Matanya berkedip.
Naruto Namikaze, itulah nama pemuda itu. Pemuda itu? Ya, seorang pemuda dengan mata Blue-shapire yang sedang memandangi sebuah layar dengan terpampang namanya disana.
"Hahh~!" desahnya.
"Kok, hal yang selalu merepotkan selalu menimpaku," gerutu Naruto dengan menggaruk belakang kepalanya.
"Kau lagi sial ya, Naruto," ujar seseorang disampingnya.
"Hmn," gumam Naruto malas tanpa menoleh pria disampingnya.
"Aku memang sial, tapi akar dari kesialan ini semua gara-gara kau, Shika-teme!" ucap Naruto sedikit kesal.
Nara Shikamaru tersenyum tipis, "Bukannya, ini kesalahanmu sendiri, Pirang. Siapa suruh juga kau menulis namamu di formulir pendaftaran."
Naruto mendengus, "Kau yang telah menipuku, Nara."
"Hoammz, terserah kau saja, Naruto. Lagipula itu tak akan ada gunanya. Walau sebanyak apapun mengeluh, kau akan tetap melawannya," ujar Shikamaru mulai menjauhi Naruto.
"Aku pergi dulu, aku mau tidur. Selamat berjuang, kawan~!"
Naruto melihat teman menyebalkannya itu pergi sembari melambaikan tangan kearahnya. Naruto merenggut kesal. Kenapa ia bisa-bisanya punya teman seperti itu?! Pemalas, menyebalkan, dan sering melibatkannya ke hal-hal yang merepotkan, seperti saat ini.
Naruto mendesah.
"Dasar menyebalkan!"
"Padahal sudah dibilang kalau aku tidak ingin ikut turnamen merepotkan seperti ini. Hahh~" keluh Naruto lalu menatap layar didepannya. Disana terpampang namanya dan lawan yang akan ia hadapi nantinya. Lawan yang begitu merepotkan.
Hari ke-3
Seleksi Turnamen Leluoch
Ronde ke-7
Namikaze Naruto vs Arturia Pendragon.
Turnamen Leluoch,
Ini adalah sebuah ajang turnamen paling bergensi yang begitu terkenal di Ark Gowl Kingdom. Turnamen ini adalah turnamen pembuktian bakat yang mempertemukan para siswa-siswi berbakat di seluruh akademi sihir yang ada di Ark Gowl Kingdom.
Hadiah yang didapatkan adalah sebuah piala penghargaraan yang diberikan langsung oleh sang raja, raja Uther.
Untuk mengikuti turnamen Leluoch di masing-masing akademi sihir melakukan sebuah seleksi untuk memilih siswa-siswi yang pantas untuk mengikuti turnamen tersebut.
Dan begitulah, akademi yang menduduki peringkat ke-3 dengan perolehan 3 trofi, Akademi Royal Empire kini tengah melakukan seleksi Turnamen Leluoch. Sudah dua hari berlangsung semenjak seleksinya dimulai. Kini sudah memasuki hari ke-3. Ronde ke-7 yang mempertemukan dua siswa-siswi terkuat.
Seorang pemuda mengenakan seragam seperti seragam Ikki Kurogane di anime Rakudai Kishi no Cavalry sedang menyusuri lorong gelap.
Pemuda itu bercirikan memiliki rambut berwarna pirang emas dengan iris safir biru.
Dialah, Namikaze Naruto.
Pemuda berambut emas itu sedang berjalan menuju ke sebuah cahaya terang di depannya yang mana sang lawan tengah menunggunya di arena.
Arturia Pendragon.
Siapa sih yang tidak mengenal nama itu?
Seorang siswi paling berbakat di akademi Royal Empire, terlebih lagi dia adalah anak dari raja. SEKALI lagi, dia adalah anak raja.
Raja Uther Pendragon.
"Sungguh lawan yang merepotkan," gumam Naruto.
"Kupikir aku akan menghadapinya dengan jantan," ucap Naruto dalam hati.
Suara gemuruh para penonton begitu memenuhi suasana meriah begitu Naruto sampai di arena. Dan kini ia tengah berhadapan dengan seorang gadis cantik dengan rambut pirang disanggul mengenakan pakaian armor.
Dialah, Arturia Putri raja.
Naruto menatap malas gadis itu.
"Kalian sudah siap?" tanya pria berambut hitam. Dialah wasitnya. Gekko Hayate melirik ke siswi di sebelah kanannya, gadis itu mengangguk. Lalu ia melirik siswa di sebelah kirinya, tetapi sang pemuda hanya diam saja.
"Baiklah dengan nama Dewi Aqua. Seleksi Turnamen Leluoch. Ronde ke-7. Mempertemukan Namikaze Naruto melawan Arturia Pendragon. DIMULAI!" Begitu Hayate menyelesaikan kalimatnya suara para penonton semakin bergemuruh. Namun ...
Aku akan menghadapinya dengan jantan.
"Aku menyerah," kata Naruto sambil mengangkat kedua tangan.
"Eh?"
"EHHHH!" Seluruh stadion menjadi senyap lalu pekikan para penonton terdengar setelah itu. Mereka semua kaget dengan aksi Naruto yang tidak terduga. Pertarungan baru saja dimulai, Naruto sudah menyerah.
"Kau serius, Namikaze-san?" tanya Hayate kepada Naruto.
"Ya," jawab Naruto singkat, padat, dan jelas mendapat helaan napas dari Hayate.
"Baiklah, karena Namikaze Naruto menyatakan diri menyerah, maka secara resmi pemenangnya adalah ..."
"Tunggu sebentar, Namikaze Naruto!"
Belum sempat Naruto berjalan menjauh, sebuah suara memotong perkataan Hayate. Naruto menoleh sebentar ke arah gadis dibelakangnya yang sedang menatapnya tajam.
"Apa maksudmu? Kenapa kau memilih untuk menyerah?" tanya Arturia, "apa kau meremehkanku?!"
"Maaf, sebenarnya alasanku menyerah itu karena aku memang tidak berniat ikut turnamen," kata Naruto. Sebelum Naruto meninggalkan arena, ia merasakan sesuatu melesat cepat ke arahnya.
Naruto melompat.
Sring!
"Huh?"
Naruto memandang ke arah Arturia. Gadis berambut pirang emas itu kini tengah memegang sebuah pedang bercahaya emas. Naruto bisa merasakan kekuatan besar mengalir di pedang itu.
Pedang Excalibur~!
"Si-sial, sepertinya aku akan menghadapi sesuatu yang merepotkan. Hahh~!" kata Naruto di dalam hati. Ia melihat Arturia memandangnya tajam.
"Karena kau sudah menghina jiwa ksatriaku, aku tidak akan melepaskanmu." Arturia lalu menunjuk Naruto.
Oh, ya ampun~!
Jangan katakan ...
"Namikaze Naruto aku menantangmu untuk bertarung!"
Bersambung ...
© Fate Stay Night belongs to Kinoko Nasu
