Chapter: Prolog


Tap ... Tap ... Tap.

Di atas pahatan patung para Hokage, dua anak kecil berbeda gender sedang bermain kejar-kejaran. Anak pertama adalah seorang anak laki-laki, memiliki ciri-ciri rambut kuning jabrik dengan tiga kumis di pipi kanan dan kiri. Dan anak yang kedua adalah seorang anak perempuan, memiliki ciri-ciri bersurai kuning dengan rambut dikepang dua. Mereka adalah pasangan adik-kakak bersaudara, Uzumaki Naruto dan Uzumaki Naruko.

"Hahaha, ayo, Naruko, coba tangkap aku kalo bisa," kata sang kakak tersenyum sambil tetap berlari.

"Hahh~ Hahh, aku pasti akan menangkapmu, kak," ucap sang adik kepada kakaknya dengan nafas terengah-engah.

Tawa riang mewarnai kegiatan bermain kedua adik-kakak ini. Dunia seakan berputar hanya untuk mereka berdua.

Jauh dari tempat mereka berdua bermain, di sebuah pohon, seorang kakek terlihat sedang memperhatikan Naruto dan Naruko bermain. Sedih. Terharu. Itulah perasaan yang dirasakan kakek tersebut saat ini. Air mata tak luput menetes dari kedua kelopak matanya.

"Naruto, Naruko ..."

"Kakek berjanji, akan selalu menyayangi kalian, melindungi kalian, merawat kalian. Tak peduli berapa banyak halang rintang yang datang menghampiri kalian. Aku akan menjaga kalian seperti cucuku sendiri, karena itu, aku harap kalian akan selalu bersama dan bahagia selalu. Inilah janji kakek kepada kalian sekaligas janji yang harus aku tepati kepada kalian ..."

"Minato ... Kushina ...," batin kakek tersebut.

Setelah puas bermain, kedua kakak beradik itu, Naruto dan Naruko saat ini sedang duduk beristirahat di atas patung sang Hokage Ke-4 sambil menatap matahari terbenam. Pemandangan desa Konoha terlihat sangat jelas dari atas sana. Inilah kegiatan sehari-hari mereka. Bermain seharian. Di akhir mereka akan menikmati pemandangan matahari terbenam, seperti saat ini. Dan tempat patung para Hokage inilah yang menjadi saksi setiap kegiatan mereka berdua.

Kenapa mereka tidak bermain dengan anak-anak lainnya? Jawabannya, ya, karena tidak ada satupun anak yang mau bermain dengan mereka. Kenapa? Ya, Naruto dan Naruko tidak tahu jawabannya. Karena itulah, Naruto dan Naruko selalu bermain berdua.

"Ne, kakak," panggil sang adik kepada kakaknya.

"Hmn. Ada apa, Naruko?" jawab Naruto sambil menoleh kesamping menatap adiknya yang saat ini menatapnya.

Naruto masih menatap adiknya yang saat ini diam.

"Kenapa kita tidak memiliki ayah dan ibu, kak?" Kalimat dengan nada sedih terucap dari bibir Naruko. Dan Naruto menyadarinya.

Cukup lama, Naruto tidak menjawabnya. Hingga ia akhirnya menjawabnya.

"Kakak juga tidak tahu, Naruko," jawab Naruto dengan menggelengkan kepalanya.

*Hiks*

Menangis. Naruto melihat adiknya menangis. Ada perasaan sesak di dadanya saat melihat adiknya menangis. Dengan cepat, Naruto mendekap adiknya kedalam pelukan. Merasa dirinya dipeluk oleh kakaknya, Naruko pun membalas pelukan dari Naruto. Kedua pasangan adik-kakak itu semakin mengeratkan pelukan mereka. Sang kakak membiarkan sang adik menangis di dalam dekapannya.

"Ssstt ... tenanglah Naruko, jangan menangis. Kakak ada disini, walaupun disini tidak ada ayah dan ibu, disini ada kakak yang akan selalu berada disampingmu, menjagamu, menemanimu, melindungimu, semua kasih sayang kakak kepadamu akan selalu aku berikan kepadamu. Jadi berhentilah menangis, Naruko, karena kakak akan selalu dan selalu mencintaimu dan menyayangimu." ucap Naruto sambil mengelus surai adiknya.

"Kakak janji?"

"Iya. Kakak janji."

Mendengar itu, Naruko pun melepas pelukan kakaknya. Begitu juga dengan Naruto. Melihat adiknya berdiri, Naruto pun ikut memutuskan untuk berdiri.

"Kalo begitu, Naruko mau janji kelingking!" ucap Naruko sambil mengarahkan kelingkingnya pada kakaknya. Melihat keinginan adiknya, Naruto memutuskan menurutinya dengan menautkan kelingkingnya dengan kelingking adiknya.

"Dan katakan bahwa kakak janji akan selalu mencintaiku, menyayangiku, menjagaku dan selalu, selalu, selalu bersamaku sampai kapanpun," ucap Naruko kepada kakaknya.

Naruto tersenyum miring, ia kemudian menampilkan senyum terbaiknya.

"Kakak janji, akan selalu mencintaimu, menyayangimu, menjagamu dan selalu selalu, selalu bersama adikku yang paling manis di dunia ini sampai kapanpun," ucap Naruto dengan tersenyum.

"Dan Naruko juga akan janji selalu mencintai kakak, menyayangi kakak, selalu dan selalu bersama kakak sampai kapanpun karena kakak adalah kakak terbaik sedunia!" ucap Naruko sambil menampilkan senyum manisnya.

Naruto yang mendengar janji dari adiknya. Dia tidak bisa tidak menunjukan senyum bahagianya. Karena itu adalah kata-kata terindah yang diucapkan oleh adiknya.

Mereka berdua akan selalu mengingat ini sampai menjadi kenangan. Janji kelingking menjadi tali pengikat antara Naruto dan Naruko. Dan patung wajah Hokage Ke-4 menjadi saksi tempat diucapnya janji kedua adik-kakak bersaudara tersebut.

Disisi lain, kakek yang selalu memperhatikan mereka sepanjang hari sekaligus mendengar janji antar adik-kakak itu tidak bisa menahan rasa haru dan tangisnya karena ia tahu ...

... bahwa mereka akan selalu bersama selamanya.


© Naruto belongs to Masashi Kishimoto.