Disclaimer: Fanfic ini milik saya, tapi Star Trek bukan milik saya. Saya gak ambil keuntungan sepeserpun dari fanfic gak jelas ini.

WARNING: Non-slash mpreg, typos, abal, gak mutu, garing kreyes.


Chapter 10

.

Captain's log, Stardate 2260.15. Hari ini perwira utama kami, Komandan Spock, telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Dia melahirkan dua minggu lebih awal dari perkiraan. Jantungnya berhenti beberapa saat setelah melahirkan, meninggalkan putranya yang belum diberi nama. Sudah sekitar 20 menit tim medis berusaha mengembalikan detak jantungnya. Tapi usaha mereka belum membuahkan hasil. Mereka mengatakan akan berhenti jika sudah melewati 30 menit. Kami, segenap kru Enterprise, hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk Spock.

.

Jim bergeming dari posisinya setelah catatan kapten diakhiri. Menatap kosong pada apapun yang tertangkap matanya.

Dia sudah pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan nyawa. Meninggal. Mati.

Tapi kehilangan nyawa sahabatnya?

Sahabat dekatnya?

Jim sama sekali tidak siap untuk merasakannya.

Dan ia harap ia tak akan pernah mengalaminya.

Masih ada 10 menit lagi, Jim. Masih ada harapan, Jim mengagguk dengan tangan mengusap wajah.

Kapten muda itu teringat bagaimana Spock sangat menginginkan bayinya. Spock memang tidak pernah mengatakan apapun tentang itu, tapi hanya dengan melihat pun Jim bisa paham. Tatapan pria dengan manik cokelat itu berbeda ketika menatap perutnya. Ada kehangatan di dalam sana. Dia bahkan tidak sadar menelengkup perutnya sudah menjadi kebiasaan yang ia lakukan.

Jim tidak bisa membayangkan jika si bayi akan tumbuh tanpa kesempatan untuk mengenal sosok ayah yang sangat menginginkannya. Jim tersenyum miris, merasa seakan tengah menggambarkan dirinya.

Ia teringat beberapa hari lalu ketika dia, Chekov, Sulu, dan Scotty tengah berkumpul melingkar. Tanpa sadar Jim bercerita tentang mimpinya pada mereka. Mimpi yang terasa cepat dan tidak terlalu mendetail, tapi Jim dapat menangkap apa yang tersirat dari sana.

Hal pertama yang ia ingat dari mimpinya adalah, ada seorang gadis kecil. Rambutnya hitam lurus, terlihat sangat halus dan berkilau. Mata bulatnya berbinar ketika Jim menatapnya. Senyumnya lebar dan manis sekali. Jim dan para kru Enterprise sangat menyayangi gadis itu. Bersama mereka membesarkannya. Hingga satu hari—masih di dalam Enterprise, gadis kecil itu menghilang dan berganti menjadi gadis dewasa. Dengan sorot mata yang sama, berbinar. Jim memanggil gadis itu dengan namanya—"Amanda, Amanda Spock."—gadis itu menoleh dan tersenyum. Ketika itulah Jim sadar kalau gadis itu mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang sangat dekat dengan Jim. Tapi Jim merasa orang itu sudah tak ada di sekitarnya dalam waktu yang lama—sangat lama.

Gadis itu tumbuh dengan baik. Gadis itu mendapatkan segalanya dari kasih sayang kru Enterprise yang telah membesarkannya. Tapi gadis itu kehilangan satu hal yang tak bisa diperolehnya sejak lahir. Ayahnya—Spock.

Kemudian Chekov mengatakan kalau ia juga pernah mimpi serupa, meski agak berbeda. "Seperti... prequelnya?", begitu katanya. Kemudian ensign berambut ikal itu menceritakan mimpinya.*

Apa mimpi mereka berdua akan jadi kenyataan?

Terlalu banyak kesamaan dari mimpi itu dengan apa yang terjadi saat ini. Kelewat banyak dari yang Jim pungkiri.

Meski ada faktor yang berbeda, anak Spock dalam mimpinya perempuan, alih-alih laki-laki.

Jim menggeleng keras-keras, menapik pikiran itu jauh-jauh. Itu hanya mimpi. Mimpi berbeda dengan kenyataan, Jim, ia berusaha mengingatkan dirinya.

Ya. Spock masih punya harapan.

Dengan membesarkan hatinya, Jim meninggalkan kabin menuju sickbay.

Dia sudah membuat janji dengan Spock kecil di sana.

Dia sudah membuat janji kalau ayahnya akan segera mendekapnya kembali.

Dan dia harap dia tidak mengingkari janji itu.

TBC...


*) mimpi Chekov di Chapter 7

A/N: sebenernya saya upload chapter 9 itu tgl 8 Mei, barengan sm fanfic Doctor Who saya. Tp gak tau knp kemarin tanggal updatenya gak berubah, tetep tgl 3 Maret

Balasan buat Kee89: Makasih sdh nyempetin review :D. Tenang, Spock masih ada kesempatan hidup! Hoho.. kalaupun Spock mati, dedek bayinya bisa sama kru2 enterprise yg sayang sm dia kok (silahkan tabok saya) Ini sdh lanjut, Maaf kl updatenya lama.. saya emang gak bisa nulis cepat T.T trims buat semangatnya!

Akhir kata, Review please ^^/