti, saat kalian sudah mengerti apa yang akan aku katakan pada kalian. Pada saat itu, aku yakin ini akan sangat membantu"

Meskipun saat ini mereka tidak akan mengerti apa yang akan dia katakan. Namun ia percaya, suatu hari nanti murid - muridnya ini akan mengerti. Dan pada saat itu ia berharap ini akan membantu mereka. Bukan untuk pertarungan maupun peperangan. Namuń untuk menemukań tujuan hidup yang lebih baik dari apa yang mereka pegang saat ini, tujuan yang tidak akan membuat mereka menghancurkan diri mereka sendiri.

.

Title : Unclear Creature

Crossover : Naruto x DxD

Chapter : 3

'Duakk!!'

'Dakk!!

'Duar!!'

Rïas terperangah melihat pertarungan giĺa yang terjadi di depannya. Pertarungan mereka benar - benar berada di level yang berbeda. Ledakan kejut saat tinju mereka beradu, dan balok - balok sihir yang terbang kesana kemari menghancurkan apapun yang ada di sekitar. Bahkan akademi Kuoh yang terkenal akan kemegahan nya, sekarang terlihat bagaikan reruntuhan dari pada sekolah.

Beruntung Rias berhasil mengumpulkan teman - temannya tepat waktu. Kini ia sedang berlindung di sebuah barrier yang muncul dari alat aneh yang di berikan orang itu. Rias tidak tahu siapa orang itu. Tapi dari hati nya ia berdoa untuk kemenangan nya.

'Duak'

Naruto sedikit terdorong saat menahan serangan Kokabiel.

Kokabiel. Jika dilihat sekilas, pertarungan ini nampak imbang. Namun yang sebenarnya Naruto harus mati - matian mengimbangi pergerakan Kokabiel. Jika saja Naruto tidak memiliki Sharingan, ia pasti sudah terkapar sejak tadi.

"Kurama! Analisa situasi!"

'Kemungkinan kita memenangkan pertarungan ini sekitar 5% Tuan'

Itu lebih rendah dari apa yang Naruto perkirak sebelumnya.

"Kurama! aku punya rencana! hitung presentase keberhasilan nya"

'Baik tuan'

"Ada apa Naruto? Apa hanya segini kemampuanmu?"

"Santai saja pak tua. Aku baru saja akan memulai"

Naruto melesat menerjang Kokabiel. Kali ini ia bertindak lebih agresif dari sebelum nya. Sharingan nya bergerak liar membaca pergerakan Kokabiel. Baku hantam dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelum nya.

Naruto memberika segala yang ia punya, kepalanya berdenyut sakit. Setiap informasi yang masuk melalui matanya ini terjadi 5 detik lebih cepat. Dan otaknya harus berkerja ekstra untuk mengolah setiap informasi yang masuk.

"Gerakanmu semakin tajam Naruto. Tapi," ucap Kokabiel dengan santai nya.

Kokabiel tiba - tiba saja menghilang dari hadapan Naruto. Matanya melirik kesana kemari mencari keberadaan Kokabiel.

'Kiri, kanan, atau belakang?' Naruto coba menerka - nerka dari mana Kokabiel muncul.

"Gerakanmu masih terlalu lambat Naruto!"

Naruto membulatkan matanya, meskipun sudah termasuk daĺam perkiraannya. Ia tidak bisa bereaksi saat Kokabiel tiba - tiba saja muncul dibelakang matanya.

'Jrashh!!'

Sebuah pedang cahaya menembus dada Naruto.

"Hanya sampai disini Naruto" ujar Kokabiel dengan senyum kemenangan nya.

Alih - alih meringis kesakitan. Naruto justru mengeluarkan senyum licik dari balik topengnya.

"Dalam mimpimu Pak tu"

'Koakk!' 'koakk!' 'koakk'

Tubuh Naruto melebur menjadi puluhan gagak yang terbang kesana kemari.

"Ilusi!?"

Kokabiel terkejut. Bagaimana ia bisa tidak menyadari ilusi Naruto. Lagi pula sejak kapan bocah itu menjebaknya kedalam ilusi?

"Masih terlalu cepat untuk terkejut Ossan!!

Kokabiel mendongkakkan kepalanya. Naruto sudah berada di atasnya dengan sebuah llingkaran sihir seukuran tubuh nya.

"Rasakan ini, CORBIN!"

Ratusan gagak keluar dari lingkaran sihir yang Naruto buat. Para gagak - gagak itu terbang mengitari Kokabiel.

"Apa yang akan kau lakukan dëngan gagak - gagak ini Naruto? Apa kau ingin menjebak ku dalam ilusimu lagi?"

"Kau akan segera tahu... Meledaklah"

Atas perintah Naruto para gagak itu meledak satu - persatu. Meskupun bukan sebuah ledakan yang terlalu besar. Namun efek beruntun dari ledakan itu membuat Kokabiel meringis kesakitan.

"Bocah sialan! Arghhh!!!"

Kokabiel membuat ledakan Mana yang hebat dan memusnahkan para gagak - gagak itu.

"Trik mura- Arghhh"

'Duakkk!!'

Baru saja terbebas dari kumpulan gagak - gagak iti. Kokabiel harus tersungkur untuk pertama kalinya saat sebuah mahluk astral raksasa menghantam nya.

'Duakk!!!' sekali lagi

'Duakk!!!' lagi

'Duakk!' dan lagi.

Pukulan mahluk Astral itu, yang ternyata adalah Susanoo milik Naruto. Terus membenamkan Kokabiel ketanah dengan membabi buta.

Naruto menghilangkan Susanoo miliknya. Dan mempersiapkan serangan berikutnya. Karena meskipun ia terus menghajar Kokabiel dengan Susanoo nya itu tidak akan memberi kerusakan yang besar.

"Urghh!"

Kokabiel mencoba untuk berdiri. Namun tiba - tiba saja ia melihat di sekujur tubuhnya sudah tertancap sebuah besi hitam.

Untuk yang kedua kali nya ia harus terjebak ke dalam ilusi Naruto. Kokabiel tidak bisa menggerakan sekujur tubuhnya. Ia bertanya - tanya, dari mana Naruto belajar ilusi hebat seperti ini. Karena setahunya tidak ada orang di Grigori yang memiliki keterampilan khusus dalam hal ilusi.

Kokabiel mengabaikan pertanyaan itu, dan mulai berkonsentrasi. Salah satu cara untuk melepaskan diri adalah dengan membuat aliran mana nya tidak beraturan. Ini adalaha cara paling efisien tapi juga beresiko. Karena butuh waktu untuk kembali menstabilkannya. Ditambah dalam pertarungan seperti ini ketidak setabilan Mana akan membuatnya tidak bisa menggunakan sihir apapun.

'Tunggu sebentar!'

Akhirnya ia sadar bahwa ia sudah terjerat kedalam rencana murid nya. ya ia baru ingat. Naruto adalah tipe petarung yang selalu mengandalkan Strategi. Tidak seperti Vali yang asal hajar tanpa banyak berfikir. Naruto selalu membuat strategi sebelum memulai pertempuran. Ia jeli, dan bisa memahami situasi dengan cepat, cara berfikirnya juga sangat fleksibel.

'Aku terlalu meremehkanmu' batin Kokabiel.

Kokabiel mulai membuat kacau aliran Mana nya. Kali ini ia terpaksa harus mengikuti permainan muridnya. Karena jika terus seperti ini, ia bisa saja mati bahkan tanpa ia sadari.

Dan benar saja. Baru saja ia tersadar dari ilusi Naruto. Sebuah serangan berbentuk bola dengan bilah shuriken yang berputar dengan ganas sudah mengarah ke arahnya. Karena ia tidak punya waktu untuk menormalkan aliran mana nya Kokabiel segera melompat untuk menghindari itu.

"Kau bisa melompat Ossan. Tapi tidak bisa menghindar!" ujar Naruto.

Dan benar saja. Meskipun Kokabiel melompat, sihir Naruto membesar dan menelan Kokabil.

"Arghh!!!" Kokabiel berteriak.

Rashenshuriken adalah lanjutan dari sihir orisinil nya yang bernama Rasengan dengan perpaduan elemen angin di daĺam nya. Meskipun berbentuk seperti sebuah shuriken, namun ketika mengenai target nya sihir ini akan melebar menjadi sebuah bola raksasa dan menjebak target kedalam dengan ribuan jarum kecil yang akan menusuk - nusuk sekujur tubuhnya.

Dengan Interval waktu yang di berikan. Naruto langsung menyiapkan sihir yang akan menjadi penutup serangan beruntun nya.

"Engkau yang maha kuasa..." Naruto mulai membaca mantra nya.

"Berikan berkatmu, dan pinjamkan kuasamu..." sebuah lingkaran sihir besar muncul menutupi seluruh langit akademi.

"Izinkan langit mengikuti kehendakku!" Langit malam mulai terpayungi oleh awan hitam

"Biarkan awan menjadi perisaiku, dan guntur senjataku" Angin berhembus dan petir mulai menyambar.

"Dengan amarahmu! Binasakanlah musuh - musuhku! Lingkaran sihir itu mulai bersinar terang,

"KIRIN!!!"

'JEDERRRR!!!!!'

TBC

huh, selesai juga.

Buat yang penasaran sama bentuk Susanoo nya Naruto,jadi bentuk nya itu susanoo nya itu kaya wujud Naruto ekor enam pas lawan Pain. cuman yang transparan. gw susah gambarin nya, jadi gw tulis aja disini

trus Etm Sharingan Naruto sama kaya punya Sasuke d canon

buat setelan nya peris kaya menma di movie road of ninja.

dah gitu aja, sampai ketemu di chapter depan