Enchanted

*

by: Odeee_

*

[Kookv - Romance - Married life - Sho-ai]

.

.

.

.

Hari demi hari berlalu, keduanya mulai belajar mengenal satu sama lain, memahami satu sama lain dan menghargai satu sama lain.

Terkadang Taehyung akan menemani Jungkook bermain game, lalu Jungkook akan menemaninya menonton anime. Terkadang mereka akan melakukannya bersamaan dalam satu ruangan.

Jungkook masih tidak terlalu menyukai bertukar pesan dan panggilan setiap saat, tetapi setiap harinya akan selalu ada pesan darinya.

Semakin banyak mereka menghabiskan waktu, semakin dekat hubungan mereka. Jungkook tidak lagi memendam emosinya, apapun yang dia rasakan akan dia keluhkan.

Taehyung menyadari jika Jungkook adalah tipe pencemburu, dia mudah cemburu dengan hal-hal kecil, dia bahkan cenderung posesif.

Dia menganggapnya lucu sebelumnya, tetapi saat dia mengalaminya itu tidak lagi terasa lucu.

Jungkook adalah orang yang acuh tak acuh pada siapapun dan apapun, tetapi Taehyung melihatnya membiarkan seorang gadis memotong antriannya. Dia bahkan tersenyum padanya.

Taehyung yang baru saja datang dari toilet merasa sangat kesal.

Jungkook merasakan tatapannya, dia menoleh ke arah Taehyung dengan alis terangkat.

Taehyung berkata tanpa menimbulkan suara, "Damn! Enyahlah!"

Kemudian berbalik meninggalkannya.

Jungkoom membaca gerak bibir Taehyung dan segera menyusulnya.

Dia berhasil meraih tangannya saat dia berada diluar toko kue, "Tae, apa yang salah?"

Taehyung berusaha menepis tangannya tetapi genggaman Jungkook mengencang, dia berkata, "Aku menyuruhmu mengantri saat aku ke toilet bukan untuk membiarkanmu memberikan barisanmu pada seorang gadis!"

"Dia menolongku sebelumnya."

"Kapan?"

"Saat aku mendapatkan kue tiramisu untukmu."

Dia melihat Taehyung mengerutkan keningnya, Jungkook kembali menjelaskan, "Ada banyak antrian saat itu dan tidak banyak tiramisu yang tersisa, aku meminta untuk memotong barisan dan mereka memberikannya."

Taehyung segera melembutkan wajahnya, dia bahkan mulai tersenyum, "Kau sampai melakukan itu?"

"Mhm."

"Syukurlah kau bertemu dengan orang-orang baik, tapi tetap saja bagaimana mereka membiarkanmu memotong barisan?" Taehyung mengangkat kedua alisnya, "Tiramisu sangat digemari, aneh jika mereka memberikan kesempatannya pada orang lain."

"Itu... aku mengatakan jika istriku.. sedang hamil."

Taehyung, "..."

.

.

.

"Terimakasih atas bantuannya untuk penelitian saya prof."

"Sama-sama dan selamat karena telah menyelesaikan penelitianmu."

Taehyung menunduk sekali lagi untuk memberi hormat pada pembimbingnya. Dia dan keempat teman lainnya telah menyelesaikan penelitiannya bersama.

"Kita harus merayakannya!"

"Maaf, aku harus terbang ke Las Vegas malam ini."

Seokjin tampak kecewa, "Mengapa terburu-buru, kau baru saja menyelesaikan penelitianmu."

Taehyung meminta maaf sekali lagi, "Maaf, aku sudah membeli tiket dan orangtuaku tidak sabar untuk melihatku."

Saat itu ponselnya bergetar, hanya akan ada satu orang yang mengiriminya pesan.

Jungkook [Aku menunggu di depan fakultasmu.]

Taehyung [Aku datang.]

"Terimakasih semuanya! Berkunjunglah ke Las Vegas!"

.

.

.

Pukul 7.30 keduanya berlarian di bandara dengan menyeret koper masing-masing.

"Cepat, cepat." Taehyung berteriak setengah tertawa.

"Ini adalah pertama kalinya aku berlarian sambil menyeret koper."

Taehyung tertawa semakin keras, Jungkook yang melihatnya tertawa mulai tertular tawanya. Dia bahkan nyaris terpeleset.

.

.

.

Keluarga Kim dan keluarga Jeon telah menunggu dengan dua buket bunga dimasing-masing tangan ibu Kim dan ibu Jeon.

Ketika mereka melihat putra mereka datang, mereka segera melambai padanya.

"Sayangku, ibu sangat merindukanmu."

Ibu Kim memeluk Taehyung dengan erat, dia bahkan memberikan kecupan diseluruh wajah putranya.

"Oh, ibu ayolah." Taehyung tertawa dengan apa yang dilakukan ibunya.

Ibu Jeon juga mulai memeluk anaknya, "Nak, kau tampak sangat baik."

Mereka menyerahkan buket bunga yang mereka bawa pada keduanya.

"Selamat atas penelitiannya!"

"Terimakasih sudah kembali dengan selamat, kalian sangat hebat!"

Ibu Kim mendekati Jungkook, dia berbisik tetapi cukup keras untuk didengar semua orang, "Nak, bisakah Ibu meminjam Taehyungmu selama satu minggu?"

Jungkook membulatkan matanya, "Maaf ibu, aku tidak bisa mengijinkannya."

Semua orang tertawa mendengar jawaban tegas dari Jungkook.

Malam itu, keluarga mereka telah menyiapkan pesta untuk kepulangan mereka di salah satu villa ternama.

Taehyung duduk di pinggir kolam renang dengan kaki menggantung diair bersama Jun Ah. Jungkook ada bersama ayahnya entah apa yang mereka bicarakan.

"Terimakasih Taehyung."

Taehyung menoleh dengan dahi mengkerut, "Untuk apa?"

"Kakakku terlihat sangat berbeda, dia tampak lebih bahagia dan mulai berani mengekspresikan dirinya."

"Aku tidak melakukan apapun, dia menemukan kebahagiaanya sendiri."

"Dan itu adalah kau."

Taehyung menunduk menatap pantulan dirinya di atas kolam, dia berkata, "Dia juga adalah alasan aku merasa bahagia."

"Babe."

"Hei."

"Taehyung, aku bawa kembali istriku."

"Silakan."

Jun Ah meraih uluran tangan suaminya, dia bangkit dan pergi bersamanya.

Taehyung mengayunkan kakinya di dalam air, perasaan hangat air kolam menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia merasa tenang dan senang.

"Honey."

"Ya?"

Taehyung akan menoleh saat dia merasakan tubuhnya terangkat dan detik berikutnya Jungkook melompat ke dalam kolam dengan Taehyung ditangannya.

.

.

.

25 Maret 2022, Taehyung membawa buket bunga ditangannya dengan toga dikepalanya. Dia menunggu Jungkook di depan gedung fakultasnya bersama orangtuanya.

Hari ini adalah hari kelulusannya dan juga hari kelulusan Jungkook. Mereka menyelesaikan penelitian bersama dan lulus bersama.

Saat dia melihat Jungkook berjalan ke arahnya dengan jubah wisuda dan toga dikepalanya, dia merasa seperti akan menangis.

"Hei."

Taehyung melembutkan senyumnya, "Hei."

Jungkook mendekat untuk memberikan kecupan di pipinya, "Conratulation, honey."

"Congratulation."

Mereka mengambil banyak foto, baik itu berdua maupun bersama keluarga.

"Apa rencana kalian setelah ini?"

Jungkook berkata dengan tenang, "Pergi bulan madu?"

Taehyung mengangkat satu alisnya, "Kemana?"

"New Zealand?"

"Yeah, New Zealand!"

"New Zealand, kami datang!"

End.