Kakei adalah siswa SMA yang rajin, ketika tidak ada jadwal latihan Kakei akan memilih untuk mengulangi pelajaran yang sudah dipelajarinya, mengerjakan PR atau mempelajari materi yang sempat dia dapatkan karena harus izin mengikuti pertandingan American Football.
Kedua alis Kakei menekuk tajam, tatapan matanya begitu serius pada buku tulis, gerakan tangannya juga sangat cepat menulis kata perkata.
JRENGGG!
Suara gitar yang tiba-tiba saja bergema dari luar rumahnya mengejutkan Kakei, akibatnya kanji yang sedang dia tulis hancur. Decihan kecil keluar dari mulut pemuda tampan, tinggi, dan bersurai biru.
Kakei mendorong kursi ke belakang, bangkit berdiri, lalu berjalan menuju balkon. Ekspresi seriusnya berubah kesal, dia tidak mungkin tidak tahu oknum yang telah menghentikkan sisi rajinnya yang sedang mendominasi.
"Akaba! Ngapain kamu ada disini, jangan ganggu tetangga."
Hal pertama yang dikhawatirkan Kakei adalah tetangganya yang mungkin saja terganggu dengan genjrengan gitar Akaba dan tidak memasukkan dirinya sendiri dalam list "Terganggu oleh suara gitar Akaba".
Atau Kakei memang tidak mempermasalahkan diganggu Akaba?
"Fuh ... aku hanya lewat saja."
Kedua mata Kakei menyipit, tidak mungkin lewat saja tapi sampai manjat tembok dan masuk pekarangan rumahnya.
"Aku sedang belajar, jangan ganggu."
"Aku akan menunggumu disini sampai selesai."
Mulut Kakei terbuka sedikit, lalu tertutup, niat ingin mengusir tetapi tidak enak untuk mengusirnya.
"Masuklah, kamu pasti akan menungguku sambil main gitar, aku tidak ingin ada protes dari tetangga."
"Fuh ... boleh?"
"Ya, kenapa tidak?"
Akhirnya Kakei melanjutkan belajarnya ditemani Akaba. Fokus belajarnya mulai terganggu saat Akaba menaruh gitarnya, dan mendekatinya.
Grep, tiba-tiba saja Akaba memeluk Kakei, Kakei sendiri beeusaha untuk tetap fokus.
"Tanganku tidak bisa menuli kala-"
Ckrek, suara shutter kamera terdengar sampai telinga Kakei, pintu menuju balkon tidak ditutup setelah memergoki Akaba tadi.
"Kekeke."
Tawa khas setan itu muncul setelahnya.
Tanpa pikir panjang Kakei bangkit, melepaskan pelukan Akaba dengan paksa.
"Hiruma! Beraninya kau!"
Kakei berbalik badan menghadap Akaba. "DAN KAMU JUGA JANGAN BERTINGKAH YANG ANEH-ANEH!"
Akaba diam saja, lalu memeluk Kakei lagi.
"LEPASSSKAN TANGANMU ITU DARIKU! KAMU SAKIT? AKU ANTARKAN KE RUMAH SAKIT JIWA."
"Aku tidak sakit, hanya ingin saja."
"OI!"
Sore itu Kakei merasa sudah terbungkus jaring laba-laba.
Keesokan harinya Kakei mendapatkan sebuah gosip yang mengatakan ace tim Kyoushin memiliki hubungan dengan ace tim Bando. Gosip itu membuat Kakei tidak fokus selama belajar, mengutuk kecerobohannya kemarin sore dan saat mau latihan.
Mizumachi dengan polosnya menembak Kakei menggunakan hal yang berhubungan dengan gosip itu.
"Nghaa? Kakei udah pacaran sama Akaba? SELAMAT!"
Kakei dinyatakan tewas setelah diberi selamat oleh sahabatnya.
