Enchanted

*

by: Odeee_

*

[Kookv - Romance - Married life - Sho-ai]

.

.

.

.

Cahaya matahari tidak bersinar terang sebagaimana biasanya pagi ini, ada tumpukan awan yang berusaha menyembunyikannya.

Ketika dering alarm bersenandung semakin lama semakin mengeras, Jungkook tiba-tiba terbangun dengan cepat mematikan alarmnya.

Itu adalah alarm yang dia atur pada pukul 11 pagi untuk menjemput Taehyung, tetapi saat ini alarm itu berubah menjadi alarm untuk membangunkan mereka yang tertidur bersama.

Taehyung masih bersembunyi di balik selimut yang hanya menunjukkan rambutnya yang berantakan diatas bantal.

Ketika Jungkook meletakkan ponselnya dia mulai merasakan keram pada lengannya. Itu telah menjadi bantal untuk kepala Taehyung semalaman.

Dia mencoba membangunkan Taehyung dengan menggoyang-goyangkan lengannya yang tersembunyi dibalik selimut, "Bangun, kau belum mengepak barangmu."

Dengan mata setengah terbuka Taehyung mengeluh, dia berkata, "Biarkan aku tidur 5 menit lagi."

Jungkook meninggalkannya untuk mandi di kamar mandi milik Taehyung dikamar ini. Dia menghabiskan waktu 30 menit di kamar mandi, tetapi Taehyung masih mengubur dirinya dibalik selimut.

Jungkook sekali lagi membangunkannya, "Ada keripik kentang di meja."

"Dimana?!"

Seketika dia terbangun dengan mata membulat, mencoba melihat sekeliling tetapi tidak menemukan apa yang baru saja disebutkan.

"Dimana keripik kentangnya?"

"Kita akan membelinya dalam perjalanan pulang, kau tidak akan mengepak barangmu?" Jungkook memeriksa ponselnya untuk melihat waktu, "Saat ini sudah jam 12 siang, jam berapa tiketmu?"

"Aku check in jam 5.30 sore."

.

.

.

Ketika kedua keluarga mereka berada di depan mereka, keduanya akan bersikap layaknya pasangan yang sudah menikah.

Taehyung membawa koper di tangan kanannya dan ransel dipunggungnya. Dia ragu-ragu beberapa saat sebelum melepas kopernya dan berlari ke dalam pelukan Jungkook.

"Aku akan merindukanmu." Dia membenamkan wajahnya pada leher yang dia peluk, "Jangan coba-coba untuk berselingkuh dariku."

Jungkook mengangkat tangannya untuk membalas pelukannya lebih erat, "Aku juga akan merindukanmu."

Ibu Kim menghampiri keduanya dan memeluk mereka dengan lembut, "Cinta kalian akan selalu bertambah meskipun dipisahkan oleh jarak, nak tetaplah memberi kabar pada suamimu."

Taehyung mengalihkan pelukannya ke Ibunya, kali ini dia merasa sangat emosional, "Ibu, tetaplah dalam keadaan baik dan tolong jaga ayahku dengan baik. Aku mencintaimu."

"Tentu sayang, jangan lupa selalu kabari ibu juga."

Dia juga berpamitan pada keluarga Jeon yang datang untuk mengantar kepergiannya. Bahkan neneknya yang sebelumnya tetap tenang mulai menangis.

"Nenek, aku akan memberikan banyak oleh-oleh untukmu." Taehyung memeluk neneknya dengan erat, "Jangan menangis, cucumu akan segera kembali."

"Nak, kau harus segera check in."

"Baiklah, sampai jumpa 3 bulan lagi semuanya."

Taehyung kembali meraih kopernya dan menuju ke tempat check in, tetapi setelah beberapa langkah dia kembali berbalik, menatap lurus ke arah Jungkook yang juga menatapnya.

Hubungan mereka tidak memperdulikan jarak, dekat ataupun jauh mereka hanyalah dua orang asing. Dua orang asing yang menjalin pernikahan status.

Tetapi melihatnya berdiri diantara keluarganya, menjadi bagian di dalam keluarga membuatnya merasakan perasaan yang tak terlukiskan. Bahwa orang asing itu telah menjadi bagian dari keluarganya sekarang.

Taehyung telah ragu-ragu untuk waktu yang lama, sampai saat dia menyadarinya dia telah ditarik ke dalam pelukan hangat yang menyenangkan.

Jungkook membisikan ditelinga, "Honey, jaga dirimu baik-baik."

Taehyung mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman seringan bulu, "Ya, kau juga."

Di belakang, Jun Ah terdengar seperti akan menangis, "Oh My Goodness, aku tidak akan sanggup melakukan hubungan jarak jauh meskipun hanya satu hari."

Dengan lembut Jungkook meraih dagu Taehyung sebelum menunduk untuk menekan sebuah ciuman di bibirnya.

Tidak seperti bagaimana mereka melakukannya didepan keluarga sebelumnya, kali ini lumatan demi lumatan lembut mereka lakukan seolah tengah mencium pasangan mereka yang sebenarnya.

Jungkook mengatur napasnya, dengan napas memburu berkata, "I... I love you."

"Yeah, Love you too."

.

.

.

Korea Selatan, 22 Desember 2021.

Taehyung menengadah, menutup matanya merasakan salju yang berjatuhan dari langit.

Salju pertama di Korea, dia berdiri sendirian diantara beberapa pasangan kekasih dan keluarga yang sedang menikmati salju pertama.

Dua hari telah berlalu sejak dia sampai di Korea. Tidak ada pesan atau panggilan dari Jungkook, begitupun juga dengan dirinya yang tidak pernah menghubungi Jungkook sejak dia sampai di Korea.

Pada dasarnya mereka adalah dua orang asing yang saling membantu dan membuat kesepatakan.

Taehyung memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya, kembali melanjutkan perjalanan menuju kampusnya di Korea.

Dia akan menghabiskan 4 sampai 6 jam di kampus untuk melakukan penelitian, lalu kembali ke apartemennya untuk menonton anime atau membaca webtoon, dan pergi tidur.

"Terimakasih untuk kerja keras anda hari ini Taehyung-ssi."

"Terimakasih kembali prof. mohon bantuannya lagi besok."

Taehyung mengepak barangnya sebelum meninggalkan ruang penelitian. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan di kampus ini.

Salju turun semakin deras, Taehyung berteduh di dalam sebuah coffee shop. Dengan segelas coklat hangat, dia bersandar di kursi dekat dinding kaca.

Apakah Las Vegas juga diguyur salju saat ini?

Apa yang sedang dilakukan ayah dan ibunya?

Dan... apakah Jungkook sedang membersihkan aquarium saat ini? Atau memanggang roti?

Taehyung menatap kosong pada ponsel yang tergeletak dengan layar gelap di atas meja. Dia tidak pernah berkirim pesan pada teman-temannya, mereka semua sangat mengenalnya, Taehyung yang tidak ingin diganggu waktunya menonton anime.

Tetapi dia bukanlah orang yang selalu menonton anime atau membaca webtoon. Terkadang dia berada pada fase tidak ingin menonton atau membaca apapun, hanya berguling diatas tempat tidur dan mendengarkan musik. Hanya sekedar mengecek sosial media dan tidak memposting apapun.

Seperti saat ini, dia tidak ingin melakukan apapun.

.

.

.

Hari demi hari berlalu, salju-salju telah menumpuk dengan tinggi di setiap jalan. Setiap orang telah memasang pohon natal dirumah mereka.

Toko-toko mulai membuka stan kue kering natal di depan pintu mereka. Alunan-alunan musik natal terdengar dimana-mana, kemanapun dia melangkah.

Hari ini adalah hari Natal. Ayah dan ibunya telah menghubunginya pagi-pagi untuk mengucapkan natal padanya, bahkan keluarga Jeon melakukan video call. Tetapi Jungkook masih tidak meninggalkan satu pesanpun padanya.

Taehyung memutuskan untuk mengiriminya pesan lebih dulu.

Taehyung [Hi, Merry Chritmas!]

Bahkan setelah beberapa jam berlalu masih tidak ada balasan dari Jungkook.

Apakah pesannya mengganggu?

Apakah seharusnya dia tidak mengirim pesan?

Taehyung telah bersiap selama satu jam untuk pergi ke kuil bersama teman-teman penelitiannya. Mereka berjanji untuk bertemu pada jam 8 malam.

Dia menggunakan jaket tebal berwarna putih dengan topi kupluk hangat berwarna cream. Taehyung mengambil tasnya dan segera meninggalkan apartemennya.

Teman-temannya telah menunggu di depan stan kue kering saat dia sampai. Mereka berlima dengan santai membelah kerumunan orang yang juga merayakan natal.

Ada banyak keluarga yang merayakan natal, bahkan sepasang kekasih dan beberapa kumpulan anak-anak sekolahan.

"Aku akan mendapatkan pasangan disini, lihat saja."

"Aku tidak akan mencari pasangan sampai penelitianku selesai." Salah satu dari mereka mengeluh, "Kepalaku sudah penuh, tidak ada ruang untuk berkencan."

Pria dengan jaket berwarna merah tiba-tiba menepuk bahu Taehyung, "Kau sepertinya menjadi populer, lihat ada begitu banyak orang melihat ke arahmu."

"Aku tidak."

"Seokjin-ssi, sepertinya Taehyung terlalu pemilih, pilihkan untuknya."

Orang yang dipanggil Seokjin itu tampak melihat sekitar sebelum menunjuk secara acak, "Ada begitu banyak gadis cantik disini, kau bisa memilih di antara mereka."

Taehyung terlihat tidak tertarik, dia berkata dengan santai, "Mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Nezuko-chan."

"Dasar wibu."

Tepat pada tengah malam mereka mulai berdoa dikuil. Orang-orang mulai berbaris di depan kuil untuk berdoa.

Taehyung menutup matanya, di dalam hati mengatakan doanya: Selamat hari Natal, aku sangat menyukai hidupku, terimakasih. Aku tidak akan meminta banyak, aku telah mendapatkan semua yang aku inginkan. Tetapi ada sedikit masalah, hanya sedikit, aku tidak tau apa itu, tetapi itu sedikit mengganggu dihatiku. Aku yakin Kau mampu membantuku.

Mereka berpisah di depan kuil, masing-masing dari mereka memiliki hal-hal yang harus dilakukan.

Taehyung menatap jalanan yang tidak seramai sebelumnya, dia mengambil ponselnya dari dalam sakunya, ada beberapa pesan yang tertera di layar.

Ibu [Merry Christmas! Tetaplah bahagia dan jangan sakit, ibu mencintaimu.]

Ayah [Merry Christmas putra ayah! I Love you.]

Ibu Jeon [Menantuku, Merry Christmas! Hadiahmu akan segera tiba!]

Jun Ah [Merry Christmas! Hadiahmu akan segera tiba!]

Ayah Jeon [Merry Christmas menantu ayah.]

Jungkook [Hi, Merry Christmas!]

Jungkook [Maaf ini mendadak, aku baru saja sampai di Korea. Tidak ada hotel yang tersisa, bisakah kau mengirim alamatmu.]