Gomen, baru bisa update sekarang TT. Enjoy.


Perkemahan manusia yang di pimpin Raja Boboiboy mudah untuk Fang temukan. Ada lahan luas dengan pohon besar yang di jadikan area perkemahan, sebenarnya lahan yang di jadikan kemah itu lebih cocok di sebut pemukiman modern. Benteng kayu berduri membentuk pagar yang mengelilingi pemukiman, ada juga beberapa menara tinggi tempat bagi prajurit untuk mengawasi wilayah luar pemukiman. Ada trek perjalanan di tanah yang berfungsi cukup baik untuk memudahkan jalan, melewati jalan inilah Fang dengan waspada mendekati Agharta.

Saat mendekat ke area tersebut dia di hadang, iris ungu Fang menatap dua penjaga yang menatap curiga padanya. "katakan apa urusanmu." Tuntut salah satu penjaga.

"Aku di sini untuk bergabung sebagai prajurit." Jawab Fang tenang.

Kedua prajurit itu saling bertukar pandang, dan salah seorang dari mereka berkata. "lepaskan jubahmu. Kami perlu memastikan jika kau bukan mata-mata."

Dengan ekspresi dingin dan datar, Fang melepaskan jubahnya. Dalam hati dia tersenyum, sebelumnya Fang telah menahan kekuatannya, menyegelnya untuk menghindari jika ada manusia yang dapat merasakan energinya. Fang mendapatkan informasi jika ada beberapa prajurit di Valetta dapat melakukan hal seperti itu. Tapi walaupun Fang sudah berusaha untuk menekan seminim mungkin energinya, dia masih saja terlihat mengintimidasi. Dengan pakaian dominasi hitam dan ungu, tinggi badannya, juga pedang di pinggangnya.

"Sudah?" Fang bertanya setelah dua menit terlewat.

Kedua prajurit hanya mengangguk lalu membiarkannya lewat. Saat melewati gerbang, banyak di jumpai orang di dalamnya, kebanyakan dari mereka sedang bekerja, mengobrol, memberi makan kuda, atau hal lainnya. Fang menyelinap di antara keramaian orang menuju lapangan tempat para prajurit berlatih.

Ketika Fang sampai, ada seorang pria yang berdiri di atas podium memberi arahan pada prajurit baru untuk membuat barisan dan Fang masuk ke salah satu barisan. "Baiklah, setelah mengisi data identitas kalian, kemudian kalian semua akan di uji dan di tempatkan sesuai hasilnya nanti. Keterampilan apapun yang kalian miliki dan pikir itu akan berguna tolong beritahu pada penguji nanti." Pria itu melipat tangannya yang besar dan menatap garang pada barisan. "semua orang bekerja di sini. Bahkan Raja kita. Jadi jangan kalian pikir, karena kalian adalah prajurit, bisa bersantai sampai perang di mulai. Semua pekerjaan sehari-hari akan kalian kerjakan. Dan siapa pun dari kalian yang tidak bisa melakukan apa-apa silakan meninggalkan tempat ini!"

"Ayolah Gopal! Jangan membuatnya terdengar menyeramkan!" Seorang pemuda terlihat menaiki podium tempat pria bertubuh besar tadi berpidato, dan cepat mendapat perhatian dari barisan. Pemuda tadi tertawa lalu memukul pelan lengan pria besar yang terlihat kesal itu, dan berbalik ke arah barisan dengan menyeringai. "Kalian semua di sambut di sini! Mulai hari ini, kalian resmi bergabung dengan pasukanku!"

Sorakan riuh terdengar, tapi Fang hanya diam menatap pemuda yang sedang tersenyum cerah itu. Ini pasti Raja Boboiboy yang Fang cari. Ying bilang jika sang Raja masih muda, tetapi wajah sang Raja lebih nampak seperti remaja puber jika di bandingkan pria dewasa berumur dua puluhan. Mata hazel membara, rambut coklat yang terlihat acak-acakan dan bersinar tertimpa cahaya, membuat sang Raja menjadi lebih menarik. Dia mengenakan baju hitam panjang yang menutupi leher dan tangannya, pakaian yang sederhana sama seperti prajurit lainnya, tetapi sang Iblis tidak menemukan senjata aneh dengan kekuatan sihir.

Fang terus memandang sang Raja dengan teliti dan sekali lagi terpesona dengan wajah kanak-kanaknya. Terlebih lagi, ada cahaya di sekitarnya, seolah-olah matahari bersinar hanya untuk sang Raja.

Sang Raja terlihat sedang membicarakan lelucon dengan Gopal di sampingnya, lalu tertawa dengan gurauannya membuat kerumunan barisan itu menjadi semakin heboh. Fang sekarang mengerti kenapa sosok Raja yang ini dapat mengumpulkan banyak pasukan dan berambisi menguasai seluruh Valetta, itu karena karisma yang di milikinya terbilang unik.

"Kalian semua temukan pasangan untuk berlatih." Ucap Gopal ketika pembicaraan sebelumnya usai. "Setelah itu kalian akan bertanding satu sama lain, tidak perlu sampai melukai lawanmu."

Lalu kerumunan itu kembali ribut, para calon prajurit sibuk untuk mencari pasangan berlatih. Fang tetap diam, matanya menyelidik pada kerumunan untuk menilai level mereka. Semuanya terlihat rata-rata untuk ukuran manusia, hanya beberapa dengan potensi untuk menjadi penyihir, tidak ada yang mencapai level setara dengan Fang.

Fang begitu sibuk dengan penilaiannya sampai tak sadar jika sang Raja mendekatinya, sampai Boboiboy tepat di hadapannya. "Hai!" katanya riang. Boboiboy berdiri dengan kedua tangan di pinggang dan memandang Fang dari atas sampai bawah. "Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Siapa namamu?"

Sikap ramah tamah yang di miliki Raja begitu tak terduga bagi Fang, sang Iblis perlu waktu untuk membalas. "Fang." Jawabnya, memastikan suaranya stabil.

Boboiboy mengangkat alis hitamnya. "Fang? Apa yang membuat mu berada di kerajaan ku?"

Iblis tidak pernah berbohong, karena itu merupakan penghinaan tersendiri bagi Fang, apalagi dia termasuk jajaran Iblis dengan pangkat tinggi di Dunia Bawah. Jadi Fang memutuskan mengucapkan setengah kebenaran. "Aku mencari seseorang."

"Mencari seseorang?" Boboiboy tertawa kecil dan tangannya bergerak menunjuk kerumunan. "Apa kau menemukan orang yang kau sukai?"

Fang tidak menjawab, bertanya-tanya kenapa sang Raja sekarang malah membuat lelucon. Dia belum pernah mendengar tentang seorang Raja yang bisa begitu akrab dengan rakyatnya. Bahkan Ratunya sendiri yang berada di Dunia Bawah, Fang berani bertaruh jika sang Ratu jelas memiliki selera humor yang buruk. "Belum." Ucap Fang, memutuskan lelucon tadi seperti tidak ada.

Boboiboy lagi-lagi tertawa, kali ini sampai membuat matanya menyipit. "Yah, ku harap kau beruntung dalam pencarianmu! Tapi untuk sementara, selamat datang di pasukanku." Tanpa memutuskan pandangan mereka, dia melanjutkan. "Dan sepertinya kau belum mendapatkan pasangan untuk berlatih. Tapi aku akan senang bisa bertarung dengan mu, jika kau mau."

Fang menatap pada kerumunan barisan tadi yang sepertinya sudah mendapatkan pasangan masing-masing. "Baik." Gumamnya.

Mereka melangkah ke sisi dengan lebih banyak ruang. Fang melepaskan jubahnya dan membiarkan Boboiboy mengambil pedang miliknya. Senjata itu tampak biasa saja dalam hal apa pun, tidak ada aura sihir atau hal aneh yang Fang rasakan. Fang menatap datar pada Boboiboy yang sedang menguji pegangan senjatanya, dan tetap sabar ketika sang Raja tersenyum padanya. "Sudah siap?"

Sebelum Fang mengangguk. Sang Raja terlebih dahulu bergerak dalam sekejap, pedangnya berkilat cepat mencoba menusuk Fang dari depan. Fang tentu tidak kesulitan untuk menghindari serangan itu dia cukup bergeser ke samping, dan cukup terkagum dengan kecepatan Boboiboy tadi. Mata mereka bertemu sejenak, sebelum Boboiboy kembali memberikan serangan gesit, memaksa Fang untuk mundur selangkah.

"Kau cepat!" Boboiboy tersenyum lebar, menghentikan pertarungan sejenak untuk memuji Fang. "Maukah kau menarik pedang mu?"

Ada sesuatu hal yang aneh di sini, tetapi Fang mengabaikannya. Mungkin itu karena dia tidak menggunakan kekuatan gelapnya dan malah mengandalkan kekuatan fisiknya sendiri, atau mungkin itu karena sang Raja di luar dugaannya.

Ada suatu hal yang di miliki Boboiboy yang tidak di miliki kebanyakan orang, dan itu membuat Fang penasaran. Tentang kenapa para malaikat itu menaruh minat lebih pada Manusia di hadapannya. Ying mengatakan jika bisa saja sang Raja menguasai Dunia bawah dengan bantuan Ochobot.

Boboiboy mengernyitkan kening, masih menunggu jawaban. Akhirnya Fang berkata. "Aku akan menggunakannya jika perlu."

Boboiboy tidak tertawa kali ini, tetapi bibirnya membentuk senyum tipis. Boboiboy kembali maju, mengarahkan tubuhnya ke sisi kanan tapi itu hanya tipuan yang dapat Fang baca. Lalu kemudian Boboiboy berbalik dengan tumpuan di kaki secara tak terduga memaksa Fang menunduk cepat untuk menghindari tebasan. Dengan cepat Boboiboy bertindak, memberikan beberapa tebasan cepat lainnya. Fang terus berusaha menghindar, dan mengeratkan giginya dengan marah saat pedang itu merobek pakaiannya. Fang menatap Boboiboy dengan marah sambil melompat mundur. Boboiboy membalasnya dengan senyum kepuasan.

Fang menegakkan tubuhnya, melihat sekeliling pada orang-orang yang ramai menonton pertandingannya dengan Raja. Dalam pikirannya Fang memperdebatkan apa yang harus dia lakukan. Dia merasa yakin bisa mengalahkan sang Raja jika dengan kekuatan kegelapan miliknya, tetapi itu bukan rancangan bagus. Dan Fang memutuskan untuk mengeluarkan pedang miliknya, menatap dengan senyum tipis pada Boboiboy yang mengangguk setuju.

"Senjata yang kamu punya," canda Boboiboy. "aku belum pernah melihat pedang dengan warna hitam sebelumnya."

Sedikit rasa kesal muncul dalam benak Fang. Boboiboy memang sedang bergurau dengannya, tapi dia harus tetap fokus pada tugasnya. Fang mengangguk pada sang Raja dan mereka berdua maju. Pedang mereka saling beradu dengan serangan cepat, keduanya berkonsentrasi untuk mendapatkan celah. Tetapi Fang cukup terkejut melihat jika tanpa kekuatan kegelapannya, keduanya hampir setara. Serangan demi serangan di tahan, gerakan semakin cepat dan gesit. Keduanya bergerak dengan selaras, seolah mereka telah melakukan ini berulang kali.

Boboiboy tertawa, wajahnya memerah terengah-engah saat berusaha menghindari serangan Fang, yang hampir mengenai dadanya. "Hampir!" Boboiboy tersenyum, bermaksud menggoda. Membakar semangat Fang.

Agak sulit jika Fang jujur. Bertahan melawan Boboiboy yang bergerak cepat serta strateginya, membuatnya kewalahan. Otot tubuh Fang terbakar dengan perasaan puas, keringat mengalir di kulitnya, jantungnya berpacu dengan adrenalin ketika dia mencoba memberikan serangan pada Boboiboy.

Fang mulai terbawa suasana, dia bahkan hampir lupa dengan tujuannya di sana. Dan mulai menikmati pertarungannya dengan Boboiboy. Dia telah menghabiskan ribuan tahun di Dunia Bawah dengan memberikan hukuman kepada mereka yang tidak setia pada Tuhan, dan menyisihkan waktunya yang singkat dengan manusia yang pernah di cintainya, Ann.

Apakah salah jika sekarang, di bawah sinar matahari dan udara segar di Valetta. Fang kembali lagi menikmati sedikit kesenangan yang sempat dulu ia rasakan dengan bertarung bersama Boboiboy?

Bayangan tentang Ann, yang tersenyum lembut menatapnya, rambut emasnya tertiup angin, rerumputan bukit, dan langit biru musim panas mematahkan konsentrasi Fang dan membuatnya tersandung. Boboiboy mengambil kesempatan itu, dengan menangkap tubuhnya yang hampir jatuh.

Tidak ada ruginya, karena Boboiboy tidak bermaksud melukainya, tetapi itu cukup membuat Boboiboy tertawa gembira, dengan tangan mengepal di udara. "Akhirnya!" ucapnya berteriak, dan penonton lain mulai bertepuk tangan dan bersorak untuk sang Raja.

Fang memelototi Boboiboy, merasa bodoh. Tetapi Boboiboy hanya menepuk pelan punggungnya. "kembali bekerja, semua orang!" ucap Boboiboy pada mereka yang sibuk menonton pertandingannya. "Gopal, aku titip mereka."

Kemudian Boboiboy menoleh padanya dan berkata. "Bisa kah kau ikut dengan ku? Aku ingin berbicara empat mata dengan mu, Fang."


TBC

.

.

.

.

.

Oke aku pun memutuskan untuk membuat sosok Ann sebagai kekasih Fang di masa lalu.

Dan sorry kalo kali ini pendek TT