Di hamparan rerumputan yang luas.
Dua pasang anak, laki-laki dan perempuan, sedang berbaring di bawah pohon besar sembari mereka memandangi langit malam yang cerah. Dengan bintang-bintang dan bulan tampak menghiasi langit malam itu
Beralih kesisi kedua anak tadi.
Anak laki-laki berambut kuning tampak ingin membuka pembicaraan dengan gadis berambut merah disampingnya ...
"Ne, Rin."
"Ada apa, Naruto?" ucap gadis disampingnya.
"Apa kamu tau perbedaan antara kamu dengan bintang-bintang itu?" tanya pemuda itu.
"Umm ... tidak, memang apa bedanya?" kata gadis berambut merah tua menggeleng, ia kemudian melirik anak laki-laki disebelahnya.
"Bintang-bintang itu kalau mereka bersinar di langit, mereka tampak sangat indah dimataku, sampai-sampai aku teringin sangat untuk terus memandangi mereka setiap malam datang." Anak laki-laki itu menoleh ke arah Rin.
"Sedangkan kamu ..."
"Kalo aku?"
"Kamu itu cantik, Rin, kamu membuat jantungku berdebar-debar setiap saat, ada kalanya aku sangat teringin untuk menyatakan perasaan suka padamu ..." ucap anak laki-laki itu sembari menatap gadis disampingnya itu.
"Hihihihi, kamu gombal, Naruto."
"Heee... tapi, aku serius, Rin." Anak laki-laki yang bernama Naruto itu bangun. "Bahwa aku itu menyukaimu," ucapnya cemberut sambil memalingksn wajah kesamping.
"Hai, hai."
"Jaa, kalo gitu apa jawabanmu, Rin?" Naruto memandang Rin dengan antusias.
"Emm, apa ya?" Rin mendongak sambil meletakan jari telunjuknya dipipi kanan.
"Rin~!" Naruto merengek.
"Hihihihi, iya deh iya deh." Rin tertawa pelan, dia kemudian bangun dan memandang Naruto tersenyum "Aku juga menyukaimu, kok."
"Kok kedengarannya gak menyakinkan gitu, sih?" kata Naruto tidak terima dengan jawaban Rin yang kedengaran kelewat santai itu.
"Terus, aku harus bilang apa biar kedengarannya meyakinkan?"
"Bilang, kalo kamu itu menyukaiku lalu tambah namaku dibagian akhiranya."
"Maksudmu ... aku harus bilang 'aku menyukaimu, Naruto' gitu?"
"Cobak ulangi sekali lagi," pinta Naruto.
"Maksudmu, aku harus bilang—"
"Bukan yang itu!" Naruto berucap kesal, ia tidak paham kenapa gadis disampingnya itu malah mengulangi ucapannya 'itu'. "Ilangin dulu kata-kata yang tidak ingin kudengar yang ada dibagian awal sama akhirannya."
"Umm, aku tidak mengerti ..." kata Rin tersenyum kikuk dengan ucapan Naruto yang terdengar cukup ambigu.
"Gini, nih aku contohin ... aku menyukaimu, Rin, Gitu!" ujar Naruto menjelaskan, gadis berambut merah tua itu tampak berpikir sebentar. "Umm, ah! Aku mengerti!"
Seketika wajah Naruto berubah cerah begitu mendengar ucapan Rin.
"Benarkah?"
"Hu'um!" Rin mengangguk.
"Yakin?"
"Iya! Aku yakin."
"Serius?"
"Dua rius malahan ..." ucap Rin tersenyum manis membuat Naruto sedikit gelagapan karenanya.
"Ja-jaa, kalo gitu, cobak kamu omongin ..."
"Aku menyukaimu, Rin." Rin mengucapkan kalimat tadi sambil tersenyum manis biar keliatan menyakinkan, pikirnya.
"..." Naruto tampak tidak merespon.
Aku menyukaimu, Rin."
"
Rin mengulang ucapannya lagi.
"..." Lagi, lagi Naruto tidak merespon. Dia menatap Rin dengan pandangan diam.
"Aku menyukaimu, Rin." Untuk ketiga kalinya, Rin mengucapkan kembali ucapannya. Namun, untuk ketiga kalinya juga, Naruto tidak juga merespon. Hal ini, membuat Rin menghilangkan senyumannya dan memandang bingung Naruto. "Emm, Naruto?"
"Ghaaaa! Kenapa susah sekali, sih agar membuatmu mengerti!" ucap Naruto berteriak, dia mengacak-acak rambutnya kuningnya sampai berantakan.
"Umm?" Rin memasang wajah tidak mengerti dengan reaksi Naruto.
"Rin, apa kamu serius ngomong 'gitu?" Naruto memandang Rin frustasi.
"Eh, memangnya kenapa? Apa tadi aku salah, ya?" Bukannya menjawab, Rin malah bertanya kepada Naruto.
"Tidak, tidak ada yang salah. Hanya saja dibagian akhirannya kebalik."
"Ee ... benarkah begitu?"
"Hmmm ..." Naruto mendengus.
"Jaa, kalo gitu, kalimatnya yang benar itu gimana, dong?" tanya Rin.
Naruto berpikir sebentar, ia lalu memalingkan wajahnya. "Gak ah!"
"Eh, kok gitu?" tanya Rin bingung.
"Habisnya, sih kamu salah terus!" Naruto memalingkan wajahnya. "Lagian, aku ingin kamu yang mengucapkannya, bukan aku."
"Eh? Aku 'kan baru salah baru dua kali."
"Hmm! Gak ah!" Naruto lantas membaringkan tubuhnya dan memunggungi Rin
Terjadi kesunyian saat itu
"Dasar menyebalkan~!" umpat Naruto.
Tanpa disadari Naruto, Rin saat ini sedang menahan tawanya. Gadis berambut merah tua itu tidak menyangka jika rencana untuk mengerjai sahabatnya itu ternyata berhasil.
Rin tersenyum jahil, dia mendekati Naruto dan mendekatkan bibirnya ketelinga Naruto. Rin kemudian membisikan tiga buah kata ...
"Aku, menyukaimu, Naruto." Seketika tubuh Naruto menegang mendengarnya, karena lucu, mau tak mau membuat Rin harus menahan tawanya kembali.
Sungguh, mengerjai sahabatnya ini menjadi hiburan untuk Rin..
Grep!
"E-eh?"
Rin terkaget.
Naruto tiba-tiba saja memeluk pinggangnya erat sembari mengeluarkan satu buah kata meluncur dari bibirnya. "Nyebelin." Terlepas dari keterkejutannya tadi, Rin hanya menampilkan senyuman geli. "Kamu lucu, Naruto."
"Urusai!"
Terkikik geli, Rin lantas membalas pelukannya Naruto, dia memejamkan matanya dan menikmati suasana kebersamaannya bersama Naruto di pelukan yang sangat menyenangkan dan menghangatkan ini
"Aku juga menyukaimu, Naruto ..."
It's a cringe, ok. But, no problem.
Shelter © Porter Robinson
