Enchanted

*

by: Odeee_

*

[Kookv - Romance - Married life - Sho-ai]

.

.

.

.

Sejak kejadian malam itu keduanya menjadi semakin dekat. Mereka terkadang pergi ke kampus bersama dan pulang bersama. Mereka akan saling mencium sebelum meninggalkan masing-masing, tanpa harus salah satu dari keluarga mereka yang menyaksikan.

Tetapi mereka tidak pernah bertukar pesan atau panggilan kecuali untuk keperluan mendesak.

Jungkook [Aku akan pulang terlambat hari ini.]

Taehyung [Kau mengalami masalah?]

Jungkook [Ada beberapa data yang harus diselesaikan hari ini.]

Taehyung [Baiklah, aku akan kembali lebih dulu.]

Jungkook [Take care.]

Taehyung mengunjungi toko roti langganannya setelah dia menyelesaikan penelitiannya. Dia datang hampir setiap hari, terutama saat kue favoritenya dipasang. Itu tidak di pasang setiap hari, sehingga dia harus memeriksa sosial media toko roti ini untuk melihat apakah itu dipasang hari ini atau tidak.

"Selamat sore, anda ingin memesan apa?"

"Kue tiramisu satu, please."

"Anda akan membayar dengan kartu atau cash?"

"Kartu."

"Baik."

Dia kembali ke apartemennya setelah pukul 7 malam. Dia meletakkan kuenya di atas meja dan pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan pergi mandi.

Bahkan setelah dia selesai mandi Jungkook masih belum datang. Taehyung berencana untuk memakan kue itu bersamanya, tetapi saat ini dia hanya bisa memakannya sendiri dan menyalakan netflix.

Waktu telah menunjukkan pukul 23.45 tetapi Jungkook masih belum kembali. Tidak ada pesan ataupun panggilan darinya.

Jungkook bukanlah orang yang selalu memegang ponselnya, dia tidak suka berkirim pesan atau melakukan panggilan. Dia hanya akan mengirim pesan jika dia benar-benar memerlukannya.

Taehyung juga memiliki kebiasaan yang sama. Dia hanya akan menggunakan ponselnya untuk menonton anime dan membaca webtoon.

Bagaimanapun itu adalah kebiasaan yang dia lakukan saat dia tidak memiliki hubungan apapun dengan siapapun. Tetapi saat ini ada Jungkook, seseorang yang ingin dia hubungi dan menghubunginya.

Taehyung melirik ke arah ponselnya yang membisu, dia meraih ponselnya dan membalik layarnya.

"Orang itu tidak akan mengirim pesan kecuali ada gempa bumi."

Tepat setelah dia mengatakannya, dia mendengar pintu apartemennya yang mencoba dibuka, sampai itu benar-benar terbuka.

Dia bahkan bisa mendengar keluhan Jungkook dari posisinya.

Dia menoleh, Jungkook berjalan ke arahnya dengan mata yang terlihat akan menutup kapanpun, "Kau terlihat seperti zombie."

Jungkook meletakkan ranselnya di sofa lainnya sebelum dia menjatuhkan dirinya di sebelah Taehyung, "Aku merasa seperti mataku akan melompat keluar."

"Aigoo, kemarilah biarkan istrimu memelukmu."

Taehyung meraihnya yang bersandar padanya untuk memeluknya, dia bahkan mengusap-usap kepalanya, "Sudah makan malam?"

"Sudah."

Jungkook mendongak untuk menekan sebuah ciuman dibibirnya, "Bagaimana denganmu?"

"Kue tiramisu."

"Hanya itu?"

"Ukuran besar."

Jungkook melirik ke arah kotak kue di atas meja, sebelum kembali mendongak untuk menekan sebuah ciuman. Dia bangkit dan berkata, "Aku akan memasak untukmu."

Taehyung meraih tangannya untuk membuatnya jatuh kembali, "Perutku sudah penuh, dan lihat dirimu terjatuh dalam satu tarikan."

"Yah, aku sangat lelah." Dia menyelipkan tangannya diantara pinggang Taehyung dan menempelkan kepalanya di perutnya, "Sangat lelah."

"Mandi dan tidurlah."

"Aku akan pergi ke Busan besok."

"Huh?"

"Tiga hari."

"What??"

.

.

.

Jungkook hanya mengepak barangnya dalam ranselnya, dia tidak membawa banyak hal. Hanya beberapa berkasnya dan 2 pasang pakaian.

"Tidak ada yang kau perlukan lagi?"

Jungkook memasang ranselnya dipunggungnya, dengan yakin berkata, "Tidak ada lagi."

"Baiklah, jaga dirimu."

Jungkook menghela napas sebelum menarik Taehyung ke dalam pelukannya, "Jaga dirimu juga, makan yang benar dan istirahat yang cukup lalu kurangi membaca webtoon sampai tengah malam."

"Kau berbicara sangat banyak sekarang?" Taehyung membalas pelukannya, dia hampir tertawa.

Jungkook mengubur wajahnya dileher Taehyung saat dia bergumam, "Aku peduli padamu."

Taehyung merasakan merinding dilehernya saat Jungkook bernapas disana, "Lebih peduli padaku atau gamemu?"

"Aku tidak bisa memilih."

Taehyung mulai meledakkan tawanya, dia mendorongnya menjauh, "Enyahlah."

"How about a kiss?"

Taehyung kembali mendorongnya, "Just go."

"Oh, come on."

Taehyung tidak bisa menghentikan tawanya, tetapi mengulurkan tangannya untuk meraih wajah orang di depannya dan menekan sebuah ciuman dibibirnya.

"Done..."

Sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya, Jungkook kembali menekan ciuman dibibirnya.

.

.

.

Sehari setelah kepergian Jungkook ke Busan, tidak ada satupun pesan atau panggilan darinya.

Dua hari setelah kepergian Jungkook ke Busan, tidak ada satupun pesan atau panggilan darinya.

Taehyung tau jika orang itu tidak suka mengirim pesan atau melakukan panggilan, seperti bagaimana dia sebelumnya. Ketika dia memiliki waktu luang setelah melakukan penelitian, dia hanya akan bermain game.

Sama seperti dirinya, dia hanya akan menonton anime atau membaca webtoon jika dia memiliki waktu luang setelah melakukan penelitian.

Tidak ada waktu untuk sebuah pesan basa basi.

Taehyung cukup menikmatinya pada awalnya, tetapi dia menemukan dirinya terus mengecek ponselnya dan dia mulai sedikit kesal.

Dia merasa kesal pada dirinya sendiri karena melakukan sesuatu yang tidak biasa. Seperti memeriksa ponsel hanya untuk memastikan tidak ada pesan atau panggilan.

Selama 22 tahun hidupnya dia tidak pernah tertarik untuk memiliki pasangan, tidak tertarik untuk memulai sebuah hubungan.

Baginya menjalani sebuah hubungan adalah hal yang merepotkan. Dia harus mengurangi waktu untuk menonton dan membaca hanya untuk menjalin komunikasi yang terus menerus pada pasangannya, dan itu terlihat merepotkan.

Tetapi saat ini dia memiliki suami yang terlihat seperti dirinya. Hanya tau bermain game, tidak tertarik pada hubungan apapun dan tidak suka melakukan komunikasi yang merepotkan.

Taehyung merasa hubungan yang dia jalani dengan Jungkook saat ini cukup lucu. Mereka akan bertingkah seperti sepasang suami istri saat mereka bersama, tetapi akan terlihat seperti orang asing saat mereka tidak bersama.

Mereka merasa seperti mereka memerlukan satu sama lain, tetapi sebenarnya tidak.

.

.

.

Tiga hari setelah kepergian Jungkook ke Busan, Taehyung melihat sebuah pesan datang dari Jungkook setelah dia menyelesaikan penelitiannya.

Jungkook [Dimana?]

Taehyung [Kampus.]

Tidak ada lagi balasan darinya bahkan setelah 1 jam berlalu, lagipula pesan itu masuk 2 jam yang lalu. Jungkook mungkin telah meletakkan ponselnya dan melupakannya.

Taehyung kembali mengunjungi toko roti untuk mendapatkan kue tiramisu kesukaannya. Tetapi itu tidak terlihat dimanapun.

"Maaf tuan, tiramisu tidak dipasang hari ini. Itu mungkin akan dipasang 2 hari lagi pada jam 10 pagi." Penjaga toko itu terlihat bersalah.

"Tiramisu sangat laris, aku akan datang lagi nanti jadi sisakan untukku!"

Penjaga toko itu tertawa dengan sopan, "Baik tuan."

Taehyung kembali ke apartemennya dengan tangan kosong dan perasaan yang kosong. Dia bahkan hampir terjatuh di ambang pintu saat mencoba melepaskan sepatunya.

Ketika dia menyalakan lampu, dia melihat Jungkook sedang berbaring diatas sofa, dia bahkan masih menggunakan ranselnya.

Taehyung melepaskan ransel miliknya sendiri dan meletakkannya di atas sofa lainnya, dia mendekati sofa tempat Jungkook tertidur dan berjongkok di depannya.

Dengan lembut menyentuh wajahnya yang tertidur, mengusap dahinya, pipinya, dan bibirnya.

Saat dia akan menarik kembali tangannya, dia telah ditarik oleh Jungkook ke dalam pelukannya.

Taehyung tertegun, tetapi segera berbaring disebelahnya, keduanya berdesak-desakan diatas sofa dengan ransel yang masih menempel di punggung Jungkook.

Jungkook melepaskan ranselnya dengan cepat dan melemparnya ke belakang sofa. Dia kembali memeluk Taehyung dengan erat dan menekan sebuah ciuman di dahinya.

"Jam berapa kau sampai?"

Jungkook bergumam dengan mata tertutup, "Sekitar jam 4."

Itu adalah saat dimana pesan dari Jungkook datang.

Dia mungkin mengirim pesan karena tidak menemukannya di apartemen.

"Makan?"

"Sudah."

Jungkook membuka sedikit matanya untuk menatap Taehyung saat dia berkata, "Tiramisu?"

Taehyung menggeleng, "Tidak ada tiramisu hari ini."

"Keripik kentang?"

"Oh ayolah." Taehyung mulai terkekeh mendengarnya, "Aku makan bersama teman-teman di tempat penelitianku."

Taehyung mendongak untuk memberikan kecupan di dagunya, "Bagaimana denganmu."

"Aku kelaparan."

Taehyung bangkit dengan dahi berkerut, "Apalagi yang kau tunggu, ayo makan!"

.

.

.

Jungkook memilih untuk memakan jjajangmyeon, mereka pergi ke tempat terdekat dengan apartemen mereka.

Bahkan setelah bermenit-menit berlalu, Taehyung masih tidak mengalihkan tatapannya pada apa yang dia lihat di belakang Jungkook.

Jungkook meneguk airnya, dia menoleh ke arah pandangan Taehyung, itu adalah seorang gadis berambut panjang dengan sweater berwarna cream.

Dia mencoba mengabaikannya dan kembali melahap mienya.

Dia melihat jjajangmyeon dimangkuk Taehyung masih penuh, tetapi pemiliknya selalu menatap ke arah gadis itu.

Jungkook meletakkan sumpitnya, "Apa yang kau lihat?"

"Ah..." Taehyung akhirnya mengalihkan tatapannya, dia mulai menatap Jungkook saat dia berkata dengan binar dimatanya, "Kau lihat gadis dibelakangmu, dengan sweater cream."

Jungkook melirik sekilas padanya dan mengangguk, "Mhm."

"Dia menggunakan sweater Demon Slayer!" Taehyung kembali menatap gadis itu, "Dia menggunakan sweater dengan gambar Hasira Gyu!"

Jungkook kembali melirik ke arah gadis itu, dia melihat pada gambar yang tercetak disweaternya. Itu adalah gambar pria berambut hitam panjang dengan pedang ditangannya.

Seolah merasakan tatapannya gadis itu mulai menoleh ke arah mereka, dia menatap keduanya dengan mata sedikit membulat.

"Maaf, kami tidak bermaksud apapun." Taehyung berkata dengan senyuman ramah, "Hanya saja sweatermu sangat bagus, itu Gyu, aku menyukainya."

Gadis itu membulatkan matanya semakin terkejut, dia bahkan membalik badannya menghadap ke arah mereka, "Kau juga menyukai Demon Slayer?"

Taehyung mengangguk setengah tertawa, "Aku sangat menyukainya, aku bahkan memiliki sweater yang sama tetapi dengan gambar Nezuko."

"Oh!!" Gadis itu menutup bibirnya dengan kedua tangannya, terlihat sangat antusias, "Aku tidak percaya akan bertemu dengan seseorang yang juga menyukai Demon Slayer!"

Taehyung terlihat senang, dia bahkan memiliki binar dimatanya saat dia berkata, "Apakah kau sudah menonton episode tadi malam?"

Gadis itu mengangguk dan berseru dengan senang, "Aku menontonnya, Usui sangat tampan!"

Taehyung tertawa semakin senang, dia meletakkan sumpitnya berkata pada Jungkook, "Tunggu sebentar."

Dia bangkit pergi dan duduk di dekat gadis itu, mereka terlihat sangat akrab bahkan saat mereka baru saja bertemu.

Jungkook berusaha mengabaikannya, dia kembali memakan jjajangmyeonnya tetapi itu tidak lagi terasa enak seperti sebelumnya.

Dia menatap pada mangkuk penuh milik Taehyung dan tiba-tiba merasa kesal.

Pada akhirnya dia meletakkan sumpitnya dan meneguk sisa airnya sebelum pergi keluar.

Udara malam sangat dingin, Jungkook memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya saat dia menunggu Taehyung di depan kedai jjajangmyeon.

Mengapa dia sangat kesal?

Taehyung adalah orang yang ceria dan ramah, terutama pada seseorang yang memiliki ketertarikan yang sama dengannya.

Tetapi mengapa itu terlihat menyebalkan?

Tidak bisakah Taehyung hanya membahas anime atau webtoon dengannya? Dia bukannya tidak mengerti apapun.

Bahkan setelah 30 menit Taehyung masih belum keluar dari dalam kedai. Ada banyak orang yang datang dan pergi dari kedai, mereka memperhatikannya seolah tengah melihat orang bodoh, orang bodoh yang berada diluar ruangan saat udara begitu dingin.

"Jungkook?"

Dia mendengar suara Taehyung dan langkah kaki mendekat, "Mengapa kau disini? Sangat dingin diluar."

Jungkook menatap kosong pada sepatunya.

"Kau kedinginan?"

Taehyung mencoba untuk meraih tangannya, tetapi itu ditepis oleh Jungkook, "Aku baik-baik saja."

Taehyung, "..."

"Kau sudah selesai?"

"...ya."

"Ayo pulang."

"Mhm."