Tap. Tap.

Seorang remaja laki-laki berusia dua belas tahun, tampak berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Namanya, Naruto Mizuhara.

Dalam perjalanan menuju ke sekolahnya, dia berpapasan dengan seorang temannya. "Ohayou, Naruto!"

"Ohayou, Mitsuru."

Teman Naruto bernama Mitsuru, dia mulai berjalan di samping Naruto.

"Hei, Naruto. Kakak barumu itu seperti apa?"

Naruto melirik sediikit temannya itu sejenak, lalu berkata, "Dia itu ... aneh."

"Dia aneh banget tau!"

"Asal dia imut, siapa yang peduli."

Dan Naruto pun mulai mengobrol dengan Mitsuru tentang kakaknya.

Sementara di belakang mereka.

Seorang gadis bersurai hitam terlihat sedang mengikuti dan bersembunyi di tiang listrik. Gadis itu menatap Naruto dan Mitsuru dari tiang lampu.

"Temannya Naruto-kun."

"Anak yang normal."

"Akan kupanggil dia 'Si Normal," batin gadis tersebut sambil mencatat sesuatu di buku.

Heehh?!

Tanpa disengaja ...

"Apaan tuh tadi?" ucap Naruto dengan wajah terkejut saat melihat kakaknya bersembunyi di tiang listrik.

Sesampai di sekolah ...

"Orang itu...nyeremin," batin Naruto, saat ini ia berjalan menuju kelasnya.

"Dih, males banget belajar Matematika!" kata Mitsuru. Tapi, tidak didengar oleh Naruto.

.

.

~Ayahku menikah lagi. Dan, aku punya kakak yang aneh~

.

.

Sesampainya di kelas ...

"Ohayou, Mizuhara-kun!"

"Fujisaki-san!"

"Ohayou~" balas Naruto

Tampak beberapa anak laki-laki mengerumuni gadis berambut oranye.

"Fujisaki-san itu mirip banget dengan malaikat putih," batin Naruto yang baru saja sampai sedang menatap terpesona dengan Fujisaki dari depan pintu kelas.

Sementara disisi Fujisaki.

"Bagus, tunduklah pada kecakepanku, cowok-cowok beloon," katanya dalam hati dengan seringai devil nya.

Kembali ke Naruto.

Dia sudah duduk di bangkunya. Naruto masih menatap Fujisaki dengan wajah memerah.

Tanpa Naruto sadari ...

"Naruto-kun~"

"Ehhh!" Naruto terkejut.

"Kamu lupa bawa bekal, 'kan?" Dari arah jendela, tepat didekat Naruto duduk. Tiba-tiba muncul seorang gadis bersurai hitam masuk melalui jendela sambil membawa kotak bekal.

"Eh, Kak Mizuhara?"

"Dia anak SMA?"

"Cakep banget dah!"

"Eh, kalian?" Fujisaki bingung melihat semua teman laki-laki di kelasnya mulai menghampiri kakak Naruto.

Fujisaki tahu ...

"Aku kalah," batinnya murung.

Kembali ke sisi Naruto.

"Ano, kalau kamu cuma mau mengantarkan itu ..." ucap Naruto terhenti, sebab, kakaknya saat ini tengah menatap satu persatu temannya.

"Mizuhara-kun, aku enggak tahu kalau kamu punya kakak perempuan," kata Fujisaki tersenyum manis, dia menghampiri Naruto dan memeluk lengannya.

Katanya, tapi di dalam hati ...

"Cepetan suruh dia pulang, Mizuhara!"

... memiliki maksud tersembunyi.

Melihat kedekatan Fujisaki yang menempel pada Naruto, menarik perhatian kakak Naruto.

"Lo, apa ini?"

"Kayaknya cewek itu suka sama Naruto-kun," batin kakak Naruto dengan ekspresi cemburu menatap Naruto dan Fujisaki.

Disisi Fujisaki ...

"Dia harus melihat wajahnya," batinnya tersenyum devil.

Sementara Naruto, ia melihat ekspresi tidak suka dari kakaknya.

"Eh, apa dia cemburu sama Fujisaki?" batin Naruto.

Tiba-tiba, Mitsuru berbicara.

"Naruto suka sama Fujisaki, lo!"

"Uwoohh!" Naruto langsung menutup mulut Mitsuru.

"Gak, aku 'gak suka sama Fujisaki-san, kok!"

"Aku 'gak berpikir dia itu imut, kok," ucap Naruto panik.

"Cepat pulang sana, gih!" ucap Naruto sambil mendorong punggung kakaknya untuk keluar dari kelasnya.

Sementara Fujisaki, dia menatap Naruto datar.

"Dasar kampret si Mizuhara!" batin Fujisaki kesal.

"Maaf ... maaf deh kalo aku gak imut!" kata Fujisaki dengan ekspresi kesal langsung pergi menjauhi Naruto.

Sementara Naruto menatap Fujisaki dengan perasaan bersalah

"Gimana nih ..."

Sekolah sudah usai dan Naruto berjalan pulang menuju ke rumahnya. Namun, tampak saat ini suasana hatinya lagi buruk karena teringat dengan Fujisaki.

"Pasti Fujisaki-san sekarang membenciku," batinnya.

Melihat adiknya sudah pulang. Ichika, kakaknya Naruto, langsung menyambutnya.

"Oh, selamat datang, Naruto-kun!"

"Hei, siapa sih cewek yang ada di kelasmu tadi?" ucap Ichika langsung bertanya tentang Fujisaki.

Mendengar Ichika membicarakan soal Fujisaki, Naruto tiba-tiba marah dan tanpa pikir panjang membentak kakaknya.

"Berisik!"

"Apa sih yang kau pikirkan, sampai-sampai datang ke sekolah?!" kata Naruto kesal melewati kakaknya yang mematung.

Naruto menaiki tangga dan menuju ke kamarnya.

"Kau yang terburuk!"

Sesampai di kamar ...

Naruto langsung menaruh tas dan membukanya.

"Hmn ..."

Naruto mengambil kotak bekal dan teringat kejadian di sekolah.

"Kalau dipikir-pikir lagi, dia bela-belain datang ke sekolahku buat ngantar bekal ini," ucapnya dalam hati sambil memandangi kotak bekal yang saat ini Naruto pegang.

"Yang terburuk sebenarnya adalah aku," katanya dalam hati. Dia mulai menyesali perbuatannya tadi.

Dari arah pintu, Naruto melihat kakaknya mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

"Naruto-kun, maaf."

"Maaf sekali," ucap Ichika meminta maaf dengan wajah bersalah. Hal ini, membuat Naruto semakin merasa bersalah karena sudah membentak kakaknya tadi.

Dia tahu, ini bukan salah Ichika, tetapi ... ini salahnya sendiri.

"Aku juga ... minta maaf soal yang tadi."


© Oneechan ga Kita belongs to Riko Anzai (Ide cerita ini bukan asli punya saya. Ini full aku ambil dari anime nya dan aku menulis satu episode penuh menjadi cerita).