Chapter 2

(In My Dream You With Me)

Main cast : Sehun EXO,Luhan

Hunhan

.

Rate : T

.

PS : ini khusus buat yang suka gs yang gak suka silahkan tinggalkan fanfic ini,saya baru pertama kali membuat fanfiction harap di maklum

AUTHOR

tuhan aku tau kau sangat menyayangiku ahh terimakasih banyak'-Luhan

"HAHHH" helaan nafas keras keluar bibir mungil luhan dia menggerakan kplanya ke kanan dan kekiri was was jika sang direktur tiba tiba memanggilnya dan setelahnya dia tersenyum lega jika direktur itu tak menampakan batang hidungnya sama sekali.

"aku penasaran seperti apa wajah atas-"

"Luhan"

"sanku...Yeee" Luhan berjengkit kaget saat tiba tiba namanya di sebut dia langsung berdiri dan berlari menghampiri Yoona sekertaris perusahaannya kemudian dia membungkuk sopan

"iya nona ada yang bisa saya bantu"luhan melihat yoona amat kerepotan membawa setumpuk berkas berkas UHHH dia tak bisa membayangkan betapa pegalnya tangan mungil itu

"antarkan berkas ini ke kamar direktur" yoona memberikan setengah berkas yang akan di berikan pada direktur ke tangan luhan,luhan dengan senang hati menerimanya toh hanya setengah itu tak membuat tangannya kaku dan kram

"Di lantai berapa nona"

"51"

"YEEEEEEE" luhan di buat terkejut mendengar ucapan yoona kemudianndia menggelengkan kpla dan membungkuk,yoona yang semula berjengkit kaget kemudian memggelengkan kpla melihat tingkah luhan yang menurutnya sangat lucu,luhan buru buru menaiki lift dan harus tahan dengan kakinya yang mulai kesemutan.

"oh ayolah kakiku terlalu manis hingga semutnya banyak sekali"gerutu luhan tanpa henti untung saja di dalam lift itu hanya ada dia seorang diri

TING

pintu lift terbuka dan luhan langsung keluar kemudian mencari ruangan sang raja tak sulit memang luhan hanya perlu lurus kedepan karna di lantai itu ada satu ruangan besar

'ah itu dia' luhan melangkahkan kakinya kedepan ruangan dan mengetuk pintu ruangan itu 3kali namun tak ada jawaban luhan kembali memgetuk

"Tuan saya membawa berkas dari nona can-mm maksud saya nona yoona"

"Iya sayang tunggu daddy"

-tok tok tok-

dia menoleh pada pintu yang seseorang ketuk dan kembali melanjutkan obrolannya dengan sang anak tapi setelah itu dia kembali di buat kesal dengan suara ketukan

"tuan saya membawa berkas dari nona can-mm maksud saya nona yoona" apa apaan wanita itu bicara saja masih sulit bagaimana bisa dia di terima di perusahaannya

"daddy matikan dulu"

pip

masuk"

Luhan terus menunggu terkutuklah wahai sepatu heels harusnya dia menggunakan sandal ceper saja jika dia tau ini akan terjadi HAISHHHHH

"masuk"

'terimakasih tuhan'

luhan buru buru masuk dan dapat ia lihat sang direktur sedang menundukan kpla melihat laptop mahal di depannya dapat ia lihat dari wajahnya..hidung mancung,mata tajam alis tajam bibir tipis jangan lupakan rahang yang sangat tegas dengan setelan kemeja putih juga dasi hitam dengan jas yang sudah di lepas dari bahu tegapnya,kembali luhan melihat name tag di meja direkturnya 'OH SEHUN"

'makhluk apa ini' gumam luhan dalam hati dia buru buru membungkuk saat mata itu menatapnya

"s..saya-"

"letakan itu"suaranya...suaranya sangat indah suara bass dengan sedikit serak di tenggorokannya membuat luhan merinding bukan main.luhan meletakam berkas itu di meja sehun.

"saya permisi"baru saja luhanmembungkuk dan berbalik hendak melangkahkan kakinyamenuju pintu kepuar di urungkan dengan sebuah suara

"tunggu" sehun bangun dan menghampiri luhan

tuk tuk tuk

suara ketukan sepatu membuat luhan berbalik dan menundukan kpla apa dia berbuat kesalahan lagi jangan sampai.luhan melihat sepatu itu semakin mendekat dan harum parfum sudah sangat jelas di hidungnya sangat cocok dengan wajah dinginnya

"kau baru disini" sehun memasukan tangannya ke dalam saku celana dia menelisik penampilan luhan dari atas sampai bawah..setelan kerja dan dia bisa melihat kaki luhan yang sedikit lecet akibat heels merah cantik itu

"i-iya tuan saya baru"ucap luhan ketakutan dia tak berani mengangkat kplanya walau hanya untuk melihat dada bidang sang atasan

siapa namamu"

"xi luhan tuan" jawab cepat luhan membuat sehun harus bertahan agar tak menyemburkan tawanya.luhan menggelengkan kplanya pelan karna tingkah cerobohnya itu 'hah matilah aku' -luhan

"lain kali jangan pakai heels jika kau tak bisa menggunakannya"setelah itu sehun kembali ke tempat duduknya.bagaimna kabar luhan..dia menganga di tempat dan menunduk melihat kakinya lalu mrngigit bibirnya dia kembali membuat malu dirinya sendiri

"kau boleh keluar"Luhan langsung membungkuk dan buru buru keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun

SEHUN

sehun melihat luhan yang terlihat sangat terburu buru,kemudian menyunggingkan senyumannya pertama kalinya melihat ada seorang gadis yang bertingkah seperti itu di hadapannya dia makin penasaran dengan karyawan barunya

"menarik"

ucapnya kemudian melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali terkekeh ringan membayangkan wajah luhan yangbegitu menggemaskan ketika tak mau menatap wajah tampan yang bisa mengalahkan dewa

langit sudah mulai gelap ini waktunya bagi semua karyawan kembali ke rumah masing masing begitupun dengan luhan dia membereskan barang barangnya sebepum bangun luhan mengeluarkan ponselnya menghubungi sahabatnyabyang sangat cerewet -byun baekhyun-baekhyun

baek kau dimana aku akan pulang sekarang tapi aku ingin makan di luar bersamamu-sambil menunggu balasan baekhyun luhan memastikan semuanya rapih tanpa ada celah sedikitpun dia tak mau hanya bekerja datu hari saja

TING-Aku tak bisa aku ada janji dengan chanyeol bertemu keluarganya- luhan memajukan bibirnya melihat balasan sahabatnya dia di tolak mentah mentah padahal dia sedang baik hati mau mentraktir baekhyun makan tanpa membalas pesan luhan memasukan ponselnya ke dalam kantong jaketnya dan diapun keluar menuju halte.

di tempat lain sehun memperhatikan gerak gerik luhan dia melihat luhan memajukan bibirnya dan sesekali menghentakan kakinya

'sebenarnya berapa umurnya bagaimana bisa dia terlihat seperti anak 10 tahun' gumam sehun melihat luhan melangkahkan kakinya membuat sehun makin penasaran untuk terus mengikutinya sehun melihat luhan berhenti di halte sampai setelah luhan masuk bis baru dia bisa pulang ke rumahnya kenapa sehun melakukan itu?apa dia menyukai luhan..tertarik mungkin

SEHUN

Sehun sampai di rumah megahnya dan di sambut dengan seorang wanita berparas bak dewi yunani Oh Irene istri seorang direktur kaya raya sekaligus model papan atas,sehun terus tersenyum tanpa henti membuat irene terkekeh melihat kelakuan suaminya

"kenapa sayang?" irene mengambil jas dan tas kerja suaminya sehun langsung menghadiahi istrinya pelukaj hangat

"ani..hanya sedang bahagia saja,jagoanku sudah tidur"

"baru saja"irene memeluk sehun dan meletakam kplanya di dada bidang sang suami,kemudian sehun mengusap kpla istrinya sesekali memgecupinya

"kau sudah makan"

"aku belum lapar" sehun menatap istrinya yang juga sama mendongak menatap suaminya kemudian tersenyum manis tanpa ada satu orang pun yang mau melepaskan pelukan keduanya

"kalau begitu mandi ya aku siapkan air" sehun mengangguk mengiyakan tawaran istri cantiknya lantas irene pergi ke kamar mandi menyiapkan air untuk suaminya..sedangkan sehun bersiap siap untuk membersihkan tubuhnya namun bayangan wajah luhan kembali muncul di kplanya

'haishhhhh aku bisa gila' ...

AUTHOR

Luhan berjalan lunglay menuju rumah kecilnya sambil sesekali menghela nafas berat sekaranh dia sendiri sahabatnya pergi entah kenapa drngan pria yang di sebut Chanyeol itu bagaimana tampang pria itu tau saja tidak

luhan memang belum mengetahui chanyeol karna setiap akan bertemu chanyeol dia selalu gagal selalu luhan mengedikan bahunya tak perduli tapi bagaimana bisa sahabatnya itu pergi meninggalnya sendirian.luhan menghentakan kakainya dan mengacak rambutnya.

luhan memasuki rumahnya dan langsung melempar tubuh kecilnya ke atas kasur miliknya

"hah nyamannya"luhan memejamkan mata dia tak berniat membersihkan tubuh karna terlalu lelah akan semuanya pekerjaan dan sahabatnya..

di tempat lain...

seorang pria tinggi tengah menggandeng kekasihnya menuju pulang karna acara bertemu keluarga sudah di selesaikan.pria bertelinga besar dan gadis berperawakan mungil itu sangat serasi jika di lihat dari sisi manapun

"bhyunnie apa sahabatmu yang bernama lu-"

"kau bertemu dengannya" belum selesai chanyeol meneruskan ucapannya baekhyun sudah memotongnya dengan cepat membuat chanyeol tak tahan untuk tidak menciumi wajah gadisnya

"iya aku bertemu dengannya"

"JINJJA" chanyeol kembali di buat terkejut dengan suara keras baekhyun,sang pelaku hanya tersenyum tanpa dosa dan merengek meminta chanyeol menceritakannya,tak tahan dengan tingkah lucu gadisnya membuat chanyeol kau tak mau menceritakan semuanya sampai akhirnya baekhyun menyemburkan tawanya chanyeol ikut tertawa melihat gadisnya tertawa

"jadi dia tak tau namamu chanyeol"chanyeol menggeleng dan memeluk baekhyun kembali

"kenapa jadi membicarakan luhan,lebih baik kita bahas masa depan kita"baekhyun merona mendengar ucapan kekasihnya dan bersembunyi di dada bidang chanyeol sangat mirip dengan bayi.

sehun baru saja menyelesaikan acara mandinya dan duduk di smaping istrinya yang sedang menepuk nepuk bokong jagoan kecilnya

"besok kau pemotretan"tanya sehun pada irene,irene menoleh kemudian tersenyum dan beralih pada suaminya ia mengambil handuk kecil dan mengusap rambut hitam suaminya

"iya besok aku pemotretan"

"apa sebaiknya kau di rumah saja,kasihan haowen jika di tinggal terus"ucapan sehun membuat irene menghentikan kegiatannya sebentar dan kembali melanjutkannya,terdengar helaan nafas dari mulut manis irene

"tak bisa ini sangat penting"

"apa pemotretan lebih penting dari pada anak kita"irene bangun dan menatap sehun sebenarnya dia tak ingin bertengkar,melihat istrinya bangun membuat sehun ikut bangun dan membawa istrinya ke dalam sebuah pelukan hangat.meskipun sehun terlihat dingin namun jika di drkat orang orang yang dia sayang dia akan berubah hangat dan lembut .

"bukan apa apa sayang,tapi haowen masih 1tahun dia butuh seorang ibu"irene memeluk sehun sedangkan sehun mengusap kpla irene dan meletakan dagunya di puncuk kpla irene

"arrayo.tapi aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku sehun kumohon mengerti"sehun mengangkat dagu istrinya dan mengecup bibir istrinya penuh cinta

"nde arrayo" keduanya tersenyum dan kembali saling memeluk..sehun melihat sang anak kemudian tersenyum tipis

'daddy minta maaf belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu'

pagi telah tiba saatnya bagi luhan kembali bekerja kali ini dia tak boleh terlembat seperti kemarin,sahabatmya belum juga pulang kemana dia perginya.luhan menggetok kplanya sendiri untuk apa memikirkan orang lain pikirkan diri sendiri xi luhan,jangan pikirkan apapun pikitkan pekerjaanmu.

bus berhenti dan luhan berjalan memasuki perusahaan saat berjalan luhan berpapasan dengan direkturnya luhan buru buru membungkuk sopan

"tuan" ucap luhan spontan membuat sehun menatap luhan dia mengalihkan tatapannya ke arah kaki luhan rupanya luhan mendengarkan ucapannya terbukti dekarang luhan memakai sepatu biasa

"hm" ucap sehun dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya,luhan melihat punggung tegap sehun kemudian tersenyum membayangkan betapa nyamannya jika dia bersandar di sana.

luhan tersadar dan kembali memukul kplanya 'dia atasanmu jangan berpikir macam macam kau hanya bawahannya tidak lebih arrayo xi luhan'luhan menganggukan kplanya jika ia terus memukul kplanya bisa bisa kpla cantiknya itu terkena gangguan oh tidak luhan tak bisa membayangkan itu.

di dalam lift sehun terus tersenyum sambil sesekali melihat berkas yang dia pegang bagaimana bisa dia membayangkan gadis lain sedangkan dia sudah memiliki istri yang tak kalah cantik.

TBC!

MAAF YA KALO BANYAK TYPO,JANGAN LUPA REVIEW CHINGU-YA...

-XIXICHYA-