Enchanted
*
by: Odeee_
*
[Kookv - Romance - Married life - Sho-ai]
.
.
.
Taehyung [Kau dimana? Aku akan keluar dari kampus sekarang.]
Jungkook [Aku di depan kampusmu.]
Taehyung [Bisakah kau menyebutkan ciri-cirimu? Ada banyak sekali orang di depan kampus.]
Jungkook [Black outfit]
Taehyung [Lebih spesifik, please.]
Jungkook [Sepatu hitam.]
Taehyung [Ghost, bisakah kau mengangkat tangan?]
Taehyung mengedarkan pandangannya saat Jungkook mengatakan telah mengangkat tangannya.
Diantara warna warni pakaian orang-orang yang lewat hanya ada satu orang dengan pakaian serba hitam berdiri di tengah sedang mengangkat tangan, wajahnya terlihat kebingungan.
Taehyung tidak bisa menahan tawanya, dia segera berlari ke arahnya.
Dia berkata dengan dramatis tepat setelah dia berdiri di depannya, dia bahkan sedikit menunduk seolah memberi hormat, "Halo, Tuan muda, saya adalah pengantin anda."
Jungkook terdiam untuk beberapa saat, dia berkata dengan ragu-ragu, "Kau... Kim Taehyung?"
Taehyung mengangguk dengan semangat, dia menunjuk dirinya sendiri saat dia berkata, "Ya, aku adalah Kim Taehyung dan kau tidak bisa membatalkan pernikahan kita!"
"Kita menikah sekarang?"
Taehyung, "..."
.
.
.
"Ibu, dia adalah Jeon Jungkook dan aku akan menikah dengannya."
Ibu Kim menatap lekat-lekat penuh perhatian pada sosok tinggi berbadan kekar di sebelah putranya. Wajah dan sikapnya menunjukkan kesopanan yang luar biasa, seolah dia siap untuk memenangkan hatinya.
Ibu Kim kembali melirik anaknya, "Nak, bukankah kau mengatakan tidak memiliki kekasih?"
Taehyung mengangguk dengan spontan, "Itu benar."
"Lalu, dia..."
"Ah!" Taehyung melirik orang disebelahnya sekilas sebelum melanjutkan, "Aku bertemu dengannya dan aku berpikir dia adalah cinta sejatiku, aku ingin menikah dengannya!"
Ibunya menyipitkan matanya dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Nak, apakah kau sedang membaca ulang dialog Anna?"
[Anna dari Frozen]
"Apakah terdengar seperti itu?"
"Nak apakah kau ingat apa yang terjadi pada Anna?" Ibunya terlihat cukup serius, "Hans mengkhianatinya, dan Anna membeku!"
"Ibu, dia bukan Hans dan.. aku bukan Anna." Taehyung mengerjab sekali, "Dan ibu, kau bukan Elsa."
Jungkook merasa percakapan keduanya mulai sedikit berjalan ke arah yang membingungkan, dia menengahi, "Ahem, Bu, aku telah memperhatikan putra anda sejak 2014, aku sangat menyukainya dan aku sangat bahagia dia menerima lamaranku, aku akan membuatnya bahagia."
Taehyung membulatkan matanya, "Woaw..."
Jungkook meliriknya sekilas, tidak ada perubahan pada ekspresinya, "Ijinkan aku menikahi putra anda, bu."
"Nak, mengapa kau membiarkan seseorang setampan dia mendambakanmu begitu lama." Ibu Kim merubah ekspresinya secepat cahaya, dia bahkan melembutkan tatapannya, "Aku mengerti perasaanmu Jungkook, kau telah menderita cukup lama karena menyukai orang seperti Taehyungku, aku akan memberimu restu, cepat menikahlah."
"Bu, bukankah kita harus meminta pendapat ayah juga?"
"Pendapat ayahmu tidak diperlukan."
.
.
.
Di dalam rumah bernuansa putih, tepatnya disebuah ruangan tamu yang hangat Taehyung merasa menggigil.
Rumah keluarga Jungkook sangat besar, tetapi orang-orang di dalam rumah ini sangat pendiam. Kesunyian mereka mampu membekukan seluruh rumah.
"Ibu, dia adalah Kim Taehyung, kekasihku." Jungkook memberikan jeda sejenak sebelum melanjutkan, "Aku akan menikahinya."
Seorang gadis yang terlihat sedikit lebih muda dari Jungkook membulatkan matanya, jelas terlihat tercengang.
"H-halo, namaku Kim Taehyung, aku, aku bersedia menikah dengan Jungkook."
Dia tersenyum dengan wajah kaku saat Jungkook meliriknya.
Ibu Jeon melirik sekilas ke arah Taehyung sebelum kembali melirik putranya, "Kapan kalian akan menikah?"
"Secepatnya."
"Jun Ah, bisakah kau membawa calon kakak iparmu berkeliling?"
Calon kakak ipar?
"Baik bu." Gadis manis itu bangkit dari kursinya dan memberikan isyarat untuk Taehyung, "Ayo."
"I-iya, oke."
Rumah bernuansa putih ini bahkan lebih besar dari bagaimana ia terlihat dari luar. Ada begitu banyak ruangan-ruangan besar dan beberapa prabot mahal, mereka semua berwarna putih bersih.
"Ingin mengobrol di kamarku?"
"Tentu."
Taehyung mengikuti Jun Ah dengan ragu-ragu masuk ke dalam kamarnya, dia bahkan menepuk celananya sebelum mulai meletakkan pantatnya diatas kasur besar dengan sprai putih bersih.
"Berapa banyak kakakku membayarmu untuk menikah dengannya?"
Pertanyaan itu sangat tiba-tiba, Taehyung bahkan tidak bisa berkedip dengan nyaman.
Dia berdehem sekali sebelum bertanya dengan ragu-ragu, "Apa yang kau katakan?"
"Kakakku tidak tertarik untuk menjalin sebuah hubungan, tetapi dia membawamu dan mengatakan pernikahan, apakah dia melakukannya agar aku bisa menikah?"
Taehyung menatap ke dalam mata gadis kecil ini, dia terlihat sangat mirip dengan Jungkook. Di ke dalaman matanya tersirat kesedihan dan rasa bersalah yang tertahan.
Taehyung menghela napas, dia menatap ke bawah ke arah kakinya saat dia berkata, "Kakakmu sangat mencintaiku."
Jun Ah, "..."
Dia kembali menghela napas dengan dramatis berkata, "Dia berkata jika dia telah memperhatikanku sejak 6 tahun yang lalu, aku tidak menyadarinya karena dia terlihat sangat... kau tau, kaku."
Jun Ah mengangguk dengan antusias, "Iya, dia sangat kaku."
"Bagaimana aku bisa tau perasaannya jika dia begitu cuek bukan?" Taehyung kembali menghela napas, "Sebenarnya, aku juga memperhatikannya sejak saat itu, tetapi aku tidak percaya diri."
Jun Ah mulai mendesaknya, dia terlihat sangat penasaran, "Jadi kalian saling mencintai sejak saat itu tetapi tidak ada yang berani untuk mengungkapkannya?"
"Iya, itu benar." Taehyung mengerutkan bibirnya, berkata dengan sedih, "Sampai aku berpikir untuk menyerah padanya, dan aku memutuskan untuk mencintai orang lain."
"Oh, tidak!" Jun Ah menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "Lalu apa yang terjadi?"
"Kakakmu mendengar dari temannya jika aku akan menyerah untuk mencintainya." Taehyung menatap Jun Ah yang mulai tampak kecewa, dia melanjutkan, "Kemudian kakakmu mencariku ke kelasku, dia mengatakan jika dia mencintaiku dan melamarku."
"Oh My Goodness!" Jun Ah membulatkan matanya, dia tiba-tiba menjadi bersemangat, "Kakaku sangat payah, tetapi dia sangat keren!"
"Ya, dan dia juga sangat... tampan."
Jun Ah mulai tertawa dengan riang, dia mendekati Taehyung untuk menempel padanya, "Ini sangat luar biasa! Katakan lagi, apa yang terjadi setelah lamaran hebat itu?"
"Apa yang aku harapkan darinya, dia adalah pria yang kaku bukan?" Jun Ah mengangguk dengan senang, Taehyung melanjutkan, "Dia hanya membawaku untuk memakan keripik kentang, dia makan cukup banyak sepertinya dia menyukai keripik kentang."
"Bukankah kakakku tidak menyukai camilan kering?"
"Benarkah?" Taehyung memutar otaknya dengan paksa, secepat cahaya mengembalikan wajahnya menjadi dramatis, "Sebenarnya akulah yang menyukai keripik kentang, dan dia memakannya untuk menemaniku."
"Dia pasti sangat menyukaimu!" Jun Ah kembali tertawa dengan riang, "Kakakku tidak pernah mau makan apapun yang tidak dia sukai, tetapi dia memakannya demi kau! Oh astaga, dia sangat mencintaimu!"
"Oh My Goodness! Aku tidak percaya putraku akan sangat menghargai pasangannya!"
Taehyung dan Jun Ah menoleh setelah mendengar suara itu. Ibu Jeon masuk ke dalam kamar dengan wajah berseri-seri, dia segera mengambil posisi duduk disebelah Taehyung dan menempel padanya.
Sementara Jungkook berdiri di depan pintu dengan wajah tanpa ekspresi menatap ke arahnya.
"Ceritakan lebih banyak lagi, aku ingin tau apa lagi yang dilakukan putraku pada pasangannya."
"Ibu, sejak kapan kau berada disana?"
"Saat Taehyung mengatakan tentang menyerah pada cintanya dan kakakmu datang mencarinya untuk melamarnya!"
Taehyung melirik ke arah Jungkook dengan canggung, dia bahkan menggigit bibirnya untuk mengatasi rasa malunya karena telah mengarang cerita untuknya.
Saat itu Jungkook merasakan tatapannya, dia mendekatinya dan berdiri tepat di depannya, "Honey, bukankah kau menginginkan keripik kentang sebelumnya, kita pergi sekarang?"
Taehyung berada di antara adik perempuan dan ibu Jungkook, mendengar Jungkook memanggilnya seperti itu dengan sangat alami membuatnya sedikit kaku dilehernya.
"Baiklah... Honey."
Jun Ah tiba-tiba meraih lengan Taehyung, dia tidak ingin melepaskannya saat dia berkata, "Dia tidak boleh pergi, aku ingin mendengar lebih banyak, pergi dan belikan kripik kentang untuknya, kami akan menunggu disini!"
"Jun Ah benar!" Ibu Jeon mulai meraih tangan Taehyung di sisi berbeda seperti bagaimana Jun Ah melakukannya, "Biarkan ibu berbingcang dengan calon menantu ibu!"
"Ibu, Taehyung mungkin akan merasa tidak nyaman."
"Tidak masalah." Taehyung menggeleng dengan kaku, "Aku akan bersama adik ipar dan ibu mertua disini."
Jungkook menatapnya beberapa saat sebelum mengangguk, "Baiklah, aku akan pergi mendapatkan beberapa keripik kentang untukmu."
"Mhm."
Jungkook merasakan tatapan lekat adik dan ibunya padanya, seolah menunggu sesuatu terjadi.
Detik berikutnya Taehyung melihat Jungkook menunduk mendekatinya, dia menatap ke dalam matanya sebelum menekan sebuah ciuman ke bibirnya.
Dia bergumam, "Honey, aku akan segera kembali."
Taehyung mengerjab beberapa kali, tetapi masih mengangguk, "Mhm."
Itu adalah ciuman pertamanya!
Di sebelahnya Jun Ah dan ibu Jeon tampak bersemangat, mereka tersenyum hingga seluruh gigi mereka terlihat.
.
.
.
Las Vegas dengan kasih sayangnya yang terbuka dan tanpa batas!
Taehyung telah menetap selama 10 tahun di Negara ini, tetapi dia masih tidak terbiasa dengan kebiasaan orang-orang yang menunjukkan kasih sayangnya di depan publik.
Dia melihat orang asing atau bahkan teman-temannya berpelukan bahkan berciuman di depannya, di depan keluarga ataupun di depan umum. Dia akan memalingkan wajah ketika mereka melakukannya di depannya. Dia tidak pernah memiliki pasangan selama hidupnya, dan dia tidak pernah membayangkan akan mengalami kasih sayang terbuka tanpa batas ini.
Jungkook melirik orang di kursi penumpang dengan bingung, sejak meninggalkan rumah keluarganya Taehyung menjadi pendiam. Orang yang pandai berbicara dan mengarang cerita tiba-tiba membisu.
"Apakah ibuku mengatakan sesuatu yang mengganggumu?"
Taehyung menggeleng dengan kaku, "Tidak ada."
"Kau... tidak berpikir untuk membatalkan pernikahan bukan?"
Taehyung mengerutkan alisnya, dia menoleh dengan mata menyipit, "Kau telah mencuri ciuman pertamaku, jangan berpikir untuk membatalkan pernikahan!"
Jungkook, "..."
Dia mengerjab beberapa kali, tiba-tiba mengerti mengapa Taehyung menjadi pendiam. Dia berdehem sebelum berkata, "Itu juga adalah ciuman pertamaku."
Taehyung meliriknya dengan tidak percaya, tetapi setelah dia mengingat apa yang dikatakan Jun Ah sebelumnya, dia percaya itu juga adalah ciuman pertamanya.
"Sepertinya kita akan sering melakukannya mulai sekarang, kau tau... Las Vegas..."
"Aku tau, itu bukan masalah." Taehyung menyandarkan punggungnya yang kaku saat dia mencoba berkata dengan tenang, "Bukankah para artis mencium orang lain untuk kepentingan film, kita bisa menganggapnya seperti itu."
Jungkook meliriknya sekilas, "Mhm."
Keduanya tidak lagi mengatakan apapun hingga mereka sampai di depan rumah Taehyung.
"Aku akan menjemputmu besok jam 8 pagi."
"Baiklah, persiapan pernikahan ini akan melelahkan."
Taehyung baru saja akan membuka pintu mobil saat dia melihat ibu dan ayahnya mengintip dari balik pintu.
Dia berbalik ke arah Jungkook, "Kemari mendekatlah."
Jungkook menatapnya dengan bingung, "Ada apa?"
"Ciuman perpisahan, ayah dan ibuku sedang mengawasi."
"Oh, oke."
Jungkook mengulurkan tangannya dengan lembut menarik belakang kepala Taehyung, mereka terdiam beberapa saat dengan jarak setipis kertas. Melihat Jungkook ragu-ragu, Taehyung menghapus sisa jarak di antara mereka, menggigit bibir bawah orang didepannya, dia menatap ke dalam matanya seolah menunggu respon dari orang yang diciumnya.
Setelah beberapa saat ragu-ragu, Jungkook menarik kepalanya untuk lebih dekat, membalas menggigit bibirnya, meninggalkan dua kecupan disana sebelum melepaskan.
Dia bahkan mengusap wajah Taehyung dengan lembut saat dia berkata, "Orangtuamu tertawa."
Taehyung terdiam untuk beberapa saat sebelum mulai tertawa, "Aku akan masuk, jangan lupa besok pagi."
