# Pada suatu siang, di Sekolah Hakusu
Kelas II, Divisi Bulan Biru.
Terlihat Naruto baru saja bangun. Naruto mengucek-ucek penglihatannya lalu memandang keadaan sekitarnya. Kelas sedang sepi, tanpa ada orang. Tidak Naruto rasakan, tidur seharian di kelas membuat keberadaan semua teman-temannya menghilang, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing.
Naruto melihat ke arah jam dinding. Jam tiga sore. Sudah lima belas menit berlalu sejak jam pelajaran sekolah berakhir.
"Pulang ah," ucap Naruto, sembari menaikkan bahunya. Karena waktu sudah pulang dan juga tidak ada kegiatan yang harus Naruto lakukan, Naruto memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Naruto bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke pintu kelas.
Namun. Naruto merasakan sesuatu bergerak di saku celananya.
Sret.
Naruto menghentikan langkahnya. Naruto mengerjap beberapa kali, tatkala Iris Blue-nya melihat sebuah pemandangan aneh; Handphone miliknya melayang di depannya. Naruto kembali mengerjapkan matanya. Memandang lugu pemandangan itu.
Tidak ada angin, tidak ada hujan.
Syuut.
Tangan Naruto tiba-tiba bergerak sendiri, mengibaskan tangan ke depan, tanpa Naruto sadari.
"Kyaaa ...!"
Plak!
Handphone itu jatuh. Namun, tunggu dulu. Sepertinya tadi Naruto mendengar seseorang sedang berteriak. Dan suaranya seperti suara seorang perempuan, kan?
"Huh?" Naruto mengeluarkan suara seperti orang linglung. Pasalnya, di depannya, dari ketiadaan, muncul seorang gadis sedang memasang wajah menjerit sambil menahan roknya yang sepertinya terkena sapuan angin. Mungkin? Tampak juga wajah gadis itu merona merah.
Naruto diam, berkedip. Otaknya masih dalam tahap rebooting karena baru bangun tadi. Ia masih belum ''ngeh' dengan kejadian tadi.
"Etto ..."
Sang Gadis, yang memiliki rupawan cantik dengan rambut indah berwarna coklat itu, menatap Naruto dengan wajah memerah malu. Ekspresinya menahan air matanya yang ingin keluar.
"NARUTO-KUN NO HENTAI!"
"Eh?"
Untuk kedua kalinya, Naruto tidak tahu harus menyuarakan apa.
Author Note:
Sebuah cerita yang muncul pas lagi nungguin guru pengawas datang-_- Maap kalau gaje.
Naruto © Masashi Kishimoto
Omake:
Di lorong sekolah, dua gadis sedang berjalan agak cepat bersama. Gadis berambut hitam berusaha mengimbangi langkah gadis berambut coklat di sampingnya.
"Tu — Tunggu, Haruka-chan. Kamu mau ke mana?"
"Aku mau mengerjai Naruto-kun, Shizuka," sahut gadis bernama Haruka, menjawab pertanyaan teman di sampingnya Shizuka.
"E — Eh, t — tapi ..."
"Sudahlah. Kamu ikut aku aja Shizuka," ucap Haruka menyela ucapan Shizuka.
Shizuka tampak diam sembari mengikuti langkah temannya.
Sesampai di tempat tujuan, yakni Kelas II Divisi Bulan Biru, Haruka dan Shizuka melihat orang yang mereka cari sedang tertidur di bangkunya. Haruka tersenyum, mulai melancarkan niat jahilnya. Sedangkan Shizuka, dia diam saja di pintu kelas setelah Haruka memberinya bahasa tatapan mata 'diam dan lihat saja'.
[Steal]
Mantra penghilang.
Tubuh Haruka menjadi transparan.
Orang yang menjadi calon korban dari kejahilan Haruka, Naruto, tampak mulai bangun. Haruka mulai melakukan keusilannya. Saat Naruto bangun, dia langsung mengambil Handphone milik Naruto membuat Naruto berhenti berjalan dan menatap Handphone yang dipegangnya. Haruka menahan tawa, melihat ekspresi bodoh sahabatnya itu.
Hingga tidak Haruka duga, Naruto tiba-tiba mengibaskan tangannya ke depan dan membuat roknya terangkat. Haruka seketika terlonjak kaget, melepaskan Handphone di tangannya dan berusaha menutupi roknya.
"Kyaaaa ...!"
Plak!
Handphone-nya jatuh ke lantai.
Haruka menatap Naruto. Ia kemudian meneriaki si Remaja Pirang dengan suara sekencang-kencangnya, "NARUTO-KUN NO HENTAI!"
...
Di sisi lain. Shizuka. Gadis berambut hitam itu, bersembunyi di balik pintu. Shizuka menutup mulutnya, menahan suara tawa yang hampir lolos keluar.
Omake End.
— Haruka and Shizuka (Original Characters)
