Kamar Le Fay
"Kamu sedang apa, Le Fay-chan?" tanya Naruto yang langsung nyelonong masuk ke kamar adiknya tanpa permisi.
"Nii-chan? Ini aku sedang membaca buku tentang sihir," jelas Le Fay.
"Hm?"
"Oooh ..." Naruto bergumam. "Coba aku lihat." Naruto mendekat melihat buku seperti apa yang adiknya baca.
"Sihir Gate dan—"
Sementara disisi Le Fay.
Saat ini, gadis berambut pirang itu tidak lagi fokus ke bukunya. Melainkan, kini fokusnya teralihkan dengan manik birunya menatap lekat wajah serius sang kakak yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Nii-chan" gumamnya.
"Hmn?" Naruto menoleh ke arah Le Fay.
Sangat dekat. Membuat pipi Le Fay sedikit memerah, dia langsung memalingkan wajah kesamping. Gadis itu merasa dadanya berdegup kencang.
Puk
Naruto menepuk kepala pirang adiknya, membuat pipi sang adik semakin memerah, "Belajar yang rajin, suatu saat nanti kamu pasti akan menjadi Wizard yang hebat."
Kemudian Naruto ikut berbaring disebelah Le Fay. "Ah, nyamannya~!" ucapnya lalu memejamkan mata dan tidur. Le Fay tersenyum melihat kelakuan kakaknya. Walau ia sedikit heran, karena tumben kakaknya itu mengunjunginya. Apa dia tidak suka? Tentu saja, ia suka.
Beberapa saat sudah berlalu, sampai saat ini Lefay masih terus menatap sang kakak yang tertidur pulas di sebelahnya.
Dari dekat, ia memandangi wajah sang kakaknya. Le Fay perlahan mulai mendekatkan wajahnya.
Semakin dekat, ia merasa jantungnya berdetak semakin kencang.
Wajah Le Fay pun memerah seperti kepiting rebus begitu wajah sang kakak kini berjarak satu senti dari wajahnya.
Sekarang pandangan si gadis berambut pirang itu tertuju ke bibir sang kakak. Membuat jantungnya lagi-lagi berdetak tak terkendali. Nafasnya pun tak beraturan.
Cup!
Dengan sedikit keberanian, Le Fay mengecup bibir kakaknya.
© High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi
