U' R'
Chapter 2 :
I write Sins, Not Tragedies
Cast:
Lu Han, Se Hun
EXO Members
Romance, Angst, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch. For Hunhan Indonesia Big Event
.
.
Zitao bukan hanya gadis periang yang cuek dan santai dalam hidupnya seperti yang orang lain ketahui. Diam-diam ia sering merenung lalu menangis tiba-tiba saat mengingat kekalahannya dari Luhan dalam mendapatkan hati Kris. Zitao memang gadis yang tomboy yang galak sehingga ia mudah dekat dengan pria manapun tapi bukan berarti ia tidak punya perasaan suka pada lawan jenisnya.
Nampaknya Luhan beserta antek-anteknya melupakan fakta jika Zitao juga seorang perempuan normal. Memang bukan kesalahan Luhan jika Kris jatuh ke dalam pelukan gadis mungil itu. Luhan memang cantik –Zitao akui hal itu. Gadis manis itu begitu menyenangkan jadi wajar saja jika banyak pria yang jatuh cinta padanya bahkan Kris sekalipun. Tapi yang membuat Zitao benar-benar menaruh dendam pada Luhan adalah bagaimana gadis itu bersikap. Seharusnya gadis itu mundur dengan anggun begitu gadis itu melihat gelagatnya yang menyukai Kris. Bahkan teman-temannya pun sudah memberikan berbagai macam kode untuk menyatakan jika ia memang menyukai Kris.
Tapi mengapa gadis itu terus maju seperti tidak tahu malu?
Kalau ditelaah lagi sebenarnya ia juga salah sejak awal. Seharusnya ia tidak terlalu larut dalam panggilan 'adik' yang Kris sematkan padanya sehingga membuatnya buta akan perhatian pria itu sudah teralih sepenuhnya kepada gadis bermata rusa –Luhan. Sialannya lagi ia sendiri tidak pernah secara terang-terangan mengatakan pada Luhan jika ia menyukai Kris jadi mungkin Luhan dan teman-temannya menganggap semua kode yang ia juga teman-temannya berikan hanya sebatas kode penolakan biasa.
Zitao dan Kris sudah berteman sejak awal masuk kuliah bahkan mereka sempat menjadi teman dekat yang sering berkumpul untuk sekedar mengobrol biasa atau jalan-jalan bersama dengan teman-teman Zitao yang lainnya seperti Yixing, Min Ah dan si kembar Ha young dan Da young. Entah apa yang menjadi masalahnya sehingga Kris menghilang begitu saja lalu hadir kembali ke dalam kehidupannya dan menghadirkan perasaan baru yang tumbuh pada hati kecil Zitao.
Ia yang lebih dahulu mengenal Kris dan ia juga yang terluka lebih dahulu oleh Kris.
Kalau tidak ingat harga dirinya yang tinggi, Luhan pasti sudah terkapar tak berdaya karena pukulannya sejak awal gadis itu mendeklarasikan hubungannya dengan Kris lewat foto-foto mesra mereka di dunia maya. Luhan dan seluruh kemunafikannya seharusnya sudah mati sejak awal jika Zitao tidak mengingat hukum karma.
Gadis cantik belum tentu memiliki sifat yang cantik juga.
Lain Zitao maka lain juga Yixing. Entah apa yang merasuki gadis polos itu sehingga ia sering sekali bertukar sapa atau mengajak Luhan untuk sekedar makan ice cream bersama. Mungkin karena Yixing terkenal masa bodo dengan urusan hati yang menyebabkan ia mudah diterima oleh Luhan juga teman-temannya. Lihat saja sekarang ia dan Sehun, Kyungsoo dan Baekhyun bahkan sedang asik bercanda seperti tidak tahu tempat.
Dulu sewaktu pertempuran memperebutkan Kris dimulai –secara kasat mata tentu saja- Yixing dan sahabatnya Lee Ann lebih memilih untuk bersikap netral tidak memihak Zitao maupun Luhan jauh berbeda dengan Ha Young yang jelas-jelas memihak Zitao. Da young malah mengambil langkah lebih ekstrim lagi untuk berteman dekat dengan Baekhyun yang terkenal keras kepala dan galak. Urusan hati ya urusan hati tidak ada sangkut pautnya dengan pertemanan begitu pemikiran Yixing. Itu sebabnya ia terlihat biasa saja dengan semua urusan segitiga bermuda Zitao-Kris-Luhan dan tetap berteman dengan siapa saja.
Tapi pada zaman penuh kegilaan seperti sekarang bukankah kita harus berhati-hati dengan orang seperti Yixing? Banyak sekali serigala berbulu domba cantik yang berkeliaran. Ya semoga saja Yixing dan Lee Ann benar-benar gadis polos yang hanya mengerti 1 ditambah 1 sama dengan dua bukan tiga atau empat.
Kembali pada rutinitas kesehariannya sebagai mahasiswa tingkat lima yang penuh drama, Zitao bangun pagi-pagi sekali untuk pergi menemui dosen pembimbingnya untuk produksi kali ini. Mengambil Komunikasi berarti kau akan bertemu tiga fokus utama yakni Penyiaran, Perikalan dan Kehumasan. Zitao menyukai film sehingga ia memutuskan untuk mengambil penyiaran satu konsentrasi dengan Kris, Min Ah, Lee Ann, Ha young serta Yixing. Sementara Luhan, Baekhyun dan Sehun berada di Kehumasan. Berdandan seadanya senyaman dirinya, Zitao selesai dengan kaos lengan panjang dengan celana jins hitam untuk tungkainya dan sepasang sepatu kets putih lusuh untuk mendampinginya melangkah. Setelah bertukar pesan di group dengan komplotannya, Zitao bergegas keluar begitu saja melewatkan sarapan yang tidak mungkin ia laksanakan dengan khidmat di apartement.
Lima belas menit gadis bermata kucing itu habiskan untuk bisa sampai dengan selamat di kampusnya tanpa terlambat. Setelah memastikan semuanya terparkir sempurna, gadis penggila Manchester United itu kemudian membawa tubuh cantiknya melenggang menuju ruang dosen dengan tenang sampai retina matanya menangkap pasangan paling sensasional –menurutnya turun dengan apik dari mobil dan berjalan santai dari arah yang berlawanan dengannya. Bukan kearahnya lebih tepatnya ke ruangan yang sama dengannya.
Balutan kaos berwarna biru tua memeluk apik tubuh Kris yang ditemani dengan jeans setengah lutut juga sepatu kets hitamnya nampak serasi dengan Luhan yang tampil dengan kemeja yang juga berwarna biru tua dengan celana jeans panjang sebagai bawahannya. Mereka benar-benar bersinar dimata Zitao yang membuatnya mengepalkan tangannya menahan marah. Hanya berjalan berdampingan saja rasanya ia ingin menjambak Luhan dan meneriakinya Jalang bagaimana jika mereka bergandengan tangan? Rasanya Zitao sudah siap membawa pedang ayahnya di China untuk menebas tangan centil Luhan.
"Hai Zi." Kris menyapa Zitao terlebih dahulu saat mereka tengah melepaskan sepatu untuk bisa masuk ke ruangan dosen tersebut. Menahan umpatan ditengah sesak dadanya, si cantik berambut hitam itu kemudian berbalik menyapa Kris dan Luhan setenang mungkin.
"Hai Kris, Hai Lu."
"Hai Zizi."
Cih! Panggilan menjijikan. Bertingkah sok manis saja di depan kekasihmu sepuasnya sebelum aku mengambilnya.
Jalang.
Zitao hanya tersenyum manis –bahkan Kris mengakui senyuman Zitao benar-benar manis dan kemudian berlalu masuk ke ruangan dosen tanpa peduli jika Kris dan Luhan kemudian akan bercumbu sampai mati di depan pintu ruangan. Ia butuh waktu secepat yang ia bisa lalu pergi kemana saja asalkan tidak melihat Kris yang asik menghujani Luhan dengan cinta kasihnya. Seharusnya ia tahu diri, setelah kalah dari Luhan kenyataannya adalah Kris benar-benar jatuh ke dalam lubang cinta gadis cina tersebut. Ia tidak bisa terus menerus memusuhi Luhan dengan dendam karena jika ia membuka hatinya, seseorang yang harusnya disalahkan adalah Kris si bajingan yang sangat ahli menebar bubuk cinta lalu membiarkan itu layu begitu saja.
.
.
Tidak tahu bagaimana sejak menjemput Baekhyun di tempat tinggalnya, Sehun terus saja cemberut sambil memandangi ponselnya sementara wajah Baekhyun sudah memerah karena menahan tawanya. Sehun terus membuka pengunci ponselnya lalu menguncinya kembali setelah tidak mendapati yang ia inginkan. Oh ayolah Baekhyun memang otak setan! Kalau Sehun tidak ingat Baekhyun ini wanita sudah sejak tadi ia memaki gadis itu sepuas hatinya.
"Hahaha! Ya ampun aku tidak menyangka jika kalian bisa marahan juga ya. Hahaha!" Tawa Baekhyun menyembur begitu saja malah membuat hati pria dihadapannya semakin panas. Gadis ini sudah gila apa otaknya tercecer di kamar mandi terserah! Malah tertawa bukannya memperbaiki keadaan. Gila!
"Dia marah beneran Baek! Sial!" Sehun mencubit gemas pipi Baekhyun yang entah mengapa bertambah empuk dari hari ke hari.
"Kau ini kenapa sih? Kan bisa dihubungi katakan kalau kita tidak ada hubungan apa-apa. Mudahkan?" Mudah sekali bagi Baekhyun berkata seperti itu karena bukan dia yang ada di posisi Sehun. Kalau kau jadi pacar Sehun kau pasti akan melakukan hal yang sama.
Kejadian itu bermula pagi tadi. Begitu membuka pintu ia mendapati Sehun yang meringis sambil memegang perutnya. Pria itu juga langsung menghambur masuk sambil meleparkan tasnya ke sofa dan berlari menuju kamar mandi yang ada di kamar Baekhyun.
Panggilan alam. Baekhyun sudah hapal kebiasan buruk sahabatnya itu. Sehun itu tampan tapi kebiasaan mulesnya itu tidak bisa ditoleransi. Kapanpun dimanapun kalau mules ya mules. Dan Baekhyun sudah memaklumi kebiasaan itu dengan sangat baik.
Setelah merapikan sepatu Sehun yang terlempar asal, gadis itu kemudian menuju ruang tengah dan mendapati tas Sehun yang tergelak begitu saja di sofa. Awalnya sih Baekhyun hanya berniat merapikannya lalu menonton tv sebentar seraya menunggu Sehun dengan urusannya, namun bunyi ponsel pria itu membuatnya penasaran. Maka dengan lihai ia membuka tas Sehun, merogohnya dan menemukan ponsel itu berdering menampilkan sebuah nama yang Baekhyun saja agak asing dengannya.
EL.
Oh! Ini nama kekasih Sehun. Pintar juga pria itu menyimpan namanya dengan panggilan nama perempuan. Cerdas sekali.
Senyum Baekhyun mengembang begitu saja lalu dengan santainya ia menjawab panggilan tersebut.
"Halo," Sialan! Suara pria diseberangnya begitu jantan dan lembut secara bersamaan.
"Egghh~ Hallooooh~" Baekhyun bergidik risih sendiri mendengar desahannya yang ternyata seksi juga.
"Sehun, kau sed-"
"Aaaah~ Pelan-pelan Sehunaaa aagghh~"
"Sehun! Kau-"
"BAEK! ASTAGA APA YANG KAU LAKUKAN!" Sehun segera berlari mengambil ponselnya dan mendapati EL –kekasihnya sambil tersambung sementara Baekhyun malah terkikik.
"Halo? Dengar ini tidak sep-"
"..."
"Aku bersumpah! Itu tadi temanku. Sungguh!"
"EL? Halo? Hei! Sial!" Sehun menggeram kesal sambil menjambaki rambutnya setelah mendapati EL menutup teleponnya begitu saja. Ia melirik gadis yang bertanggung jawab atas semua kejadian hari ini berharap mendapati wajah bersalah namun ia malah mendengar tawa Baekhyun yang semakin keras.
"Hahaha! Astaga Sehun tidak ku sangka ia bisa cemburu denganku. Ya Tuhan. Ayo berangkat sebelum kita tidak bisa masuk ke kelas." Dengan santainya Baekhyun mengambil tas Sehun juga tasnya lalu melenggang keluar meninggalkan Sehun yang masih berapi menahan emosinya.
Baekhyun memang setan!
Sehun terus menerus mengabaikan Baekhyun meskipun gadis itu sejak awal kelas sampai sekarang terus menggodanya. Sehun tidak butuh godaan tapi permintaan maaf Baekhyun yang sadar akan kesalahannya. Sepertinya ia harus menunggu Sun Go Kong kembali dari perjalanannya mencari kitab suci jika ingin mendengar Byun Baekhyun meminta maaf. Otak jahilnya memang keterlaluan.
Mata Sehun tidak bisa untuk tidak melotot melihat apa yang sedang dilakukan Baekhyun. Ia berusaha merebut ponselnya dari tangan gadis itu malah berakhir dengan cubitan ringan di perutnya yang sukses membuatnya kalah. Apa lagi sih yang mau gadis setan itu lakukan?!
"Halo,"
"..."
"Haha, iya ini aku Baekhyun yang tadi mengankat teleponmu."
"..."
"Aku? Kami berteman sejak awal masuk kuliah."
Sehun benar-benar tidak percaya dengan apa yang Baekhyun lakukan. Ia mendekat kearah gadis itu untuk mengupin namun nihil.
"Tidak mungkin kami punya hubungan khusus jika sekarang saja ia sedang menjalin hubungan denganmu. Kau mengerti maksudku kan?"
"Aku minta maaf ya tentang tadi pagi."
Memasang wajah penasaran setengah mati tetap saja tidak membuat Baekhyun mau berbagi telepon dengannya. Gadis itu menoleh sebentar ke arahnya dan kemudian memberikan ponsel itu padanya dengan sambungan yang masih aktif.
"Bicaralah, ia merindukanmu." Setelah mengatakan itu Baekhyun segera beranjak dari meja mereka dengan alasan pamit menuju kamar kecil dan meninggalkan Sehun yang sudah larut dengan sambungan teleponnya.
Baekhyun memang ke kamar kecil tapi tidak untuk melakukan kegiatan buang air kecil atau sejenisnya. Gadis itu berdiri di depan cermin dan mulai menyalakan keran untuk membasuh wajahnya. Sejenak ia terdiam melihat pantulan dirinya di cermin. Sedikit tersenyum mengingat semua yang terjadi padanya.
Luhan dengan Kris, Kyungsoo dengan Jongin, Jongdae yang sibuk kerja sambilan dan Sehun dengan EL. Mungkin hanya dirinya yang masih luntang-lantung sendirian tanpa ada kegiatan yang jelas. Semua orang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing sementara ia masih dengan drama yang belum selesai ia tonton, masih sibuk dengan oppa-oppa kesayangannya dan kegiatan fangirling lainnya.
Pandangan Baekhyun membawanya menelusuri tubuhnya mulai dari kaki naik ke perutnya lalu menuju dada dan berakhir pada wajahnya. Ia menatap dalam pada pantulan wajahnya sekali lagi dan tanpa sadar mata lentiknya meneteskan air mata.
Ia gemuk, lebih gemuk dari Luhan dan Kyungsoo. Matanya juga lebih kecil dari kedua gadis itu serta tingginya juga tidak seberapa. Suaranya cempreng ditambah ia juga tidak terlalu pandai berhias. Wajar jika tidak banyak pria yang mau mendekatinya setelah ia putus dan itu sekitar dua tahun lalu. Baekhyun menahan isakannya terdengar setelah mendengar suara ribut dari luar. Kelas lain pasti sudah membubarkan diri sehingga mahasiswa yang lain juga berhambur keluar. Ia harus segera menyelesaikan semua urusannya dan kembali ke tempat Sehun dengan wajah yang baik-baik saja.
Dengan selembar tisu, Baekhyun menghapus jejak air matanya dengan sangat baik, membenahi riasan di bibirnya agar tidak terlihat pucat dan membenahi ikatan rambutnya. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, Baekhyun melihat ke arah cermin dan tersenyum cantik setelahnya.
Ia baik-baik saja.
"Baek," Baekyun menoleh ke arah pintu yang menampilkan kepala Sehun menyembul dari sana. Gadis itu tidak bisa menahan senyumnya melihat tingkah bodoh sahabatnya itu.
"Kau lama sekali. Kupikir mati." Sehun menarik tangan Baekhyun agar gadis itu berjalan lebih cepat keluar dari kamar mandi sebelum orang-orang memergokinya dan meneriakinya pria mesum.
"Mulutmu memang kurang ajar."
"Aku berteman denganmu makanya jadi kurang ajar."
"Sialan." Sehun hanya bergerak menghindari pukulan Baekhyun sambil tertawa melihat gadis itu kesal. Ia harus berterima kasih sebanyak-banyaknya dengan tingkah luar biasa sahabatnya itu yang ternyata bisa membuat hubungannya dengan EL membaik.
"Mau mengunjungi Jongdae?" tawar Sehun begitu mereka sampai di parkiran dan sibuk mencari mobilnya.
"Boleh, bilang saja di group kalau kita akan ketempat Jongdae biar Kyungsoo dan Luhan menyusul." Baekhyun segera berlari kecil menuju mobil mereka setelah matanya berhasil menemukannya. Sementara Sehun hanya memencet penguncinya dari jauh sambil mengirimkan pesan ajakan tersebut. Ia hanya tersenyum melihat tingkah Baekhyun yang unik. Tidak salah ia menaruh segala pada gadis mungil itu.
.
.
.
Luhan sedang memainkan ponselnya saat sebuah pesan dari groupnya masuk. Perlahan ia menurunkan tab notifikasi pada ponselnya dan mendapati sebuah pesan dari Sehun di group mereka. Ia melirik ke arah Kris yang sedang asik membaca menu kemudian membuka pesan tersebut.
From Sehun – Yiha Group :
Aku dan Baekhyun akan mengunjungi Jongdae.
Luhan, Kyungsoo ayo kesini.
Alis Luhan tanpa sadar berkerut membaca pesan tersebut, ia juga sedikit tersenyum melihat isi pesan Sehun. Ia dan Baekhyun akan pergi berdua dan hal itu membangkitkan imajinasinya tentang kedua sahabatnya tersebut. Sehun dan Baekhyun terlalu sering bersama meskipun mereka terlihat sering bertengkar entah karena alasan yang tidak masuk akal. Sehun akan selalu menemani Baekhyun kemana pun begitu juga sebaliknya. Terkadang mereka berdua bahkan tanpa sengaja datang bersama dan menggunakan pakaian dengan warna yang sama benar-benar sama.
Lama-lama mereka akan menjadi kekasih kalau begini terus.
"Ada yang lucu?" Kris menyentuh pipi gadisnya lembut hingga membawa gadis itu kembali ke alam sadarnya.
"Hanya anak-anak mengajak mengunjungi Jongdae di kafenya." Jawab Luhan tanpa mengalihkan pandangannya dari forum group tersebut. Kris hanya menghela nafasnya melihat gadisnya yang masih fokus dengan ponselnya.
From Kyungsoo – Yiha Group :
Aku akan menyusul kesana.
From Jongdae – Yiha Group :
Yeaay! Ayo kesini aku kesepian di sini huhu
From Baekhyun – Yiha Group :
Ok! Tunggu kami.
Lu, kau ikut kan?
Kris memainkan jemarinya yang di pundak Luhan dan sedikit menggoda bagian leher gadis itu yang sontak membuat Luhan menggeliat geli. Kris tersenyum melihat wajah tersiksa gadisnya dan semakin gencar mengerjai Luhan.
"Apa ponsel itu lebih menarik untuk dilihat dibandingkan aku?" Luhan hanya tersenyum sambil menggeleng lalu mematikan ponselnya lagi.
.
.
.
From Luhan – Yiha Group :
Aku sedang bersama Kris. Maaf ya aku tidak ikut mengunjungi Jongdae.
Baekhyun melempar ponselnya asal ke bangku belakang setelah membaca pesan yang dikirimkan Luhan yang lantas membuat Sehun melihatnya aneh. Ada apalagi dengan gadis setan di sebelahnya ini? Baekhyun mendengus kesal sambil melipat kedua kakinya bersila di atas jok mobil. Untung saja ia memakai celana panjang jika tidak jangan salahkan Sehun tiba-tiba mendadak normal dan desahan gadis itu tadi pagi menjadi kenyataan.
Ingat, Sehun itu Bi bukan gay.
"Kenapa Byun?" Tanya Sehun tanpa menoleh ke arah Baekhyun karena jalanan tiba-tiba saja berubah menjadi padat. Matanya sedikit melirik jam tangan yang melingkari pergelangan kirinya dan mendapati kedua jarumjam yang bertumpuk mesra di bawah angka dua belas. Makan siang, pantas saja.
"Byun itu nama ayahku Oh. Jangan sembarangan."
"OH juga nama ayahku. Siapa sekarang yang sembarangan?" jawab Sehun acuh sambil sesekali memutar pandangannya mencari celah agar mereka bisa cepat sampai.
"Apa kita harus berdebat siapa yang paling sembarang sekarang? Aku sedang tidak bernafsu." Gadis itu melepaskan ikatan rambutnya lalu menjulurkannya ke depan wajah tanpa peduli apa maksudnya. Sehun yang melihat hal itu lalu menarik rambut gadis itu yang lantas membuat Baekhyun mengerang kesal dan menatapnya sangar.
"Kau pasti ada masalah. Ada apa?" Sehun bertanya santai sambil merapikan rambut Baekhyun pelan-pelan. Ia tahu gadis yang menjadi sahabatnya itu pasti sedang kesal setengah mati karena sesuatu.
"Buka saja ponselmu kau akan tahu." Menepis tangan Sehun yang masih bertengger manis di kepalanya Baekhyun lalu membuang pandangannya keluar jendela. Semoga saja ia menemukan sesuatu atau paling tidak melihat pria tampan yang bisa mendinginkan otaknya.
Sementara Baekhyun sibuk mencari pria tampan, Sehun akhirnya menuruti perintah Baekhyun dan membuka ponselnya. Didapati dua pesan dari pengirim yang berbeda.
From : EL
Jangan lupa makan siang :*
Sehun tersenyum simpul melihat pesan dari kekasihnya tersebut kemudian membalasnya dengan cepat sebelum ia harus mengemudi lagi.
To : EL
Kau juga. Aku sedang bersama Baekhyun untuk mengunjungi Jongdae. Jangan cemburu. :*
Setelahnya pria itu kembali meletakan ponselnya di dashboard mobil tanpa peduli dengan pesan group yang datang dari Luhan. Ia sudah lihat sekilas dari tab notifikasi tadi sebelum membuka pesan dari EL. Gadis itu sedang bersama Kris dan tidak bisa datang berkunjung. Sekarang Sehun tahu apa yang membuat gadis di sebelahnya mengkerut kesal dan melemparkan ponselnya sembarangan.
Pesan dari Luhan. Pasti tidak ada keraguan disana.
Baekhyun memang sedikit sensitif jika menyangkut hubungan Luhan dan Kris. Bukan karena cemburu melainkan ia merasa sakit hati akibat ucapan tak sadar Luhan yang lebih memilih Kris dibandingkan dirinya dan teman-teman yang lain. Sehun mengerti dengan sangat baik jika Baekhyun adalah tipikal orang yang menghargai pertemenan diatas segalanya bahkan diatas hubungan asmaranya, sedangkan Luhan ia berubah begitu mendapatkan kekasih dan terbukti. Sementara Sehun dan Jongdae tipikal orang santai yang masa bodo dengan masalah demikian. Walau sedikit tersinggung dengan perkataan Luhan, ia lebih memilih melupakannya begitu saja.
Lampu merah menyala lagi dan membuat mobil mereka harus berhenti untuk yang kesekian kalinya. Sehun memilih untuk menyandarkan dirinya dan menoleh ke arah Baekhyun yang mulai sibuk mengotak-atik pemutar musik di mobil. Setelah mendapatkan yang diinginkan gadis itu kemudian ikut menyandarkan diri dan memilih melihat para pejalan kaki yang sibuk menyebrang dan terlihat sama di matanya sampai ia menangkap seseorang dengan sepedanya melewati mereka begitu saja dengan tampannya.
"Dia tampan Sehun!" Baekhyun memekik girang sambil mengikuti arah pria bersepeda tadi tanpa terputus sedikitpun.
"Aku lihat kok. Iya dia tampan."
"Dia incaranku!" Sehun menoleh malas ke arah Baekhyun yang asik bertepuk tangan melihat pria tampan. Kelamaan sendiri membuat Baekhyun terlihat seperti gadis yang haus belaian sepertinya.
"Aku juga tampan, mengapa tidak mengincarku?"
Setelah itu teriakan Sehun terdengar nyaring diiringi dengan ringisannya karena cubitan Baekhyun mendarat sempurna di perutnya.
"Dalam mimpi basahmu saja bodoh!"
.
.
TBC
Haloo! SELAMAT DATANG BULAN APRIIIIIL! Bulannya EXO dan HunHan
Hehe, disini aku sengaja menjabarkan sedikit tentang lingkarang pertemanan tokoh-tokohnya karenan nantinya akan banyak kejutan hihi –sok misterius T-T)/
Maafkan untuk typo dkk ya u,u
Oia, aku minta maaf jika belum sempat mengupdate chapter untuk andante ya._. Bukan karena cerita ini untuk lomba jadi aku mengejar untuk menyelesaikannya tapi lebih karena aku sedang berusaha mengingat momen kuliahku yang lampau karena berhubungan dengan cerita disini. Seperti yang sudah pernah aku katakan di chapter pertama jika adegan dalam cerita ini terjadi dalam kehidupan nyataku hehe.
Terima kasih atas kritik dan saran kalian yaa~
