Name: The Birth of Human Faction

Author: FCI. Arcana-paisen

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Shirou Emiya x Rin Tohsaka, Kurama Otsutsuki x Yasaka x Tamamo, Erza Belserion x Jellal Fernandez, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Gray Fullbuster x Juvia Lockser.

AN: Buat pembaca The Birth of Human Faction yang terhormat. Mohon maaf kalau fic ini akan saya remake. Kenapa? Apa karena stuck di The Rise of Human Faction? Bisa dibilang gitu tapi pas ane baca, jujur ada banyak scene yang mengganjal. Kaya di fic ini si Eileen gabung sama Alvarez karena dia di cuci otaknya sama si August, padahal di fic one-shot yang ane buat, dia ngelakuin itu karena kebencian dia sama Ishgar yang udah ngerebut orang-orang tersayang di dalam hidupnya.

Chapter 4: A New Life and A Secret Revealed

Di suatu rumah yang kelihatan gelap, gadis cilik berambut pirang terlihat sedang berlari dan menghindari sesuatu. Dia menghindari rintangan demi rintangan di hadapannya, tapi tiba-tiba saja badannya terangkat oleh seseorang dan dia pun mendekatkan tubuh mungil gadis cilik itu ke tubuhnya.

"Akhirnya, aku menemukanmu Mo-chan..."

Mengetahui kalau sosok itu adalah sosok yang mengejarnya sedari tadi, gadis itu terlihat meronta-ronta dan berkata "Lepaskan aku, papa! Aku tidak mau tidur siang!"

"Kalau kau tidak mau tidur siang, aku tidak akan membelikan manisan yang kemarin kau inginkan, Mo-chan."

Mendengar perkataan sang ayah yang terlihat tidak main-main, gadis yang bernama asli Mordred itu tidak berkata apa-apa dan membiarkan sang ayah membawanya ke kamarnya.

"Jadi dimana kakakmu, Mo-chan?"

"Mungkin onee-chan sedang membaca buku di perpustakaan." Balas Mordred dengan nada sebal pada sang ayah, Naruto Uzumaki yang memaksanya tidur siang padahal dia belum mengantuk sama sekali.

Mendengar itu, Naruto langsung mencari kakak dari Mordred yaitu Asia yang lahir beberapa menit sebelum kelahiran Mordred. Saat sampai di perpustakaan, mata dia pun menatap horor sang putri yang saat ini ada di tangga paling atas dan dia pun langsung menangkapnya saat sang putri tergelincir dan terjatuh ke bawah.

"Kau tidak apa-apa, Asia-chan?" Tanya Naruto tapi Asia hanya menangis dan membuat dia berusaha keras untuk menenangkan puterinya karena kejadian barusan.

Naruto pun membawa sang putri ke kamarnya saat dia sudah mulai tenang dan menaruhnya di sebelah Mordred yang terlihat sudah tertidur.

'Dasar. Katanya tadi kau tidak mengantuk, Mo-chan.'

"Jadi kenapa kau ada di perpustakaan dan membahayakan dirimu sendiri, Asia-chan?"

"Aku bosan, papa." Balas sang putri dengan nada yang terdengar imut bagi gadis kecil sepertinya "Jadi aku ingin membaca salah satu buku di sana. Siapa tahu kan ada buku cerita yang bagus disana."

"Kenapa kau tidak mengajak adikmu?"

Mendengar perkataan sang ayah, Asia hanya mendengus dan berkata "Ugh, kau tahu sendiri kalau Mordred itu tidak suka dengan yang namanya buku atau membaca sebuah buku tou-chan. Aku jadi malas membawanya."

'Sepertinya dia mewarisi sifat itu dariku sebelum aku pergi dari Elemental Nation.'

Saat Naruto akan keluar, tangan Naruto pun dipegang oleh sang putri dan Asia pun berkata "Papa... Bisakah kau membacakan sebuah cerita padaku sebelum aku tidur?"

"Baiklah. Aku akan menceritakan tentang seorang shinobi yang pantang menyerah dan pada akhirnya dia berhasil menggapai impiannya." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Namanya adalah Menma Namikaze."

Asia hanya mendengarkan kata demi kata yang dilantunkan oleh sang ayah dengan seksama, tanpa menyadari kalau karakter utama dari cerita yang diceritakan oleh sang ayah mempunyai nama belakang yang sama seperti sang kakek, Minato Namikaze.

Naruto yang melihat Asia tertidur, terlihat tersenyum dan mengecup kening kedua putri kembarnya.

'Aku tidak percaya kalau diriku yang membunuh sana sini, membuat sekujur tubuhku dimandikan dengan darah demi membantu Kurama dan Yasaka bisa berakhir dengan gadis secantik Arturia dan putri semanis Asia-chan dan Mo-chan. Aku harap kehidupan keluargaku terus tenang tanpa harus berurusan dengan fraksi lain.' Batin Naruto yang mengingat masa dimana dirinya melakukan pendekatan pada Arturia, menikahinya dan kemudian mereka berdua memiliki Asia dan Mordred dalam keluarga mereka.

-Flashback-

Beberapa hari setelah tim dari Dulio melaporkan misi yang mereka selesaikan pada Michael dan Gabriel, terlihatlah Naruto dan Arturia yang terlihat sedang mengenakan baju santai dan mereka sedang makan-makan di tempat favorit milik Arturia.

"Ini pesananmu, Arturia-san. Silahkan dinikmati."

Melihat pesanannya sedang tiba, Arturia pun tersenyum dan berkata pada salah satu pemilik dari restoran disana yang juga merangkap sebagai pelayan disana "Terima kasih, Isami-san."

Naruto yang melihat makanannya langsung tertarik untuk mencobanya dan harus dia akui kalau rasa makanan yang dia cicipi sangatlah enak "Mereka berdua itu koki restoran Italia kan? Aku tidak tahu kalau mereka bisa menyajikan makanan Jepang yang enak seperti ini."

"Itu karena Takumi-san dan Isami-san merupakan lulusan sekolah masak ternama di Jepang. Disana banyak guru sekaligus siswa dan siswi yang membantu mereka berdua menguasai berbagai masakan dari berbagai negara, termasuk Jepang." Balas Arturia yang kemudian melanjutkan "Oh, ya... Aku baru ingat kalau kau berasal dari Jepang, Naruto-kun. Mengingat warna rambutmu yang berwarna pirang yang biasanya hanya terlihat di daerah Eropa atau Amerika."

"Oh, itu karena ayahku merupakan blasteran orang Jepang dan Inggris. Jadi menurutku hal itu biasa saja." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Cepatlah habiskan makananmu, Arturia-chan. Sebelum makanananmu itu menjadi dingin."

"Baiklah, kalau begitu..."

Mereka pun memutuskan untuk menambah porsi makanan mereka sekaligus untuk berbincang dan memperdalam hubungan mereka. Setelah mereka selesai, Naruto dan Arturia pun memutuskan untuk pamit pada Takumi dan Isami Aldini, pemilik dari restoran yang mereka datangi dan melanjutkan kencan pertama mereka. Harus Naruto akui kalau kencannya dengan Arturia sangat berkesan di hatinya. Beda saat dia masih di Elemental Nation, dimana dirinya selalu bersusah payah mengajak rekan satu tim-nya yang bernama Sakura Haruno untuk kencan dengannya. Tapi saat dia menerimanya dan mereka berdua kencan di Ichiraku, yang dia rasakan hanyalah rasa yang hambar dan hampa. Seolah, sosok Sakura bukanlah sosok yang dia cari selama ini. Membuatnya memutuskan untuk tidak mencintai Sakura lagi dan membiarkannya untuk mencintai Sasuke.

'Ada apa ini?' Batin Naruto saat dia merasakan energi yang familiar dan hampir sama dengan Arturia.

"Kau kenapa, Naruto-kun?"

"Aku tidak apa-apa, Arturia-chan." Balas Naruto yang mencoba berbohong pada Arturia karena dia tidak ingin Arturia berharap lebih tinggi dan pada akhirnya dia akan kecewa sendiri kelak 'Mungkinkah ini energi dari adik kembar Arturia yang bernama Arthur itu?'

Cup

Sebuah ciuman hangat mendarat di pipi Naruto yang berasal dari Arturia "Terima kasih, Naruto-kun. Kencan ini sangat menyenangkan. Mari kita lakukan ini, kapan-kapan."

"Tentu. Kapanpun kita ada waktu luang, mari kita berdua melakukan kencan dan mengenal satu sama lain dan memperdalam hubungan kita Arturia-chan."

Melihat Arturia masuk ke rumahnya, Naruto pun berkata "Sampai kapan kau akan bersembunyi, Arthur Pendragon?"

Mendengar itu, sosok yang sedari tadi mengawasi Naruto dan Arturia pun menunjukkan dirinya. Dia tidak sendiri, dia juga bersama dengan gadis kecil berambut pirang dengan outfit penyihir. Sosok yang ternyata adalah adik kembar Arturia yang bernama Arthur itu langsung menatap tajam Naruto dan mengeluarkan pedang sucinya, Caliburn "Darimana kau bisa tahu kalau itu adalah aku? Sebenarnya siapa kau? Apa yang kau rencanakan pada kakakku?"

"Energi milikmu itu hampir sama dengan kakakmu itu, Arthur-san. Menebak kalau sosok stalker-kun yang menguntit aku dan Arturia-chan itu adalah kau, bukan hal yang sulit untukku. Hanya saja aku harus akui, aku tidak menyangka kalau kau tidaklah sendirian. Biar kau tebak... Namamu itu Le Fay kan, adik kecil darimu dan kakakmu itu, Arthur?" Balas Naruto dengan nada datar, Le Fay yang ketakutan melihat mata Naruto yang terlihat aneh itu hanya bisa bersembunyi di belakang tubuh sang kakak "Dan untuk menjawab pertanyaanmu. Aku tidak ada rencana apapun pada kakakmu. Itu murni karena aku tertarik untuk mengenal dia dengan lebih dekat, hanya itu. Dia itu sosok gadia yang cantik lagipula."

"Jangan bercanda denganku!" Teriak Arthur yang langsung menyerang Naruto tapi menangkap laju pedang Arthur dengan tangan kosong walaupun hal itu membuat tangan Naruto mengeluarkan darah segar, mengejutkan Arthur dan Le Fay "Aku tahu kalau kau adalah Golden Reaper of Kyoto. Jadi untuk apa sosok sekuat dirimu, menerima tawaran Dulio-san dan berpura-pura menjadi seorang Exorcist. Kau pasti mempunyai tujuan lain kan, Golden Reaper?"

"Kau bisa diam tidak, Arthur-san? Kau tidak mau kakakmu tahu dan dia tidak akan membiarkan kalian berdua pergi dari sini kan?" Ucap Naruto dan hal itu membuat Arthur sedikit tenang "Aku hanyalah seorang penulis novel yang iseng saja ke Vatikan. Tapi karena kecerobohanku yang mengganggu pertarungan saudaramu dan tim-mu itu melawan Gilgamesh, aku jadi direkrut menjadi Exorcist gadungan untuk melindungi kakakmu itu. Tapi kau tidak perlu khawatir... Aku tidak menerima tawaran Dulio karena terpaksa. Tentu hadiah darinya benar-benar banyak membantuku tinggal disini, tapi alasanku benar-benar menerima tawaran Dulio karena aku sudah tertarik pada kakakmu, Arthur-san."

"Tch, sepertinya kau tidak berbohong. Ayo kita pergi Le Fay..." Balas Arthur yang kemudian berjalan menjauh dari Naruto dan disebelahnya, Le Fay turut mengikutinya "Aku percayakan keselamatan kakakku padamu, Naruto-san. Terus lindungi kakakku, karena kalau saat itu benar-benar tiba. Dia tidak akan membutuhkan kakakku lagi dan membuangnya menjadi sampah. Lebih buruknya, dia akan mencoba membunuh kakakku."

"Siapa sosok yang kau maksud, Arthur? Siapa yang akan mencoba membunuh Arturia?" Tanya Naruto yang mata Sharingan-nya sudah sampai ke mode Mangekyou, membuat Arthur ketakutan dan cukup lega akan kekuatan sang calon kakak ipar ini.

"The Voice of God." Balas Arthur singkat dan kemudian dia melanjutkan "Dia adalah sosok yang tidak setuju pada keputusan Michael-sama dan mengganggap kalau pecahan Excalibur bukanlah milik kami, keturunan Arthur Pendragon tapi pihak gereja."

Melihat kepergian Arthur, Naruto pun membatin 'Sebenarnya siapakah The Voice of God yang dikatakan oleh Arthur? Dia terdengar berbahaya. Apa aku harus melaporkan hal ini pada Dulio. Tidak... Aku bisa mengatasinya sendiri. Dengan kekuatan sembilan Bijuu, aku bisa mengatasi siapapun yang dimaksud The Voice of God ini, dia bukanlah Great Red lagipula. Ditambah dia belum melakukan apapun, tapi jika siapapun orang yang dimaksud Arthur itu benar-benar berencana untuk menyingkirkan Arthuria... Sudah saatnya aku menumpahkan darah sekali lagi dan memperlihatkan kepada mereka, apa yang bisa dilakukan oleh Golden Reaper of Kyoto.'

Keesokan harinya, Dulio dan tim-nya berhasil menjalankan misi yang diberikan kepada mereka. Dulio yang melihat Naruto hanya terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu pun menghampirinya dan menepuk bahunya "Kau kenapa, Naruto?"

"Tidak apa-apa."

Mendengar pertanyaan Naruto, Dulio hanya mendengus karena dia tahu kalau anak buahnya saat ini sedang berbohong. Kemudian dia menatap tajam Naruto dan berkata "Apa terjadi sesuatu dalam kencanmu dan Arthuria. Apa kau mengacaukannya, Naruto Uzumaki?"

"Tidak juga. Aku sangat menikmati kencanku dengan Arturia."

Mendengar hal ini, Dulio pun berkata "Jadi kenapa kau diam saja seperti ini? Arturia terlihat cemas kau tahu. Dia pikir kalau kau tidak menikmati kencan kalian kemarin."

"Aku akan bicara dengannya nanti." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Hei, Dulio... Apa kau tahu sesuatu tentang The Voice of God?"

"Da—Darimana kau tahu tentang hal itu, Naruto?"

Dulio cukup terkejut saat tahu sosok asing seperti Naruto bisa mengetahui tentang The Voice of God yang merupakan salah satu petinggi fraksi malaikat dan merupakan sosok juru bicara bagi Tuhan yang rumornya kekuasaannya melebihi 4 Arch-Angel terutama sosok Michael yang merupakan pengganti bagi Tuhan setelah kematiannya. Nama asli dari sosok The Voice of God itu adalah Metatron.

'Darimana Naruto tahu tentang Metatron-sama?'

"Tidak ada. Hanya saja seekor burung kecil memberitahu aku sedikit tentang beliau. Yang aku tahu hanyalah empat Arch-Angel yaitu Michael-sama, Gabriel-sama, Uriel-sama dan Raphael-sama. Jadi mendengar sesuatu yang baru seperti The Voice of God, tentu saja membuatku tertarik."

Dulio yang mendengar itu hanya menatap Naruto dengan tatapan skeptis "Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai-sampai kau ingin mencari tahu tentang Metatron-sama atau yang bisa dibilang The Voice of God. Tapi berhati-hatilah dengannya, karena walaupun kekuasaan tertinggi fraksi malaikat dipegang oleh Michael-sama, tapi kekuasaannya bisa melebihi beliau karena statusnya sebagai juru bicara langsung dari Tuhan."

'Itu juga kalau dia tidak berbuat gara-gara padaku dan Arturia'

Setelah hari itu, Naruto terus saja siaga untuk memperhatikan pergerakan Metatron atau siapapun sosok yang berada di wilayah kekuasaannya. Naruto yang masih menjadi anggota tim Dulio sekaligus membuat buku tentang perjalanan dan kerja kerasnya sebagai shinobi di Elemental Nation. Dalam beberapa bulan kedepan itu, Naruto juga semakin dekat dengan Arturia dan mulai meresmikan hubungan mereka sebagai seorang kekasih. Hubungan mereka ada up dan down-nya, tapi mereka selalu bisa mengatasinya bersama-sama. Terutama hal yang terjadi saat ini.

"Kau tidak akan menang kali ini, Maelstrom atau yang bisa aku bilang Naruto Uzumaki."

Naruto yang mendengar itu mulai mengaktifkan Mangekyou miliknya dan berkata "Kau membuatku muak, Gilgay."

Mendengar hinaan Naruto, dia pun mengeluarkan Gate of Babylon dan mengeluarkan banyak treasure-nya, tapi semua treasure yang dia keluarkan tidak memberikan luka apapun pada Naruto karena semua treasure Gilgamesh hanya menembus tubuhnya saja. Melihat Naruto semakin mendekat, Gilgamesh berusaha kabur tapi lehernya telah tercekik dengan keras oleh Naruto yang berkata "Habiskanlah waktumu di dimensi buatanku untuk selama-lamanya dan matilah, Gilgamesh. Kamui!"

Teriakan Gilgamesh menggema karena melihat dia sudah mulai kehilangan berbagai anggota tubuhnya oleh teknik dari Naruto. Enkidu yang melihat tuannya diperlakukan seperti itu oleh Naruto, langsung meloncat dan akan memakan kepalanya saat kepala Enkidu telah membesar, tapi Naruto yang melihat itu langsung mengumpulkan energi angin di tangannya dan membentuk pedang panjang yang terbentuk dari angin.

Craaaaaaassssshhhh

Kepala Enkidu pun terputus dan darahnya muncrat ke wajah Naruto yang terlihat tidak memperdulikannya. Setelah Gilgamesh terkurung di dimensi Kamui dan dia melihat mayat milik Enkidu tepat di dekat kakinya, membuatnya berkata dengan dingin "Futon: Fujin no Ken, sukses..."

Setelah kejadian itu, dirinya pun melamar Arturia walaupun dia dalam kondisi terluka parah karena Naruto meremehkan Gilgamesh dan tidak menyangka dia akan bertambah kuat seperti itu. Arturia pun menerima lamaran Naruto dan mereka pun menikah satu bulan setelahnya. Pernikahan mereka bisa dibilang sederhana dan hanya dihadiri Shirou, Rin, Dulio, Griselda yang sudah berbaikan dengannya dan tidak mencari masalah dengannya dan Dulio, sekaligus 4 Seraph yang terlihat memberikan selamat pada pernikahan mereka meskipun Naruto bisa melihat kalau Gabriel merasakan perasaan kecewa yang mendalam saat melihat pernikahan mereka berdua.

"Kau tidak akan menghiburnya?"

"Aku tidak akan melakukannya."Jawab Naruto saat mendengar pertanyaan sang isteri "Aku memang tertarik pada kalian berdua dulu. Tapi—Hatiku ini sudah memilihmu sepenuhnya, Arturia. Jadi aku tidak akan menghiburnya dan menyakiti hatimu seperti dulu saat pertemuan kami untuk pertama kalinya. Ditambah—"

"Hubungan antara seorang manusia biasa dan seorang malaikat terutama seorang Seraph tidak akan pernah berhasil." Tambah Naruto yang menepuk pundah sang istri "Mari kita berikan selamat pada Shirou. Katanya setelah kita berdua menikah, dia akan menyusul dengan Rin."

"Baiklah kalau begitu, suamiku."

Mereka pun berbulan madu di Jepang dan Naruto dipertemukan kembali oleh Kurama dan para saudara-nya sesama Bijuu. Dia juga ikut terlibat misi penting yang diberikan Dewi Matahari dari phanteon Shinto yang bernama Amaterasu untuk melindungi gadis penjaga kuil milik miliknya yang bernama Tamamo. Setelah misi itu selesai, dia harus dibuat kasihan pada Kurama karena Tamamo mulai tertarik kepadanya dan terus bertikai dengan Yasaka padahal Shukaku kelihatan menyukai gadis kuil itu.

Setelah kepulangan Naruto dan Arturia dari Jepang, mereka pun mendapatkan kabar gembira mengenai Arturia yang sedang mengandung dan dia dikabarkan mengandung dua anak kembar perempuan. Beberapa bulan berlalu dan Naruto saat ini terlihat sedang menunggu persalinan dari sang istri apalagi saat dia mendengar terjadinya komplikasi dalam proses bersalin Arturia yang dia dengar cukup berbahaya bagi sang ibu dan sang anak.

"Selamat, tuan Uzumaki..." Ucap sang dokter yang berjalan ke arah Naruto dan menjabat tangannya "Kedua anak perempuan anda lahir dengan selamat."

"Lalu bagaimana dengan istriku?"

"Istri anda selamat tapi saat ini dia sedang tertidur karena dia kelelahan setelah melahirkan dua putri manis milikmu itu."

"Bisa aku menemui mereka bertiga, dok?"

"Tentu saja."

Kemudian Naruto langsung masuk ke kamar Arturia dan melihat Arturia yang terlihat tertidur dengan pulas, dia lalu mencium keningnya dan berkata "Terima kasih Arturia. Kau telah melakukan yang terbaik."

Kemudian dia melihat kedua putri kembarnya. Dua-duanya merupakan bayi termanis yang pernah dia lihat, bahkan menurutnya kedua putrinya itu lebih manis daripada putri mantan senseinya, Kurenai Yuhi yang dia beri nama Mirai itu. Kedua bayi manisnya itu mempunyai kedua warna rambut pirang seperti kedua orang tuanya. Dari segi mata, dia bisa melihat kalau putri tertua-nya mewarisi warna mata lamanya yang berwarna biru, yang juga dia warisi dari sang ayah. Sedangkan putri kembarnya yang satu lagi mewarisi warna mata hijau dari sang ibu.

"Kau ingin menggendong salah satu dari mereka, Arthur, Le Fay?"

"Bagaimana bisa kau—"

Arthur yang telah mengingat kalau Naruto bisa membaca energi dia dan adiknya, hanya bisa menutup mulutnya dan tidak mengeluarkan suara apapun agar sang kakak tidak terbangun dan mengetahui dia dan Le Fay sedang berada di dalam kamar tempat kakaknya dirawat.

"Bolehkah aku menggendongnya, nii-sama?"

"Le Fay..."

Melihat kekhawatiran Arthur, Naruto hanya mendengus dan berkata "Kau jangan cemas begitu Arthur. Wajar jika Le Fay ingin menggendong salah satu dari putriku. Dia itu bibi dari mereka berdua lagipula."

"Tapi—"

"Tidak ada tapi-tapian. Biarkanlah adikmu itu menghabiskan waktunya sebentar dengan kedua keponakannya. Mari ikuti aku..." Ucap Naruto yang mengajak Arthur keluar dan pergi di tempat yang menurutnya cukup sepi "Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Arthur? Aku tahu kepergianmu dan Le Fay sekaligus mengawasi kakakmu itu dari kejauhan ada hubungannya dengan The Voice of God, tapi apa kau harus melakukan ini juga? Menjadi anggota dari organisasi hitam seperti Khaos Brigade."

"Kau tahu?"

"Aku tahu karena di Jepang, sahabatku juga mencari tahu tentang organisasi itu seperti pemimpin dan anggotanya. Dan aku akui, aku cukup terkejut saat mendengar kalau kau memasuki organisasi hitam itu? Bisa kau jelaskan."

Arthur pun menghela nafas dan berkata "Dulu sekali aku baru saja selesai menyelesaikan misi dari Dulio-san, tapi... Saat aku berniat melaporkan hasil misiku pada Michael-sama, tapi ada suara yang berhasil memikat perhatianku, itu adalah suara dari Metatron atau yang biasa dikenal sebagai The Voice of God."

"Apa yang dia bicarakan?"

"Dia melakukan rapat dengan para pihak gereja yang berpihak kepadanya dan tim elitnya. Dia bilang kalau dia tidak suka dengan pertumbuhan kekuatanku dan kakak yang semakin lama semakin menguasai Excalibur, dan dia bilang akan menyingkiirkan kami berdua bahkan Le Fay jika ilmuwan dia yang bernama Valper Galilei berhasil membuat banyak Exorcist bisa menggunakan kekuatan penuh Excalibur tanpa menyelesaikan trial yang memang dikhususkan untuk kami bertiga dan sekarang ditambah oleh dua keponakanku itu, Naruto-san."

"Apa kau sudah menceritakan ini pada Dulio ataupun keempat Seraph?"

"Aku akan menceritakannya sebenarnya." Balas Arthur yang kemudian melanjutkan "Tapi sebelum aku melakukannya, salah satu tim elit dia langsung menyergapku dan menyerangku, beruntungnya aku masih bisa selamat berkat pedang Caliburn milikku yang memiliki kemanpuan khusus untuk merobek lubang dimensi dan berpergian lewat sana sesuka hatiku. Setelah itu, aku membawa Le Fay tapi aku tidak bisa membawa kakak karena dia sedang ada misi dengan tim-nya. Lagipula, aku percaya bahwa anggota tim elit Metatron tidak akan berani membuat masalah pada salah satu dari dua Exorcist terbaik Vatikan seperti Dulio-san yang memegang Sacred Gear [Zenith Tempest]."

"Setelah info darimu beberapa bulan lalu, aku juga menjaga Arturia lebih ketat dan sekaligus memperhatikan pergerakan dia, tapi nihil. Entah apa yang mereka pikirkan."

"Sepertinya kita berdua harus kembali ke Khaos Brigade agar Ophis-sama dan Cao Cao tidak curiga pada kami berdua." Balas Arthur yang kemudian menjemput Le Fay yang terlihat cukup bahagia bisa menggendong dua keponakannya, dan beruntungnya obat bius yang diberikan kepada Arturia untuk menahan rasa sakitnya saat melahirkan masih bereaksi dan membuatnya tidak tahu kalau kedua adiknya mengunjunginya dan menghabiskan waktu dengan buah cintanya dan suaminya "Sampai jumpa lagi di lain kesempatan, kakak ipar."

"Kalian juga jaga diri kalian baik-baik, Arthur, Le Fay." Balas Naruto saat melihat kedua adik iparnya pergi. Beberapa jam kemudian, Arturia pun terbangun dan mereka berdua pun memutuskan untuk menamai putri kembar tertuanya yang mewarisi warna mata asli milik Naruto dengan nama Asia sedangkan untuk saudaranya, mereka berdua memberi nama Mordred.

Naruto mendengar itu menahan tawa dan itu membuat Arturia jengkel "Kenapa kau tertawa, Naruto-kun?"

"Aku hanya lucu saja mendengar kau menamakan salah satu putri kita dengan nama salah satu sosok yang mengkhianati Raja Arthur dan membuat Camelot hancur selain Lancelot. Padahal kau adalah keturunannya langsung."

Wajah Arturia pun memerah karena hal itu, membuatnya berkata "Berisik! Memangnya kau ada nama lain yang cocok untuk putri kita?"

"Aku sebenarnya ada banyak. Tapi aku suka dengan nama yang kau pilihkan Arturia. Bahkan dia terlihat menyukainya." Jawab Naruto yang terlihat menggendong Mordred yang terlihat tertawa dan tersenyum. Melihat itu, Naruto juga turun tersenyum kepada salah satu anak kembarnya itu dan dia pun berkata "Benar kan, Mo-chan?"

-Flashback End-

Mengingat masa-masa itu, membuat Naruto tersenyum. Apalagi saat sang anak mengelabui sang ibu tapi gagal karena warna mata mereka membuat sang ibu bisa menggagalkan tipuan kedua putri mereka itu.

Tok

Tok

Tok

'Mungkin itu Arturia...' Batin Naruto yang kemudian berkata "Tunggu sebentar!"

Saat Naruto membuka pintunya, dia cukup terkejut saat melihat ternyata itu bukan sang istri yang saat ini menjalankan misi dengan anggota tim-nya, meskipun itu bukanlah misi yang susah karena Arturia saat ini sedang mengandung lagi. Sosok itu ternyata adalah Kurama, mantan partnernya dan juga pemimpin tertinggi bangsa Youkai "Hmm, rumahmu ini bagus juga Naruto. Aku jadi kagum."

"Kenapa kau kemari Kurama? Dan siapa yang memimpin di Kyoto, kalau kau berada disini?"

"Tenang saja. Yasaka akan menggantikanku selama aku kemari." Balas Kurama dengan santai dan kemudian dia melanjutkan "Aku kemari karena ada hal yang ingin aku katakan dari dulu, tapi aku merasa hal itu tidak dibutuhkan dan juga aku tidak ingin membuat kepercayaan seseorang hancur. Bolehkah aku masuk?"

"Tentu. Tapi jangan berisik. Aku baru menidurkan kedua putriku."

Mendengar perkataan Naruto, Kurama pun membalas "Aku sebenarnya penasaran dengan kedua putrimu yang bernama Asia dan Mordred itu, tapi mungkin lain kali."

Kurama pun masuk dan duduk di bangku di ruang tamu Naruto. Naruto kemudian menaruh dua gelas es jeruk di meja dan berkata "Sebenarnya apa yang membuatmu datang kemari Kurama? Hal apa yang kau rahasiakan dariku?"

"Aku tidak mau menceritakan ini padamu sebenarnya." Balas Kurama dan kemudian dia melanjutkan "Tapi hal ini harus dikatakan. Naruto—Kau bukanlah anak Minato satu-satunya. Kau masih mempunyai saudara, seorang kakak dari ibu yang berbeda."

Naruto terlihat terkejut saat mendengar hal itu. Nafasnya tersengal tidak karuan dan matanya membulat sempurna karena shock berat atas apa yang dikatakan Kurama "Jangan bercanda, Kurama! Kau bilang ayahku punya hubungan dengan wanita lain selain ibuku dan dari hubungan itu—"

"Ya, itu benar." Balas Kurama yang meminum minumannya "Sebagai Bijuu yang dulu bersemayam di tubuh ibumu, aku bisa mendengar semuanya Naruto. Bahkan pertengkaran mereka karena Kushina bukanlah satu-satunya wanita yang dicintai ayahmu, tapi ada satu lagi. Gadis yang berasal dari dimensi lain yang bernama Earthland. Gadis itu bernama Eileen Belserion. Hubungan mereka sangat erat, bahkan dia dan ibumu berencana akan pergi dari Elemental Nation ke Earthland setelah mereka berhasil mengalahkanku, tapi rencana itu gagal dan mereka pun mati karenaku."

"Tapi kenapa kau tidak memberitahuku tentang ini sejak awal!"

"Kau dengar perkataanku tadi tidak, gaki?" Balas Kurama yang jadi sewot saat melihat kemarahan Naruto "Aku tidak pernah memberitahumu karena merasa hal itu tidaklah penting. Kalian terpisahkan dimensi lagipula, kemungkinan kalian bertemu itu kecil. Bahkan tidak sampai 1%. Dan aku juga tidak ingin membuat kepercayaanmu pada Minato hancur."

Naruto pun meredam rasa emosinya dan berkata "Lalu kenapa kau katakan ini sekarang?"

"Karena aku merasakan aura yang sama persis dengan Minato saat aku mengecek Ley Lines di dunia ini. Tepatnya di Jepang."

Kurama bisa melihat kalau Naruto terlihat sedang memikirkan sesuatu dan itu membuatnya berkata "Kau berkeinginan untuk mencari mereka berdua ya?"

"Untuk saat ini tidak." Balas Naruto yang mulai meminum minumannya "Mungkin aku akan melakukannya di masa yang akan mendatang. Saat Mo-chan dan Asia sudah besar."

"Kalau begitu aku pergi dulu, Naruto. Tidak ada yang perlu aku katakan lagi padamu."

Mendengar itu, Naruto pun mengantar Kurama ke bandara saat Arturia kembali dari misinya dan setelah itu dia mengatakan semuanya pada Arturia. Arturia yang mendengar hal yang diberitahukan oleh Kurama langsung berencana ke Jepang dan mencari kakak dan juga ibu tirinya itu, tapi Naruto menolak karena keberadaan dia masihlah dibutuhkan di Vatikan sekaligus Asia dan Mordred masihlah kecil. Membuat mereka berdua menunda pencarian pada Eileen Belserion dan sang kakak yang belum diketahui siapa namanya.

-To Be Continued-

Review:

Dradlos

Ya, tapi hanyalah sementara langsung karam. Naruto single pair aja kaya di original, biarin banyak kolega-nya banyak yang ngeharem. Dia tetap setia sama Arthuria. Begitu ya? Menurut ente Trihexa Fate sama Trihexa DxD kuat mana?

Shae Quen:

Boro-boro Haki, ngikutin dan baca One Piece aja kagak.

Labut:

Malah versi ini lebih serius, gak kaya versi original. Bahkan ane buat perubahan sifat Naruto dari versi ori sama versi remake. Alur Kyoto yang mana ya? Di versi ori, malah gak ada cerita di Kyoto tuh. Awal cerita udah di Vatikan, beda sama versi remake yang petualangan Naruto dimulai di Kyoto.

Hollow Heart Albion:

Ngatain orang fangay tapi sendirinya sama. Jadi pengen ngatain sendiri. Makan tuh servant terkuat, dipencundangi Shirou di UBW terus di headshot sama Archer. Karakter lawak, mending Gil versi Fate Extra CCC. Kalo mau ngetroll jangan di fic orang, gak suka Naruto DxD tapi masih dibaca? Situ waras?