Name: The Birth of Human Faction
Author: FCI. Arcana-paisen
Genre: Romance and Adventure
Rating: M
Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Shirou Emiya x Rin Tohsaka, Kurama Otsutsuki x Yasaka x Tamamo, Erza Belserion x Jellal Fernandez, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Gray Fullbuster x Juvia Lockser.
AN: Buat pembaca The Birth of Human Faction yang terhormat. Mohon maaf kalau fic ini akan saya remake. Kenapa? Apa karena stuck di The Rise of Human Faction? Bisa dibilang gitu tapi pas ane baca, jujur ada banyak scene yang mengganjal. Kaya di fic ini si Eileen gabung sama Alvarez karena dia di cuci otaknya sama si August, padahal di fic one-shot yang ane buat, dia ngelakuin itu karena kebencian dia sama Ishgar yang udah ngerebut orang-orang tersayang di dalam hidupnya.
Chapter 5: A New Crisis
Dua orang berambut pirang saat ini terlihat sedang mengamati pergerakan satu sama lain. Gadis berambut pendek yang bernama Mordred langsung melesat ke arah gadis berambut panjang yang merupakan kakak kembarnya yang bernama Asia. Asia yang melihat pergerakan adiknya berhasil menahan tebasan pedang dari sang adik dengan pedangnya dan kemudian dia menemukan titik lemah sang adik dan mengeksploitasinya, membuatnya memenangkan duel mereka yang sudah dilakukan 100 kali dengan 99 kemenangan di tangan Asia dan 1 seri.
"Kau masih tidak sabaran dan mempunyai banyak celah untuk dieksploitasi musuh, Mordred."
Mordred hanya mendecih karena kalah lagi dari kakaknya dan kemudian dia berkata "Aku akan memperbaikinya lain kali dan aku akan mengalahkanmu, onee-chan."
Asia yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengusap-ngusap rambut adiknya dan membuat dia menatapnya dengan tatapan sebal, kemudian dia berkata "Kau kenapa, Mo-chan? Apa kau masih kesal karena kekalahanmu 99 melawanku?"
"Bukan itu onee-chan." Balas Mordred yang membalas godaan sekaligus sindiran kakaknya itu dan kemudian dia mengepalkan tangannya dan berkata "Hanya saja... Kenapa kau tidak bisa menjadi seorang Exorcist sepertiku dan Xenovia. Kau itu kuat, lebih kuat dariku dan Xenovia. Tapi kenapa kau malah harus menjadi suster gereja seperti ini? Ini tidak adil! Padahal menjadi seorang Exorcist adalah impian kita berdua sejak kecil. Tapi kenapa hanya aku yang bisa menjadi Exorcist. Ini benar-benar tidak adil."
Asia yang mendengar kekesalan adiknya itu hanya bisa menatapnya dengan sedih dan berkata "Kau tahu kan kenapa aku tidak bisa menjadi Exorcist, Mo-chan?"
"Karena kau adalah Holy Maiden maksudmu?" Tanya Mordred dengan nada sarkastik, dan kemudian emosinya meledak "Terkutuklah Sacred Gear-mu itu onee-chan. Kalau tidak ada itu, kita berdua bisa menjadi Exorcist bersama dan membuat papa dan mama bangga."
Asia yang mendengar itu hanya bisa memeluk adiknya dengan erat dan menenangkannya.
"Jadi kalian berdua disini. Seharusnya aku tahu..."
Mereka pun menoleh dan melihat sang ayah, Naruto Uzumaki menghampiri mereka berdua dan kemudian dia berkata "Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian berdua barusan, dua putriku yang manis. Tapi cepatlah pergi ke ruang makan, atau jatah ramen kalian akan habis oleh Morgan dan juga Menma."
"Tidak akan kubiarkan mereka berdua menghabisi buruanku. Ayo, onee-chan."
"Hei, hei, hei! Jangan tarik-tarik tanganku, Mo-chan. Aku bisa jalan sendiri."
Melihat kepergian kedua putrinya, dia pun mengambil pedang milik Asia dan menutup matanya "Maaf kalau ayahmu ini tidak bisa membantumu mencapai impianmu, putriku."
"Naruto-kun! Cepatlah sedikit! Nanti bagianmu akan habis oleh anak-anak."
"Aku akan segera kesana, Arturia. Tunggu sebentar." Balas Naruto yang kemudian langsung masuk ke rumahnya.
-Line Break-
"Terima kasih, kak Asia."
"Sama-sama, Anne." Balas Asia yang tersenyum pada gadis kecil yang dia obati dengan Sacred Gear-nya.
Setelah itu ada seorang pria tua yang menghampirinya dan berkata "Kau habis darimana saja?"
Mendengar itu, Asia terlihat sedikit emosi dan berkata "Aku hanya sedang mengobati gadis malang yang terluka karena terjatuh tadi. Apa tidak boleh? Apa aku tidak boleh menggunakan kekuatanku untuk mengobati seseorang yang membutuhkan? Aku pikir ini adalah tugasku sebagai Holy Maiden."
Pria tua itu hanya mendecih tidak suka dan meninggalkan Asia, membuat dia menghela nafas "Maafkan aku Tuhan, karena kehilangan kontrol barusan."
"Aku rasa Ayah-ku akan memaafkanmu hanya karena kau sedikit emosi, Asia-chan."
"Gabriel-sama!" Ucap Asia yang terkejut saat melihat ibu baptisnya dan adiknya muncul di hadapannya "Apa yang anda lakukan di sini, Gabriel-sama?"
"Tidak bolehkah aku mengunjungimu, Asia-chan?"
"Bukan begitu Gabriel-sama." Balas Asia yang tetlihat panik saat melihat wajah Gabriel terlihat sedih, meskipun dia hanya berpura-pura sedih saja "Aku pikir kau masih sibuk dengan tugasmu di surga?"
"Tugasku sudah selesai, Asia-chan. Mau ikut makan denganku di suatu tempat?"
"Itu adalah suatu kehormatan bagiku, Gabriel-sama."
Asia dan Gabriel pun makan bersama di tempat favorit dia dan adik kembarnya. Meskipun Asia merasa risih karena banyak orang yang menatapnya karena dia makan bersama dengan seorang anggota Seraphim. Setelah melihat banyak pelanggan yang telah pergi, Asia pun menghentikan acara makannya.
"Jadi apa yang kau ingin katakan padaku, Gabriel-sama? Apa ini hal penting?"
"Aku ingin kau berhati-hati, Asia-chan."
"Eh..."
"Aku hanya cemas. Apalagi sekarang banyak suster gereja yang menghilang seperti hilang ditelan bumi."
Asia yang mendengar itu berkata "Baiklah. Aku akan berhati-hati, Gabriel-sama."
Asia kemudian kembali ke rumahnya dan Gabriel yang masih terlihat meminum teh miliknya berkata dalam hati 'Tapi siapa yang melakukan ini semua. Aku merasakan aura Unholy yang lumayan kuat disekitar sini, tapi mungkinkah iblis berani masuk ke Vatikan dan melanggar perjanjian dalam Great War?'
Saat dalam perjalanan, Asia melihat seseorang dalam keadaan terluka parah tapi dia bisa merasakan aura Unholy yang cukup kuat 'Apa dia adalah iblis? Aku harus pergi dari sini. Ini bukan urusanku, tapi... Aku mendapatkan kekuatan ini untuk mengobati seseorang yang membutuhkan. Apa yang harus aku lakukan, ya Tuhan?'
Setelah lama mengalami perdebatan dalam hatinya, Asia akhirnya memutuskan untuk menolong sosok itu dengan Sacred Gear-nya, membuat pemuda yang diobati Asia itu berkata "Terima kasih telah menolongku, nona cantik."
"Cepat pergi dari sini. Kau tidak mau terkena masalah lagi setelah aku mengobatimu, kan?"
Tanpa basa-basi, pemuda itu berlari menjauh dan kemudian dia berkata "Khukhukhu, kau benar-benar naif. Kau tahu aku adalah iblis, tapi kau masih mengobatiku. Sebentar lagi kau akan jatuh dalam pelukanku, Asia-chan."
"Jadi bagaimana, Diadora Astaroth?"
"Ternyata itu kau, juru bicara Tuhan." Balas pemuda yang bernama Diadora itu dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak menyangka kau yang merupakan juru bicara Tuhan malah membantuku seperti ini, Metatron."
"Aku hanya tidak ingin keluarga Pendragon sialan itu mengambil Excalibur karena pedang itu adalah milik kami, pihak Gereja." Balas sosok bernama Metatron itu "Salah leluhur mereka yang memberikan pedang itu pada Tuan-ku saat Great War."
"Aku tidak begitu memperdulikan masalahmu dengan keluarga Pendragon, Metatron." Ucap Diadora yang kemudian melanjutkan "Tapi apa kau tidak berpikiran kalau Michael dan Gabriel tidak akan tinggal diam, kalau Asia diasingkan dari pihak Gereja."
"Mereka bisa melakukan apa, Astaroth?" Tanya Metatron yang tersenyum "Asia telah melakukan kesalahan fatal. Jika mereka bersikeras untuk membelanya, mereka bisa digulingkan dari jabatan mereka sebagai seorang Seraph."
"Terserah kau saja. Tapi setelah Asia diasingkan, dia akan menjadi milikku."
'Khukhukhu, itu juga kalau kau bisa mengatasi ayah, ibu dan adik kembarnya itu Astaroth.'
-Time Skip-
Tok
Tok
Tok
Asia yang terlihat akan sarapan bersama dengan keluarganya berkata "Biar aku yang buka mama."
Asia membuka pintu dan terlihat banyak sosok yang menunggu di depan rumahnya disertai oleh pastur gereja yang selalu mengawasinya setiap dia menjalankan tugasnya sebagai Holy Maiden "Mau apa kalian semua kesini pagi-pagi?"
"Kau tahu apa salahmu, Asia Uzumaki Pendragon?"
Mendengar pertanyaan itu, Asia terlihat bingung dan berkata "Salah apa maksudmu? Aku tidak mengerti."
"Dia pura-pura tidak mengerti bapa. Kita seret saja dia."
Tiba-tiba saja banyak orang yang menarik dan menyeret tangan Asia, membuat tangannya kesakitan "Apa yang kalian lakukan? Lepaskan tanganku!"
Mendengar keributan di luar rumah, keluarga Asia kecuali Morgan dan Menma keluar dan mereka dibuat terkejut saat melihat Asia dibawa pergi secara paksa. Naruto yang melihat itu langsung menggunakan Hiraishin dan muncul di dekat Asia dan menghajar orang-orang yang membawa paksa putrinya itu dengan Taijutsu miliknya.
"Papa..."
"Kau tidak apa-apa, Asia-chan?"
Asia menahan tangis karena apa yang dia rasakan saat ini dan membuatnya tidak bisa berkata apa-apa, membuat emosi Naruto meledak "Kalian pikir, apa yang telah kalian lakukan pada putriku ini!"
Arturia dan Mordred yang telah sampai dan mencoba menghibur Asia juga terlihat marah karena perlakuan yang diterima Asia. Banyak pastur dan orang-orang disana terlihat ketakutan karena Killing Instinct yang dipancarkan oleh Naruto.
"Jangan salahkan kami, Tuan Naruto. Putrimu ini yang membuat gara-gara."
"Apa maksudmu berkata seperti itu? Apa yang telah dilakukan oleh putriku sampai-sampai kalian memperlakukannya seperti ini?"
Arturia juga mulai kehabisan kesabaran saat melihat putrinya diperlakukan seperti itu. Tapi belum pastur itu menjawab, datanglah sosok Metatron dengan tatapan marah pada Asia "Putrimu ini sudah melakukan kesalahan fatal, Arturia. Dia telah mengobati musuh bebuyutan kita dengan Sacred Gear-nya. Bukankah begitu, Holy Maiden?"
Wajah Asia memucat karena hal itu. Sedangkan ayah, ibu dan adik kembarnya terlihat terkejut dan Arturia berkata dengan tegas "Jangan asal menuduh, Metatron-sama. Putriku tidak akan mungkin melakukan itu."
Naruto yang mengetahui sosok di hadapannya adalah Metatron, langsung menahan diri untuk tidak mengeluarkan Rikudou Senjutsu Mode dan membunuh Metatron dengan itu karena kalau dia melakukan itu, maka dia bisa memperberat posisi putrinya itu "Apakah kau punya bukti, sampai-sampai kau menuduh putriku seperti itu, Metatron?"
"Kau tenang saja, Naruto Uzumaki. Aku punya bukti." Balas Metatron yang tersenyum sinis dan memberikan sebuah foto pada Naruto yang berisikan momen dimana Asia menyembuhkan Diadora dengan Sacred Gear-nya, [Twilight Healing] "Aku mendapatkannya dari anak buahku kemarin malam."
Melihat foto itu, Naruto menaikkan alisnya dan berkata "Bagaimana kita bisa yakin kalau dia adalah iblis? Bisa saja dia manusia kan?"
"Kau mungkin saja benar." Balas Metatron yang kemudian melanjutkan "Tapi rekan dari anak buahku yang merupakan seorang Exorcist dibunuh oleh iblis sialan itu karena dia telah diobati oleh putrimu itu, Naruto Uzumaki. Padahal kalau dia tidak menolongnya, iblis itu tidak akan mungkin melakukan itu dan akan mati sendiri. Apa aku benar?"
Suara gemuruh dari orang-orang yang percaya pada perkataan Metatron mulai terdengar dan mulai meminta untuk pihak tertinggi Gereja untuk segera menghukum berat Asia.
"Kau dengar itu kan, Michael? Mereka ingin kau melakukan tugasmu dengan sebagai tangan kanan Tuhan dengan benar. Hukumlah pendosa ini, Michael."
Michael yang datang dengan Gabriel hanya bisa menatap tajam Metatron. Dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Dia benar-benar terpojok saat ini. Dia sangat ingin menolong Asia yang merupakan anak dari anak angkat Joker-nya itu, tapi kalau dia melakukan itu maka posisinya sebagai pemimpin di fraksi malaikat. Dia takut jika dia digantikan oleh Metatron, maka fraksi yang sudah dibuat susah payah oleh ayahnya itu akan dibuat hancur olehnya.
'Tch, apa yang harus aku lakukan, Ayah?'
"Michael, aku punya saran jika kau ingin mendengarkan?"
"Apa yang ingin kau sarankan, Naruto?"
Naruto kemudian menghela nafas dan berkata "Aku ingin kau mengasingkan Asia jauh dari sini."
Arturia, Mordred, dan Gabriel terlihat kesal dengan apa yang Naruto katakan itu dan Gabriel pun berkata dengan kesal "Apa-apaan kau ini, Naruto-kun? Bisa-bisanya kau ingin kakakku mengusir Asia jauh dari sini. Dia itu putrimu!"
"Aku tahu Asia itu putriku, Gabriel. Tapi aku belum selesai bicara, biarkan aku menyelesaikan perkataanku dulu." Balas Naruto dengan tenang "Aku ingin kau mengasingkan Asia jauh dari sini, Michael. Tapi aku tidak ingin kau mengirim putrimu itu ke fraksi Azazel. Dia akan tinggal denganku di Jepang. Aku akan menjaga dan merawatnya disana."
"Lalu bagaimana dengan kami berdua sekaligus Morgan dan Menma, Naruto-kun? Kau ingin meninggalkan kami berdua!"
Melihat kemarahan istrinya, Naruto pun berkata "Aku ingin kau menjaga anak-anak kita, Arturia. Jujur saja, aku ingin kau ingin kau, Mo-chan, Morgan dan Menma ikut denganku ke Jepang. Tapi kau adalah Exorcist terbaik di Vatikan dan Mo-chan juga belum lulus dari sekolahnya. Aku tidak bisa membawa kalian berdua begitu saja meskipun aku masih bisa membawa Morgan dan Menma ke Jepang."
"Kalau begitu, Michael-sama dan Gabriel-sama harus mencari penggantiku." Balas Arturia dan kemudian dia melanjutkan "Aku ini istrimu dan juga ibu dari Asia-chan, mana mungkin aku ingin berpisah dengan kalian berdua. Lagipula, jika kau menjaga Asia sendiri aku takut dengan keadaan Asia-chan nantinya. Karena pasti Asia akan kekurangan gizi, karena kau selalu memasakkan ramen untuk putri kita."
Naruto yang mendengar itu langsung menatap tajam istrinya dan berkata "Apa salahnya? Toh semua anak kita berdua menyukai ramen."
Arturia yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata "Ya kalau keseringan itu tidak baik juga, Naruto-kun."
Mordred yang melihat ayah dan ibunya akan pergi bersama kakaknya juga berkata "Aku juga akan ikut denganmu, papa, mama."
"Tapi bagaimana dengan sekolahmu, Mo-chan?"
"Aku tidak sudi menjadi Exorcist di tempat yang telah membuang kakakku." Balas Mordred yang kemudian menundukkan kepalanya dan berkata "Aku minta maaf, Gabriel-sama, Michael-sama. Sepertinya aku telah menghancurkan harapan kalian berdua untuk menjadi Exorcist yang hebat seperti paman Shirou, bibi Rin, Dulio-jiji dan mama."
Gabriel yang mendengar itu hanya bisa memeluk salah satu putri baptisnya itu selain Asia dan berkata "Tidak apa-apa, Mordred. Aku mengerti."
Tidak diketahui oleh Mordred, sahabatnya yang bernama Xenovia terlihat shock dengan keputusan Mordred yang memilih untuk berhenti menjadi seorang Exorcist demi kakaknya yang merupakan seorang Heretic, membuatnya menatap Asia dengan tajam dan kemudian pergi.
'Aku kecewa padamu, Mordred. Dan karenamu, aku kehilangan sahabatku. Aku akan membuat perhitungan denganmu, Asia.'
-Line Break-
Naruto dan keluarganya yang sudah sampai di Jepang, langsung menuju ke rumah yang dibelinya jauh hari melalui Kurama. Saat Naruto dan Arturia membereskan rumah itu, Mordred pun menghampiri mereka berdua dengan wajah yang terlihat panik.
"Papa, mama. Bagaimana ini? Onee-chan dari tadi hanya diam saja. Bahkan dia tidak membaca buku novel favoritnya atau menanggapi duel dariku seperti biasa. Bagaimana kalau kakak menjadi bisu karena tekanan dari orang-orang di Vatikan."
Mendengar itu Naruto menghela nafas dan berkata "Biar aku yang mengatasinya."
Naruto pun kemudian menghampiri putrinya yang terlihat hanya duduk diam di sofa dan tidak berkata apa-apa "Asia-chan, kau tidak apa-apa?"
"..."
Melihat putrinya seperti itu, Naruto memeluk putrinya itu dan berkata "Ayolah, sayang. Katakanlah sesuatu pada ayahmu ini. Apapun, kumohon! Kau bisa meminta dibelikan novel apapun atau kau boleh meminta ramen sebanyak berapapun yang kau inginkan, kumohon..."
Melihat Asia hanya diam saja, air mata pun menetes dari kedua kelopak matanya dan dia pun berkata "Aku gagal. Aku telah gagal sebagai seorang ayah."
"Naruto-kun... / Papa..."
-Line Break-
Tanpa basa-basi, Naruto langsung pergi menuju ke Kyoto untuk menemui Kurama yang saat ini telah memperistri Yasaka dan Tamamo. Saat sampai, Kurama terlihat terkejut saat melihat Naruto yang terlihat sedang marah besar.
"Bagaimana keadaanmu, Naruto?"
"Aku sudah jelas-jelas sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, Kurama." Balas Naruto dengan ketus, tidak seperti biasanya "Apa kau harus bertanya lagi?"
Kurama yang mendengar itu menghela nafas, dan kemudian dia berkata "Sebenarnya apa yang terjadi Naruto?"
"Karena perbuatan Metatron dan iblis yang telah menghancurkan hidup putriku, dia sekarang menjadi bisu Kurama." Balas Naruto. Mendengar itu Kurama, Yasaka dan Tamamo terlihat terkejut tapi Naruto belum selesai bicara "Aku dengar, kau dan Yasaka sedang menjalankan bisnis dengan fraksi iblis kan Kurama. Aku ingin kau meminta pemimpin mereka untuk menemuiku sekarang juga."
"Kau tidak berencana untuk bertarung dengan mereka kan, Naruto-san?"
Mendengar pertanyaan Yasaka, Naruto pun menjawab "Bertarung sih tidak. Tapi aku ingin mereka mencari dan menghukum iblis yang telah membuat putriku trauma karena perlakuan warga Vatikan dan membuatnya menjadi bisu."
Naruto kemudian keluar dari rumah Yasaka dan membuat Kurama berkata pada istrinya "Aku ingin kau meminta Sirzech atau Serafall untuk menemui Naruto, Yasaka-chan."
"Apa perlu aku meminta Falbium dan Ajuka juga?"
"Mereka berdua saja sudah cukup."
Naruto terlihat sedang menunggu di apartemen yang dibangun Sirzech dan Serafall atas izin Kurama dan Yasaka. Setelah itu datanglah dua sosok, satu sosok pria berambut merah dengan zirah dan satu lagi wanita cebol dengan baju penyihir."
"Jadi kau-kah yang ingin menemui perwakilan dari fraksi iblis?" Tanya sosok itu dan Naruto pun mengganggapnya dengan anggukan kepala "Perkenalkan kalau begitu. Namaku adalah Sirzech Lucifer dan rekanku adalah Serafall, Serafall Leviathan."
'Hmm, bukannya ini sosok yang membuat rivalku itu patah hati. Dia tampan juga, tapi sayang dia telah menikah.'
"Senang bertemu dengan kalian, Sirzech Lucifer, Serafall Leviathan. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki, manusia biasa." Balas Naruto yang menjabat tangan Sirzech.
"Jadi hal apa yang ingin kau ingin katakan pada kami, Uzumaki-san?"
"Aku akan langsung saja pada intinya, Sirzech Lucifer." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Aku dan keluargaku tinggal di Vatikan sebelum aku tinggal disini. Aku yakin, nona Serafall pasti mendengar tentangku dan keluargaku dari rivalnya. Tapi putriku terusir dari pihak Gereja karena telah menyembuhkan seorang iblis."
"Tunggu dulu... Seorang iblis di Vatikan. Apa aku tidak salah dengar, Uzumaki-san?"
"Pada awalnya, aku juga tidak percaya. Tapi Metatron, The Voice of God telah mengkonfirmasikan kalau sosok itu adalah seorang iblis. Dia bahkan berhasil kabur dan membunuh salah satu rekan anak buahnya." Balas Naruto dan menunjukkan foto yang diberikan Metatron "Ini adalah bukti dari Metatron yang dia dapatkan dari salah satu anak buahnya, jika kau masih belum percaya."
Saat melihat foto itu, wajah Sirzech terlihat memucat dan darahnya mendidih saat menyadari kalau sosok itu adalah sosok adik dari rekannya sesama Yondai Maou 'Diadora, kau brengsek. Apa-apaan yang kau lakukan ini? Kau ingin fraksi kita dan fraksi malaikat berperang lagi?'
Serafall yang melihat itu juga wajahnya terlihat terkejut dan mencoba menahan diri untuk membekukan apapun disana karena melihat apa yang adik rekannya itu lakukan.
"Sebagai pemimpin dari fraksi iblis. Aku mohon dengan sangat padamu untuk mencari dan menghukum iblis biadab itu dengan keras. Karena ulahnya telah membuat putri tersayangku trauma karena pengusirannya dan membuatnya menjadi bisu." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Karena kalau tidak, aku yang akan melakukannya sendiri. Dan jika aku yang mengatasinya sendiri, jangan harap dia akan kembali dengan selamat."
Naruto kemudian menghilang dengam Hiraishin dan itu membuat dua iblis itu kagum dan penasaran dengan teknik teleportasi milik Naruto itu.
"Bagaimana ini, Sir-tan?"
"Ajuka adalah sahabatku selain kau dan Falbium, Serafall. Tapi aku tidak bisa membiarkan Diadora membuat ulah." Balas Sirzech yang kemudian melanjutkan "Aku tahu Diadora mendapstkan banyak budak yang merupakan mantan suster gereja tanpa cerita yang jelas darimana dia mendapatkannya. Dengan bukti dari Uzumaki-san ini, aku bisa menindaknya. Lagipula jika permintaan dari Uzumaki-san ini tidak kita penuhi. Aku cemas hubungan kerja sama kita dengan bangsa Youkai akan hancur. Karena aku lihat dia memiliki koneksi dengan Kurama-san dan Yasaka-san."
-Line Break-
"Kau habis dari mana saja, Naruto-kun?"
"Aku hanya menemui kedua pemimpin tertinggi fraksi iblis untuk mencari dan menghukum iblis yang telah membuat putri kita seperti ini dengan keras." Balas Naruto dengan tenang dan kemudian berkata "Bagaimana dengan Asia?"
"Dia sudah mulai bisa makan, tapi dia belum sama sekali mengatakan satu kata pun, Naruto-kun."
Melihat Arturia yang menangis, Naruto pun memeluknya dengan erat. Sedangkan dengan Mordred, dia terlihat menggengam pedangnya yang merupakan perwujudan dari Sacred Gear-nya yang dia namakan Clarent dan mulai menebas training dummy di hadapannya secara membabi buta 'Apa gunanya aku mempunyai kekuatan ini, kalau aku tidak bisa sama sekali menolong onee-chan. Maafkan adikmu yang lemah ini, onee-chan.'
-Line Break-
Sedangkan di Underworld, Sirzech diikuti oleh beberapa anggota peeragenya terlihat mengunjungi rumah sahabatnya yaitu Ajuka Beelzebub dan disambut langsung oleh Ajuka.
"Ada apa kau mengunjungiku, Sirzech?"
"Aku tidak datang untuk mengunjungimu Ajuka." Balas Sirzech yang langsung ke intinya "Dimana adikmu, Ajuka?"
"Dia ada di dalam. Ada perlu apa kau dengannya, Sirzech?"
"Cepat panggil dia." Balas Sirzech dengan serius. Ajuka bisa saja membantahnya karena dia jug merupakan seorang anggota Yondai Maou dan hanya dia sajalah yang bisa menyamai kekuatan sahabat di dekatnya itu. Tapi kali ini, Ajuka tidak bisa membantah dan langsung berharap kalau adiknya tidak melakukan hal yang membuat sahabatnya itu murka.
Beberapa menit kemudian, Ajuka pun datang dengan adiknya dan Diadora dengan wajahnya yang dibuat-buat polos berkata "Apa kau ada keperluan denganku, Sirzech-sama."
"Atas laporan dan bukti yang aku terima atas kau yang telah memasuki Vatikan tanpa izin dan membuat perjanjian gencatan senjata dan fraksi malaikat hancur, juga membuat seorang suster gereja di Vatikan terusir sekaligus melihat banyaknya mantan suster gereja yang menjadi anggota peeragemu tanpa background yang jelas bagaimana kau bisa mendapatkannya. Aku putuskan kau akan dihukum mati hari ini juga. Siapkan kata-kata terakhirmu untuk keluargamu sebelum Beowulf menjemputmu. Ayo kita pergi semuanya."
-To Be Continued-
AN: Kok masalah Diadora cepet amat kelarnya, masih belom. Ane masih punya rencana buat dia. Kok Naruto gak gelut sama Sirzech sama Serafall kaya versi awal? Disini ane masih buat Naruto gak asal gebrak 3 fraksi gitu aja. Soalnya gimana ya? Tahu sendiri kan kalo entar akan ada fraksi manusia beraliansi sama 3 fraksi buat ngelawan Trihexa. Kalau Naruto dendam ada perasaan benci kaya di versi awal, mereka bertiga bakal susah buat bekerja sama dan malah ujung-ujungnya berakhir kaya Avengers di Infinity War yang malah terpecah dua pas lagi lawan Thanos sama Black Order. Asia bisu dong? Buat sekarang, yes. Tapi entar ada saatnya dimana dia sembuh dan bisa bicara seperti sedia kala.
Review:
Delatte:
Sorry ya, gua bikin keluarga Uzumaki keluar dari Vatikan gara-gara Diadora kayak di versi awal.
2B x 9S:
Masih punya sih. Tapi gak begitu berguna kalo dipake buat ngelawan Trihexa sama Great Red. Ya anggep aja kaya Acnologia vs Igneel. Api Igneel saking kuatnya sampe bikin orang pada mental, tapi gak ada damage-nya ke Acnologia.
Dradlos:
Misi-nya juga gak sesusah biasa paling. Kalaupun mereka agak kesusahan, mereka bisa minta tolong Nartod kan?
FCI. Aquila'Theruch:
Ya ane bisa aja bikin Gil keluar dari teknikKamui Nartod pas dia teledor pas make teknik Kamui-nya.
Akhir note bagi ada yang liat... Tolong ya hargain penulisnya kalo jadwal update gak tentu. Gua ini kerja woy, kadang sampe ada yang maki-maki. Llu kira kerja gua cuma ngasih cerita buat lu-lu pada. Gua juga butuh kerja buat dapet duit. No duit, no paket data. No paket data, no update. Paham? Paham lah, masa kagak. Kalo kagak kelewatan dan gak punya hati. Sekian dan terima kasih.
