Name: The Birth of Human Faction

Author: FCI. Arcana-paisen

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Shirou Emiya x Rin Tohsaka, Kurama x Yasaka(For now)

AN: Buat pembaca The Birth of Human Faction yang terhormat. Mohon maaf kalau fic ini akan saya remake. Kenapa? Apa karena stuck di The Rise of Human Faction? Bisa dibilang gitu tapi pas ane baca, jujur ada banyak scene yang mengganjal. Kaya di fic ini si Eileen gabung sama Alvarez karena dia di cuci otaknya sama si August, padahal di fic one-shot yang ane buat, dia ngelakuin itu karena kebencian dia sama Ishgar yang udah ngerebut orang-orang tersayang di dalam hidupnya.

Chapter 3: Alliance of Mildia

Setelah menghabiskan waktu lama bersama Arturia, Naruto pun memutuskan untuk menyusul Dulio dan Dulio mengajaknya untuk ikut memberi laporan kepada Michael dan Gabriel yang merupakan salah satu dari keempat Seraph.

"Kenapa aku harus ikut juga? Tidak bisakah kau berangkat saja kesana dengan Arturia-chan, Shirou dan Rin. Aku ingin tidur di rumahku."

"Kau anggota tim-ku, ingat?" Tanya Dulio dan itu membuat Naruto mendecih tidak suka "Jadi kau harus ikut denganku, Gol—"

Dulio tidak melanjutkan ucapannya saat Naruto menatapnya dengan tajam, hal itu juga membuat Trio Exorcist itu menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. Dulio yang menyadari kesalahannya hanya bisa tertawa kikuk dan berkata "Maaf, Naruto..."

Mereka berempat pun sampai di kathedral dan didalamnya sudah ada Gabriel dan Michael yang telah menunggu disana termasuk rekan dari Dulio yang bernama Griselda.

"Kau lama sekali Dulio."

"Maaf, Griselda. Ada hal yang menghalangi misi kami dan itu membuat kami kesulitan."

"Tim-mu yang bisa di anggap tim elit itu bisa juga kesulitan menjalani misi kecil seperti ini, Dulio."

"Lebih baik, kau diam. Kau tidak tahu apa yang aku dan tim-ku hadapi." Balas Dulio dengan ketus dan itu membuat Griselda menatapnya dengan tajam.

Naruto tidak begitu memusingkan aura kebencian dan rivalitas yang ditunjukkan dua orang itu. Tapi tatapannya tertuju pada Gabriel yang sedang berdiri dengan anggun dan mencoba memisahkan Dulio dan Griselda. Dia terpana pada wujud sosok yang digadang-gadang cantiknya tiada tara oleh para Bijuu bergender pria termasuk Kurama, walaupun dia sudah menjalin hubungan dengan Yasaka. Dan dia harus akui kalau Gabriel memanglah sosok yang sangat cantik dan bahkan dia lebih cantik dari—

"Ittaaaiiii!"

Strike One

Naruto pun menatap Arturia dengan kesal karena dialah yang telah mencubit-nya secara tidak manusiawi "Apa-apaan yang kau lakukan ini, Arturia-chan? Sakit tahu..."

"Habisnya kau ini... Kenapa kau menatap Gabriel-sama seperti itu? Kau sedang memikirkan hal mesum tentang beliau ya?"

Mendengar perkataan dan tatapan tajam Arturia, Naruto bisa menyadari kalau gadis cantik disampingnya itu sedang cemburu. Jadi dia harus memikirkan kata-kata yang tepat untuk membuatnya tidak bertambah kesal "Pffft, jangan samakan aku dengan kedua senseiku dulu Arturia-chan. Aku ini tidaklah mesum. Aku hanya terkesima saja dengan kecantikan Gabriel-dono yang tiada tara, dan aku harus akui kalau beliau secantik apa yang dikatakan para sahabatku di Jepang. Dan juga aku harus akui kalau beliau itu lebih cantik—"

"Arrrgggghhhh!"

Strike Two

Kali ini, Arturia menginjak kaki Naruto dengan sepatu miliknya dan berkata dengan nada manis yang dibuat-buat "Kau ingin mengatakan apa tadi, Naruto-kun? Katakan lebih jelas, kalau bisa."

Melihat aura mengerikan keluar dari tubuh Arturia, membuat Naruto yang bisa dibilang tidak takut apapun selain hantu merinding disko dan berkata "Maaf, Arturia-chan..."

Michael yang melihat interaksi Naruto dan Arturia hanya bisa menahan tawa sedangkan dia terlihat menutup rasa keterkejutannya karena adiknya Gabriel bisa memerah wajahnya saat dipuji oleh sosok yang baru dilihatnya itu, sedangkan sosok pria lain yang memuji kecantikannya tidak pernah di gubris oleh-nya. Dia juga terlihat menatap interaksi Arturia dan Naruto dengan sebal.

"Jadi hal apa yang membuatmu kesulitan seperti ini, Dulio-kun?"

"Begini Michael-sama. Sebenarnya iblis liar itu cukup lemah saat melawanku dan anggota tim-ku. Tapi—"

"Tapi apa Dulio-kun?"

"Kekuatannya berubah menjadi berkali-kali lipat dan dia berubah menjadi seekor raksasa ganas saat meminum cairan aneh berwarna hitam pekat."

'Mungkinkah cairan hitam itu—'

Lamunan Michael pun terhenti karena pertanyaan sang adik, Gabriel "Apa kau mengetahui sesuatu, nii-sama?"

"Aku rasa aku tahu cairan hitam apa yang dimaksud oleh Dulio-kun, Gabriel." Balas Michael yang menghela nafas "Tapi aku harus mendiskusikan ini pada Azazel terlebih dahulu."

Mendengar perkataan atasannya itu, Griselda pun mendecih "Apa kau tidak salah, Michael-sama? Aku tahu dia itu salah satu saudaramu. Bahkan dia merupakan anggota Seraphim sebelum dia dibuang dari surga karena kemesumannya. Tapi dia saat ini adalah musuh. Kau tidak bisa pergi kesana begitu saja dan berharap dia akan menerimamu sebagai tamu."

"Kokabiel mungkin tidak. Dia terlalu bernafsu dengan sesuatu yang bernama perang... Tapi Azazel berbeda. Dia bisa diajak bicara baik-baik, walaupun fraksi malaikat dan malaikat jatuh memiliki perselisihan semenjak Great War. Lagipula kalau hal ini benar, berarti info yang diberikan Azazel itu autentik. Info tentang sebuah organisasi gelap yang dipimpin Ophis, Khaos Brigade."

Semua orang disana terkejut akan apa yang dikatakan Michael tapi tidak dengan Naruto "Kenapa kalian semua terlihat panik seperti itu? Apa sosok Ophis itu cukup kuat sampai-sampai membuat kalian semua tercengang seperti ini?"

Hal itu membuat Naruto ditatap dengan tatapan yang aneh dari semua orang. Griselda yang memang selalu berseteru dan bersaing dengan Dulio terlihat sekali ingin menjatuhkannya dan membuatnya terlihat bodoh.

"Kau serius tidak tahu dengan sosok Ophis, Infinity Dragon God? Selama ini kau tinggal dimana? Di bawah batu."

Banyak tatapan tidak suka tertuju pada Griselda tapi dia mengacuhkannya. Bagi Naruto... Jika dia merupakan sosok Naruto yang lama, dia pasti akan emosi dan langsung menghajar Griselda saat iti juga. Tapi dirinya saat ini berbeda, dia hanya menghela nafas dan berkata "Aku tahu siapa Ophis sebenarnya dari sahabat-sahabatku di Kyoto... Tapi serius! Kalian takut pada sosok yang katanya setara dengan Great Red sampai harus membuat organisasi hanya untuk merebut rumahnya sendiri dari Great Red. Mungkin ketidakbatasan yang kau bilang itu ada batas-nya, Griselda-san."

Griselda terlihat marah dan berniat menyerang Naruto tapi Naruto hanya santai melemparkan kunai yang sedikit menggores pipi Griselda dan mendarat di bawah selatu high heels berbahan permata milik Gabriel.

Duaaaaaaarrrr

Shirou, Arturia, Dulio dan Rin terlihat panik dan langsung menatap tajam Griselda yang gampang sekali diprovokasi meskipun mereka dibuat terkejut saat melihat Naruto sudah tidak ada disana dan muncul dengan cepat di belakang tubuh Gabriel.

"Maaf cantik, tapi aku harus mengambil benda ini sekarang." Ucap Naruto yang kemudian menatap Dulio dan berkata dengan pose mengantuk yang dia buat-buat "Hoooaaammmzz, aku mulai mengantuk Dulio. Kalau begitu izinkan aku untuk pulang ke rumahku dan menikmati kasurku."

"Terserah kau saja, tukang pamer." Sindir Dulio saat melihat Naruto menghilang diiringi oleh cahaya kilatan berwarna kuning.

Sedangkan dengan Arturia, dia juga terlihat cemburu saat Naruto memanggil Gabriel dengan kata cantik 'Hufft, dasar Naruto-baka. Dia pikir aku tidak cantik apa?'

"Sungguh anggota baru yang menarik, Dulio-kun." Ucap Michael yang terlihat tertarik pada Naruto "Siapa namanya?"

"Namanya adalah Naruto Uzumaki. Atau yang biasa dipanggil Golden Reaper of Kyoto." Balas Dulio. Beruntungnya anggota tim-nya beserta Griselda sudah keluar saat dia berkata itu.

"Menarik, menarik. Aku tidak menyangka kau bisa merekrut sosok yang berjasa menghentikan Civil War di Kyoto dan juga memberikan kemenangan pada pihak pemimpin baru bangsa Youkai, Kurama-dono."

"Aku juga tidak menyangkanya, Michael-sama. Tapi aku harus katakan padamu, kalau dia hanya sementara saja bergabung dalam tim-ku. Katanya ada yang ingin dia lakukan selama dia tinggal disini, dan sebagai orang yang baik... Aku pun memberikan dia pekerjaan dan sedikit mendorong Arturia-chan kepadanya karena aku bisa lihat kalau dia mempunyai perasaan suka pada Naruto."

"Sungguh disayang-kan. Tapi aku harap hubungan putri angkatmu itu dan Naruto-san lumayan sukses, Dulio-kun." Ucap Michael dan dia bisa melihat kalau sang adik terlihat kecewa akan apa yang dikatakannya. Saat Dulio akan pergi dan mencari restoran untuk taste test, Michael pun memanggilnya "Apa kau percaya kalau tujuan lain Naruto-san tidak akan membahayakan kita, Dulio-kun?"

"Kau tenang saja, Michael-sama." Balas Dulio dengan tenang sambil mendekati pintu masuk dengan kedua tangan di sakunya. "Aku yakin dia tidak akan melakukan hal yang akan membahayakan dan merugikan kita, setidaknya sampai pihak gereja berbuat seenaknya tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi di masa depan."

"Kau berkata apa tadi, Dulio-kun?"

"Tidak apa-apa. Tidak usah dipirkan, Michael-sama."

Berpindah ke Kyoto... Saat ini sosok berambut salmon dengan guci berisi pasir di belakang tubuhnya sebagai dekoritas terlihat tengah melihat saudaranya dan sekaligus pemimpin bangsa Youkai yang terlihat sedang membaca koran bekas di hadapannya.

"Apa menurutmu, keputusanmu ini benar Kurama?"

"Keputusan apa maksudmu?"

"Keputusanmu merahasiakan kalau Naruto mempunyai sanak keluarga yang lain."

Hal itu membuat Kurama menjatuhkan korannya di meja dan berkata "Lalu aku harus bagaimana lagi, Shukaku? Naruto tidak akan bisa bertemu dengan mereka lagipula. Mereka semua terpisah dimensi. Lagipula... Aku tidak ingin menghancurkan kepercayaan Naruto kepada Minato."

'Kurama...'

-Line Break-

Erza Scarlet, mantan Guild Master ke-7 sekaligus salah satu penyihir S-Class dari Fairy Tail terlihat terengah-engah saat dia, Kagura Mikazuchi dari Mermaid Heel, dan Jellal Fernandez dari Crime Sorciere berhasil mengalahkan salah satu member dari 12 Spriggan yang bernama Neinhart. Dia juga terlihat tidak bisa menerima apa yang dikatakan Neinhart sebelum ajal menjemput nyawanya. Dia mengatakan bahwa setelah diculiknya dia dan Simon lalu mereka dibawa ke Tower of Heaven, sang ibu yang bernama Eileen Belserion memutuskan untuk pergi dari Ishgar dan bergabung menjadi salah satu 12 Spriggan.

'Itu tidak benar kan? Kaa-chan tidak akan mungkin melakukan itu?'

"Kau tidak apa-apa, nee-sama?" Tanya Kagura yang cemas pada kondisi Erza. Dia juga cemas jika sosok sahabat dari ayahnya sekaligus sosok bibi bagi dirinya dan sang kakak yang bernama Simon Mikazuchi, benar-benar memihak di pihak Zeref dan tidak segan untuk melawan putrinya sendiri.

"Aku tidak apa-apa, Kagura." Jawab Erza dengan ragu.

"Kalian sudah bertambah cantik dan kuat. Erza-chan, Kagura-chan..."

Erza dan Kagura terlihat shock saat melihat sosok yang berbicara itu. Karena sosok itu adalah Eileen Belserion, ibunda dari Erza Scarlet atau dulunya dikenal sebagai Erza Belserion dan juga sosok bibi bagi Kagura Mikazuchi. Dia juga tidak sendiri, dia terlihat ditemani oleh dua sosok gadis di sampingnya."

"Jadi dia putrimu, Eileen-sama?" Tanya salah satu dari mereka.

Eileen yang mendengar itu hanya tersenyum kecut saat harus dihadapkan dengan putrinya dan sosok yang sudah dia anggap sebagai keponakan itu "Ya, kau benar Heine."

"Sayangnya, dia berpihak pada pihak sebelah Eileen-sama." Ucap salah satu dari dua gadis itu yang bernama Juliet "Apakah kami berdua harus membunuh mereka berdua demi Zeref-sama, Eileen-sama?"

Perkataan Juliet tidak terjawab karena Eileen hanya terdiam saja dan terus menatap putrinya yang dia kandung selama 9 bulan dan dilahirkannya ke dunia ini. Bukti cinta dia bersama dengan pria dari dimensi lain, Minato Namikaze. Dia ingin sekali memeluk putrinya itu, tapi tujuan dia adalah prioritasnya. Lagipula jika rencana Zeref berhasil, maka dia akan bertemu kembali dengan putrinya dan di kehidupan kedua-nya, dia tidak akan kehilangan Minato dan mereka berdua akan merawat Erza bersama-sama.

"Kaa-chan..."

"Eileen-obaasan..."

Erza ingin sekali memeluk ibunya, tapi tiba-tiba saja dia terpental ke belakang oleh sihir tak kasat mata dan saat dia bangkit. Melihat bahwa sang ibu yang telah melakuka "Kaa-chan, kenapa kau melakukan ini? Kau tidak benar-benar di pihak Zeref kan?"

Eileen tidak merespon tapi dia diwakili oleh Juliet "Bukannya yang ada di depanmu ini sudah terlihat sangat jelas, Erza Belserion atau yang sekarang dikenal sebagai Erza Scarlet dari Fairy Tail."

Erza dan Kagura terkejut karena mendengar itu, dan itu membuat Kagura berteriak "Ke—Kenapa kau melakukan itu, obaa-san? Pemimpin mereka lah yang telah membuat kita menderita. Karena dia desa kita hancur, ayahku terbunuh, bahkan Jellal-san dihasut dan membuatnya membunuh kakakku, jadi kenapa—?"

"Karena aku membenci Ishgar. Tempat ini mengingatkanku dengan banyak memori yang buruk dari mulai kematian Minato-kun, Suzuka-okaasan, dan juga Robert-kun." Balas Eileen yang sudah membuka mulutnya dan membalas perkataan Kagura dengan sinis, kemudian dia melanjutkan "Dan juga dia menawarkan sesuatu yang membuatku tertarik untuk mengabdi kepadanya."

"Apa yang dia tawarkan padamu, kaa-chan? Sampai-sampai kau menghianati semuanya bahkan putrimu sendiri dan juga anak dari sahabatmu."

"Neo Eclipse." Balas Eileen singkat dan kemudian dia melanjutkan "Dengan itu, aku akan kembali ke masa lalu dan membuat Minato-kun tidak kembali ke tempat tinggalnya, membuatmu bisa mengenal siapa ayahmu dan kita bisa hidup bahagia selamanya. Dengan kekuatan itu, aku juga tidak akan perlu pergi ke Magnolia dan membuatku absen saat desa diserang seperti dulu. Mencegah kematian Robert-kun dan juga Suzuka-okaasan."

'Kaa-chan... / Obaa-san...'

Pada awalnya Erza agak tertarik dengan apa yang ditawarkan Zeref, tapi kemudian dia menggunakan sihirnya dan memanggil armor terkuatnya "Aku juga tertarik akan tawaran dia, tapi... Aku tidak akan mengkhianati Fairy Tail! Aku juga benci pada Ishgar terutama pada kebodohan orang-orang dalam cult Zeref yang mencoba menghidupkan beliau, padahal dia tidak pernah mati. Tapi sekali lagi, tidak semuanya seperti itu. Aku akan melawanmu kaa-chan. Aku akan melindungi Fiore, Fairy Tail dan para nakama-ku."

Kagura yang mendengar itu langsung mengeluarkan pedangnya yang bernama Archenemy dan berkata "Dan aku akan membantumu, nee-san."

"Kalian berdua memang keras kepala." Balas Eileen yang menaikkan kekuatannya dan membuat putri dan keponakannya itu terjatuh ke tanah dalam keadaan terduduk, membuat mereka berdua terkejut atas kemampuan wanita terkuat di Alvarez Empire "Sejujurnya, aku bangga melihat kau menjadi kuat dan bahkan berhasil menjadi Guild Master ketujuh dari Fairy Tail menggantikan Makarov-sama, putriku. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian menghentikan rencana Zeref-sama, walaupun aku harus membunuh kalian berdua sekalipun. Heine, Juliet... Aku minta maaf, tapi bisakah kalian membantuku?"

"Nyawa kami adalah milikmu, Eileen-sama." Ucap Heine yang kemudian melanjutkan "Dan izinkan kami untuk berterima kasih padamu, Eileen-sama. Walaupun aku dan Juliet hanyalah orang yang tercipta dari sihir Personality Enchantment milikmu. Tapi kau memperlakukan kami berdua seperti anakmu sendiri. Memuji kami jika kita melakukan hal yang bisa membuatmu bangga, memarahi kami jika kami berbuat ulah, menyemangati kami berdua jika kami sedang sedih. Arigatou, okaa-sama..."

Beberapa detik setelahnya, Erza dan Kagura dibuat terkejut saat tubuh Heine dan Juliet berubah menjadi dua buah pedang berwarna putih dan hitam "Majulah, Erza-chan, Kagura-chan..."

"Nakagami Starlight!"

Serangan terkuat Erza telah dilancarkan tapi dia cukup terkejut saat serangannya yang berhasil mengalahkan Minerva Orlando dan juga Ajeel Raml berhasil ditahan dengan sempurna oleh kedua pedang milik Eileen "Hanya itu, putriku?"

Eileen kemudian menggunakan sihir Requip dan bajunya berubah menjadi armor dengan dengan warna merah darah dan Erza bisa melihat kalau kekuatan sang ibu meningkat drastis "Bagaimana menurutmu, Erza-chan? Ini-lah Scarlet Despair, armor yang tercipta dari keputus-asaanku karena kematian ayahmu, kematian Suzuka-okaasan dan Robert-kun sekaligus kehilanganmu, Erza-chan. Scarlet Rush!"

'Sial, kaa-chan sangat cepat. Aaaaaarrrrgggghhh!'

Erza merasakan sakit tiada tara saat Eileen dengan cepat bergerak dan melantunkan serangan demi serangan. Setelah serangan Eileen selesai, dia pun memuntahkan darah segar dan dia dibuat terkejut saat Nakagami Armor miliknya hancur berkeping-keping 'Ti—Tidak mungkin. Nakagami Armor milikku hancur.'

"Nee-san!"

Kagura yang melihat itu langsung menggunakan kemampuan Gravity Change miliknya dan membuat Eileen jatuh dengan posisi terduduk karena kemampuan Kagura. Kagura yang melihat itu langsung melesat pada Eileen dan berkata "Slashing Form!"

Tapi Eileen menghilang dengan cepat dan muncul di belakangnya dan menyerang Kagura dari belakang, membuatnya terkena luka sayatan dari kedua pedang Eileen "Arrrrgghgggghhh!"

Erza yang melihat sosok yang sudah dia anggap adik itu ditumbangkan oleh Eileen, langsung melesat ke arah ibunya untuk menghentikan rencananya dalam membunuh Kagura. Eileen yang melihat putrinya melesat ke arah-nya, langsung menahan kembali serangannya dan melemparkannya ke arah Kagura.

"Kaa-chan, hentikan semua ini. Kau sudah kelewatan batas, kau hampir membunuh Kagura. Dia itu adalah putri dari paman Robert. Sahabatmu sendiri!"

Melihat kemarahan putrinya yang saat ini sedang menggunakan Clear Heart Clothing miliknya, Eileen berkata "Kalaupun Kagura-chan mati, aku akan bertemu kembali dengannya jika rencana Neo Eclipse milik Zeref-sama berhasil. Bukan hanya itu... Tapi tidak akan ada lagi Acnologia, Zeref-sama tidak akan terkutuk dan membuat R-System, Etherious dan Eclipse Gate. Aku tidak akan kehilangan Minato-kun dan Suzuka-okaasan, dan kau juga tidak akan kehilangan ayahmu. Kagura-chan juga tidak akan kehilangan kakak dan ayahnya."

"Lalu bagaimana dengan nakama-ku di Fairy Tail? Apa yang akan terjadi pada Natsu, Gray, Lucy, dan semuanya, bagaimana dengan Jellal? Bagaimana dengan teman-teman Kagura di Mermaid Heel."

Eileen terdiam sejenak dan kemudian dia berkata "Mereka semua akan dikorbankan demi Neo Eclipse. Lagipula kalian akan bertemu dengan mereka kembali jika rencana Zeref-sama berhasil."

"Aku tidak akan membiarkannya!" Teriak Erza yang kemudian menggunakan armor terkuatnya, Armadura Fairy Armor dan melesat ke arah ibunya dengan kecepatan tinggi.

Traaaaaaannnkkk

'Guh... Jadi ini armor terkuat milih Erza-chan? Benar-benar cocok bagi seorang Queen of Faeries, Titania.'

Eileen sudah menahan serangan Erza dengan kedua pedangnya, tapi tetap saja dia terdorong dan terpental ke belakang, meskipun dia masih bisa menahan untuk tidak terdorong lebih jauh ke belakang

"Armor ini-lah yang membuatku dikenal sebagai Titania, kaa-chan." Ucap Erza yang mengumpulkan banyak sekali kekuatan sihir dalam pedangnya dan dia melesat ke arah Eileen yang tidak sempat menggunakan pedangnya untuk melindungi diri "Fairy Burst!"

"Ggggaaaaaaaahhhhh!"

Mendengar teriakan yang cukup keras dari sang ibu, Erza terlihat tidak tega dan mencoba untuk membantunya tapi Eileen menghentikan-nya, lalu dia mengusap darah yang keluar dari mulutnya "Dasar putri bodoh. Aku ini musuhmu... Jadi jangan mengasihiku."

Kemudian Eileen menggunakan sihir Requip miliknya dan mengganti armor-nya yang hancur oleh serangan Fairy Burst Erza dengan dress berwarna merah dengan corak berwarna kuning semata kaki dan dua pedang milik ibunya telah tergantikan oleh katana berwarna merah darah 'Kaa-chan mengganti armor-nya menjadi sebuah gaun biasa dan kekuatannya juga kalah besar dari armor pertama-nya itu, tapi kenapa aku merasakan firasat tidak enak mengenai perubahan baju kaa-chan ini.'

Erza yang melihat ibunya terlihat melakukan sesuatu hanya bersiaga, tapi yang dia lihat hanyalah sang ibu melemparkan dua buah belati kecil disampingnya yang ternyata hanya melewati bagian samping dirinya saja 'Sebenarnya apa yang kaa-chan lakukan?'

"Crimson God Dance!"

Erza melihat ibunya menghilang dengan cepat dan muncul di belati yang dilemparkannya dan menyayat armornya dengan cepat. Saat Erza akan membalas serangannya, Eileen kembali menghilang engan cepat dan muncul kembali di belati yang satunya dan hal itu terus terjadi berulang-ulang sampai armor kebanggaan Erza itu hancur.

Erza pun memuntahkan darah dari mulutnya, dan Eileen pun muncul di depan wajahnya dan menempelkan tangannya ke bagian perutnya dan berkata "Aku sudah menandaimu Erza. Maaf putriku, tapi kau sudah tamat."

"Hah, hah, hah... Teknik apa itu barusan?" Tanya Erza yang kemudian di tendang menjauh oleh sang ibu.

"Itu adalah teknik Scarlet God Dance. Teknikku yang terinspirasi dari teknik ayahmu, Flying Thunder God. Aku bisa berpindah ke manapun dengan cepat pada tanda yang aku buat." Balas Eileen yang kemudian melanjutkan "Seperti ini..."

Eileen dengan cepat muncul di hadapan Erza dan menjatuhkannya, lalu menginjak bagian perutnya "Aaaaarrrggghhhhh!"

Eileen terlihat meringis saat mendengar teriakan memilukan yang keluar dari sang putri dan dia terlihat akan menusukkan katana miliknya tepat ke dada putrinya sendiri. Kagura yang melihat hal itu dari kejauhan, mulai berteriak "Jangan lakukan itu, Eileen-obaasan! Ingat! Nee-san adalah putrimu... Putrimu satu-satunya!"

Tapi Eileen tidak menggubrisnya, tapi saat katana miliknya telah menyayat sedikit kulit milik sang anak, Eileen pun mendapat penglihatan. Penglihatan sejak kelahiran putrinya dan perjuangannya membesarkan Erza tanpa kehadiran Minato.

Setelah ingatan itu selesai, Eileen pun menjauh dari putrinya dan menjatuhkan katana miliknya "A—Apa yang telah aku lakukan? Aku hampir saja membunuh putriku yang telah aku kandung 9 bulan dan aku lahirkan demi kepentingan diriku sendiri. Ibu macam apa aku ini!"

"Kaa-chan..."

Erza yang telah bangkit berusaha mendekati sang ibu, tapi sang ibu menepis tangannya dan berkata "Jangan mendekat, Erza!"

"Kenapa kaa-chan?"

Mendengar perkataan Erza, Eileen terdiam dan mengambil katana miliknya di tanah dan dia mengarahkannya tepat ke arah tubuhnya sendiri "Kaa-chan! Apa yang kau ingin lakukan? Lepaskan benda itu! Kumohon!"

"Jangan lakukan itu, obaa-san!"

Mendengar ucapan, Erza dan Kagura... Eileen hanya bisa berkata "Aku adalah orang tua yang buruk, Erza-chan. Hanya karena ego-ku, aku hampir saja membunuh putriku yang aku sayangi dan juga putri sahabatku sendiri. Aku tidak pantas untuk hidup. Kau punya keluarga baru, Erza-chan. Aku yakin Makarov-sama akan menjagamu lebih baik dariku. Daripada ibu bodoh sepertiku yang hampir saja membunuh anakku sendiri dengan kedua tangan-ku sendiri.

Melihat semakin lama katana di tangan ibunya semakin mendekati tubuh sang ibu, Erza pun berteriak "Kaa-chan, tidaaaakkk!"

"Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja, Eileen-chan." Ucap suara pria yang menghentikan laju katana yang dipegang Eileen, kemudian pria itu mengambil katana itu dari tangan Eileen dan melemparnya dengan jauh, menjauhi jangkauan tangan Eileen.

"Tidak mungkin... Mi—Minato-kun." Ucap Eileen yang terkejut saat melihat sosok pria yang dicintai bisa ada di depannya, padahal dia sudah lama mati sejak putrinya masih kecil. Erza yang melihat itu juga terkejut saat melihat sosok sang ayah yang tidak pernah dia ketahui. Dia hanya tahu tentang wujud ayahnya dari foto yang diambil sosok neneknya yang bernama Suzuka saat ayah dan ibunya baru menjadi sepasang kekasih "Bagaimana bisa kau—"

"Sebelum aku diambil paksa oleh Jiraiya-sensei, aku mentransferkan sebagian chakraku saat kita berpelukan untuk yang terakhir kali, jadi aku bisa menghentikanmu jika kau mencoba untuk menyusulku ke akhirat padahal itu belumlah waktumu."

"Kenapa kau menghentikanku, Minato-kun!" Teriak Eileen yang tidak bisa menahan tangisannya "A—Aku pantas untuk mati. Aku hampir membunuh putri kita, darah daging kita dengan kedua tanganku sendiri. Hanya karena aku egois dan ingin memilikimu seutuhnya, lalu kita bisa menjaga putri kita bersama-sama."

Perwujudan chakra dari Minato Namikaze ini hanya bisa memeluk wanita yang merupakan kekasih dari wujud aslinya dan berkata "Ini semua bukan salahmu. Ini semua salahku. Kalau saja aku bisa membujuk Jiraiya-sensei untuk membawamu juga, kau tidak akan berakhir seperti ini dan putri kita akan merasakan kasih sayang seorang ayah. Aku sungguh minta maaf, Eileen-chan."

Kemudian perwujudan chakra dari Minato itu melepas pelukannya pada Eileen dan berjalan ke arah putrinya. Kemudian dia menepuk kepala sang putri dan berkata "Kau sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan kuat, Erza-chan. Aku memang hanyalah perwujudan chakra yang ditransfer ayahmu pada ibumu sebelum mereka berdua berpisah. Tapi aku yakin, dia akan sama bangga-nya denganku. Dan aku juga mewakili ayahmu juga minta maaf. Kalau aku tidak pergi maka—"

"Aku tidak peduli dengan itu, tou-chan." Balas Erza yang memeluk perwujudan chakra milik sang ayah dengan tangisan di wajahnya "Melihatmu dengan jelas tanpa perantara foto dan mendengar kalau kau bangga padaku saja, aku sudah cukup puas."

Perwujudan chakra Minato itu pun tersenyum dan dia merasakan kalau tubuhnya akan segera menghilang, tanda bahwa tugasnya telah selesai "Sepertinya tugasku telah selesai disini. Kalau begitu... Aku harap kau akan berbahagia dengan putri kita, Eileen-chan. Dan sebelum aku menghilang sebelumnya, aku ingin mengatakan bahwa kau mempunyai seorang adik laki-laki, meskipun dia tidak memiliki ibu yang sama denganmu. Namanya adalah Naruto Uzumaki. Aku tidak tahu kalau kalian bisa bertemu atau tidak. Tapi jika kalian bertemu, aku harap kau akan akur dengannya, Erza-chan. Dan kalau bisa, Eileen-chan... Jadilah sosok ibu baginya, jika kalian bertiga di-takdirkan untuk bertemu."

"Kami akan usahakan, Minato-kun... / tou-chan...'

Setelah tubuh Minato menghilang, tubuh Eileen, Erza dan Kagura terlihat bersinar dengan sinar berwarna hitam. Dan di receiver lacrima yang tersekat di salah satu lubang telinganya dan mengeluarkan bunyi dengung.

"Celaka, Erza!"

Menyadari kalau itu adalah rekan satu guild-nya, Erza pun membalas "Kenapa kau terlihat panik, Warren?"

Pria bernama Warren yang ditanya Erza itu langsung berkata "Natsu berhasil mengalahkan Acnologia dan juga Zeref."

Mendengar itu, nafas Erza terasa tersumbat karena dia tahu kalau sahabatnya itu adalah END dan jika Zeref mati, maka Natsu juga akan—

"Natsu baik-baik saja tapi ada satu hal aneh terjadi. Ada sosok dengan pakaian serba hitam datang dan menghilangkan kutukan pada Zeref dan First Master... Sosok itu adalah Ankhseram, sosok yang telah mengutuk Zeref dan First Master."

Eileen yang mendengar itu terkejut karena Ankhseram adalah dewa kehidupan dan juga kematian. Dia bisa saja membunuh semua partisipan perang dalam kurun waktu 1 detik saja "Apa yang dia lakukan disana, Warren?"

"Aku tidak tahu! Semua orang dengan kemampuan sihir menghilang. Macao! Wakaba! Laki! Max! Laxus! Rom—"

"Warren! Apa kau mendengarku, Warren!"

Pertanyaan Erza tak terjawab karena dia, sang ibu, dan Kagura juga dihilangkan oleh Dewa kelahiran dan kematian Earthland, Ankhseram.

-Line Break-

"Jadi kau sudah sadar, Erza-san?"

"Ugh, Wendy... Dimana aku?" Tanya Erza yang kemudian merasa panik saat doa teringat sesuatu "Dimana ibuku dan Kagura!"

"Mereka sudah sadar dan sedang bersama dengan yang lain." Balas Wendy Marvell. Saudari angkat Natsu Dragneel karena dia merupakan putri angkat dari mate Igneel yang bernama Grandeeney "Kalau kau sudah siap, silahkan bertemu dengan yang lain."

Setelah Wendy pergi, Erza pun menggunakan Requip dan mengganti pakaiannya yang dia selalu pakai dalam kegiatan sehari-hari. Saat dia sampai di tempat orang-orang berkumpul, dia melihay banyak mage yang berseteru dengan pihak Spriggan 12 terutama Zeref tapi dia dibela oleh Natsu.

"Hentikan!" Teriak Erza yang kemudian melanjutkan "Apa-apaan kalian ini? Kita ini di tanah yang kita bahkan tidak tahu bernama apa. Apakah kita masih berada di Earthland atau tidak? Ataukah kita berada di dimensi lain atau bukan? Daripada kalian semua bertengkar seperti orang idiot, lebih baik kita bekerja sama untuk lepas dari masalah ini!"

Mereka semua tertegun mendengar itu dan mereka mendapatkan info dari Rogue Cheney kalau mereka berada di dunia bernama Earth. Dan dia juga mengatakan kalau manusia tidaklah hidup sendiri di dunia ini, banyak makhluk lain tapi yang menjadi fokus disana adalah 3 fraksi yaitu fraksi malaikat, malaikat jatuh dan fraksi iblis. Dan saat mereka tahu bangsa manusia banyak yang dibuat bahaya oleh fraksi iblis... Mereka pun sepakat untuk membuat organisasi bernama Alliance of Mildia. Dan di dalam Alliance of Mildia terbentuk beberapa divisi seperti divisi Fairy Tail yang dipimpin oleh Natsu Dragneel, Sabretooth yang dipimpin oleh Minerva Orlando, Mermaid Heel yang dipimpin oleh Kagura Mikazuchi, Lamia Scale yang dipimpin oleh Jura Neekis, Blue Pegasus yang dipimpin oleh Ichiya, Quattro Cerberus yang dipimpin oleh Bacchus sekaligus Alvarez yang dipimpin oleh August Dragneel. Tapi mereka semua masihlah dipimpin oleh pimpinan tertinggi mereka dan pemimpin tertinggi mereka adalah Erza Scarlet dan ditemani sang ibu Eileen Belserion sebagai penasihatnya.

-To Be Continued-

Holocaust:

Tetep aja Rikudou Senjutsu Mode lebih lemah dari Great Red. Kalo sama Ophis, gua masih bikin lebih kuat Naruto. Tapi buat ngelawan Great Red, no way.

Hollow Heart Albion:

Bacot, Gil-fanboy. Lu ngomongin soal Gil panjang lebar apa gunanya? Toh akhirnya dia jadi snack si Sakura. Itu Servant terkuat atau karakter lawak? Pfffttt... Versi kuat yang lawan Shirou di rute UBW lagi. Gak ada harga dirinya banget.

FCI. Master Harem:

Kurang tau juga bro. Ane bukan Nasu.

FCI. Allain:

Mungkin chapter 4 yang time skip.

2B x 9S:

Gak juga, strong maybe.

Denito:

Benarkah? Udah biasa itu di fic ane yang laen.