"Ayah ... Ibu ..."
Bocah itu berbisik pelan, sambil memeluk kedua kakinya. Dia menenggelamkan wajah pucatnya diantara kedua lututnya. Ekspresinya kosong. Menghiraukan rasa dinginnya air hujan yang mengguyur tubuh kecilnya.
Tik ...
Tik ...
Tik ...
Berhari - hari ... bocah tersebut berdiam diri disana. Di sekitar jalanan desa. Beberapa penduduk sekitar yang berlalu lalang, hanya menatap prihatin bocah bersurai pirang tersebut. Namun, tidak ada satupun yang berniat membantu.
Hingga suatu hari ...
... ia datang.
Dengan memberikan sebuah kehangatan, melingkupi tubuh bocah tersebut.
Seorang perempuan bersurai ungu dengan aksesoris berbentuk bunga di kepalanya, dia merengkuh tubuh lemah bocah bersurai kuning tersebut ke dalam pelukannya.
Walau dengan ekspresi kosong ... bocah tersebut menatap siapa orang yang tengah memeluknya dan memperlihatkan wajah pucatnya. Di pelupuk matanya, air mata bercampur air hujan mengalir menuruni pipinya.
"Kenapa ...?"
Tanya lirih bocah bersurai kuning tersebut. Beberapa tetesan air mata bercampur air hujan, mulai membasahi bahu perempuan yang tengah memeluknya makin erat.
Bocah itu bingung. Dia bingung, dengan perempuan yang tengah memeluk dirinya.
Kenapa perempuan itu memeluknya?
Apa karena ia kasian kepadanya?
Apa mungkin begitu?
Tapi ...
... kenapa?
Kenapa air matanya terus keluar?
Hingga... perempuan itu membisikan sebuah kalimat di telinganya.
"Daijobu ... aku ada disini."
Sebuah perasan asing dirasakan bocah tesebut. Perasaan hangat ... yang sudah lama tidak dirasakan olehnya. Kedua tangan kecilnya mulai memegang erat jubah orang yang memeluknya. Di pelupuk matanya, air kembali keluar.
Ekspresi yang tadinya kosong, sekarang tergantikan dengan ekspresi yang sudah lama tidak ditunjukan oleh bocah tersebut. Ekspresi senang dan sedih. Ke semua emosi itu menggambarkan perasaan bocah tersebut.
Tangannya yang tadi memegang erat jubah orang memeluknya kini melemah.
Dan setelahnya ...
... Isakan pilu kini terdengar di gendang telinga perempuan bersurai ungu ... yang tengah memeluk erat bocah di rengkuhannya saat ini.
"Mulai sekarang, ... aku akan selalu bersamamu."
END
