Enchanted
*
by: Odeee_
*
[Kookv - Romance - Married life - Sho-ai]
.
.
.
"Pagi ini, 30 Oktober 2021 kita berkumpul untuk menyatukan kalian dalam pernikahan yang sah."
"Saudara Jeon Jungkook, apakah kau bersedia mencintai pasanganmu, setia dan jujur kepadanya? Menemaninya dalam keadaan sehat dan sakitnya? Tidak pernah melayangkan tangan atau berucap kasar padanya? Menghargainya sebagai pasanganmu sampai ajal menjemput?"
Jungkook mengangguk dengan tenang, "Saya bersedia."
"Saudara Kim Taehyung, apakah kau bersedia mencintai pasanganmu, setia dan jujur kepadanya? Menemaninya dalam keadaan sehat dan sakitnya? Tidak pernah melayangkan tangan atau berucap kasar padanya? Menghargainya sebagai pasanganmu sampai ajal menjemput?"
Taehyung menghela napas sebelum mengangguk, "Saya bersedia."
"Keluarga, bagaimana?"
"Yeah!"
"Yeay!"
"Oh tidak, aku akan menangis."
"Pengantin, silakan cium pasanganmu untuk menunjukkan cinta kalian."
.
.
.
Setelah satu minggu Taehyung tinggal dirumah Jungkook, dia hanya secara tidak sengaja bertemu dengannya satu kali.
Rumah dengan gaya Eropa ini terasa dua kali lebih besar saat hanya mereka berdua yang menempatinya. Jungkook berada di area Barat rumah, sementara Taehyung berada di area Selatan rumah. Mereka hampir tidak pernah bertemu.
Jungkook dengan segala aktifitasnya yang dia tidak tau sama sekali, dan Taehyung dengan aktifitasnya sendiri.
Dia tidak tau apakah Jungkook berada di dalam rumah atau tidak, Taehyung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamarnya untuk maraton anime atau membaca webtoon.
Pernikahan mereka hanya status, keduanya tetap menjalani kehidupan mereka seperti bagaimana sebelum menikah.
Sore itu, Taehyung baru saja keluar dari kelasnya saat dia melihat Jungkook berdiri di depan ruangan kelasnya, tidak hanya dia tetapi Jungkook juga tampak terkejut.
Taehyung berkata dengan spontan, "Kau..."
Taehyung cukup terkejut melihatnya dikampusnya, dia tidak pernah bertemu dengannya meskipun mereka berada di dalam satu atap.
"Oh, Jungkook kau sudah datang?"
Taehyung menoleh, seorang pria berambut pirang keluar dari dalam kelas yang sama dengannya, dia menepuk bahu Jungkook untuk menyapanya.
Jungkook menunjuk pria berambut pirang itu saat dia berkata, "Dia, temanku."
Taehyung mengangguk mencoba tersenyum pada pria berambut pirang, "Halo.."
Pria berambut pirang itu tersenyum, "Aku John, kau Kim Taehyung bukan? Aku memperhatikanmu dikelas sebelumnya, kau sangat aktif."
Taehyung tersenyum dengan canggung, "Baiklah, aku harus pergi."
Dia tidak harus terlibat urusan apapun dengan Jungkook selain dengan keluarganya. Jungkook mungkin tidak ingin pernikahan palsunya diketahui oleh temannya.
Sebelum dia benar-benar meninggalkan tempat itu, samar-samar Taehyung mendengar John bertanya tentang bagaimana Jungkook mengenalnya.
"Hanya kebetulan." Adalah jawaban Jungkook.
.
.
.
Sebulan setelah pernikahan mereka adalah kedua kalinya Taehyung bertemu dengan Jungkook.
Saat itu Jungkook menunggunya diruang tamu rumah bagian selatan, dia menatap dengan kosong ke arah aquarium yang menyala.
"Jungkook?"
Jungkook berbalik setelah dia memanggilnya, "Kau akan pergi?"
Taehyung mengangguk dengan bingung, "Aku akan pergi ke toko buku."
"Untuk membeli manga?"
"Mhm." Taehyung kembali mengangguk, dia semakin bingung akhirnya bertanya, "Ada apa?"
Ini adalah pertama kalinya Jungkook datang untuk menemuinya setelah pernikahan mereka, Taehyung tidak tau apa yang terjadi tetapi menjadi sedikit gugup.
"Maaf aku lupa memberitaumu, Jun Ah akan menikah besok pagi."
"Apa?!"
Dia berkata dengan wajah tanpa ekspresi, "Kita harus memakai setelan yang sama."
"Kau ini..." Taehyung merasa sedikit kesal, tetapi hanya menghela napas, "Kau sudah membelinya?"
"Belum." Dia menggeleng, dengan ragu-ragu berkata, "Jika kau memiliki waktu... bisakah kita pergi bersama untuk membelinya?"
"Ada atau tidak waktu yang ku miliki, kita tetap harus membelinya bukan?" Taehyung mengangguk memberi isyarat, "Pergi sekarang?"
"Bagaimana dengan mangamu?"
"Aku akan pergi setelah mendapatkan setelan."
.
.
.
Sesuai seperti apa yang Taehyung bayangkan, Jungkook tidak memilih satupun setelan yang dia sukai, dia hanya akan setuju memakai apapun yang Taehyung pilih.
'Tidak masalah' adalah apa yang selalu dia katakan setiap kali Taehyung memilih setelan.
"Tolong yang warna abu saja."
Penjaga toko mengangguk, dengan ramah bertanya, "Kalian tidak akan mencobanya terlebih dahulu?"
Taehyung melirik Jungkook yang diam dikursi tunggu dengan tenang, "Kau ingin mencoba?"
"Bagaimana denganmu?"
"Yah, tidak ada salahnya."
"Aku juga akan mencobanya."
Meskipun keduanya adalah laki-laki dan meskipun mereka tidak tertarik satu sama lain, Taehyung merasa sedikit tidak nyaman mengganti pakaian di depan Jungkook. Begitupula Jungkook yang segera masuk ke dalam bilik dan segera menutup pintu.
Taehyung adalah yang pertama selesai mengganti pakaian, dia berdiri di depan cermin cukup lama sampai Jungkook keluar.
"Apakah menurutmu ini kebesaran?"
Jungkook memperhatikannya dalam diam sebelum menggeleng, "Tidak ada masalah."
"Bisakah kau mengatakan hal lain?"
"Itu terlihat bagus."
"Baiklah."
Taehyung melihat pantulan Jungkook di dalam cermin, dia memperhatikannya cukup lama sebelum meletakkan jarinya di dagunya dan mengusapnya. Dia berkata, "Kau terlihat sangat cocok dengan setelan jas."
"Benarkah?"
"Yah, pada dasarnya kau memang tampan."
Jungkook terdiam untuk beberapa saat, dia melirik Taehyung melalui pantulan cermin di depannya, "Kau terlihat cantik."
"What? Wait a minutes..." Taehyung berbalik untuk mengahadap Jungkook yang masih menatap pada cermin, "Apakah kau sedang mengejekku, Tuan Jeon?"
"Tidak."
"Ada apa dengan pemilihan katamu?"
"Kau terlihat sangat tampan..." Dia berbalik, menatapnya dengan sungguh-sungguh saat dia berkata, "Tetapi juga cantik."
Taehyung terdiam untuk waktu yang lama, melihat Jungkook dengan wajah datar dan terlihat cukup tenang dia mulai tertawa dengan canggung, "Terimakasih... suamiku."
Jungkook, "..."
.
.
.
Jungkook telah menunggu selama kurang lebih 2 jam di dalam mobil saat Taehyung masuk ke toko buku untuk mendapatkan manga yang dia cari.
Dia menekan perutnya yang terus menerus bersenandung, sesekali menatap ke arah pintu toko buku tetapi Taehyung tidak terlihat.
Dia menghela napas cukup panjang sebelum memutuskan untuk mencarinya. Toko buku itu tidak terlalu besar, bahkan terlihat sempit dengan tumpukan buku-buku disetiap rak. Tidak sulit untuknya menemukan Taehyung begitu dia masuk.
Saat itu Taehyung tengah dalam sebuah obrolan dengan seorang gadis berkacamata. Mereka terlihat sangat dekat seolah mereka telah mengenal sejak baru lahir. Sesekali Taehyung akan tertawa, atau mereka berdua akan tertawa bersama. Mereka memiliki kilauan mata yang sama, itu menunjukkan antusias dan ketertarikan.
Jungkook memilih untuk berbalik, menunggunya di depan toko dan bermain dengan ponselnya.
30 menit berlalu sampai Taehyung akhirnya keluar dari dalam toko buku. Gadis berkacamata ada bersamanya.
Taehyung menghampirinya dengan tas kertas di tangannya, "Maaf, aku membuatmu menunggu."
Jungkook melirik ke tas berwarna coklat itu dan mengangguk, "Tidak masalah."
"Kau bisa kembali lebih dulu, aku akan makan siang bersama temanku."
Jungkook meliriknya, dia melihat Taehyung mengangkat kedua alisnya seolah menunggu jawabannya. Sementara gadis berkacamata itu ada di belakang Taehyung tengah menatap ke arah mereka.
Dia akhirnya mengangguk, "Mhm."
Dia tidak menunggu jawaban Taehyung dan segera berjalan ke arah mobilnya.
Jungkook menyandarkan punggungnya pada kursi kemudi, dia menutup matanya saat dia memikirkan kejadian sebelumnya.
Pernikahannya dan Taehyung hanya status, mereka berdua tidak memiliki hak atau kewajiban yang harus mereka lakukan pada masing-masing. Urusan Taehyung bukanlah urusannya, begitu juga sebaliknya. Dengan siapa Taehyung berteman atau dengan siapa dia ingin makan bukanlah urusannya.
Tetapi melihat Taehyung meninggalkannya bersama orang lain saat dia telah menunggu untuk waktu yang lama, membuatnya sedikit kesal.
Tok tok tok...
"Jungkook?"
Dia membuka matanya, Taehyung ada diluar tengah mengetuk kaca mobilnya.
Jungkook menurunkan kaca mobilnya, dia mengerutkan alisnya saat dia bertanya, "Kau meninggalkan sesuatu?"
"Bisakah aku makan siang denganmu?"
Tanpa sadar dia membulatkan matanya, "Temanmu? Bagaimana dengannya?"
"Aku menyuruhnya kembali."
"Masuklah."
Pada jam-jam tertentu di siang hari jalanan cukup lancar, itu karena para pekerja dan anak sekolahan masih beraktifitas. Jungkook mengemudi dengan tenang saat dia melihat Taehyung tengah membaca manga yang baru saja dia beli.
"Apakah kau tidak lapar?" Taehyung berkata tanpa memalingkan wajahnya dari bacaannya.
"Yah, cukup lapar."
"Kau mengemudi sangat lambat untuk seseorang yang sedang menahan lapar."
Jungkook meliriknya saat dia berkata, "Kau sedang membaca."
Taehyung baru saja akan membuka halaman baru saat dia mendengarnya dia segera berhenti. Dia menutup manganya dengan enggan, kemudian kembali memasukkannya ke dalam tasnya.
"Maaf, kau bisa lebih cepat sekarang."
Jungkook mengangkat sudut bibirnya sebelum kembali menekannya, "Apakah tidak masalah membatalkan makan siang dengan temanmu?"
"Dia adalah Narnia, aku baru saja bertemu dengannya tadi, kami mencari manga yang sama jadi kami sedikit berbincang tentang itu."
Jungkook mengerutkan dahinya tidak dapat mempercayainya, "Jadi kalian bukan teman?"
"Sekarang kami berteman." Taehyung terkekeh melihat ekspresi bingung yang ditunjukkan Jungkook, dia berkata, "Ketika seseorang berada dalam satu frekuensi mereka akan terlihat seperti telah mengenal dalam waktu yang lama, ada begitu banyak yang bisa dibicarakan."
"Yah, kalian terlihat seperti itu."
"Terlihat?" Taehyung menoleh dengan dahi berkerut, "Kau melihat kami?"
"Mhm."
Taehyung memilih restoran China dan Jungkook setuju untuk makan siang disana.
Dia baru saja akan mengambil langkah saat Jungkook tiba-tiba meraih pinggangnya, dia menariknya hingga mereka nyaris berpelukan.
Jungkook menunduk tepat ditelinganya, dia memberikan sebuah kecupan ringan di pelipisnya sebelum berbisik, "Jun Ah ada di dalam restoran, dia melihat ke arah kita."
"Oh!"
Dengan alami Taehyung melingkarkan lengannya di leher Jungkook sebelum memberikan sebuah kecupan ringan di dagunya.
Dia tiba-tiba berbisik, "Tunggu, kenapa kita harus melakukan ini?"
Ini tidak seperti mereka akan berpisah atau mereka baru saja bertemu, tetapi mereka baru saja keluar dari mobil yang sama. Mereka tidak harus bermesraan bukan?
Jungkook berbisik, "Agar terlihat romantis?"
